Sabtu, 07 Mei 2016

Sinopsis Ms Temper and Nam Jung Gi Episode 15 Part 1

Da Jung membawakan mainan pemberian Ji Sang diatas meja, membahas tentang taruhan apakah orang-orang memilih uang atau dirinya, dan pegawainya ternyata memilihnya jadi artinya ia adalah pemenangnya. Dengan begitu menagih janji Ji Sang untuk meninggalkan Lovely.
Maaf, tapi sekarang semuanya sudah sangat terlambat.” Ucap Ji Sang, Da Jung mengartikan kalau Ji Sang tidak bisa pergi
Aku sudah menyiapkan sebuah meja untukku dengan sempurna. Kalau kau jadi aku, apa kau mau pergi?” kata Ji Sang memberikan tawaran
Jadi dari awal kau sebenarnya tidak peduli siapa yang menang yah. Kau sama sekali tidak memiliki peraturan maupun prinsip.” Sindir Da Jung
Dalam sebuah permainan uang, Uang adalah prinsipnya. Dan satu-satunya peraturannya adalah untuk menang.”tegas Ji Sang berdiri dari tempat duduknya.
Tunggu saja, aku akan menghancurkan hidangan pesta yang telah kau siapkan untuk kau makan sendiri.” Balas Da Jung memperingatinya lalu meninggalkan rumah. Ji Sang melihat pemainan yang ditinggalkan Da Jung diatas meja. 

Da Jung memberikan sebuah amlplop, Direktur Jo dan Jung Gi binggung apa isi dari amplop itu.  Da Jung menjelaskan kalau itu merek dagang untuk Tap Tap dan 99 lipstik. Jung Gi dan Direktur Jo langsung melihat dengan jeli berkas yang ada ditanganya.
Tap Tap milik Lovely Cosmetics tapi 99 lipstik adalah milik Lovely Chemicals.” Ucap Da Jung, Jung Gi dan Direktur Jo menjerit kaget.
Kenapa bisa terbagi seperti ini?” tanya Direktur Jo binggung
Mari kita menyerang Lee Ji Sang dengan menggunakan ini, Direktur.” Kata Da Jung, dua pria nampak kaget lalu duduk ingin mendengar penjelasan da Jung.
Orang-orang itu berpikiran bahwa mereka akan mengambil Tap Tap dan juga lipstiknya. Itu juga yang mungkin dipikirkan Gold, yang menjadi sebab investasi mereka di Seven Vio. Tapi kalau mereka mengetahui kalau hanya bisa mendapatkan salah satu saja dari produk kita, Saya yakin Gold juga tidak akan tinggal diam.” Jelas Da Jung, Jung Gi tersenyum mendengarnya.
Apa itu berarti kita akan baik-baik saja?” kata Direktur Jo sambil memakan jely kacang merahnya.
Itu berarti setidaknya kita bisa menyelamatkan setengah dari produk kita, Direktur!!” jerit Jung Gi bahagia
Kapan kau menyelesaikan ini semua, Kepala Ok?” tanya Direktur Jo tak percaya 

 Flash Back
Da Jung membawakan sebuah berkas yang perlu disetujui oleh Direktur Jo, lalu Direktur Jo bertanya Apakah diantara berkas ini, ada yang harus memberikan ulasan secara mendalam. Da Jung mengatakan berkas itu  mengenai merek dagang dari 99 lipstik menurutnya lebih baik kalau Direktur Jo membacanya dengan teliti. Direktur Jo merasa yakin pada Da Jung yang akan mengurusnya sebaik biasanya. Da Jung menyakinkan padahal dengan sengaja tidak membuat bukan milik Lovely. 

“ Wah...Kau melakukan itu? Wow, seperti yang diduga dari Ketua Ok! Dia benar-benar berada di tingkatan yang berbeda! Terima kasih banyak, Ketua Ok! Kau selalu bisa mencari jalan keluar. Bukankah begitu, Kepala Nam?” jerit Jung Gi bahagia
Tentu, Pak! Rasanya saya seperti sedang terbang saat ini!” jerit Jung Gi tersenyum bahagia.
Kita tidak boleh bersenang-senang hanya karena hal ini. CEO Lee Ji Sang bisa menuntut anda atas tuduhan penipuan karena hal ini. Maksudku, hal ini bisa saja akan merepotkan untukmu.” Ucap Da Jung yang membuat senyum keduanya hilang.
Direktur Jo mengartikan harus pergi ke kantor polisi, Da Jung bertanya apakah Direktur Jo bisa melakukan itu. Jung Gi pikir kalau memang Direktur Jo tak bisa maka akan mengantikanya jadi tak perlu cemas. Direktur Jo menegaskan kalau ia pemimpin perusahaan jadi yang akan bertanggung jawab atas hal ini. Da Jung pun bersiap akan memberitahukan pihak lainnya. Direktur Jo dengan penuh keyakinan masih memiliki separuh harga perusahaan saat ini.

Hyun Woo mengartikan dengan rencana itu maka mereka bisa mencegah perusahaan diambil alih, Young Mi menyimpulkan meskipun skenario terburuk akan terjadi, mereka masih memiliki hak untuk 99 lipstik. Jung Gi memberitahu Direktur Jo sudah bersiap untuk ditangkap polisi jika memang diperlukan jadi mereka semua harus memberikan semangat bagaimanapaun caranya dan mengusulkan untuk menyewa pengacara.
Aku akan mencarinya sendiri dan Kau harus melakukan hal yang lain.” Ucap Da Jung ternyata ikut duduk bersama pegawainya, 
Apa itu, Ketua? Saya bisa melakukan apapun demi kepentingan perusahaan kita!” ucap Jung Gi penuh semangat 
Dapatkan buku kas rahasia L Partners. Kalau itu tidak cukup untuk menghentikan L Partners. Kita juga harus menutup sumber penghasilan mereka juga. Aku sangat yakin Direktur Kim juga terlibat di dalamnya dan kita membutuhkan senjata untuk menekannya.” Tegas Da Jung. Hyun Woo bisa menyimpulkan buku kas itu bisa menjadi senjatanya

Apa kau bisa mendapatkannya, Kepala Nam?” tanya Da Jung
Apa maksud dia, aku harus mencurinya dari mereka sekarang juga? gumam Jung Gi panik
Bagaimana kalau kita semua mendapatkan masalah karena pencurian?” tanya Young Mi khawatir, Jung Gi makin panik akan mendapat tuduhan  Pencurian.
“Direktur akan dituntut karena penipuan, dan para pegawainya dituntut atas pencurian. Bagaimana kalau kita semua terkena hukuman tindak pidana?” ucap Young Mi khawatir
Kalau begitu harusnya aku mengkhawatirkan diriku sendiri! gumam Jung Gi ketakutan
Hyun Woo menegaskan Jung Gi tidak perlu membawa beban itu sendirian karena akan membantunya. Mi Ri juga akan membantu kalau memang itu keinginan dari Da Jung, Young Mi dengan penuh semangat setuju membantu. Da Jun memberitahu mereka harus menghentikan untuk melakukan rapat pemilik saham, kalau sampai pihak Ji Sang mencoba untuk melakukan voting mengenai masalah itu, maka mereka akan tamat. 
Jung Gi mengerti akan melakukan semuanya dengan baik-baik saja, semua pun mulai memberikan semangat melakukan rencananya. Tiba-tiba Hyun Woo dan Mi Ri menjerit kaget, Young Mi dan Jung Gi menoleh ke belakang ikut menjerit karena Manager Yang datang dari jendela. 

Ji Sang pun mengetahui  Merek dagangnya tidak semuanya terdaftar atas Lovely Cosmetics. Direktur Jo dengan wajah panik mengaku tak tahu sebelumnya dan juga baru saja mengetahuinya, menurutnya anak bauhanya melakukan kesalahan.
“Jadi Anda tidak menyadari  hal ini selama menerima investasi dari saya?” kata Ji Sang
Ya! Kalau saya tahu, saya pasti sudah memberitahumu!” kata Direktur Jo panik, Manager Kang melihat tatapan Direktur Jo seperti terlihat curiga.
Tapi Anda tahu kan kalau hal ini adalah masalah yang besar? Daftarkan kedua produknya kepada Cosmetics sebelum terjadinya rapat pemegang saham. Mari kita urus hal ini baik-baik.” Kata Ji Sang lalu berdiri dari tempat duduknya.

Mm, maaf, tapi saya tidak bisa melakukan hal itu.” Ucap Direktur Jo memberanikan diri, Ji Sang tak mengerti maksudnya.
Saya perlu mengambil sesuatu karena nantinya saya akan kehilangan perusahaanku, kan?” ucap Direktur Jo dengan senyuman, Ji Sang merasa kalimat itu sudah diajarkan oleh Ok Da Jung
Saya adalah Direktur dari perusahaan ini dan sayalah yang membuat keputusan ini.” tegas Direktur Jo
Saya mengerti, Direktur Jo. Kalau begitu tidak ada cara lain selain menempuh jalur hukum, kan?” balas Ji Sang dengan sinis lalu keluar ruangan
Direktu Jo pun mempersilahkan saja, menurutnya keadaan ini  Mencengangkan karena tidak tau kalau Ji Sang akan menususk mereka dari belakang seperti sekarang, dengan bersiap-siap dengan posisi kuda-kuda dan siap menyerang. 


Didepan ruangan
Da Jung menegaskan sudah mempelajarinya dari ahlinya yaitu Ji Sang sendiri, Ji Sang menyindir kaalu memang Da Jung ingin mempelajarinya, pelajarilah dengan benar, menurutnya mantan istrinya itu sedang mengayunkan pisau berujung dua.
Aku sudah bersiap menumpahkan sedikit darahku jika diperlukan. Bagimu mungkin ini hanyalah money game, tapi bagi kami ini adalah hidup dan mati. Pertarungan antara orang yang menghargai uang dan orang yang menghargai nyawa mereka. siapa yah yang akan menang?” kata Da Jung menantang
Perang tidak dilakukan dengan keputusasaan, tapi dengan murni kekuatan. Kau akan segera tahu.” Ucap Ji Sang sinis lalu berjalan meninggalkanya.
Di lantai bawah Jung Gi dkk bersiap-siap seperti merencanakan sesuatu, melihat Ji Sang dan Manager Kang masuk ke dalam ruangan. Young Mi dan Mi Ri terlihat ikut tegang, Manager Yang terlihat penasaran apa yang yang dilakukanya. 

Direktur Kim melihat  layar monitornya tersenyum bahagia karena  Nilainya meroket, lalu ponselnya berdering dengan bahagia memberitahu Ji Sang tentang Nilai saham Seven Vio tapi setelah itu senyumnya berubah.
Ji Sang mengira semua merek dagangnya terdaftar atas nama Lovely Cosmetics jadi tidak menyangka kalau salah satu produknya akan terdaftar atas nama Lovely Chemicals dan mengakui itu adalah kelalaiannya, serta tidak terlalu menganggap serius Ok Da Jung.
Kau sudah tahu kan, kalau tidak ada gunanya kalau mendapat setengah produk saja? Kau harus membawakanku Tap Tap dan juga 99 lipstik.” Kata Direktur Kim  dengan wajah tegang
Saya akan bertanggung jawab mengenai hal itu.Tolong tunggu sebentar lagi.” Ucap Ji Sang yakin
Kalau M&Anya gagal, kami akan menuntutmu atas tuduhan penipuan investasi.” Tegas Direktur Kim mengancam
Saya kecewa mendengar hal itu darimu, Direktur Kim! Karena kita ada di perahu yang sama, kita harus tenggelam bersama! Dan kalau Anda tidak memiliki niatan untuk tenggelam, sebaiknya tutuplah mulut Anda!” tegas JI Sang sinis, Direktur Kim  berdiri dari tempat duduknya seperti tak jelas.
Apa menurutmu, kalau saya ditangkap karena penipuan investasi, maka Anda akan selamat?” ucap Ji Sang lalu menutup telp dan melempar ponselnya penuh amarah. Direktur Kim mengumpat karena Ji Sang Berani berbicara kurang ajar dengannya.
Tunggu dulu. Apa bajingan-bajingan ini membuat sesuatu semacam buku kas rahasia?” kata Direktur Kim menduga-duga. 
Manager Kang memberitahu mereka yang akan kehilangan banyak kalau sampai hal ini gagal Dan juga akan ada isu mengenai pendanaan L Partners. Ji Sang menegaskan mereka lebih baik mengurus si bajingan Jo Dong Gyu terlebih dahulu.

Dilantai bawah
Manager Yang mengejek semua pegawai lovely terlalu sombong karena menyembunyikan dokumen merek dagang karena berpikir mereka itusedang melakukan hal hebat, dengan sangat yakin lovely itu kalau dan menurutnya semua itu bodoh, lalu mengejek Jung Gi menanyakan berapa IQnya.
Biarpun kami kalah, kami bisa memulai semuanya dari awal dengan menggunakan 99 lipstik. Kami tak akan menyerahkannya pada Gold, apapun yang terjadi!” tegas Jung Gi
Hey, kau akan menjadi karyawan perusahaan besar! Harusnya kau bersyukur!” ejek Manager Yang
Hey, Aku pikir sekarang bukan waktunya kau mengkhawatirkan orang lain.” Balas Young Mi, Manager Yang tak bisa mengerti
Bukankah kau harusnya memikirkan rencana cadangan? Kami tidak akan ke Gold Dan kau juga akan ditinggalkan hingga mati.”jelas Young Mi
Semua menahan tawa mendengarnya, Manager Yang mengatakan kalau CEO Lee yang memberikan jabatanya, Hyun Woo berkomentar CEO Lee benar-benar tidak terkenal dermawan. Jung Gi menambahkan begitu pula dengan Direktur Kim dari Gold.
Young Mi pikir Manager Yang harusnya menilai situasinya dengan benar, lalu mengejeknya masih bodoh padahal sudah lama bekerja di bidang ini lalu tertawa terbahak-bahak. Manager Yang mengatakan semua pegawai Lovely itu bukan tingkatanya lalu memilih untuk pergi meninggalkanya ruangan. 

Semua tim Lovely langsung berkumpul bersama, Jung Gi bertanya-tanya dimana kira-kira keberadaan buku kas rahasia Manager Kang, Hyun Woo pikir mereka bisa lihat dulu di ruanganya. Young Mi rasa tak mungkin Manager Yang meninggalkan berkas sepenting itu diruanganya.
Pertama, kita harus tau dulu bagaimana rupa dari buku itu.” Ucap Jung Gi
Kita seperti sedang merencanakan kejahatan sekarang! Aku sangat gugup!” kata Young Mi panik
Kita bukan penjahat! Kita hanya berusaha menyelamatkan perusahaan kita!” tegas Jung Gi.
Semua langsung membubarkan diri melihat Manager Yang yang pergi meninggalkan Lovely, Jung Gi berpura-pura memberikan berkas yang harus disetujui. Semua tim saling berpadangan memberikan kode kalau mereka sudah siap untuk melakukan rencana. 

Di depan lovely
Manager Yang melihat Manager Kang pergi dari kantor dengan mobilnya, lalu menelp Direktur Kim dengan wajah panik menanyakan apa yang harus dilakukan sekarang. Direktur Kim yakin Ji Sang si bajingan itu  membuat buku kas rahasia.
Cari tahu apakah mereka memilikinya dan ambil buku kas itu pada saat yang tepat Hanya itu satu-satunya jalan agar kau bisa bertahan.” Kata Direktur Kim
Apa? Buku kas rahasia? Apa yang tertulis didalamnya?” tanya Manager Yang binggung
Jangan mengatakan apapun, lakukan saja apa yang diperintahkan padamu!” tegas Direktur Kim, Manager Yang mengerti lalu menatap ke arah gedung Lovely. 

Mi Ri masuk ke ruangan General Manager menyapa semua meminta pegawai yang ada ruangan meminta bantuan untuk menguji lipstick yang baru dikeluarkan, pegawai menolak karena sedang sibuk. Mi Ri tetap berusaha merayu kalau Tim mereka akan membelikan makan siang, pegawai itu menyuruh untuk meninggalkan saja dan akan mencobanya nanti. Mi Ri memohon agar meminta waktu 30 menit saja.
“Hei.... Kalian ini sedang apa? Cepat berdiri!!!  Rekan kerja tidak seharusnya begini! Apa aku harus turun tangan sendiri begini? Cepat keluar.” Ucap Youn Mi akhirnya bisa membuat semua pegawai keluar ruangan.
Cepatlah! Kita harus menghasilkan uang!” kata Young Mi lalu melihat semua pegawai keluar ruangan dan memegang dadanya, merasa panik takut ketahuan.
Mi Ri mengandeng dua pegawai mengucapkan terimakasih dan berjanji akan memberikan banyak sampel yang bagus. Dari balik counter, Jung Gi dan Hyun Woo bersembunyi, Young Mi memberi kode mereka harus melakukan selama 10 menit, keduanya perlahan-lahan masuk ke ruangan General Manager. 

Hyun Woo mulai memeriksa semua barang diatas meja, sementara Jung Gi terlihat ketakutan memilih untuk berdiri saja. Hyun Woo menegur Jung Gi yang hanya diam saja, Jung Gi mengaku hanya ingin hidup dengan tenang jadi kenapa ia malah harus melakukan hal seperti sekarang.
Anda tidak akan bisa bertahan hidup jika perusahaan kita bangkrut.” Sindir Hyun Woo sibuk mencari buku kas rahasia.
Aku tahu!!! Itulah sebabnya aku melakukan hal ini!” tegas Jung Gi lalu mencoba mencari-cari buku kas seperti apa bentuknya di meja Manager Kang.
Semua mencari di setiap sudah rak, Jung Gi memeriksa laki dan menemukan sebuah buku kas lalu memanggil Hyun Woo dengan bahagia, tapi ternyata hanya buku kas biasa. Sementara Young Mi dkk sedang berpura-pura agar pegawai di Bagian General umum untuk mencoba lipstik mereka, dengan berlebihan memuji mereka itu terlihat cantik. Manager Yang melihat semuanya terlihat curiga. 

Manager Yang pergi ke ruangan General umum, Hyun Woo sedang membawa tempat sampah menyenggol Jung Gi sedang ada di kolong meja kalau ada yang datang. Jung Gi dan Manager Yang sama-sama kaget karena merasa kepergok.
Apa yang sedang kalian lakukan?” teriak Manager Yang, Jung Gi berusaha tertawa menghilangkan rasa canggung.
Manager meminta kursi baru, jadi kami datng untuk memeriksanya. Ini Kursinya sangat menakjubkan bantalan kursinya juga bagus! Bagaimana kalau Tim Marketing minta kursi baru juga, Wakil Kepala Yang?” ucap Jung Gi mencoba duduk dikursi untuk menyakinkan sambil berputar-putar.
Tim General Umum juga minta kami sedikir bersih-bersih disini, jadi... Saya pikir kita sudah selesai. Ayo Kepala Nam.” Kata Hyun Woo mengajak Jung Gi pergi dengan membawa tempat sampah. Jung Gi pun menaruh kembali kursi dan pamit pergi. 

Hyun Woo mencoba mengatur nafas didepan pintu, Jung Gi keluar dari ruangan merasa buku kasnya bukan ada di ruangan. Hyun Woo juga setuju dengan hal itu. Jung Gi rasanya ingin menangis memikirkan keberadan buku kas itu.
Saya mulai mencurigai koper yang selalu dia bawa kemana-mana.” Kata Hyun Woo berhenti melangkah, Jung Gi memikirkan koper yang dimaksud. Hyun Woo mengatakan koper yang selalu dibawa Manager Kang kemana-mana. Jung Gi mengingat setiap datang dan pergi Manager Kang pasti membawa kopernya kemana-mana. 

Manager Kang tiba-tiba sudah ada didepan mereka bertanya apa yang dilakukan keduanya, berpikir mereka itu memiliki urusan dengan Tim General Umum.  Jung Gi melotot melihat koper yang dibawa Manager Kang, lalu mengatakan sebelumnya sudah menuntaskan urusannya di kamar mandi, Hyun Woo pun buru-buru pamit pergi lebih dulu.
Kami akan segera menghubungi polisi.” Ucap Manager Kang, Jung Gi berhenti melangkah seperti melotot kaget.
“Direktur Jo akan segera diperiksa terkait dengan berkas merek dagang.” Kata Manager Kang, Jung Gi dan Hyun Woo mengangguk mengerti dan langsung buru-buru meninggalkanya.

Manager Kang terlihat kesal dan buru-buru masuk ke ruangan, melihat Manager Yang sedang mengobrak-ngabrik mejanya seperti mencari sesuatu. Manager Yang tertawa bahagia menemukan sesuatu tapi setelah itu bukunya jatuh karena kaget melihat Manager Yang datang

Young Mi dkk masih sibuk mencoba lipstick, melihat Hyun Woo dan Jung Gi datang, Young Mi pergi ke depan pintu bertanya apakah mereka menemukanya, Jung Gi memberitahu tidak ada di ruanganya, menduga ada di koper yang selalu dibawanya kemana-mana.
Jadi kita harus membukanya?” tanya Young Mi panik, Hyun Woo pikir memang harus seperti itu.
Kita sudah sejauh ini, jadi kita harus melakukannya!” kata Jung Gi yakin
Lalu bagaimana kau akan melakukannya?? Dia tidak pernah melepaskannya!” ucap Young Mi binggung. Jung Gi merasa mereka harus mencari cara,  Young Mi  tak bisa berpikir menyuruh semuanya untuk pergi saja. 

Manager Kang melapor pada Ji Sang kalau Direktur Kim memerintahkan Manager Yang untuk mengawasinya karena sebelumnya melihat Manager Yang yang mencoba menggeledah Kantor General umum saat pergi. JiSang merasa Direktur Kim itu sekarang merasa tidak aman.
“Kau Uruslah buku kas itu baik-baik. Kita bisa mengakhiri Direktur Kim dengan hal itu.” Kata Ji Sang, Manager Kang mengerti
Cabut beberapa saham Seven Vio untuk saat ini, dan jangan biarkan Direktur Kim mendapatkannya.” Perintah Ji Sang, Manager Kang pun mengerti. 
Jung Gi berjalan dilorong dengan sengaja mendorong Manager Kang sampai menjatuhkan koper dan akhirnya isinya jatuh berantakan dilantai. Manager Kang marah merasa Jung Gi itu seperti anak kecil yang sedang bermain-main. Jung Gi berpura-pura meminta maaf karena tak sengaja menabraknya sambil membereskan berkas yang berjatuhnya.
Manager Kang ikut berjongok membereskan berkas paling berharga, Jung Gi sempat melihat buku kas yang ada didalamnya, matanya melotot tajam. Manager Kang langsung menariknya lalu memasukan kembali ke dalam kopernya. Jung Gi meminta maaf dan berjanji akan berhati-hati lagi, Manager Kang hanya bisa mengumpat kesal lalu pergi meningalkan kantor. 

Direktur Jo terlihat sedikit panik mengetahui panggilan polisi agar datang ke kantor untuk pemeriksaan, sambil membuka kacamatanya masih tak percaya dirinya bisa berakhir sebagai seseorang yang dipanggil kantor kepolisian.
Teringat kembali pembicaran dengan Direktur Sung kalau Mereka menjadi rakus dan kehilangan semuanya. Direktur Kim pun penasaran nama investor Lovely. Pertama kali dibar, Ji Sang mengenalkan namanya seperti seorang malaikat, dengan bangga Direktur Kim mengatakan CEO Lee adalah seorang investor malaikat dan Direktur Jo itu benar-benar beruntung.
Direktur Jo terlihat seperti merasa lehernya terkecik, mengingat semuanya. Akhirnya hanya bisa menangis memikirkan nasibnya harus berususan dengan polisi. 

Didepan kantor polisi
Jung Gi dan Direktur Jo menatap ke pintu depan seperti ragu, lalu Jung Gi bertanya tentang keadaan Direktur Jo apakah baik-baik saja. Direktur Jo menyakinkan kalau akan baik-baik saja tapi ketika membenarkan letak kacamatanya, tanganya bergetar sangat keras. Jung Gi menawarkan diri untuk ikut masuk bersama saja.
Direktur Jo menolak karena sebagai seorang Direktur harus bertanggung jawab demi perusahaanya lalu pamit pergi. Jung Gi pun mempersilahkan Direktur Jo untuk berjalan masuk ke dalam kantor polisi, Direktur  Jo berjalan tapi langkahnya berbelok ke pintu keluar. Jung Gi memberitahu arah pintu keluar dan akhirnya menariknya agar bisa langsung masuk ke kantor polisi.

Pagi sampai malam hari akhirnya Direktur Jo keluar dari kantor polisi, Jung Gi langsung menghampiri membawakan sebungkus tahu. Direktur Jo mengeluh karena bukan baru keluar dari penjara tapi hanya baru keluar dari kantor polisi. Jung Gi tetap saja ingin membelikan supaya Direktur Jo tak perlu ke kantor polisi lagi. Direktur Jo mengucapkan terimakasih sambil memakan tahunya.
Jadi, bagaimana? Apa pemeriksaannya berjalan lancar?” tanya Jung Gi
Mereka menyuruhku kembali lagi besok.” Kata Direktur Jo sedih, Jung Gi berterika kaget ternyata Direktur Jo harus datang lagi.
Jung Gi... Aku sangat ketakutan!” akui Direktur Jo sambil menangis, Jung Gi membersihkan mulut Direktur Jo yang belepotan dengan tahu mengajak pergi dan akan mengantarnya pulang.
Aku tidak mau pulang!” kata Direktur Jo, Jung Gi heran mau kemana lagi Direktur Jo malam-malam begitu dan tetap mengajak untuk mengantarnya pulang.
Aku diusir oleh istriku!” ucap Direktur Jo, Jung Gi menjerit kaget bertanya dimana sekarang atasanya itu tinggal sekarang. 


Sebuah kamar yang kecil, Jung Gi duduk diatas tempat tidur terlihat jejeran baju dalam dijemur dan ada bekas ramen instant di lantai. Jung Gi tak percaya dari mulai minggu lalu direktur Jo tinggal ditempat itu yang menurutnya tak nyaman. Direktur Jo membenarkan dengan merapihkan sampah yang berserakan dilantai.
Tiba-tiba dari kamar sebelah bisa terdengar bunyi suara desahan dan kecupan, Jung Gi melotot kaget menatap ke dinding sebelah. Direktur Jo seperti sudah biasa mendengarya. Jung Gi dengan gugup mengajak kelu untuk makan malam saja, Direktur Jo menolak karenas sudah makan yukgejang di kantor polisi. Jung Gi dengan terbata-bata akan pamit pergi saja dan akan menjemputnya lagi.
Direktur Jo mempersilahkan Jung Gi pergi tapi menarik bajunya bawahnya, Jung Gi melepaskanya berjanji akan menjemputnya esok hari. Direktur Jo pun membiarkan dan terlihat kesal sendiri dengan suara desahan dari kamar sebelah. 

Manager Yang melaporkan pada Ji Sang kalau Direktur Jo cukup banyak mengelak di kantor polisi hari ini dan  kelihatannya tidak akan menyerah begitu saja. Ji Sang ingat peringatan Da Jung Tunggu saja, aku akan menghancurkan hidangan pesta yang telah kau siapkan untuk kau makan sendiri.
Terus tekan dia. Aku akan terus berusaha sebisaku.” Perintah Ji Sang
Pagi harinya, Jung Gi mengantar Direktur Jo sampai ke depan kantor polisi berpesan agar tetap kuat. Direktur Jo walaupun terlihat tak letih berusaha untuk tetap kuat, lalu masuk kembali ke kantor polisi.
Malam harinya, Direktur Jo keluar seperti seorang zombie dengan mata menghitam, Jung Gi mendatanginya membawakan sebungkus tahu kembali, kali ini menyuapinya karena tahu atasanya itu merasakan kesulitan dan mengajak pergi dengan mobilnya. 

Keesokan harinya, Jung Gi kembali mengantar Direktur Jo terlihat semangatnya sudah berkurang. Kakinya terlihat berat melangkah masuk ke dalam kantor polisi.  Malam harinya, Jung Gi berlari membawakan sebungkus tahu lagi. Direktur Jo berjalan terhuyung-huyung dengan penuh amarah langsung membuang tahu yang dibawa Jung Gi karena tak ada hasilnya karena pasti akan kembali lagi, lalu menangis. Keduanya pun berpelukan bersama untuk saling menguatkan. 

Jung Gi masuk ke kantor sambil mengomel menurutnya kejam itu ada batasannya dan harusnya bersikap lebih lunak karena Direktur Jo itu bukan anak muda lagi dan ingin membuat atasanya itu cepat mati, langkahnya terhenti ketika melihat Da Jung ada diruangan Ji Sang.
Berhenti dan menyingkirlah. Apakah aku tidak ingat bahwa kau membunuh Presiden Oh seperti ini?” kata Ji Sang
Kaulah yang membuat beliau seperti itu. Apa kau lupa?” balas Da Jung tak mau kalah
Yakinkan Jo Dong Gyu bahwa tidak ada gunanya baginya untuk berusaha bertahan seperti ini. Kalau dia mau menyelesaikan isu terkait merek dagang, aku akan menarik tuntutanku.” Ucap Ji Sang memberikan tawaran
Meskipun dia berusaha bertahan, tidak ada yang berubah bagi kami tapi kelihatannya ini masalah yang cukup besar bagi kalian. Kau terlihat sangat berusaha.” Komentar Da Jung

Ji Sang bertanya-tanyaa apa sebenarnya yang membuat Da Jung berani menantangnya. Da Jung menegaskan Direktur Jo tidak akan pernah menyerah Jadi sebaiknya batalkanlah rapat pemegang saham, kalau memag Jung Gi tak mau dipermalukan. Jung Gi dengan mata melotot merasa yakin  bisa saja menghancurkan perusahaan kecil seperti lovely kalau memang mau.
Ya, memang tak ada yang bisa kau andalkan lagi selain uang Dan kau terlihat marah karena nampaknya uang itu akan menghilang.” Ucap Da Jung, Ji Sang dengan mata melotot langsung mencengkram lengan mantan istrinya.
Berhentilah bersikap angkuh dan menyingkirlah diam-diam. Kalau tidak, akan ada yang mati lagi. Kalau itu benar terjadi, apa yang akan kau lakukan?” kata Ji Sang mengancam.
Jung Gi yang mendengarnya dari luar terlihat panik, Keduanya saling menatap tajam seperti bersiap untuk melancarkan rencana saling menjatuhkan. Di kamar yang sempit, Direktur Jo berbaring seperti mayat hidup harus melewati pemeriksaan di kantor polisi. 


Jung Gi membuat kopi dan menambakan bubuk cinnamon, Da Jung baru keluar dari ruangan Ji Sang dengan wajah lelah. Jung Gi memanggilnya, Da Jung bertanya kenapa Jung Gi masih ada dikantor. Jung Gi merasa punya alasan untuk memberikan kopinya karena memberikan bubuk cinnamon yang banyak, Da Jung tampak cemberut sebelum menerimanya. 

Akhirnya keduanya duduk bersama dengan Da Jung yang meminum kopi buatan Jung Gi. Jung Gi membahas mengenai CEO Lee Ji Sang memohon agar menyerahkan urusan itu pada dirinya, jadi Da Jung tak perlu menghadapinya sendiri. Da Jung tak mengerti tiba-tiba mengatakan hal itu.
“Aku sudah tau mengenai kejadian di Tava Tech Dan tahu apa yang terjadi dengan kalian berdua. Aku memikirkan bagaimana rasanya kalau aku jadi  kau dan aku pikir pasti sangat berat” jelas Jung Gi
CEO Lee memang datang kemari untuk alasan uang tapi sudah jelas kalau dia juga berniat menyiksamu pula. Aku yakin kau cukup sibuk dengan urusan pekerjaan. jadi untuk menghadapi hal seperti ini juga membuatku merasa prihatin padamu” ucap Jung Gi, Da Jung menatap heran
Maksudku, sebagai bawahanmu. Jangan goyah hanya karena urusan emosional, dan fokuslah terhadap upaya menyelamatkan perusahaan. Aku akan mengurus hal menyebalkan itu untukmu” kata Jung Gi

Da Jung pikir hidup seperti itu melelahkan, Jung Gi nampak binggung.  Da Jung menjelaskan dengan Bersikap ramah dan baik, bahkan Tersenyum pada semua orang bahkan tidak mampu mengatakan setiap perjuangan yang sudah lakukan Jung Gi seorang diri pada siapapun. Menurutnya Jung Gi  juga cukup sibuk dengan urusan pekerjaan, jadi merasa kasihan kalau Jung Gi juga harus terlibat dengan urusan pribadi orang lain Sebagai atasannya.
“Kaulah yang membuat kami sadar betapa berharganya bekerja disini. Aku sama sekali tidak merasa lelah.” Kata Jung Gi
Jangan mencemaskan CEO Lee. Akulah yang akan menghadapinya hingga akhir, Pikirkan saja mengenai tugas yang diberikan padamu.” Ucap Da Jung lalu pamit masuk ke rumahnya, sebelum masuk ruangan mengucapkan terimakasih karena Jung Gi membuatkan kopi untuknya.
Di dekat tangga, Ji Sang berdiri melihat Da Jung masuk ruangan seperti mendengarkan pembicaran mereka. Lalu melihat Jung Gi yang tersenyum melihat ke arah ruangan Da Jung. 


Tuan Nam berteriak memanggil dua anaknya dan juga cucunya untuk bangun dan sarapan. Semua melonggo kaget melihat menu sarapan yang lengkap diatas meja, Bong Gi menghitung ada berapa jeni makanan diatas meja. Woo Joo bahagia karena melihat telur gulung kesukaannya dan mencoba rasanya sangat enak.
Apa kau yang membuat semua ini, Ayah?” tanya Jung Gi heran
Tentu saja tidak. Sudah jelas bahwa ini dibuat dengan kemampuan lebih besar dari yang aku miliki. Teman Ayah membuatkannya untuk Ayah. Dia tahu kalau kita sekeluarga laki-laki semua, jadi...” ucap Tuan Nam disela oleh cucunya.
Kakek, apa Kakek punya pacar?” tanya Woo Joo polos, Tuan Nam hanya bisa tertawa mendengarnya.
Bong Gi mengoda ayahnya menurutnya kelihatannya di antara mereka, Ayah nyalah yang paling terampil masalah wanita, padahal ia dan kakaknya saja belum memilikinya, mengungkapkan sangat menghargai ayahnya sebagai pria. Woo Joo juga ikut dengan memberikan jempolnya. Jung Gi penasaran dengan wanita yang dekat dengan ayahnya dan minta dikenalkan, Tuan Nam terlihat malu-malu dan berjanji akan mengenalkanya nanti lalu mengajak semuanya mulai sarapan.
bersambung ke part 2 

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 



1 komentar:

  1. Yey udah mau episode akhir.. semangat terus mbak bikin sinopsisnya.. suka banget sama acting chansung 2PM disini yaa walaupun scene dia dikit tapi sukaaa.. ceritanya bikin penasaran.. ditunggu kelanjutannya mbak :)) Fighting

    BalasHapus