Rabu, 04 Mei 2016

Sinopsis Another Miss Oh Episode 1 Part 1

Seorang wanita bernama Oh Hae Young berdiri di tengah-tengah restoran hanya terdiam, Pria bernama Park Do Kyung memakai sepatu high heels dengan earphone ditelinganya, lalu Hae Young keluar dengan ketukan sepatu seirama dengan yang dibuat oleh Do Kyung. Ketika membuka pintu, Do Kyung membuat suara dari tarikan peluru ada pistol.
Ketika angin berhebus, suara dari kerang besar dikeluarkan oleh Do Kyung. Selembar koran berterbangan dijalan, Do Kyung juga membuat suara dari selembar koran, dan membuat hembusan angin dengan memutar ban sepeda dan sengaja menaruh koran diatasnya.
Hae Young terus berjalan dengan hembusan angin kencang, Do Kyung membuat dari papan yang digoyang-goyangkan. Ketika Hae Young membalikan badan, Do Kyung membuat suara dari gesekan bola basket dan garam setelah itu mengibas-ngibaskan kain seperti terkena angin. Hae Young kembali berjalan dengan memegang tasnya, Do Kyung membuat suara saat sedang memegang tas dan ketukan sepatu terdengar.

Akhirnya Hae Young berlari sambil menangis, Do Kyung pun mempercepat ketukan sepatunya. Hae Young berlari sangat cepat melewati jalanan. Di layar terlihat wanita yan sedang berlari dengan cepat, Do Kyung sedang mengisi suara dari film yang dibuatnya setelah itu berkata “Cut” 
[Episode 1: Bolehkah Aku Menangis?]

Hae Young masuk ke dalam rumah dengan tatapan kosong, terdengar dari luar suara ayahnya kalau Hatinya terasa hampa sekarang karena harus membiarkan putri pergi. Suara wanita terdengar seharusnya merasa lega bukan hampa.
Ibu Hae Young dan bibinya terlihat sibuk memasak makanan, sementara ayah, nenek dan paman sudah siap menyantap makanan. Ibu Hae Young meminta agar ibu mertuanya mencoba makan pancake buatanya, Ibu mertuanya heran kenapa Ibu Hae Young banyak sekali membuat makana.
Setelah pernikahan nanti, memang seharusnya kita semua makan dan minum bersama-sama di rumah seperti ini.” ucap Ibu Hae Young, Hae Young datang dengan wajah lemas.
“Aigoo.. pengantin baru kita sudah pulang!” sapa bibinya, ibunya pun menyuruh Hae Young mengambil sumpit karena pasti lapar.  
Hae Young hanya diam saja dan pergi ke meja makan, keluarga yang lainnya duduk bersama menikmati makanan sambil membahas tentang Hanbok model sekarang itu cantik-cantik. Bibinya berkomentar Hae Young pasti akan terlihat cantik di pernikahannya dan sudah memiliki firasat yang baik akan hal itu, sangat berharap  Hae Young mendapat keberuntungan.

Hae Young memilih untuk makan langsung dengan tangan dibanding mendengar pembicaraan keluarganya tentang pernikahanya, Bibinya kembali membanggakan calon menantunya itu sangat tampan dan sukses jadi tak perlu khawawatir kalau nanti Hae Young hidup di Amerika. Ibu Hae Young mendekati anaknya yang duduk sendirian.
Kenapa kau makan tidak pakai sumpit? Orang nanti bilang kau tidak punya kelas jika kau melakukannya di depan mertuamu. Mereka mungkin tidak enak mengatakannya, tapi mereka pasti akan mengkritikmu melalui mata mereka.” Komentar ibunya melihat Hae Young makan dengan tangan. Hae Young hanya diam saja dan terus makan.
“Apa kau sudah mandi? Kurasa kau belum mandi kemarin.” Ucap ibu Hae Young kembali membuat makanan. Hae Young menjawab belum mandi. Ibu Hae Young heran padahal sebelumnya anaknya akan mandi.
Aku tidak akan menikah.” Ucap Hae Young, ibunya kaget seperti bisa mendengar ucapanya.
Aku bilang aku tidak akan menikah.” Kata Hae Young kedua kalinya, ibunya merasa anaknya sudah gila tiba-tiba berkata seperti itu.
Aku sudah membatalkannya dengan Tae Jin sebelum pulang kerumah. Kami berjuang sepanjang waktu merencanakan pernikahan. Tapi nyatanya tidak berjalan lancar. Kami sudah saling melihat sisi sifat yang belum pernah ditunjukkan... dan sekarang kami tidak ingin menikah. Aku tidak akan menikahinya.” Ucap Hae Youn
Apa yang kau bicarakan? Pernikahannya itu besok! Apa kau sedang bercanda sekarang? Kau sudah gila yah!!! Setiap pasangan sudah biasa bertengkar sambil mempersiapkan pernikahan! Tapi tidak pernah ada pasangan yang membatalan mendadak begini! Dasar Kau pasti sudah gila.” Jerit ibunya, bibinya mendengar jeritan dari dapur bertanya ada apa yang terjadi.
Nenek, aku minta maaf, tapi aku tidak akan menikah.” Kata Hae Young, Ibu Hae Young langsung memukul kepala anaknya karena merasa sudah gila. Semua melonggo melihat ibu Hae Young yang memukul kepala anaknya. 

Ibu Hae Young berbicara di telp, mencoba menjelaskan pada calon menantunya kalau Semua wanita seperti itu dan mereka takut dan berpikiran yang tidak-tidak tepat sebelum hari pernikahan.
Meski begitu, kau harus jadi orang yang masuk akal! Aku ingin kau ada di pernikahan besok dan akan menyeret Hae Young ke altar, jadi pastikan kau datang. Jangan khawatir dan datanglah saja!” tegas Ibu Hae Young pada calon mantunya.
pokoknya.Kau besok harus pergi ke  gedung pernikahan  Jika tidak, maka kau akan mati ditanganku” ucap Ibu Hae Young mengancam.
Berapa kali aku harus memberitahumu aku tidak akan menikahinya? Semuanya telah berakhir! Tae Jin juga mengerti hal itu!” kata Hae Young
Kenapa kau tidak mau menikah?Kenapa kau tidak mau melakukannya? Kenapa?” jerit Ibu Hae Young histeris 
Aku tidak ingin menikah dengannya! Bagaimana aku bisa menikah dengannya di saat aku tidak tahan melihat wajahnya?” jerit Hae Young
Tuan Oh membanting tanganya di meja sampai menumpahkan makanan, lalu berjalan masuk ke kamar. 

Tuan Oh mengirimkan pesan dari ponselnya Karena keadaan yang tidak menguntungkan...pernikahan putri kami Hae Young telah dibatalkan. Setelah itu telp rumah mulai berdering, sambil meminta maaf dengan yang terjadi. Di dalam kamar ibu Hae Young mengumpat kesal pada anaknya yang membatalkan pernikahan hanya sehari sebelum hari H.
Hae Young berbaring dikamar dengan boneka yang tertawa-tawa sambil berputar-putar tapi ia tak bisa tersenyum sama sekali. Tatapan kosong tapi ingin wajahnya seperti sengaja dibuat tersenyum. Ibu Hae Young mendengar suara tawa dan langsung bangun dari tempat tidurnya dan berlari masuk ke dalam kamar anaknya.

Apa kau ini anak kecil?!!! Bagaimana bisa kau tersenyum setelah membatalkan pernikahan?” jerit Ibu Hae Young sambil memukul anaknya dengan bantal
Ini keputusan yang benar daripada menyesalinya selama sisa hidupku! Kami juga nanti akhirnya akan bercerai!” balas Hae Young ikut menjerit menahan pukulan bantal ibunya.
Jika kau tahu itu akan terjadi, kenapa kau pernah mengenalkannya pada keluarga? Kenapa kau mengenalkannya pada kami? Kenapa? Ini Memalukan sekali!” teriak Ibu Hae Young menyesalinya dengan memukul anaknya membabi buta.
kalau begitu Haruskah aku tinggal bersamanya? Haruskah aku menikah?” jerit Hae Young, ibunya memukul kembali karena anaknya berani berteriak-teriak padanya.
Sementara Ayah Hae Young sedang menerima telp dari ponsel dan rumah meminta maaf kalau terdengar jeritan dan juga pembatalan pernikahan anaknya. 


[Satu bulan kemudian]
Hae Young berjalan dengan wajah bahagia memakai earphonenya dengan orang yang sibuk berjalan disekelilingnya lalu berlari masuk ke dalam sebuah restoran, beberapa pegawai menyapa Hae Young yang baru masuk dengan memakai celemek berwarna hijau.
Dengan membawa semua tempat untuk memasak nasi, Hae Young dengan telaten membuat campuran nasi putih dan juga hitam, seorang berteriak kalau restoran akan dibuka 15 menit lagi. Hae Young mengatur api dengan benar, wajahnya terus saja tersenyum. Manager mulai berteriak lima menit lagi mereka akan buka.
Hae Young pun menaruh di meja prasmanan dan para pelangaan mulai datang. Wajah Hae Young pun tersenyum lebar ketika melihat nasi yang dibuatnya sangat sempurna, lalu para pelangan mulai mencicipi nasi buatan Hae Young yang dibuat dari tempat tradisional yang dibuat tanah liat. 

Seorang wanita berkacamata, bernama Park So Kyung merasa tidak masalah dengan pot besinya,tapi merasa heran sekarang meminta alat penumpuk beras yang baru. Hae Young menjelaskan seberapa baiknya kualitas beras maka mereka tidak bisa menghasilkan nasi dengan rasa yang halus. Soo Kyung menyindir apakah hanya beras saja yang mereka jual.
Beras adalah dasar dari makanan Korea.” Kata Hae Young
Berapa kali aku harus memberitahumu berfokus hanya pada beras tidak akan membuat kita berhasil! Berhenti... fokus pada berasnya” Kata So Kyung dengan sengaja melempar berkas ketika Hae Young ingin mengambilnya, lalu meminta agar mengambilkan menu barunya.

Hae Young menahan amarah sambil membawa berkasnya keluar. Soo Kyung berdiri dari tempat duduknya membahas kalau ia  mendapatkan dapat julukan nama yaitu "Isa-ddorai" (si psiko) Hae Young berhenti melangkah terlihat mati kutu karena ketahuan.
Pada awalnya kupikir itu penari kontemporer Isadora Duncan. Ternyata aku salah. Kudengar nama julukanku Isa-ddorai karena aku seorang direktur psiko. Apa itu artinya?” kata So Kyung, Hae Young terdiam, So Kyung kembali menegaskan kalau ia bertanya apa arti dari julukanya.
Anda selalu saja keluar masuk mengawasi kami 24 jam seharian... makanya Anda dipanggil "Isa(24)-dora(keluar masuk)." Kami lebih santai bekerja kalau para atasan bekerja di ruang kantor mereka dan kami pikir Anda sering sekali keluar masuk tempat kerja mengawasi kami.” Jelas Hae Young membalikan badanya.
Hal itu mungkin karena kalian melakukan Hal yang lainnya bukannya bekerja. Memangnya kenapa kalau aku pergi bolak-balik ke tempat kerja? Aku ini punya perut yang lemah jadi sering pergi ke kamar mandi. Haruskah kita mengurus ini di kantorku dari sekarang atau bagaimana?” ucap So Kyung berjalan ke belakang anak buahnya, Hae Young hanya bisa mengucapkan permintaan maafnya.

Dalam hubungan manusia, ada yang namanya sopan santun dan loyalitas. Berbicara di belakang atasanmu... Jika menurutmu itu hal yang asyik, kau menipu dirimu sendiri. Sama seperti kau percaya bahwa kau berani membatalkan pernikahanmu.” Kata So Kyung dengan tangan membentuk segitiga seperti sedang meditasi. Hae Young kembali menahan amarah karena sindiran, So Kyung pun menyuruh Hae Young keluar dari ruangan.
Ini sudah tujuh kali, aku menghitungnya. Saya sudah menghitung berapa kali Anda meremehkanku karena aku membatalkan pernikahan.” Kata Hae Young
Sembilan kali... Aku juga telah menghitungnya.” Ucap So Kyung membenarkan dengan merapihkan rambutanya bergaya seperti atlet yan kekar.
Hae Young keluar dengan wajah kesal dan ingin melampiaskan dengan melempar berkasnya tapi saat itu juga So Kyung keluar dari ruangan. Hae Young pun menurunkan berkasnya dan Soo Kyung buru-buru berjalan ke toilet karena merasa sakit perut. 


“Aissh... Kenapa kepribadiannya seperti itu? Tidak bisakah dia hanya hidup nyaman? Orang disekelilingnya tidak bisa bernapas karena dia! Apakah itu hal yang asyik? Apa dia menyuruh kita supaya tidak meremehkannya karena dia jelek? Apa begitu?” kata Hae Young mengomel, dua pegawai lain berkomentar memang seperti itu
Dia bilang punya perut yang lemah. Tidak bisa dipercaya. Kalian harus melihat cara dia saat minum, . Kalian tidak bisa pergi kamar mandi seperti itu jika kau tidak bisa menahan minuman kerasmu.” Ucap Hae Young mengejek, Semua tertawa mendengarnya tapi tiba-tiba semua pegawai langsung berbalik ke meja masing-masing, tapi Hae Young masih saja terus mengoceh.
Dia tidak minum-minum segelas pun saat dia makan bersama kita. Aku ingin tahu dimana dia biasa minum dan dengan siapa? Itulah sebabnya tampangnya seperti itu! Seperti gumpalan kentang dan memakai kacamata! Coba Lihatlah saja. Jika kau minum di atas usia 40an, kau pasti akan terlihat seperti itu! ” Kata Hae Young dengan tangannya menunjuk ke arah kanan,
Tapi tanganya tepat tertuju pada So Kyung yang baru saja selesai dari toilet. So Kyun hanya melirik sinis lalu berjalan kembali ke ruangan dengan gaya merapihkan rambutnya. Hae Young bisa mengerti alasan semua pegawai yang tiba-tiba langsung diam dan tenang. Untuk melihat seberapa jauh dirinya akan menantang So Kyung dan itu pasti menyenangkan  untuk semuanya, lalu mengumpat semuanya itu sekelompok pengecut dan mengungkapkan sangat kecewa pada sang manager. 

Sebuah perkelahian terlihat dilayar seorang pria sengaja membuatkan suara dengan bunyi panci dan barang-barang seperti besi agar terdengar berisik. Do Kyung terlihat serius menatap layar, dua pria pun membuat suara dari bajunya, ketika adegan menampar, seorang pria pun menampar pipinya sendiri agar mengeluarkan suara.
Bunyi pot pecah pun dibuat, melihat adegan ada botol pecah dalam perkelahian. Dua pria didalam ruang studio bergeletakan ditanah sambil membuat gaduh sementara Do Kyung benar-benar serius memainkan alat controlnya suaranya agar sesuai dengan adegan. Terdengar suara pemukul base ball, salah seorang pria melakukan hal yang sama pada betis lawannya. 

Do Kyung berteriak “Cut” semua langsung mengeluh sangat lelah, sementara Do Kyung berteriak memarahi tiga anak buahnya, kalau yang diminta bukan suara patahbiasa kalau nanti tulangnya patah tapi patah tulang senyawaJadi suaranya kletak kletak, bukan kletak yang seperti itu. Pria yang mengunakan earphone meminta istirahat sebentar tapi menurutnya suaraya itu tidak ada yang berbeda.  
Seorang dokter ortopedi juga  bahkan tidak bisa membedakannya.” Komentar si pria
Aku bisa tahu perbedaannya.” Kata Do Kyung,
“Baiklah.. Tuan... ! Dasar sok pintar.” Ejek si pria yang memakai earphonne, Do Kyung mendengar dirinya di ejek.
“Yah... memang kau itu sok pintar. Jadi, bagaimana yang benarnya? Bagaimana kita melakukannya? Haruskah aku mematahkan lenganku sendiri? Mungkin itu jadi alternatif yang lebih cepat.” Jerit si pria kesal
Do Kyung berdiri dari tempat duduknya, Si pria akhirnya ketakutan dan meminta maaf mengaku tidak bisa tidur akhir-akhir ini,jadi pikirannya agak kacau sekarang sambil menampar wajahnya sendiri. Do Kyung menegaskan mereka punya waktu satu jam untuk mengulangnya lagi lalu keluar ruangan. Pria itu berteriak sangat benci melihat Do Kyung. 

Do Kyung pergi ke ruangan lain, seorang pria duduk disampingnya dengan mengunakan earphone bernama Park Hoon. Do Kyung mendengarkan suara dari film yang diputar tapi merasakan ada kejanggalan akhirnya mengatakan “cut” Park Hoon pun menekan salah satu tombol lalu melepaskan earphonenya menanyakan komentar Do Kyung.
Kau perlu membuat beberapa perubahan.” Ucap Do Kyung
Tidak ada yang perlu diubah. Suasana yang ditampilkan baik-baik saja.” Balas Park Hoon
Apa itu siang hari? Lihatlah videonya. Ini malam! Apakah kau tidak bisa membedakan suara dan cahaya pada siang dan malam hari?” jerit Do Kyung sambil memukul kepala Park Hoon
Apa kau ini cabul? Siapa juga yang mau membedakan hal seperti itu?”ejek Park Hoon kesal, Do Kyung ingin memukulnya lagi tapi Park Hoon sudah menutup kepalanya dengan wajah ketakutan.

Kelembaban dan suhunya berbeda pada siang dan malam hari jadi suara dan cahayanya pun berbeda! Berapa kali aku harus memberitahumu huh? Dengarkan itu. Nadanya  berbeda sekali disini! Apa kau tuli? Bagaimana kau bisa menjadi sound director dengan pendengaran seperti itu?” jerit Do Kyung mencoba mengulangi video dengan suara yang dibuat Park Hoon
Apa kau pikir itu tidak akan terdengar kalau kau mengganti suasana malam dengan meletakkan sounds yang harusnya ada di pagi hari? Apakah kau pikir aku tidak bakalan tahu?Apa saja yang kau lakukan semalaman ini?Apa kau sedang pacaran? Hah?” jerit Do Kyung
Benar, aku sibuk! Aku masih muda, jadi aku sangat sibuk di malam hari! Kau punya banyak waktu di malam hari karena kau sudah tua, 'kan? Aku tidak mau melakukan hal ini!” teriak Park Hoon tak bisa lagi menahan amarah sambil berdiri dari bangkunya dan melempar semua kertas diatas meja.
Do Kyung langsung mendorong kursi saat Park Hoon akan duduk, Park Hoon pun jatuh terjungkal merasakan kesakitan. Do Kyung melepaskan jaketnya merasa akan menghabisi Park Hoon sekarang. Park Hoon ketakutan meminta maaf dan mengakui kesalahaanya. Do Kyung memukul Park Hoon hanya dengan jaketnya lalu keluar dari kamar dan berteriak menyuruhnya untuk segera berdiri. 

Park Hoon mengambil minum di Pantry mengumpat Do Kyung itu memang bajingan gila, Si pria yang duduk sendirian merasa Park Hoon tak harus  memanggilnya seperti itu. Park Hoon mengeluh memang  ada yang bisa membedakan antara suara siang dan malam?
Kau akan bisa membedakannya jika kau bekerja pada Direktur Park selama tiga tahun. Suara hujan salju dan Suara beras jatuh.” Kata si pria yang bertubuh tambun
Itulah sebabnya dia itu bajingan gila! Setiap drama di negeri ini telah menghancurkan hidup kita selamanya.  Kau si brengsek atau kau si gila dan dia si brengsek gila sungguhan!” jerit Park Hoon benar-benar kesal
Meskipun begitu para wanita menyukainya. Mereka suka pria nakal.” Komentar si pria earphone, Park Hoon heran kenapa wanita suka dengan pria nakal yang menurutnya tak keren dan Pria nakal adalah pria nakal selain itu Pria nakal itu adalah bajingan jahat!
Anggap saja kalau pria nakal itu menunjukkan perhatiannya pada para wanita. Wanita menggila jika diperlakukan seperti itu. Itulah senjata yang sangat ampuh! Dan yang membuat wanita terjatuh ke dalam perangkap yang berbahaya. Si  wanita pasti akan bilang "Sudah kuduga, aku menakjubkan." Aku pasti berbeda dari wanita lain." "Aku membuat pria nakal seperti itu jatuh cinta kepadaku." Kau pernah melihatnya 'kan? Itulah sebabnya wanita tergila-gila pada pria nakal!” jerit si pria mengebu-gebu
Ya benar! Apakah itu sebabnya wanita meninggalkan suaminya di altar pernikahan?” kata Park Hoon tertawa bahagia
Semua ikut tertawa, tiba-tiba si pria yang duduk sendirian melirik kearah lain dan langsun terdiam, lalu memarahi Park Hoon yang tega mengatakan itu padahala Do Kyung itu adalah kakaknya. Si pria tambun bingung kenapa pria itu malah marah-marah, Si pria memberikan kode ke arah belakang, ternyata sudah ada Do Kyung yang berjalan ke arah mereka.

Semua langsung berdiri dan menjerit ketakutan, Do Kyung sudah memegang gelas seperti mendengar semua pembicaraan anak buahnya. Si pria tambun ikut memarahi Park Hoon untuk tidak menjalani hidup seperti itu lalu ketiganya pergi meninggalkan pantry.
Aku minta maaf. Aku seharusnya tidak mengatakan hal itu. Hyung, lihatlah mataku sekarang” ucap Park Hoon ketakutan. Do Kyung berjalan mendekat dengan gelas ditanganya seperti siap menghantam adiknya.
Hyung, kau tidak harus mengontrol orang dengan rasa takut. Aku mohon, jangan lakukan itu.” Ucap Park Hoon ketakutan dengan berjalan mundur
Do Kyung semakin cepat berjalan mendekati adiknya, Park Hoon menjerit ketakutan sambil berjongkok mengakui dirinya itu brengsek sambil menutup matanya. Do Kyung menaruh gelas di pantry lalu pergi. Park Hoon membuka matanya tak percaya ternyata Do Kyung hanya menaruh gelas bukan memberikan pukulan.
Do Kyung duduk disebuah tempat dengan salah satu telinga di tutup dan matanya juga ditutup dengan topi. Seperti telinganya sangat sensitif terhadap bunyi sampai bunyi ketukan dan suara orang bicara bisa didengar dengan jelas. Bahkan suara kopi yan sedang diseduh dalam teko bisa didengar dengan jelas, gesekan kartu kredit dimeja kasir, struk yang keluar. Lalu bunyi biji kopi yang sedang dihaluskan dan diseduh dalam teko lalu disajikan pada pelanggan, tetesan kopi juga terdengar.
Tiba-tiba bayangan seorang wanita datang, Do Kyun terlihat sedang berbaring diatas tempat tidur lalu keduanya berciuman dengan suara lembut dari si wanita “Suara detak jantungmu... adalah hal terbaik di dunia.” Do Kyung melepaskan topinya seperti konsentrasinya menghilang, tiba-tiba telinga mendengar suara pelayan yang melepaskan daun seledri satu persatu.  

Do Kyung kembali ke studio, meminta agar mematakannya. Si pria yang memakai earphone sudah memegang sebatang daun seledri, pria tambun membuat suara dari langkah kakinya lalu si pria lain siap dengan pemukul baseball saat itu juga membuat suara patahan dari batang seledri. Do Kyung meminta agar melakuan sekali lagi.
Si pria hanya bisa melihat wajah kesal dan kembali melakukannya, Do Kyung mendengarkanya lalu mulai menghaluskan suara dan singkirkan nada yang tinggi setelah itu meminta tiga anak buahnya mendengarkan hasilnya. Ketiganya mendengar suara adegan yang dibuatnya, semua tersenyum bahagia, Do Kyung pun merasa sudah sempurna dan melanjutkan ke adegan yang lain. 

Hae Young berada dibar dengan temanya yang bertanya Apa dilakukan sebelum pembatalan pernikahan, dan tak menyangka darimana datangnya keberanian seperti itu. Hae Young menyuruh temanya untuk menutup matanya lalu mengumpatlah seperti tidak ada hari esok setelah itu semua beres.
Aku tahu sekali dirimu. Tapi aku tak pernah membayangkan kau bisa memiliki keberanian melakukan hal itu.” Komentar teman Hae Youn
Ada pasangan di luar sana yang mengklaim kalau mereka tidak bisa hidup tanpa pasangannya. Aku tidak yakin apakah hal itu tepat untukku menikahinya dengan sedikit perasaan. Haruskah aku hanya melakukannya karena orang lain melakukannya? Apakah begini rasanya harus diseret ke penjara?” kata Hae Young mengebu-gebu
Hei, semua orang bilang pasangan selalu bertengkar saat mempersiapkan pernikahan. Mereka menyadari tidak saling cocok tapi undangan sudah terlanjur dikirim. Mereka tidak bisa menangani resiko kalau harus membatalkannya.” Kata teman Hae Young
Kau hanya harus berani dan lakukan saja.Dalam empat bulan, itu akan berlalu dengan sendirinya.” Ucap Hae Young
Kurasa tidak. Masih banyak orang yang berbicara tentang dirimu. "Kenapa dia membatalkannya? Apa ada yang terjadi?"” komentar Teman Hae Young
Hae Young yakin orang-orang itu pasti bosan dengan kehidupan sendiri, Teman Hae Young bertanya apakah Hae Young tidak menyesal, Hae Young merasa kalau ini adalah hal terbaik yang pernah dilakukan selama hidupnya.


Teman Hae Young berbicara di telp sambil berjalan, mengatakan akan berada ditempat 10 menit lagi. Hae Young mengejek pasti merasa nyaman sekali karena harus sibuk terus setiap malam. Temannya memberhentikan taksi dan berpesan agar Hae Young berhati-hati saat pulang. Ketika Hae Young berjalan pulang, Do Kyung keluar dari sebuah gedung dibelakangnya.
Pria berkacamata bernama Lee Jin Sang pun ikut keluar dan berjalan bersama Do Kyung membicarakan Sauna memang yang terbaik di malam hari karena Uap dan air panas membuatnya terasa ditutupi oleh selimut yang hangat dan itu Nyaman dan enak sekali.
“Hei.. Kau membuatku malu. Aku takkan pernah lagi pergi ke sauna denganmu.” Komentar Do Kyung, Jin Sang heran memangnya apa yang salah denganya.
“Sudah berapa kali kubilang? Lepaskan dulu atasanmu sebelum melepaskan semua pakaianmu dan letakkan bokongmu dulu ketika kau meletakkan pakaianmu. Dasar mesum. Kau selalu jalan kesana kemari cuma pakai atasanmu.” Keluh Do Kyung, Ji Sang merasa  tidak selalu melakukan hal itu.
Kau berada di negara itu selama 30 menit sambil berbicara di telepon.”komentar Do Kyung
Apanya yang memalukan? Bokongmu seharusnya telanjang kalau di sauna.” Balas Ji Sang
Aku lebih suka bokongmu telanjang daripada kau jalan kesana kemari cuma pakai atasanmu.”akui Do Kyung
Ji Sang menegaskan kalau ia sangat mencintai tubuhnya, karena mereka itu satu-satunya negara yang mencakup semua bagian tubuh Raja Daud dengan menunjuk bagian selankangan, menurutnya itu tak memalukan dan mengajak Do Kyung agar membudayakan mencintai tubuh mereka sambil memeluknya, Do Kyung mendorong temannya agar melepaskanya.

Dua wanita cantik dan sexy lewat didepan mereka, Ji Sang langsung terkesima sambil berjalan mengikuti wanita dengan sengaja membuat goyangan pinggulnya. Do Kyung berteriak menyuruh Ji Sang berjalan lurus saja.
Gambaran Ji Sang sedang menepuk pantatnya dan mengoyangkan pinggulnya seperti terlihat di mata Do Kyung, wajahnya tiba-tiba berubah. Ji Sang yang melihat raut wajah temanya berubah menanyakanya. Do Kyung merasa pernah melihat Ji Sang seperti itu sebelumnya. Ji Sang pikir itu yang namanya déjà vu. Do Kyung mengaku sering mendapat penglihatan itu akhir-akhir ini. Ji Sang mengerti jadi menyuruh  Do Kyung istirahatlah dan jangan menjadi orang yang menjengkelkan lalu mengajaknya agar cepat pergi.
Do Kyung berhenti sejenak, pikiran kembali bisa melihat Do Kyung yang menjerit saat ada didepan mobil. Ji Sang berjalan ke mobilnya lalu menjerit karena mendapatkan kertas tilang ada mobilnya padahal seharusnya polisi tidak beroperasi pada malam hari. Ji Sang terdiam karena gambaran dimatanya nampak sama dengan yang terjadi. 

Ibu Hae Young pulang dari pasar mendengar beberapa tetangganya membahas kalau Selama hidupnya belum pernah melihat keluarga membatalkan pernikahan sehari sebelumnya. Ibu yang lainya berkomentar tidak tahu kalau ternyata dibatalkan jadi pergi ke gedung pernikahannya, ternyata  Ada banyak orang di gedung pernikahan itu.
Salah seorang wanita meminta agar temanya menutup mulutnya, Ibu Hae Young menyapa para tetangganya didepan penjual buah. Lalu dua ibu-ibu pun langsung menghindar. Ibu Hae Young berjalan pulang sambil mengumpat ibu-ibu yang sudah bergosip. 

Bibi Hae Young melihat isi kulkas yang berisi alat-alat rumah tangga bahkan tissue toilet lalu bertanya apakah kulkasnya itu tak bisa dikembalikan saja. Ibu Hae Young mengatakan Kulkasnya barang edisi khusus. Bibi Hae Young menyarankan agar menjualnya saja. Ibu Hae Young mengeluh karena hanya bisa dijual seharga 700.000 won padahal membelinya seharga 2 juta won sambil mengumpat kesal.
Kau tidak bisa terus hidup seperti ini, Rumahmu saja sudah cukup kecil. Hae Young harusnya berpikir dulu resiko apa yang akan dihadapi sebelum dia membatalkannya.” Komentar si bibi melihat barang-barang yang menumpuk
Jangan menambahkan bensin ke dalam api.” Ucap ibu Hae Young
Hanya saja ini mendadak sekali! Dia setidaknya dan seharusnya membatalkannya jauh-jauh hari. Semuanya sudah dibeli! Aku tidak bisa percaya dia membatalkan pernikahan sehari sebelumnya.” Keluh bibi Hae Young sambil memakan timunnya.
Siapa yang peduli? Ini 100 kali lebih baik daripada membatalkan tepat di altar pernikahan!” jerit Ibu Hae Young membela, Bibi Hae Young bisa mengerti dan meminta agar kakaknya tak perlu mengomel lagi.
Semua orang berbicara tentang hal itu kemana pun aku pergi. Aku tidak perlu lagi mendengarnya darimu. Aku sudah diambang kemarahan.”kata Si Ibu Hae Young 


Bibi Hae Young bertanya apakah pria itu menghubungimu atau menghubungi Hae Young sekali saja. Ibu Hae Young tak tahu, Bibi Hae Young menceritakan di tempat butiknya bekerja, Keponakan dari pemilik butik  seorang PNS dan berusia 35 tahun, anak bungsu dari saudara-saudaranya.
Aku telah bertemu Ibunya dan dia wanita yang sangat baik. Dia tidak suka ikut campur atau pun sombong. Bagaimana kalau kita menjodohkan dia dengan Hae Young?” ucap Bibi Hae Young bersemangat
Belum satu bulan sejak pernikahan itu dibatalkan. Kencan buta, kau sudah gila yah.” Komentar ibu Hae Young
Aku tidak bilang dia harus menikah dengannya, tapi tidak ada salahnya untuk bertemu dengannya. Kau takkan pernah tahu, mungkin dia bisa jadi pilihannya. Katakan saja padanya temuilah si pria ini, mengerti?” kata bibi Hae Young, Ibu Hae Young hanya diam dengan mengelap kotak kimchi yang akan dipakainya.
“Dasar Kau frustrasi sekali! Kau harus menyingkirkan semua ini sebelum berdebu! Apa kau akan membiarkannya  membusuk disini?” keluh Bibi Hae Young mengomel sendiri. 

Ibu Hae Young mengikuti anaknya masuk kamar menyuruhnya untuk pergi dan menemui pria kencan buta, Hae Young langsung menolaknya. Ibu hae Hyoung menanyakan alasanya, Hae Young merasa ibunya sudah berlebihan dan merasa tak pantas. Ibu Hae Young bertanya apa yang membuatnya berpikir tak pantas.
Pergi kencan buta sebulan setelah membatalkan pernikahan itu hal yang tidak sopan!” ucap Hae Young duduk diatas tempat tidurnya
Dasar gila... lalu apa itu tidak sopan mencampakkan tunanganmu sehari sebelum pernikahan? Ini  Omong kosong! Kau bilang Tidak sopan? Apa kau tahu apa itu artinya? Apa kau punya hati nurani?” kata Ibu Hae Young kembali mengomel
Ya, aku melakukan kejahatan yang besar!” jerit Hae Young, Ibunya ingin memukul anaknya tapi ditahan karena melihat Hae Young menghindar dan terlihat ketakutan. 


Salah seorang sutradara terlihat kesal karena membutuhkan waktu dua minggu untuk membuat film tapi Do Kyung perlu sebulan untuk  mengedit suaranya padahal sebelumnya sudah mengatakan agar mempermudahkan saja. Do Kyung berteriak kalau itu tak mungkin, Si Sutradara berteriak mengatakan “Kenapa tidak mungkin? Kenapa tidak bisa?
Mungkin mudah bagimu karena seluruh hidupmu itu tidak berguna. Tapi bukan seperti itu cara kerjanya karena itu bukan aku!” teriak Do Kyung sambil melempar pulpen dan mendoronganya, beberapa orang langsung menahan keduanya agar tak menyerang.
Kau ini lucu ya. Apa kau suka seni? Aku sutradara dan kau bukan sutradara.” Ejek si sutradara
Tolonglah bersikap artistik! Jangan datang kemari dengan omong kosongmu itu! Kau itu seorang sutradara film! Kenapa kau tidak bisa bersikap artistik? Kenapa? Bersikaplah artistik dan ambil sampah ini bersamamu!” jerit Do Kyung, didepan ruangan terlihat anak buahnya Do Kyung malah tersenyum melihat pertengkaran.
Lihatlah mereka berkelahi. Aku berharap mereka saling memukul.” Komentar anak buah Do Kyung dengan senyuman bahagia. 

Datang seorang wanita masuk ke dalam ruangan dengan wajah panik, Do Kyung berteriak kesal melihat si sutradara kembali menangis. Akhirnya Pak Hoon dan temanya menarik Do Kyung untuk keluar dari studio.
Kurasa dia agak gila., Itu karena dia jarang tidur. Dia selalu di ruang rekaman, jadi sedikit sensitif. Jangan menangis. Dia biasanya bicara seperti itu.” Kata si wanita berusaha menenangkan dengan merayu kalau sutradara orang yang jenius.

Do Kyung menghela nafas panjang diruangan, Nyonya Park mengumpat anaknya memang brengsek karena dirinya adalah jadi produsernya dan berani bicara seperti itu bahkan bukan hanya pria itu yang dihina oleh anaknya dan berani menghina ibunya juga.
Apa perlu film itu bakal ditayangkan supaya kau sadar? Film itu film gagal. Tapi... Aku berusaha yang terbaik karena namaku ada di layar. Tolong jangan memproduseri film seperti itu lagi.” Kata Do Kyung, Nyonya Park memperlihatkan wajah cemberut.
Apakah kau sudah kehilangan selaramu? Setelah semua uang yang terbuang, kau masih tidak bisa sadar mana film yang bagus dan mana yang tidak?” sindir Do Kyung pada ibunya.
Brengsek! Suatu hari kau akan membunuh seseorang dengan kata-katamu itu!” kata Nyonya Park seperti anak kecil lalu keluar dari ruangan. 

Do Kyung berdiri diatap gedung, Park Hoon menghampirinya mengetahui sang kakak sedang tertekan, lalu mengusulkan untuk berhenti bekerja hari. Do Kyung mengumpat adiknya itu mau mati. Park Hoon yakin Ibunya akan membuat film itu berhasil, jadi lebih baik menunggu saja karena Setiap orang memiliki momen yang tepat.
Film ini harus berhasil. Dia sudah membuang begitu banyak uang.” Kata Do Kyung, Park Hoon tak mau kalah karena pasti filmnya itu  bisa lebih berhasil.
“Apa Kau mau mati? Sudah kubilang padamu menyerahlah menjadi sutradara film” kata Do Kyung, Park Hoon mengatakn ia masih ingin mencobanya.
Berapa tahun kau membusuk karena jadi seorang asisten? Aku bilang kau harus mau belajar pada ahlinya ditempat ini” kata Do Kyung
Aku tidak berbakat dalam membuat sounds dan aku tidak bisa membedakan suasana antara siang dan malam.” Keluh Park Hoon
Do Kyung tahu jadi meminta Park Hoon belajar karena Tidak ada yang pernah berhasil di awalnya. Park Hoon pun pasrah akan mencobanya. Do Kyung memberikan kartu kreditnya menyuruh sang adik untuk mengajak minum si sutradara dan mengejek dirinya, Park Hoon bertanya apakah ia boleh sampai ronde kedua. Do Kyung mengatakan sampai ronde kedua.
Park Hoon turun lebih dulu, saat Do Kyung berjalan merasakan seperti burung yang datang lalu ditepisnya dan akhirnya jatuh. Ia melihat ke langit tak ada burung yang bertebarangan, lalu berjalan ke taman di gedung. Tiba-tiba seekor burung menghantam kepala Do Kyung, lalu menepisnya dan burung itupun jatuh. Do Kyung terdiam karena hanya burung mainan dan melihat sekeliling.

Di sebuah restoran
Hae Young sibuk memanggang daging babi sementara pria PNS didepan sibuk memainkan ponselnya dan hanya makan saja. Ia menyuruh agar pria itu berhenti karena sudah tahu sedang melapor pada temannya sekarang kalau akan menuliskan "Aku bertemu dengan seorang  wanita yang tidak berguna."
Aku tidak bilang kalau kau  wanita yang tidak berguna. Aku belum pernah bertemu seorang wanita yang mau makan perut babi pada kencan pertama.” Kata si pria PNS
Aku melihatmu sebelumnya di kedai kopi dan aku tahu bahwa kau tidak menyukaiku. Aku juga merasakan hal yang sama. Namun, ini cara yang sopan makan bersama dan mengucapkan selamat tinggal setelah itu. Hal ini lebih baik daripada duduk di sebuah restoran dengan kau menatap ponsel melulu. Setidaknya ada yang bisa dilakukan olehmu dengan memasak dan membalik daging.Suasana canggung ini setidaknya sedikit berkurang.” Jelas Hae Young
Kau pasti sudah melakukan kencan buta banyak sekali.” Komentar si pria kembali memakan daging babinya.
Hae Young mengaku hanya pernah beberapa kali, lalu melihat si pria terlihat tak peduli memilih membungkus daging babi dengan seleda dan makannya sendiri. Hae Young pun menegur si pria yang tidak menanyakan beberapa pertanyaan padanya. Si pria nampak binggung pertanyaan seperti apa. Hae Young heran apakah si pria tak ingin mengetahui tentang dirinya.
Pria itu mengatakan tidak begitu ingin tahu, Hae Young pikir dirinya tak sebosan itu dan mengatakan akan memesan daging yang mahal jika membuatnya marah. Pria itu seakan tak peduli malah sibuk menatap ponselnya, akhirnya Hae Young memesan daging paling mahal. Bibi penjaga memberitahu daging sapinya sudah habis

Hae Young terlihat kesal karena menurutnya walaupun ia bukan pilihan wanita yang tepat tapi tak sopan membiarkan begitu saja karena setidaknya memberikan waktu 2 jam saja. Si pria meminta maaf karena  ada janji yang lebih penting.
Ya, begitu juga aku, tapi aku cukup sopan sampai aku harus membuat janji dengan temanku setelah kencan buta ini! Masih ada 40 menit lagi!” jerit Hae Young, pria itu pun membungkuk meminta maaf untuk pamit pergi. Hae Young menariknya merasa tiba-tiba menjadi kesal
Mari kita saling bertemu selama seminggu. Aku tahu, aku tidak terlihat  begitu cantik saat ini. Aku akan membuatmu jatuh cinta  padaku dalam satu minggu.” Kata Hae Young dengan mata melotot. 

Bibi Hae Young berbicara di telp merasa Hae Young sudah gila dan Pikirannya sudah tidak beres, tak habis pikir bisa bicara seperti itu pada pria yang baru ditemuinya yang membuatnya sangat malu. Ibu Hae Young bertanya apa yang dikatakan anaknya.
Dia bilang akan membuat pria itu jatuh cinta padanya dalam seminggu! Bagaimana bisa dia bilang seperti itu kecuali dia sudah gila? Oh, aku malu sekali!” ucap Bibi hae Young, Ibu Hae Young mengumpat dasar gila, Bibi Hae Young mengatakan  jalang gila.
Dasar! Pecundang apa yang pergi dan memberitahu segalanya pada Ibunya? Dia bisa saja bilang Hae Youn  bukan tipenya. Aku tidak percaya  dia berusia 35 tahun!” jerit Ibu Hae Young, bibi tak percaya kakaknya bisa mengatakan itu
Aku mengerti manusia seperti apa dia. Dia anak mama khas yang selalu mengadu pada Ibunya! Lupakan dia!”jerit ibu Hae Young membela anaknya lalu menutup telpnya
bersambung ke part 2 
FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar