Senin, 30 Mei 2016

Sinopsis Entertainers Episode 12 Part 2

Akhirnya Suk Ho menyanggupi untuk jalan-jalan bersama manager Entertainer Band. Geu Rin menanyakan  Apakah semuanya baik-baik saja dengannya karena melihatnya sangat sibuk dan kadang terlihat sangat tidak bersemangat, lalu memberitahu Ha Neul jauh lebih baik sekarang jadi tak terlalu khawatir. Suk Ho yang mendengarnya merasa itu bagus.
Boleh aku pergi ke salon rambut besok atau lusa?” tanya Geu Rin, Suk Ho pikir tentu saja boleh, tapi bertanya untuk apa pergi ke salon.
Orang-orang mengatakan kepadaku kalau rambutku terlalu gelap. Jadi aku ingin mengecatnya.” Jelas Geu Rin
Kau sudah cantik, bagaimanapun penampilanmu.” Puji Suk Ho, Geu Rin tersenyum sumringah dan tertawa mendengarnya, Suk Ho mengejek kenapa Geu Rin senyum – senyum sendiri.
Karena aku bahagia.” Kata Geu Rin, Suk Ho balik bertanya kenapa bahagia, Geu Rin mengatakan karena Suk Ho tadi mengatakan kalau ia cantik.
Apa karena itu saja yang membuatmu bahagia?” tanya Suk Ho seperti tak mengerti tentang wanita

Tentu saja, aku senang mendengar seorang pria mengatakan bahwa aku ini cantik.”ungkap Geu Rin tak mau lagi menutupi perasaanya, keduanya berhenti berjalan dengan saling menatap.
Bahkan jika kita sedang sibuk, sebisa mungkin kita bertemu satu sama lain... setidaknya satu kali dalam sehari.” Kata Suk Ho
Keduanya saling menatap cukup lama, Geu Rin pikir lebih baik pulang saja karena melihat Suk Ho pasti sangat sibuk, dan mengulangi kata-kata Suk Ho walaupun mereka sibuk sebisa mungkin bertemu satu sama lain setidaknya satu kali dalam sehari. Keduanya sama-sama tersenyum menatap satu sama lagi. Suk Ho pun berjalan lebih dulu dengan wajah gugupnya dan Geu Rin lalu mengikutinya dari belakang. 


Joon Suk bermain golf diruanganya mengetahui tentang  Shin Suk Ho datang dan mengacaukan Lee Ji Young. Joo Han mengatakan  Ada sesuatu yang tidak dikatakan kepada Joon Suk karena berpikir mungkin bosnya itu akan khawatir.
Foto dari Ji Young membawa Jinu dan naik taksi Ada bersama Suk Ho. Aku juga ada... di foto-foto itu.” Cerita Joo Han
Dia benar-benar mengawasi kasus ini, kan?” komentar Joon Suk seperti sudah menduganya.
“Dan Juga, Lee Ji Young memiliki sebuah video.” Kata Joo Han, Joon Suk bertanya video apa yang dimaksud sampai menghentikan memukul bola golfnya.

Dia memiliki video tentang  segala sesuatu yang terjadi hari itu. Dia seseorang yang menakutkan Kupikir dia pun meminta adiknya untuk bersembunyi dan merekam semuanya dan Suk Ho pasti meminta video itu dan mengancamnya. Apa yang harus kita lakukan?”cerita Joo Han panik
Jangan terlalu khawatir. Dia tidak bisa membuktikan apapun tanpa video itu dan foto dimana kau ada di dalamnya. Menurutku, Kita tidak bisa terlibat dengan kehidupan pribadi selebriti jadi Kau bisa mengaturnya supaya seakan-akan mereka berpacaran.” Jelas Joon Suk nampak santai
Joo Han panik kalau sampai video itu tersebar, Joon Suk menyuruh untuk menghentikan membahas dan menyuruh Ji Young untuk datang ke kantornya esok karena ia akan meyakinkan Ji Young entah bagaimana caranya, lalu mengeluh Joo Han yang  seharusnya segera berkonsultasi dengannya dan tak perlu berusaha keras sendirian, setelah itu menyuru untuk beristirahatlah dan tak perlu mengkhawatirkanya. Joo Han pun mengucapakan terimakasih lalu keluar dari ruangan. 
Geu Rin membawakan segelas vitamin untuk Suk Ho ke atas meja, Suk Ho pun mengucapakan terimakasih. Geu Rin meminta izin untuk mengunakan mobil, karena Ha Nul merasa sakit kepala, jadi ingin membawanya untuk melihat bintang-bintang. Suk Ho pikir mereka bisa Buka jendelanya di malam hari.
Aku juga sudah memikirkan itu, tapi... "Kau bodoh! Kenapa kau sangat keras kepala?"” teriak Geu Rin mengulangi kata-kata Ha Nul yang mengomel
Apa yang kau katakan kepadaku?” ucap Suk Ho kaget dan binggung 
Seperti itulah tatapan yang dia beri kepadaku.” Ucap Geu Rin dengan senyuman bisa membuat Suk Ho kaget,
Apakah kau belajar bagaimana cara menggoda orang lain?” tanya Suk Ho
Siapa yang mengajarkan hal-hal seperti itu?! Dan lagi, aku tidak punya uang. Bagaimanapun juga, aku mencari secara online, dan akan membawanya... ke observatorium terdekat.” Jelas Geu Rin

Suk Ho tak peduli menyuruh Geu Rin pergi saja semaunya karena merasa sangat kesal, Geu Rin heran kenapa Suk Ho yang kesal dan ingin mengatakan sesuatu padanya, yaitu Suk Ho belum bisa memiliki ‘SIM bodoh’ jadi untuk apa marah. Suk Ho tak percaya Geu Rin mengejeknya "SIM bodoh" Geu Rin malah bertanya apakah itu terlalu kasar
Setelah aku memperbarui SIM bodohku... “kata Suk Ho disela oleh Geu Rin
 “kau ingin mengajakku melihat bintang ‘kan?Benar, karena kau sudah berkata  padaku kalau kau akan selalu berada di sisiku. Tapi aku rasa lebih suka pergi melihat bunga, bukan bintang, saat itu.” Kata Geu Rin memberikan kode
Aku mengatakan itu untuk menghiburmu. Apa Kau akan tetap menggunakannya seperti ini?” balas Suk Ho mengejek
Lalu? Apakah kau akan menariknya kembali? Wow. Kau mengerikan. Kau menggoda banyak wanita dengan melakukan itu, kan?” teriak Geu Rin kesal lalu berlari pergi dengan senyuman, Suk Ho juga tak bisa marah melihat tingkah Geu Rin.
Suk Ho menyuruh Geu Rin mengajak yang lain karena  Chan Hee juga merasa bosan. Geu Rin menceritakan sudah bertanya tapi sepertinya Yun Soo dan Chan Hee memiliki rencana penting saat ini. Suk Ho bisa mengert, Geu Rin mengatakan akan mengajak Kayle dan juga Jae Hoon. Suk Ho berpesan agar Berkendara dengan aman.  Geu Rin mengerti dengan melambaikan tanganya dan pamit. Suk Ho berharap bisa ikut bersama mereka sambil melihat ponselnya untuk kembal berkerja dengan memberikan semangat pada Ji Young. 

Joon Suk bertmu dengan Ji Young mengungkapkan  bertanya-tanya apa yang menyebabkan semua masalah ini Baik Suk Ho dan Jinu, ternyata Itu karena keduanya itu meninggalkannya. Menurutnya  Keduanya tidak bisa mempercayainya, dan berfokus pada manfaat dan ketakutan yang dilihat ada di depan mereka.
“Lalu Lihatlah hasilnya.... Mereka berdua hancur. Tapi setidaknya aku harus melindungimu.” Kata Joon Suk menyakinkan
Bagaimana kau akan melindungiku? Bisakah kau... melindungiku? ” tanya Ji Young penuh pengharapan. 

Kayle dan Jae Hoon terlihat sangat bahagia bisa melihat bintang bersama, sementara Ha Nul cemberut karena sebenarnya ingin pergi berdua saja dengan Geu Rin bukan dengan teman-temanya. Geu Rin pun bisa melepaskan stir dengan kecepatan yang sudah disettingnya.
Rasi bintang yang bisa kita lihat sekarang... adalah Leo, Virgo dan Libra. Mungkin hanya itu.” Kata Jae Hoon penuh semangat, Kayle mengatakan Virgo itu yang paling bagus, Ha Nul mengedumel dengan mulut mengoceh tanpa bersuara.
Bukankah aku manajer yang terbaik? Aku juga membawamu keluar untuk membersihkan pikiranmu.” Kata Geu Rin bangga, Jae Hoon dan Kayle mengangkat jemplnya memuji Geu Rin memang yang terbaik.
Ha Nul, ayo kita melihat bintang sampai puas. Aku akhirnya mengerti kenapa kau ingin pergi melihat bintang Karena namamu berarti "langit", dan bintang-bintang di langit.” Ucap Geu Rin tersenyum bahagia. Ha Nul mencoba untuk tersenyum walaupun hatinya kesal.
Semuanya pasti sangat bersemangat. Kau juga, kan? Tapi Kau terlihat tidak bersemangat.” Komentar Geu Rin melihat Ha Nul hanya diam saja
Tidak, itu bagus. Ini seperti kita sedang piknik.” Kata Ha Nul. Geu Rin mengeluh sedih karena Yun Soo dan Chan Hee tidak bisa ikut dengan mereka
“Apa Kau tidak tahu? Mereka bertemu dengan ibu dari Chan Hee.” Kata Jae Hoon, Geu Rin kaget dan mengungkapkan kalau itu sangat luar biasa dan tersenyum bahagia mengetahui keduanya bisa bertemu ibu Chan Hee. Kayle juga tak percaya Yun Soo akhirnya menemui cinta pertamanya hari ini. Ha Nul bisa tersenyum melihat Geu Rin yang nampak bahagia juga. 

Ditaman
Yun Soo gelisah akan bertemu dengan mantan pacarnya Ga Eun, Chan Hee tak mengerti apapun asik main pasir sambil minum jus. Yun Soo menatap anaknya yang terlihat tak khawatir lalu berjongkok didepan anaknya.
Chan Hee.... teman ayah akan segera datang.” Kata Yun Soo, Chan Hee pikir itu  Paman dari Entertainer Band.
Bukan... Ini adalah teman yang dulu sangat dekat denganku, dulu sekali. Dia seorang wanita.” Kata Yun Soo, Chan Hee bertanya apakah ia cantik
Ya, dia cantik. Apa yang ingin kau lakukan bersama temanku itu?” tanya Yun Soo, Chan Hee tak tahu karena yang datang itu bukan temanya tapi teman ayahnya. Yun Soo mengelus rambut anaknya dengan wajah bahagia. 

Ga Eun datang melihat dari kejauhan Chan Hee sedang bermain tanah, dengan menarik nafas dalam-dalam mendekati ayah Chan Hee dan anaknya. Yun Soo dan Ga Eun saling menatap, Chan Hee seperti merasakan suasana canggung memilih untuk mengenggam tangan ayahnya. Yun Soo pun menyapa Ga Eun yang sudah lama tak bertemu.
Kau belum berubah sedikit pun.” Kata Ga Eun, Yun Soo juga berkata Ga Eun seperti itu.
Chan Hee kebinggungan hanya terus memegang tangan ayahnya, Ga Eun mulai berjongkok didepan anaknya, menyapa sambil mengelus rambutnya, Chan Hee kelihatan ketakutan memilih untuk menjauh dan membalasnya dengan nada ketakutan.
Aku... Aku... teman ayah... Bibi ingin bermain denganmu.” Ucap Ga Eun tak ingin membuatnya shock kalau mengaku ibunya.
Aku juga memiliki bibi yang lain.... Bibi Geu Rin dan bibi Presiden.” Kata Chan Hee bangga, Yun Soo menjelaskan itu adalah manager dan juga CEO dari agensinya.
Kemana kau ingin pergi sekarang, Chan Hee?” tanya Ga Eun, Chan Hee mengatakan tak ingin kemana-mana lalu meminta izin ayahnya untuk main di sudut lainnya. Yun Soo setuju membiarkan anaknya yang ingin main sendiran saja. 
Yun Soo dan Ga Eun duduk dibangku taman sambil melihat Chan Hee yang bermain sendirian. Ga Eun melihat Yun Soo yang  membesarkannya dengan baik walaupun hanya. seorang diri. Yun Soo pikir tidak juga, menurutnya semua bisa melakukannya dengan lebih baik karena bertemu dengan orang-orang baik.
Aku terkejut ketika melihat kau di acara TV.” Ucap Ga Eun, Yun Soo mengerti ternyata Ga Eun melihatnya.
Kau tidak... berhenti bermain musik. Sepertinya kau bekerja keras.” Komentar Ga Eun, Yun Soo pikir dirinya itu beruntung.

Kenapa kau pergi? Kau mengambil dompetmu untuk pergi membeli susu formula untuk Chan Hee lalu pergi, dan aku tidak pernah melihatmu lagi. Aku tidak membencimu dan juga tidak mengeluh. Aku hanya ingin tahu. Aku memikirkannya setiap hari "Kenapa dia meninggalkan kami tanpa pamit?” Kata Yun Soo menatap mantan istrinya.
Ibuku datang setiap hari... ke ruang bawah tanah di mana kita tinggal. Dia bertanya apa yang aku lakukan disana dan aku berkata akan berjuang di bawah tanah seperti itu selamanya. Saat itu aku belum tahu apa yang baik karena masih muda, tapi kemudian aku menyesal. Aku harus sekolah lagi... dan melupakan semua ini lalu kembali menjadi Choi Ga Eun.” Cerita Ga Eun menahan tangisnya.
Kukira... aku terlalu miskin untuk mencintaimu.” Kata Yun Soo
Hari itu, aku pergi menuju toko, dan mobil ibuku ada di sana. Dia membuka pintu dan mengatakan kepadaku untuk ikut bersamanya, pada hari itu... Pada hari itu, yang sangat sulit… Aku tidak bisa berpaling darinya. Jadi aku hanya... masuk ke dalam mobil dan melarikan diri.” Cerita Ga Eun sambil menangis

Jangan merasa menyesal dan bersalah,  Aku minta maaf karena sangat miskin dan tidak kompeten saat itu.” Ungkap Yun Soo merasa kalau itu bukan salahnya
Bagaimana aku bisa hidup, jika kau mengatakan itu? Sebut saja aku anak nakal yang egois... lebih bak kau usir aku saja.” Ucap Ga Eun menatap mantan suaminya.
Kenapa kau merasa menjadi anak nakal yang egoisAku merasa lebih buruk karena merusakmu Saat kau sedang mekar. Ga Eun.... Chan Hee sehat dan aku melakukan apa yang aku sukai. Kau tidak perlu merasa buruk. Jika kau merindukan Chan Hee, kau bisa datang menemuinya setiap saat.” Ucap Yun Soo
Aku tidak bisa datang lagi.” Kata Ga Eun yang membuat Yun Soo sedikit terkejut.
Ga Eun mengakui kalau sekarang sudah menikah, Yun Soo berusaha tersenyum walaupun terlihat perasaanya sangat sakit lalu mengatakan kalau Itu berita bagus. Ga Eun meminta maaf. Yun Soo pikir tak perlu meminta maaf dan mengucapkan selamat pada mantan pacarnya.

Chan Hee berlari ke pelukan ayahnya merasa sangat lapar, Yun Soo bertanya apa yang ingin dimakan oleh anaknya. Chan Hee mengatakan ingin makan Tteokbokki. Ga Eun pun bertanya apakah apa ia boleh ikut makan bersama. Chan Hee melihat Ga Eun lalu meminta ayahnya untuk membelikan untuk bibi itu juga. Yun Soo menatap Ga Eun lalu menyetujuinya dan mengajak untuk makan bersama.
Ketiganya jalan bersama, Chan Hee memegang erat tangan ayahnya. Ga eun melihatnya ingin sekali meraih tangan anaknya untuk mengengamnya tapi akhirnya memilih untuk mengurungkan niatnya. 

Di restoran
Ga Eun mencelupkan toppok ke dalam air lalu memberikan pada Chan Hee, Yun Soo hanya memakanya saja tanpa banyak bicara. Chan Hee yang binggung melihat ke sini meja lainnya seorang ibu yang melakukan hal yang sama pada anaknya dengan mencelupkan toppoki lebih dulu agar tak pedas. Lalu menatap kembali Ga Eun yang mengaku sebagai teman ayah dan bibi, Ga Eun terus memberikan toppoki yang sudah dicelupkan pada air setelah Chan Hee selesai memakanya.
Chan Hee kelihatan binggung hanya bisa terus memakanya, Yun Soo melihatnya pun tak bisa mengatakan apapun kalau didepanya itu adalah ibunya yang sangat memperhatikanya. Chan Hee kembali menengok ke belakang, Yun Soo bertanya apakah Chan Hee ingin minum cola.  Chan Hee mengatakan ingin minum air putih saja.
Ga Eun langsung menuangkan air ke dalam gelas dan memberikan pada Chan Hee, Yun Soo hanya bisa menatap Ga Eun yang terus memberikan perhatian pda anaknya. Chan Hee kembali menengok ke belakang melihat ibu dimeja sebelah juga memberikan minum pada anaknya lalu menatap kembali Ga Eun. Yun Soo memilih untuk makan saja dan Chan Hee terus menatap Ga Eun sambil mengunyah makananya. 

Didepan kantor Manggo
Yun Soo mengendong Chan Hee dibelakang, lalu menyuruh Ga Eun untuk pergi saja karena sudah sampai di depan kantor agensinya. Ga Eun mengelus kepala Chan Hee yang tertidur dengan menahan tangisnya tidak bisa mengucapkan selamat tinggal.
Ga Eun.... Lupakan tentang semuanya dan berbahagialah. Mengerti?” ucap Yun Soo
Aku akan selalu merindukanmu. Boleh aku membeli hadiah untuk Chan Hee?” kata Ga Eun
Tidak.... Kau  Tidak perlu melakukan itu. Kita tinggalkan saja semuanya di masa lalu.” Ucap Yun Soo
Baiklah, Kau Harus Hati hati dan Jaga dirimu. Aku juga akan baik-baik saja.” Kata Ga Eun
Yun Soo pun mengucapkan selamat tinggal, Ga Eun mengelus wajah anak dan rambutnya untuk terakhir kalinya, air matanya mengalir lalu memegang tangan anaknya untuk pertama kalinya. Yun Soo berusaha menahan sedihnya, Ga Eun berjalan pergi sambil menangis dan mengucapkan permintaan maafnya pada anak serta suaminya, lalu langsung menghentikan taksi yang lewat, dari dalam taksi sempat menatap anak dan mantan suaminya untuk terakhir kalinya. 

Yun Soo berjalan akan pulang, Chan Hee tiba-tiba berbicara “Eomma sudah pergi.” Yun Soo berhenti melangkah dan terkejut anaknya bisa tahu kalau Ga Eun itu ibunya bukan ibu. Sambil menangis Chan Hee bertanya apakah ibunya tak akan kembali lagi. Yun Soo menurunkan anaknya dan melihat Chan Hee menangis bukan tertidur.
Apa yang kau katakan, Chan Hee?” kata Yun Soo memastikan dengan memegang wajah anaknya.
Dia itu eomma. Dia mencuci Tteokbokki dan menuangkan air untukku Dia eomma, kan?” ucap Chan Hee sambil menangis.
Yun Soo hanya bisa memeluk anaknya, Chan Hee terus menangis memanggil ibunya dan Apakah eomma pergi? Apa dia tidak akan kembali pada ayahnya. Air mata Yun Soo terus mengalir sambil memeluk erat anaknya. 

Min Joo baru keluar kantor panik melihat Chan Hee yang menangis keras lalu bertanya kenapa menangis, apakah ada yang terluka sambi mengambil menarik Chan Hee dari pelukan Yun Soo.  Chan Hee mengadu kalau ibunya tidak akan kembali lagi. Min Joo ikut sedih dan langsung memeluknya.
Seharusnya aku pulang, karena Tidak ada seorang pun disana.” Ucap Yun Soo tak bisa menahan rasa sedihnya lagi dengan menangis histeris.
Aku tidak tahu kenapa aku datang ke sini.” Kata Yun Soo terus menangis histeris, Chan Hee pun menangis memanggil ibunya terus, Yun Soo pun menepuk pundak  dan memegang lengan Yun Soo untuk tenang dan memeluk Chan Hee yang masih terus menangis memanggil ibunya. 

Min Joo mengantar Yun Soo sampai pulang kerumah, Yun Soo sambil mengendong Chan Hee meminta maaf karena datang jauh-jauh ke sini untuk mengantarkan mereka. Min Joo pikir lebih baik tidak akan memberikan surat itu jika tahu seperti ini akan terjadi.
Tidak apa-apa, sekarang Aku tidak perlu bertanya-tanya lagi dan sudah merasa lebih baik.” Kata Yun Soo
Kau bertanya-tanya tentang apa?” tanya Min Joo, Yun Soo menjawab tentang alasan Ga Eun meninggalkannya.
Kenapa dia meninggalkanmu?” kata Min Joo terlihat penasaran, Yun Soo mengatakan itu karena dirinya yang memiliki banyak kekurangan.

Yun Soo.... Jangan mengatakan itu lagi. Jangan menyalahkan dirimu sendiri atau berpikir bahwa kau tidak cukup baik. Yun Soo, kau tampan, tinggi.. dan memiliki hati yang baik, serta Kau bertanggung jawab dan pandai bermain gitar. Di atas semuanya, kau memiliki senyum yang luar biasa. Kau harus menjadi ayah yang baik untuk Chan Hee. Jadi berhenti mengatakan semua itu. Jangan berkata seperti itu mulai sekarang, oke?” kata Min Joo memuj
Apakah aku benar-benar seperti itu?” tanya Yun Soo tersenyum sumringah mendengarnya.
Kau adalah laki-laki yang luar biasa dan mengagumkan. Kau harus merelakan cinta lamamu dan mempersiapkan diri untuk yang baru. Kau bisa melakukan itu setelah usiamu 25 tahun.” Kata Min Joo lalu pamit pergi
Yun Soo pun menatap Min Joo yang masuk ke mobil dan meninggalkan rumah, lalu berkata pada dirinya sendiri seperti yang dikatakan Min Joo padanya Kau bisa melakukan itu setelah usiamu 25 tahun, Kita harus berbahagia mulai sekarang. Dengan menyakikan dirinya. 


Suk Ho mondar mandir di ruangangan sambil melihat jamnya dan terlihat sangat gelisah, sudah pukul jam 9 lewat 15. Tuan Byun datang binggung, bertanya dimana semuanya dan bertanya-tanya apakah hari ini yang istimewa. Suk Ho menyapa Tuan Byun yang baru datang.
Aku tidak ingin makan sendirian, jadi pergi ke studio, tapi disana kosong, dan tidak ada siapapun di sini.” Ucap Tuan Byun
Apa kau tidak melihatku?” sindir Suk Ho
CEO kami yang cantik tidak ada di sini dan juga manajer kami yang ceria. Kurasa aku tidak punya pilihan selain untuk makan bersamamu. Ayo kita makan.” Ajak Tuan Byun
Maaf, tapi kau harus makan sendirian. Aku harus tinggal di sini sampai tengah malam.” Kata Suk Ho,
Tuan Byun mengejek Suk Ho itu memang cinderella harus  sampai tengah malam. Suk Ho menegaskan Tengah malam adalah saatnya ia bisa membersihkan nama Jinu, lalu melihat jam berkomentar orang yang ditunggunya itu lebih keras kepala daripada yang diperkirakannya. 

Ji Young sedang moles kukunya seperti tak ingin melakukan apapun. Sementara Tuan Byun dan Suk Ho nampak tegang menunggu di kantor Mango. Tuan Byun pun bertanya pada Suk Ho apakah ia sudah siap. Suk Ho bertanya bersiap untuk apa.
Mendapatkan video itu dan membersihkan nama Jinu memang bagus, tapi badai yang akan mengikuti Lee Joon Suk. Apakah kau siap untuk menghadapinya?” kata Tuan Byun
Sudah tidak bisa mundur lagi. Aku sudah tidak bisa kemana-mana lagi, jadi aku berlari dengan kecepatan penuh. Jika Lee Joon Suk dan aku saling berhadapan, siapa menurutmu yang akan menang?” ucap Suk Ho
Kenapa aku lari... saat aku masih seusiamu?” kata Tuan Byun, Suk Ho menatap kebinggungan.
Tuan Byun mengaku tidak bisa tidur,  jadi ingin akan menunggu bersamanya, dan mengoda Suk Ho untu mengedipkan matanya jika membutuhkan bantuan. Suk Ho pun mengedipkan mata tanpa membutuhkan bantuan, keduanya pun tertawa bersama. 

Atap gedung mulai terbuka, langit penuh bintang sudah terlihat. Kayle dan Jae Hoon menjerit bahagia bertanya-tanya keberadaan bintang virgo. Jae Hoon pun melihat teropong lebih dulu untuk menemukan rasi bintangnya. Setelah menemukanya dan langsung membiarkan Kayle untuk melihatnya.
Ha Nul naik ke lantai atas melihat Geu Rin tersenyum bahagia karena tingkah dua anak bandnya sangat bahagia bisa menemukan rasi bintang. Kayle dan Jae Hoon saling bergantian melihatnya. Ha Nul melihat kotak cincin yang sudah dibawanya dalam kantung jaketnya.
Geu Rin menyuruh Jae Hoon dan Kayle minggir karena ingin melihatnya juga, Kayle dan Jae Hoon sedih karena tak bisa melihatnya. Geu Rin melihat Ha Nul langsung menyuruhnya untuk melihat juga, Kayle dan Jae Hoon makin sedih harus menunggu lebih lama melihatnya tapi akhirnya menyingkirkan. Ha Nul terus menatap Geu Rin yang terus tersenyum. 

Ji Young duduk di atas tempat tidurnya sambil membaca majalah, lalu melihat ponslenya sudah pukul 11. 40, pikiranya kembali melayang saat bertemu dengan Joon Suk dan bertanya “Bagaimana kau akan melindungiku? Bisakah kau melindungiku?
Flash Back
Lee Ji Young dan Kim Joo Han. Aku harus membuang salah satu kartu ini. Menurutmu mana yang akan kubuang? Joo Han melakukan hal-hal yang jahat karena keserakahannya dan Yang kau lakukan hanyalah melaksanakan perintahnya. Dia mengancam untuk tidak pernah membiarkanmu memulai debut jika kau tidak melakukan apa yang dikatakannya. Bukankah itu benar, Ji Young?” ucap Joon Suk

Ji Young melihat ponselnya sambil terus memikirkanya. Suk Ho harap-harap cepat melihat ponselnya sudah pukul 11.48, dibelakang Tuan Byun ikut gelisah mondar mandir dibelakang Suk Ho. Akhirnya pesan masuk ke dalam ponsel Suk Ho dan langsung mengunduhnya, Setelah berhasil Suk Ho sangat bahagia bisa memiliki video yang dikirimkan Ji Young padanya.

Di kamarnya, Ji Young dengan tatapan dingin memanggil nama Presdirnya, mengatakan kalau itu benar. Ia teringat kata-kata Suk Ho  Kau melihat apa yang terjadi kepada Jinu, kan? Menurutmu siapa yang berikutnya? Menurutmu siapa yang akan dibuang oleh Lee Joon Suk selanjutnya?
Ini hanya mengubah urutannya. kalau bukan Lee Ji Young, maka Kim Joo Han, mungkin saja, kau akan membuang Kim Joo Han... dan kemudian aku" kata Ji Young sudahg mengerti kelicikan Joon Suk 

Tuan Byun mengantar Suk Ho sampai ke kantor polisi, saat turun dari mobil Tuan Byun tak lupa untuk memberikan semangat pada Suk Ho dan Suk Ho pun dengan yakin masuk ke dalam kantor polisi. Tuan Byun terlihat memikirkan tentang rahasia yang di simpan dari Suk Ho. Di lobby kantor polisi Suk Ho menelp seseorang, Joon Suk sempat menatap ponselnya dan akhirnya menangkapnya.
Kuharap aku tidak membangunkanmu.” Kata Suk Ho, Joon Suk berkomentar Suk Ho itu  terdengar baik.
Dimana... menurutmu... aku sekarang?” kata Suk Ho supaya memberikan peringatan dulu pada Joon Suk 

Kayle dan Jae Hoon mulai selfie dan membuat video sambil berputar-putar, Geu Rin dari lantai atas tersenyum karena melihat keduanya nampak bahagia, serta merasa senang  bisa mengajak pergi semuanya, lalu mencari kemana perginya Ha Nul.
Haruskah kita bermain untuk menentukan siapa yang membayar di pemberhentian berikutnya? Ayo kita lakukan.” Kata Jae Hoon yang ada dibawah bermain dengan Kayle.
Ha Nul ada dibelakang menatap Geu Rin dengan senyuman, lalu melihat kembali kotak cincin yang dimilikinya yang akan diberikan pada Geu Rin. 

Beberapa saat kemudian, Geu Rin menengok kebelakang dan langsung melambaikan tanganya melihat Ha Nul yang datang. Ha Nul melihat senyuman Geu Rin pun langsung mendekatinya.
Kau darimana saja?” tanya Geu Rin, Ha Nul langsung memperlihatkan kotak cincinya.
Untuk siapa ini semua?Wahh.. cincinya sangat cantik.” Kata Geu Rin melihat sepasang cincin yang sangat cantik.
Ha Nul langsung meraih tangan Geu Rin dan langsung memasangkan di jari manis tangan kirinya, Geu Rin binggung melihat Ha Nul yang memasangkan cincin dijarinya.
Geu Rin.... Aku menyukaimu.... Ayo kita berkencan.” Kata Ha Nul dengan menatap Geu Rin dan sangat menyakinkan. 
bersambung ke episode 13


FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 

4 komentar:

  1. Kyaaaa... Kalau ga sesuai ekspetasi.. kayaknya malas nonton lagi sayah.. #ifyouknowwhatimean

    BalasHapus
  2. Samaaa... next episode males nonton..
    Gak kuat liat ha neul patah hati...
    Berasa ikutan patah hati...

    BalasHapus
  3. Semangat yaa buat mba dyah ๐Ÿ˜Š

    BalasHapus
  4. Semangat yaa buat mba dyah ๐Ÿ˜Š

    BalasHapus