PS; yang udah baca blog / tulisan aku.. Tolong minta follow account IG aku yah dyahdeedee09 & Twitter @dyahdeedee09 jadi biar makin semangat nulisnya. Kamsahamnida.

Jumat, 24 Juli 2020

Sinopsis Was it Love Episode 5 Part 1

PS : All images credit and content copyright : JBTC

Buat kalian yang suka membaca tulisan aku meminta dukungan dalam bentuk "Subscribe" You tube karena sedang mencoba mengumpulkan 1,000 Subscribe. 
Tinggal Klik disini, buat yang sudah Subscribe. Terimakasih banyak. Semoga bisa sampe bulan ini 

Guru Oh marah menarik tangan Ae Jung, Dae Oh dengan nada sinis bertanya “Siapa kau? Suami, pacar, saudara, atau keluarga?” lalu memperingatkan Jika bukan salah satunya, maka jangan ikut campur.  Ae Jung berteriak marah memanggil nama Dae Oh.
Yeon Woo mendengar nama Dae Oh mengingat label di Mp3 [OH DAE-OH ADALAH MILIK AE-JUNG]
“Kenapa? Kau bukan siapa-siapa, 'kan? Jadi, pergilah.” Kata Dae Oh. Ae Jung hanya bisa menghela nafas.
“Siapa tahu? Mungkin aku salah satunya.” Ucap Yeon Woo. Ae Jung akhirnya berteriak kesal meminta keduanya berhenti.
“Yeon-woo, ini urusanku. Aku akan segera selesaikan ini dan turun. Ya? Maafkan aku.” Ucap Ae Jung.


Ryu Jin datang ke sekolah bertemu dengan Ha Nee bertanya apakah tahu di mana kelas 7-3. Ha Nee terdiam melihat Ryu Jin sebagai ayahnya, dan akhirnya mengaku sebagaiputri Noh Ae Jung. Ryu Jin kaget kalau ia adalah putri Ae Jung.
“Ya, aku putrinya. Dan Aku juga putrimu. Tapi Kenapa kau membuang kami?” ucap Ae Jung menangis.
“Maafkan aku. Syukurlah aku masih bisa bertemu denganmu.” Kata Ryu Jin ikut menangis
“Bolehkah aku memanggilmu ayah?” tanya Ha Nee. Ryu Jin memperbolehkan.
“Sekarang kau bukan Noh Ha-nee, tapi Ryu Ha-nee.” Kata Ryu Jin. Ha Nee pun memangilnya ayah.
“Aku sangat merindukanmu.” Kata Ha Nee menangis dan Ryu Jin ingin mendekatnya. 
Ha Nee memanggil Ryu Jin yang sedang melamun. Ryu Jin pun tersadar dari lamunannya. Ha Nee mengaku melihat nomor ponsel Ryu Ji di ponsel lama ibunya, Ryu Jin terdiam. Ha Nee pikir Akan menjelaskan nanti, tapi sekarang meminta agar membantunya.


Yeon Woo panik karena semua wali murid meminta maaf karena semua salahnya. Wali murid merasa itu bukan salahnya,  tapi Ini salah ibunya Ha-nee. Semua ibu setuju menurutnya Ibunya Ha-nee ingkar janji. Ha Nee tiba-tiba berteriak “Pengajar tamu sudah datang!”
Semua orang ingin melihat siapa yang datang dan langsung berteriak histeris saat melihat Ryu Jin berjalan di lorong. Mereka tak percaya kalau Orang ini adalah pengajar tamu untuk hari ini...
“Astaga! Hei, Kalian! Itu Ryu Jin!” teriak salah satu anak murid. Semua anak pun ikut keluar kelas termasuk Dong Chan.
“Aku pengajar tamu untuk kelas 7-3. Halo, aku Ryu Jin, seorang aktor.” Kata Ryu Jin menyapanya. Semua benar-benar terkesima dengan sosok Ryu Jin memuji benar-benar tampan.
“Ibunya Ha-nee dan aku satu universitas.” Akui Ryu Jin. Semua tak percaya kalau Mereka satu universitas. Ha Nee pun merasa bahagia karena bisa menyelamatkan ibunya. 



Di lantai atas, Ae Jung kesal pada Dae Oh merasa kalau sudah gila dan ingin tahu Apa yang membuatnya penasaran sampai membuat keributan begini. Dae Oh menjawab Semuanya yaitu Segalanya tentangmu selama 14 tahun ini. Ae Jung tak percaya  mendengarnya.
“Kau berjanji kepadaku. Kau akan memberi tahu alasanmu meninggalkanku 14 tahun lalu, dan menceritakan semua yang terjadi selama ini.” Ucap Dae Oh
“Kau...Kenapa kau begitu penasaran tentang itu?” keluh Ae Jung. Dae Oh mengaku mau tahu.
“Aku tahu segalanya tentangmu 14 tahun lalu, tapi kini aku tak tahu apa-apa. Jadi, aku penasaran. Rasa penasaran membuatku frustrasi. Itu sebabnya, aku... Aku... Hanya saja... Aku hanya sangat jengkel.” Kata Dae Oh. Ae Jung bingung Dae Oh yang Jengkel.
“Sudahlah... Kita mulai dari pria tadi. Kudengar dia bahkan bukan suamimu. Apa yang sebenarnya suamimu lakukan sampai pria itu...” kata Dae Oh
“Suamiku sudah meninggal. Apa Itu yang ingin kau ketahui? Apa Itu yang mau kau tanyakan?” kata Ae Jung
“Apa katamu?” ucap Dae Oh kaget. Ae Jung mengaku Sebenarnya setiap Dae Oh berbicara tentang suami dan merasa tak nyaman.
“Jadi, dengarkan aku sekarang. Ini kali terakhir kau bicara soal mendiang suamiku. Itu sangat menyinggung.” Tegas Ae Jung
Dae Oh mengaku bukan hanya seperti itu. Ae Jung tak ingin membahasnya meminta agar sekarang pergi dan Jangan penasaran tentang luka orang lain. Dae Oh merasa tak enak hati mendengarnya dan merasa bersalah. 


Akhirnya Ryu Jin datang ke KELAS SPESIAL BERSAMA AKTOR FILM RYU JIN, seorang anak bertanya apa Ryu Jin punya pacar. Ha Ne mengeluh kalau pertanyaan Kekanakan-kanakan sekali. Ryu Jin mengaku  Pacarnya adalah para penggemarnya.  Semua mengeluh karena jawabnya Membosankan.
“Aku hanya bicara hal jujur.” Akui Ryu Jin.  Tapi semua merasa itu bohong.
“Jangan bercanda dan tanyakan pertanyaan yang serius.” Kata Guru Oh pada anak muridnya.
“Serius? Beri tahu kami soal cinta pertamamu.” Kata salah satu anak. Mereka pun penasarn ingin tahu Cinta pertama.
Saat itu Ae Jung baru datang kaget melihat Ryu Jin yang ada diruangan kelas mengaja mengantikan Dae Oh. Semua anak mendesak Ryu Jin ingin tahu Siapa cinta pertamanya. Ryu Jin mencoba mengumbar senyum melihat Ae Jung dan mulai memikirkan jawabanya.
“Cinta pertamaku... Dia orang yang membuatku ingin menjadi aktor.Jika tak ada dia, mungkin aku bukan aktor sekarang.” Akui Ryu Jin. Ae Jung terdiam mendengar jawaban Ryu Jin.
“Bisa beri tahu siapa orang itu? Lebih detail.” Ucap Anak-anak. Ryu Jin hanya bisa tersenyum. Ha Nee menatap ibunya dan merasa yang dimaksud Ryu Jin adalah ibunya. 


Akhirnya kelas berakhir dan beberapa anak meminta foto dan tanda tangan, sementara Ha Nee melihat dari kejauhan lalu berbicara dengan Dong-chan bertanya Di antara mereka berdua, siapa yang lebih mirip dengannya. Dong Chan melihat ke arah Ryu Jin dan Guru Oh.
“Entahlah.. Tapi Kau lebih suka siapa?” ucap Dong Chan. Ha Nee hanya diam saja.
Saat itu Manager Myung datang masuk ke dalam kelas meminta maaf mereka harus akhiri di sini karena ada jadwal selanjutnya. Ryu Jin bingung karena ditarik keluar Manager Myung. Semua orang mengejarnya termasuk Ae Jung. Tapi Ae Jung ada barisan belakang. 

Di mobil, Ryu Jin marah pada manager Myung karena butuh lebih banyak waktu... Manager Myung memberikan ponselnya agar Ryu Jin bisa membaca beritanya, dan Karena ini, orang-orang bilang Ryu Jin adalah wali murid. Ryu Jin panik dianggap Wali murid
“Sudahlah. Kita bicarakan lagi nanti.” kata Manager Myung dan akan pergi tapi tiba-tiba Ae Jung menghentikan mobil.
“Apa ini? Apa produser itu gila?” kata Manager Myung marah. Ae Jung mengetuk jendela meminta izin agar bisa bicara.
“Kau pikir aku senang melihatmu saat...” ucap Manager Myung marah. Ae Jung mengucapkan Terima kasih sudah datang ke sini.
“Apa yang kau lakukan? Hei, tunggu! Kenapa dia keluar?” kata Manager Myung panik melihat Jin ada di keluar mobil. 
Ae Jung pun tak percaya bertemu dengan Ryu Jin. Manager Myung bingung bertanya apakah Ryu Jin mengenalnya. Ryu Jin mengaku mengenal Ae Jung adalah juniornya di universitas. Managr Myung tak percaya mendengarnya.
“Sudah lama tak bertemu. Sudah 14 tahun, ya? Tapi bagaimana kau tahu aku di sini? Apa Kau menelepon perusahaanku? Bagaimana kau bisa menjadi pengajar tamu?” tanya Ae Jung. Dari kejauhan Ha Nee melihat dari kejauhan memberikan kode.
“Soal itu...” kata Ryu Jin melirik ke arah Ha Nee. Ha Nee memberika tanda silang agar Jangan bilang ibunya.
“Aku mau bermain dalam film itu.” Ucap Ryu Jin. Ha Nee dan Manager Myung mendengarnya.
“Aku mau membuat film denganmu, Noh Ae Jung.” Kata Ryu Jin. Ha Nee tak percaya kalau mau melakukan denganya.

“Apa Kau mau berperan dalam filmku? Jin, terima kasih banyak! Terima kasih banyak!” jerit Ha Nee tak percaya  Manager Myung tak percaya mendengarnya. 




Di mobil, Manager Myung pikir Ryu Jin sedang bercanda dan ingin tahu nanti kalau Bu Song berhasil membujuk Sutradara James. Ryu Jin hanya diam saja. Manager Myung pikir ini bukan masalah besa karena Ryu Jin bisa menolaknya.
“Kita bahkan tak meneken kontrak dengan wanita itu.” Kata Manager Myung.
“Kwae-nam... Misalnya...orang-orang tahu aku punya anak haram, apa akan ada masalah dengan debutku di Hollywood?” tanya Ryu Jin panik
“Tentu saja bermasalah. Saat orang-orang tahu, kariermu akan tamat. Mana ada pengawal yang mempunyai anak? Semua iklanmu juga akan berubah. Iklan kopimu berubah menjadi iklan susu formula, dan iklan mobilmu menjadi iklan kereta bayi.” Jelas Manager Myung.
“Meski demikian, bukankah orang-orang akan memujiku karena bertanggung jawab? Semua orang pernah berbuat kesalahan. Bukankah bagus jika kau bertanggung jawab atas kesalahanku?” kata Ryu Jin
“Kenapa kau mau dipuji dengan cara seperti itu? Jangan bilang anakmu adalah salah satu murid sekolah itu.” Ucap Manager Myung. Ryu Jin hanya diam saja.
Ryu Jin hanya diam saja. Manager Myung berteriak marah. Ryu Jin hanya bisa menatapnya. Manager Myung meminta agar Ryu Jin Jawab bahwa itu tidak benar. Ryu Jin hanya bisa diam saja. 


Di ruangan kelas, Guru Oh ingin mengirimkan pesan [AE-JUNG, AKU INGIN TAHU,APA KAU BAIK-BAIK SAJA...] tapi mengurungkan niatnya dan mengingat kenangan masa lalunya saat masa kuliah.
Flash Back
Guru Oh menyimpan surat untu Ae Jung pada sebuah foto sambil berlatih bicara kalau menulis ini sambil memikirkannya... tapi merasa kalimat itu kurang bagus.
“Ae Jung, aku menyukaimu.”ucap Yeon Woo, lalu tiba-tiba mendengar suara teman Ae Jung dan Ae Jung berpisah didepan kelas. Yeon Woo pun langsung bergegas berpura-pura tidur. 

TAHUN 2006
Ae Jung masuk kelas tersenyum melihat Yeon Woo yang tertidur lalu memasangkan earphone di telinganya. Yeon Woo pun terbangun dengan suara lagu yang diputar. Ae Jung mengeluh agar Yeon Woo Jangan ketiduran di kelas.
“Kau benar-benar aneh. Kenapa kau mengikuti kelas yang sangat membosankan ini di universitasku? Lokasinya bahkan jauh. Butuh lebih dari satu jam, 'kan?” ucap Ae Jung melihat Yeon Woo akhirnya terbangun.
“Lagu apa ini? Aku suka.” Komentar Yeon Woo. Ae Jung tahu pasti  dan Liriknya juga bagus.
“Waktu itu, kau bilang ini rusak.” Kata Yeon Woo. Ae Jung membenarkan Tapi pacarnya itu memperbaikinya. Yeon Woo pun melihat nama  OH DAE-O ADALAH MILIK AE-JUNG
“Aku harus bersiap untuk kelas menarik lain.” Kata Ae Jung mengeluarkan buku dan Yeon Woo pun menyimpan bukunya karena baru tahu Ae Jung sudah punya pacar. 

Ae Jung akan masuk bar, Hye Jin berteriak memanggilnya mengaku  beli kue untuk merayakan keberhasilan misi mereka. Ae Jung merasa Hye Jin tak perlu repot. Hye Jin pun mengaja masuk dan pesta bersama yang lain.
“Kau bilang Yang lain?” ucap Ae Jung bingung. Hye Jin membenarkan.  Ae Jung bertanya aa Ada lagi yang datang selain mereka. Hye Jin membenarkan. 

Di dalam bar, sudah ada Tuan Koo. Ae Jung hanya bisa mengeluh melihat ada Tuan Koo yang membuatnya tak nyaman. Hye Jin meminta maaf karena Ae Jung bilang akan ada perayaan, jadi  mengundang mereka semua. Ada dua pria duduk, yaitu Ryu Jin dan Dae Oh.
“Kau pasti bercanda!” keluh Ae Jung. Nyonya Kang keluar dari balik bar ingin tahu “Siapa?”
“Pria yang membuatmu gila adalah salah satu dari mereka. Siapa pria itu?” kata Nyonya Kang. 

Tuan Koo berdiri dengan sikap dinginya, Ryu Jin melihat Tuan Koo merasa Tuan Koo tampak mengintimidasi dan ingin tahu siapa pria itu. Dae Oh pikir akan memperkenalkan. Tapi Tuan Koo lebih dulu memberikan kartu namanya yaitu CEO Nine Capital, Koo Pa-do sebagai investor film ini.
“Pak Koo mengancam tak mau berinvestasi jika kami tak bisa membuatmu bermain dalam film ini.”kata Dae Oh
“Itu bukan ancaman. Tapi Itu sebuah kesepakatan.” Tegas Tuan Ko. Dae Oh mengejek tak percaya.
“Jadi Itu caramu membuat kesepakatan. Aku pikir itu ancaman.” Balas Dae Oh. 

Nyonya Kang tiba-tiba datang karena merasa mereka sudah menunggu dan membawakan makanan pembukanya. Mereka pun mengucapkan terima kasih Hye Jin akhirnya ikut bergabung bertanya apakah mereka sudah saling berkenalan, Ketiganya menganguk.
***
Ae Jung mencoba mengambil botol wine dibagian atas tapi tak sampai. Ryu Jin tiba-tiba datang membantu, mengambilkan botol dan memastikan kalau akan mengambil botol wine. Ae Jung membenarkan dan mengucapkan terima kasih.
“Kau tahu, aku sudah dengar ceritamu dari Dae Oh. Maaf, seharusnya aku menghubungimu lebih dahulu.” Kata Ryu Jin
“Aku merasa selalu berutang padamu. Terima kasih sudah memercayaiku, dan setuju untuk bermain. Aku harus bekerja keras agar tak merusak kariermu.’ Kata  Ae Jung. Ryu Jin menatap seperti merasa tak enak hati.
“Astaga, jangan melihatku seperti itu. Hidupku baik-baik saja. Aku sangat bahagia. Lebih bahagia dari kebanyakan orang. Jadi, jangan khawatirkan aku.” Ucap Ae Jung
“Aku tak mengkhawatirkanmu. Kenapa harus khawatir? Kau tampak hebat. Kau kembali ke dalam hidupku lebih baik dari sebelumnya. Aku bahkan iri kepadamu.” Akui Ryu Jin.
Ae Jung hanya bisa tertawa, Ryu Jin ingin bicara tapi Hye Jin lebih dulu masuk memanggil Ae Jung. Hye Jin bingung melihat keduanya dan bertanya Apa yang mereka lakukan di sini. Ae Jung berpura-pura melihat banyak debu dan heran melihat Hye-jin yang sudah mabuk. 



Di meja bar,  Tuan Koo dengan santai meminum habis winenya. Sementara Dae Oh seperti tak bisa dengan wine hanya meminum sedikit, lalu berkomentar kalau Tuan Koo kuat minum miras. Tuan Koo pikir Tak ada obat tidur sebaik miras.
“Kau pasti telah melakukan banyak hal buruk sampai tak bisa tidur.” Komentar Dae Oh. Tuan Koo menatap sinis.
“Maafkan aku.. Aku tak bisa tak memikirkan sisi gelapmu.” Kata Dae Oh.
“Sepertinya kau tak suka aku terlibat dalam film ini.” Kata Tuan Koo. Dae Oh membenarkan.
“Banyak yang aku ragukan. Apa alasanmu mau berinvestasi dalam sebuah film?” kata Dae Oh. Saat itu Nyonya Kang datang.
“Sepertinya camilannya habis. Sebentar lagi miras yang sangat keras akan disajikan.” Ucap Nyonya Kang dan Ae Jung datang dengan minuman yang lain.
“Kenapa kau lama sekali di toilet?” keluh Dae Oh melihat Ryu Jin yang baru datang.
“Kita harus memilih miras terbaik untuk merayakan hal ini.”kata Ae Jung
“Kau sudah berusaha keras, Nona Noh.” Puji Tuan Koo. Ae jung pun mengucapkan terimakasih pada Tuan Koo.
“Kenapa harus berterima kasih, padahal dia menyusahkanmu?” ejek Dae Oh
“Sebenarnya, bukankah kau orang yang paling menyusahkan dalam semua proses ini, Nona Noh?” balas Tuan Koo. Dae Oh merasaTak masuk akal.
“Sejujurnya, hal yang paling sulit adalah mendapatkan Ryu Jin, 'kan?” ucap Dae Oh. Ryu Jin mengeluh karena melibatkannya.
“Tapi karena persahabatan Ryu Jin denganku dia mau bekerja sama dalam film kita. Terima kasih, Ryu Jin.” Kata Dae Oh bangga. 



“Kalian bertiga sama saja...Nona Noh berusaha sangat keras. Coba Lihat saja, dia sampai kurus begini.” Ucap Hye Jin sambil menangis.
“Sudahlah, Hye-jin. Ini hari yang membahagiakan. Ayo lupakan kesulitan kita, dan minum demi masa depan.” Kata Ae Jung memeluk Hye Jin
“Pak Jin, Nona Noh pergi ke pratayang filmmu, berharap bisa merekrutmu, tapi para reporter mendorongnya.” Ucap Hye Jin. Ryu Jin hanya bisa tertunduk.
“Pak Cheon! Karena masalah surat kontrak denganmu, dia sangat sibuk ke sana kemari. Dia sangat tertekan waktu itu.” Ungkap Hye Jin. Dae Oh pun tertunduk.
“Pak Koo... Kau sangat menakutkan. Karena misi darimu yang hampir mustahil, Nona Noh tak pernah bisa makan dengan tenang.” Ucap Hye Jin
“Sudahlah, Hye-jin... Berhenti!” kata Ae Jun. Hye Jin mengaku  sudah lihat semua.
“Aku sudah melihat air mata dan usaha keras Nona Noh.” Kata Hye Jin dan mereka pun saling berpelukan, Dae Oh pun memuji Ae Jung ksangat keren.
“Dia memang Ae Jung yang kita kenal.” Komentar Ryu Jin. Tuan Ko lalu memutsukan yang akan traktir hari ini.
“Sebagai ucapan selamat untuk Nona Noh.” Ucap Tuan Ko. Ryu Jin tak mau kalah memanggil Nyonya Kang.
“Apa di sini ada anggur Cabernet Blanc? Jika ada, aku mau traktir kalian itu.” Kata Tuan Ko
“Aku tahu ini tak akan cepat berakhir.” Ucap Nyonya Kang merasa mereka akan saling bersaing. 


Tuan Koo membawa tas Ae Jung dan sibuk mencari alamat dari peta. Sementara Ryu Jin dan Dae Oh sibuk membawa Ae Jung yang sangat mabuk meminta agar Hati-hati. Dae Oh mengeluh kenapa harus hati-hati karena akan pulang
“Pelankan suaramu.” Ucap Ryu Jin menutup mulut Ae Jung dan mengeluh Ini seperti dahulu karena belum berubah. Tuan Koo bingung akhirnya menelp Hye Jin
“Kau bisa Lewati gang kedua, lalu belok kanan. Nanti akan ada penatu.” Ucap Hye Jin yang ada dalam taksi lalu muntah. Tuan Koo pun tak bisa menahan mual mendengarnya.
Tuan Koo akhirnya berjalan ke arah depan, dan menyuruh agar mengikutinya. Dae Oh mengeluh kalau Tuan Koo memerintah mereka. Sementara Ae Jung yang mabuk berteriak mau karaoke dan harus minum miras lagi.

Tuan Koo berjalan mencari rumah Ae Jung dan saat itu Guru Oh sedang membuang sampah, dan kaget melihat Tuan Koo yaitu Ayahnya Dong-chan. Tuan Koo pun bingung melihat Tuan Koo ada di sini. Dae Oh pun tak percaya kalau mereka sungguh tinggal bersama.
“Apa yang kau lakukan di sini?”ucap Ibu Ae Jung keluar rumah dan kaget melihat anaknya dipapah dua pria karena mabuk.
“Itu Choi Hyang-ja kesayanganku.” Ucap Ae Jung memanggil ibunya dan memeluknya. Nyonya Choi hampir jatuh karena pelukan anaknya.
“Akan kubawa dia masuk.” Kata Guru Oh mengendong Ae Jung masuk. Nyonya Choi mengeluh meminta anaknya diam saja.
“Filmku akan dibuat, Hyang-ja. Kita sekarang bisa pindah ke apartemen. Apartemen dengan lampu berkelip-kelip. Apartemen kita. Apartemen! Apartemen mewah!” teriak Ae Jung saat masuk rumha.
“Berarti kalian...” ucap Nyonya Choi. Dae Oh mengaku sebagai  sutradara dan Tuan Koo sebagai investor...
“Aku tak tahu dia diantar oleh orang-orang penting. Terima kasih.” Kata Nyonya Choi sementara Ryu Jin sibuk melihat ponselnya.
“Nenek. Kenapa ibu begitu? Ibu benar-benar...” keluh Ha Nee keluar rumah dan kaget melihat Ryu Jin datang dengan dua pria lainya.
“Ini orang-orang yang bekerja dengan ibumu. Tapi bagaimana bisa kalian di luar terus begini?” ucap Nyonya Choi.
Ryu Jin membaca pesan dari Manager Myung “Ini Darurat! Bu Song memanggilmu.”
“Silakan masuk. Aku akan buatkan teh madu.” Kata Nyonya Choi. Ha Nee bertanya apakah Ryu Jin akan masuk. Ryu Jin menganguk.
“Kau pasti putri Ae Jung.” Kata Dae Oh. Ha Nee pun menyapanya dengans senyuman bahagia.
“Bu, maaf tapi mungkin lain kali saja. Ayo pergi.” kata Ryu Jin. Dae Oh mengeluh kalau mereka masuk dahulu. Tapi Ryu Jin menariknya pergi. Tuan Ko pun memberikan tas Nona Noh.
“Aku akan berkunjung lagi. Selamat malam.” Kata Tuan Ko pamit pergi.
“Sebenarnya aku mau berfoto dengan aktor itu.” Komentar Nyonya Choi, tapi Ha Nee terlihat kecewa melihat kepergian Ryu Jin. 


Ae Jung dibawa ke kamar dan masih berbicara “Ae Jung tak mati.” Yeon Woo mendengarnya hanya tersenyum membalas kalau Ae Jung tak mati. Saat itu tiba-tiba Ae Jung menarik baju Yeon Woo dan mereka pun berada dalam posisi saling berhadapan.
Yeon Woo gugup karena Ae Jung ada dibawahnya, dan buru-buru berdiri karena gugup. 

Ryu Jin kembali ke kantor mengeluh kalau ini membuatnya gila, lalu menerima pesan dari Ha Nee “Pak Ryu, kenapa pura-pura tak kenal aku? Apa kau menghindariku?” Ia pun hanya bisa menghela nafas dan saat itu Manager Myung menelpnya.
“Jin, tunggu sampai aku datang. Aku akan segera tiba.” Ucap Manager Myung.
“Ada apa sebenarnya?” tanya Ryu Jin heran dan akan masuk ke ruangan CEO. 

Tiba-tiba semua sudah berkumpul dan langsung memberikan Selamat. Ryu Jin hanya bisa melonggo melihatnya, Nyonya Song pun membawkan kue mengaku sudah tahu Ryu Jin akan berhasil karena Sutradara James berubah pikiran.
“Debutmu di Hollywood sudah pasti.” Ucap Nyonya Song. Ryu Jin hanya bisa terdiam.
“Kau kenapa? Ada masalah?” tanya Nyonya Song heran melihat reaksi Ryu Jin.
“Maafkan aku, Semuanya... Aku... tidak akan ke Hollywood.” Akui Ryu Jin. Nyonya Song kaget kalau Mendadak begini
“Aku akan bermain di film yang lebih bagus.” Kata Ryu Jin. Nyonya Song melonggo kaget.  Saat itu Manager Myung datang dan kaget karena Ryu Jin sudah lebih dulu datang.
“Kwae-nam... Apa Kau sudah tahu hal ini?” tanya Nyonya Song marah. Manager Myung hanya bisa tertunduk diam.
“Apa Kau sudah tahu hal ini?” teriak Nyonya Song marah dan ingin melempar kue ke arah Manager Myung. Ryu Jin langsung menghalanginya.
“Seharusnya kau lempar itu kepadaku. Aku yang berkata tak akan ke Hollywood, bukan Kwae-nam.” Ucap Ryu Jin marah pada Nyonya Song. Nyonya Song pun hanya bisa terdiam.
“Pak Park, ini aku, Ryu Jin. Aku mau memberimu berita eksklusif. Judul beritanya adalah... "Ryu Jin melepaskan debut Hollywood." Kata Ryu Jin berbicara ditelp. Nyonya Song berteriak marah.
“Ryu... Kenapa kau begini kepadaku?” kata Nyonya Song langsung melempar ponsel Ryu Jin.
“ Untuk sementara, keadaan akan tenang berkat kau.” Ucap Ryu Jin mengambil ponselnya dan pergi. 



Pagi hari
Nyonya choi membuatkan sup touge untuk anaknya karea pasti pengar jadi harus Makan yang baik. Ae Jung heran Mengapa Ibunya baik sekali kepadanya dan berpikir sudah berbuat salah.  Nyonya Choi heran Ae Jung tak pernah cerita tentang lingkungan tempatny bekerja.
“Apa maksud Ibu?” tanya Ae Jung heran. Ha Nee pikir ibunya sungguh tak ingat.
“Tiga pria membawa Ibu pulang.” Kata Ha Nee. Ae Jung tak percaya kalau Tiga pria membawanya pulang dan langsung makan tak ingin membahasnya.
“Aktor memang sangat berbeda. Aslinya lebih tampan. Investormu juga sangat berkarisma. Sutradara filmmu... Tunggu. Apa dia pengajar tamu di kelas Ha-nee...” ucap Nyonya Choi
“Kemarin pria lain yang menjadi pengajar tamu. Ryu Jin.” Ha Nee. Nyonya Choi kaget bertanya kenapa.
“Apa Cheon Eok-man tak datang?” tanya Nyonya  Choi. Ae Jung menjelaskan pada ibunya kalau Terjadi sesuatu kemarin.
“Menurutku itu hebat. Aku mendengar soal cinta pertamanya.” Cerita Ha Nee memancing. Nyonya Choi tak percaya membahas Cinta pertama
“Ya. Kemarin dia bilang cinta pertamanya adalah orang yang membuatnya ingin menjadi aktor.” Cerita Ha Nee
“Ini Pasti seru... Seharusnya aku ke sana.” Unkap Nyonya Choi. Ae Jung hanya bisa tertunduk tak ingin membahasnya.
“Tapi siapa cinta pertama Ibu? Aku hanya penasaran dengan tipe pria yang Ibu sukai.” Kata Ha Ne pada ibunya. Ae Jung terlihat kebingungan.
“Ibumu mirip denganku. Dia suka pria yang punya wajah berkarakter. Astaga. Seingatku, ketiga pria semalam punya...” kata Nyonya Choi dan langsung disela oleh Ae Jung.
“Apa yang Ibu katakan? Astaga, Ibu tak tahu apa pun... Aku tak suka tipe seperti itu.’ Teriak Ae Jung. Nyonya Choi heran anaknya sampai berteriak begitu.
“Jadi, ternyata aku tak mirip ayah. Hidung dan mataku besar. Apa mata dan hidung ayahku kecil?” ucap Ha Nee. Nyonya Choi dan Ae Jung hanya terdiam. Ha Nee pikir kalau tidak tak perlu dibahas dan pamit pergi.
***
Bersambung ke Part 2


Cek My Wattpad...  ExGirlFriend

      
Cek My You Tube Channel "ReviewDrama Korea"

PS; yang udah baca blog / tulisan aku.. Tolong minta follow account IG aku yah dyahdeedee09  & Twitter @dyahdeedee09  jadi biar makin semangat nulisnya. Kamsahamnida.

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar