Senin, 21 Maret 2016

Sinopsis Ms Temper & Nam Jung Gi Episode 2 Part 2

Si kakek tua tidur di sofa dengan suara mendengkur yang sangat keras, temannya mengejek menyuruh si kakek itu lebih baik tidur saja dirumah. Si kakek itu pun bangun sambil mengeluh kalau penyanggah tanganya itu  tak nyaman dan langsung melepaskan gipsnya. Temanya menyuruh si kakek tak perlu melakukan hal itu pada Jung Gi.
Aku memang berbohong tentang patah tulang, tapi aku keseleo!” kata si kakek memperlihatkan tanganya sudah baik-baik saja.
Wow, sepertinya kau mendapatkan tumpangan gratis! Apa orang itu masih belum tahu?” tanya teman lainya.
“belum tahu, dia sangat baik, tidak seperti orang-orang belakangan ini! Aku hanya perlu melakukannya tiga hari lagi.” Kata si kakek tertawa bahagia. Temenanya mengejek keresakaannya itu membuat kepalanya semakin botak.
Da Jung tiba-tiba masuk ke dalam ruangan dan melihat si kakek tanpa mengunakan gips, Si kakek langsung cepat-cepat memasang gipsnya kembali. 

Hyun Woo yang mendengar rencana Gold merasa tindakan bukan hanya sekedar "berlebihan." Tapi bertindak seperti penjahat. Mi Ri mengartikan mereka bisa kehilangan begitu saja dan hanya duduk diam saja. Young Mi mengatakan mereka tidak bisa melakukan apapun karenapunya banyak utang dengan semakin lama menahanya maka akan semakin buruk.
Mi Ri mengumpat kesal dengan situasi yang langsung berubah. Jung Gi keluar dari ruangan Direktur Jo dengan wajah lemas, lalu menyuruh Hyun Woo agar membuat pemesanan di restoran untuk besok, tempat yang paling disukai oleh Direktur Kim. Hyun Woo kaget mendengarnya,
Formula kita dicuri dan sekarang dia ingin kita mentraktirnya makan malam juga?” keluh Hyun Woo tak percaya, Jung Gi meminta mereka mengerjakanya saja.
Hidup sungguhlah sulit. Gumam Jung Gi menatap layar komputernya dengan helaan nafas

Keempatnya makan bersama di sebuah ruangan restoran dengan duduk bersila, tangan Direktur Kim yang nakal sempat meraba paha pelayan saat membawakan minuman. Da Jung melirik sinis melihat tingkah atasanya. Direktur Kim melihat makanan diatas meja sangat enak. Direktur Jo pun melihat sushi buatan restoan itu sangat enak.
Da Jung pun menaruh kontrak diatas meja,  dengan mengatakan apabila  mereka punya masalah dengan syaratnya, lebih baik selesaikan dengan cepat. Direktur Jo ingin mengeluarkan sesuatu dari saku jasnya, tapi Direktur Kim mengeluh kalau itu terlalu terburu-buru dan menegur Da Jung meletakan surat kontrak diatas meja makan.
“Direktur Jo.... Kau akan mengurus aku hari ini kan?” ucap Direktur Kim
Tentu saja! Aku akan memberikan pelayanan penuh padamu hari ini!” kata Jung Gi menuangkan arak dan  mengajak mereka mulai minum.  Da Jung terlihat cemberut melihat tingkah bosnya, Direktur Kim merasa senang setelah minum
Ada banyak hal yang terjadi saat melakukan bisnis, benarkan?” kata Direktur Jo, Direktur Kim membenarkan.
Sedikit ada ketegangan di antara kita, tapi aku melakukan semua itu demi kebaikan Lovely kosmetik! Semua berkat Manajer Ok yang mengurus apa yang kita tandatangani hari ini. Benar begitu bukan?” ucap Direktur Kim, semua ikut tertawa seperti menyetujuinya, kecuali Da Jung. Direktur Jo pun memuji Direktur Kim yang memiliki rencana terhebat


Jung Gi dan Direktur Jo mulai melayani Direktur Jo dengan pergi ke tempat karaoke dan juga ada seorang wanita cantik yang menemaninya. Da Jung melihat jam tanganya yang sudah terbuang sia-sia. Jung Gi dan Direktur Jo menyanyi sambil menuangkan wiski pada Direktur Kim. Da Jung mulai segelas wiski, Direktur Kim memuji cara minumnya sangat bagus. Jung Gi terlihat gugup melihat sikap Direktur Kim.
Direktur Kim menuangkan kembali pada gelas Da Jung yang kosong, Direktur Jo pun mencoba mengalihkan kalau Direktur Kim juga harus menuangkan padanya. Direktur Kim mengaku sangat mempercayai, menghargai dan menghormati Da Jung dan hanya Direktur Jo yang mengetahui hal itu.
Dengar, kenapa aku setuju untuk menandatangani serum yang disetujui oleh Manajer Ok? Aku tidak akan menandatangani kontraknya sampai melihat Manajer Ok mabuk malam ini!” kata Direktur Kim memberikan syaratnya. Da Jung kembali melirik sinis.
Direktur... Kalau kau menunggu sebentar, gadis di tempat ini akan segera kesini, direktur” ucap Direktur Kim mulai mencoba merayu.
Kau sepertinya sudah mabuk, jadi mari kita selesaikan semuanya sekarang” kata Da Jung kembali mengeluarkan kontrak kerja.
Hei! Aku sudah bilang padamu, ada perintah untuk hal seperti ini!” teriak Direktur Kim dan mengajak mereka kembali minum. 


Jung Gi pergi ke toilet langsung memuntahkan semua whiskie yang diminumnya, ketika keluar dari toilet melihat Da Jung yang berdiri didepan toilet. Jung Gi berusaha untuk lewat begitu saja tapi Da Jung menanyakan alasan Jung Gi bisa setuju begitu saja. Jung Gi mengatakan itu karena bosnya yang menginginkannya.
Aku yakin mengatakan padamu bahwa semua keputusan berada di tangan Lovely” ucap Da Jung, Jung Gi menegaskan kalau mereka tidak punya pilihan. Da Jung mengejek Jung Gi yang memiliki pemikiran yang sempit
Bukankah ini sebabnya kau menyuruhku untuk membuat serumnya? Untuk melakukan ini? Kau berbuat seperti ini supaya kami bahkan tidak bisa menjualnya kepada perusahaan lain Dan menunjukkan kontrak mengerikan ini di wajah kami. Perusahaan yang tidak memiliki kekuasaan seperti kami tidak bisa berbuat apa-apa selain menyetujuinya” ucap Jung Gi dengan nada sedikit marah

Kenapa? Karena Perusahaan Gold harus menandatangani kontrak dengan kami supaya kami bisa bertahan! Lalu Kenapa kau bertanya seolah-olah kau tidak mengetahuinya? Apa kau tahu bagaimana perasaan kami sekarang? Aku merasa kacau seperti orang tua yang menjual anaknya. Jadi jangan katakan pada kami " ini yang kau pilih untuk dirimu sendiri!"” jerit Jung Gi tak bisa menahan amarahnya kembali berjalan.
Bukankah seharusnya orang tua melindungi anaknya? Aku pikir kau akan menolak menandatangani kalau aku menawarkan kontrak seperti itu Kau bahkan tidak berusaha bernegosiasi dan membodohi dirimu sendiri! Apa kau tidak pernah mempertimbangkan bahwa kau dianiaya?” jelas Da Jung dan berjalan lebih dulu, Jung Gi terdiam mendengar ucapan Da Jung. 


Di dalam ruang karaoke
Sudah ada cap milik Direktur Jo  mengenai Kontrak OEM, Direktur Jo meminta agar wanita yang dibawanya memberikan pelayanan yang bagus karena Direktur Kim itu adalah orang yang penting, lalu menanyakan tentang surat kontraknya.  Direktur Kim mengeluarkan cap sebagai tanda tanganya dan menyuruh Direktur Jo memberikan cap sebanyak yang dinginkannya, Direktur Jo pun mengucapkan terimakasih dan langsung memberikan cap pada semua kertas kontrak kerja.
Direktur Kim yang melihat wanita cantik didepanya, langsung memeluknya erat-erat. Da Jung masuk ruangan melihat tingkah Direktur Kim yang sangat memalukan, Direktur Kim bertanya kemana saja bawahanya itu dan menyuruh segera membawa surat kontrak dan pulang. Jung Gi baru masuk melihat Direktur Kim sudah memelukan seorang wanita.
Direktur Jo pun memberikan surat kontrak yang akan dibawa Da Jung, Jung Gi mencoba tersenyum melihat kontrak sudah ditanda tangani. Da Jung melihat tingkah atasanya langsung merobek surat kontraknya, Ketiga pria yang ada didalam ruanga kaget melihat Da Jung. Direktur Kim yang melihatnya merasa Da Jung itu sudah gila melakukan itu semua.

Aku tidak menyetujui kontrak ini, dan tidak akan melakukannya!” tegas Da Jung dengan nada tinggi.
Aku tidak akan membiarkan ini, Aku akan membunuhmu!” ucap Direktur Kim mengambil sesuatu yang diatas meja untuk dilempar.
Da Jung memutar botol ditanganya dan sudah siap melempar juga, sambil mengumpat menantang Direktur Kim untuk melemparkan padanya. Direktur Kim langsung menutup hidunganya mengejek Da Jung si penyihir dan menyuruhnya untuk pergi.
Jung Gi dan Direktur Jo binggung melihat situasi yang berubah. Da Jung menyuruh Direktur Kim agar mencari orang untuk membersihkan kotorannya lalu keluar ruangan, Jung Gi akhirnya mengejar Da Jung keluar ruangan. Direktur Kim berteriak kesal dengan menurunkan buah nanasnya. 


Jung Gi mengejar Da Jung sampai ke depan, tak percaya bisa melakukan ini semua. Da Jung memutuskan  berhenti dari ini semua. Jung Gi merasa kalau memang Da Jung akan menghentikannya, seharusnya melakukannya dengan baik-baik dan tak perlu melakukan tindakan seperti itu.
Takdir dari perusahaan kami tergantung dari kontrak itu!” teriak Jung Gi
Hiburlah Direktur Kim dan minta dia untuk menghubungkan dengan eksekutif yang lain, tapi Aku tidak akan melakukannya.” Ucap Da Jung dingin
Ini tidak ada hubungannya denganmu! Orang-orang yang mendapatkan royalti akan ikut bersama kami! Yang kau lakukan hanyalah berpura-pura tidak tahu!” jerit Jung Gi
Itu ada hubungannya denganku, Kalau Direktur Kim mencuri pekerjaanmu dan produk itu menjadi terkenal, maka Dia akan mendapatkan bonus tahun depan dan aku akan mendapatkan promosi. Semuanya memanfaatkan orang-orang seperti kalian sebagai batu lompatan. Itu sebabnya aku tidak menyukainya” tegas Da Jung
Kalau begitu, silahkan lakukan itu! Lagipula memang selalu seperti itu! Berhentilah menganggu orang banyak karena rasa keadilanmu!” jerit Jung Gi
Da Jung tak setuju dengan kalimat “Rasa keadilan” karena merasa Jung Gi itu membelanya karena merasa kasihan, dengan sedikit berteriak mengatakan kalau Jung Gi pengecut maka si bajingan Direktur Kim tidak dipecat dan terus melanjutkan menjadi penguasa yang jahat, jadi menurutnya lebih baik teruskaan hidup seperti itu daripada menyalahkan orang lain lalu berjalan pulang
Hanya karena aku bawahan, Bukan berarti aku tidak bisa mengatakan sesuatu yang tidak adil. Tapi di dunia ini di mana seseorang bahkan tidak bisa menjadi bawahan saat seseorang melindungi harga diri mereka.Gumam Jung Gi dengan mata berkaca-kaca 


Direktur Kim sudah mulai mabuk membahas tentang tingkah si penyihir Da Jung, sambil mengeluh kalau selama ini harus hidup dengan hal seperti itu. Jung Gi kembali datang, Direktur Jo menyuruh Jung Gi lebih baik duduk saja dengan sedikit mabuk merasa setuju kalau Da Jung itu wanita gila.
Jung Gi melirik karena Direktur Kim mencari gadis yang tadi menghiburnya. Direktur Jo mengatakan wanita itu akan segera datang kembali. Jung Gi pun dengan sangat terpaksa menerima minuman dari atasnya. Direktur Jo melihat Direktur Kim mulai tak sadarkan diri setelah mabuk, lalu menyuruh Jung Gi memanggil sopir penganti. 

Pelayan mengendong Direktur Kim sampai masuk ke dalam mobil, Direktur Kim pun membayar dengan uangnya sendiri pada sopir penganti. Keduanya langsung membungkuk saat mobil Direktur Kim berjalan pergi. Direktur Jo yang sedari tadi mencoba bertahan sedikit lemas.  Akhirnya Jung Gi duduk disamping sopir melihat dari kaca spion, Direktur Jo yang sudah tertidur.
Kalian tidak tahu bagaimana rasanya, dengan rasa putus asa mengatur posisi bawahan, karena alternatifnya lebih buruk. Ah... Tidak, kalian semua tahu dengan baik perasaan itu, Makanya kenapa dunia berjalan seperti itu.Gumam Jung Gi sambil menatap keluar jendela
Jung Gi pun mengendong Direktur Jo sambil kedalam rumah karena sang istri sudah menunggunya pulang. 

Jung Gi tertidur dibangku belakang saat mobil sudah parkir didepan apartementnya, Sopir penganti membuka pintu belakang membangunkan Jung Gi karena mereka sudah sampai. Jung Gi berteriak marah karena sangat berisik sekali. Sopir penganti mengoyangkan tubuh Jung Gi agar bangun dan segera membayar upahnya.
Kau pikir aku mau hidup seperti ini? Kalau aku diperlakukan seperti sampah dan semuanya menyalahkan aku. Apa yang harus kulakukan? Huh?” jerit Jung Gi yang sudah mambuk
Yah, sulit untuk dijalani, tapi untuk keadaan ini bisa membuat sulit untukku! Berhentilah membuat kekacauan!” kata si sopir penganti dan mengambil beberapa lembar uang dari dompet Jung Gi
Da Jung berdiri dibalkon sambil meminum tehnya, terlihat dari wajahnya memikirkan segala tindakan yang sudah dibuatnya. 

Jung Gi terbangun dari tidurnya, dan menyadari sudah ada di kamarnya lalu berteriak melihat jam tanganya. Ketika turun dari tempat tidur melihat crayon yang ada ditanganya dengan wajah binggung. Tuan Nam keluar dari kamar melihat anaknya yang pulang sangat larut dan akan pergi lagi. Jung Gi mengaku Ada pekerjaan yang harus dilakukan dikantor
Wow, kenapa kau sibuk sekali? Apa tempatmu bekerja tidak memberimu hari libur?” keluh Tuan Nam.
Aku tahu, sekarang sudah terlambat ayah, aku akan kembali” kata Jung Gi terburu-buru
Tuan Nam melihat Bong Gi yang sudah bangun dipagi hari sambil meminum kopi, lalu sudah bisa menembak anak bungsunya itu sebenarnya baru pulang pagi hari. Bong Gi menyangkal karena terkadang juga bangun cepat

Jung Gi berlari ke parkiran dan kebingungan mencari parkiran mobilnya dan mengarahkan kuncinya agar mencari mobil dengan alarmnya. Ketika sudah menemukanya, terdengar suara Da Jung yang memanggilnya. Jung Gi mau tak mau pun membalas sapaanya.
Sepertinya kau akan pergi ke suatu tempat, meskipun sekarang hari libur” kata Da Jung dengan nada sindiran
Ya, ada pekerjaan yang harus ku kerjakan, jadi...” ucap Jung Gi lalu melihat mobil Da Jung itu tergores dengan parah sekali dan mobil milik Da Jung Produk luar negeri jadi pasti sangat mahal biaya perbaikanya.
Da Jung rasa memang mahal sambil menatap Jung Gi yang membalas sindiriannya. Jung Gi memilih untuk segera pamit karena ada urusan penting, lalu berlari ke mobilnya dengan wajah tersenyum bahagia. Da Jung pun melihat mobil Jung Gi yang melaju didepanya.
Di bengkel
Da Jung mengecek rekaman Black Boxnya, memberitahu tentang kejadian  pada layarnya dan meminta agar mendapatkan nomor mobilnya. Si pegawai bengkel melihat mobil itu hanya melewatinya dan ada banyak orang yang seperti itu menurutnya Da Jung hanya memerlukan mobil baru atau tinggalkan di bengkel untuk perbaikan Tiba-tiba Da Jung melihat sosok orang di layar, Si pegawai melihat pria itu yang pergi begitu saja. 

Jung Gi kembali memberikan uang sebagai ganti rugi pada si kakek agen pemindah barang, Kakek itu dengan gugup mengatakan Jung Gi tak perlu lagi melakukan itu padanya. Jung Gi binggung menanyakan alasanya. Si kakek mengeluarkan tangan dari gipsnya, memperlihatkan tangannya yang sudah bisa digerak-gerakan.
Tunggu, jadi kau sudah sembuh sekarang?” jerit Jung Gi tak pecaya
“Tolong pastikan kau mengatakan pada wanita di 902 bahwa aku sudah sembuh sekarang, mengerti?” kata si kakek. Jung Gi mengerti dan bertanya tentang uang dalam amplopnya. Kakek itu pun tak ingin menerimanya, Jung Gi langsung mengucapkan terimakasih karena bisa menyelamatkan uangnya. 

Da Jung berteriak agar si pegawai bengkel agar menghentikan videonya, dan meminta aga bisa mengprint gambar itu. Jung Gi pulang ke rumah melihat ditaman, Woo Joo yang sudah mengendarai sepedanya. Ia pun turun memanggil anaknya lalu bertanya apa sedang dilakukan anaknya pada sepeda itu.
Terdengar bunyi sirine dari lantai sembilan, Da Jung dengan toa mengatakan bisa mengembalikanya sepedanya sekarang.  Woo Joo dengan senyum bahagia mengerti akan segera mengembalikanya. Jung Gi heran melihat sikap Da Jung pada anaknya itu. 

Keduanya keluar dari lift bersama, Da Jung sudah menunggunya. Woo Joo pun menyerahkan sepedanya dengan senyuman. Jung Gi memberitahu sudah tak perlu lagi dan Woo Joo bisa menengandarinya karena sudah milikinya sekarang.Woo Joo tak percaya sepeda itu sudah bisa dikendarai sepuasnya.
kau dengarkan? Orang dari jasa pindahan itu sudah baikan sekarang” kata Da Jung, Woo Joo berteriak gembira memasukan sepedanya, Jung Gi pun mengajak anaknya segera masuk ke dalam rumah.
Bukankah ada yang ingin kau katakan kepadaku?” kata Da Jung menyindir
Terima kasih banyak sudah menjaga sepeda itu sampai sekarang Dan orang dari jasa pindahan itu sudah baikan sekarang Jadi semuanya sudah selesai, kan?” ucap Jung Gi, Da Jung tak percaya hanya itu saja yang ingin dikatakanya.
Memangnya aku harus mengatakan apa lagi?” tanya Jung Gi balik bertanya heran
Aku tahu kau pengecut, tapi ternyata kau juga lancang, huh?” ejek Da Jung
Apalagi kalau begitu? Kau mau aku membungkuk atau semacamnya? Haruskah aku berterima kasih karena sudah merobek kontraknya?” jerit Jung Gi kesal, Da Jung berkomentar Jung Gi menahan dendam.
Aku hanya ingin hidup tanpa masalah sebagai tetangga mulai sekarang.” Kata Jung Gi lalu menundukan kepala dan masuk ke dalam rumah.

Didepan pintu, Jung Gi bertanya-tanya denan wajah kesal, Apa sebenarnya yang diinginkan Da Jung darinya. Teringat ucapan Da Jung saat di karaoke. Aku tidak bisa menyetujui kontrak ini dan tidak akan melakukannya! Dengan merobek kontrak kerja yang sudah diberi cap.
Aku ingin tahu apakah terjadi sesuatu pada perusahaan sekarang” ucap Jung Gi 

Hyun Woo memanggil Jung Gi yang baru saja masuk kantor, memberitahu  Manajer Ok telah meninggalkan perusahaan Gold, Jung Gi kaget mendengarnya dan pikir karena kejadian hari itu jadi merasa tidak enak karena sepertinya gara-gara kontrak kerja mereka. Hyun Woo pikir Da Jung itu  pergi ada tawaran di tempat lain.
Best kosmetik berusaha keras untuk merekrutnya. Aku rasa dia mengambil kesempatan itu dan pergi” kata Hyun Woo yakin, Jung Gi makin kaget mendengarnya.
Karena dia akan pergi, makanya dia berbuat seperti itu pada direktur yang dia bencinya selama ini. Tapi berkat itu, kita tidak perlu tanda tangan kontrak” kata Hyun Woo, Jung Gi mengumpat kesal
Kalau dia memang bermaksud untuk pergi, seharusnya dia membiarkan saja kontraknya! Aku bodoh berbicara tentang kesadaran dengannya bahkan sedetik saja! gumam Jung Gi 

Jung Gi masuk ke ruang Direktur Jo memberitahu  Best Kosmetik sama sekali tidak bermaksud untuk melakukan pembelia jadi ia rasa yang terbaik adalah berusaha berbicara lagi dengan Direktur Kim dengan Segera setelah mereka mendapatkan manajer yang baru tentu saja dan bertanya apa yang harus mereka lakukan sekarang.
Direktur Jo hanya menjawab mengerti dan menyuruh Jung Gi segera keluar saja. Jung Gi binggung, Direktur Jo terlihat gelisah mengatakan hanya ingin sendirian saja. Jung Gi keluar ruangan merasa sangat aneh dengan sikap Direktur Jo sekarang.
Sementara di dalam ruangan, Direktur Jo kembali memakan coklat ketika dalam keadaan stress, sambil menatap ponselnya. Ada pesan dari Da Jung Tolong pikirkan penawaranku dengan penuh pertimbangan. Direktur Jo terlihat makin stress dengan melihat kembali pesan Da Jung. 

Jung Gi keluar dari rumah untuk membuang sampah melihat Da Jung sedang ada didepan lift, dalam hatinya bergumam kalau sekarang sudah tak ada hubungan lagi antara atasan dan bawahan dan Da Jung hanya seorang Ahjumma yang tinggal didepan rumahnya.
Aku dengar kau meninggalkan perusahaan, kau pasti merasa tidak nyaman. Aku tahu rasanya menjadi pengangguran, melihat itu semua seperti kau bisa melakukan apa saja saat kau pergi.” Ejek Jung Gi yang mendapat lirikan dari Da Jung
“Sepertinya bukan itu sebenarnya masalahnya saat kau benar-benar pergi. Tapi tetap saja, kau lebih berbakat daripada aku, jadi aku yakin kau akan segera mendapatkan pekerjaan” kata Jung Gi, Da Jung tetap saja melirik sinis
Oh, maaf karena tidak menghormati batasan-batasanku! Maksudku, bagaimana bisa orang rendahan seperti aku mengkhawatirkan dirimu?” kata Jung Gi sambil tertawa mengejek, Da Jung mengucapkan terima kasih atas perhatianya dengan nada sinis. Jung Gi pun memberikan semangat pada Da Jung. 

Keduanya masuk ke dalam lift, Da Jung menempelkan selebaran di dinding lift  [Dicari: Pria yang melakukan tabrak lari!!! Kalau kau tidak mengaku, aku akan mengambil tindakan hukum!] dengan foto gambar.  Jung Gi melihat Da Jung yang sudah mendapatkan rekaman pria yang membuat mobilnya tergores, lalu bertanya berapa banyak biaya yang harus dikeluarkanya. Da Jung menatap Jung Gi dengan sinis memberitahu semuanya total 4,830,000 won.
Wow, itu gila!!! Aku asli dari sini, jadi aku segera bisa tahu kalau aku melihatnya orangnya” kata Jung Gi, Da Jung pun mempersilahkan agar bisa melihatnya.
Jung Gi melihat lebih dekat dan seperti sangat mengenal bayangan dirinya walaupun terlihat buram karena malam hari. Wajahnya langsung panik, Da Jung bertanya apakah Jung Gi mengenal orang yang ada difoto itu. Jung Gi mengaku tak mengenal karena gambarnya terlalu kabur dan gelap.
Dan dengan gambar itu, wanita ini dan aku kembali menjadi hubungan atasan-bawahan gumam Jung Gi panik lalu buru-buru keluar lift setelah pintu terbuka tapi Da Jung langsung memanggilnya dan membuka pintu lift yang akan tertutup. 

Kapan kau pulang tadi malam?” tanya Da Jung, Jung Gi mengaku karena mabuk jadi benar-benar tak ingat.
Kau memakai jasa supir pengantar, kan? Dan kau juga memarkir mobilmu dengan benar?” ucap Da Jung.
Aku yakin supir yang mengurus itu! Tapi apa kau yakin bahwa orang di foto itu yang melakukannya?”kata Jung Gi berusaha mencari pembelaan.
Aku mendapatkannya dari rekaman kamera yang terpasang di mobilku Dia menggores mobilku dan secara misterius menghilang Kalau kau ingat sesuatu atau melihat sesuatu. Beritahu aku!! Aku benar-benar harus mendapatkan uang sebanyak 4,830,000 won dari mereka” tegas Da Jung, Jung Gi membungkuk mengerti dengan wajah ketakutan.

Jung Gi berlari ke parkiran memutar-mutar mobilnya mencari sesuatu, sampai akhirnya dibagian kiri mobilnya ada bekas lecet dibagian belakang, teringat saat bangun tidur memegang crayon ditanganya dan itu untuk menutupi lecet dimobilnya. Ia pun hanya bisa mengumpat kesal karena harus berhubungan lagi dengan Da Jung.
Da Jung pergi ke bagian kemananan dan memberikan selembaranya, Tuan Nam kaget melihat selebaran bertuliskan [Dicari : Pria yang melakukan tabrak lari!] dengan wajah yang terlihat buram.

Jung Gi duduk disamping mobilnya, menelp ke perusaahan sopir penganti. Pegawai yang mengangkat telp memberitahu tidak bisa menghubungi supir itu karena berhenti hari ini. Jung Gi menjerit dan menurutnya tak mungkin itu bisa terjadi padanya.
Bisakah aku tahu kapan tepatnya aku sampai di rumah kalau begitu?” ucap Jung Gi
Tunggu sebentar..... Itu aneh, di sini tidak tertulis keterangan” kata Si pegawai
Aku harus tahu apakah ada kecelakaan atau tidak hari itu Jadi tolong hubungi aku kalau kau menemukan supir itu! Mengerti? Kumohon, kumohon, kumohon!” kata Jung Gi benar-benar panik 

Dirumah
Tuan Nam mencoba melihat dengan jelas dengan kaca mata bacanya, Jung Gi baru kembali kerumah, Tuan Nam langsung menghampiri anaknya bertanya apa sebenarnya yang terjadi, apakah itu benar-benar anaknya yang melakukanya. Jung Gi merasa tak ingin dan merasa  supir pengganti yang menggoresnya
Sial! Seharusnya dia yang ada di foto ini, bukan kau!” jerit Tuan Nam
Aku bisa gila karena tidak tahu kenapa fotoku ada di sana” ucap Jung Gi juga merasa kesal
Kau benar-benar tidak menyentuh setir, kan?” tanya Tuan Nam dengan wajah tenang. Jung Gi menyakinkan kalau yang dikatakan itu adalah yang sebenarnya.
Mereka bilang akan melakukan pengaduan kalau aku tidak bisa menemukan siapa orang ini! Ahjuma di 902 mengatakan bahwa Aku layak dihukum karena tidak menjalankan tugasku dengan benar! Tangkap supir pengganti itu supaya kau tidak lagi di tuduh. Tapi Maaf, aku harus memasang ini.” kata Tuan Nam, Jung Gi menjerit kaget
Tolong mengertilah penderitaan hati ayahmu ini.” kata Tuan Nam, Jung Gi pun hanya bisa meminta maaf pada ayahnya. 

Da Jung kembali melihat rekaman dari Black Boxnya, melihat mobil yang mundur lalu ada orang yang jatuh didepanya. Teringat saat hari itu Jung Gi mengatakan akan ada pekerjaan yang penting yang harus dikerjakan lalu pamit pergi dan terlihat wajahnya sangat sumringah seperti sedang mengerjainya dan melihat samping mobil yang diberi crayon abu-abu.
Kau bajingan, aku mendapatkanmu sekarang” ucap Da Jung Penuh dendam. 

Di dalam kamar, Jung Gi mondar mandir dengan wajah gelisah menyakinkan kalau semua itu hanya ada yang salah dalam hal ini dan Tidak mungkin itu terjadi!
Aku sangat mabuk sampai aku tidak ingat, jadi kenapa aku harus menggores mobilnya? Ini jelas sekali...” kata Jung Gi merasa yakin kalau tak melakukanya.
Tapi kenapa aku memiliki krayon ini? Sial!” jerit Jung Gi kesal karena salah satu buktinya adalah crayon untuk menutupi goresan dimobilnya. Ia pun teringat kembali degan ucapan  Da Jung Tidak ada yang ingin kau katakan padaku? Dan kau memarkirnya dengan benar?
Yah, supir pengganti yang jelas-jelas melakukannya saat aku sedang tidak sadar. Dia yang melakukannya dan melarikan diri,  Pasti benar begitu!!! Itu menjelaskan kenapa dia tiba-tiba berhenti! Tapi, apa yang harus kukatakan pada Manajer Ok?” ucap Jung Gi mulai frustasi. 

Di dalam lift
Woo Joo melihat selebaran yang ditempel didinding dan melihat itu seperti wajah ayahnya. Bong Gi panik mengatakan kalau pasti bukan ayah Woo Joo ada di dalam gambar itu, tapi setelah itu akhirnya mengatakan kalau pelakunya nanti benar-benar tertangkap basah

Jung Gi duduk di meja kerjanya merasa yakin kalau semua kejadianya sangat aneh dan menyakinkan kalau lebih baik berpura-pura bodoh, karena ia pernah melakukannya sebelumnya, tapi menurutnya sekarang benar-benar bodoh sekarang.
Aku tidak bisa mengaku. Kalau aku melakukannya dan terjadi kesalahan. Dia bisa menuntutku mabuk saat mengemudi!” jerit Jung Gi sendirian dikamarnya.
Hyung! Aku ada yang menggores mobil ahjuma di 902! Wow, bajingan gila itu, aku rasa dia melarikan diri karena itu adalah mobil dari luar negeri!” ucap Bong Gi masuk ke dalam kamar kakaknya sambil membawakan es krim.
Apa kau bilang dia bajingan?” jerit Jung Gi marah
Bong Gi kaget karena Jung Gi tiba-tiba marah. Jung Gi memarahi adiknya yang berbicara kasar "bajingan gila" di depan Woo Joo dan seharusnya mengunakan kata-kata yang baik didepan anaknya lalu mengumpat pada sang adik. Bong Gi melihat crayon diatas meja sambil mengeluh kakaknya itu tak memakan es krim yang sudah dibelikanya. 

Di sebuah cafe
Direktur Jo mengelurkan tanganya, Da Jung duduk didepanya pun merahnya dan keduanya saling berjabat tangan seperti sudah membuat sebuah kesempakatan. Semantara Jung Gi dengan jaket menutupi kepala dan masker mencoba menutup wajah di setiap selebaran dengan krayon agar tak terlihat wajahnya.
Berhadapan dengan kebenaran memerlukan banyak keberanian. Aku memutuskan untuk mengakui bahwa aku adalah pengecut, mulai hari ini.” 

Da Jung melihat selebaran yang sudah ditutupi oleh crayon, Jung Gi sampai ke lantai atas dan mencoba menutupi tapi ternyata fotonya sudah ditutup krayon.
Baik atau buruk, hubungan atasan-bawahan diantara kami sudah berakhir. Dan sangat mudah untuk menyembunyikan kehadiranku di tempat seperti apartemen.
Jung Gi mendengar bunyi suara pintu Da Jung akan keluar, akhirnya ia buru-buru bersembunyi dan memilih untuk menuruni tangga dari lantai 9. Da Jung melihat kearah belakang seperti merasakan ada orang yang berada dibelakangnya. 

Jung Gi mendatangi bengkel, si pegawai memberitahu  mereka sudah mengganti bumper di belakang Dan mengecatnya dengan warna aslinya juga. Jung Gi pun mengucapkan terimakasih melihat body mobilnya sudah terlihat baru dan tak ada goresan sedikitpun.
Kelihatannya tidak ada bukti lain selain wajah buram pada rekaman Dan aku akhirnya sukses Atau seperti itulah kelihatannya.
Jung Gi tersenyum bahagia mengendarai mobilnya karena sudah menutupi semua kelemahanya. 

Jung Gi akan masuk ke dalam kantor dengan cuaca yang sangat cerah, tapi tiba-tiba ia merasakan kantor seperti es yang terasa sangat dingin. Dibagian depan parkiran adan mobil merah milik Da Jung. Dengan senyuman Jung Gi bertanya apa yang terjadi dengan semua timnya terlihat sangat tegang.
“Manager Nam, apa yang harus kita lakukan?” kata Hyun Woo binggung, Jung Gi meminta agar Hyun Woo segera memberitahunya. 

Direktur Jo keluar dari ruanganya bersama Da Jung menuruni tangga. Jung Gi benar-benar kaget melihat Da Jung yang selama dihindarinya bertemu dikantornya. Direktur Jo pun memperkenalkan Da Jung sebagai Kepala Manager Pemasaran yang baru.
Halo, aku Ok Da Jung.... Mari kita lakukan yang terbaik bersama-sama mulai dari sekarang” ucap Da Jung dengan tatapan sinis
Tidak mungkin! Hal mengerikan macam apa ini? jerit Jung Gi dalam hati dengan memalingkan wajah kesalnya
bersambung ke part 2 

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 



6 komentar:

  1. hahahahahahahahagakgakgak
    bener² konyol karena bisa ketwmu takdir seperti nam jung gi...
    kasian ahjussi

    tapi yg jadi nya, da jung gak galak² amat ke woo joo ....
    cie.... calon sae~omma.....

    BalasHapus
  2. aku suka ending ke 2 episode ini,
    ending episode 1, takdir ternyata tetanggaan....
    ending episode 2, takdir 1 kantor...hahahahaha

    bakalan ditindas everytime"s dech

    BalasHapus
  3. oh iya ost nya.... aku suka
    eh ternyata yg nyanyi every single day.....

    BalasHapus
  4. hahaha...lucu juga ini drama awal-awalnya...gimana endingnya nanti ya..??

    Baca Juga sis drama korea lee min ho terbaru

    BalasHapus
  5. Hahaha. .benar'' kocak. . Pengen nya menghindar, eh. .malah jd setiap hari ketemu. .

    BalasHapus
  6. Lanjut dong 3 dan 4 nya...plisss

    BalasHapus