Kamis, 03 Maret 2016

Sinopsis Come Back Mister Episode 3 Part 1

Maya memberitahu ada beberapa masalah, Hae Joon bertanya apa masalahnya. Ma Ya memainkan layar komputer besar yang ada didepanya
Penampilan fisikmu kembali ke dunia didesain oleh superkomputer kami. Untuk mencegah masalah yang tak diinginkan, Melalui tahapan panjang, memastikan tubuh tersebut ada atau tidak di dunia ini atau memang karena sudah mati.” Jelas Ma Ya mencoba-coba mencocokan dengan tubuh Young Soo sebelumnya. Wajahnya tersenyum melihat foto pria yang tampan untuk digantikan pada Young Soo.
Kemungkinan bertemu orang yang mirip denganmu 0.001%. dan Karena itu, ada 0.001% kemungkinan hal tersebut terjadi, maka Sesuatu yang tak seharusnya terjadi, malah terjadi.” Jelas Ma Ya saat itu mencari-cari wajah yang cocok dan itu tertuju pada Lee Hae Joon.

Hae Joon keluar dari lift tak percaya kalau itu bisa terjadi padanya. Ma Ya menjelaskan  Superkomputer tidak pernah salah tapi ada masalah. Hae Joon terlihat tertidur dengan mengunakan penutup matanya. Ma Ya terlihat bahagia karena sudah membuat Perombakan tubuh Berhasil.
Superkomputer kami tak bisa melakukan apa-apa kalau Tuhan sudah berkehendak.” Jelas Ma Ya
Kalau aku sampai di sana, aku akan mengajukan keluhan.” Teriak Hae Joon kesal
“Ini Tidak adil, Gogaeg-nim. Bukan aku masalahnya tapi Komputernya.... Komputernya.” Kata Ma Ya merasa menyesal
Hae Joon lalu bertanya apa yang harus dilakukan sekarang, Ma Ya menyarankan Hae Joon kembali. Hae Joon kesal mengingat yang sudah dilakukanya untuk kembali ke dunia. Ma Ya tertunduk sedih karena sudah tahu pasti Hae Joon tak mau kembali. Hae Joon mengangguk-angguk mengerti menurutnya tak ada yang bisa dibantu jadi  menurutnya tak masalah selama tak ada orang yang mengetahuinya. 


Di balik lift, Manager Ma menelp mengatakan sangat yakin bahwa Kenyataannya Hae Joon menyembunyikan identitasnya dan bertindak kesana-kemari dan juga  sangat berhati-hati. Presdir Cha yang mendapatkan berita itu mengingat ucapan Sek Wang kalau Anjing yang menanglah... yang akan dipeluk oleh Ketua Cha”
Ah, anak anjing ini.,, Beraninya dia menghadapiku?” ucap Presdir Cha marah
Kenapa? Kau bertemu anjing kampung yang tak mau menurut?” kata Suk Chul sambil menuangkan wine digelas, Presdir Cha mengaku semua ini membuatnya kesal
Kenapa kau memikirkannya seperti ini? Kirim dia jauh dariku. Bukankah kau berpengalaman melatih anjing?” kata Suk Chul
Tidak.... Kali ini, aku sendiri yang akan melatihnya. Aku sendiri yang akan melakukanya” ucap Presdir Cha licik 

Young Soo yang masuk kedalam tubuh Hae Joon, menatap dirinya sendiri diponsel dan sangat mirip hanya pria itu mengunakan kacamata dan terlihat sangat pintar, artikel bertuliskan judul [Putra rahasia Ketua Seon Jin Group, Lee Hae Joon Konsultan Manajer]
Ia langsung kaget mengetahui Hae Joon adalah putra dari Ketua Cha, tanganya pun langsung lemas. 

Yi Yeon ingin mendengar apa saja yang di ketahuinya mengenai foto yang dibicarakan sebelumnya. Gi Tak yang berada ditubuh Hong Nam menceritakan kalau ia  bicara dengan Han Gi Tak sebelum meninggal dan sang kakak yang menyuruh menemuinya jika terjadi sesuatu padanya.
Han Gi Tak...  apa yang terjadi padanya aku sungguh menyesalkannya. Ini perasaanku yang sebenarnya.” Kata Yi Yeon dingin lalu berjalan ke meja Wine
Kau datang ke tempat yang salah kalau kau mencari tahu tentang kejadian itu. Karena dia, situasiku jadi makin sulit.” Ucap Yi Yeon sambil menuangkan wine ke dalam gelas.
“Jadi kau sungguh mengira Han Gi Tak yang melakukannya? Orang yang kerjanya menggebuki orang lain.” Kata Hong Na, Yi Yeon tak peduli dengan hal itu.

“Apa Kau pernah mengira kalau itu jebakan? Ini semua untuk menjebakmu. Kau tertangkap basah dan umpannya langsung mati.” Kata Hong Na, Yi Yeon kaget sampai gelas diwinenya luber.
Hong Na mengucapkan kalimat yang sama dikatakan Gi Tak dipingir sungai Han, "Aku tak membencimu Sekalipun tidak pernah berpikir untuk membencimu” Yi Yeon menangis mendengarnya menatap Hong Na.
Itu yang dikatakannya, karena tak mengira kalau akhirnya dia mati.” Kata Hong Na, tanga Yi Yeon bergetar memegang gelas wine dan masih saja terus menangis, lalu meminum sedikit winenya. 

Oke, baiklah. Kau adiknya Han Gi Tak dan semua yang kau katakan benar Tapi Bukankah wajar membenci orang sepertiku? Lal Kenapa? Kau mau minta uang ganti rugi atas Oppamu?” ucap Yi Yeon berusaha tak menangis lagi dengan nada menyindir.
Alasan kenapa aku kemari... Kau masuk perangkap, dan Han Gi Tak mati. Kau butuh seseorang tapi tidak ada yang mempercayaimu. Itulah sebabnya aku kemari dan Itulah permintaan terakhir si Bodoh itu.” Tegas Hong Na yang menganggap dirinya (Gi Tak) bodoh dengan mata berkaca-kaca.  Yi Yeon sempat terdiam lalu melihat kaki Hong Na yang berdarah, tanpa alas kaki datang kerumahnya.
Hong Na akhirnya keluar dari kamar, Yi Yeon memberitahu Seung Jae tamunya mau pulang karena ia hanya mau mengantar sampai depan pintu kemarnya saja. Hong Na melirik Seung Jae yang sekarang berkerja untuk Suk Chul menjaga Yi Yeon lalu memberikan senyuman. 

Didepan rumah
Hong Na berusaha menjelaskan kalau keduanya itu salah paham klau Han Gi Tak bukan orang seperti itu, karean kakaknya itu tak pernah menyentuh model keparat itu. Seung Jae dengan nada kecewa menjelaskan karena kejadian itu semua pegawai dibawa ke kantor polisi dan mereka akhirnya berpisah, menurutnya itu bukan salah paham.
“Ini salah paham.... Dia tak pernah lupa janji yang dikatakan pada kalian.” Kata Hong Na menyakinkan Gi Tak tak seperti itu
Janji terkadang tak ditepati. Khususnya karena wanita.” Balas Seung Jae, Hong Na berteriak kalau bukan seperti itu.
Mulai sekarang, jangan pedulikan aku. Sebaiknya kau Pergilah dan Jangan berkeliaran di sini lagi.” Perintah Seung Jae
“Hei... dasar Kunyuk. Restoran direbut orang tapi kau malah diam saja?dan Hyungnim hanya berdiri saja ketika Na Seuk Chul merebut restorannya?” kata Hong Na tak percaya
Hyungnim tak bisa ikut campur.” Ucap Seung Chan, Hong Na tak mengerti.
Seung Chan menceritakan Hyungnim  memiliki penyakit jantung dan artinya masanya Na Suk Chul telah datang. Hong Na terdiam mendengarnya. 

Han Na berjalan setelah pulang sekolah, lalu terdiam melihat sesuatu yang aneh didepanya. Hae Joon terus mengikuti Da Hye dari belakang, ketika Da Hye berhenti ia berpura-pura sibuk menelp. Han Na akhirnya memanggil sang ibunya, Da Hye pun memanggil adiknya sambil melambaikan tanganya.
Hae Joon menengok melihat anaknya yang semakin besar, dengan mata berkaca-kaca ia membentangkan tanganya sambil berjongkok dan tersenyum bahagia melihat Han Na berlari kearahnya. Tapi Han Na tak mengenali jiwa ayah yang ada pada tubuh Hae Joon, berlari menghampiri ibunya dan berjalan pulang bersama. Hae Joon sedih melihat istri dan anaknya. 

Hae Joon berdiri didepan rumah dan mengamatinya, Han Na dan ibunya melihat dari depan jendela. Han Na merasa orang cabul itu memang sengaja datang ke rumah mereka. Da Hye tak percaya orang itu bisa mengikutinya sampai kerumah.
Han Na pergi mengambil pot didalam rumahnya, meminta ibunya tak perlu mengkhawatirkan hal itu. Da Hye panik bertanya apa yang akan dilakukan anaknya. Han Na menegaskan ingin membuat Pria itu tak lagi datang kerumah mereka. Da Hye terlihat khawatir tapi akhirnya ia mengambi pohon yang lebih besar untuk melawan si pria penguntit. Ketika akan keluar Tuan Kim bertanya pada cucu dan menantunya, apa yang dilakukan malam-malam dengan membawa pot. 

Hae Joon berjongkok mengoyangkan pager, terdengar gonggongan anjing. Hae Joon masih mengingat nama anjingnya Kang Jae, sambil melambaikan tanganya dan meminta untuk diam, tapi Kang Jae terus saja mengonggong melihat orang yang tak dikenalnya.
Tuan Kim keluar dari rumah, Hae Joon bergumam melihat ayahnya yang datang. Tuan Kim bertanya kenapa Hae Joon ada didepan rumah lain. Hae Joon binggung karena dianggap sebagai rumah orang lain, padahal itu adalah rumahnya, dalam hatinya kembali bergumam Ayah, aku anakmu.
Han Na keluar rumah memberitahu kalau Hae Joon itu pria cabul, Hae Joon panik berusaha menyangkalnya. Tuan Kim memarahi Kang Jae yang menyalak padahal ada tamu yang datang, lalu melepaskan ikatan lehernya dan menyuruh Kang Jae untuk mengigit Hae Joon. Kang Jae melompati pagar dan langsung menerkam Hae Joon. 

Tuan Kim mengajak keluarnya mendekat dengan membawa sekop besar sebagai senjatanya. Ketika mendekat ternyata Kang Jae malah menjilati wajah Hae Joon, dengan senyuman Hae Joon senang anjingnya itu bisa mengenalinya sebagai Young Soo walaupun ada ditubuh orang lain. Keluarga Kim mendekat binggung karena Kang Jae tak mengigitnya, Hae Joon pun berdiri sambil membersihkan badanya.
Maaf malam-malam begini sudah menganggu kalian. Apa Kau tak tahu siapa aku?” ucap Hae Joon, Da Hye mengingat saat Hae Joon membantunya mengambil baju yang jatuh dan menyelamatkan di gudang
“Ahh... kau pria yang tadi ‘kan?” kata Da Hye, Tuan Kim bertanya apakah sang menantu mengenalnya.
Tidak, hanya tadi di dept. store” ucap Da Hye, Han Na dengan ketus menyimpulkan dari Mall sampai kerumah Hae Joon mengikuti ibunya, Hae Joon kembali menyangkal.
Aku jalan di belakangnya, bukan mengikutinya.” Kata Hae Joon membela diri. Han Na tak percaya kalau pria itu adalah penguntit
Bagus kau waspada pada orang asing. Bagus, Han Na.” Ucap Hae Joon memuji anaknya. Han Na malah ketakutan karena Hae Joon bisa tahu namanya.
Da Hye juga melonggo, Hae Joon ingin berbicara tapi keceplosan ingin mengatakan “ayahmu ini...” buru-buru diubah jadi “Ahjussi...” lalu berbicara sendiri karena harus memiliki alasan untuk datang kerumahnya sendiri. Han Na marah karena Hae Joon menganggap ini rumahnya, karena ayahnya berkerja keras untuk membelikan rumah.
Haruskah kukatakan saat dia kerja keras banting tulang uangnya adalah uangku?” kata Hae Joon lalu menyuruh Kang Jae diam karena mengelus kakinya, seperti ingin diajak main.
“Ini Bukan pertama kalinya kau ke sini ‘kan? Coba Lihat Kang Ja mana pernah begitu sama orang lain?” kata Han Na ketus
Da Hye langsung menelp polisi memberitahu Ada orang mencurigakan, yaitu seorang penguntit. Hae Joon berteriak kesal memberitahu kalau ia adalah.... lalu kembali menyuruh Kang Ja duduk daripada menganggunya. Keluarga Kim binggung melihat anjing mereka yang menurut perintah Hae Joon. Han Na tak percaya Hae Joon bisa merayu Kang Ja. Hae Joon kembali berteriak sempat kecepolosan dengan memanggil dirinya “ayah”
maksudku Ahjussi bukan orang seperti itu.” Kata Hae Joon, lalu mengomel sendiri kalau keadaan ini membuatnya gila, Tuan Kim akhirnya membuka pintu dan menancapkan sekopnya ke tanah.
Anda orang bank ‘kan?” kata Tuan Kim, Hae Joon sempat tertunduk binggung
“Ayah mertua, kenapa kau berpikir ini dari bank? Satu kalipun kita belum pernah menunggak.” Kata Da Hye
Pria ini bilang, ini rumahnya, mungkin ada yang tidak kita ketahui.” Kata Tuan Kim
Ayah, aku bukan orang bank. Aku dari tempat.... Huff... aku tak mengira akan seperti ini dan Aku tak ingin mengatakan ini tapi Kim Young Soo punya hutang padaku.” Kata Hae Joon, Da Hye melotot kaget mengetahui suaminya memiliki hutang.
Ahjussi ini pasti rentenir. Lihat saja pakaiannya, dia pakai hitam-hitam.” Kata Han Na curiga
Kalau kau fokus belajar maka ketua kelas Byung Suk mungkin suka padamu.” Balas Hae Joon yang membuat Han Na terdiam
Nah! Saat membeli rumah ini, kau dapat pinjaman 100 juta dan bayar 200 juta won dengan semua asetmu, kan? Dari mana uang 200 juta? Uang pensiun Ayah 80 juta, dan tabunganmu 20 juta. Lalu?” ucap Hae Joon dengan penuh keyakinan.
Da Hye menjawab mendapatkan uang dari  Rumah sebelumnya. Hae Joon membenarkan sebuah  rumah pengantin baru yang dibeli Kim Young Soo 10 tahun lalu, dalam hatinya kembali bergumam Benar, aku mati-matian menabung dan hutang.Da Hye menayakan apa yang salah dengan hal itu. Hae Joon memberitahus duah memberikan pada Young Soo 100 juta won, sambil bergumam untuk menjaga ucapanya.  Da Hye pikir Tidak masuk akal.
Hae Joon menegaskan bahwa yang diberikan itu dalam bentuk tunai, sambil menjerit dalam hatiHentikan, kau bilang apa?
Tapi ia langsung meminta Da Hye untuk memberinya 100 juta itu sekarang. Da Hye menjerit kaget, Hae Joon menyimpulkan kalau Dae Hye tak bisa bayar dari rumah itu miliknya dan langsung menyelonong masuk kedalam rumah 


Hae Joon masuk kedalam rumah, teringat kembali kenangan saat tinggal dirumah itu, ketika mendengar bunyi pintu Han Na berlari memeluk ayahnya baru pulang kerja. Young Soo dengan bahagia mengendong anaknya walaupun sudah cukup berat, Da Hye pun menyambut suaminya yang baru pulang dengan wajah bahagia. Ketiga terlihat sangat bahagia.
Di bagian ruang TV, Hae Joon mengingat saat bercanda dengan istrinya dengan memegang kakinya. Da Hye meminta suaminya menghentikanya karena geli, Young Soo akhirnya merayap ditubuh istirnya dan mereka saling bertatapan dan ingin berciuman. Terdengar teriakan ayah mertua yang memanggil menantunya. Da Hye langsung mendorong suaminya, Young Soo pun berpura-pura sedang melakukan pusp up.
Hae Joon menahan tangisnya melihat semua kenangan didalam rumahnya. 

Flash Back
Terdengar jeritan Han Na dari kamar mandi, Da Hye dan yang lainnya langsung berlari kedalam kamar mandi. Han  Na menangis diatas toilet menanyalahkan ayahnya, Young Soo mengaku kalau itu salahnya. Da Hye mencoba menarik anaknya.
Da Hye menangis karena harus menyangkut didalam toilet karena ayahnya lupa menaruh dudukan toilet. Young Soo tertawa melihat anaknya yang tersangkut lalu menyuruh untuk memanggil tukang ledeng saja. Da Hye dan Han Na geram mendengarnya. 

Hae Joon merasa sedih mengingatnya dan melihat tanaman didalam pot layu karena tak ada yang mengurusnya. Ketika membalikan badan dikejutkan dengan keluarga Kim dengan melipat tanganya dada terlihat sinis. Da Hye merasa Hae Joon itu bisa menganggap mereka itu bodoh, menegaskan bahwa rumahnya itu dengan uang tabungannya, Hae Joon langsung menyela, kalau Young Soo berbohong pada Da Hye.
Tiap bulan dia membayar hutangnya, autodebet dari rekeningnya untuk 7 tahun.” Kata Da Hye
Iya, aku tahu , kau mungkin ingin percaya tapi aku tak pernah dapat sesen pun.” Ucap Hae Joon, Tuan Kim akhirnya meminta maaf pada menantunya karena salah mendidik anaknya.
Anda mungkin juga tidak tahu, Ayah mertua.  Karena sampai sekarang dia membohongi semuanya.” Ucap Hae Joon sambil bergumam meminta maaf pada ayahnya dan istrinya karena semua ini adalah hal yang terbaik untuk dilakukannya.
Da Hye langsung lemas, anak dan ayah mertuanya menahanya, Da Hye mengatakan baik-baik saja. Hae Joon ingin membantu tapi Da Hye sudah berteriak kalau dirinya baik-baik saja, sampai Hae Joon terlonjak kaget memegang rak. Akhirnya Hae Joon memohon agar bisa memberikan perhormatan pada Young Soo. Da Hye melirik sinis. 

Foto Young Soo dipajang diatas meja dengan semangkuk nasi dan sumpit didepanya, dalam hati Hae Joon sebagai Young Soo bergumam Aku benar-benar mati Lalu ia pun bersujud untuk memberikan penghormatan, matanya melihat sekeliling ruangan  masih ada foto pernikahan, Han Na saat masih kecil dan bukunya dan kembali bergumam kalau semua itu masih sama. “Tapi Hanya aku... yang tak ada.
Air mata Hae Joon pun mengalir dan kembali bersujud, dengan berlutut memegang foto Young Soo sambil menangis karena tubuhnya sudah tak ada tapi jiwanya ada ditubuh orang lain. Da Hye ikut sedih melihatnya, Han Na dengan ketus merasa Hae Joon itu menangis karena tak bisa mendapatkan uangnya dan menyuruh mati saja kalau mau mendapatkanya. Da Hye menutup mulut anaknya agar tak asal bicara.
Hae Joon terus menangis memegang foto Young Soo, diruang tenah Tuan Kim sedang menonton TV sengaja membesarkan volume agar tak mendengar tangisan, seperti masih belum rela anaknya meninggal. 

Seorang wanita berjalan anggun di lorong, tapi beberapa langkah berikutnya kakinya terjatuh karena high heelnya. Hong Na sudah mengubah gayanya mengunakan kacamata dan rambutnya dikuncir kuda. Beberapa pengawal langsung menghadangnya, Hong Na memberitahu kalau Nyonya yang meminta untuk datang.
Si pengawal tak percaya karena tak diberitahu sebelumnya, Hong Na pikir tak ada yang bisa dilakukan sambil mengeluarkan listnya untuk menganti bunga krisan yang disukainya setiap hari, dengan memberikan bunga pada pengawal. Lalu Selama 1 jam membawany keluar jalan-jalan supaya dapat vitamin D dari sinar matahari.
Pertahankan kelembapan 45% dan tempertur ruangan sekitar 23-25 derajat.” Kata Hong Na sambil memberikan termometer ruangan
Mainkan lagu opera Cavalleria Rusticana, Mascagni di pagi dan sore hari. Dan juga Pastikan beri makan Geum Soon dan Geum Dol, ikan mas yang beliau sayangi” kata Hong Na memberikan CD dan juga plastik berisi ikan. Akhirnya pengawal mempersilahkan Hong Na masuk ruangan. 

Hong Na sengaja membuka tirai dan terlihat Tuan Jang Jin Goo yang terbaring dengan masker oksigen, pertama-tama Hong Na menyalakan lampu dan pemlembab ruangan, lalu menaruh bunga dan vas dan memasukan ikan dalam akuarium, setelah itu menyalakan CD yang dibawanya. Ia duduk didepan Tuan Jang dengan memanggilnya “Hyungnim”
Flash Back
Tuan Jang baru saja selesai berenang, Gi Tak menemuinya bertanya keadaan istri Tuan Jang sekarang. Tuan Jang menceritakan istrinya sehat tapi sering kontrol ke rumah sakit, lalu mengaku ingin pensiun setelah itu hidup dengan istrinya didesa. Gi Tak melihat Tuan Jang terlihat lelah akhir-akhir ini
Aku lelah. Jadi cepat ambil alih semuanya.” Kata Tuan Jang
Aku masih ingin mengandalkan diriku sendiri” ucap Gi Tak menolak
Di dibidang ini, aku tak punya keluarga yang bisa kupercaya.” Kata Tuan Jang, Seseorang datang membungkukan badanya. Gi Tak melihat Suk Chul datang dengan pakaian rapih. 

Keduanya saling berhadapan, Suk Chul melihat Gi Tak menanyakan apakah urusannya lancar dengan wajah sinis. Gi Tak menyapa Suk Chul sudah lama tak bertemu. Suk Chul mengulurkan tanganya, Gi Tak pun menjabat tanganya terlihat sangat dingin antara keduanya.
Tuan Jang berdiri ditengah-tengah mereka, karena past berkelahi lagi lalu mengajak untuk makan bersama. 

Hong Na menyuruh Tuan Jang bangun setelah beristirahat dan melepaskan semua selang infusnya. Tuan Jang masih diam saja, Hong Na mengingatakan kalau kakaknya itu harus menanam kentang dengan istrinya didesa, lalu ia menarik selimutnya sampai leher dan terlihat kaki Tuan Jang bergerak sedikit. 

Hae Joon ingin masuk kamar mandi, wajahnya langsung terkejut melihat ayahnya sedang duduk ditoilet. Buru-buru ia menutup pintu dan meminta maaf. Tuan Kim pun akhirnya keluar dari ruangan, lalu berbisik pada Hae Joon.
Setelah buang air kecil, pastikan untuk menyiramnya dan jangan lupa turunkan dudukan toilenya” pesan Tuan Kim, Hae Joon binggung.
Kau harus mempertimbangkan wanita dirumah ini, Setelah aku mencoba kencing duduk, ternyata tak buruk” kata Tuan Kim, Hae Joon melihat ayahnya dengan wajah sedih. 

Hae Joon makan dengan sangat lahap, lalu tersadar semuanya menatap diam karena makan dengan lahap. Han Na menyindir Hae Jon yang menganggap ini rumahnya bahkan makan seperti direstoran. Tuan Kim menasehati cucunya walaupun tamunya gelandangan tak boleh berkata seperti itu lalu meminta nasi lagi pada Da Hye.
Da Hye memberitahu kalau nasi mereka sudah habis. Tuan Kim merasa kasihan melihat Hae Joon terlihat sangat kelaparan. Hae Joon terus mengunyah makanan yang ada dimulutnya, Tuan Kim teringat sesuatu lalu pergi ke kamar anaknya dan mengambil nasi untuk persembahan. Da Hye melotot kaget ayah mertuanya memberikan itu.
Tuan Kim yakin Orang bilang, kalau makan nasi yang dihidangkan untuk orang mati, maka kesialannya akan hilang. Hae Joon langsung melahap nasinya, Tuan Kim melihat Hae Joon yang makan sangat lahap mirip dengan anaknya. Hae Joon langsung terbatuk-batuk mendengarnya, dan mengaku Sudah lama sekali tak makan masakan rumahan. Tuan Kim bertanya apakah rasa makanan sesuai dengan seleranya.
Hae Joon mengaku kalau kemampuan masaknya dan kecantikan diwajahnya mirip dengan mendiang ibunya, dan itu yang dikatakan Young Soo dan membuatnya jatuh cinta pada pandangan pertama. Tuan Kim merasa Hae Joo itu sangat dekat dengan anaknya. Hae Joon dengan mulut penuh makanan mengaku bukan seperti itu tapi hanya Young Soo kebetulan mendengarnya. 

Flash Back
Foto Da Hye yang terlihat sangat cantik diposter ditempel dinding, sebagai model dari Sunjin Mall. Young Soo dengan senyuman sumringah melihatnya, memberitahu ayahnya kalau Da Hye itu sangat cantik dan sangat mirip dengan mendiang ibunya. Dibagian atas terlihat foto ibunya yang sangat berbeda jauh dengan Da Hye. Tuan Kim melihat anaknya yang sangat sumringah sampai tak bisa membedakan kecantikan ibunya dengan Da Hye. 

Tuan Kim berkaca-kaca mengingatnya, Hae Joon tiba-tiba bertanya apakah mereka sudah menerima uang asuransi. Semua langsung menatap Hae Joon, Da Hye pun meminta anaknya masuk kamar apabila sudah selesai makan. Han Na pun masuk ke dalam kamarnya. Tuan Kim pikir lebih baik mereka bicara berdua saja, dan menyuruh menantunya untuk istirahatlah karena pasti capek kerja seharian.
Da Hye menolak karena akan membicarakan masalah ini, Tuan Kim meminta maaf. Da Hye tak perlu sambil memegang tangan ayah mertuanya dengan penuh kasih sayang. Hae Joon tertunduk sedih tak bisa melihatnya. Tuan Kim pun masuk kedalam kamarnya. Da Hye langsung bertanya apa yang ditanyakan tadi, Hae Joon memberitahu mengenai uang asuransi dari perusahaan.
Sepertinya Anda tahu banyak soal keluargaku, sampai menyelidiki sampai asuransi, tapi kami belum mendapatkanya.” Ucap Da Hye sedih, Hae Joon pikir itu karena meninggalknya itu bunuh diri
Maaf, tolong jaga ucapan Anda. Putriku tidak tahu masalah itu.” Bisik Da Hye, Hae Joon sangat kaget.
Dia mengira ayahnya meninggal karena serangan jantung, terserah orang mau membicarakan apapun tapi menurutnya suamiku adalah satu-satunya ayah baginya, jadi mana bisa aku menceritakanya” jelas Da Hye. Hae Joon terdiam.
“Kami juga melakukan upacara kematian secara tertutup hanya anggota keluarga saja, Supaya dia mengucapkan selamat tinggal pada ayahnya.” Cerita Da Hye menahan rasa sedihnya. Hae Joon benar-benar shock mendengarnya. 

Han Na membuka buku diatas meja belajarnya, sebuah gambar terlihat gedung dan pria seperti sedang melayang diudara.
Flash Back
Dikelas, teman Han Na membahas tentang orang Orang yang bunuh diri di Dept. Store Sunjin adalah ayah dari Han Na, teman yang lainnya tahu kalau Han Na mengatakan kalau ayahnya meninggal karena serangan jantung lalu merasa Han Na itu sudah berbohong. Han Na hanya bisa mengigit bibirnya mendengar obrolan temannya.
Han Na menatap gambarnya dan langsung merobeknya sambil menangis dan meremasnya penuh amarah. 

Tuan Kim mengelap alat sit up dihalaman, Da Hye menghampiri ayah mertuanya bertanya apa yang sedang dilakukanya. Tuan Kim terlihat kejut, Da Hye melihat barang-barang itu akan dibuang, tapi dibawa masuk lagi oleh ayah mertuanya. Tuan Kim melihat semua barang masih bagus jadi tak perlu dibuang.
Da Hye memberitahu tak ada yang memakai selain Young Soo, jadi lebih baik diberikan pada orang lain saja yang lebih membutuhkan. Tuan Kim menolak karena ingin memakainya, sambil duduk dan berusaha melakukan sit up walaupun badannya sudah sangat lemah. Da Hye khawatir melihatnya tapi Tuan Kim merasa otot-otot ditubuhnya sudah kendur jadi harus banyak olahraga.
Akhirnya Da Hye hanya bisa menghela nafas dan melihat ada sepatu kerja yang tak dibuang. Tuan Kim langsung mengambilnya kalau akan memakainya sambil membersihkanya. Da Hye juga melihat tumpukan buku yang belum juga dibuang. Han Na keluar dari rumah mengatakan akan membacanya, Da Hye heran untuk apa anaknya membaca buku-buku itu.

Han Na berdalih kalau ibunya yang selalu menyuruhnya untuk membaca banyak buku, dan mengambil buku-buku milih ayahnya dipelukanya. Da Hye mengambil plastik besar dan langsung mengambil buku dari tangan anaknya dan sepatu dari ayah mertuanya sambil mengatakan kalau kakinya akan lecet kalau memakai sepati kekecilan dan berjanji akan membelikan yang baru nanti dan juga ada anaknya akan membelikan buku yang baru. Han Na merengek sambil menangis tak ingin karena semua itu buku milik ayahnya.
Tuan Kim terdiam seperti menahan rasa sedihnya, Kang Jae pun ikut sedih karena mengetahui jasad tuanya sudah tak ada. Han Na terus menghalangi ibunya yang ingin membereskan semua buku-buku milih ayahnya. Diluar pagar, Hae Joon menangis melihat keadaan keluarganya sekarang. 
bersambung ke part 2 

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 



Tidak ada komentar:

Posting Komentar