Kamis, 17 Maret 2016

Sinopsis Come Back Mister Episode 7 Part 1

Seorang pria membuka loker nomoe 44, dan mengeluarkan bungkusan koran.  Sebuah stick golf berusaha menghalanginya, Hae Joon kaget  melihat Ji Hoon ada berada didepan loker lalu bertanya apa yang sedang dilakukanya. Ji Hoon malah bertanya balik apa yang sedang dilakukan Hae Joon karena ia hanya menjalankan tugas.
Apakah kau tahu apa ini? Siapa kau? Siapa yang memerintahkanmu melakukannya?” teriak Hae Joon sangat marah
Seharusnya kau tahu.” Kata Ji Hoon dengan mata mendelik sinis 

Flash back
Di ruangan CCTV
Ji Hoon memberitahu  Hanya satu kamera keamanan yang bisa merekam Young Soo dan ia memeriksanya tepat setelah kejadian itu tapi video itu sudah rusak, selain itu ia juga memeriksanya sendiri tapi tidak ada yang direkam jadi tidak bisa memulihkan gambar apapun.
Dalam gambar CCTV terlihat Ji Hoon yang sengaja merusak CCTV dengan golf. Didepan gedung, Hae Joon meminta kurir untuk berkerja dengan cepat, Ji Hoon melihat nama tempat [PENGEMBALIAN DATA] dibagian motornya. Lalu ia berhasil masuk ke dalam ruangan ketika pegawai keluar ruangan menerima telp dan menghancurkan dengan palu.
Hae Joon pun mendapatkan laporan ketika si pegawai sedang menerima telp ada yang menghancurkannya menjadi potongan kecil. Da Hye datang ke rumah sakit sangat yakin suaminya itu  bukan tipe orang yang akan menerima suap dan juga tidak akan pernah bunuh diri jadi memohon untuk mengatakan yang sebenarnya.
Tuan Baek menerima telp dari Ji Hoon memberitahu istri dari mendiang Young Soo menemuinya. Ji Hoon sedang makan siang dengan Da Hye mengatakan pada Tuan Baek Berkat pengorbanan mendiang Kim Young Soo, maka ia sekarang bisa berada di sisi ibunya, jadi ia yakin Tuan Baek sudah tahu artinya jadi meminta agar mencari amplop kuning itu. Sang ibu sengaja di pindahkan dari tempat tidur, Tuan Baek menemukan amplop kuning dengan tulisan KEPADA JUNG KKOT NIM sebagai pengembalian dari Young Soo. 

Hae Joon sebelumnya yakin ada seseorang yang mendahului langkahnya,  dan ternyata seseorang yang dekat dengannya sudah menyingkirkan semua bukti dan tak percaya ternyata itu adalah Ji Hoon. Ji Hoon yakin pasti ada orang lain selain dirinya.
Kenapa kau tega melakukannya?” teriak Hae Joon
Kau tidak tertarik... dalam hal apakah Tuan Kim bunuh diri atau tidak.” Kata Ji Hoon dengan nada tinggi
Bagaimana bisa kau melakukan ini? Aku tidak menganggapmu sampah.” Teriak Hae Joon tak pecaya dengan sikap Ji Hoon
“Kau bilang Sampah? Apakah kau dan Presdir Cha tidak mengambil keuntungan dari orang mati?” sindir Ji Hoon menutup kembali loker.
Hae Joon langsung menariknya, mendorong dan mencengkramnya
Kau mengatakan dia tidak bunuh diri. Kau bilang kau percaya kepadanya! Apakah itu semua hanya kebohongan?” teriak Hae Joon tak sangat marah
Kapan aku bilang kalau aku percaya kepadanya? Aku hanya mengatakan kebenaran.” Tegas Ji Hoon, Hae Joon mengumpat dan memukul wajahnya.
Kau tidak boleh melakukan ini kepadanya. Bagaimana bisa kau menemui Da Hye dan Han Na setelah ini? Bagaimana bisa kau tersenyum di depan keluarganya? Dan kau menyebut dirimu manusia?” teriak Hae Joon
Kim Young Soo... adalah sebuah cacat dalam kehidupan Da Hye. Apakah kau tahu masalah terbesarnya? Dia mati dan meninggalkan Da Hye... entah itu bunuh diri atau bukan.” Ucap Ji Hoon
Hae Joon lemas mendengarnya dan melepaskan cengkraman tanganya, Ji Hoon pun pergi dengan merapihkan dasinya. Hae Joon masih terdiam karena sebenarnya keluarga sedih ditinggalkanya. 

Yi Yeon menutupi kepalanya dengan syal menatap sang anak yang sudah tertidur pulas. Gurunya memberitahu kalau mereka mengatakan tidak memiliki siapa pun dengan nama itu, tapi ternyata wartawan bertanya pada anak lainnya.
Jika orangtua lain mengetahui siapa orang tua Young Chan, akan menjadi lebih sulit lagi baginya.Jelas gurunya.
Yi Yeon membawa Young Chan dengan digendong, beberapa wartawan langsung mengambil gambar. Yi Yeon memohon agar tak mengambil foto anaknya. Beberapa wartawan tetap mengambilnya sampai akhirnya Yi Yeon berteriak dan membuat Wartawan berhenti mengambil gambar. 

Ia memberikan Young Chan pada Seung Jae agar digendong, lalu menemui salah satu wartawan terlihat tersenyum bahagia setelah mengambil gambar lalu dengan mencengkram baju dan mata melotot, untuk menantangnya membawa semua wartawan agar datang.
Apakah ada pose yang kau suka? Apa yang harus aku lakukan untukmu?” ucap Yi Yeon membuka jaketnya
Kau memperlakukan kami seperti sampah. Dengan tetap diam, kau dianggap berhenti oleh semua fans yang sudah menunggumu. Mereka ingin mendengar apa yang akan kau katakan.” Kata wartawan
Berapa tahun kau sudah bekerja? Jika aku menjelaskannya sendiri, apa ada yang akan percaya kepadaku? Kau boleh menulis apapun tentang aku. Tapi tidak dengan anakku.... Tolong..... Aku mohon padamu.” Ucap Yi Yeon dengan mata berkaca-kaca memohon. 

Yi Yeon memeluk erat Young Chan yang masih tertidur, Seung Jae bertanya kemana mereka akan pergi sekarang. Yi Yeon mengeluarkan ponselnya memberitahu akan membawa Young Chan hari ini.
Di kediaman rumah Tuan Cha, Yi Yeon pamit pada anaknya karena akan berkerja lalu memeluknya. Young Chan berteriak memanggil ayah ketika Presdir Cha datang. Presdir Cha mengelus rambut anaknya dan meminta Young Chan masuk lebih dulu karena ingin berbicara dengan ibunya.
Young Chan dengan gaya anak kecilnya pun berlari masuk tapi sebelumnya memberikan “Kekuatan petir!” seperti gaya dragon ball. Yi Yeon dan Presdir Cha berakting seolah-olah kesakitan terkena kekuatan ananya. Keduanya berusaha untuk tidak terjadi masalah didepan anaknya dengan tersenyum bahagia. 

Presider Cha kembali sinis karena mendengar Young Chan ketahuan wartawan disekolahnya, padahal sebelumnya meminta agar anaknya dimasukan ke sekolah swasta, lalu menyalahkan Yi Yeon hanya menyebabkan lebih banyak masalah untuk orang lain dan itu semua dianggap sebagai kemunafikan.
Jika kau tidak melakukannya, aku tidak harus merepotkan orang lain. Bukankah begitu?” ucap Yi Yeon membalasnya.
Apakah kau mengatakan kalau aku penyebab semua keributan di konferensi persmu? Apakah kau anggap aku belum dewasa sama sekali?” ucap Presdir Cha tak mengakuinya.
Setidaknya kau tahu. Dalam aspek itu, kau dan Wang Joo Yeon... cukup baik bersama-sama.” Kata Yi Yeon, Presdir Cha tertawa mendengarnya. Yi Yeon memilih pergi.
Presdir Cha menariknya, Yi Yeon meminta melepaskan tapi Presdir Cha mendorongnya membuat Yi Yeon tak bisa bergerak, sambil mengelus rambutnya dan dengan mata liciknya bertanya, apa yang  rencana matang macam yang dimiliki bersama Lee Hae Joon.  Yi Yeon seperti binggung dan tak mengenal Hae Joon.
“Sadarlah, Yi Yeon. Apakah kau sudah gila setelah apa yang terjadi?” ucap Presdir Cha, Yi Yeon menyuruh Presdir Cha melepaskanya.  
Pernahkah kau berpikir tentang hal itu? Menurutmu kenapa aku membiarkan kau menghinaku? Kenapa dan Untuk apa? Kau akan segera tahu. Aku tidak akan... membiarkanmu lolos.” Bisik Presdir Cha yang membuat tangan Yi Yeon bergetar mendengarnya. 


Seung Jae menunggu didepan dan membuka pintu mobil melihat Yi Yeon yan datang, tapi Yi Yeon malah berbelok berjalan kearah lainnya. Yi Yeon memperingatkan agar tak mengikutinya.
Yi Yeon menaiki tangga yang berputar dan sampai di atap, rumah milik Han Gi Tak. Matanya melihat ke arah samsak tinju dan bisa melihat bayangan Gi Tak yang berlatih tinju, senyumanya pun terlihat di bibirnya dengan mata berkaca-kaca. 

Gi Tak lalu berbaring ditempat biasa makan bersama dengan anak buahnya, Yi Yeon pun duduk disampingnya. Gi Tak bangun dan menatap Yi Yeon yang duduk disampingnya. Yi Yeon mengaku datang ke sini bukan karena tidak punya tempat lain. Gi Tak hanya tertawa dan keduanya saling menatap, tapi Yi Yeon sadar kalau itu hanya bayanganya saja.
Setelah itu masuk kedalam rumah melihat foto Gi Tak dengan semua anak buahnya dan juga dari ia masih kecil sampai dewasa. Tawa Yi Yeon kembali terlihat melihat semua foto Gi Tak dengan gaya lucu. 
Ia melihat deretan film yang dikoleksi Gi Tak melihat sebuah judul "GADIS YANG AKU CINTAI", "AKU MENGINGATMU", "APAKAH ITU CINTA?”  dan menemukan sebuah kaset dengan label SAAT MUSIM DINGIN TAHUN 1994, YEON” Dan bertanya-tanya bagaimana kaset itu masih ada dirumah Gi Tak 

Flash Back
Yi Yeon yang masih sekolah berdiri didalam bus dan merasakan sesuatu yang menyentuh bagian belakangnya, dengan wajah marah langsung memberikan perlawan dengan meremas bokong pria yang ada disampinya. Gi Tak kaget karena tiba-tiba tangan wanita meremas bokongnya.
Apakah kau menyukainya?” ucap Yi Yeon benar-benar marah,
Semua penumpang melihat keduanya, Gi Tak binggung karena Yi Yeon yang meremas bokongnya. Yi Yeon melihat ternyata sarung tinju yang menyetuh bagian belakangnya, akhirnya ia melepaskan tanganya dengan wajah malu. 

Bus pun berhenti di halte, Yi Yeon buru-buru turun karena malu dan terlihat Gi Tak yang mengikutinya. Yi Yeon panik karena Gi Tak yang terus mengikutinya. Gi Tak terus berjalan mengikuti Yi Yeon dari belakang, akhirnya Yi Yeon berhenti dan membalikan badanya.
Apa yang kau mau? Jika kau marah, kau juga boleh mengambil milikku.” Teriak Yi Yeon menyodorkan bokongnya agar Gi Tak membalasnya.
Tidak, bukan itu.... Aku akan pergi ke sana.” Kata Gi Tak menunjuk tempat tujuanya.
Yi Yeon melihat plang nama “Arena Tinju” dua kali menahan malu akhirnya ia memilih untuk buru-buru pergi. Gi Tak tersenyum melihat tingkah Yi Yeon. 

Yi Yeon mengajak Gi Tak untuk cheers dengan gelas wajah gambar Gi Tak, lalu memakai ramen dengan wajah bahagia karena bisa menikmati makan berMSG. Tapi setelah itu ia menangis sendirian sambil mengumpat dirinya yang bodoh.
Didepan rumah, Hong Nan bisa mendengar tangisan Yi Yeon dari dalam rumah dan memilih untuk pergi sambil menghapus air matanya, mengeluh Yi Yeon adalah gadis malang tanpa memiliki teman.
Seung Jae ingin turun ketika melihat Hong Nan berjalan, tapi Hong Nan mengangat tanganya seperti meminta Seung Jae tak perlu turun. Seung Jae hanya menatap Hong Nan dari kaca spion berjalan meninggalkan rumah Gi Tak. 

Hae Joon berada dirumah meminta dibawakan pakaian, Ma Ya duduk sambil menopang dagunya berkomentar melihat wajaha Hae Joon membuatnya merasa gugup. Hong Nan datang langsung menarik Hae Joon dari bak air panas sambil memeriksa keadaanya. Ma Ya makin terkasima melihat badan Hae Joon kotak-kotak dan hanya mengunakan handuk.
Gi Tak..... Apa kau yakin kau bisa mendapatkan Yoo Hyuk?” ucap Hae Joon, Hong Nan pun mengatakan tentu saja.
Kau bisa mendapatkan Yoo Hyuk dan... menghancurkan Cha Jae Gook?” tanya Hae Joon
Berhenti!!!! Aturan kedua Stasiun Bardo menyatakan, "Balas dendam dilarang."” Ucap Maya memperingatakan
Ini bukan balas dendam!!!!” teriak Hae Joon dan Hong Nan

Ma Ya melangkah mundur lalu mengambil buku dari langit agar keduanya bisa melihatnya. Hong Nan mengambil dan langsung membuangkan ke dalam bak air panas, Ma Ya pun berteriak sedih sambil berusaha mengambil bukunya.  Hon Nan melepaskan otot tanganya mengatakan siap untuk menghancurkan Yoo Hyuk.
Aku akan membuat Cha Jae Gook membayar semua... atas hidupku yang dia hancurkan. Aku akan buktikan kepada Da Hye. Ayo kita dapatkan dia.” Kata Hae Joon penuh semangat mengajak Hong Nan berjabat tangan.
Baiklah..... Kita dapatkan mereka semua.” Ucap Hong Nan sambil berjabat tangan dan saling menatap layaknya seorang pria, Ma Ya melihat keduanya setelah berhasil mengambil bukunya yang sudah basah. 


Yi Yeon melihat lemari penyimpanan hanya ada beberapa botol soju, dengan wajah kesal ia membuka ikatan rambutnya dan mengacak-ngacaknya. Lalu terdengar teriakan dari luar rumahnya “Apa?? Yi Yeon meninggalkan rumah? Kapan?” Yi Yeon panik mendengar suara dari depan rumah.
Idiot, kenapa kau mengatakannya sekarang?” teriak Suk Chul dari depan rumah Gi Tak, tiba-tiba lampu rumah mati, Suk Chul panik melihatnya.
Maafkan aku. Aku memeriksa semua tempat yang mungkin dia datangi.” Kata Seung Jae melapor. Suk Chul menutupi rasa paniknya mengatakan kalau ia sudah mengerti dan meminta Selalu berikan informasi baru untuknya.

Suk Chul masuk kedalam rumah yang gelap memeriksa stopkontak tapi tak bisa berkerja lagi. Pelahan ia berjalan ke dalam rumah, bisa merasakan ada bau parfum lalu menempel kertas penghusir hantu dan mengeluarkan kalung salip dalam saku jaketnya.
Apakah kau akan.. tinggal disini Seperti itu? Hei, keluarlah..... Biarkan aku... biarkan aku melihat wajahmu, Kau tidak tahu kalau aku seorang mantan marinir, kan?.” Tantang Suk Chul dengan suara bergetar
Sosok seorang wanita keluar dari arah dapur, Suk Chul langsung jatuh lemas melihat sosok wanita yang dianggapnya sebagai hantu. Si wanita semakin mendekat dan mengatakan “ ini aku” Suk  Chul sangat ketakutan dengan wajah berkeringat.
Yi Yeon berusaha menyalakan lampu dengan kekuatan tanganya, lalu mengeluh seharusnya Suk Chul menghubungi tukang reparasi karena kabelnya pasti longgar. Suk Chul terlihat masih ketakutan tersadar kalau wanita yang dikira hantu adalah Yi Yeon lalu berusaha terlihat seperti pria bertanya kapan Yi Yeon sampai dirumah Gi Tak. 



Suk Chul meminum segelas air untuk menenangkanya dan tak terpercaya Yi Yeon ternyata kabur ke rumah Gi Tak dalam pikiranya Yi Yeon punya tempat lain untuk pergi. Yi Yeon tertawa karena masih mengingat Suk Chul yang ketakutan lalu mencoba menahan tawanya.
Aku akan mencoba untuk tidak mengatakan apapun.” Kata Yi Yeon menahan tawanya. Suk Chul memperingatkan agar Yi Yeon tak memberitahu siapapun.
Dimana anak yang mengikutimu terus, yang mengaku sebagai manajermu?” tanya Suk Chul, Yi Yeon menembak itu Hong Nan dan bertanya balik kenapa Suk Chul menanyakannya.
Dia adalah orang yang ambisius dan bukan tipe orang yang puas hanya dengan menjagamu.” Kata Suk Chul dengan nada mengejek. 


Hong Nan turun dengan high heels dan kemeja kebesaran ditubuhnya, Hae Joon dengan gaya imutnya mengunakan masker bentuk panda dan mengunakan bandanya. Keduanya mencoba berjalan layaknya model dan sangat seksi.
Hae Joon memukul pantatnya sementara Hong Nan memberikan tembakanya dengan gaya mengoda. Keduanya lalu bertemu ditengah-tengah sambil berputar-putar, lalu mendekatkan kepalanya dan saling menatap kedepan.

Setelah itu keduanya masuk ke sebuah ruangan, Hong Nan sempat tersandung dan Hae Joon menolongnya agar tak jatuh. Mata mereka langsung melonggo melihat model-model cantik dan seksi berjalan didepan mereka.
Mungkin aku datang kembali sebagai seorang wanita... dengan tubuh yang spektakuler ini untuk merayu Yoo Hyuk.” Bisik Hong Nan, Hae Joon mengaku telinganya jadi basah karena Hong Nan berbicara muncrat. Hong Nan berbisik meminta maaf lalu mengajak Hae Joon masuk kedalam ruang ganti. 
Ma Ya berada dibelakang mereka masuk kedalam melihat keduanya, merasa  kalau mereka berdua bekerja sama untuk menimbulkan masalah dan sangat benci orang dengan pendendam.
Lalu ia langsung menjerit bahagia melihat banyak perhiasan di meja rias, memakai topi, gelang dan juga cincin, tak lupa dengan mengantik sepatu yang lebih cocok. Ia juga mencium berbagai macam krim, dan juga lipstik. Sepertinya semua barang-barang wanita melupakan misinya untuk mengawasi Hae Joon dan Hong Nan. 
Ballroom
Acara Fashion Show Maal Sunjin sedang dipersiapkan, Manager Ma berteriak layaknya seperti bos agar menyusun Bunga-bunga, Kursi-kursi dan Airnya pada Sudut pandang yang benar. Lalu matanya terhenti melihat Ji Hoon yang sedang berbicara dengan orang yang mengurus bagian lainnya.
Beraninya kau menyamaiku? Mari kita lihat berapa lama kau bertahan. Kau akan jatuh dalam waktu singkat...” ucap Manager Ma dengan wajah penuh dendam.
Da Hye sedang membawa botol air minum tiba-tiba langsung memberikan pada Manager Ma. Manager Ma yang tak bisa menahanya sempat jatuh, para pegawai berteriak membantu Manager Ma untuk berdiri. Manager Ma mengatakan kalau ia baik-baik saja, pegawai yang melihat Da Hye merasa tak tahan dengan tingkahnya.
Shin Da Hye, aku tidak tahu kau seperti itu. Apakah kau memilih dia?” ucap Manager Ma lalu meminta tolong pegawainya agar membawa botol minum dari tanganya. 

Da Hye menemui Ji Hoon menanyakan apa yang terjadi, Ji Hoon ingin menjelaskanya tapi Da Hye pikir tak perlu dikatakanya, karena berpikir Tuan Baek yang melakukanya. Ji Hoon nampak binggung, Da Hye menunjuk ke wajah Ji Hoon yang terluka.
Hae Joon dan Hong Nan lewat di samping panggung melihat tangan Da Hye yang ingin menyentuh wajah Ji Hoon. Hong Nan mengumpat dan berpikir harus menghajarnya, Hae Joon menahanya tak perlu melakukan sekarang karena acara Fashion Show lebih penting sekarang lalu berjalan ke belakang panggung. 

Ji Hoon mengaku kalau  terluka saat bekerja  di luar. Da Hye yakin Ji Hoon itu menemui Tuan Baek. Ji Hoon berbohong kalau  Amplop itu berisi voucher hadiah dan itu untuk ulang tahun ibunya. Da Hye yakin tidak mungkin karena pasti Tuan Baek telah menukar uang tunai dengan cek.
Jika dia mendapat paket yang sama... Seperti apa yang dia kirim, dia mungkin mengembalikan...” ucap Da Hye yakin,
Tolong!!!! Apa yang harus aku lakukan agar kau percaya kepadaku? Karena inilah aku mengatakan kalau kita harus berhenti.” Teriak Ji Hoon, Da Hye terdiam dengan mata berkaca-kaca 

KOLABORASI FASHION SHOW DESAINER 2016
Dua buah Drone melayang-layang di atas panggung, Yoo Hyuk lebih dulu keluar dari pangggung, dengan designer yang memberikan arahnya, model lainnya pun berjalan diatas panggung untuk latihan. Sementara dibelakang panggung terlihat Hong Nan yang menatap Hae Joon terdiam setelah melihat kedekatan Da Hye dan Ji Hoon.
Hong Nan melihat sebuah bulu angsa jatuh didepanya. Ia menarik nafas kaget melihat Ma Ya mengunakan sayap seperti bidadari  berjalan diatas panggung. Maya menjerit bahagia karena merasa tubuhnya bisa berjalan sendiri.

Diatas panggung, beberapa model sedang berpose tiba-tiba terjatuh karena sayap Ma Ya yang tak terlihat menyenggol mereka. Si designer binggung beberapa modelnya jatuh bahkan terjungkal dari panggung, padahal mereka semua adalah model professional dan menyuruh semuanya kembali berdiri tegak.
Ma Ya terus berjalan diatas panggung tanpa sadar sudah membuat kekacauan. Lalu sang designer merasa geli sendiri, Ma Ya dengan sengaja mengibas-ngibaskan sayapnya dan bulu-bulu mengenai bagian wajah si Designer.
Hong Nan sedang ada dibelakang panggung melihat Yoo Hyuk berjalan ke bagian belakang panggung langsung memperlihatkan tubuhnya yang mengoda. Yoo Hyuk terpesona dengan Hong Nan memberikan kedipan matanya. Hong Nan memberikan senyuman centilnya tapi setelah Yoo Hyun berbalik langsung memperlihatkan senyuman liciknya. 

Hae Joon mengancingkan jasnya siap berjala diatas panggung, matanya melihat ke arah Da Hye yang sedang menyiapkan meja. Ia berjalan seperti layaknya model tapi tatapanya terus mengarah pada Da Hye yang akan keluar ballroom.
Da Hye sempat melihat kearah belakang karena terikan Designer yang memuji Hae Joon, dari belakang Hong Nan berjalan lalu berpose dan berjalan mundur, tapi Hae Joon tetap diam dengan menatap Da Hye. Designer meminta agar Hae Joon berbalik tapi Hae Joon tetap saja diam.
Hong Nan yang sudah hampir sampai ke belakang panggung, melihat Hae Joon tetap diam dengan menatap Da Hye. Tiba-tiba baling-baling Drone menyentuh ke lampu dan membuat percikan, semua pegawai wanita menjerit ketakutan. Hae Joon pun jatuh lemas.

Tiba-tiba dalam pikiranya terlintas, sebelum meninggal melihat kembang api seperti percikan yang dilihat lalu ia jatuh dengan melihat sebuah burung yang melayang diatasnya. Dalam ingatanya itu bukan sebuah burung tapi Drone yang mengambil saat festival kembang api.
Hong Nan menarik Hae Joon berdiri sambil menanyakan keadaanya. Hae Joon mengatakan kalau itu bukan burung yang dilihatnya dan melihat kearah Drone yang ada didepanya dan sangat yakin bahwa itu sebuah kamera yang melayang diatasnya.
Ada helicam yang merekam kembang api. Kalau begitu... Aku mungkin juga terekam.” Ucap Hae Joon dengan menatap Da Hye
Manager Ma naik keatas panggung dengan wajah khawatir menanyakan keadaan Hae Joon. 


Hae Joon tiba-tiba langsung berlari keluar ruanganya, Hong Nan pun mengikutinya. Ji Hoon menatap Da Hye dari kejauhan dengan wajah sedih, Manager Ma mengambil Drone yang terjatuh menurutnya itu sangat berbahaya, lalu melihat ada bulu angsa yang menempel pada baling-baling drone.
Dibelakang panggung, Ma Ya tersenyum seperti bisa memberikan signal tentang kematian Young Soo yang dianggap sebagai bunuh diri dan menghilang ke belakang panggung.

Hong Nan dan Hae Joon berusaha turun mengunakan lift tapi lift yang akan dinaiki penuh akhirnya Hae Joon berlari kearah lain. Hong Nan berteriak sebenarnya apa yang dilakukan Hae Joon sekarang. Keduanya sudah sampai dibagian elektronik.
Hae Joon melihat sebuah laptop dan mengetik keyword “kembang api 25 januari” setelah menemukan video dan langsung memutarnya pada semua TV pada display.  Berita menanyakan [FESTIVAL KEMBANG API INTERNASIONAL SEOUL 2016]
Mungkin terdapat saat-saat terakhir kehidupan Kim Young Soo di dalamnya.” Kata Hae Joon
Benar. Aku memiliki koneksi di industri hiburan. Apa yang kau tunggu sekarang? Pergilah ke studio.” Ucap Hong Nan
Apa kau akan baik-baik saja sendirian?” kata Hae Joon khawatir, Hong Nan pikir tak perlu mengkhawatirnya, akhirnya Hae Joon pun berlari ke bagian studio penyiaran. 


Presdir Cha tak sengaja bertemu dengan Sek Wang yang masuk kedalam lift. Sek Wan memberitahu Wanita yang akan ditampilkan dalam peragaan busana bersama Lee Hae Joon ternyata adalah manajer Song Yi Yeon. Presidar Cha mengejek cara kerja Sek Wang itu lambat.
Aku belum melaporkannya kepada ketua.” Kata Sek Wang, Presdir Cha bertanya kenapa tak memberitahu ayahnya.
Ini adalah sejenis filter, Terutama jika itu tentangmu. Kau menjual mainanmu tanpa izin ayahmu. Ini hanya masalah waktu sebelum ketua... mengetahui bahwa Sunjin Department Store sedang ditawarkan.” Jelas Sek Wang
Terdengar seperti... kau tahu dengan sangat baik bahwa seseorang akan mengambil alih toko ini.” ejek Presdir Cha
Tentu saja.... Pemiliknya akan berganti..... Siapa pun itu, Hewan liar dan anjing rumahan. Aku akan senang melihat keduanya berkelahi.” Komentar Sek Wang
Presdir Cha kesal Sek Wang menyombongkan diri lagi dan tak ingin mendengarnya lagi karena tak mua berubah menjadi kasar. Sek Wang tahu Hae Joon mengadakan acara untuk mengambil department store kembali jadi penasaran seperti apa acara yang akan dibuat Presdir Cha nanti. Pintu lift terbuka, Sek Wang pun keluar dari dalam lift.
bersambung ke part 2  

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 



Tidak ada komentar:

Posting Komentar