Kamis, 31 Maret 2016

Sinopsis Come Back Mister Episode 11 Part 1

Ji Hoon menelp seseorang untuk memastikan Apakah Han Gi Tak benar-benar memiliki seorang adik lalu menanyakan kapan mereka bertemu dan membuka buku agendanya, terdapat selembar foto adik Gi Tak saat masih kecil.
Hae Joon dan Hong Nan tiba-tiba sudah ada didepan Ji Hoon dengan tatapan sinis, setelah itu keduanya sama-sama menyenggol pundak Ji Hoon dengan pundak mereka secara sengaja. Keduanya langsung tersenyum bahagia bisa membalas dendam.
Seung Jae datang melihat ketiganya, Ji Hoon menatap hera pada Hong Nan dan Hae Joo seperti memusuhi dirinya, lalu mengarahkan tatapannya pada Seung Jae yang berdiri didepannya. Keduanya sama-sama menatap curiga, Ji Hoon akhirnya memilih untuk pergi lebih dulu. 

Da Hye melamun saat berkerja, teringat saat Hae Joon yang berusaha menciumnya, matanya terpejam dan kepalanya digeleng-gelengkan berusaha untuk melupakanya. Tiba-tiba Hae Joon sudah ada didepan, berpikir kedatanganya itu mengejutkan. Da Hye menyangkalnya karena tak ada alasan untuk terkejut.
Temanmu sedang menunggumu.” Ucap Da Hye melihat Hong Nan berdiri tak jauh dari mereka. Hong Nan dengan senyumanya melambaikan tangan.
Aku akan meneleponmu nanti, Ayo kita pulang bersama.” Bisik Hae Joon lalu meninggalkan Da Hye dengan senyuman.
Da Hye mencoba menarik nafas untuk menenangkan diri, Ji Hoon melihat Hae Joon yang semakin dekat dengan Da Hye dengan tatapan sedih. 

Hong Nan berjalan bersama dengan Hae Joon, mengulangi kata-kata    Ketua Cha  "Jadikan Song Yi Yeon sebagai modelnya." Menurutnya merasakan hal yang sama tentang Ketua sejak acara peragaan busana dan memuji memang Ketua Cha  mengagumkan sambil mengangkat dua jempolnya.
Bukankah itu terlalu berlebihan untukmu?” kata Hong Nan khawatir
Apa yang kau katakan?!! Aku harus melakukan sesuatu untuk menyelamatkan toko ini. Apa yang lebih luar biasa daripada ini?” kata Hae Joon yakin
Bagaimanapun, aku punya teman baik di posisi atas. Lakukanlah pekerjaan ini dengan baik, Young Soo.” Ucap Hong Nan dengan gaya imutnya, Hae Joon melotot karena Hong Nan tidak perlu memintanya dan mereka sudah lebih dekat sekarang
Ayo kita dapatkan tandatangan Yi Yeon di atas kertas dan pergi untuk minum malam ini. Bagaimana menurutmu?” ucap Hong Nan, Hae Joon langsung tersenyum setuju. 

Selembar surat bertuliskan (KONTRAK MODEL UNTUK SUNJIN DEPARTMENT STORE) Yi Yeon sedang membentuk kukunya menanyakan alasan ia harus melakukanya, karena tahu Posisinya terus meningkat tetapi Mall itu semakin menurun, jadi untuk apa lagi terlibat dengan keluarga Cha.
Tidak, kau tidak akan terlibat dengan mereka. Ini lebih seperti berhadapan dengan Cha Jae Gook.” Jelas Hong Nan
Nah... Dari sudut pandang mereka, citra toko akan meningkat jika menggunakanku sebagai model. Namun, jika sesuatu yang buruk terjadi lagi... dan reputasiku hancur, siapa yang akan bertanggung jawab untuk itu?” ucap Yi Yeon
Reputasimu tidak akan pernah hancur. Aku tidak seperti Cha Jae Gook yang hanya peduli dengan eksterior dan akan merenovasi toko dari dalam-luar.” Jelas Hae Joon menyakinkan.
Hei, Yi Yeon! Apakah kau tahu apa yang diperlukan untuk membuat ini terjadi?” jerit Hong Nan kesal melihat sikap Yi Yeon
Jangan melibatkan perasaan pribadi yang dalam bisnis. Pergi saja kau! Aku pernah menjadi bintang papan atas Korea. Jadi aku hanya bekerja dengan para ahli di bidangnya.” Ucap Yi Yeon
Hong Nan menghela nafas, Hae Joon meminta Hong Nan menahan amarahnya, lalu menyetujui ucapan Yi Yeon kalau ia harus membuat pilihan dengan hati-hati. Yi Yeon pun membahas kalau ia juga tak pernah meminta Hong Nan untuk membantunya. Hong Nan akhirnya berdiri dengan suara tinggi melihat sikap Yi Yeon yang jual mahal.

Apa kau akan seperti ini? Kau hanya perlu mengikuti saja.” Teriak Hong Nan
Berhenti menganggap dirimu berjasa! Aku tidak pernah memintamu  melakukan ini. Kau tidak perlu memamerkannya!” teriak Yi Yeon akhirnya ikut berdiri, Hae Joon meminta keduanya untuk tidak emosi dan bisa membicarakanya, tapi Hong Nan langsung mendorongnya sampai jatuh ke kursi.
Lalu bagaimana? Apa aku terlihat seperti melakukan ini untuk diriku sendiri?” teriak Hong Nan, Yi Yeon mengumpat semuanya itu payah. Hae Joon dan Hong Nan langsung marah mendengar ejekanya “payah”
Aku tidak payah.... Aku Lee Hae Joon!” teriak Hae Joon lalu meninggalkan rumah. Hong Nan dan Yi Yeon saling melirik sinis. 


Hae Joon gelisah menunggu seseorang, ketika melihat Da Hye yang baru pulang kerja langsung mengomel karena Da Hye tidak mengangkat teleponnya padahal mereka  bisa pulang bersama-sama.
Aku sudah memikirkannya... tapi kupikir akan lebih baik bagimu untuk pergi setelah dua bulan.” Ucap Da Hye, Hae Joon malah tersenyum mendengarnya.
Kau bahkan tidak bisa menatap mataku secara langsung. Kurasa aku ada dalam pikiranmu.” Goda Hae Joon,
Ya, kau menghalangiku.” Tegas Da Hye dengan mata melotot lalu berjalan lebih dulu
Aku akan pergi satu bulan lagi dan tidak akan kembali. Kita hanya tidak sengaja bertemu. Kau boleh memberitahuku tentang semuanya dan  tidak boleh mengatakan kepada orang lain seolah-olah aku hanya angin yang berhembus. Jika kau lelah, kau boleh bersandar kepadaku. Aku juga tidak akan marah jika kau berteriak atau mengeluh kepadaku.” Ucap Hae Joon, Da Hye langsung membalikan badannya.
Aku akan membiarkanmu. Kau tidak akan pernah mendapat tawaran yang lebih baik daripada ini.” ucap Hae Joon, Da Hye menanyakan alasan Hae Joon melakukan ini padanya.
Aku akan melakukan semua yang tidak bisa dilakukan Young Soo sebelum dia pergi. Kau bisa menganggapnya seperti itu. Aku hanya ingin... melindungi keluargamu.” Tegas Hae Joon dengan mata berkaca-kaca, keduanya saling menatap di jalan menuju rumah. 


Da Hye membuat sup untuk makan malam, ketika akan mengambil sesuatu Hae Joon masuk ke dapur keduanya saling berpapasan, akhirnya Hae Joon mengalah menyuruh Da Hye jalan lebih dulu. Da Hye buru-buru keluar dari dapur, Hae Joon tersenyum bisa mengoda Da Hye.
Sementara Da Hye keluar rumah sambil membawa sendok sayur, Hong Nan membawa tas besar berdiri didepan pintu ketika ingin melambaikan tanganya, Da Hye terlihat meluapkan amarahnya sendirian.
Memangnya kenapa kalau dia tinggi dan memiliki suara yang manis? Dia tidak bisa terus bermain-main denganku. Menyebalkan sekali..... Jangan dipikirkan... Aku tidak akan membiarkan dia memilikiku.” Jerit Da Hye menguatkan hati lalu tersadar sedari tadi Hong Nan sudah ada didepan pitu
Da Hye, aku belum mendengar apapun.... Tidak ada sama sekali.” Ucap Hong Nan tersenyum. 

Hae Joon mengajak Hong Nan ke kamarnya, lalu sengaja melonggo dari dapur meminta agar Da Hye membuatkan sesuatu untuk mereka. Da Hye melotot mengatakan kalau rumahnya itu bukan bar. Hae Joon memberikan sebuah stiker smile sebagai tanda puas, akhirnya Da Hye dengan senyuman menerimanya. Tujuh buah stiker ditempel di kulkas, dengan penuh dendam Da Hye akan melakukan sesuatu setelah menyelesaikan semua ini. 

Dilantai atas
Hae Joon dan Hong Nan minum bir bersama, lalu Hae Joon membahask  Hong Nan memutuskan untuk lari dari rumah. Hong Nan yakin Yi Yeon  akan merindukannya setelah ia tidak ada di sana, karena bukan orang suci dan sudah tidak tahan lagi
Da Hye membawakan beberapa makanan ke lantai atas, Hong Nan mengucapkan terimakasih dan langsung mengajak Da Hye untuk gabung minum bersama. Da Hye menolak karena tak bisa minum, Hong Nan tetap memaksa agar Da Hye ikut minum bersama, Hae Joon pun menarik tangan Da Hye untuk duduk. 

Hong Nan sengaja mencampur bir dan soju, lalu menaruh tissue diatas gelas dan mengocoknya sampai membuat seperti tornado dan melempar bekas tissue ke langit-langit. Da Hye memberikan tepuk tangan, Hae Joon menegur Hong Nan yang mengajarkan seperti itu pada sang istri. Hong Nan beralasan Da Hye harus tahu bagaimana rasanya ketika dunia menjadi satu.
Pikiranmu menjadi jelas... dan kau bisa jujur ​​tentang apa pun. Kau bisa jujur tentang dirimu sendiri. Begitulah rasanya!” jelas Hong Nan mengebu-gebu. Da Hye sudah meminum habis satu gelas tanpa sisa dan memuji sangat lezat. Hae Joon meminta agar Hong Nan membuatkan lagi, tapi Da Hye memilih untuk membuatnya sendiri.
Aku bertanya-tanya... kenapa seorang wanita sepertimu memilih... Maksudku kenapa kau menikahi Young Soo?” tanya Hong Nan sempat kecepolsan ingin membuka identitas Hae Joon.
Pada awalnya, aku tidak ingin menikah dengan Young Soo.” Akui Da Hye, Keduanya langsung kaget mendengarnya.

Dia terlalu baik. Aku tumbuh dewasa dengan merasa kesepian jadi aku ingin menikah dan memiliki banyak bayi. Itu sebabnya kami membeli sebuah rumah dengan halaman depan yang besar. Sangat sulit untuk memotong rumputnya.” Cerita Da Hye yang membuat Hae Joon terdiam
Lalu, bagaimana dengan seorang pria seperti dia?” tanya Hong Nan menunjuk kearah Hae Joon.
Tuan Lee sangat tampan. Tapi... pria ini... Dia sangat aneh. Terkadang, dia sangat mirip dengan Young Soo dan terus membuatku bingung.” Cerita Da Hye sudah mulai mabuk. Hong Nan melihat Hae Joon sudah sedikit tertidur karena mabuk. Da Hye merasa sudah terlalu banyak bicara
Dia bisa melakukannya dengan lebih baik dan bisa melakukannya lebih baik daripada suamimu” kata Hong Nan menyakinkan.
Da Hye sudah mulai mabuk dan ingin menjatuhkan kepalanya dimeja, tangan Hong Nan langsung menahanya. Hae Joon tersadar dan memarahi Hong Nan yang memegang kepala istrinya, lalu menyuruh Da Hye untuk menyandarikan pada pundaknya. Keduanya sama-sama tertidur setelah mabuk, Hong Nan berkaca-kaca melihat keduanya. 


Hae Joon keluar dari kamar mandi dan melihat jepitan rambut yang ada disaku celananya lalu memakai dirambutnya. Setelah itu ia masuk ruang kerja lalu ke kamar Da Hye seperti merasakan jiwanya seperti suaminya Da Hye dan merasa tempat tidurnya itu sangat enak dan hangat.
Da Hye sedang tertidur merasakan tepukan di punggunya membuatnya lebih mendekat pada Hae Joon dan tertidur sangat nyenyak. Keduanya tertidur saling berhadapan seperti suami istri. Hae Joon tidur dengan melepaskan tanganya di punggung Da Hye.
Tangan Da Hye menyentuh dada Hae Joon, akhirnya Hae Joon dengan seyuman bahagia, memiringkan badanya agar bisa memeluknya. Tapi ia tersadar kalau ia sudah memegang tangan Da Hye yang seharusnya tak boleh dilakukanya, dengan tubuh orang lain. Hae Joon memilih untuk mengelus rambutnya. Da Hye, dengan lembut lalu wajah. Terdengar suara Han Nan yang memanggil ibunya, Hae Joon panik karena bisa ketahuan tidur disamping Da Hye karena bisa mendapatkan masalah. Suara Han Na semakin mendekat.

Da Hye mulai tersadar dari tidurnya, Hae Joon sengaja menutup dengan selimut sampai istrinya berpikir itu anaknya yang melakuannya, sampai tak bisa bernafas. Han Na akhirnya masuk ke dalam kamar ibunya melihat Hae Joon sudah ada diatas tempat tidur ibunya.
Hae Joon langsung meminta Han Nan tak mengeluarkan suara, Han Na ingin memanggil ibunya, Hae Joon langsung menodongnya dengan bayaran stiker smile satu buah, dua buah tapi Han Na mengelengkan kepalanya. Akhirnya Hae Joon membayarnya sebanyak 6 buah sekaligus, Han Na langsung memeluk ibunya dan Hae Joon buru-buru keluar dari kamar, Ha Na meminta agar dipeluk ibunya sambil tertidur. Da Hye pun menganggap anaknya seperti bayi monyet yang minta peluk dengan ibunya. 


Han Na melirik sinis pada Hae Joon dikamarnya, Hae Joon berusaha menjelaskan kalau semua itu salah paham dengan yang dilihatnya, sambil menjelaskan berbelit-belit bisa masuk kamar ibu Han Na dan sempat memanggil dirinya “ayah” dan memanggilnya Ahjussi.
Itu adalah naluri untuk pulang. Yang seperti... naluri binatang untuk kembali ke tempat asalnya. Aku dulu tinggal di lantai satu. Aku mabuk Dan tidur sambil berjalan.” Jelas Hae Joon terbata-bata dan akhirnya frustasi sendiri.
“Ohh... Aku ingin memiliki penjepit rambut ibumu. Yang seperti ini yang aku suka.” Kata Hae Joon menunjuk penjepit yang masih menempel dirambutnya.
Jika ibu sampai tahu, kau akan langsung diusir.” Ucap Han Na
Hae Joon memohon agar Han Nan tak mengadu dan bertanya apa yang harus dilakukanya. Han Nan meminta Hae Joon untuk memberikan nomor ponselnya. Hae Joon binggung karena Han Nan meminta nomor telpnya. 

Yi Yeon menatap ke arah jendela sambil mengeluh Hong Nan itu wanita  yang pikirannya sangat sempit lalu bertanya pada Seung Jae apakah ia tidak tahu kemana Hong Nan pergi. Seung Jae hanya meliirik, Yi Yeon sudah tahu pasti Seung Jae tidak tahu, jadi ia sudah memiliki cara lain.
Hong Nan terbangun dari tidurnya dan tersadar bukan dirumahnya, lalu dengan nada marah agar memberitahu Yi Yeon  untuk hidup bahagia tanpa dirinya. Hae Joon masuk ke lantai atas sambil mengatakan kalau kejadian tadi nyaris saja membuatnya bahaya
Bagaimana caranya dia bisa sangat pintar bernegosiasi? Aku tidak percaya dia meminta nomorku.” Ucap Hae Joon dengan senyuman bahagia, ponsel Hong Nan berbunyi dan berteriak memberitahu Hae Joon kalau itu pesan dari Yi Yeon. Hae Joon mendekat matanya melotot melihat pesan yang dikirimkan Yi Yeon. 

Presdir Cha masuk ke dalam mall bertanya apakah memang benar Yi Yeon akan datang ke Mallnya, Sek Ko memberitahu Yi Yeon akan menandatangani kontrak sebagai model dengan Lee Hae Joon. Presdir Cha pikir harus mengirim salam jadi meminta agar pengacaranya itu mendatangi Yi Yeon.
Dia tidak bisa hidup tanpa anaknya dan akan tahu bagaimana seharusnya dia bersikap.” Perintah Presdir Cha lalu Sek Ko pun mengerti.
Hae Joon tiba-tiba datang menyuruh Presdir Cha minggir sampai membuat kakak tirinya itu terjatuh, Sek Ko dan Ji Hoon sempat menahan Presdir Cha agar tak terjatuh. Lembaran karpet merah mulai digelar di pintu masuk Mall. 

Yi Yeon, Hong Nan, Seung Jae dan beberapa petinggi lain ikut berjalan dibelakangnya. Hae Joon ikut bergabung berjalan dengan gagah dan merasa sangat dihargai oleh semua orang dan tak ada yang memandang remeh dirinya. Presdir Cha dkk binggung melihat Yi Yeon berjalan masuk dengan karpet merah lalu mengumpat semuanya orang bodoh.
Beberapa pengunjung langsung menatap Yi Yeon yang berjalan di karpet merah, Yi Yeon merasa udara diruangan Mall sangat kering. Hae Joon langsung menyemprotkan penyegar wajah. Semua pengunjung langsung mengerubungi Yi Yeon untuk meminta tanda tangan dan memujinya masih tetap cantik.
Hong Nan berbisik caranya Menghilangnya membua rencana sangat berhasil. Hae Joon setuju dengan hal itu. Presdir Cha melihat mantan istrinya yang masih dikerubungi fans merasa tidak masuk akal lalu berusaha masuk kerumunan, tapi salah seorang wanita meminta agar tak mendorongnya. Akhirnya dengan berjinjit, Presdir Cha memanggil Yi Yeon, untuk mengajak mereka bicara. Yi Yeo sengaja hanya menurunkan sedikit kacamatanya dengan memandang remeh. 

Semua masuk ke dalam ruangan, Seung Jae sengaja menaruh kain diatas sofa dibagian tengah. Presdir Cha ingin duduk tapi Yi Yeon lebih dulu duduk disofa dan disampingnya kanan dan Kirinya Hae Joon serta manta suaminya. Presdir Cha langsung meminta Yi Yeon mengatakan  persyaratannya.
Pertama, Perlakukan aku seperti ketika aku masih seorang bintang papan atas. Seperti selebriti papan atas.” Ucap Yi Yeon
Kurasa kau sudah tidak waras karena kau sudah... cukup lama tidak bekerja.” Ejek Presdir Cha
“Baiklah, kita sepakat. Kami akan memperlakukanmu seperti seorang selebriti papan atas.” Kata Hae Joon setuju.
Kau terlalu banyak menggertak, tuan Lee. Apakah kau sedang sadar?” sindir Presdir Cha. Hae Joon menegaskan dirinya masih sadar dan Yi Yeon memang layak dipelakukan seperti itu.
Kedua, Aku hanya akan berurusan dengan yang terbaik. Naikkan nilai department store agar layak aku menjadi modelnya. Aku akan memutuskan setelah melihat siapa dari kalian yang membuat itu terjadi.”kata Yi Yeon,
Hae Joon mencoba mengartikan Meningkatkan nilainya, sementara Hong Nan mengeluh dengan yang diucapakan Yi Yeon meminta agar diberikan petunjuk. Yi Yeon menolak, karena ia hanya akan memberikan pertanyaan dan mereka yang harus menemukan jawabannya. Presdir Cha pikir pembicaraan mereka sudah selesai jadi menyuruh Yi Yeon Pulang dan urus anaknya. Hae Joon menegaskan kalau ia  akan mengambil tantangan untuk menaikkan nilai department store.
Ngomong-ngomong, Aku menanyakan ini karena aku benar-benar tidak tahu. Mereka mengatakan kontrak ini akan menjadi faktor penentu. dalam memilih penerus Grup Sunjin. Benarkah?” tanya Yi Yeon, Hae Joon membenarkan sambil menatap lurus pada Presdir Cha yang menatap sinis.
Kau mengirim... petisi hak asuh. Jadi Kau harus berusaha lebih keras. Aku akan menunggu dan melihatnya” tegas Yi Yeon, semua saling menatap dingin termasuk Hong Nan dengan Ji Hoon yang duduk berhadapan. 


Sesampai dirumah, Hong Nan tahu Yi Yeon pasti baru saja menandatangani kontrak dengan Lee Hae Joon tapi kenapa tadi  malah memprovokasi Cha Jae Gook. Yi Yeon kesal karena Hong Nan itu merusak suasananya.
Kenapa kau memberinya kesempatan? Apakah kau melakukan itu karena kau masih memiliki perasaan kepadanya?” ucap Hong Nan kesal
Dia adalah ayah dari anakku. Setidaknya dia harus menunjukkan kepada anakku bahwa dia sudah mencobanya” jelas Yi Yeon
Jadi itu sebabnya kau menggunakan kesempatan ini seperti itu? Apakah kau tidak tahu seperti apa dia?” jerit Hong Nan, Yi Yeon berbisik pada Seung Jae merasa Hong Nan itu seperti sedang cemburu padanya.
“Kau bilang Cemburu!!! Aku hanya perlu tetap tenang. Kau belum sepanas itu. Jangan terlalu berlebihan.” Teriak Hong Nan lalu memilih untuk pergi. Yi Yeon bertanya kemana Hong Nan akan pergi, Hong Nan berteriak kalau itu bukan urusannya. Yi Yeon pikir Hong Nan ingin tidur diluar lagi, Hong Nan membenarkan dengan teriakan marah, Seung Jae akhirnya mengikutinya,Yi Yeon binggung apa yang sedang dirasuki oleh Hong Nan. 

Hong Nan berjalan pergi dan mengomel karena Seung Jae terus mengikutinya, Seung jae memperingati agar Hong Nan tidak boleh diluar sepanjang malam.
“Aku biasa di luar sepanjang malam sepanjang waktu... Apakah kau khawatir?” ucap Hong Nan marah
Aku yakin Na Suk Chul memintamu mengawasi. Jangan pergi sendirian.”kata Seung Jae, Hong Nan terdiam sambil menatap anak buahnya. 

Sebuah foto Hong Nan ditempel di papan bening, Ji Hoon seperti membuat bagan dari Han Gi Tak dengan berita “Han Gi Tak, meninggal dalam kecelakaan mobil”yang saling berhubungan satu sama lain. Yang semuanya diawali dari Yi Yeon, lalu model Yoo Hyuk, Predir Cha dan juga Hong Nan ada dibagian bawah,
Dia bernama Hong Nan. Dia mengatakan kalau dia adik dari Han Gi Tak dan muncul sebulan setelah Han Gi Tak meninggal. Nekerja sebagai manajer Song Yi Yeon dan menang dari semua orang yang bekerja untuknya.
“Apa Kau adik dari Han Gi Tak?” tanya Ji Hoon dengan tatapan licik melihat menatap foto Hong Nan. 

Presdir Cha marah karena sengaja menempatkan Suk Chul agar bisa melihat wajah arogan Yi Yeon, sambil menarik dasi anak buahnya agar bisa memihak dengan benar. Suk Chul meminta Presdir Cha tak perlu khawatir,  karena Hari-hari kejayaan Yi Yeon sudah selesai dan juga sudah mengenal industri ini dengan baik.
Ji Hoon datang meminta maaf karena datang terlambat. Suk Chul menatap Ji Hoon yang baru datang, Ji Hoon melihat wajah Suk Chul teringat dengan papannya dan wajah Suk Chul tertempel disana karena berhubungan dengan Gi Tak.
Apa yang kau tahu tentang gadis manajer itu?” tanya Presdir Cha.
Ya, dia terobsesi untuk menjadi terkenal. Kau tidak perlu khawatir sama sekali.” Kata Suk Chul
“Ahh.. Jadi begitu. Kau memintaku untuk tidak khawatir tentang apa pun. Bagaimana aku bisa mempercayaimu?”sindir Presdir Cha, Suk Chul heran mendengar Presdir Cha berbicara seperti itu padanya.

Aku ragu Song Yi Yeon datang ke department store untuk berbelanja. Kurasa dia akan dengan mudah menyerahkan kemenangan kepada sisi lain, tapi dia memberimu kesempatan, yang berarti kita mungkin menang.” Kata Ji Hoon
Apakah kau memintaku untuk menaruh wajahnya di department store-ku?”ucap Presdir Cha dingin
Itu lebih baik daripada Lee Hae Joon yang memenangkan kontrak, kan? Bagaimana jika kita mendekati manajernya?” saran Ji Hoon, Suk Chul langsung setuju
Aku ingin... Tuan Jung untuk menangani yang satu ini.” kata Presdir Cha, Suk Chul kaget karena dirinya tak ditunjuk. Ji Hoon menerima minuman wine ke dalam gelasnya, Suk Chul menatap sinis Ji Hoon yang berani mengambil tugasnya.
Disisi lain bar, seseorang melaporkan pada Suk Chul kalau pihak Sunjin mencari tahu tentang kecelakaan Han Gi Tak. Suk Chul kaget mendengar informasinya, informanya memberitahu namanya Jung Ji Hoon yaitu salah satu anak buah dari Cha Jae Gook. Suk Chul mengumpat kesal melihat Ji Hoon yang sedang minum bersama dengan Presdir Cha.


Beberapa mangkuk diatas meja sudah diisi bahan untuk memasak, Jegal Gil mengeluh pada Hong Nan yang akan mengajarikan metode rahasia Gi Tak tapi malah memberikan mangkuk-mangkuk yang terlihat isinya hampir sama karena berwarna putih.,
Hei.... Aku hampir meninggal setelah memakan pasta buatanmu. Kau tidak akan bisa merasakannya kecuali jika kau memang tidak memiliki indera perasa. Garam, gula, MSG.... Cepat Pilih.” Perintah Hong Nan, Jegal Gil ingin menolak tapi akhirnya setuju akan mencobanya.

Gula..... Garam.... MSG.... Garam.... Gula.” Ucap Jegal Gil mencoba semua bumbu di atas meja secara bergantian.
Suk Chul, si brengsek itu. Makanan apa yang dia berikan padamu? Kau sudah kehilangan indera perasamu.” Jerit Hong Nan marah lalu memberitahu Jegal Gil kalau semua yang ada didepanya itu garam. 


Ponsel Hong Nan berdering, lalu menerimanya dengan sengaja menjauh dari Seung Jae dan Jegal Gil. Suk Chul memberitahu Beberapa pria brengsek berusaha menggali masa lalu saudaranya dan dengan nada mengejek menanyakan pendapatnya. Hong Nan binggung apa maksud ucapan Suk Chul.
Jung Ji Hoon dari Sunjin Department Store. Aku punya firasat kalau dia akan menangkapmu... sebelum aku mendapat keuntungan. Aku bekerja keras untuk sampai pada posisiku, tapi aku akan kehilangannya karena aku terlalu baik untuk Yi Yeon. Jadi kau juga harus meningkatkan posisimu, bukan begitu?” kata Suk Chul. Seung Jae sengaja mendengar ketika Hong Nan menyebut nama Jung Ji Hoon. 

Seseorang masuk ke dalam restoran, Jegal Gil memberitahu restoran mereka sudah tutup. Ji Hoon memanggil Hong Nan dan Hong Nan terlihat kaget melihat Ji Hoon sudah datang ke restoranya.
Apa yang membawamu kemari?” tanya Hong Nan sambil bergumam dalam hati Apakah Cha Jae Gook menyuruhmu kesini? Keduanya saling menatap, Hong Nan berusaha tersenyum mengajak Ji Hoon untuk dudk bersama.  
Jegal Gil bertanya siapa pria yang datang menemui Hong Nan, menurutnya dari pakaianya terlalu rapi tapi pernah melihat dia sebelumnya.
Kau tidak 100 persen memihak kepada Lee Hae Joon, kan? Bantu kami juga. Misi Song Yi Yeon terlalu sulit.” Kata Ji Hoon, Hong Nan pikir bisa seperti itu. Sementara Jegal Gil berusaha mengingat Ji Hoon.

Aku mungkin telah kehilangan Indera perasaku, tapi penglihatanku adalah yang terbaik.” Kata Ji Hoon lalu mengeluarkan ponselnya, masih tersimpan foto Ji Hoon yang bertemu dengan Da Hye direstoran saat Gi Tak meninggal.
Seung Jae memastikan orang yang sama dengan yang ada di foto, pesan dari Suk Chul masuk Jika gadis cantik itu bertemu Jung Ji Hoon, katakan kepadaku apa yang mereka bicarakan.


Flash Back
Ketika Seung Jae masih berkerja di restoran, Ji Hoon datang bertanya apakah pemilik restoran itu bernama Han Gi Tak. Seung Jae membenarkan, lalu Ji Hoon tersenyum bahagia dan seperti bernafas lega lalu dengan senyuman mengucapkan terimakasih.
Seung Jae terus menatap kearah Ji Hoon yang memiliki kecurigaan karena sebelumnya pernah menanyakan tentang restoran. 

Dilantai atas
Hae Joon kaget mengetahui Ji Hoon menggali masa lalu Gi Tak dan bertanya-tanya tujuanya. Hong Nan rasa Sudah jelas kalau Jae Gook mungkin mencari sesuatu untuk melawan Yi Yeon.
Apakah dia akan melakukan tugas pribadi untuknya di atas pekerjaan utamanya? Apa yang dikejar si kurang ajar itu?” tanya Hae Joon
Dia meminta petunjuk untuk mendapatkan kontrak Yi Yeon.” Ucap Hong Na, Hae Joon kaget menurutnya itu tak mungkin
Saat aku menemuinya besok, Aku akan menyiksanya.” Tegas Hong Nan penuh dendam mengepalkan kepalanya. 

Da Hye membawakan baju yang sudah disetrika dan beberapa handuk dengan menaruh diatas tempat tidur. Hae Joon tiba-tiba sudah berdiri dibelakanganya bertanya tentang keadaan punggungnya. Da Hye mengatakan sudah baik-baik saja.
Bagaimana lehermu? Apakah kau tidur dengan nyenyak?” tanya Hae Joon, Da Hye mengatakan sudah baik-baik saja dan akan pergi.
Hae Joon menahanya dan langsung mendorong Da Hye sampai berbaring diatas tempat tidurnya. Da Hye panik mencoba melepaskan tangan Hae Joon yang menahananya agar tetap berbaring. Hae Joon meminta Da Hye untuk diam saja karena sekarang ia sangat membutuhnya, lalu memutar bantal yang ditiduri oleh Da Hye.
Da Hye merasakan bantal yang berbeda dikepalanya, Hae Joon bertanya bagaimana rasanya apakah terasa nyaman dan menjelaskan kalau itu bantal keluaran baru karena bisa membuat tertidur dengan nyaman. Da Hye ingin bangun tapi Hae Joon tetap menahanya dengan senyuman.

Hong Nan terbangun dari tidurnya dan melambaikan tangan pada Da Hye untuk menyapa dipagi hari. Da Hye yang melihat posisinya dengan Hae Joon memilih untuk berlari keluar kamar dengan wajah malu. Hae Joon dengan senyuman bahagia merasa Da Hye itu sangat menyukai bantal yang dimiliikinya. Hong Nan langsung melempar bantal sambil mengumpat Hae Joon itu seorang pecundang. Hae Joon tetap yakin Da Hye itu sangat menyukainya. 


Da Hye menuruni tangga sambil memarahi dirinya dan meminta agar tetap tenang karena dirinya itu adalah wanita yang sudah menikah. Han Na baru keluar dari kamar mandi, Da Hye langsung meminta anaknya aga memberika kekuatan dengan memeluknya erat-erat. Han Nan menjerit karena ia tak bisa bernafas dipeluk erat-erat oleh ibunya dan berusaha melepaskanya.
Tuan Kim baru masuk rumah, Da Hye langsung memanggilnya dan memeluknya, Tuan Kim binggung melihat tingkah menantunya. Da Hye memeluk erat Tuan Kim karena membutuhkan kekuatan. Han Nan benar-benar heran melihat sikap ibunya. 

Presdir Cha dan Yi Yeon bertemu disebuah restoran, setelah menuangkan wine melihat botol anggur kesukaan mantan istrinya. Yi Yeon meminumnya tidak akan mantan suaminya mengingat hal-hal seperti ini. Presdir Cha pikir Yi Yeon pasti tidak mengetahuinya, tapi ia mengaku sangat tertarik kepada mantan istrinya.
Kedengarannya menakutkan.” Komentar Yi Yeon, Presdir Cha pun meminum air putih untuk menetralkan mulutnya, Yi Yeon meminta mantan suaminya agar langsung mengatakan saja
Jika kau akan bekerja dengan Sunjin, buat kontrak itu bersamaku. Sepertinya itu lebih baik...” kata Presdir Cha merayu
Bekerja bersamamu sepertinya pilihan terburuk.” Balas Yi Yeon sudah tahu kelicikan Presdir Cha
Aku akan memperlakukanmu seperti seorang bintang papan atas seperti yang kau inginkan.” Kata Presdir Cha menyakinkan.

“Ah... Benarkah? Bagaimana dengan nilai toko? Bagaimana kau akan membuatnya layak dengan citraku? Kau presiden perusahaan jadi pasti memiliki suatu gagasan.” Ucap Yi Yeon
Apa, Haruskah aku menempatkan serpihan emas dan pita di etalase?” teriak Presdir Cha marah
Yi Yeon berdiri dari tempat duduknya, menegaskan Presdir Cha itu harus berusaha lebih keras lalu meninggalkan restoran. Presdir Cha menatap sinis dan mengumpat kesal sambil melempar semua isi diatas meja. 
bersambung ke part 2

 FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 



14 komentar:

  1. Lho kok jd please comeback mister bknnya descendants of the sun???

    BalasHapus
  2. Udah girang2 ,,pas dibaca koq nmanya sama pemeranya beda,,ehh baca judulnya juga beda ,, mbaaa koq bukan dots malah come back,apa akibat ngantuk yaa jadi salah ayodong dots ...

    BalasHapus
  3. Kok gini sih .... Salah ngepost ya... Tolong dong sinopsis dots bukan come back mister....

    BalasHapus
  4. Koq part 1 nya bukan "dots" malah "cbm" ??? 😑😑😯😯

    BalasHapus
  5. Koq part 1 nya bukan "dots" malah "cbm" ??? 😑😑😯😯

    BalasHapus
  6. sampe 3x gue refresh kirain hp gue yg eror , DOTS 11 part 1 nya dong unni ..

    BalasHapus
  7. Hehe.. kita ketipu.. udah bolak balik kaya setrikaan bukannya ketemu jongki malah ktemu rain.. itu rainkan, jadi ga pd saking mata udah burem2 ngantuk. Faighting ditunggu dots nya yaa...

    BalasHapus
  8. Hehe.. kita ketipu.. udah bolak balik kaya setrikaan bukannya ketemu jongki malah ktemu rain.. itu rainkan, jadi ga pd saking mata udah burem2 ngantuk. Faighting ditunggu dots nya yaa...

    BalasHapus
  9. Gue pikir cuma gue yg salah...ternyata emang salah ngepost kayaknya...
    Please sinop dots nya di next dong...

    BalasHapus
  10. April mop kecepetan nih 😢

    BalasHapus
  11. April mop kecepetan nih 😢

    BalasHapus
  12. ini aku gk salah kan ya,, udah berkali2 buka mlah ini lgi ini lagi hdeeh ,,😥😅

    BalasHapus
  13. laah ko ini yaaak ? kan mau liat joongki .. hadehhh malah liat mantannya mo yeon .. hahahahaha

    BalasHapus