Minggu, 20 Maret 2016

Sinopsis Ms Temper & Nam Jung Gi Episode 2 Part 1

Jung Gi benar-benar kaget mengetahui Da Jung itu tetangga barunya, Da Jung langsung mengejek Jung Gi adan pria yang tidak memiliki mora, bukan hanya membuat bahaya tapi juga melakukan pelecehan seksual. Yoon Ho berteriak dari dalam karena Da Jung mengatakan Pelecehan seksual. Jung Gi langsung menutup telinga anaknya.
Apa maksudmu pelecehan seksual? Jaga ucapanmu! Ada anak kecil di sini!” jerit Jung Gi
Kau telanjang di hadapanku” kata Da Jung
Jung Gi pun sadar dengan sikapnya kemarin lalu akhirnya membawa anaknya masuk ke dalam rumah. Yoon Ho langsung bertanya apa maksud ucapanya Da Jung dan siapa yang melakukanya. Da Jung menyuruh Yoon Ho tak perlu khawatir dan lebih baik menyelesaikan perkerjaanya saja. 

Didalam rumah
Jung Gi mengeluh karena Da Jung harus pindah ke depan rumahnya, sambil mengumpat sial. Woo Joo lalu bertanya pada ayahnya, apa yang dimaksud  "pelecehan seksual”. Jung Gi berjongkok didepan anaknya menjelaskan kalau Ahjumma itu salah paham karena tak mungkin melakukanya dan menganggap kalau Da Jung adalah Ahjumma yang aneh.
Kalau begitu bagaimana dengan sepedaku?” tanya Woo Joo
Oh benar..... Sepedamu” ucap Jung Gi teringat kembali dengan tujuan ke kamar 902 untuk mengambil sepeda anaknya. Terdengar bunyi suara bel rumahnya. 

Jung Gi membuka sedikit pintu rumah dan melihat Da Jung didepan pintu rumahnya, berpura-pura lupa menanyakan ada apa Da Jung ke rumahnya.  Da Jung langsung membuka lebar pintu rumah Jung Gi, dengan wajah sinisnya menegaskan Jung Gi harus menyelesaikan pembicaraan sebelum pergi
Tidak perlu berdiskusi panjang! Kembalikan saja sepedanya!” kata Jung Gi
“Kau harus bayar 650,000 won, Denda karena kau membuat bahaya dan menghalangi jalan untuk pindah. Itu adalah jumlah yang diminta perusahaan jasa pindahan sebagai ganti rugi, Kalau kau mau sepedanya kembali, bayar dulu” ucap Da Jung sambil menadahkan tangan meminta uang.

Apa salahnya menaruh sepeda di dekat tangga? Seberapa banyak sepeda kecil itu menghalangi jalan? Apa? 650,000 won?” teriak Jung Gi mengomel. Da Jung yang akan masuk ke dalam rumah kembali membalikan badannya.
Oh ya, kalau kau berpikir begitu, beli saja yang baru, pikirkanlah lagi. Aku akan melaporkanmu karena menimbulkan bahaya Dan juga akan melaporkanmu atas apa yang terjadi di hotel” kata Da Jung mengancam, Jung Gi berteriak memanggil Da Jung yang sudah masuk kedalam rumah, lalu mengumpat karena harus membayar denda 650ribu won. 


Tuan Nam masuk kerumah membawa surat tagihan mengatakan kalau itu dari Bank dan bertanya pada Jung Gi apakah ia punya uang untuk membayarnya. Jung Gi sedang duduk diruang tengah meminta ayahnya tak perlu mengkhawatirkan hal itu karena akan mengurus semuanya.
Ini semua karena bajingan itu, Bong Gi.” Keluh Tuan Nam, Bong Gi keluar kamar tanpa rasa bersalah mengapa namanya disebut.
Apa maksudmu, "kenapa"? Ini semua karena kita harus membayar kecelakaan yang terjadi padamu sebulan yang lalu! Kau seharusnya menghasilkan uang pada usiamu, tapi kau selalu saja mendapatkan masalah!” teriak Tuan Nam memukul Bong Gi
“Yah.. Ampun, ayah! Sesuatu seperti ini selalu terjadi saat seorang pria bekerja! Jangan seperti itu Lebih baik berikan saja aku 50,000 won.” Kata Bong Gi menadahkan tanganya, Tuan Nam memukul tangan ananknya.
50,000 won, apanya! Ayah tidak punya uang sepeserpun untuk orang seperti dirimu! Aishh.... Benar-benar! Darimana aku mendapatkan anak seperti itu?” jerit Tuan Nam kesal masuk ke dalam kamar.

Bong Gi merengek pada ayahnya agar bisa mendapatkan uang menurunkan dengan meminta uang 30ribu Won.  Tuan Nam menyuruh Bong Gi minggir  supaya bisa menutup pintunya. Jung Gi mengeluarkan dompet mengeluarkan beberapa lembar uang lalu memanggil adiknya. Bong Gi langsung berjongkok seperti anak anjing yang meminta belas kasihan didepan kakaknya. Jung Gi berpesan agar Bong Gi pulang cepat, Bong Gi pun mengucapakan terimakasih dan berjanji akan mengantinya 10 kali lipat nanti.
Woo Joo keluar kamar memanggil ayahnya, untuk menanyakan nasib sepedanya. Jung Gi dengan senyuman meminta anaknya tak perlu mengkhawatirkanya karena mengurusnya nanti lalu memeluk anaknya dengan erat. 



Jung Gi masuk ke kamarnya, membuka laci dan melihat beberapa buku tabungan yang sudah disimpanya. Sepertinya beberapa buku tabungan sudah kosong, lalu dibuku tabungan yang ketika masih ada sisa uangnya 19 juta won dengan helaan nafas memikirkan tentang semuanya karena ia sudah berhenti kerja dan bertahan dengan uang itu. 

Jung Gi berbicara pada Direktur Jo agar meminta diberikan kesempatan terakhir dan ditanganya sudah ada sekotak Jeli kacang merah manis, lalu membungkuk. Tapi ternyata ia hanya berdiri disebuah rumah yang cukup besar, beberapa orang tertawa melihat Jung Gi yang berbicara sendiri.
Direktur Jo keluar dari rumahnya, Jung Gi panik dan langsung berlari untuk bersembunyi dibalik mobil yang terparkir didepan rumah lain. Seorang pria keluar dari rumah ingin naik ke mobilnya, bertanya apa yang sedang dilakukan Jung Gi. Jung Gi memohon agar meminta waktu sebentar saja.
Pria itu memberitahu kalau harus segera pergi, Jung Gi tetap memohon agar bisa bersembunyi, tapi si pria langsung mendorong Jung Gi agar minggir dari depan mobilnya. Direktur Jo melihat sosok pria yang bersembunyi dibalik mobil, ketika mobil itu pergi melihat Jung Gi yang bersembunyi dan langsung memanggilnya, menanyakan apa yang sedang dilakukanya. 

Jung Gi dengan senyuman berlari menghampiri Direktur Jo, seperti ingin menutupi tujuan datang. Direktur Jo berpikir Jung Gi itu datang bukan  untuk menemuinya. Jung Gi mengaku ada yang ingin dibicarakanya tapi mulutnya seperti kebinggungan untuk berbicara.
Kalau tidak ada yang ingin kau katakan, pergilah” ucap Direktur Jo.
Tidak! Um, terima kasih atas semuanya sampai sekarang. Aku ingin memberikan sesuatu padamu sebagai hadiah perpisahan terakhir. Ini tidak banyak, tapi tolong terimalah” kata Jung Gi mengulurkan hadiahnya, Direktur Jo melirik hadiah Jung Gi “Jeli kacang merah manis terbuat dari Ginseng

Nam Jung Gi, inilah masalahmu! Kau selalu melarikan diri, aku tidak pernah melihatmu dengan penuh semangat mengejar sesuatu Itu jelas sekali bukan seperti ini yang ingin kau katakan sekarang! Bagaimana aku bisa mempercayakan jabatan kepala bagian pemasaran pada orang yang pengecut? Huh?” ucap Direktur Jo
“Apa Kau pergi karena perjanjian ini gagal? Aku tidak punya alasan untuk menahan satu orang Yang tidak bisa bertanggung jawab atas tindakan mereka, Benarkan? Karena ini adalah terakhir kalinya aku bertemu denganmu, aku akan menerima ini” kata Direktur Jo mengambil hadiah dari tangan Jung Gi
Kalau kau tidak bisa memperbaiki ketakutanmu, maka Kau akan mengalami kesulitan dimanapun kau berada” pesan Direktur Jo yang membuat Jung Gi hanya bisa terdiam. Direktur Jo pun meninggalkan rumahnya, Jung Gi melihat mobil atasannya tanpa mengejarnya. 


Woo Joo menatap sepedanya yang ada di balkon rumah sebelah. Da Jung dengan nada ketus karena Woo Joo sudah memastikan itu sepeda miliknya jadi sekarang lebih baik segera pergi. Woo Joo meminta agar diberi waktu 10 menit lagi hanya untuk menatapnya, tapi merubahnya jadi 5 menit saja.
Apakah terlihat aku menahan sepedamu, karena aku punya banyak waktu luang? Kalau kau mau mengendarainya, katakan pada ayahmu untuk cepat membawa uangnya” ucap Da Jung ketus
Kau tidak boleh melepas pitanya apapun yang terjadi!” pinta Woo Joo
Kalau kau terus mengangguku, maka aku tidak akan mengijinkan kau melihatnya lagi” tegas Da Jung lalu memasukan sepeda lagi ke dalam rumahnya. Woo Joo pun dengan wajah sedih masuk ke dalam rumah 

Jung Gi berdiri dipinggir pelabuhan, jarinya terlihat ragu untuk menekan mengirimkan resumenya kembali. Teringat kembali ucapan Direktur Jo saat datang kerumahnya Kalau kau tidak bisa memperbaiki ketakutanmu maka Kau akan mengalami kesulitan dimanapun kau berada!
“Jadi Kau menyebutku penakut? Setelah semua yang aku usahakan untuk menyelamatkan kontraknya? Aku membuka celanaku dan diseret hanya dengan memakai baju dalam...” jerit Jung Gi kesal
Lalu ia mengingat kembali ucapan Direktur Jo Aku tidak punya alasan untuk menahan satu orang Yang tidak bertanggung jawab atas tindakannya
Jadi maksudmu, segitu saja harga dari diriku? Ada apa denganku?” jerit Jung Gi benar-benar meluapkan rasa marahnya.

Beberapa orang tuna wisma sedang menyantap mie instant, melihat Jung Gi dengan tatapan aneh karena berteriak sendirian. Bunyi perut Jung Gi terdengar melihat mie instant yang sedang dimakan tuna wisma lalu melihat dompetnya hanya ada dua lembar saja 1000 won.
Ponselnya berdering, Woo Joo menelp sambil menangis karena sepedanya. Didepan ATM, Jung Gi dengan rasa berat hati mengambil tabungan sebesar 650ribu won untuk membayar denda. 


Didepan rumah
Jung Gi menyerahkan amplop berisi 650ribu won pada Da Jung, Da Jung yang mengeluarkan 150ribu won sebagai ganti rugi lampunya yang pecah. Jung Gi pun meminta agar Da Jung segera mengembalikan sepeda milik anaknya. Da Jung mengirimkan pesan pada Jung Gi  untuk menghubungi orang itu dan urus mengurus sisanya.
Aku akan memberikannya padamu setelah semuanya diselesaikan. Tapi Aku tidak yakin kalau itu bisa diselesaikan hanya dengan 500,000 won saja” ucap Da Jung ketus mengembalikan amplop dan masuk ke dalam rumah.
Hei, Manajer Ok! Yang dilakukannya hanyalah mengangguku sebelum dia pergi lagi! Dia bilang "Menyelesaikannya?" Apalagi yang harus diselesaikan?” jerit Jung Gi kesal
Woo Joo sudah berdiri didepan pintu dan siap memakai helmnya, Jung Gi yang melihatnya merasa kasihan lalu meminta anaknya agar masuk kedalam rumah.


Jung Gi menemui si kakek tua yang mengunakan penyanggah tangan, merasa tak menyangka kalau ternyata lukanya sangat parah. Kakek itu memberitahu kalau tulangnya patah jadi harus mengunakan penyanggah tangan selama 1 bulan. Jung Gi mengeluarkan amplop uangnya.
ini tidak banyak, tapi tolong gunakan ini untuk biaya rumah sakitmu” kata Jung Gi menyerahkan sisa uang di amplopnya.
Well, aku sudah membayar biaya rumah sakit Tapi aku hidup dari gaji harian, jadi ini benar-benar berat bagiku sekarang.” Keluh Si kakek
“Apa Perusahaanmu tidak memiliki asuransi untuk karyawan?” tanya Jong Gi
“Aisshh.... Benar-benar!! Kenapa mereka harus melakukannya? Aku tidak bisa bekerja sampai ini dilepas!” jerit si kakek marah
Jung Gi pun bertanya berpa banyak upah yang diterima setiap hari, Si kakek itu melihat amplop yang diberikan Jung Gi dan kembali mengomel karena uang itu hanya bayaranya selama 1 minggu saja. Jung Gi hanya bisa menghela nafas karena harus kembali mengeluarkan uangnya. 

Jung Gi berjalan di pinggir jalan, menerima telp dari pegawai wanita yang memastikan kalau Jung Gi mengambil uang sebanyak 650ribu won. Jung Gi membenarkanya. Wanita itu mengatakan kalau Jung Gi tidak menyebutkan kalau sudah dipecat, Jung Gi binggung.
Persentase dari dendamu akan berubah mulai hari ini Itu akan dinaikkan 3, 2% dari sekarang” kata Si wanita
Bagaimana kau bisa tiba-tiba menaikkannya sebanyak itu?” jerit Jung Gi tak terima.
Tidak ada yang bisa aku lakukan karena situasi pekerjaanmu berubah pak Kalau kau tidak membayarnya selama dalam waktu 6 bulan, kau harus membayar biaya penarikannya juga. Jadi tolong ingat itu!” tegas si wanita
Ia lalu berdiri dan seperti tanganya berubah jadi tangan robot, Jung Gi menatap ponselnya dengan binggung. Tiba-tiba sebuah pesawat bentuk tangan terbang menuju ke arah Jung Gi dan mendorongnya. Jung Gi berteriak ketakutan dan langsung terjatuh.
Jung Gi memegang dadanya merasakan sangat kesakitan, beberapa orang sedang berjalan heran melihat Jung Gi tanpa ada alasan apapun terjatuh sendirian. Jung Gi melihat sebuah truk yang menawakan pekerjaan dengan bayaran 100rb won. 

Woo Joo mengendarai sepedanya, terlihat belum begitu lancar. Da Jung melihat jam tanganya mengatakan sudah 10 menit. Woo Joo menghentikan sepedanya memberitahu kalau ia belum mengendarainya dengan benar. Da Jung mendekatinya, kalau itu adalah masalah yang harus ditanggungnya sendiri.
Sekarang sudah 10 menit sesuai janji kita, jadi aku akan membawanya, turunlah dari sepedamu sekarang” ucap Da Jung.
Woo Joo pun mau tak mau turun dari sepedanya, dua orang temanya mendekati Woo Joo berpikir kalau itu ibu Woo Joo karena mengambil sepedanya. Woo Joo berteriak kalau Da Jung itu bukan ibunya. Da Jung mendengarnya dan terus menuntun sepeda masuk ke dalam rumah. 

Bong Gi memasak cemilan membahas tentang wanita tetangga barunya,menurutnya Da Jung itu memiliki masalah kejiwaan, atau mungkinkah anti social, merasa tak percaya dengan yang dilakukan pada anak-anak padahal seharusnya lebih bersikap seperti orang dewasa.
Dia memang sesuatu, selain gangguan sejak dia mulai pindah kesini Tapi memang benar-benar, dia berada di level keanehan yang berbeda” keluh Tuan Nam
Bagaimana dengan Hyung? Aku pikir dia selalu pulang terlambat sekarang ini.” kata Bong Gi
Dia bekerja lembur seminggu penuh dan selalu pulang dalam keadaan lelah belakangan ini!” jelas Tuan Nam, Jung Gi pulang ke rumah mengambil air minum diatas meja.
Hyung! Kau selalu bekerja lembur setiap saat, tapi kau tidak punya uang? Lupakan tentang hal lain dan selesaikan masalah dengan sepedanya dulu Lakukan apapun yang perlu dilakukan!” ucap Bong Gi, Tuan Nam setuju karena sangat tidak enak dilihat.
Dikamar, Woo Joo menatap langit-langit sambil mengingau memanggil sepedanya. Jung Gi dengan wajah lemas mengatakan akan mengurus masalah itu segala dan pamit pergi masuk kedalam kamar. 

Bong Gi kembali mengeluh tak percaya wanita itu meminta bayaran sebanyak itu dan kakaknya itu tidak dibayar atas pekerjaannya atau bonus yang lainnya. Tuan Nam pikir lebih baik Bong Gi yang mencari pekerjaan dan menghasilkan uang sendiri.
Apa kau tidak merasa menyesal pada kakakmu” tegur Tuan Nam pada anak bungsunya.
Lagi-lagi begitu, ayah. Aku sudah bilang, akan melakukan sesuatu yang besar! Kalau ayah terus menasehati aku seperti ini, tapi saat aku melakukan hal besar nantinya Apa yang akan ayah lakukan sekarang? Ayah akan merasa sangat menyesal nantinya.” Kata Bong Gi yakin
Seperti itu akan terjadi saja!” ucap Tuan Nam mengejek, Keduanya tertawa lalua kembali minum makkeoli.

Tiba-tiba terdengar suara desahan dari kamar Jung Gi, keduanya langsung melotot kaget. Bong Gi langsung menguping dari pintu kamar kakaknya, Tuan Nam memukul pantat anaknya agar tak menguping. Bong Gi mengeluh seharusnya kakaknya membaginya apabila memiliki film porno yang bagus. Tuan Nam menyuruh Bong Gi diam dan harus membiarkanya, karena kakaknya itu harus menurunkan stress dengan cara seperti itu.
Jung Gi duduk sambil berteriak-teriak dan akhirnya membaringkan tubuhnya dengan deretan plester pereda pegal-pegal dibagian punggungnya. Ketika ia bangun beberapa plester peredanya tidak menempel dengan sempurna. 


Jung Gi keluar rumah melihat Da Jung berdiri didepan lift, akhirnya mau tak mau Jung Gi harus masuk bersama Da Jung didalam lift. Da Jung melirik sinis memberitahu kalau ia itu bukan tempat penyewaan sepeda.
Dia benar-benar memiliki masalah kejiwaan jerit Jung Gi dalam hati.
Anakmu sepertinya benar-benar dalam kesulitan. Kenapa tidak menyelesaikannya secepat mungkin?” kata Da Jung
Tidak apa-apa, ini kesempatan yang bagus untuknya belajar kesabaran” ucap Jung Gi dengan senyuman
Da Jung merasakan ada bau yang menyengat, Jung Gi mengaku kalau itu bau buku baru yang sangat menyegarkan dan mengaku Bau mintnya lumayan kuat lalu buru-buru keluar dari lift setelah pintu terbuka. 

Direktur Jo turun ke lantai bawah sambil berteriak  membawa berkas kalau itu tak akan berhasil dan berkasnya itu benar-benar sampah dan menyuruh timnya melakukanya lagi. Mi Ri harus buru-buru menelan makanannya.
Young Mi memberitahu kalau semua itu tugas yang biasa dilakukan Jung Gi, Direktur Jo pun bertanya pada Hyun Woo, apakah sudah menyelesaikan tugas yang diperintahkan. Hyun Woo mengatakan berusaha untuk menyelesaikanya. Direktur Jo menendang kursi dengan kesal. Hyun Woo memberitahu kalau tugas itu biasanya dikerjakan oleh Jung Gi.
Apa kau tidak bisa bekerja tanpa adanya Manager Nam? Huh? Itu Program yang melakukan semua perhitungannya Jadi apakah ada masalah dia berada di sini atau tidak? Aku tidak mau mendengar apapun lagi, bawa kepadaku 30 menit lagi ” jerit Direktur Jo kesal lalu kembali keruanganya

Young Mi merasa sikap Direktur Jo hari ini sangat berlebihan, merasa dengan Manager Nam  dan penganganti Manager Kim tak ada jadi banyak sekali pekerjaan yang harus dikerjakan dan bertanya-tanya dan mengeluh apa yang harus mereka kerjakan sekarang.
Mereka akan segera memilih yang baru! Kenapa banyak sekali yang harus dikerjakan?” keluh Hyun Woo melihat berkas yang harus dikerjakanya.
Jadi kita juga harus lembur lagi hari ini pastinya” kata Mi Ri duduk dengan lemas
Direktur Jo masuk ke dalam ruangan, tak percaya si bajingan Jung Gi  ternyata melakukan banyak sekali pekerjaan. Dilantai bawah, Hyun Woo menerima telp yang berdering disampingnya, Pria yang mengaku sebagi manajer Choi dari Best Kosmetik, meminta telp dari Jung Gi.
Hyun Woo menemui Direktur Jo diruanganya, Direktur Jo memarahi Hyun Woo yang berani memberikan telp Jung Gi pada Best kosmetik. Hyun Woo tahu Jung Gi itu pengangguran sekarang ini jadi ia pikir itu bagus sekali kalau dipekerjakan atau semacamnya
Apa yang akan kau lakukan kalau best kosmetik berencana mencuri sesuatu dari kita? Apa kau akan bertanggung jawab? Sekarang Cari tahu apa yang mereka inginkan!” perintah Direktur Jo. 

Jung Gi menerima kartu nama Manager Choi dari Best Kosmetirk. Manager Choi mengatakan mereka akan segera merilisna. Jung Gi bertanya apa yang dimaksud itu Serum herbal. Manager Choi tahu bahwa Jung Gi yang mengembangkannya dan sudah menyelesaikannya jadi mereka memerlukan orang dengan bakat seperti Jung Gi.
Kami ingin kau menandatangani kontrak dengan kami secepatnya” kata Manager Choi
Tapi kau bahkan belum melihat produknya.” Ucap Jung Gi binggung
Itu tidak masalah! Aku percaya pada Lovely, karena Konsep perusahaan kami adalah natural Jadi aku tidak perlu melihat produknya.” Jelas Manager Choi, Jung Gi pun meminta waktu agar berbicara pada Direktur dulu dan akan mengubunginya nanti.
Manager Choi berdiri akan menunggu kabar darinya, Jung Gi ikut berdiri tapi kepalanya terbentur dengan lampu yang tergantung. Manager Choi berjabat tangan dengan mengoyangkan tanganya, Jung Gi berteriak kesakitan karena semua badannya terasa sakit. Manager Choi pikir Jung Gi sedang sakit. Jung Gi berbohong mengaku kemarin terlalu keras berolahraga. 

Jung Gi menelp si kakek petugas pindah rumah mengatakan akan segera mentransfer uangnya dan mengucap syukur karena penyanggah tanganya akan segera dilepas. Lalu ia berhenti berjalan melihat Direktur Jo sudah berdiri didepan rumahnya.
Kau kesini bukan untuk mencariku kan?” ucap Jung Gi mengikuti kalimat yang dikatakan Direktur Jo. 

Direktur Jo menuangkan bir digelas Jung Gi, sementara Jung Gi seperti jual mahal sambil membersihkan kukunya. Direktur Jo dengan ramah menanyakan kabarnya. Jung Gi mengaku ingin istirahat, tapi banyak sekali orang yang mencarinya dan merasa tambah sibuk setelah berhenti berkerja.
Oh, benarkah... Manager Nam, kita sudah lama menjadi teman Setelah aku membuatmu pergi seperti itu, Aku tidak bisa tidur nyenyak dimalam hari!” kata Direktur Jo
Aku yakin bukan itu yang benar-benar ingin kau katakan sekarang” ucap Jung Gi mengulang kalimat Direktur Jo
Ya, baiklah, aku akan langsung saja ke intinya. Apa yang dikatakan orang-orang di Best kosmetik? Apa yang mereka inginkan?” tanya Direktur Jo
Jung Gi melihat restoran itu terkena dengan daging lehernya. Direktur Jo langsung meminta pelayan memesan dua porsi daging leher. Jung Gi bergumam tak percaya dengan sikap Direktur Jo seperti melayaninya.
Perasaan aneh apa ini? Aku merasa seperti aku memakai celana sekarang. Kata Jung Gi dalam hati binggung
“Tuan Nam, kau harus menyerah sekarang” kata Direktur Jo sambil memegang tangan Jung Gi memohon

Yah, kau datang tiba-tiba, jadi aku tidak tahu harus berkata apa-apa, Lagipula aku sudah meninggalkan Lovely Kosmetik.” Tegas Jung Gi memperlihatkan amarahnya.
Aku hanya ingin kau istirahat, Karena kau sudah bekerja keras mengembangkan produknya, itu saja! Apa kau salah paham padaku?” ucap Direktur Jo
Bukankah kau bilang bahwa aku tidak berada di posisi untuk bertanggung jawab Dan aku hanya berharga sekecil ini saja?” kata Jung Gi memperlihatkan mangkuk kecil dianggap dirinya seperti itu sebelumnya.
Direktur Jo mengeluarkan amplopnya surat pengunduran diri Jung Gi dan langsung merobeknya, sambil mengakui sangat menyesal tentang semuanya sampai sekarang jadi meminta agar Jung Gi kembali dan mereka bisa berbicara dengan nyaman. Jung Gi melihat daging pesananya belum datang, Direktur Jo langsung berteriak memanggil pelayan agar segera membawa daging pesanan Jung Gi.
Apakah ada sesuatu yang lain yang ingin kau makan? Empela ayam mungkin? Katakan saja” ucap Direktur Jo
Seharusnya aku meminta daging Hanwoo padanya. Aishh....Benar-benar, aku terlalu baik demi kebaikan sendiri.Gumam Jung Gi seperti menyadari diri yang terlalu baik dengan pundak yang terasa lebar sekarang. 


Kalau kau ingin pindah ke Paris, kau harus menunjukkan bahwa kau memiliki bakat selevel dengan Paris Jangan hanya merengek bahwa ada diskriminasi lagi. Karena kau seorang wanita, benarkan?” ucap Direktur Kim ingin memberikan tanda tangan pada berkas yang dibawa oleh Da Jung
Aku rasa itu bukan sesuatu yang harus dikatakan oleh seseorang yang mendapatkan Posisi direktur dengan mengambil keuntungan dari produk yang aku keluarkan” kata Da Jung
Direktur Kim tak mengakuinya sambil bertanya mereka yang belum memiliki produk yang hit sekarang, menurutnya Mungkin ini adalah akhir dari kejayaan dari Da Jung karena Masalah dengan wanita adalah mereka kekurangan ketekunan. Da Jung dengan wajah sinis mengakui sudah  merengek tentang diskriminasi gender
Tapi apa yang harus kita lakukan dengan seseorang yang Merengek tentang dipukuli oleh seorang wanita?” ucap Da Jung menyindir atasnya, Direktur Jo langsung menutup hidungnya dengan wajah ketakutan 

Da Jung duduk di meja kerjanya, melihat dengan wajah serius lembaran presentasi yang dibuat oleh Jung Gi tentang Serum Tap Tap dan dibagian belakangnya ada tulisan “Terima kasih, ditulis oleh Nam Jung GiTeringat kembali ucapan Jung Gi di dalam hotel.
Tolong lupakan tentang kehilangan kesempatan pergi ke Paris karena Manajer Lee Dan nilailah produk kami dengan adil. Aku akan menunggu kabar darimu.” Kata Jung Gi
Da Jung kembali melihat proposal dari Lovely Cosmetic dan melipat tanganya didada dengan wajah serius memikirkanya. 

Jung Gi pergi ke parkir berbicara dengan manager Pabrik kalau produk itu lebih baik dari yang sebelumnya. Manager Pabrik menyakinkan tidak akan pecah apapun yang terjadi. Jung Gi pun meminta agar membawa produk itu lebih dulu.
Manager Pabrik berharap agar Jung Gi itu benar-benar akan sukses kali ini. Jung Gi pikir Manager Pabrik bisa percaya padanya karena Pihakn penjual akan segera menaruh di rak penjualan segera dan juga akan mendengarkan semua permintaan mereka. Manager Pabrik pun memberikan selamat merasa tak percaya jung Gi lebih berbakat dari yang dikira
Produk ini sangat bagus sampai-sampai vendor datang mencari kita” jerit Jung Gi tertawa bahagia. 

Jung Gi menyetir mobil dengan wajah bahagia sambil menyanyi, ponselnya berdering. Da Jung menelpnya, Jung Gi kaget karena Da Jung menelp tiba-tiba menelpnya. Da Jung meminta Jung Gi agar datang ke kantornya. Jung Gi mendengar Da Jung yang menyuruhya datang bertanya-tanya alasannya. Da Jung bertanya apa yang dikatakan Jung Gi sebelumnya. Jung Gi hanya tertawa
Aku ada pertemuan bisnis, jadi  mari kita bertemu disuatu tempat. Aku pikir mungkin punya sedikit waktu.” Kata Jung Gi dengan tawa bahagia, Da Jung heran dengan sikap Jung Gi terlihat sangat bahagia. 

Jung Gi meminum kopinya disuatu ruangan, Da Jung masuk ke dalam ruangan memberitahu kalau tujuan menelpnya itu  untuk membawakan contoh produknya lagi dan melihat Jung Gi itu datang dengan tangan kosong. Jung Gi dengan sikap jual mahal merasa produk itu bukan sesuatu yang bisa ditunjukkan pada Da Jung begitu saja karena ada masalah dengan kerahasiaan.
Kalau kau tidak bisa menunjukkannya padaku, lalu kontrak kita akan berdasarkan apa?” ucap Da Jung, Jung Gi membalas apa sebenarnya yang diucapan Da Jung.
Aku berpikir untuk menandatangani kontrak dengan kau untuk Serum Tap-Tap” kata Da Jung
Oh, benarkah? Tapi bagaimana ya? Kau sedikit terlambat jerit Jung Gi mengejek didalam hati.
Kami baru-baru ini berbicara dengan perusahaan lain dan telah menandatangani perjanijan dengan mereka Tapi kalau perusahaan Gold bisa menawari kami ketentuan yang lebih baik. Ini semua bisa berubah, Sayangnya mereka luar biasa, jadi aku tidak yakin kau bisa menjadi lawannya” kata Jung Gi meremehkan sambil melipat tanganya didada.
Da Jung menembak tawaran itu datang dari Best Kosmetik, Jung Gi memuji Pikiran Da Jung sangat tajam menurutnya Bakat bukan segalanya saat berhubungan dengan kesuksesan dengan mata sangat meremehkan.
“Aku seharusnya tidak berbuat sejauh itu. Gumam Jung Gi merasa sudah kelewatan
Kalian bajingan benar-benar bermain kotor” umpat Da Jung, Jung Gi tak percaya Da Jung bisa berbicara sangat kasar padanya,menurutnya orang yang salah itu yang harus meminta maaf.  Da Jung sedikit menyingkir menelp seseorang,
Manajer Choi, ini Ok Da Jung dari perusahaan Gold Kosmetik. Apa kau benar-benar akan menandatangani kontrak dengan Lovely Kosmetik untuk Serum Herbal mereka? Kalau kau memang berencana begitu, maka aku akan membiarkannya” kata Da Jung berbicara pada Manager Choi di telp, dan sengaja memasang speaker.
Oh, kami hanya melihatnya karena mendengar kau sedang mempertimbangkannya. Kami tidak terlalu tertarik dengan serum itu.”kata Manager Choi
Apakah tim penyambutan menyuruhmu untuk mengacau dengan perusahaan. Yang membuat produk yang membuat aku tertarik? Apa kau mempermainkan bawahan yang tidak tahu apa-apa untuk berusaha menurukan gaji tahunanku?”jerit Da Jung marah, Jung Gi panik mendengarnya langsung menuangkan air putih.
Kalau kau datang kepada kami lebih cepat, kami tidak harus melakukan ini!” jelas Manager Choi
Apakah itu sesuatu yang harus dilakukan pada orang-orang yang hidupnya tergantung dari kontrak? Beginikan perlakuan best kosmetik pada orang-orang?” jerit Da Jung
Kau membuat kami berada dalam kesulitan dengan menempatkannya seperti itu. Bisakah kau merahasiakannya...” kata Manager Choi ketakutan, Da Jung meminta agar mereka bermain secara adil. 


Jung Gi langsung berlari kearah Da Jung memberikan sampel produk dalam bentuk botol memberitahu  mereka sudah meningkatkannya dengan ekstrak herbal organic jadi meminta agar mencobanya. Da Jung melirik sinis, Jung Gi menyakinkan bahwa itu produk yang bagus dengan mengoleskan ditangan Da Jung karena akan merasakan sangat lembab. Da Jun menarik tanganya dengan lirikan sinis.
Kau bertingkah seolah-olah yang terjadi dengan Best Kosmetik tidak pernah terjadi? Apa maksudmu?” jerit Direktur Jo ditelp. Jung Gi membenarkan dan mencoba menjelaskanya yang terjadi sebenarnya.  
Dasar Best Kosmetik bajingan! Jadi apa kau meminta maaf pada Gold kosmetik?” tanya Direktur Jo
Ya, tentu saja! Aku langsung keluar setelah meminta maaf dengan berlutut” kata Jung Gi, Direktur Jo memuji dan Jung Gi harus segera pergi setelah itu dan bertanya hasil dengan kontraknya

Da Jung menemui Direktur Kim  mengatakan akan menandatangani kontrak. Direktur Kim melihat nama mereknya  Serum Tap-Tap Lovely Kosmetik dan bertanya apakah produk itu  memiliki potensi dan apa yang ada dibenaknya sekarang. Da Jung melipat tanganya didada  merasa Serum itu akan menjadi produk yang hit seperti produk tahun lalu Dan ada kemungkinan bahwa produknya juga akan populer
Kalau begitu mari kita lakukan” kata Direktur Kim, Da Jung setuju mereka akan melakukanya.
Tidak, maksudku mari kita proses penjualan tanpa melibatkan Lovely Mari kita lakukan dengan Lovely secara OEM, dan merilisnya sendiri” kata Direktu Kim
Jadi kau ingin seolah-olah kita yang mengembangkannya?” ucap Da Jung tak percaya
Kita tidak punya produk hit. Aku pikir ini akan terjual dengan baik, dan Presdir tidak akan senang dengan ODM” jelas Direktur Kim
Apa kau pikir Lovely akan duduk diam dan tidak melakukan apapun?” balas Da Jung tak habis pikir dengan sikap Direktur Kim yang sangat licik

Kita bisa membayar mereka, kia bisa buat mereka senag walaupun hanya sedikit, mengerti?” ucap Direktur Kim berjalan ke arah sofa.
Da Jung tak bisa pikir menurutnya lebih baik Direktur Kim tidak sekalian memintanya menjadi penjahat yang kejam. Direktur Kim heran dengan sikap Da Jung padahal  berada di kapal yang sama dan tanggung jawabnya itu atas keburukan perusahaan sambil minum gingseng.
Ada alasan kenapa aku tidak menyerahkan pembeliannya kepadamu dari awal. Kau bahkan tidak bisa menangani kontrak dengan perusahaan bawahan? Aku kecewa padamu” kata Direktur Jung sudah duduk disofa
Berapa kali kau harus menyelamatkan uang biaya pengembangan internal Dan melakukan taktik licik seperti itu?” sindir Da Jung
Itulah harga yang harus kau bayar untuk berada di jalur yang cepat Nilailah sendiri apakah ini bagus atau tidak untuk perusahaan Dan bawakan lagi kontrak itu padaku... Oh yeah, dan kita akan menandatanganinya di tempat yang suasananya bagus” perintah Direktur Kim 


Jung Gi kembali berkerja, Mi Ri memanggilnya meminta agar Jung Gi memeriksa pekerjaanya. Jung Gi layaknya seorang manager memeriksa perkerjaan anak buahnya. Young Mi menerima telp dan memanggil Jung Gi karena ada telp. Jung Gi pun menerima telp dari mejanya. 
Da Jung turun dari mobil menatap kantor Lovely kosmetik, Jung Gi berbicara ditelp kalau mereka melakukan pemesanan sebanyak 1000 buah dan meminta agar memastikan tepat waktu. Hyun Woo melapor pada Jung Gi kalau kiriman herbal dari Mesir sekarang sedang menuju ke Korea. Keduanya saling memberikan high five tanda bahagia.
Apakah itu artinya serum kita akhirnya secara resmi akan dijual?” jerit Mi Ri bahagia. Jung Gi membenarkan
“Manager Nam kembali dan kita mendapatkan tawaran dari best kosmetik dan sekarang.Kita melakukan hal besar!” ucap Hyun Woo tak percaya, Young Mi merasa mereka terlalu cepat mengatakan hal itu. Da Jung menaiki tangga untuk masuk kedalam kantor.
Kita sudah melalui jalan yang panjang, dan sekarang yang tersisa hanyalah menandatangani kontrak! “jerit Hyun Woo. Mi Ri memberikan selamat atas promosi Jung Gi.
Aku rasa kau benar-benar akan mendapatkan promosi kali ini” komentar Young Mi. Da Jung menekan bel kantor didepan pintu, Jung Gi dkk sedang berbahagia sambil berputar-putar tanpa menyadari Da Jung sudah masuk kedalam ruangan Direktur Jo. Telp di meja Jung Gi berdering, Direktur Jo memintanya agar segera datang ke ruanganya. 


Jung Gi kaget karena Da Jung ingin menyerahkan hak paten formulanya. Da Jung mengatakan  Sebagai gantinya, mereka  akan memberikan keuntungan yang besar pada penjualan  dan Selama dua tahun Jung Gi  akan menjadi OEM untuk perusahaan Gold lalu akan mempertimbangkan Jung GI sebagai OEM paling potensial mulai sekarang
Tunggu, Manajer Ok, biarkan aku bicara dulu dengan Direktur Kim, ya?” kata Direktur Jo tak habis pikir dengan semuanya.
Ini adalah syarat yang diminta oleh Direktur Kim sendiri. Semua keputusan sepenuhnya berada di Lovely Kosmetik. Aku meminta kau membuat penilaian hari ini” tegas Da Jung lalu keluar ruangan.
Direktur Jo mengumpat kalau Direktur Kim memang sangat brengsek, karena selalu mempermainkan sampai akhir. Jung Gi hanya bisa menghela nafas panjang karena masalah kembali datang. 

Da Jung memarkir mobilnya melihat Woo Joo yang melihat anak-anak sedang bermain sepeda. Woo Joo hanya melihat teman-temanya terlihat sangat senang mengayuh sepedanya. Da Jung pun mendekati Woo Joo menawarkan akan member waktu 15 menit, jadi ikut kerumahnya.
Tidak apa-apa, aku akan menunggu sampai ayah mengambilkannya untukku. Ayah sudah bekerja seminggu penuh untuk mendapatkan kembali sepedaku. Tolong jaga dengan baik sampai saat itu” kata Woo Joo sangat yakin ayahnya itu pasti akan menebus sepedanya.
bersambung ke part 2 

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 



1 komentar: