Selasa, 01 Maret 2016

Sinopsis Cheese In The Trap Episode 15 Part 2

Yoo Jung pergi ke tangga darurat dengan wajah sangat marah, In Ha yang baru keluar dengan gaya sombongnya mengangkat telp Yoo Jung berpikir mantan temanya itu salah memencet nomornya. Yoo Jung bertanya apa yang telah dilakukan dan mengingatkan tentang peringatan sebelumnya.
Aku ingat, jadi apa kau pikiraku akan langsung menurutimu? Ini adalah caraku untuk bertahan.” Kata In Ha
Kau... sudah keterlaluan. Kau melakukan sesuatu yang tak akan bisa aku maafkan lagi.” Tegas Yoo Jung penuh amarah
“Yoo Jung, ada yang tak kau tahu. Aku tak bisa menyerah begitu saja,  Aku akan mendapatkan apa yang kuinginkan.” Tegas In Ha sinis lalu menutup telpnya dan akan bertemu Yoo Jung di pesta. Yoo Jung bersadar di dinding dengan mengatur nafasnya. 

Yoo Jung melihat daftar tamu pesta yang ada didepanya, lalu menelp Sek Choi ingin menambahkan beberapa tamu ke dalam daftar hadir dan itu adalah tamunya jadi meminta untuk didaftarnya dan akan mengirimkan nama-namanya melalui email. Tatapan Yoo Jung kembali dingin dan meraba cincin pasangan yang diberikan Hong Sul padanya. 

Hong Sul masuk ke dalam kamar adiknya meminta kamus miliknya, Hong Jun memberikan kamus elektronik pada kakaknya. Hong Sul melihat sang adiknya yang sedang sedih memegang bonekanya, lalu bertanya ada apa dengan adiknya. Hong Jun binggung bertanya ia harus kerja apa sekarang dan meminta saran pada kakaknya yang pintar.
Belajarlah di rumah untuk sementara.” Saran Hong Sul lalu beranjak dari kamar adiknya, tapi kembali lagi menatap adiknya yang terlihat bingung.
Apa kau serius mau belajar manajemen bisnis?” tanya Hong Sul, adikya mengelengkan kepala
“Coba Lihat! Kau mau kerja apa nanti? Pikirkan tentang itu dulu. Kau harus tahu, mau kerja apa nantinya. Kau punya banyak keterampilan dan bakat, bahkan kau bisa melakukan banyak hal. Kau berbeda denganku, Hong Jun. Sampai kapan kau mau terus mengikuti maunya ayah? Pikirkan baik-baik tentang apa yang ingin kau lakukan.” Saran Hong Sul pada sang adik. 

Hong Jun menaiki tangga sambil membaca pesan yang masuk ke dalam ponselnya Kau di mana? Ayahmu ingin tahu apakah kau sudah mendaftar sekarang.”  Wajahnya terlihat lesu, tapi Senyum Hong jung terlihat sambil memanggil Ah Young, senyuman Ah Young pun terlihat menyapa Hong Jung yang menghampirinya.
Lalu Hong Jung bertanya apa yang sedang dilakukan Ah Young dengan mengukir patung. Ah Young mengaku hanya membantu seniornya, seniornya bertanya apakah pria itu pacar Ah Young, dengan cepat Ah Young menyangkalnya. Hong Jung langsung memeluk Ah Young mengakui kalau mereka berkencan. Ah Young langsung melepaskanya, seniornya pikir Ah Young memang harus cari pacar dan bertanya Hong Jung itu dari jurusan mana. Ah Young langsung menarik Hong Jung untuk menjauh. 

Hong Jung dengan bangga mengatakan jurusanya itu adalah “menyukai Ah Young”. Ah Young bertanya ada apa Hong Jung datang ke kampusnya. Hong Sul bertanya balik kenapa Ah Young bisa bersama dengan pria itu. Ah Young menceritakan sedang ikut kompetisi jadi harus bersama senior pria. Hong Jung menembak itu seperti kontes seni.
Tugasku dapat nilai bagus, jadi dosenku memilih aku yang ikut Dan mereka adalah timku. Aku sangat bangga bias bekerja dengan para senior.” Cerita Ah Young
Baguslah. Jadi, kau pasti sibuk hari ini.” kata Hong Jun terlihat sedih
Ya, aku sangat sibuk sekarang. Kau sendiri sibuk apa sekarang?” tanya Ah Young
Yah... aku ini pria super sibuk,” ucap Hong Jun, Ah Young mengejek pacarnya itu sibuk mabuk-mabukan. Hong Jung langsung menyangkalnya.
Ah Young lalu bertanya ada urusan apa Hong Jung datang ke kampus, Hong Jung mengaku ingin bertemu dengan kakaknya. Ah Young ingin tahu urusan apa dengan Hong Sul. Hong Jung memegang kepala Ah Young mengejek pacarnya itu pingin tahu semuanya saja, lalu pamit pergi. Ah Young berteriak supaya Hong Jung berhenti mabuk-mabukan. Hong Jung menuruni tangga dengan melihat lembaran kertas ditanganya. 

In Ha keluar dari rumah, Jae Woo melihat ponselnya seperti menunggu seseorang yang belum keluar juga. In Ha melihat Jae Woo yang mengunakan mobil kotak langsung berjalan menjauh, Jae Woo berteriak apakah In Ha tak mau masuk. In Ha yang jijik langsung mengatakan mobilnya itu jelek, Jae Woo dengan bangga mengatakan mobil semacam itu sedang trend dan menarik In Ha untuk masuk ke dalam mobil.
Didalam mobil, In Ha mengeluh karena berpikir Jae Woo itu orang kaya tapi dari mobilnya ternyata tak seperti itu. Jae Woo seperti mendengar In Ah berbicara tapi In Ha berpura-pura tak mengatakan apapun. Jae Woo mulai bertanya bagaimana In Ha bisa mengenali Yoo Jung.
Kami berteman sejak kecil, sudah seperti saudara. Ketua Yoo itu memperlakukanku selayaknya putri kandungnya. Kenapa memangnya?” tanya In Ah
Aku hanya khawatir saja padamu. Jika Yoo Jung berani macam-macam padamu... Aku yang akan melawannya dan...” kata Jae Woo, In Ha llangsung tertawa dan memberikan cubitan di pipi Jae Woo dengan memujinya sangat imut.
Jangan khawatir. Situasi sekarang memang agak menyusahkan tapi semuanya akan berlaluDia pasti sudah tahu itu jadi Tak usah belagak baik padaku.” Ucap In Ha sambil memakai lipstiknya.

Setelah itu bertanya penampilanya pada Jae Woo, apakah ia terlihat cantik. Jae Woo melirik dan mengatakan In Ha itu terlihat sangat cantik dan bertanya kemana mereka akan pergi. In Ha mengatakan untuk datang Ke pesta untuk orang-orang penting jadi harus tampil cantik.
Nasibku memang sial belakangan ini, tapi sekarang aku dapat jackpot. Kau pasti tak pernah ke pesta seperti itu, 'kan?” ejek In Ha pada Jae Woo, Jae Woo mengelengkan kepala.
In Ha menunjuk tempatnya untuk berhenti tapi meminta agar tak berhenti tepat didepan pintu karena membuatnya sangat malu. Beberapa mobil mewah berhenti dengan para pria berjas sudah rapih masuk ke dalam gedung. In Ha langsung turun dan berjanji akan menceritakan kelanjutannya. Jae Woo ingin mengejarnya tapi In Ha sudah berjalan cepat, lalu mengeluarkan dari kantongnya karena seharusnya mengajak untuk pergi ke pameran seni. 

In Ha masuk ruangan dengan gaya sombongnya mengaku kalau itu adalah gayanya dan merasa bisa bernafas sekarang, lalu memanggil Yoo Jung yang sedang berdiri sendirian. Yoo Jung tersenyum melihat In Ha yang datang, lalu memberikan minuman yang ada ditanganya. In Ha mengucapkan terimakasih lalu mengajak untuk bersulang.
Kau dan aku paling cocok untuk tempat seperti ini. Di tempat super mewah hingga tak sembarang orang bisa melihat kita.” Ucap In Ha lalu berkomentar minuman yang dipilih Yoo Jung rasanya enak.
Tapi, aku terkejut, kupikir kau tak akan dating Kau tak suka tempat-tempat seperti ini.  Apa kau bertengkar dengan ayahmu? Jangan khawatir. Satu kata dariku saja, dia tak akan marah lagi. Jadi, kita bisa senang-senang saja sekarang, oke” kata In Ha
Baiklah, aku pasti akan bahagia hari ini.” ucap Yoo Jung lalu meninggalkan In Ha untuk bisa menikmati pestanya. 

Seorang pria melihat In Ha bertanya kenapa wanita itu ada ditempat ini, karena tak sembarang orang bisa masuk ke sini. Yoo Jung sudah duduk dimeja yang sudah disediakan melihat kearah In Ha. In Ha dengan sinis merasa seharusnya yang mengatakan kalimat itu karena pria itu hanyalah anak dari perusahaan kecil dan bertanya bagaimana bisa diundang ke pesta itu.
Hei, apa kau menangkap mangsa yang hebat kali ini? Siapa mangsamu?” ejek si rpia
Dia adalah seseorang yang tak akan bisa kau gapai.” Balas In Ha sinis
Salah seorang pria lain mendekat dan tertawa mengejek melihat In Ha. Pria tadi pun tak menyangka ternyata mereka saling mengenal. In Ha memilih untuk berjalan pergi, Si pria lain mengatakan kalau pernah bermain-main dengan In Ha, menurutnya In Ha memang cantik tapi sungguh tidak sopan. In Ha berhenti berjalan mendengarnya.
Pria pertama pun berteriak menanyakan berapa banyak yang sudah menjadi  korbanya. Pria kedua meminta temanya untuk bersabar, karena tak perlu marah dengan orang sepert In Ha. Pria pertama mengumpat In Ha itu memang wanita yang menyedihkanya.
In Ha berjalan mendekat dan langsung menyiramkan air ke wajah pria pertama, merasa tak terima kalau dianggap wanita yang menyedihkan. Dan memukul kepala pria kedua dengan tasnya, karena yang pertama kali mengajaknya berkencan dan memberikan banyak hadiah.
Tuan Yoo melihat keributan tak jauh darinya, In Ha ingin pergi. Pria kedua menarik In Ha untuk meminta maaf pada temanya yang sudah disiram air. In Ha menyuruh untuk melepaskan tangannya karena seharusnya mereka berdua yang meminta maaf. Dua pria itu pun langsung memegang tangan In Ha dan langsung mendorongnya.
Yoo Jung hanya diam tanpa mau membantunya dan melirik pada ayahnya agar tahu sikap In Ha yang sebenarnya. Tuan Yoo langsung memanggil petugas keamanan dan menyuruh untuk menyerah In Ha keluar agar tak menimbulkan kekacauan. In Ha berdiri tak terima dengan perlakuan dua pria itu.
Apa kalian tahu siapa aku? Aku adalah putrid Ketua Yoo dari Taerang Group. Kalian lah yang tahu diri di sini.” Teriak In Ha, dua petugas langsung menarik In h keluar karena sudah membuat masalah.
Tuan Yoo tak mau memandang In Ha, tapi In Ha berteriak memanggil Tuan Yoo agar meminta pembelaan. Tuan Yoo tak peduli menyibukan diri dengan berbincang dengan koleganya. In Ha diseret keluar ruangan dengan tatapan sinis dari tamu lainya. Yoo Jung menatap dingin In Ha yan dibuat malu dan membuat ayahnya sadar.
Pria kedua mendatangi Yoo Jung mengungkapkan terkejut mendengar teleponnya dan mengucapkan terimakasih atas undanganya. Yoo Jung tersenyum sinis melihat In Ha akhirnya diseret keluar ruangan, lalu mengajak dua pria itu untuk duduk didekatnya. 


In Ho masuk kerumah, betapa terkejutnya melihat rumahnya berantakan dan kakaknya berbaring dilantai seperti mayat hidup, lalu bertanya apa yang sudah dilakukan kakaknya pada rumahnya. In Ha mengatakan akan membunuh Yoo Jung dan tak menyangka sangat tega padanya.
Kau ini kenapa?” ucap In Ho sambil mencoba membangunkan kakaknya, In Ha hanya diam seperti sudah tak punya gairah dalam hidupnya.
Baek In Ha, apa yang terjadi? Coba tatap aku sekarang, Apa yang terjadi? Ceritakan padaku. ” kata In Ho mulai khawatir melihat kakaknya. 

Hong Sul berlari keluar gedung melihat Yoo Jung sudah menunggunya, bertanya kenapa larut malam datang ke kampusnya. Yoo Jung mengatakan ingin mengantar pacarnya pulang, Hong Sul tersenyum mendengarnya lalu melihat pakaian Yoo Jung yang rapih dan menduga baru saja pergi dari suatu tempat.
Yoo Jung menutup bajunya dengan jaketnya, Hong Sul mencium bau alkohol juga. Yoo Jung mengaku kantornya baru saja membuat pesta, tapi tak minum banyak. Hong Sul memastikan Yoo Jung itu tak menyetir mobilnya, Yoo Jung mengangguk karena sudah menelp sopir penganti lalu mengajak pergi sekarang.
Hong Sul memberitahu kalau rumahnya sangat jauh, Yoo Jung memegang tangan Hong Sul mengatakan sangat menyukai hal itu. Keduanya pun berjalan bersama menuju mobil. 

Di mobil
Yoo Jung bertanya apakah Hong Sul sudah selesai ujian, Hong Sul menceritakan hanya tinggal satu mata kuliah lagi dan ujian tadi menurutnya yang paling susah karena jawabannya panjang-panjang. Yoo Jung memuji Hong Sul dengan memegang kepalanya kalau pacarnya itu  sudah berusaha keras. Hong Sul pun memuji balik Yoo Jung juga.
Keduanya sama-sama tersenyum, Hong Sul pun bertanya apakah mereka jadi berlibur besok. Yoo Jung bertanya apakah Hong Sul sudah memberitahu ibunya. Hong Sul mengaku memberitahu orang tuanya akan menginap dirumah Bo Ra. Yoo Jung merasa Bo Ra itu sungguh berjasa pada hubungan mereka. Hong Sul pikir seperti itu dan keduanya kembali tertawa bahagia.
Yoo Jung menaruh tanganya diatas tangan Hong Sul, dengan malu-malu Hon Sul menaruh juga tanganya diatas tangan Yoo Jung, tangan mereka pun saling bertumpuk, Yoo Jung pun mengecup tangan Hong Sul dengan lembut. 

In Ho terlihat marah karena Yoo Jung yang melakukan ini semua pada kakaknya, In Ha menceritakan Tuan Yoo yang melihatnya, tak mengatakan apapun padanya dan ia diseret keluar seperti gelandangan pada acara pesta, bahkan seperti orang yang dikenalnya.
Ini tidak nyata, 'kan? Ini hanya mimpi ‘kan? Ini tidak mungkin terjadi. Ahjussi sangat menyukaiku.” Kata In Ha menyakinkan dirinya.
Apa kau masih tak mengerti? Di rumah itu... kita hanya dianggap hewan peliharaan. Dia sengaja ingin mengangkat kita sebagai anak untuk mengurus anaknya.” Teriak In Ho menyadarkan kakaknya.
In Ha tak percaya dan akan menemui Tuan Yoo lagi dan memberitahu bahwa Yoo Jung sudah menyakitinya. In Ho mencoba menyadarkan kakaknya, tapi In Ha tetap ingin melaporkan semua dan meminta maaf. In Ho akhirnya berteriak meminta kakaknya untuk sadar dan mengajak kakaknya untuk istirahat dikamarnya saja. 

In Ho mengumpat karena Yoo Jung tak mengangkat telpnya karena harus memberinya pelajaran setelah menghancurkan kakaknya. Mobil Yoo Jung akan masuk ke parkiran, In Ho langsung berlari menghadang mobil Yoo Jung.
Yoo Jung duduk disamping sopir sempat kaget karena mobilnya mengerem mendadak dan melihat In Ho udah berdiri didepanya. In Ho menyuruh Yoo Jung keluar, tapi Yoo Jung tetap diam. In Ho langsung menendang mobil Yoo Jung agar mau keluar dan mencoba pintu mobilnya, tapi pintu terkunci dan Yoo Jung tetap diam. In Ho mengatakan mereka harus bicara dan menyuruh Yoo Jung keluar sekarang. 

Akhirnya Yoo Jung keluar, In Ho bertanya alasan Yoo Jung melakukan semua ini pada mereka dan menduga itu karena dirinya menyukai Hong Sul, dan bertanya apakah karena itu maka Yoo Jung harus menghancurkan kakaknya. Yoo Jung hanya diam. In Ho mengerti dan mengatakan akan pergi sekarang. Yoo Jung menatap In  Ho dengan mata dinginya.
Aku akan menghilang seperti keinginamu itu. Jadi, tolong jangan ganggu kami lagi.” Tegas In Ho
Tapi, bukannya kalian yang menggangguku di sini? Sejak dulu sampai sekarang... apa kalian belum merasa puas? Ya, aku tahu kau mau mengambil hati ayahku. Aku bisa mengerti dengan hal itu.  Aku tak peduli jika kau menganggap aku ini anak yang aneh. Semua itu adalah masa lalu.” Kata Yoo Jung, In Ho tak mengerti dengan ucapan temanya itu.
Aku juga tak mau bersikap begini. Tapi, jika aku membiarkan Baek In Ha, maka dia tak akan berhenti Jadi, tolong beritahu dia. Jika, dia menjelekkan Hong Sul lagi, entah apa yang akan aku lakukan selanjutnya.” Tegas Yoo Jung  mengancam lalu meninggalkanya. In Ho terdiam karena alasan Yoo Jung melakukan itu karena ulah kakaknya sendiri. 

In Ho pulang kerumah melihat kakaknya sudah tertidur pulas, lalu bertanya apa sebenarnya yang sudah dilalukan In Ha pada Yoo Jung. In Ha tertidur pulas tanpa menyadari sang adik terus menatapnya.
Pagi hari, In Ha bangun dengan make up masih menempel lalu melihat ada bungkus obat didekat lampu. Akhirnya ia berjalan keluar kamar tak sengaja melihat bayangan dicermin dengan wajah yang berantakan, sambil merapihkan rambutnya mengatakan kalau ia tak boleh menyerah karena sudah berjalan sejauh itu. 

In Ha menemui Tuan Yoo dirumah, membahas kejadian kemarin pasti sangat membuat Tuan Yoo terkejut, dengan memberikan alasan pria-pria itu hanya iri dengan  Yoo Jung jadinya membuatnya bertengkar, menurutnya Tuan Yoo sudah mengetahuinya, kalau ia tak akan pernah memaafkan siapapun yang mengganggu Yoo Jung.
In Ha, kau bisa berhenti sekarang.” Ucap Tuan Yoo yang terlihat lelah mendengarnya kebohongan In Ha.
Ahjussi, aku tidak bohong. Percayalah padaku.” Kata In Ha menyakinkan Tuan Yoo
Sepertinya mereka tak punya masalah dengan Jung. Tapi, mereka punya masalah denganmu, In Ha. Aku memang tahu sikapmu yang seperti ini, tapi aku tak menyangka hingga sejauh ini. Mereka adalah anak dari rekan kerjaku. Apa kau tak tahu dampak untuk perusahaan karena masalah ini?” jelas Tuan Yoo
Apa itu yang dikatakan Yoo Jung? Itu tidak benar. Aku sungguh tak mengenal mereka. Ahjussi, jangan percaya pada Yoo Jung, kau tahu sendiri, 'kan? Dia itu agak aneh.” Kata In Ha sambil memegang tangan Tuan Yoo.

Apa maksudmu "aneh"? Apa kau menganggapnya aneh selama ini? Apa kau selalu memberitahu bahwa dia itu anak yang aneh?” TeriakTuan Yoo mulai marah, In Ha bingung melihat Tuan Yoo bisa marah padanya.
Aku menyesal membantu kalian.” Kata Tuan Yoo merasa sangat kecewa
Apa maksudmu? Bukannya kau ingin kita semua menjadi keluarga? Kau memintaku untuk memanggilmu, "Ayah".” Ucap In Ha merengek
Karena saat itu kupikir kau bisa membantu Jung. Sekarang kau hanya merugikan dirinya! Kenapa aku harus memarahinya dan malah melindungi kalian?” Teriak Tuan Yoo penuh penyesalan. In Ha mulai berkaca-kaca.
Aku tidaklah membenci kalian, karena Kalian adalah cucu Dr. Baek. Aku hanya kasihan pada kalian. Tapi sebaiknya. Kita akhiri hubungan kita sekarang.” Kata Tuan Yoo, In Ha menolaknya dengan gelengan kepala.
Mulai sekarang... sebaiknya kau tak usah dating atau menghubungiku lagi. Jangan hubungi Yoo Jung juga” tegas Tuan Yoo lalu pergi menuju kamarnya. In Ha terperangah karena semua rencananya gagal.
Ketika didepan pintu rumah, wajahnya terlihat linglung dan berkata akan membunuh Yoo Jung sekarang. 

Hong Sul keluar kelas, Bo Ra berteriak gembira karena ujian telah selesai lalu bertanya kemana temanya akan pergi berlibur, sambil mengodanya apakah ia sudah mengemas "barang-barang" untuk liburan dengan pacarnya. Hong Sul terlihat binggung bertanya “barang” apa maksudnya.
Bo Ra menyenggol temanya dan ingin melihat isi tasnya, Hong Sul melarangnya dan bertanya barang apa itu. Bo Ra mengatakan seperti  Buku, laptop, dan juga kamus karena pasti akan sangat membutuhkan semua itu.
Anggap saja, situasinya masih canggung saja, jadi kau bisa mengambil dan membukanya. Kau terlihat seram saat sedang belajar.” Ejek Bo Ra, Hong Sul terlihat malu karena berpikir yang lain lalu menyuruh temanya diam saja.
Bo Ra tertawa bisa mengejek temanya, Hong Sul pun pamit pergi lebih dulu. Bo Ra pun mengucapkan selamatBersenang-senanglah dan meminta souvenir.  Eun Taek pun mengoda Bo Ra untuk mengajak main kerumahnya dan "membuka laptop". Bo Ra memukul mesra pacarnya, Eun taek makin mengoda kalau Bo Ra bisa membawa buku juga. 

Yoo Jung memasukan buku ke dalam tas, tiba-tiba terdengar seseorang yang mengedor pintunya. In Ha memencet bel dengan membabi buta sambil berteriak memanggil Yoo Jung. Seperti orang kesurupan berteriak bahkan menendang menyuruh Yoo Jung keluar.
In Ha sudah kehilangan akal memaksa masuk dengan mengambil alat pemadam kebakaran untuk membuka pintu. Yoo Jung ada didalam rumah menelp Sek Choi meminta agar datang kerumahnya sekarang. In Ha akhirnya berhasil membukanya dan membuat alarm untuk pencuri berbunyi. 

Yoo Jung melihat In Ha menyindir sampai kapan harus mengemis seperti ini. In Ha langsung memberikan tamparan pada Yoo Jung, sambil mengumpat karena tak suka dianggap mengemis, menurutnya semuanya itu sudah menghilang. Yoo Jung bertanya lalu kenapa dengan tatapan dinginya.
Jadi, aku sudah tak bias mengendalikan diriku sekarang!” teriak In Ha ingin memukul Yoo Jung, tapi tangan Yoo Jung lebih dulu memegangnya dan mendorongnya. In Ha tak percaya Yoo Jung bisa bersikap kasar padanya.
“Yoo Jung, apa kau tahu kenapa aku jadi gila begini? Kau harus tahu kenapa, Aku selalu memikirkanmu...” ucap In Ha
Aku sudah muak dengan percakapan ini.” tegas Yoo Jung dengan tatapan dingin
Aku masih belum menyerah. Kenapa kau bisa kejam seperti ini... itu semua karena wanita itu, Hong Sul. Apa kau pikir dia itu berbeda? Itu karena dia hanya belum tahu kau ini orang yang seperti apa. Hanya aku di dunia ini yang bisa mengerti dirimu itu!” teriak In Ha
Mengerti apanya? Apa itu berarti aku harus mencintaimu? Baek In Ha.... Kau tak usah menemuiku lagi. Itu adalah jalan yang terbaik.” Tegas Yoo Jung

In Ha langsung menendang meja dan melihat foto Yoo Jung dengan Hong Sul dalam figura, lalu berjalan mengambilnya dan memecahkanya. Yoo Jung terdiam melihat bingai fotonya pecah berkeping-keping, In Ha menegaskan dirinya tak bsia menerimanya.
Apa kau tahu bagaimana rasanya selama ini hidup seperti bonekamu? Lalu Kau membuangku hanya karena wanita menyedihkan ini? Aku mau berteman denganmu walaupun kau ini menyedihkan Dan aku orang yang selalu menyelesaikan masalahmu. Kau tak bisa membuangku! Tidak boleh!” teriak In Ha dan langsung mengobrak abrik semua barang Yoo Sul sampai berantakan semuanya.
Kau, kau... itu semua karena aku! Kenapa kau bisa kejam begini padaku?” teriak In ha makin membabi buta menghancurkan barang-barang Yoo Jung
Dua petugas datang menyereh In Ha keluar, In Ha berteriak kalau Yoo Jung tak akan hidup tenang setelah ini. Yoo Jung menatap dingin In Ha yang sudah membuatnya menderita selama ini. Didepan apartement, In Ha tetap ingin masuk, dua petugas langsung mendorongnya sampai terjatuh. In Ha tetap berusha ingin masuk sampai berteriak histeris seperti orang gila, sambil bertanya bagaimana caranya sekarang untuk bertahan hidup. 

Rumah Yoo Jung hancur berantakan, Sek Choi akhirnya datang akan memberitahu In Ha dan segera memanggil orang untuk membereskan semua barangnya. Yoo Jung pikir tak perlu karena Sek Choi bisa membersikan esok pagi saja. Sek Choi mengerti pamit pergi supaya Yoo Jung bisa beristirahat.
In Ha berjalan dengan wajah linglung dan melihat Hong Sul sedang berjalan didepanya. Hong Sul mengirimkan pesan pada Yoo Jung “Sunbae Jangan kaget, Aku sedang menuju ke rumahmu sekarang.In Ha melihat Hong Sul sambil berbicara sendiri kalau  Bukan hanya dia yang akan kehilangan semuanya, tapi Yoo Jung juga akan adil rasanya apabila kehilangan semuanya juga.

Hong Sul baru menyebrang jalan langsung didorong In Ha, tangan In Ha langsung mencengkramnya berteriak menyalahkan Hong Sul menurutnya kalau tak ada Hong Sul maka semua akan baik-baik saja. Hong Sul memeluk In Ha agar tak  memukulnya.
In Ha membabi buta berteriak dan langsung mendorong Hong Sul ke tengah jalan. Saat itu mobil berbelok dan langsung menabrak Hong Sul yang berusaha berdiri, tubuh Hong Sul pun terpelanting lalu terjatuh. Semua pejalan kaki berteriak bertanya apakah keadaanya baik-baik saja. In Ha terdiam karena kegilaanya membuat orang celaka.
Yoo Jung membaca jaket dan juga tasnya, lalu membaca pesan di ponselnya  “Sunbae Jangan kaget, Aku sedang menuju ke rumahmu sekarang. Mata Yoo Jung langsung melotot dan meninggalkan tas dan juga jaketnya dan berlari keluar rumah. Hong Sul masih dijalan dengan darah segar yang keluar sangat deras membanjiri jalan. 
bersambung ke episode 16

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 




1 komentar:

  1. In ha selalu nyalahin orang lain hweeeee kasihan hong sul.,,,,, T_T
    Walopun ending nya tak sesuai harapan tetap di tunggu mba dee ep 16 nya
    Semangat tinggal 1 episod lagi
    Mkasih mba dee

    BalasHapus