Jumat, 04 Maret 2016

Sinopsis Descendants of the Sun Episode 4 Part 1

Shin Jin bertanya apakah Mo Yun bisa menyelamatkannya. Mo Yun nampak terkejut mengatakan  tak akan bisa menjamin hal itu dan berusaha menjelaskan keadaan pasien. Shin Jin menegaskan  tak peduli dengan diagnosisnya hanya ingin Mo Yun menjawab pertanyaannya apakah ia bisa menyelamatkannya dan meminta menjawabnya sebagai seorang dokter.
Mo Yun melirik pengawal Arab yang mengangkat pistolnya, Byung Soo berteriak marah dengan yang dilakukan anak buahnya. Shi Jin tetap  meminta jawaban dari Mo Yun. Mo Yun dengan wajah yakin mengatakan bisa menyelamatkanya.
Shi Jin mematikan radio walkie talkienya dan melepaskan earphonenya, dan langsung mengeluarkan pistol untuk menyelamatkansi pasien. Semua langsung mengangkat dengan pistolnya seperti sangat siap untuk saling menembak. Sang Hyun memegang Jae Ae sangat ketakutan karena situasi yang menegangkan.

Mo Yun melihat pengawal Arab didepanya dan memberitahu mereka akan segera masuk keruang operasi, Pengawal menyuruh mereka mundur, untuk peringatan terakhirnya. Shi Jin menegaskan Mulai sekarang, keselamatan tim medis dan pasien akan menjadi prioritas utama mereka
Semua pasukan... arahkan senjata kalian ke depan. Mulai sekarang, kalian diperbolehkan untuk menembak balik siapa saja yang mengancam keselamatan mereka.” Tegas Shi Jin dengan semua tim sudah saling berhadapan denga pengawal Arab.
Dengar, Kapten. Sebaiknya, kau mengerti situasimu sekarang.” Balas Si pengawal dengan saling menodongkan pistolnya.
Tetap kerjakan tugasmu. Dokter akan tetap menyelamatkan pasiennya Dan aku akan melindungi... apa yang harus kulindungi.” Tegas Shi Jin
Mo Yun memberitahu mereka akan memindahkan pasien sekarang dan siap mendorong tempat tidurnya. Saat itu juga, Pasukan Shi Jin berjalan sesuai dengan arah Mo Yun masuk ke ruang operasi untuk melindunginya, Mo Yun sempat melirik Shi Jin sebelum masuk seperti sudah siap mati dengan pistolnya. Shi Jin sempat melirik saat Mo Yun masuk ruang operasi. 


Letnan Yoon sudah ada didalam mobil, Presiden memberitahu Pasien VIP telah memasuki ruang operasi dan Tim mereka melawan tim keamanan Presiden Mubarat. bahkan saling menodongkan senjata.
Dokter Jang memberitahu secara medis bahwa dokter membuat keputusan yang tepat.Suk Won dengan video call berteriak marah kalau ini bukanlah persoalan medis, tapi Pasiennya adalah Presiden Liga Arab, Mubarat dan berpikir apabila terjadi sesuatu.
Jika terjadi sesuatu pemerintah akan mendapat serangan dari Liga Arab.” Tegas Presiden diruanganya. 

Mo Yun sudah mengunakan baju operasi dan maskernya memberitahu  akan mulai operasinya dan meminta Pisau bedah. Suasana di ruang operasi tak kalah tegang, Jae Ae memberikan pisau bedahnya. Sementara diluar dari radio terdengar teriakan Byung Soo.
Apa yang kau lakukan? Hentikan serangan sekarang.” Teriak Byung Soo, Shi Jin tak mendengarnya dan terus menodongkan pistol didepan ruang operasi
Yoo Shi Jin! Seo Dae Young! Kenapa kalian tak menjawabku?” teriak Byung Soo
Dimarkas terdengar suara sirine peringatan, salah satu anak buah memberitahu  Pasukan Khusus sudah dalam siaga baju anti-peluru dan Pasukan Taebaek FP.. Byung Soo kesal karena dianggap tuli dan menyuruh anak buahnya untuk menyiapkan mobil.
Hei, pasukan bodoh. FPCON level 1 telah dikerahkan karena sikap bodoh kalian. Perang akan dimulai.” Tegas Byung Soo. Shi Jin dan pasukanya masih tetap siaga didepan ruang operasi,
Jika ada yang mendengarku sekarang, kalian harus memberitahu Yoo Shi Jin untuk segera menghentikan operasi dan menyerahkan pasien VIP ke dokternya. Jika tidak, aku akan menembak kalian semua karena telah membangkang.” Teriak Byung Soo, Dae Young yang mendengarnya tetap mengangkat senapanya. 

Didalam ruang operasi
Mo Yun masih memegang pisau bedahnya, Sang Hyun mengingatkan apabila Mo Yun sudah merobeknya maka mereka  tak bisa berhenti lagi jadi menurutnya apabila Mo Yun berubah pikiran masih bisa melakukanya. Mo Yun meminta seniornya melihat tubuh pasien dengan menunjuk bekas luka sayatan.
Bukannya ini subcostal incision yang besar? (Pengirisan kulit untuk memfasilitasi operasi)” Kata Mo Yun
Hal ini tak diterangkan dalam catatan medisnya.” Ucap Chi Hoon
“Memang Benar... Jangan percaya apapun sebelum kau melihatnya dengan matamu sendiri.” Tegas Mo Yun
Iya. Karena itulah operasi ini sangat berbahaya. Tak hanya kita tapi bagi pasien dan juga prajurit.” Ucap Sang Hyun sangat khawatir
Dan juga pasien akan meninggal jika aku membiarkannya saja. Sebagai dokter, kita tak punya pilihan.” Tegas Mo Yun, semua pun langsung terdiam dengan wajah tegang. Mo Yun akan memulai membedah bagian perutnya, darah segar pun mulai keluar. 

Pengawal Mubarat melirik sambil mengacungkan pistolnya, memberitahu 1,6 miliar dari Arab dan mereka berani menempatkan pisau di jantung perdamaian. Shi Jin menegaskan  Dokter hanya mengoperasi pasien yang membutuhkan operasi.
Mo Yun mulai melakukan operasi, Sang Hyun melihat Pasien VIP ini pernah menjalani operasi GB (Gallbladder: benjolan pada kandung empedu). Mo Yun melihat Terjadi adhesi antara organ jadi mereka  harus menghilangkan lebih dulu dan mereka tak boleh ceroboh lalu meminta Bovie.
Dilayar terdengar bunyi memberitahu Tingkat saturasi oksigen rendah. Jae Ae memberitahu Tekanan darah menurun drastic dan pasien mengalami pendarahan yang parah. Mo Yun memerintahka untuk menyiapkan kantung darah. Chi Hoon pun memberikan kantung transfusi darah. Jae Ae mengatakan tekanan darah masih rendah. Chi Hoon panik takut kalau pasien meninggal maka mereka semua akan mendapatkan masalah, padahal sebentar lagi dirinya akan menjadi ayah. 

Diluar ruang operasi
Sebaiknya kalian bertanggung jawab jika nanti terjadi sesuatu.” Tegas Pegawal Mubarat
InsyaAllah....Kita serahkan pada yang Maha Kuasa saja” balas Shi Jin tetap bersiaga dengan pistolnya lalu melihat dari bayangan Mo Yun dkk masih melakukan operasi.
Sang Hyun memberitahu kalau semuanya tidak berhasil dan sudah tak punya waktu lagi, jadi mereka harus menghilangkan  adhesinya dan hentikan pendarahannya. Mo Yun dengan tenang meminta agar mempercepat transfusi darah. Sang Hyun melotot kaget dengan keputusan Mo Yun
Kita memiliki persediaan darah yang cukup untuk dia. Sekarang kita  akan menghilangkan adhesi dan menghentikan pendarahannya. Lau Kita akan melakukan operasi sesuai dengan perintahku.” Tegas Mo Yun terus sibuk dengan alat bedahnya. Chi Hoon terlihat makin panik
Berhenti merengek. Ambilkan 10 bung RBC. (RBC: Sel darah merah) Kita akan memulainya.” Ucap Mo Yun, Sang Hyun pasrah  mereka akan terus menghilangkan adhesinya. Chi Hoon keluar dengan wajah ketakutan melewati pengawal dan tim Shi Jin masih beradu pistol. 

Dae Young mendengar suara Byung Soo menanyakan kondisi pasien. Dae Young memberitahu pasien masih sedang menjalani operasi. Pengawal Mubarat mendengar sesuatu dari earphonenya dan terdengar suara helikopter. Dae Young melaporkan sepertinya dokter Arab telah tiba.
Di udara terlihat kedipan helikopter yang akan mendarat dan dua orang yang ada didalamnya terlihat tegang. 

Terdengar suara dari dalam ruang operasi , Sang Hyun bisa menghela nafas lega karena bisa menyelesaikan semuanya dan memberitahu Aneurisma-nya sudah hilang. (Aneurisma: kelainan pembuluh darah otak)
Jae Ae juga memberitahu Tekanan darahnya juga sudah stabil. Mo Yun sempat melihat keluar dan Shi Jin juga melihat kearah ruang operasi. Mo Yun mengatakan semua berjalan lancar jadi mereka  akan melakukan tahap akhir dan menjahit pembuluh darahnya. Semua pun bernafas lega. 

Dokter Arab memeriksa Presiden Mubarat, melihat kalau  operasinya berjalan dengan lancar. Mo Yun memberitahu pasienya itu akan memiliki bekas operasi Tapi, hasilnya akan jauh lebih baik jika melihat dari  catatan medis aslinya.
“Walaupun begitu, pasien harus sadar agar operasi ini bisa disebut dengan operasi yang sukses.Tapi, jika Aku jadi kau, aku pasti sangat khawatir.” Tegas Dokter Arab dengan nada tinggi
Jika aku diam dan hanya terus khawatir dan tak melakukan apa-apa, maka kau hanya akan melihat jasad saja sekarang.” Balas Mo Yun
Tapi, kemungkinannya kecil.” kata Dokter Arab dengan mata melotot lalu keluar dari ruangan. 

Mo Yun kesal kalau ia pasti sudah tahu dengan hal itu, lalu jatuh lemas dilantai. Sang Hyun menanyakan keadaan juniornya lalu ikut duduk menyuruh Mo Yun istirahat saja karena ia akan menjaga pasienya sekarang. Mo Yun mengaku baik-baik saja, hanya lapar saja lalu menyuruh Chi Joon makan dengan Jae Ae dan Min Ji karena mereka akan bergantian menjaganya.
Chi Joon mengerti dengan wajah ketakutan memikirkan apa yang akan terjadi apabila pasien itu meninggal. Sang Hyun pikir mereka  akan mendapatkan laporan kasus aneurisma arteri hepatica llau sejarah dunia mungkin akan sedikit berubah.

Diruang presiden
Suk Woon bertanya Apa akan ada masalah dalam proses penyembuhannya. Dokter Jang memberitahu Operasi hemoperitoneum memang berjalan lancar Tapi, tetap ada kemungkinan terjadi pendarahan atau... Presiden tak ingin mendengar penjelasan seperti itu karena mereka  hanya memerlukan hasilnya saja.
Konflik bersenjata bisa kita hindari, tapi kami masih perlu memikikrkan tanggapan diplomatik. Kita tetap harus memberikan hukuman pada orang-orang yang bertanggung jawab.” Tegas Presiden pada Letnan Yoon, akhirnya Letnan Yoon menekan satu nomor di samping telpnya. 

Aku adalah Komandan Pasukan Khusus. Sersan Mayor Seo Dae Young. Kau bisa mendengarku?” ucap Letnan Yoon, Dae Young yang mendengarnya dengan suara tegas memberitahu kalau  Sersan Mayor Seo Dae Young mendengarnya. Shi Jin melirik karena Dae Young berbicara dengan earphonenya.
Kapten Yoo Shi Jin... akan diberhentikan dari tugasnya karena telah melanggar perintah. Dia akan ditahan.” Kata Letnan Yoon, Semua yang mengunakan earphone langsung terlihat lemas, Shi Jin tak tahu menahu hanya menatap Dae Young.
Ya, kalian memang telah melaksanakan tugas sebagai prajurit. Aku menghargai itu. Tapi perintah tetaplah sebuah perintah. Laksanakan perintah.” Tegas Letnan Yoon

Semua tertunduk sedih, Shi Jin seperti sudah tahu dengan konsekuensi yang didapatnya, lalu melepaskan pistol dengan pelurunya lalu memberikan pada Dae Young. Setelah itu melepaskan jaket anti peluru, Sersan Gong Chul Ho pun mengambilnya. Woo Geun tak bisa menahan sedih memilih untuk memalingkan wajahnya.
Kapten Yoo Shi Jin. Kau diberhentikan dari tugasmu karena melanggar perintah dan ditahan di dalam barak.” Kata Dae Young, Shi Jin mengangguk mengerti.
Aku tak akan kabur. Aku telah... mendapat perintah.” Ucap Shi Jin pada pegawal Mubarat, pengawal mengangguk mengerti
Tolong lanjutkan operasi dan gantikan tempatku.” Kata Shi Jin pada Dae Young dengan senyumanya. Dae Young tak bisa menutupi rasa sedihkannya karena dengan semua ini membuatnya harus ditahan. 

Chi Joon dkk makan malam dengan ramen ditenda luar, didekat mereka ada seorang pengawal berbadan tinggi besar dan berkulit hitam seperti sangat menyeramkan. Chi Joon bertanya apakah orang orang itu mengawasi mereka. Jae Ae pikir itu tentu saja  karena tak mungkin pengawal itu mau makan ramen juga. Min Ji menghitung dengan jarinya. Chi Joon memberitahu kalau mie yang mereka seduh belum matang.
Bukan itu. Aku hanya ragu, apakah aku menghitung kain kasanya dengan benar? Tak ada kain kasa yang tertinggal di dalam tubuhnya, 'kan?” kata Min Ji
“Ahh.. Kenapa kau bicara begitu? Perawat Jae Ae pasti tak akan melakukan kesalahan yang seperti itu.” Ucap Chi Joon ketakutan tapi berusaha untuk yakin
Apa kita harus menghitungnya lagi? Awalnya ada berapa?” ucap Jae Ae, Chi Joon panik ternyata ini serius. Jae Ae terlihat ketakutan kalau mereka melakukan kesalahan. 

Di dalam ruang yang sudah dijaga tentara lainya.
Dae Young mengatakan Menurut perintah, Shi Jin akan ditahan di ruangan ini. Shi Jin menghela nafas sambil melihat sekeliling padahal ia berharap bisa ditahan di gudang penyimpanan makanan.Keduanya sempat tersenyum, tiba-tiba pintu dibuka dengan keras. Shi Jin langsung memberikan hormat karena Byung Soo datang.
Byung Soo pun menyuruh Dae Young untuk keluar, setelah itu langsung memberikan tendangan pada kaki dibagian tulang kering Shi Jin.
Hei, bocah gila. Coba Lihatlah sekarang, kau ditahan dan pasukanmu menjadi kacau.” Kata Byung Soo, Shi Jin tertunduk sambil meminta maaf
Kenapa kau harus melakukan tindakan yang melanggar perintah? Apa kau tahu berapa banyak orang yang hampir diberhentikan?” kata Byung Soo, Shi Jin mengatakan tak akan melawan.
Ya, kau memang tak harus melawan! Kau hampir saja mendapat promosi jika saja kau tidak ceroboh begini. Kau menghancurkan karirmu sendiri.” Tegas Byung Soo
Aku tak menyesal. Akulah yang membuat perintah dalam tim. Jadi Aku yang akan bertanggung jawab penuh.” Balas Shi Jin dengan menatap Byung Soo lalu kembali tertunduk
Ya, kau memang harus bertanggung jawab atas kesalahanmu.” Ucap Byung Soo 

Dae Young berjaga-jaga ditempat penyimpanan barang, Mo Yun datang sambil berlari menanyakan keberadaan Shi Jin sekarang. Dae Young memberitahu Shi Jin sedang ditahan jadi tak bisa ditemui. Mo Yun memohon untuk memberikan lima menit saja untuk bertemu.
Byung Soo keluar ruangan, bertanya pada Dae Young dimana Si Dokter Gila bernama Kang Mo Yun karena ingin menemuinya. Dae Young ingin memberitahu tentang pasien VIP yang akan sadar, tapi Mo Yun yang ada dibelakang Dae Young memberitahu kalau ia dokter yang dicarinya. 

Didepan kontainer medis.
Byung Soo bertanya apakah pasien VIP belum juga sadar. Mo Yun memberitahu mereka masih menunggu, Byung Soo menegaskan dirinya itu bisa menjawab seperti itu tapi bagaimana jika pasien itu tak akan pernah sadar.
Operasi dilakukan berdasarkan diagnosis dan juga atas dasar rasionalitas.” Tegas Mo Yun
Kau percaya diri sekali. Bahkan jika kau dipecat, kau masih bisa membuka klinik, 'kan? Karena kau dokter yang terkenal” ejek Byung Soo, Mo Yun melirik kearah bawah
Tapi, kau telah menghancurkan karir Si Jin. Karir nilai 10-plus militernya hilang, dan tak akan pernah naik jabatan. Jika VIP tidak sadar, dia harus membusuk di penjara. Itu semua karena keputusan medis rasionalmu itu.” Tegas Byung Soo, Mo Yun terkejut dan terlihat sedih
Byung Soo mencoba untuk tenang menegaskan pasien itu  harus sadar kembali supaya karir mereka bisa terus berlanjut dan memberikan supaya Mo Yun untuk memahaminya. Mo Yun terdiam melihat Byung Soo yang meninggalkanya. 

Dae Young mengantar Byung Soo sampai ke dalam mobil, memberitahu akan membuat laporan. Byung Soo dengan ketus mengatakan tak perlu, karena merasa sudah muak jadi menyuruhnya untuk segera ke bandara.
Perintah transfer harus dilaksanakan.” Ucap Byung Soo,
Aku mengerti, Pak. Tapi, karena ketidak hadiran Kapten, aku...” kata Dae Young
Kau seharusnya menghentikan dia. Apa kau mau dihukum karena membangkang?”ucap Byung Soo dengan nada tinggi, lalu memerintahkan Sersan Choi Woo Geun, mengambil komandan di tempat itu lalu menyuruh Dae Young kembali ke Korea. Dae Youg mengerti.
Dengarkan aku baik-baik. Jika kau diselidiki di Korea nanti, Maka Shi Jin-lah yang bertanggung jawab penuh dalam operasi ini. Ingat itu.” Perintah Byung Soo lalu menyuruh anak buahnya untuk pergi sekarang. 

Dae Young kembali menemui Shi Jin di ruang penyimpanan barang, Shi Jin bertanya apakah Dae Young akan pergi sekarang. Dae Young mengatakan akan berangkat jam 9 malam. Shi Jin bertanya apakah Dae Young tak ingin tetap ditinggal saja dan kenapa tak melawan saja.
Aku pergi bukan karena diriku yang menginginkanya tapi ini adalah perintah. Maaf, karena aku harus meninggalkanmu begini. Aku akan melakukan laporan transfer.” Kata Dae Young ingin makai topinya.
“Ahh... Tidak perlu.  Aku dipecat, dan bukan lagi atasanmu, jadi Tak usah melapor.” Ucap Shi Jin tertunduk
Hari ini... semua perintah dari atasanku adalah benar. Dan hari ini, semua perintah dari atasanku... adalah perintah yang terhormat. Sampai jumpa di Korea, Kapten.” Kata Dae Young
Shi Jin menatap Dae Young dengan tatapan sebagai Kapten berjanji akan mentraktir minumnya sampai di Korea nanti selama 72 jam. Keduanya sama-sama tersenyum walaupun hati mereka sedih karena harus berpisah. Dae Young memakai topinya dan Shi Jin pun akhirnya berdiri tegak.
“Lapor... Pada 24 Mei 2015, Sersan Mayor Seo Dae Young... diperintahkan untuk kembali ke Korea. Aku akan mengikuti perintah.” Ucap Dae Young memberikan hormat, Shi Jin pun membalas dengan hormat 

Dae Young menemui Mo Yun sedang menunggu pasien yang belum sadar, dengan nada tegas memberitahu waktu sekarang menunjukan pukul 20:50 dan ia memiliki waktu 10 menit saja.
Mo Yun berjalan didepan ruangan penyimpanan memberitahu kedatanganya, Shi Jin sempat terkejut mendengarnya. Dae Young sudah ada di dalam mobil dan meminta anak buahnya untuk segara berangkat sekarang. 

Mo Yun masih berdiri didepan ruang penyimpanan, Shi Jin bergerak dan duduk dibalik dinding dekat pintu, dengan senyuman mengungkapkan sangat senang mendengar suara Mo Yun, lalu mengodanya apakah ini yang dinamakan sebuah kunjungan. Mo Yun berjongkok dibalik dinding dengan wajah sedih meminta maaf.
Kau tak melakukan kesalahan apapun.” Ucap Shi Jin, Mo Yun memberitahu kalau Pasien VIP masih belum sadar dengan nada khawatir.  
Apa kau tak sadar jika kau ini selalu khawatir pada banyak pria? Jangan jadi wanita yang gampangan  Mulai sekarang, kau hanya boleh khawatir pada satu pria, dan itu adalah aku. Aku akhirnya sadar... bahwa apa yang kau katakan dulu itu adalah benar.” Kata Shi Jin, Mo Yun dengan menahan tangisnya menanyakan yang mana.
Bahwa kau terlihat sexy saat di ruang operasi.” Goda Shi Jin
Kenapa kau melakukannya? Kau adalah Kaptennya dan tak harus melanggar perintah.” Kata Mo Yun
Bukannya sudah kubilang? Aku akan melindungi wanita cantik, anak-anak dan orang tua. Itu adalah prinsipku. Wanita cantik dan juga orang tua. Ada dua poin yang harus kulindungi, jadi Aku tak mungkin diam saja.” Jelas Shi Jin
Air mata Mo Yun tergenang bibirnya bergetar, Shi Jin memuji Mo Yun yang sangat berani sekali hari ini. Mo Yun akhirnya menangis dengan menundukan kepalanya. Shi Jin mendengar dari dalam bertanya apakah Mo Yun sedang menangis sekarang. Mo Yun menghentika tangisanya sebentar bertanya apakah Shi Jin akan baik-baik saja disana dan membutuhkan sesuatu.  Shi Jin mengatakan butuh C4 atau RDX. Mo Yun bingung apa yang dikatakanya.  Shi Jin mengatakan itu adalah Bahan peledak
Aku memang menikmatinya sebelumnya tapi, sekarang aku sangat ingin keluar dan ini karena seseorang.” Goda Shi Jin
“Apa kau masih saja bias bercanda sekarang?” keluh Mo Yun kesal
Shi Jin tersenyum karena menurutnya boleh-boleh saja melakukanya, lalu mengaku selalu saja membuat banyak masalah dan dengan bangga mengatakan kalau dirinya itu hebat.  Mo Yun bisa tersenyum lalu mendengar suara kalau waktunya sudah habis dan memberikan sebatang obat nyamuk bakar dari sela-sela pintu karena mungkin Shi Jin membutuhkanya. Shi Jin menerimanya.
Mo Yun pun pamit pergi, Shi Jin menatap obat nyamuk pemberian Mo Yun dan mengucapkan terimakasih karena memang sangat membutuhkan benda itu. Dibagian rak didepan ada puluhan kotak obat nyamuk untuk persediaan. 


Mo Yun dengan berat hati keluar dari tempat penyimpanan, Shi Jin bisa merasakan Mo Yun yang pergi meninggalkanya. Mo Yun terus berjalan ke tempat bagian medis. Shi Jin menatap ruangan tahanan dirinya sebagai konsekuensi tak menuruti perintah atasan. Mo Yun menatap kearah tempat Shi Jin lalu kembali berjalan. Shi Jin menatap kerah langit-langit seperti memikirkan nasibnya setelah ini. 

Si anak kecil, Pasien keracunan timah masuk kedalam ruang rawat Presiden karena semua penjaga didepan pintu sedang tertidur.  Penjaga didalam hanya melihat si anak yan masuk ke dalam sambil memenggam permen.
Tangan si anak memegang kepala Presiden lalu membandingkan dengan dirinya, dengan bahasa Urk memberitahu pasien itu sudah tak sakit lagi. Pengawal didepan pintu masuk dan berteriak menyuruh si anak pergi sambil mendorongnya. Mo Yun datang membela kalau itu hanya anak-anak.
Sang Hyun dan Dokter arab terbangun, karena gaduh. Si pengawal mendekati Presiden bertanya apakah bisa melihatnya. Dokter meminta untuk menyingkir dengan memakai jarinya meminta Presiden untuk mengikuti gerakannya. Mata Presiden bergerak sesuatu dengan arah jari Dokter. 

Sang Hyun langsung membaringkan kepalanya dengan mengucap syukur karena pasien mereka sudah sadar, dalam pikiranya akan tinggal selamanya 37 tahun ditempat itu. Jae Ae mengejek si pasien itu bisa menyelamatkan dokternya.
Chi Joon juga mengucap syukur, dan memberitahu walaupun keluargnya yang kaya tapi tetap saja tak bisa menyelamatkannya dari tempat ini. Min Ji pun mengejeknya kalau keluarga Chi Joon itu sangat tak berpengaruh.
Sang Hyun mengambil botol minum dari tangan Jae Ae mengaku sudah dua kali merasakan seperti ingin mati saja diruang operasi. Chi Joon bertanya kapan yang permata. Sang Hyun memberitahu saat mengoperasi Ibu Jae  Ae karena merasa takut kalau nanti salah gunting. 

Seseorang datang dengan nafas terengah-engah memberitahu kalau pasien akan segera dipindahkan. Semua pun berkumpul ditengah, sudah ada pasukan serta Mo Yun dan yang lainya. Para prajurit memberikan hormat ketika helikopter mulai mengudara.
Pengawal melihat Prajurit dan tim dokter ada dibawah, Mo Yun terus melihat ke arah helikopter. Pengawal memberikan angkukan seperti tanda terimakasih. Mo Yun yang melihatnya pun membalas dengan anggukan. 

Di bagian atas, Woo Geum berbicara di telp kalau pasien  VIP berangkat ke kota bersama dokternya dan Operasinya sukses jadi semua pasti merasa senang dan berjalan lancar. Ki Bum berusaha untuk menguping pembicaraan ditelp. Dae Young sedang berjalan mengucapkan syukur.
Kau tak perlu khawatir lagi Dan istirahatlah yang banyak.  Seperti Si bayi cengeng ini mau bicara denganmu.” Ejek Woo Geum
Aku, Kopral Kim Ki Bum. Kenapa kau kejam sekali? Kau pergi tanpa memberitahuku.” Kata Ki Bum menahan tangisnya.
“Lalu Aku harus bagaimana lagi? Aku sudah menaruh kamus di lokermu. Kau harus belajar untuk ujian GED-mu (Ujian susulan).” Kata Dae Young dan memerintahkan Woo Geum untuk terus mengawasinya.
Woo Geum mengerti, Ki Bum pun memberikan hormat, Dae Young pun menyuruh supaya lebih bersemangat kerjanya dan menutup telpnya. 

Dae Young berjalan ke pesawat yang akan mengangkutnya, langkahnya terhenti melihat Myung Joo turun dari pesawat dengan tas ranselnya. Myung Joo tadinya tersenyum berubah jadi sedih melihat Dae Young akan pergi meninggalkan Urk. Keduanya sama-sama diam dibawah sayap pesawat. Myung Joo berjalan mendekati Dae Young.
Kebetulan sekali, aku baru saja mau mencarimu. Tapi, kau tak diijinkan ada di sini. Lalu Kau mau ke mana? Apa kau mau kabur lagi?” ucap Myung Joo, Dae Young hanya diam menatap lurus Myung Joo
Aku bertanya, apa kau mau kabur lagi?” tanya Myung Joo, Dae Young menaruh tasnya dengan berdiri tegang dan memandang keatas.
Sersan Mayor Seo Dae Young. Aku diperintahkan...”kata Dae Young dan langsung mendapatkan tamparan keras dipipinya, tapi ia kembali mengatakan “untuk kembali ke Korea.” dengan gaya militer.

Kau hanya pergi liburan, 'kan? Kau harus meminta ku untuk menunggumu. Katakan, bahwa kau akan kembali lagi.” Kata Myung Soo merengek sambil memukul Dae Young dan menangis.
Serangga disini sangat ganas. Tetap kenakan seragammu bahkan jika kau kepanasan.” Pesan Dae Young kembali membawa tasnya.
Myung Joo menarik tangan Dae Young agar tak pergi, Dae Youn akhirnya menarik badan Myung Joo dengan tanganya dan langsung memeluknya. Myung Joo menangis menanyakan apa yang sebenarnya yang diinginkan Dae Young. Dae Young meminta agar Myung Joo menjaga dirinya baik-baik, lalu melepaskan pelukanya dan memberikan hormat, berjalan ke dalam pesawat.
Kenapa kau memelukku? Kenapa kau menyentuhku? Kau harus bertanggung jawab atas tindakanmu itu. Kau sendiri yang bilang, kau akan sedih jika melihatku menderita. Kau sangat baik pada wanita lain. Tapi, kenapa tidak denganku?” teriak Myung Joo, Dae Young tetap terus berjalan tanpa menoleh, Myung Joo kembali menangis. 
bersambung ke part 2 

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 



2 komentar: