Sabtu, 19 Maret 2016

Sinopsis Ms Temper & Nam Jung Gi Episode 1 Part 1

Seorang pria bernama Nam Jung Gi berdiri di pinggir atap gedung yang tinggi. Hembusan angin membuat rambut, baju dan dasinya yang dipakainya berantakan, wajahnya terlihat sangat frustasi
Tidak ada tempat bagiku untuk pergi. Gumam Jung Gi, kakinya berjalan sedikit bergerak ke arah depan
Apa benar-benar tidak ada jalan? Apakah benar-benar harus membuang martabat terakhirku? gumam Jung Gi frustasi menatap kebawah ingin mengakhir hidupnya, kakinya semakin mendekat ke pinggir gedung. 

Flash Back
Papan nama bertuliskan Manager Kim Suk Hoon, semua memberikan selamat pada Suk Hoon yang diangkat sebagai Manager. Jung Gi tertunduk dengan memberikan tepuk tangan, Suk Hoon mengajak Jung Gi untuk berjabat tangan.
Jung Gi mengambil papan nama langsung memukul wajah Suk Hoon penuh amarah, semua rekan kerjanya kaget melihat Jung Gi yang berani melakukan itu pada manager baru.  
Seseorang yang lebih muda dariku dipromosikan menjadi Chief? Tidak masalah bagiku.
Semua hanya khayalan Jung Gi, dalam kenyataanya Jung Gi menjabat tangan Suk Hoon memberikan selamat atas pengangkatanya sebagai Manager bahkan sambil membungkuk.
Aku penjaga kedamaian.

Pria berambut coklat menuruni tangga ke depan kantor sambil mengeluh Manager Kim benar-benar pria yang kurang ajar, dia adalah Park Hyun Woo.
Jika dia memiliki kesopanan dalam dirinya, harus dia merasa menyesal ! Herbal serum awalnya dikembangkan oleh kau!!” ucap Hyun Woo tak terima
“Sudahlah,  tak apa-apa... kita bekerja sama melakukan hal itu.” Kata Jung Gi dengan wajah tenang
“Bukankah seharusnya kau merasa sedikit menyesal? Ini karena kau tidak pernah bicara pada dirimu sendiri jadi semua diambil seperti ini!” ucap Hyun Woo kesal, Jung Gi tertawa tak merasa seperti itu.
Tidak, aku hanya tipe orang yang sangat baik.

Jung Gi membuka pintu saat Manager Kim turun dari mobil. Manager Kim membersihkan jas Jung Gi layaknya seorang atasnya.
Untuk menghormati orang yang lebih muda dariku sebagai atasanku...
Jung Gi sangat marah memelintir tanganya, karena Manager Kim yang lebih mudah berani menyentuhnya yang lebih tua.
Tidak semua orang bisa berhati mulia sepertiku.
Pada kenyataanya, Jung Gi hanya diam ketika Manager Kim menyentuh bajunya, bahkan kembali membungkuk pada atasan yang lebih muda. Hyun Woo yang melihatnya bergidik kesal. 

Di ruang tengah
Hang Young Mi membicaraka seorang yang dianggap idiot atau memang hanya terlalu baik. Jang Mi Ri, wanita berambut panjang merasa frutasi untuk melihatnya, kalau Jung Gi itu orangnya menyenangkan bahkan sangat baik, dan bertanya-tanya Apa dia tidak pernah marah.
Marah saja bahkan tidak cukup! Bila itu aku, aku akan sangat terganggu hingga ingin memukulnya. Ini semua karena dia terlalu malu! ” Jerit Young Mi kesal
Jung Gi sedang ada didapur hanya diam karena orang membicarakanya, tentang promosi yang seharusnya didapatkanya tapi malah diambil oleh orang lain dan ia hanya bisa diam saja.
Aku akan mengatakan ini lagi, aku bukan tipe orang pemalu. Aku hanya menahan diriku dengan menghindari konflik.

Semua tim masuk ke dalam lift untuk makan malam bersama, tiba-tiba pria lain datang dan lift pun berbunyi tanda terlalu banyak ada didalam. Semua menatap pada Jung Gi, dengan mata melotot Jung Gi melawan si pria seperti ingin menyuruhnya keluar dari lift.Dengan wajah marah Jung Gi langsung mendorong si pria keluar dari lift.
Kenyataanya, ketika lift berbunyi, Jung Gi pun terpaksa keluar dari lift karena menghindari adanya konflik, padahal bukan ia yang terakhir masuk kedalam lift. 

Direstoran
Semua makan babi panggang, dengan lahap dan Jung Gi menjadi orang yang memanggang daging dengan mengunakan celemek. Semua tim makan dengan lahap tanpa peduli Jung Gi yang belum sempat makan karena daging yang baru matang selalu diambil lebih dulu.
Pria yang menyuruhnya keluar dari lift dengan kecepatan penuh memakan daging babi dengan cepat sampai mulutnya penuh. Jung Gi sangat kesal akhirnya memasukan juga capitan panggang sampai si pria tersedak.
Terkadang kekalahan adalah kemenangan, dan tiba-tiba...
Kenyataanya adalah, Jung Gi hanya bisa diam dan tertawa bersama dengan timnya walaupun belum makan daging babi. 

Setelah selesai Jung Gi memapah Direktur Jo Dong Gyu yang mabuk, semua tim menyerahkan tugas agar Jung Gi mengantar sampai masuk ke taksi. Jung Gi pun memasukan Direktur Jo sampai masuk ke dalam taksi dan Direktur Jo memberikan selembar uang 50rb Won agar Jung Gi pulang mengunakan taksi juga.
Mereka yang bertahan diberkati pada akhirnya. Gumam Jung Gi senang menerima uang 50rb won 

Manager Kim langsung diborgol dan diseret keluar dari kantor, semua tim melonggo melihat Manager baru mereka dibawa keluar oleh polisi. Manager Kim berteriak kalau ia janji tak menerima uang apapun!
“Terlalu serakah selalu buruk bagi penilaian seseorang. Bagaimana ia bisa mempercayai perjanjian rahasia dari orang-orang yang menyuap dia?
Manager Kim berteriak memanggil Direktur Jo kalau ia tak melakukan suap.
Posisi dengan banyak tanggung jawab hanya memperpendek usiamu.

Jung Gi pun duduk dikursinya sambil membaca buku Kepemimpinan Pemalu, karena mereka puas dengan posisinya yang tidak perlu banyak tanggung jawab. Direktur Jo menatap Jung Gi yang sedang santai membaca buku.
Beberapa saat kemudian, Jung Gi dikagetkan dengan penunjukan dirinya. Direktur Jo ingin Jung Gi  mengawasi kontrak dengan Gold Chemical Industries. Jung Gi berteriak daalam hati dirinya itu  diberi tanggung jawab lalu mengumpat.
Serum herbal yang Kim Suk Hoon kerjakan adalah pekerjaanmu, kan?” kata Direktur Jo, Jung Gi tak percaya ternyata Direktur Jo sudah mengetahuinya.
Buatlah dengan hebat. Kau ingin dipromosikan kali ini, benarkan? Segera setelah kita dapat kontrak dengan Gold Chemical Industries, maka Kepala Manager akan ada dalam genggam. Kau paham kan?” Jelas Direktur Jo
Dia mengatakan bahwa aku akan mendapatkan promosi kali ini, jika gagal maka aku harus menulis surat pengunduran diri jika itu terjadi.Gumam Jung Gi tahu tentang konsekuensi tanggung jawabnya.
Mengapa kau tidak jawab?” ucap Direktur Jo yang melihat Jung Gi hanya diam saja. Akhirnya Jung Gi berkata akan berusaha yang terbaik, Direktur Jo menegaskan kalau Jung Gi itu harus melakukan yang terbaik bukan berusaha saja. 

Jung Gi turun dari ruang direktur, Min Ji berteriak menyambut Pencipta jokbal adalah Jangchoong-dong  Dan pencipta serum herbal adalah Nam Jung Gi, semua memberikan tepuk tangan meriah pada Jung Gi. Hyun Woo memberikan selamat atas penunjukan Jung Gi sebagai penanggung jawab project.
Kita hanya akan tahu itu berjalan baik jika sudah selesai.” Kata Jung Gi dengan wajah lesu.
Pastikan kau melakukannya dengan baik untuk presentasi besok!” teriak Young Mi dari meja kerjanya. Jung Gi pun meminta agar Young Mi bisa membantu dengan memberikan materi presentasi.
Tidak bisa. Ini hari ulang tahun ibu mertuaku, jadi aku harus pulang lebih awal. Maaf....” kata Young Mi menolak
Bukankah dia berlibur untuk ulang tahun mertuanya 2 bulan yang lalu? Apakah dia punya dua ibu mertua?gumam Jung Gi heran
Jung Gi meminta bantuan pada Mi Ri, tapi Mi Ri  mengatakan ada jadwal ke dokter gigidan akan pergi sekarang. Jung Gi kembali bergumam “Nama kantor dokter giginya "Fantasi” ‘kan? Aku dengar kau menelepon temanmu untuk pergi clubbing!
Akhirnya Jung Gi meminta bantuan pada Hyun Woo, tapi Hyun Woo sudah siap dengan tasnya merasa yakin Jung Gi mempersiapkannya dengan sempurna, jadi tak perlu mengkhawatirnya dirinya. Jung Gi hanya bisa mengumpat “Jadi kau juga tidak bisa.... Brengsek” dalam hati saja.
Young Mi keluar kantor berpesan agar Jung Gi tidak merasa terkekan, dan istirahatlah yang banyak, Hyun Woo juga langsung pamit pergi. Jung Gi memohon agar salah satu teman kerjanya menemaninya, tapi semua orang memilih untuk pulang memberikan tanggung jawab esok pada dirinya. 

Jung Gi masuk ke rumah melihat sebuah sepeda yang diberikan pita dibawah tangga dengan senyuman, lalu berpapasan dengan sang ayah yang terbangun karena ingin minum. Sang ayah melihat anaknya kembali pulang malam, bahkan akan tetap bekerja walaupun sudah sampai dirumah.
Aku yakin sulit bagimu untuk tidur dengan benar.” Ucap Ayahnya.
“Tapi..., apa Woo Joo tidak mengendarai sepedanya hari ini?” tanya Jung Gi
Aku rasa dia pikir itu terlalu sayang menaikinya, jadi  Dia hanya memandangi dan membersihkannya. Aku jadi ingin tahu apa yang akan dilakukan selanjutnya” goda Ayahnya.
Jung Gi tersenyum mendengarnya lalu masuk ke dalam kamar anaknya, di pinggir tempat tidur ada sebuah gambar dengan sepeda dan bertuliskan “hadiah ulang tahun diberikan oleh ayah” Senyuman Jung Gi terlihat melihat gambar anaknya dan menatap Woo Joo tertidur lelap.
“Yah.... Aku sekarang seorang Manager” gumam Jung Gi menyemangati dirinya. 

Selesai mandi, Jung Gi langsung duduk diatas meja kerjanya menatap laptopnya.
Aku harus dapatkan kontrak ini untuk kita, tidak peduli apapun.” Gumam Jung Gi penuh semangat
Jung Gi memulai lembaran presentasi dengan membuat bahan-bahan yang terkandung didalam projectnya. Ia terus melihat contoh presentasi sebelumnya dan kembali berkonsentrasi mengetik. Sementara diluar seorang wanita turun dari mobil dan bayangannya seperti masuk kedalam apartement.
Pagi harinya, Jung Gi dibangunkan dengan teriakan paman dari luar jendela meminta agar membuka pintu balkon. Jung Gi binggung siapa paman yang datang pagi hari kerumahnya. Sementara di pintu depan rumahnya terdengar bunyi bel, Jung Gi akhirnya membuka pintu depan lebih dulu.
Beberapa orang langsun masuk untuk memulai, Jung Gi berteriak menanyakan siapa mereka semua yang langsung menyelonong kerumahnya. Seorang paman mengatakan mereka sudah tak punya banyak waktu lagi dan menyuruh mereka agar membuka pintu balkon. Jung Gi terus berteriak menanyakan siapa mereka semuanya.
Paman itu seperti tak peduli menyuruh agak buahnya segera mengemas TV lebih dulu. Jung Gi kembali berteriak  mengapa mereka bukan mengemas Tvnya. Tuan Nam keluar dari kamarnya heran dengan ribut-ribut dirumahnya. Semua barang mulai diberi solasi kuning, Tuan Nam heran sebenarnya apa yang terjadi pagi-pagi ini.
Woo Joo juga ikut keluar dari kamar bertanya apa yang terjadi dirumahnya. Jung Gi mengatakan juga tak tahu lalu menanyakan pada paman yang menyuruh anak buahnya untuk mengemas TV. Paman itu memberitahu mereka adalah dari jasa pindah rumah. Jung Gi binggung siapa yang ingin pindah rumah dan menegaskan kalau rumahnya nomor 901.
Paman itu kaget mengetahui nomor rumah Jung Gi itu 901 bukan 902, Jung Gi menegaskan kalau nomor rumhanya 901. Paman itu pun memarahi si paman lain yang masuk dari balkon karena salah masuk, Paman tadi pun memarahi anak buahnya yang tak memeriksa bagian pintu depan. Tapi petugas lain menyalahkan Jung Gi yang tak mengatakan padanya.
Jung Gi membela diri kalau mereka semua langsun menyolonong masuk tanpa berbicara dulu padanya. Paman ketua pun langsung menyuruh semua anak buahnya segera pindah ke rumah sebelah saja, setelah itu meminta maaf karena sudah menganggu mereka pagi-pagi sekali. Jung Gi dan keluarga hanya bisa diam melihat barang-barang mereka di biarkan begitu saja. 


Alat berat pun di gunakan untuk membawa barang ke kamar 902, Petugas keamanan terlihat kebinggungan menerima telp berteriak kalau tak bisa mendengarnya, lalu melihat dua orang paman yang memindahkan barang mulai adu mulut.
Tuan Nam berbicara di telp menceritakan petugas pindahan itu membuat rumahnya berantakan. Jung Gi membungkus produk cream wajahnya dengan pita agar terlihat cantik saat membuat presentasi lalu meminta ayahnya berhati-hati saat melepaskan solasinya. Tuan Nam mengerti tapi tenyata kulit dari rak Tvnya ikut menempel.
Woo Joo sedang sarapan donat melihatnya, Tuan Nam kembali menempelkan solasi kembali. Jung Gi siap pergi ke kantor berpesan pada anaknya agar mengendarai sepedanya hari ini. Woo Joo mengerti lalu melambaikan tangan pada ayahnya. Tuan Nam menyuruh Jung Gi cepat pergi karena sudah terlambat, Jung Gi akan membuka pintu tapi malah membuatnya terbentur karena tak bisa membuka pintunya.
Tuan Nam panik keluar dari rumah melihat Jung Gi yang memegang kepalanya, Jung Gi memberitahu tak bisa membuka pintu rumah. Tuan Nam berusaha membuka pintu, ternyata ada barang-barang dari rumah depanya yang menutupi pintu rumah Jung Gi. Jung Gi berusaha membukanya tapi tak bisa terdorong, Tuan Nam berteriak memanggil nama Bong Gi, begitu juga Woo Joo yang memanggil pamanya.
Seorang pria muda, sedang tertidur lelap tanpa sadar sudah terjadi keributan dipagi hari. Jung Gi berusaha sekuat tenaga untuk keluar dari rumah, dengan celah sedikit berusaha keluar dengan merayap dan berlari menuruni tangga. 

Jung Gi berlari ke parkiran, dua orang jasa pengangkut barang masih saja berkelahi. Ia menaiki mobil dan menyalakan mobilnya,  tapi tak menyala dan bertanya-tanya kenapa mobilnya tak bisa menyala. Teringat sebelum ketika pulang dari kantor dan memarkirnya, karena sudah  ia masih memberiakn mobilnya dengan lampu  yang masih menyala lalu masuk ke dalam rumah.  Akhirnya ia pergi dengan mengunakan subway menuju ke kantor.  

Direktur Jo panik menuruni ruangannya sambil mengumpat karena Jung Gi belum juga datang. Young Mi merasa ada yang aneh dan berpikir Jung Gi mengalami kecelakaan karena biasanya tak pernah telat. Hyun Woo mendengan bunyi telp diatas meja.
Jung Gi sedang berlari memberitahu agar Hyun Woo segera datang karena ia sudah ada di depan kantor GCI. Hyun Woo heran kenapa Jung Gi tak datang dulu ke kantor. Jung Gi dengan nafas terengah-engah mengatakan sudah tak ada waktu lagi. Hyun Woo meyakinkan kalau Jung Gi sudah membawa sample dan laptopnya.
“Ya... aku sudah bawa semuanya! Hidupku bergantung pada mereka!” jerit Jung Gi terus berlari
Tapi tak melihat orang didepanya menabraknya dengan kencang, tasnya melayang diudara dan Jung Gi berusaha untuk menyelamatkan dengan menangkapnya tapi tak berhasil tapi akhirnya tasnya pun jatuh diatas badannya.
Jung Gi pun berhasil sampai didepan gedung GCI dan bertemu dengan Direktur Jo dan juga Hyun Woo yang sudah menunggu. Direktur Jo panik melihat Jung Gi yang berkeringat  menurutnya ia tak akan berhasil dan memberikan tugas pada Hyun Woo. Tapi Jung Gi tetap ingin melakukanya. 

Seorang wanita berjalan masuk ke kantor GCI, terlihat sangat profesional dengan rok hitam, kemaja putih. Jung Gi masih terburu-buru harus pergi ke bagian receptionist karena sebagai tamu, Receptionist meminta agar memberikan ID Cardnya, Direktur Jo menyuruh Jung Gi saja yang menyerahkan ID Carnya.
Wanita itu sudah masuk lift menekan tombol lantai 16. Jung Gi dkk meminta untuk menunggu, Hyun Woo pun meminta agar menekan lantai 16. Direktur Jo berbicara Semuanya sudah beres, jadi tidak usah takut. Jung Gi merasa orang yang berbeda bertemu dengan mereka membuatnya merasa tidak mudah.

Hyun Woo pikir mereka menanyakan pada Tuan Jung tentang perusahaan GCI. Direktur Jo yakin karena pihak Direktur Kim sudah memberikan memberikan penawarasan jadi tak peduli dengan siapa mereka bertemu tetap saja Direktur Kim yang akan paling banyak bicara. Wanita yang berdiri didepan membuka kuping lebar-lebar mendengar pembicaraan ketiganya.
Direktur Jo melihat Jung Gi makan sesuatu, Jung Gi mengatakan kalau itu obat untuk menghilangkan rasa gugupnya. Direktur Jo mengejek Jung Gi yang bisa melewati malam pertama dengan istrinya, Jung Gi mengatakan kalau ia bisa melewatinya. Direktur Jo meminta agar mereka bisa fokus sambil mengatur nafas bersama-sama. 

Ketiganya keluar dilantai 16 tapi kebinggungan mencari ruangan 4A. Akhirnya Jung Gi berlari menanyakan pada wanita yang bersama di dalam lift, ruangan 4A. Wanita itu meminta mereka untuk mengikutinya saja. Ketiganya mengikuti dari belakang dan langsung terpana melihat bentuk tubuh wanita yang berjalan didepanya sangat sempurna. 

Wanita itu pun membuka pintu, ketiganya langsung menyelonong masuk dan bisa bernafas lega karena belum ada yang datang. Direktur Jo melihat si wanita yang ikut masuk dan meminta agar memberikan segelas kopi dengan gula yang banyak, Jung Gi juga meminta kopi tanpa gula, sementara Hyun Woo memesan latte.
Jung Gi membuka laptopnya, Hyun Woo menerima pesan balasan dari Tuan Jung. Direktur Jo menanyakan siapa yang akan melihat presentasi mereka. Hyun Woo membaca pesan dari Tuan Jung kalau orangnya bernama Manager Ok Da Jung, Product Development Team 2. Jung Gi berpikir dari namanya pasti seorang wanita.
Dia sudah bercerai dua kali dan memiliki temperamen buruk, sehingga dia disebut manajer temper. "Aku harap kau datang dan  kembali hidup." Itulah apa yang dia katakan.” Ucap Hyun Woo panik
Si wanita memberika gelas kopi pesanan ketiganya. Direktur Jo berkomentar seorang wanita yang bisa bercerai dua kali. Hyun Woo yakin kalau pasti ada alasanya, tapi membuatnya sedikit bergidik. Direktur Jo yakin kalau Jung Gi bisa membuat sifat tempramental bukan jadi masalah untuk ditanganinya. Jung Gi pun dengan wajah panik berusaha untuk yakin.
Kalian sepertinya siap. Bisakah Kita mulai?” ucap si wanita duduk di dekat meja kopi. Hyun Woo binggung bertanya apakah wanita itu Manager Ok
Si wanita memasang ID Card kantornya, bertuliskan nama [Ok Da Jung]. Jung Gi kaget dan langsung berdiri kalau wanita itu adalah manager Ok Da Jung yang akan mendengarkan pesentasinya. Da Jung duduk dikursi dengan mata dinginnya memberitahu kalau ia sudah bercerai sebanyak 3 kali. Semua terdiam, Jung Gi mengeluh karena Direkturnya tadi bicara seperti itu. 

Bong Gi keluar dari rumah dengan gaya stylist, kacamata hitam jaket kulit, kali ini pintunya bisa terbuka dan melihat masih banyak barang didepan rumahnya. Ia membuka kacamatanya melihat ada lukisan wajah wanita yang sangat bagus,  dan melihat banyak bungkusan tas bermerek.
Tuan Nam keluar dari pos terlihat kaget dengan mendengar telp terjadi  Kecelakaan mobil, Bong Gi melihat ayahnya langsung bersembunyi. Pria ditelp merasa tuan Nam itu tidak bisa membesarkan anaknya seperti itu. Bong Gi langsung berlari ke parkiran. Tuan Nam masih menerima telp meminta agar tak cemas karena dilingkungan sudah bisa terjadi.
Bong Gi mendengar ayahnya yang akan mengawasinya dan juga memperbaiki mobil lalu ia membuka pintu mobil perlahan. Ia mencoba menyalakan mobilnya tapi langsung bersembunyi ketika ayahnya sedang berjalan didepanya. 

Jung Gi mulai mempresentasikan produk  yang menargetkan wanita yang kulitnya kusam karena pekerjaan, dengan Fitur utamanya adalah bersih, tekstur menyegarkan.
Serum Herbal pertama, yang menghidupkan kembali kulit kusam telah dirumuskan dengan pengetahuan 20 tahun perusahaan kami. Dan keahlian di lapangan dan alami dari bahan-bahan” ucap Jung Gi memberikan sampel botolnya pada Da Jung
Da Jung membuka kotak produk yang udah di bungkus dengan pita, tapi ternyata creamnya berlepotan karena botolnya sudah pecah. Jung Gi menahan Da Jung yang akan pergi dengan wajah marah karena bisa memberikan dalam bentuk sampel. Hyun Woo memberikan tas berisi sampel.
Jung Gi ingin memberikannya tapi karena gugup malah  menjatuhkan semuanya dan membuatnya berantakan. Da Jung makin kesal, Jung Gi menaruh beberpa ditangan Da Jung meminta agar mencobanya karena pasti akan senang setelah merasakan cream buatan mereka. Da Jung mengatakan kalau sudah melihat presentasinya jadi mereka tinggal menunggu hasilnya. 

Jung Gi mengejar Da Jung sampai depan pintu,  sambil berteriak kalau mereka menaruh hidup di produk ini, jadi ia tidak bisa membiarkan Direktur dan pegawai lain menderita karene perilakunya yang buruk. Da Jung pun berhenti berjalan, Jung Gi merasa kalau produk yang dibawanya itu sangat penting jadi meminta agar mencobanya.
“Jadi Maksudmu penilaianku salah pada kesalahan kecil yang keluar dari proporsi?” ucap Da Jung, Jung Gi menatakan bukan itu maksudnya.

Pertama, daya tahan yang mengerikan. Kotak dalam bentuk kecil sudah  hancur meskipun kotak yang diisi dengan bungkus gelembung sehingga tidak akan perlu untuk menguji itu, benarkan?” kata Da Jung, Jung Gi berusaha menjelaskan kalau tadi dijalan
Jangan berani memberiku alasan norak seperti kau berada dalam suatu kecelakaan di jalan. Kedua, nama sangat mengerikan yang membuatku menguap hanya untuk mendengarnya. Ketiga, tidak ada jumlah strategi pemasaran yang akan mendapatkan ini untuk dijual karena tidak memiliki fitur apapun yang menonjol Aku sudah membuatnya jelas sekarang, ini karena kau kurang pengalaman, kan?” ucap Da Jung dengan tatapan dingin
Jung Gi menurunkan tanganya tak bisa memberikan sample. Da Jung merasa semua pasti sudah tahu hasilnnya. Direktur Jo mendorong Jung Gi agar mengejarnya, tapi Jung Gi yang belum siap malah terdorong menabrak Da Jung sampai tali ID tamunya tersangkut. Ketika mencoba menariknya membuat kancing baju Da Jung lepas semuanya.
Direktur Jo, Hyun Woo dan Jung Gi melonggo karena melihat dalaman baju Da Jun yang terbuka. Da Jung membalikan badannya, Jung Gi langsung membalikan badan karena tak ingin melihatnya. Da Jung memanggil Nama Jung Gi dengan titlenya, Jung Gi pun pasrah kalau memang Da Jung ingin membunuhnya.
Jika itu yang kau inginkan, aku akan membunuhmu.” Ucap Da Jung, Jung Gi kaget menatap Da Jung tapi kembali membalikan badannya karena tak ingin melihat baju dalam Da Jung.
Mari batalkan kontrak kita.” Tegas Da Jung lalu keluar ruangan 

Beberapa pegawai shock melihat Da Jung yang berjalan dengan baju dalam yang terlihat.Da Jung masuk ke dalam ruangan Direktur Kim sambil membanting berkasnya, mengatakan tidak akan menandatangani kontrak dengan Lovely Cosmetics.
Ini menyimpulkan laporanku pada pertemuan yang baru aku ikut, Direktur Kim.” Kata Da Jung
Aku sudah bilang kalau itu semua bekerja, jadi yang kau harus lakukan adalah menyetujuinya.” Ucap Direktur Kim
Sejak kapan kau menjual Proyek Pengembangan departemen kami? Perusahaan Lovely atau apalah itu. Salah satu yang membuatnya masuk adalah Manager Lee yang sedang pergi ke paris, benarkan? Kau pada dasarnya mengatakan untuk membersihkan kotoran Manajer Lee! Aku tidak bisa lakukan itu, jadi suruh orang lain untuk melakukannya.” Tegas Da Jung lalu akan keluar, Direktur Kim berteriak memanggilnya.  
Ini karena kau begitu egois bahwa kau tidak dipromosikan! Lebih baik Setujui saja semua tanpa ada alasanya apapun” tegas Direktur Kim sudah berdiri.
Tidak, aku tidak akan. Berapa banyak uang suap yang diterima?” kata Da Jung melawan.
Direktur Kim makin marah karena Da Jung bisa berkata seperti itu.  Dengan suara menyindir Da Jung bererimakasih pada Manager Lee yang mengenalkan Direktur Kim dengan Lovely Cosmetics jadi ia mengambil semua uang yang ditawarkan, dan mengirim Manager Lee ke Paris.
Aku tidak berpikir kau mendapatkan itu karena aku langsung berhadapan denganmu. Tapi ini kotoranmu yang kau atasi!” teriak Da Jung
Tutup mulut sialanmu!!!” teriak Direktur Kim sambil menyiram Da Jung dengan air didepanya.
Da Jung tak mau kalah, dengan membuka botol minum dan menyiram air ke wajah Direktur Kim. Dengan sangat marah, Direktur Kim melempar semua berkas diatas meja, Da Jung pun melempar botol minum, dan langsung mengenai hidung Direktur Kim sampai berdarah. 


Diruang presentasi
Jung Gi meminta maaf atas kesalahanya, Direktur Park meminta Hyun Woo untuk mengikutinya sekarang. Jung Gi bertanya bagaimana dengan dirinya sekarang.
“Perigi Ke kantor Atau pulang saja. Pergilah kemanapun yang kau mau!!!!” teriak Direktur Jo kesal karena Jung Gi tak bisa membaca moodnya.
Apa maksudmu, pergi kemanapun?” gumam Jung Gi binggung, lalu berpikir bosnya itu menyuruhnya untuk meninggalkan perusahaan. 

Ji Yoon Ho memberikan obat pada wajah Direktur Kim sambil mengeluh seharusnya bisa menahan amarahnya dan menanyakan alasan kenapa harus menyiram air pada Da Jung, karena mereka sudah tahu Da Jung itu bukan tipe hanya berdiri dan membiarkan begitu saja.
Ketika aku  berusia 7 tahun, aku hampir mati karena digigit anjing gila di lingkunganku.” Cerita Direktur Kim dengan hidung yang tersumpal, Yoon Ho binggung
Aku diselamatkan oleh ibuku, yang duduk tenang, menyiram air padanya.” Cerita Direktur Kim, Yoon Ho kaget karena meanggap Ms Temper itu anjing gila.
Dia menakutkan! Dia dating dan mencoba untuk mencabik-cabikku! Aku melakukannya agar aku bisa bertahan!” jelas Direktur Kim sambil menangis
Pintu ruangan terketuk, Direktur Kim berteriak kesal menanyakan siapa yang datang. Direktur Jo masuk dan langsung terkejut melihat Direktur Kim dengan lubang yang tersumpal dengan kapas. 

Da Jung mencuci wajahnya di toilet, lalu melihat semua kancing bajunya yang terlepas dengan wajah kesal. Ia mengerikan wajahnya dengan tissue sambil mengumpat seharusnya bisa mematahkan hidungnya. Setelah itu menatap proposal didepanya.
Lovely Cosmetics? Apa mereka sedang Bercanda” ucap Da Jung mengejek nama perusahan yang lucu
Ia melihat ada dua buah sample yang terselip, sebelumnya semua sampel jatuh berantakan diatas meja dan Jung Gi mengatakan kalau Da Jung memakainya pasti akan menyukainya. Akhirnya ia mencoba memakai diwajahnya dan mencium bau krim yang dimiliki Jung Gi. 

Direktur Jo langsung membungkuk meminta maaf pada Direktur Kim, begitu juga Hyun Woo. Direktur Kim sambil menutup hidungnya mengeluh mereka berdia itu siapa bisa berteriak diruanganya. Direktur Jo merasa Direktur Kim itu tak bisa memperlakukan mereka seperti itu.
Jadi kenapa kau tak melakukan presentasi dengan baik? Apa itu masuk akal memberikan produk rusak saat presentasi?” ucap Direktur Kim yang menyalakan tim Direktur Jo
Kau bilang akan mengurus segalanya, dan kita keluarga, Direktur! Kau bilang tidak usah cemas karena Manager akan menyetujuinya!” ucap Direktur Jo yang mengingat janji Direktur Kim sambil berlutut
Beraninya kau bicara seperti itu? Apa Kau mengancamku sekarang? Kau pikir kau bisa melakukan itu?” teriak Direktur Kim sambil mencengram baju Direktur Jo, Direktur Jo merasa buka mengancam tapi merasa tidak adil.
Jika kau menyemburkan omong kosong lagi, pertimbangannya  dengan Lovely selesai.” Tegas Direktur Kim lalu menyuruh keduanya untuk keluar ruangan. 

Jung Gi mengikuti Direktur Jo masuk kedalam ruangan sambil mengomel karena selama 15 tahun berkerja tak pernah mendapatkan penghinaan seperti itu. Jung Gi meminta maaf, Direktur Jo merasa sudah memberikan semuanya pada Direktur Kim dan Jung Gi datang dengan merusak semuanya.
Bagaimana kau bisa menghancurkan sampel saat kontrak ini begitu berharga? Huh? Dan kau bahkan merobek pakaian Manager Ok! Pergi saja ! Kau tidak berguna!” teriak Direktur Jo
“Kau bajingan tak berguna” umpat Direktur Jo, Jung Gi seperti tubuhnya mengecil ketika menerima umpatan.
“Kau pencuri gaji” umpat Direktur Jo, Jung Gi semakin kecil dengan semua umpatan yang keluar sampai menjadi sebuah botol dengan label wajah Jung Gi
Cepat dan kirimkan surat pengunduran dirimu, dan menyingkirlah dari pandanganku!” teriak Direktur Jo sambil menendang botol. 

Jung Gi berjalan dipelataran toko dengan wajah sedih, ia berhenti disebuah toko baju dengan kemeja wanita yang ada dipatung.

Da Jung keluar dengan menjepit bajunya dengan penjepit kertas. Yoon Ho tak percaya semua bisa terjadi karena Da Jung berkelahi. Da Jung pikir tak perlu mengkhawatirkan hal itu. Yoon Ho heran Da Jung itu selalu berkelahi dan memanggilnya dengan panggilan “Temper. Temper
Kendalikan temperamenmu. Direktur Kim dan kau berada pada suasana yang  goyah sehingga aku tak tahan untuk menonton.” Ucap Yoon Ho
Kau ingin aku duduk diam dan menonton ketika dia mencegahku untuk dipromosikan dan selalu membuatku membersihkan pekerjaan kotor?” kata Da Jung tak terima, Yoon Ho mengatakan kalau itu bukan hanya pekerjaan kotor. Da Jung pikir Yoon Ho itu takut Direktur Kim akan mengetes kesetiaannya.
Aku dengar bahwa kau sedang dibina oleh Best Cosmetics. Director Kim melakukan ini karena mengetahui  hal itu.  Dia hanya perlu yakin bahwa kau setia kepadanya untuk menaikanmu.” Kata Yoon Ho berusaha menjelaskanya.
Siapa yang meningkatkan siapa, sekarang? Beritahu dia kalau aku tak butuh itu. Aku menyelesaikan segalanya sendiri.” Tegas Da Jung
“Apa Kau akan pergi? Jadi Kau akan ke Best Cosmetics? Jawab aku sebelum kau pergi.” Tanya Yoon Ho dengan suara lantang.
Aku sedang dalam suasana hati yang benar-benar jahat karena hari yang buruk. Jadi jangan provokasi aku.” Ucap Da Jung, Yoon Ho menahan Da Jung pergi dengan memberika jas nya karena bajunya yang akan terbuka. 

bersambung ke part 2 

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 



2 komentar: