Selasa, 01 Maret 2016

Sinopsis Cheese In The Trap Episode 15 Part 1

Hong Sul mengaku tak menyukai Sang Chul jadi  berpura-pura tidak tahu meskipun sebenarnya sudah tahu. Dengan begitu tak mungkin bisa marah padanya karena Yoo Jung itu melakukan semuanya demi dirinya. Yoo Jung memegang dua tangan Hong Sul perlahan.
Dulu... Aku berpikir, selama kau tak bersikap seperti itu padaku, aku akan baik-baik saja. Jika kau melukai orang lain... luka itu akan kembali kepadamu juga. Aku harap kau tak akan melakukan itu lagi. Bagiku, kau adalah pria yang baik. Aku yakin, kau tak akan melakukannya pada orang lain, 'kan?” ucap Hong Sul dengan menatap pacarnya. Keduanya saling menatap, Yoo Jung terlihat masih canggung dengan sikap Hong Sul. 

Yoo Jung sedang membaca buku dirumahnya, pesan masuk ke dalam ponselnya Sepertinya, pacarmu sangat shock kemarin. Sekarang kau mengerti, 'kan? Betapa bahayanya mulutku ini. tulis In Ha sengaja menghasut Yoo Jung.
Mata Yoo Jung langsung berubah jadi dingin, lalu berjalan ke sisi rumah lain melihat list dan juga undangan Beauty Brand Hanyu Grup Launching Party, seperti memikirkan sebuah rencana. 

In Ha menatap ponselnya dengan wajah heran karena Yoo Jung terlihat sangat tenang sekali, menurutnya  Keadaan kantornya pasti sedang heboh sekarang ini dan keduanya bertengkar.
Hong Sul ternyata lebih kuat dari yang kelihatannya. Jadi, kau masih tak mau menyerah, yah? Aku harus menyusun rencana lain.” Ucap In Ha penuh dendam
Ia menghubungi Sek Choi, dengan berbasa-basi menanyakan kabarnya.  Lalu mengutarkan keinginan menemui Ketua Yoo karena ada yang ingin dikatakan. Sek Choi memberitahu Ketua Yoo sedang ada Perjalanan bisnis, In Ha bertanya kapan Ketua Yoo akan pulang. 

Sang Chul sedang tertidur lelap di kamarnya yang kecil, ponselnya berdering, sambil mengelap ilernya bertanya-tanya Siapa yang menelepon pagi-pagi. Ketika mengangkatnya, matanya langsung terbuka lebar dan duduk dengan tegap menanyakan kenapa temanya itu menelp pagi-pagi sekali. 

Sang Chul sudah mengunakan setelan jas dan mondar-mandir disebuah lorong, seniornya datang menghampirinya. Sang Chul meminta maaf pada seniornya dengan kejadian kemarin. Jung Woo pikir lebih baik melupakan karena tak masalah untuknya.
Aku telah menjelaskannya pada atasanku, dan  Aku bilang, kau harus mengurus urusan genting. Jadi Masuklah, dan jelaskan padanya.” Kata Jung Woo, Sang Chul terlihat binggung.
Ah yah, kudengar kau punya koneksi di Taerang. Kenapa kau tak pernah bilang Aku sungguh tak menyangka. Jika kau diterima di sini, kau juga harus membantuku, mengerti?” kata Jung Woo menepuk lengannya dan berkata pergi.
Sang Chul bertanya kemana mereka akan pergi, Jung Woo memberitahu mereka akan Menemui Presdir lalu bertanya apakah Sang Chul tak ingin berkerja. Sang Chul kaget karena langsung bertemu dengan Presdir. 

Hong Sul ingin masuk kelas dengan wajah gelisah, tapi akhirnya memantapkan diri masuk ke dalam kelas. Do Hyun langsung menyindir Hong Sul orangnya beruntung sekali karena tak lagi harus khawatir tentang uang atau pekerjaannya sambil bertepuk tangan. Hong Sul memilih untuk duduk disamping Bo Ra tak menghiraukanya.
Da Young yang duduk dibelakang langsung menanyakan rumor yang beredar kalau Yoo Jung adalah anak tunggal dari Taerang Grup, Hong Sul hanya dia mengeluarkan buku dan pulpenya. Da Young pikir itu memang benar dan Hong Sul telah menipu  mereka semuanya, lalu bertanya pada Jae Woo apakah ia sudah mengetahuinya.
Jae Woo mengelengkan kepalanya, Da Young menyindir Hong Sul itu sudah tahu sebelum berpacaran dengan Yoo Jung, Bo Ra menyuruh Da Young diam saja karena sebentar lagi akan ujian. Da Young merasa keadaan seperti ini lebih penting dibanding ujian dan berusaha untuk menyuruh Hong Sul menceritakan pada mereka semuanya.
Yong Seob masuk untuk memulai ujian, Bo Ra langsung buru-buru bertanya tentang rumor yang beredar. Hong Sul mengangguk, Bo Ra merasa terkhianati sekarang karena Hong Sul tak memberitahunya. Hong Sul meminta maaf. Bo Ra pikir Melihat reaksi yang lainya sepertinya Hong Sul akan menderita dan bertanya apa rencanya sekarang, Eun Taek mengejek lebih khawatir pada hasil ujian pacaranya. Bo Ra kesal karena Eun Tae itu semakin kurang ajar setelah mereka berkencan. 

Hong Sul keluar dari ruang ujian, Da Young dkk sedang berkumpul sambil meminum kopi, Da Young melihat Hong Sul seperti Cinderella sekarang dan mereka ternyata satu kampus dengan Chaebol menurutnya sejak awal Hong Sul itu pasti sudah tahu.
Dia tak pernah pacaran dulu. Lalu, kenapa dia tiba-tiba pacaran sekarang? Jika aku tahu ini, aku mau jadi pacar Yoo Jung. ” ucap Da Young dengan nada iri, semua wanita yan ada disekelilin Da Young setuju. Hong Sul mendengarnya dan hanya bisa diam.
Dasar wanita... Sepertinya, Sang Chul ditolak di Taerang karena ulah Yoo Jung.” Cerita Do Hyun, Da Young bertanya alasanya.
“Apa Kau belum dengar? Sang Chul pergi mengamuk di Taerang. Dia berteriak mencari Yoo Jung dan mengatakan itu semua salahnya.” Cerita Do Hyun mengebu-gebu.
Jadi, maksudmu Yoo Jung sengaja memanggilnya dan dia sendiri juga yang menolaknya?” kata Da Young
Do Hyun membenarkan, beberapa mahasiswa lainya datang. Da Hyun makin gencar menceritakanSang Chul selalu mengganggu Hong Sul jadi tak mungkin Yoo Jung membantu pengganggu pacarnya. Hong Sul memilih untuk keluar dari gedung. 

Bo Ra berjalan bergandengan dengan Eun Taek mengaku masih shock sekarang Bahkan orang yang tak pernah dilihat bertanya tentang masalah ini, menurutnya untuk apa mereka itu terlalu ingin tahu segala urusan orang. Eun Taek rasa itu karena Yoo Jung tak pernah memberitahu orang lain.
Bahkan kutu buku kampus penasaran dengan "Siapa Yoo Jung?" Kampus akan jadi heboh.” Cerita Eun Taek
Benar sekali, untung saja dia tak ke kampus hari ini. Dan Kau Hong, jangan khawatir. Kami akan bertindak seolah-olah tak tahu kebenaran ini.” ucap Bo Ra menenangkan temanya, Hong Sul pun mengucapkan terimakasih. 

Hong Sul tiba-tiba berhenti dan melihat di jari tangan Eun Taek dan Bo Ra memakai “Couple Ring” Bo Ra sudah bisa menduga kalau Hong Sul pasti kaget kalau mereka mengunakan cincin couple. Eun Taek menjelaskan ingin menunjukkan ke semua bahwa Bo Ra  adalah pacarnya.
Ingat, kau ini sudah "Taken" (Punya pacar).” Kata Eun Taek memperingatkan pacarnya. Bo Ra cemberut karena dirinya itu bukan play girl
Kalian romantis sekali. Kenapa tak dari dulu saja berkencan?” keluh Hong Sul iri dan berjalan lebih dulu. Eun Taek dengan bangga mengatakan Bo Ra itu memang wanita sempurna yang menjadi pacarnya. 

Dikantor
Yoo Jung baru saja kembali ke meja kerjanya, salah seorang pegawai wanita mendekatinya memberikan minuman kaleng untuknya. Yoo Jung pun menerimanya dengan mengucapkan terimakasih, Si pegawai wanita duduk disamping Yoo Jung membahas  tentang proposal untuk rapat nanti,  dan menawarka bantuan. Yoo Jung menolak karena pekerjaan itu adalah tugasnya.
Oh... kau mau makan siang denganku nanti? Kuperhatikan, kau hanya makan siang di kantin kantor saja. Ada resto Italia yang enak dekat sini.”ajak si pegawai, pegawai yang lainnya pun ikut menyakinkan Yoo Jung kalau makanan direstoran itu sangat enak.
Yoo Jung tetap menolak, wajahnya langsung dingin karena tahu semua pegawai bersikap baik padanya setelah tahu kalau ia adalah pewaris dari taerang Grup. 

Yoo Jung pergi ke pantry untuk membuat kopi, salah satu seniornya menyapanya bertanya apakah ia ingin minum kopi. Yoo Jung mengangguk. Seniornya langsung memberikan kopi yang baru dibuatnya. Yoo Jung menolak, karena Senior sudah membuatnya. Sang senior tetap ingin memberikan dan akan membuatnya lagi, Yoo Jung pun menerimanya.
Oh ya, besok adalah tahap ke tiga interview, 'kan? Sepupuku juga melamar,  dia itu orangnya baik dan juga sangat pintar. Yoo Jung, apa kau tak bias memasukkan dia ke sini?” ucap Si senior, wajah Yoo Jung kembali dingin
Terima kasih untuk kopinya.” Ucap Yoo Jung menaruh kembali kopi diatas meja dan memilih pergi dengan wajah dingin. 

Hong Sul akan pergi ke kampus, tiba-tiba ia langsung bersembunyi melihat In Ho yang berjalan didepanya, sambil mengintip dari belakang tiang listik, bergumam dalam hati Dia pasti merasa lebih tidak nyaman dibandingkan aku sekarang.
Akhirnya Hong Sul memilih untuk menepuk punggung In Ho bertanya apakah ia akan pergi sekarang. In Ho terlihat kaget dan binggung karena Hong Sul sudah mau menyapanya bukan menghindarinya, lalu menganggukan kepalanya. Hong Sul bertanya kenapa wajah In Ho seperti itu. In Ho beralasan kalau pukulan Hong Sul itu sangat kuat sampai membuatnya sakit.
Mungkin badanmu saja yang kurus, tapi kekuatanmu ini yang besar” ejek In Ho
Kau saja yang terlalu lemah.” Balas Hong Sul sudah bisa bersikap seperti awal berteman dengan In Ho tanpa ada rasa canggung.
Terima kasih... karena sudah memukulku.” Kata In Ho tersenyum bahagia,
Hong Sul melihat jamnya kalau mereka sudah terlambat kalau mereka ketinggalan keretanya, maka harus menunggu 20 menit lagi lalu berlari lebih dulu. In Ho mengejarnya sambil menarik tas Hong Sul agar bisa dibawa olehnya. 

Hong Sul baru sampai kampus, didepan pintu banyak orang yang mengerubungi Yoo Jung menyapa karena sudah lama tak bertemu. Da Young memuji Yoo Jung yang terlihat makin ganteng saja dan mengajaknya untuk minum bir bersama. Do Hyun mengejek semua wanita itu merayu Jung.
Sunbae, ada urusan apa kau ke sini?” tanya Hong Sul akhirnya masuk ke dalam kerubungan memegang lengan Yoo Jung
Aku mau mengumpul laporan akhirku.” Kata Yoo Jung
Hong Sul pun pamit pergi lebih dulu sambil menarik Yoo Jung dari kerumunan, sambil memegang lenganya berbisik dirinya itu hebat ‘kan karena tahu pacarnya itu sebenarnya sudah pusing harus berkumpul dengan orang-orang itu. Yoo Jung tersenyum sambil memuji pacarnya yang hebat.
Sang Chul tiba-tiba datang mengajak Yoo Jung untuk bicara, Yoo Jung pin ingin melepaskan tangan Hong Sul untuk menemui Sang Chu, Hong Sul terlihat khawatir. Yoo Jung menyakinkan kalau mereka itu hanya bicara jadi Hong Sul tak perlu khawatir. 

Di luar kampus
Sang Chul menceritakan Jung Woo sangat senang mendapat subkontrak dari Taerang dan bertanya apakah ia diterima perusahan itu  sebagai balasan dari subkontrak itu. Yoo Jung hanya diam sambil menatapnya Sang Chul dengan mata dinginya.
Apa kau akan terus memperlakukanku seperti orang bodoh? Aku memang anak yang tak berguna. Tapi sekarang... aku tak bisa mengatakan, "terima kasih" padamu.” Tegas Sang Chul
“Apa Kau sudah selesai bicara?” tanya Yoo Jung ingin pergi
Kau memang orang yang egois. Kau pikir, orang lain tak tahu, 'kan Kau pikir, kau bias menyembunyikannya dengan sempurna. Menyembunyikan semua wajahmu yang sebenarnya itu, pandanganmu yang sebenarnya... semua orang akan tahu itu. Semua sifatmu yang sebenarnya... Dan sikap sok kalemmu ini... semua orang sudah tahu. Bukan hanya kau yang punya mata. Kami juga punya.” Tegas Sang Chul, Yoo Jung menatap seniornya.
Jadi, jangan merendahkan orang lain. Kau perlu tahu, diantara mereka... ada yang sungguh ingin menjadi teman sejatimu. Baiklah.... Kita tak punya urusan lain lagi Aku hanya bisa bilang... Maafkan aku...” kata Sang Chul lalu meninggalkanya. Yoo Jung tetap terdiam seperti ada rasa penyesalan. 

Didalam mobil
Terasa suasana tegang, Hong Sul akhirnya bertanya apa yang mereka berdua bicarakan. Yoo Jung mengaku tak ada yang serius. Hong Sul bisa mengerti dengan tak membahasnya lalu menceritakan Sang Chul yang sudah diterima di Perusahaan Sunju.
Aku sempat khawatir padanya, tapi sekarang sudah baik-baik saja, 'kan?” kata Hong Sul, Yoo Jung membenarkan dengan tatapan lurus kedepan.
“Hong Sul, kita akan libur setelah ujian. Apa kau tak mau pergi liburan? Setelah libur nanti, kau pasti akan sangat sibuk Begitupun aku.” Ucap Yoo Jung

Kedengarannya menyenangkan. Kita bisa pergi ke gunung atau pantai, makan makanan enak dengan pemandangan indah.” Ucap Hong Sul bersemangat.
Tapi, apa kau boleh menginap?” tanya Yoo Jung, Hong Sul terdiam. Yoo Jung berpikir Hong Sul itu tak bisa menginap semalam.
Bukannya biasanya orang lain juga hanya tidur-tiduran saja? Sunbae, pikir memang begitu, 'kan? Orang tua siapa yang akan menginjinkan putrinya menginap dengan pacarnya?” kata Hong Sul
Yoo Jung terlihat gugup denga menaruh tanganya diatas bibirnya, Hong Sul mengejek Yoo Jung pasti sudah tahu sebelumnya, Yoo Jung tersenyum mengaku membahas hal itu bukan karena ia tak tahu. Hong Sul bertanya lalu untuk apa Yoo Jung bertanya. Yoo Jung hanya mengeleng dengan senyuman. 


Sesampai didepan rumah, Hong Sul melepaskan sabuk pengaman sambil mengucapkan terimakasih, Yoo Jung pun membalasnya dengan membukungkan badanya. Hong Sul tiba-tiba meminta Yoo Jung untuk mengulurkan tanganya dengan wajah gugup. Yoo Jung pun mengulurkan tangan kirinya.
Hong Sul membalikan tanganya lalu memasang sebuah cincin di jari manis, sambil bertanya-tanya apakah kekecilan dan cocok dengan jari pacarnya itu. Senyumannya langsung terlihat ketika melihat cincinnya itu muat di jari Yoo Jung. Yoo Jung tersenyum melihat cincin yang ada ditanganya.
Kau ini pria macam apa !! Kita sudah pacaran setengah tahun, tapi kau tak pernah membelikanku cincin. Karena aku sudah tak bisa menunggu, jadi aku yang membelikanya” kata Hong Sul sambil memperlihatkan cincin dijarinya sebagai cincin pasangan. Yoo Jung terdiam melihat cincin dijarinya.

Katakan sesuatu.... Apa kau tak menyukainya?” ucap Hong Sul binggung melihat Yoo Jung hanya diam saja.
Tidak… aku sangat berterima kasih. Lalu, apa yang harus aku lakukan?” tanya Yoo Jung terus menatap cincin dijarinya.
Jangan melepas cincin itu kapanpun dan dimanapun, Jangan sampai hilang.” Pesan Hong Sul
Yoo Jung mengangguk mengerti, Hong Sul pun tersenyum lalu melihat sekeliling dan dengan cepat memberikan kecupan dibibir Yoo Jung, lalu buru-buru turun dari mobil untuk masuk rumah. Yoo Jung sempat kaget melihat Hong Sul  berlari masuk rumah, wajahnya sangat bahagia melihat cincin yang ada dijari manisnya. 


In Ho memakai jaketnya, lalu bertanya apa yang sedang dilakukan kakaknya pagi-pagi sudah berpakaian rapi dan berdiri didepan cermin, berpikir In Ha dipanggil untuk interview kerja. In Ho rasa adiknya bisa menganggap seperti itu  karena pakaian yang diguanakan untuk  berburu pekerjaan.
Wow, sepertinya aku masih bisa hidup sekarang. Aku jadi tak perlu khawatir lagi.” Komentar In Ho sambil mengupas pisangnya.
Kau harus latihan dengan giat, In Ho.” Kata In Ha dengan senyuman manisnya.
Jangan bersikap baik begitu. Aku bisa membunuhmu nanti.” Ungkap In Ho yang sudah tahu tabiat kakaknya lalu pamit untuk berangkat.
Setelah adiknya pergi, In Ha pun menelp Sek Choi bertanya sudah bisa ke kantor sekarang.  

In Ho masuk kesebuah ruangan dengan mengingat pesan dari Prof Shin Aku sudah menyewanya selama satu jam, jadi gunakanlah. Mengerti?”  pelahan ia masuk ke dalam ruang auditorium dan berjalan keatas panggung, ada sebuah piano disana. Jari-jarinya mulai lihai memainkan piano tapi beberapa saat kemudian tangan kirinya kembali terasa kaku.
Seseorang datang bertepuk tangan dan memuji permainan In Ho yang bagus. In Ho dengan sinis bertanya siapa orang itu dan memberitahu kalau ia sudah menyewa tempat itu.  Pria itu memberitahu bukan untuk mengangggu tapi merasa senang bertemu dengan In Ho
Aku pernah melihatmu di kantor Prof. Noh Dan juga di kantor Prof. Shin. Sayangnya, aku tak bisa menyapamu. Sejak waktu kecil , aku sangat kagum padamu.” Cerita si pria, In Ho mengatakan masih harus berlatih.
Ah, kau akan ikut kontes itu, Aku yang akan menjadi jurinya, karena Prof. Noh yang memintaku” kata si pria
In Ho tak percaya mendengarnya karena orang yang dulu menyukai permaianya malah jadi juri sekarang. Pria itu mengaku sungguh tak sabar menantinya lalu tiba-tiba khawatir melihat tangan In Ho yang terus bergetar. 

In Ho bertemu dokter dengan meminta maaf lebih dulu karena sudah menganggunya. Dokter mengingkan tentang “Pin”yang ditanamkan pada tangannya 5 tahun yang lalu, In Ho mengaku masih mengingatnya lalu bertanya apa masalahnya sekarang karena bulan lalu dokter mengatakan  semuanya baik-baik saja.
Ya, itu bulan lalu. Tapi, setelah kuperika, Pin yang dimasukan  itu menyebabkan infeksi dan Terjadi peradangan. Apa tanganmu pernah terluka? Seperti luka goresan atau semacamnya?” tanya dokter, In Ho teringat terakhir kali harus berkelahi dengan Yoo Jung mengunakan tanganya. In Ho pun membenarkan kalau pernah terluka
Jangan khawatir, semuanya akan kembali normal setelah operasi.” Kata Dokter
In Ho sempat kaget harus kembali operasi, Dokter memberitahu Akan membutukan waktu sekitar 2 bulan untuk penyembuhan dan menyarankan  melakukan operasi sebelum peradangannya memburuk serta menghindari pekerjaan berat yang melibatkan tangannya. In Ho mengerti dan memohon tidak memberitahu Prof. Shin karena tak ingin membuatnya khawatir. Dokter pun mengerti. 

In Ho masuk ke dalam ruang latihan biasanya, duduk didepan piano sambil melihat jari kirinya yang mengalami peradangan, lalu mengumpat pada dirinya sendiri yang bodoh. Setelah itu menundukan kepala seperti merasa menyesal mengajak Yoo Jung berkelahi. Akhirnya ia keluar kampus sambil mengumpat dan melihat gedung yang ada didepanya.
Hong Sul duduk sendirian diperpustakaan, In Ho melihat Hong Sul seperti sudah kelelahan sambil menutup wajahnya dengan sweaternya untuk tidur. Wajahnya tersenyum karena Hong Sul yang tak bisa tidur. Akhirnya Hong Sul membereskan semua bukunya lalu melepakan jaketnya dan menutupi semua kepalanya agar bisa tertidur diatas meja.
Senyuman In Ho makin lebar melihat tingkah Hong Sul, beberapa saat kemudian, Hong Sul membuka jaketnya dan memilih untuk membeli kopi saja karena sangat mengantuk tapi tak bisa tertidur.

Ketika kembali ke mejanya Hong Sul melihat ada segelas kopi dan pensil yang ditaruh diatasnya, ia melihat itu pensil miliknya yang ada dikotak pensil, lalu memegang gelas kopinya itu masih hangat dan mencari-cari siapa yang memberikan kopi itu padanya. 


In Ha terlihat sedih gugup berbicara didepan seseorang, lalu menceritakan Yoo Jung sangat aneh belakangan ini, menurutnya Yoo Jung sangat sensitif dan mudah tersinggung dan itu perubahan sikapnya itu karena seorang wanita.
Aku memang tak begitu mengenalnya. Tapi, dia mungkin tahu Yoo Jung adalah pewaris Taerang. Aku memang tak mau ikut campur dengan urusan pribadinya. Tapi, sikapnya makin aneh saja.” Cerita In Ha dengan membuat mimiknya jadi sedih, didepannya sudah ada Tuan Yoo yang mendengarkanya dengan wajah serius.
Kau pasti tahu tentang insiden yang kemarin, 'kan? Insiden itu terjadi karena dia harus membantu wanita itu. Kau harus tahu ini.” kata In Ha, Tuan Yoo seperti percaya dengan ucapan In Ha.
In Ha keluar dari lift dan dengan gaya sombongnya berjalan ke lobby, Yoo Jung baru saja masuk lift melihat In Ha yang aka keluar gedung, ketika akan keluar pintu lift sudah lebih dulu tertutup.

Ketika masuk kedalam ruangan, ketua Timnya memanggil Yoo Jung sambil berbisik kalau Presdir mencarinya. Yoo Jung kaget karena ayahnya itu  sudah kembali ke Korea. Ketua Tim memberitahu Presdir ingin kembali lebih cepat dan menyuruh Yoo Jung segera menemuinya.
Sesampai didepan pintu ruangan ayahnya, Yoo Jung melihat bagian HRD yang mewawancari Sang Chul baru keluar ruangan, wajahnya terlihat muram, Yoo Jung pun memberikan hormat tapi pria itu seperti marah dan meninggalkan Yoo Jung. Yoo Jung binggung karena sebelumnya pria itu ramah ketika mendatanginya diruanganya. 


Yoo Jung masuk menemui ayahnya yang memanggilnya, Tuan Yoo berdiri dari tempat duduknya mengaku sudah mendengar tentang insiden yang terjadi kemarin. Yoo Jung meminta maaf, Tuan Yoo lalu menyuruh anaknya untuk duduk.
Aku juga sudah menemui Direktur Moon. Dia bilang Kim Sang Chul diterima ditahap pertama atas permintaanmu dan diawal Kau tak ingin ketahuan. Tapi, sekarang kau malah memberitahu dunia siapa kau ini sebenarnya. Lalu kau malah menjatuhkan orang lain? Hanya demi seorang wanita?” ucap Tuan Yoo, Yoo Jung melotot ayahnya bisa berbicara seperti itu.
Aku sudah menyangka, kau pasti sudah punya pacar. Tapi, aku tak menyangka bahwa wanita itu adalah pengaruh buruk untukmu.” Sindir Tuan Yoo. Yoo Jung langsung bertanya apa yang dimaksud ayahnya itu.

Lihatlah dirimu yang sekarang! Aku mulai curiga, kau mau magang di perusahaan ini Dan sekarang kau malah berulah di sini. Semuanya jadi kacau.” Ucap Tuan Yoo dengan nada tinggi
Bahkan kau menjatuhkan In Ho dan In Ha demi wanita itu? Dan selama ini aku pikir itu salah mereka,  lalu kau akan sadar kau ini siapa. Tapi, apa? Kenapa kau malah seperti anak kecil? Dia hanya mendekatimu untuk mengambil hartamu.” Kata Tuan Yoo, Yoo Jung sempat menghela nafas mendengarnya.
Tolong jangan bicara sembarangan. Baek In Ha yang memberitahu ayah, 'kan? Siapa yang berbohong demi semua uang ayah di sini? Ayah harus sadar itu.” Ucap Yoo Jung dengan nada ketus berdiri dari tempat duduknya. 

Tuan Yoo ikut berdiri melihat sikap Yoo Jung yang mulai berani melawannya, menurutnya Melihat sikap anaknya sekarang jadi bisa tahu siapa yang harus dipercaya.
Jangan melawan lagi!! Putuskan wanita itu sekarang, Setelah kau menjadi karyawan tetap bulan depan maka kau akan ditempatkan di cabang Eropa.” Tegas Tuan Yoo, Yoo Jung kaget tak percaya ayahnya langsung memutuskan sepihak.
Semua orang kantor sudah tahu. Tentang permintaanmu masalah magang dan juga yang lainnya. Ini adalah jalan terbaik, pergilah sampai keadaan membaik. Satu lagi, Event Hanryu akan menjadi pertemuan pertama dan terakhirmu di Korea. Ini adalah event resmi perusahaan. Jadi Aku mengundang In Ha juga, jagalah sikapmu. Jangan mengecewakanku lagi.” Tegas Tuan Yoo lalu menyuruh anaknya kembali berkerja. Yoo Jung keluar dengan wajah menahan amarahnya. 

Tuan Yoo terdiam menatap salah satu foto yang ada diruanganyanya.
Flash Back
Yoo Jung kecil foto bersama ayah dan ibunya, terdengar suara anak kecil yang menangis. Tuan Yoo bertanya kenapa Yoo Jung melakukan itu. Yoo Jung mengaku sudah baik padanya, tapi temanya itu terus mengganggudan merusak mainannya. Tuan Yoo mengerti karena itu  Yoo Jung mendorongnya. Yoo Jung pun hanya tertunduk diam.
Tak baik jika kau pendendam begitu.” Kata Tuan Yoo menasehati anaknya, Istrinya meminta suaminya tak perlu membahasnya lagi. Tuan Yoo menyuruh istrinya diam saja.
Yoo Jung, banyak yang mengawasimu, jadi Kau harus bagaimana?” kata Tuan Yoo, Yoo Jung melihat salah satu teman sebayanya menuangkan wine di dalam gelas, lalu tersenyum menatap ayahnya.
Tuan Yoo membenarkan kalau Yoo Jung itu harus tersenyum seperti itu lalu bertanya apakah anaknya ingin main dengan temanya. Yoo Jung mengangguk, Tuan Yoo pun menyuruh Yoo Jung untuk mendekat. 

Yoo Jung pun berjalan mendekati teman wanitanya yang sedang menangis sambil memeluk boneka, sambil membungkuk meminta maaf karena mendorongnya. Teman wanitanya akan memaafkan apabila Yoo Jung mau bermain denganya dan juga meminta Yoo Jung memegang tanganya, dengan mengulurkan tangannya. Yoo Jung dengan senyuman berjanji akan terus memegang tanganya, keduanya pun keluar bersama-sama. 

Di depan gedung
Keduanya duduk bersama diatas rumput, Yoo Jung dengan ramah bertanya siapa nama bonekanya. Si wanita mengatakan namanya "Togom." Dan itu adalah boneka favoritnya. Teman yang lainya datang bertanya apakah Yoo Jung sedang bermain dengan anak wanita itu.
Yoo Jung langsung mengambil gelas dari temannya, Si teman ingin menolak tapi pasrah akan mengambilnya lagi. Yoo Jung berkata itu adalah jus dan memberikan pada wanita itu. Si teman wanita mencoba merasakan rasanya aneh. Yoo Jung menyakinkan kalau rasa jus memang seperti itu.
Beberapa saat kemudian si wanita yang meminum wine tersenyum sendiri, karena Yoo Jung menginginkan dari bonekanya maka akan memberikan satu lenganya boneknya. Yoo Jung menatap lengan boneka itu menurutnya kalau dipikir-pikir sekarang sudah tak butuh lagi lalu membuangnya begitu saja dan membiarkan wanita itu tidur setelah meminum wine. 

Seorang dokter melihat sikap Yoo Jung berkomentar itu mirip dengan Tuan Yoo saat masih kecil. Tuan Yoo pikir memang seperti itu cara bermain anak-anak, mengaku sebelum bertemu dengan dokter ia tak bisa mengendalikan amarahnya dan melihat Yoo Jung  bahkan tidak marah.
“Itu adalah hal yag lebih menakutkan.” Kata dokter, Tuan Yoo kaget mendengarnya.
Walaupun dia tak meluapkan kemarahannya tapi aku tahu dia dendam. Jika begitu terus maka dia akan kesulitan punya teman dan akan merasa kesepian.” Jelas dokter
Lalu, apa yang harus aku lakukan?” tanya Tuan Yoo mulai panik
Mungkin,dengan memiliki saudara dekat akan membantunya membuka hatinya.” Saran dokter
Tuan Yoo terdiam mengingat saran dokter agar Yoo Jung memiliki teman supaya bisa membuka diri.
bersambung ke part 2 

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar