Kamis, 10 Maret 2016

Sinopsis Come Back Mister Episode 5 Part 1

Presdir Cha tepuk tangan tanda mengejek, menurutnya Itu sangat menyentuh, mendengar Hae Joon yang mengatakan perusahaan bertanggung jawab atas kematian tuan Kim.
Lalu... apakah wanita itu, Shin Da Hye, bekerja di perusahaan yang membunuh suaminya? Jika dia memiliki kecurigaan tentang kematian suaminya, bagaimana dia bisa bekerja di perusahaan ini? Bukankah kau setuju, Nona Shin?” ucap Presdir Cha, Da Hye menahan tangisnya, matanya memerah.
Hae Joon menatap istrinya yang menahan sedih didepan para petinggi Mall, Da Hye melotot menatap Presdir Cha dan juga Hae Joon yang membahas masalah suaminya didalam rapat. Petinggi lainnya membahas tentang Young Soo yang menerima suap sebelum meninggal. Hae Joon berteriak apakah mereka menemukan buktinya.
Si Petinggi itu pun hanya bisa diam dan kembali duduk, Manager Cha menceritakan Young Soo membeli kalung mahal untuk istrinya dengan Harga lebih dari 1.000 dolar, menurutnya tidak mungkin terbeli dengan gajinya jadi bisa dipastikan Young Soo membelinya dengan uang suap yang diterima.
Dia membelinya dengan diskon karyawan... dan dibayar dalam 10 bulan angsuran.” Tegas Ji Hoon membela Young Soo 

Flash Back
Didepan counter perhiasan, Young Soo mengeluh  tidak pandai dalam memilih kosmetik dan perhiasan jadi meminta agar Ji Hoon melihatnya dan memilihkan salah satu untuknya. Ji Hoon pikir tak mungkin memilih hadiah untuk ulang tahun pernikahan temanya. Young Soo menunjuk salah satu perhiasan emas kuning.
Ji Hoon merasa terlalu berlebihan dan Ini terlihat kecil, Young Soo menunjuk ke bagian bawah, Ji Hoo tahu istri Young Soo memiliki leher yang panjang dan wajahnya pucat dan mencari-cari perhiasan yang lain. Salah satu kalung dipakain oleh pegawai, Young Soo melihat kalung itu sempurna.
Jika aku memiliki seorang adik perempuan, maka aku akan memilihmu sebagai saudara istriku.” Kata Young Soo, Pegawai membenarka kalau yang dikatakan harusnya saudara ipar. 

Manager Cha memberitahu Young Soo yang sangat  teliti, bahkan menipu rekan kerjanya dan sengaja membelinya secara angsuran, menurutnya semua hanya trik untuk menutupi apa yang dilakukannya. Hae Joon menatap sinis mendengar omongan Manager Cha.
Bagaimana bisa kau begitu yakin? Jika terungkap bahwa tuan Kim Young Soo tidak bersalah, bagaimana rasanya kalian ada di tempat yang buruk?” kata Hae Joon mengebu-gebu. Semuanya langsung mengatakan tidak menginginkan hal itu
Aku hanya mengatakannya. Jika itu bukan masalahnya, kenapa dia naik ke atap dan bunuh diri? Itulah yang aku tanyakan.” Ucap Manager Cha
Tolong berhenti sampai disini saja,  Kau sangat tidak menghormati... keluarga Mendiang Young Soo” tegus Ji Hoon
Hae Joon pun menatap istrinya yang menahan tangis lalu keluar dari ruangan, Ji Hoon pun ikut berlari mengejar Dae Hye. Presdir Cha dengan senyuman liciknya pun mengatakan akan membiarkan masalah ini dan semua orang keluar dari ruangan. 

Di depan ruangan, Ji Hoon memberikan sapu tangan pada Da Hye yang menangis. Hae Joon melihat Da Hye dengan tatapan sedih karena membuat istrinya mengungkit masalah didepan semua petinggi mall. Presdir Cha tiba-tiba berdiri disamping Hae Joon dengan tatapan mengejek.
Para pekerja di gedung ini... mencari mata pencaharian dari apa yang mereka peroleh di perusahaan ini. Tidak ada yang tertarik dengan cerita karyawan miskin... tentang bagaimana dia bunuh diri.” Sindir Presdir Cha
“Coba lihat.... Meskipun suaminya sudah mati, dia berjuang untuk terus mencari nafkah. Kupikir kau pintar, aku kira penilaian salah.” Ejek Presdir Cha lalu berjalan meninggalkan Hae Joon. 

Di lokasi syuting
Yi Yeon berbicara dengan sutradara yang berbicara dalam paragraf yang sangat panjang untuk waktu yang lama, jadi meminta Seung Jae  meringkas apa yang dikatakan sutradara.
Karaktermu hanya memainkan dua adegan tetapi membutuhkan akting yang bagus. Dia memohon padamu untuk menggantikan... seorang aktris yang tidak bisa datang hari ini.” kata Seung Jae
Sudah kukatakan diringkas!” teriak Yi Yeon sampai membuat sutradara kaget.
Kau bukan pemeran utama wanita.” Ucap Seung Jae
Aku tidak masalah jika kau menolak untuk mengambil peran ini.” kata Sutradara
Yi Yeon dengan senyuman palsunya mengatakan kalau ia baik-baik saja dan tak ada masalah, karena tidak bermain film selama 10 tahun menurutnya Peran utama wanita terlalu berlebihan dan menganggap bisa jadi pemanasan bagianya atau menyebutnya penampilan khusus. Sutradara pun merasa cukup baik kalau Yi Yeon bisa seperti itu. Yi Yeon lalu menanyakan tempat ruang gantinya, Sutradara melihat sekeliling lokasi dan menunjuk ada toilet untuk Yi Yeon berganti baju. 

Di tempat pakaian Lucia
Beberapa pegawai saling bisik tentang Da Hye yang dibicarkan pada rapat. Da Hye hanya bisa diam saja dengan wajah sedih. Semua pegawai langsung berdiri tegak melihat Hae Joon yang datang. Hae Joon mengajak Da Hye untuk bicara. Da Hye menyuruh Hae Joon bicara saja sekarang.
Terlalu banyak orang yang menonton.” Bisik Hae Joon
“Lalu kenapa? Kau berbicara dengan baik selama pertemuan tadi  Apakah kau... pernah kehilangan seseorang dalam keluargamu? Apa kau orang berpikir bahwa uang lebih penting daripada kehidupan seseorang?” ucap Da Hye yang membuat Hae Joon terdiam.
Baikkah...Jika kau adalah orang yang baik, maka kau tidak akan langsung menemuiku.” Ucap Da Hye lalu pergi meninggalkan Hae Joon. 

Yi Yeon bertemu dengan juniornya yang menjadi peran utama, membahas kalau dirinya yang mencarikan peran ini tap wajah Yi Yeon seperti sinis menatapnya dan mengejek  Yi Yeon yang tak memiliki sedikitpun rasa kebanggaan, Yi Yeon ingin menamparnya tapi si wanita langsung menahanya.
Kau hanya memainkan peran yang polos dan lugu dan  tidak tahu bagaimana caranya menampar seseorang. Ini adalah wilayahku. Aku menampar dan memukul dan juga harus melepas pakaianku.” Kata Junior menampar dan menyiram kepala Yi Yeon dengan air.
Sekarang giliranmu. Aku hanya akan terus naik dari sini.” Tegas Si Junior lalu dengan gaya bos meminta dibawakan air lagi oleh Yi Yeon.
Sutradara, bukankah aku membutuhkan lebih banyak air? Itu hanya menetes di wajahnya dan Tidak cukup realistis.” Kata si junior dengan nad manja. Sutradara langsung berteriak “cut” dan memutuskan beristirahat selama 5 menit.

Beberapa orang langsung membawakan tempat duduk untuk si Junior dan membawakan selimut agar tak dingin. Sementara Yi Yeon hanya berdiri sambil melihat rambutnya yang basah dikaca, dengan sinis bertanya apakah juniornya itu bersenang-senang dengan Cha Jae Gook. Si Junior tak mengerti.
Jika kau bermimpi menjadi... bagian dari Sunjin Group, hentikan saja.  Ada puluhan gadis sepertimu dan yang Paling bagus, kau akan menjadi seperti aku.” Ejek Yi Yeon meninggalkan lokasi
Apa kau tidak waras?” teriak si junior, Yi Yeon berjalan dengan tangan bergetar dan mengepal menahan rasa amarahnya. Seung Jae sedari tadi hanya bisa menatap sedih Yi Yeon dipelakukan seperti itu.
Yi Yeon berjalan ke toilet dan mendengar para kru sedang membisikan tentang dirinya, dengan menahan semua kekuatannya, Yi Yeon masuk ke sebuah bilik tempatnya berganti baju dan langsung  meminum wine dan menangis.


Langkah seorang wanita dengan memakai sepatu high heels masuk, Yi Yeon menutup mulutnya agar tak mendengar kalau sedang menangis. Si wanita membuka pintu kamar mandi, Hong Nan melihat Yi Yeon sedang berjongkok dengan menutup hidung agar tak terdengar tangisanya.
Yi Yeon yang melihat Hong Nan datang membiarkan tangisnya terdengar, Hong Nan tak tega melihatnya memberikan tissue toilet agar Yi Yeon bisa menghapus air matanya, setelah itu berdeham membasahi tenggorakannya. Dengan suara lantang menyanyikan lagu agar tak terdengar suara tangisan Yi Yeon dari dalam toilet.
Di depan toilet, Seung Jae dengan sengaja menghalangi orang-orang yang ingin masuk. Terdengar suara nyanyian Hong Nan yang bisa menutupi suara tangisan Yi Yeon. 

Hong Nan mengelap wajah Yi Yeon dengan tissue, sehabis menangis, Yi Yeon mengeluh karena Hong Nan itu terlalu kasar lalu mengomel sebelumnya meminta agar Hong Nan tak lagi datang.
Kau mengomel... saat aku tidak dating dan Kau masih mengomel... saat aku datang.” Keluh Hong Nan sambil menepuk spons bedak sembarangan ke wajah Yi Yeon. Akhirnya Yi Yeon menyuruh Hong Nan berhenti memakaikan bedak untuknya.
Apa kau melakukan ini kepada Gi Tak?” sindir Hong Na, Yi Yeon tak mengaku bertanya apa yang sudah dilakukanya.
Apa yang bisa disukai dari dirimu? Aku tidak percaya dia merekam semua iklan dan...film yang ada dirimu di dalamnya.” Jerit Hong Nan lalu menutup mulutnya karena keceplosan
Yi Yeon tersenyum mendengarnya karena selama ini berpikir Gi Tak hanya tergila-gila dengan tinju. Hong Nan dengan bangga mengatakan Gi Tak punya gerakan yang sangat baik di ring tinju, lalu dengan wajah sedih bertanya apakah Yi Yeon tak akan malu,
Kau tidak mungkin ketakutan setelah mendapatkan pukulan ringan... dari gadis kecil seperti itu. Kau harus melakukannya seolah-olah menggambar setiap helainya. Dan juga kau harus memberikan gradasi yang halus.” Kata Hong Nan sambil memberikan make up pada wajah Yi Yeon.
Beberapa saat kemudian, Yi Yeon menjerit melihat hasil make up Hong Nan yang membuat dirinya seperti badut dengan lipstik melewati bibirnya. Hong Nan pun pasrah menerima lemparan tissue dari Yi Yeon. 

Saat syuting
Si junior mulai melakukan acting menampar Yi Yeon dan menyiramnya dengan air, sutradara berteriak “cut” karena pemeran utama lupa dialog. Beberapa kali Yi Yeon menerima tamparan karena juniornya seperti sengaja lupa dialog.
Hong Nan dibelakang sutradara, mulai kesal karena melihat perlakukan si wanita yang sengaja mengulang adegan agar bisa terus menampar Yi Yeon. Tapi Yi Yeon tetap bertahan sampai sesekali tamparan si junior mengenai kepala. Sutradara dan kru terkejut dan Yi Yeon menerima kembali siraman air dikepalanya tapi si junior merasa lidahhnya kaku jadi tak bisa bicara. Hong Nan gemas melihat tingkah si wanita yang semena-mena pada Yi Yeon.
Ia meminta Seung Jae melakukan sesuatu sebagai seorang manager, Kesekian kalinya si wanita mengaku tanganya tergelincir dan meminta maaf. Yi Yeon hanya diam dan tetap melakukan syuting. Hong Nan memberikan semangat agar Yi Yeon bisa bertahan, tangan Yi Yeon mulai meremas roknya seperti menahan amarahnya selama take. Sutradara pun berteriak “cut” dan bertepuk tangan karena adeganya sudah bagus. 

Beberapa orang memberikan tempat duduk untuk si junior, Hong Nan langsung mengambilnya dan memberikan pada Yi Yeon. Si Junior pun terjungkal karena tak melihat kursinya sudah diambil. Hong Nan dengan sengaja mengibas-ngibaskan handuk basah agar si Junior bisa merasakan cipratan air.
Setelah itu Hong Nan menepuk punggung Yi Yeon dengan gaya machonya semua itu sangat bagus. Yi Yeon berteriak kesal karena Hong Nan berlebihan, lalu mengeluh sangat lapar. Hong Nan berteriak mengajaknya untuk makan. Si junior dan assiten lainnya hanya bisa menatap binggung melihat wanita yang tiba-tiba mengambil kursinya. 

Da Hye duduk bersandar di tangga darurat sendirian, kepalanya terlihat sangat pening, Hae Joon melihat Da Hye duduk sendirian dari tangga lantai bawah. Da Hye ingin pergi dan tak sengaja melihat Hae Joon ada dilantai bawah.
Hae Joon memohon agar Da Hye untuk berbicara sebentar, tapi Da Hye memilih untuk pergi ke lantai atas berteriak tak ingin mendengarkanya jadi memohon untuk meninggalkan sendirian. Da Hye sampai ke atap melihat ada garis polisi dibagian depan sebagai TKP tempat suaminya bunuh diri dan salah satu meja terakhir kali mereka bertengkar dan esoknya suaminya dikabarkan bunuh diri.

Dengan memejamkan matanya Da Hye membalikan badan dan ingin pergi, Hae Joon datang dan langsung menarik tangan Da Hye dan menerobos garis polisi yang masih terpasang, Da Hye berteriak meminta dilepaskan, tapi tarikan tangan Da Hye sangat keras.
“Cepat Kemari dan Lihat itu. Jika kau tidak melakukannya, maka kau tidak dapat melakukan apapun.” Teriak Hae Joon sengaja menarik ke bagian pinggir gedung, Da Hye menutup mata tak ingin melihat kebawah.
Apa yang kau takutkan? Kim Young Soo sudah mati dan Dia tidak di sini lagi. Sekarang Kau perlu untuk melawan orang-orang itu. Berapa lama kau akan terus melarikan diri?” teriak Hae Joon, Da Hye melepaskan pegangan tangan Hae Joon dan menatapnya dengan mata yang basah.
Kenapa... Kenapa dia harus mati? Bukankah kau yang seharusnya mengatakan kepadaku? Kenapa dia harus mati seperti itu?” jerit Da Hye sambil menangis
Maafkan aku....  Akan kupastikan... Aku menjawab pertanyaan itu, jadi Beri aku waktu.” Ucap Hae Joon memberikan sebuah kotak pada Da Hye. 

Jegal Gil makan dari pengorengan didepan tempat sampah dan mengeluh rasanya itu tak enak. Seseorang datang memanggil namanya, Jegal Gil mengangkat wajahnya dan melihat Seung Jae si pengkhianat datang ke restoran.
Beraninya kau muncul di sini? Pergi!” jerit Jegal Gil sambil mendorongnya, tapia Seung Jae tetap diam.
Jegal Gil pun memintingnya agar Seung Jae pergi, Seung Jae tak melawan dan bertanya Apa ada sesuatu yang bisa dimakan. Jegal Gil mengumpat dan mengomel karena Seung Jae pergi dengan perut kosong lalu memeluknya dengan wajah sedih, matanya melihat dibelakang ada dua wanita cantik.
Hong Nan melambaikan tanganya tapi Yi Yeon memalingkan wajahnya, Jegal Gil langsung mendorong Seung Jae agar menjauh dan menyapa dua wanita cantik yang ada didepanya. 

Sepiring pasta dengan kuah seafood merah ada diatas meja, Jegal Gil pun mempersilahkan ketiganya makan hasil masakan buatanya. Hong Nan melotot merasakan makanan yang tak enak dan melempar sendoknya. Seung Jae hanya bisa diam, seperti tak bisa mengunyah makanan dengan benar.
Yi Yeon tetap memakanya dengan suapan yang besar, Jegal Gil yakin karena Yi Yeon menyukai hidangan buatanya. Yi Yeon mengaku semua karena sangat lapar dan hanya itu yang bisa dimakan. Hong Nan menahan tangan Yi Yeon yang ingin makan kembali dan membawa masakan kembali ke dapur. Jegal Gil berteriak Hong Nan yang tak boleh masuk dapur restoran, Yi Yeon hanya bisa mengemut sendoknya karena sangat lapar tapi makanannya diambil.  
Hong Nan dengan lihai memotong tomat dan paprika, Jegal Gil melihat sepertinya Hong Nan pernah pernah bekerja di sebuah restoran. Keahlian Gi Tak mengolah makanan dikeluarkan dengan meramu pasta buatanya. Seung Jae dan Jegal Gi melonggo melihatnya. Hong Nan selesai masak dan meminta dibawakan piring.
Jegal Gi membawakan piring saji, Hong Nan memberikan sentuhan terakhir dengan menarukan peterseli. Jegal Gi dan Seung Chan masih melonggo melihat keahilan masakan Hong Nan diatas rata-rata. Hong Nan menyuruh Seung Chan memberikan pasta buatanya pada Yi Yeon sementara Jegal Gil mencoba masakan Hong Nan dari pengorengan.
Wajahnya tak percaya karena merasakan makanan yang selama ini dinginkannya, Hong Nan tersenyum bangga karena keahlihan memasakannya tak hilang. Jegal Gi tak percaya rasa masakanya sama yang dibuat oleh Gi Tak. Hong Nan memberitahu tipsnya kalau ia harus merebusnya dengan api kecil. Mata Hong Nan tiba-tiba melotot teringat sesuatu. 

Flash Back
Jegal Gi membawa sebuah kalung dan bertanya apakah ia harus  menggoreng atau merebusnya. Gi Tak dengan bercana mengatakan harus merebusnya dengan api kecil karena terlalu sulit. Setelah itu melihat sepasang pria dan wanita duduk tak jauh dari dapur, dan melihat Young Soo melambaikan tangan meminta buku menu.
“Ahhh.... Aku merinding...ini Takdir yang aneh.” Ucap Hong Nan mengingat dirinya sebelum meninggal melihat Young Soo. 

Da Hye duduk didepan meja riasnya, kalung pemberian dari Young Soo sudah dipakai dilehernya. Ketika ingin memasukan kembali ke dalam kotak tak sengaja kotaknya jatuh dari meja rias, terlihat ada kartu yang terselip didalam kotak.
Untuk cintaku, Da Hye-ku.... Kau selalu menderita karena suamimu yang pecundang. Aku berjanji untuk membuatmu bahagia, tapi aku membuatmu menderita. Aku sangat menyesal.  Da Hye membaca tulisan suaminya sambil menangis
Hae Joon menuliskan surat untuk sang istri di ruangan kerjanya.
Aku bekerja keras untuk keluarga kita, tapi terkadang aku juga goyah. Kadang-kadang aku berpikir kalau lebih baik untuk berkompromi seperti orang lain. Tapi aku akan selalu menjadi... seorang pria yang kau dan Han Na banggakan. Aku tahu kau akan percaya kepadaku dan mengerti aku. Aku selalu sangat bersyukur... dan aku mencintaimu.
Air mata Hae Joon tak bisa ditahan menuliskan surat untuk Da Hye dan menyelipkan dibelakang kotak kalung yang seharusnya dibelikan saat perayaan ulang tahun pernikahan.
Sebagai simbol cinta yang tak pernah berubah, Aku memberikan kalung ini.
Pipi Da Hye sudah basah dengan air mata sambil memeluk kartu yang dituliskan suaminya, didepanya masih ada foto keluarganya yang terlihat sangat bahagia. 

Hae Joon terlihat gelisah berdiri depan rumah, Da Hye keluar dari rumah. Hae Joon mengaku membeli  semua barang ditanganya, tapi temannya tidak menyukainya karena memiliki selera yang buruk. Da Hye meminta maaf dan akan memberikan pengembalian dana besok.
Bagaimana kelihatannya kalau aku yang memakainya? Aku tidak bisa membuang pakaian baru. Jadi lebih baik kau memakainy karena Ukurannya sempurna.” Ucap Hae Joon memberikan semua tas belanjaan. Da Hye menolaknya.
Aku tidak meminta uang, jadi Pakai saja.” Kata Hae Joon memaksa memberikan semua barang, Da Hye menarik tanganya dengan kesal karena Hae Joon memberikan semuanya.
Jika kau tidak ingin memakainya, kau bisa menjualnya. Jangan terlalu picik dan pakai saja! Kapan lagi kau akan memakai pakaian dari seorang desainer? Sepertinya kau... akan terlihat sangat bagus memakainya.” Kata Hae Joon langsung menaruh ditangan Da Hye dan pergi.

Tunggu!!! Ada surat... bersama kalung itu. Aku yakin dia menulisnya.” Ucap Da Hye dengan air mata tergenang. Tangan Hae Joon ingin meraih wajah Da Hye dan menghapus air mata yang tumpah. Lalu memeluknya dengan erat dan menangis bersama-sama didepan rumah. 
Hae Joon tiba-tiba tersadar dari khayalanya karena suara Da Hye yang menegurnya. Da Hye pikir apabila semua barang itu akan menambah hutang, lebih baik ambil saja kembali. Hae Joon tersadar kalau ia hanya memeluk barang bawaanya bukan memeluk Da Hye seperti yang dikhayalkanya.

Di restoran, Yi Yeon sedang mencoba makanan buatan Hong Nan dengan wajah bahagia. Sementara didapur, Jegal Gil merasa sangat merinding karena pemilik Pemilik kalung yang diminta Gi Tak untuk memasak dengan api kecil juga meninggal. Hong Nan kaget karena Jegal Gil itu bisa mengetahuinya.
Anaknya datang untuk mencari Dan ibunya adalah... Ahh... dia Benar-benar penyihir..... Dia seorang femme fatale.” Cerita Jegal Gil 

Flash Back
Di Hari saat kematian
Jegal Gil sengaja mengambil gambar dengan kamera saat Da Hye duduk sendirian menunggu Young Soo. Ia sangat ingat karena hari itu Gi Tak meninggal.
Kemarin, dia datang dengan suaminya untuk ulang tahun mereka. Pasti ada sesuatu yang mencurigakan.” Ucap Jegal Gil setelah mengambil gambar Da Hye diam-diam, Tiba-tiba Seung Jae datang bertanya apa yang dilakukanya.
Ini bisa menghasilkan uang untukku.” Ucap Jegal Gil, Seung Jae menyuruh Jegal Gil kembali berkerja saja.
Jegal Gil malah menarik Seung Jae untuk ikut bersembunyi dan tiba-tiba seorang pria datang menemui Da Hye. Jegal Gil makin bersemangat mengambil foto pria yang datang menemui Da Hye yang duduk sendirian. 

Hong Nan melotot kaget mengetahui tentang cerita saat dirinya meninggal dan istri Young Soo didatangi seorang pria. Hae Joon berjalan pulang dari rumah Da Hye, ponselnya berdering. Hong Nan pun bertanya untuk menyakinkan apakah Young Soo itu ingin merayakan ulang tahun pernikahan dengan kalung. Hae Joon membenarkan dan menyadari kalau itu restoran milik Gi Tak.
“Ah.. ini Tidak mengherankan, karena aku merasa istrimu tidak asing.dan ini semua Kebetulan sekali.” Kata Hong Nan, Hae Joon merasa seperti itu lalu membalikan badanya melihat sebuah mobil datang ke rumah Da Hye.
Aku tidak tahu apakah ini benar atau tidak. Tentang istrimu...” ucap Hong Nan, Hae Joon melihat Ji Hoon turun dari mobil menemui istrinya dan bertanya ada apa dengan istrinya.
Dia datang pada hari itu, Di hari saat kita mati, Dengan seorang pria. Orang itu pasti bukan kau, karena Dia seratus kali lebih tampan.” Ucap Hong Nan melihat foto Ji Hoon di layar ponselnya dengan sangat jelas. 

Tangan Hae Joon tiba-tiba lemas melihat Da Hye yang menangis dipelukan Ji Hoon, terdengar suara jeritan Hong Na yang memanggilnya dari telp. Ia langsung menarik Ji Hoon yang memeluk Da Hye, Ji Hoon kaget melihat atasanya datang kerumah Da Hye. Hae Joon langsung memuluknya sambil bertanya sudah berapa lama.
Da Hye mencoba mendorong Hae Joon dan menarik Ji Hoon menanyakan keadaanya. Hae Joon berteriak kesal karena Ji Hoon yang berani mengkhianatinya, dan membanting tubuhnya diatas cap mobil. Ji Hoon dan Da Hye binggung melihat atasan mereka yang merengek diatas cap mobil seperti anak kecil.
Semua orang, dengarkan aku! Orang-orang brengsek ini mengkhianatiku. Mereka bersama-sama. Orang-orang brengsek ini.” rengek Hae Joon, Ji Hoon memegang hidung dan menjerit panik karena baru sadar ada darah yang mengalir. 
Hae Joon menarik nafas panjang karena baru saja kembali mengkhayal, dan melihat Da Hye tetap menangis dipelukan Ji Hoon. Akhirnya tubuhnya lemas dan bersandar didinding karena ternyata selama ini Ji Hoon dan istrinya itu sudah mengkhianatinya. 

Yi Yeon baru keluar dari restoran menerima telp dari Sutradara Bong. Beberapa saat kemudian, ia sudah sampai disebuah restoran dengan Hong Nan yang mengikutinya. Ternyata sutradara Bong sudah bersama Sutradara Goo. Yi Yeon terlihat senang melihat sutradara Goo ada disana.
Sutradara Goo memuji artis Yi Yeon itu tidak termakan usai kecantikanya, Keduanya pun saling berpelukan karena sudah lama tak bertemu. Yi Yeon mengumpat karena Sutradara Goo berani memeluk istrinya Yi Yeon.  Hong Nan duduk dibelakang Yi Yeon dan Sutradara Goo. Yi Yeon selesai membaca naskah yang ada diberikanya memuji kalau ceritanya sangat bagus.
Tapi kau tahu, ini adalah debut kembaliku setelah 10 tahun. Untuk melakukan peran kecil, dan bukan peran utama... Maaf, tapi aku tidak bisa melakukannya.” Kata Yi Yeon menolak
Apa yang kau baca tadi?? Tentu saja, kau peran utamanya. Aku sangat senang mendengar bahwa kau bercerai dan membuat debut kembali. Peran ini... harus dimainkan olehmu dan Bukan orang lain.” Kata Sutradara Goo

Hong Nan melirik sinis dan langsung mengajak Yi Yeon pergi dengan wajah marah, lalu mengumpat dengan menuduh sutradara itu hanya seorang seniman penipu, menurunya semua omong kosong karena mana ada orang gila yang memberikan Yi Yeon pekerjaan sebagai pemeran utama
Flash Back
Sutradara Go melihat saat syuting, Yi Yeon berkali-kali kena tamparan dan menjelaskan sudah pasti akan ada banyak masalah jika Yi Yeon menjadi peran utama.
Tapi... setelah aku melihatmu berakting tadi, aku menjadi yakin dengan keputusanku.” Jelas Sutradara Goo, Yi Yeon merasi merasa tak yakin karena semua ini adalah hal besar.
Apa kau tidak mengenalku? Jika aku sudah terpaku pada sesuatu, aku harus menyelesaikannya. Kau ingat 13 tahun yang lalu, ketika orang lain menentang si pemula Song Yi Yeon, Aku mendorongmu sebagai peran utama... dan membuatmu menjadi ratu Asia. Jadi Percayalah kepadaku. Mari kita buat ulang energi yang dulu pernah ada!” kata Sutadara Goo mengebu-gebu. Hong Nan langsung berlutut didepan sutradara Goo.

Aku minta maaf karena tidak mengenalimu. Tolong... jaga dia.” Kata Hong Nan memegang tangan Sutradara Goo dan memberikan sesuatu ditanganya.
Sutradara Goo merasa tak perlu memberikan apapun, tapi saat membuka tanganya ternyata kosong. Hong Nan mengatakan itu adalah Penghapus di kepala jadi memohon agar melupakan yang dikatakan sebelumnya sambil menepuk punggungnya dan mengedipkan mata pada Yi Yeon. 

Didepan restoran
Yi Yeon dan Hong Nan berjalan bersama ada raut wajah bahagia. Sutradara Goo berjanji akan merahasiakannya Sampai semuanya lebih pasti dan pasti akan menakjubkan, karena mereka akan mengejutkan semua orang di konferensi pers seminggu lagi jadi Yi Yeon hanya perlu mempersiapkan diri untuk syuting.
Seung Jae pun membuka pintu mobil ketika Yi Yeon datang, didalam mobil Yi Yeon menjerit bahagia sambil mengoyangkan tubuhnya kesana kemari tak mau lagi menyembunyikan imagenya yang terlihat anggun. Yi Yeon tiba-tiba membuka pintu mobil menyuruh mereka berdua pergi dulu karena ia harus menemui seorang teman. Yi Yeon merapihkan rambutnya dan bersikap anggun kembali. 

Didepan jembatan sungai Han, Hae Joon menatap jauh kedepan dengan pipi basah habis menangis. Lalu ia mulai memanjat jembatan, Hong Nan datang berteriak sambil menariknya. Hae Joon berteriak ingin mati saja, Hong Nan bertanya kenapa Hae Joon bersikap terburu-buru.
Hae Joon memberitahu keduanya itu sudah berkencan, Hong Nan binggung. Hae Joon berteriak Ji Hoon berkencan dengan istrinya sebelum mereka menikah dan sangat yakin keduanya itu sudan menipunya. Hong Nan berusaha menenangkan kalau tadi salah lihat. Hae Joon menangis kalau dirinya kembali ke dunia itu bukan untuk seperti ini menurutanya dirinya itu sudah tak beguna untuk hidup dan kembali menaiki jembatan.

Hong Nan menarik kakinya agar Hae Joon tak melakukan bunuh diri, keduanya akhirnya jatuh bersamaan di pinggir jembatan. Hong Nan kaget melihat Ma Ya tiba-tiba sudah ada didepan wajahnya, lalu membantu Hae Joon untuk duduk walaupun masih menangis.

Sudah kukatakan. Biasanya untuk kembali setelah melihat sesuatu yang tidak seharusnya. Apa yang harus kita lakukan? Apa kau ingin kembali? Kami akan membawamu sampai di sana dengan rute ekspres.” Kata Ma Ya
Berhenti menambahkan bensin ke dalam api. Pergilah!! Pergi, pergi!!!” kata Hong Nan
Biar kuberi peringatan lain....Kau tidak boleh mengungkapkan identitasmu. Balas dendam dilarang!!!! Tolong patuhi dua aturan tersebut.” Tegas Ma Ya berjongkok didepan Hae Joon
Aku akan balas dendam!” teriak Hae Joon kesal
Hong Nan akhirnya ikut marah ingin memberiakn peringatan darinya, Ma Ya pikir Hong Nan itu  tidak tahu hukuman mengerikan yang menanti Setelah melanggar salah satu dari dua peraturan itu, menurunta jika mereka kembali sekarang bersamanya maka akan menguntungkan untuk semua orang. Hae Joon yang kesal seperti anak bayi merengek di trotoar. Hong Nan berteriak kalau ia paham dan mengancam Ma Ya itu ingin mati di tangannya, ketika ingin mencekik Ma Ya pun hilang. Seperti sebelumnya, Hong Nan berteriak ke langit berteriak agar Ma Ya itu datang kembali. 
bersambung ke part 2 

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 




2 komentar:

  1. Mba aku nyari sinop si sayang gx ada, ehh dsni udh ada,,,, jgn s sisihkn ya sayang ku,,, biarn joon ki mh bnyak ynk nulis,
    lucu abis, bisa ya ajhussi kece gokil������ d tunggu lanjut'a gumawo n fighting mba������ keren

    BalasHapus
  2. Lanjutt mba... aku baru nonton sampe epi 2, baca sinop nya dulu aja ah 😊

    BalasHapus