Senin, 28 Maret 2016

Sinopsis Ms Temper and Nam Jung Gi Episode 4 Part 2

Direktur Jo mengumpat Direktur Kim yang bajingan, Direktur Jung merasa Lovely itu sudah mengacaukan segelanya setelah Da Jung masuk, menurutnya belum terlambat, jadi lebih baik menyuruh Da Jung pergi dan mintalah maaf pada Direktur Kim karena satu-satunya cara Direktur Kim bisa bertahan.
Da Jung mendengar dari kejauhan para Direktur yang membicarakan dirinya. Beberapa direktur ingin pergi dan Da Jung langsung berdiri didepan semua Direktur karena ada yang ingin dikatakan. Direktur Kim langsung menarik bangku untuk Da Jung dan menyuruh semua Direktur kembali duduk.
Senang bertemu denganmu, namaku Ok Da Jung. Aku tahu bahwa kalian menderita karena membeli ekstrak herbal. Dengan tambahan biaya padahal kalian tidak memerlukannya.” ucap Da Jung, semua Direktur saling berpandangan.
Tentu saja, aku yakin Direktur Kim menawarkan sesuatu pada kalian sebagai gantinya Tapi, apa kalian sudah menekan kontrak dengannya?rang yang tahu Direktur Kim dengan baik diantara kita semua adalah aku. Aku tidak pernah melihat dia menepati janjinya tanpa adanya kontrak” kata Da Jung menyakinkan.
Tapi tetap saja, dia bukan orang yang bisa kami abaikan begitu saja” kata Direktur yang duduk di samping Direktur Kim.
Kalau begitu, apa kau akan terus diseret olehnya seperti seekor anjing? Aku bukti hidup fenomena itu,Kalian semua tahu sejauh apa yang kulakukan untuknya kan?” kata Direktur Jo memberikan contoh dirinya sendiri.
 Kalau kalian membantu kami kali ini, maka kami pasti akan memberikan balasannya” ucap Da Jung memberikan tawaran.
Direktur Jung bertanya cara Da Jung melakukanya, Da Jung memberikan tawaran dengan memberikan OEM untuk seperangkat Tap-Tap. Direktur lain mengaratikan Da Jung meminta mereka menjadi perusahaan bawahan Lovely. Da Jung menegaskan kalau  tidak akan ada hubungan atasan-bawahan, dan janjinya tidak ada tindakan tinggi dan berkuasa pada ketiganya.
Batas hidup ekstrak herbal relatif singkat. Aku menawarkan satu kesempatan terakhir untuk menutupi kerugian kalian. Seorang pengusaha seharusnya tahu kapan membuat perjanjian dan kapan harus pergi. Benar begitukan para Direktur Sekalian? Kalian punya waktu sampai akhir hari ini untuk membuat keputusan” ucap Da Jung mengingatkan semua Direktur

Ketika keluar dari lift, Direktur Jo masih ragu kalau semua ini akan berhasil. Da Jung yakin semua Direktur itu  sedang bekerja keras membuat perhitungan sekarang walaupun hanya salah satu dari mereka yang menelpon sangat berarti bagi mereka. Direktur Jo mengumpat pada semua temannya yang bersikap takut dan pengecut dengan Direktur Kim
Aku tidak yakin mereka akan melakukannya. Maksudku, Direktur Kim tidak semenakutkan itu. Aku akan langsung berhadapan dengannya mulai sekarang!” kata Direktur Jo sudah siap adu tinju dan mengajak Da Jung segera pergi. 

Direktur lain mengejek Da Jung seperti penyihir dan seharusnya mereka tidak terlibat dalam hal ini. Direktur Jung mengatakan mereka berada di kapal yang sama jadi lebih baik membuat keputusan bersama-sama. Direktur Sung yang sedari tadi hanya diam tak setuju mereka berada di “kapal yang sama” menurutnya Bisnis artinya berlari secara terpisah lalu pamit pergi. Dua Direktur yang lain kebinggungan dengan keputusan mereka. 

Hyun Woo sudah yakin  akan terjadi, karena Gold menghentikan mereka merilis produk tiga tahun yang lalu dan Young Mi pasti masih ingat dengan hal itu. Mi Ri pikir apabila semua ini berjalan dengan buruk, maka Kepala Bagian Nam harus bertanggung jawab juga. Hyun Woo setuju karena semua  bukan pemikirannya sendiri dan Jung Gi mengabaikan semua pendapat mereka.
Young Gi yang tahu masalahnya meminta tak bicara sembarangan, Jung Gi mendengar semua anak buahnya khawatir tentang pelucuran merek sendiri. Mi Ri memikirkan apa yang harus dilakukan sekarang, Hyun Woo bertanya-tanya apakah mereka akan mendengar kabar dari para Direktur. Young Mi sambil memegang kepala juga tak tahu dan mereka hanya harus menunggu saja. Jung Gi melirik ke arah ruangan Da Jung yang terlihat tegang.
Direktur Jo juga terlihat gelisah menunggu ponselnya berdering, sambil mengigit kukunya sendiri, Akhirnya ia mengeluarkan semua kotak coklatnya dan makan dengan banyak-banyak. 

Direktur Kim sedang melakukan sit up dengan mengangkat kakinya saja sambil menelp seseorang bertanya apakah sudah mendapatkan berita tentang Lovely. Orang yang ditelp mengatakan belum mendapat berita baru, Direktur Kim terlihat percaya.
Sementara Direktur Jo menelp Sek Wang menanyakan apakah mereka belum mendengar kabar dari siapapun. Sek Wang mengatakan belum ada yang menelpnya. Direktur Jo kesal sendiri dengan sikap teman-temanya. Da Jung terdiam diruanganya menunggu telp juga. Direktur lain menatap ponselnya terlihat ragu ingin menelp pihak Lovely.
Hyun Woo dan Mi Ri terlihat gelisah menunggu, Direktur Jung masih memikirkan keputusan untuk mendukung Lovely dan meninggalkan Gold. Young Mi saking tegangnya tak  bisa meminum kopi buatanya. Direktur Sung juga bimbang diluar ruangan, Jung Gi melirik keruangan Da Jung menunggu kabar yang akan diterima. 

Da Jung berdiri menatap keluar jendela. Direktur Kim seperti ingin menunggu kabar sambil memaikan korek apinya. Direktur Jo terlihat seperti patung duduk disofa sambil melonggo, Sek Wang memasukan semua  bungkus coklat ke dalam plastik sampah besar dari atas meja. Setelah itu menaruh kembali lima kotak coklat sebagai penganti. Ponsel Direktur Jo tiba-tiba berdering, Direktur Jo langsung tersadar dan mengangkat telpnya dengan wajah panik, setelah itu berlari keluar ruangan. 

Semua pegawai tegang menunggu kabar Direktur Jo yang terlihat panik keluar dari ruangan. Tiba-tiba Direktur Jo berteriak kalau impian mereka akan terjadi, semua menjerit bahagia dan saling berpelukan. Da Jung melihatnya hanya diam dan sudah bisa mengerti kalau mereka berhasil dengan cara yang dilakukanya. Direktur Jo dan Jung Gi saling berpelukan dengan menangis haru, semua berpelukan dengan wajah bahagia.

Direktur Kim kaget mengetahui Lovely yang melakukan pengiriman dan bertanya siapa yang berani menusuknya dari belakang dan mencari tahu sekarang. Botol Cream mulai diisi dengan serum Tap Tap, diluar lab Direktur Jo tak percaya dirinya bisa melakukan hal yang tak mungkin bisa dilakukan sekarang dan yang sekarang mereka lakukan adalah membuat produk jadi hit.
Mi Ri menangis harus karena design botolnya itu sekarang digunakan untuk mengisi serum dan dijual. Da Jung berdiri dibelakang bisa mengerti perasaan semua karyawan Lovely karena baru petama kali mengeluarkan merek pertama. Manager Pabrik mengacungkan jempol pada Jung Gi yang berhasil melakukanya. Jung Gi juga membalasnya dan juga memberikan jempolnya pada Da Jung dengan mata berkaca-kaca karena terharu. 

Da Jung berjalan keluar dari lab, Jung Gi mengikutinya bertanya apakah terjadi masalah dengan produk yang akan mereka keluarkan. Da Jung menegaskan Terlalu cepat untuk merayakannya karena Permainan yang sesungguhnya baru dimulai dan mengingikan rpat  pemasaran jam 2 siang. Jung Gi langsung setuju tanpa menolaknya. Da Jung berjalan dengan senyuman bisa mendengar Jung Gi setuju seperti dari hati. Jung Gi pun menuliskan dicatatan persetujuanya.
Yoon Ho dari mobil sambil membawa bunga dalam pot dan menatap kantor lovely dari parkiran yang berbeda dengan kantornya. Ia menaruh bunga diatas meja Da Jung memberikan selamat karena sudah merilis produknya.  Da Jung yakin Yoon Ho datang tidak hanya sekedar untuk mengucapkan selamat dan langsung menanyakan alasannya datang.
Memperbaiki kontrak antara Gold dan Lovely untuk produk pengecil pori-pori” jelas Yoon Ho
Apa Direktur Kim yang menyuruhmu?” ucap Da Jung
Aku akan membujuknya bagaimanapun caranya.Dia membuat kesalahan besar, jadi tangannya terikat. Aku yakin Lovely tidak perlu khawatir lagi” kata Yoon Ho yakin
Itu bisa jadi sulit. Kami memutuskan untuk tidak membuat produk itu lagi” kata Da Jung santai
Yoon Ho tak percaya mereka akan menghentikan produk yang sedang hit.  Da Jung memberitahu sudah menyerahkan fasilitas produksi dan formulanya kepada Sun Il Kosmetik. Yoon Ho tak percaya bahwa Direktur Sung yang sudah mengkhianati mereka dan sangat yaki Direktur Kim akan murka apabila mendengarnya.  Da Jung pikir itu sebabnya mereka menyerahkan produksi produk pengecil pori-pori kepada Sun il kosmetik supaya Direktur Kim tak marah.
Jadi kau sudah berpikir jauh sebelum membuat perjanjian? Sesuai dugaan, itu memang dirimu. Tidak mungkin aku tidak bisa menjadi bagian dari semua ini” ejek Yoon Ho, Da Jung pikir kalau Yoon Ho sudah selesai bicara lebih baik segera pergi saja. 

Jung Gi masuk ke dalam ruangan memberitahu sudah waktunya rapat, Da Jung pun akan segera datang dan pamit ada Yoon Ho. Jung Gi ingin keluar ruangan Yoon Ho lebih dulu berkomentar melihat Jung Gi yang berkerja di Lovely. Jung Gi binggung diajak bicara oleh orang yang tak dikenalnya.
Yoon Ho pikir Jung Gi tak mengingatnya lalu hanya mengatakan tentang sepeda. Jung Gi mengingat saat pertama kali pintu kamar 902 dibuka yang keluar adalah Yoon Ho lalu menyapanya dengan membungkuk. Da Jung melihat Jung Gi membungkuk langsung memanggilnya dan menyuruh keluar. Jung Gi berteriak akan segera datang ke ruang rapat. Yoon Ho yang melihat menurutnya situasinya sangat menarik. 

Bong Gi menari-nari mengikuti musik DJ yang memutar lagi “put your hands up”. Mi Ri juga ikut menari-nari sendirian melampiaskan semua rasa bahagianya. Lagu berubah jadi 2NE1 I’m the best. Bong Gi tertarik melihat cara menarik Mi Ri yang berbeda, lalu mendekatinya agar bisa menarik bersama.
Jangan ganggu aku! Aku akan menari sendirian!” ucap Mi Ri terus meliuk-liukan tubuhnya.
Apakah hari ini hari yang spesial?” teriak Bong Gi dikuping Mi Ri, Mi Ri menjerit kalau akhirnya ia berhasil sambil meloncat-loncat.
Hati-hati!!! Apa yang kau lakukan tepatnya?” tanya Bong Gi sambil memegang wajah Mi Ri agar menatapnya.
Mi Ri memberitahu tugasnya membuat design yaitu mendesain kemasan. Bong Gi menyimpulkan Mi Ri itu seorang designer lalu menarik bersama mengikuti irama musik DJ. 

Mi Ri memperlihatkan foto dirinya dengan produk kemasaan buatanya, menurutnya bentuknya benar-benar unik dan membanggakan dirinya kalau ia adalah orang yang mendesign botolnya. Bong Gi melirik ponsel Mi Ri dengan wajah binggung, Mi Ri pun berlari di sisi jungkat jungkit lainya.
Tapi... nama Produknya Tap-Tap? Ini pertama kali aku mendengarnya” ucap Bong Gi
“Ini akan segera diluncurkan, produk kerja keras dari Lovely Kosmetik” ucap Mi Ri, Bong Gi terlihat kaget mendengar nama Lovely

Mi Ri turun dari jungkat jungkit lalu pamit pergi. Bong Gi langsung menahan Mi Ri pergi dan menanyakan siapa namanya. Mi Ri mengatakan kalau ia sudah punya pacar.
Bong Gi pikir itu tak penting untuknya sekarang, menurutnya Kenyataan bahwa mereka bertemu seperti sekrangsangat berarti dan merasa hubungan mereka tidak akan berakhir begitu saja. Mi Ri tak peduli dan langsung pergi begitu saja. Bong Gi melambaikan tangan dan akan bertemu lagi nanti. 


Jung Gi melihat adiknya yang baru pulang pagi hari, saat ia akan pergi ke kantor. Bong Gi malah balik bertanya kakaknya akan pergi ke kantor pagi-pagi sekali, lalu berkomentar kakaknya itu tak perlu berkerja terlalu keras, karena nanti akan sakit.
Pasti menyenangkan bagimu, menumpang hidup denganku Memang, bukannya kau  tak pernah bekerja” keluh Jung Gi berjalan keluar rumah
Apa maksudmu menumpang hidup? Itu uangku sendiri yang kau berikan padaku” teriak Bong Gi lalu berjalan dengan melangkah menari-narik, Jung Gi hanya bisa menghela nafas melihat tingkah adiknya.
Bong Gi masuk kamar membuka jaketnya, mengeluarkan selimut dari lemari dan bersiap-siap untuk tidur. Tuan Nam masuk kamar dan langsung membangukan anak bungsunya, Bong Gi mengeluh sangat lelah sambil menutup matanya. Tuan Nam menarik anaknya agar bangun karena sekarang adalah kesempatan untuk memperbaiki kesalahannya. 

Da Jung membuka pintu melihat keluarga Nam sudah berdiri didepan pintu lalu membungkuk padanya. Satu persatu ditatap oleh Da Jung, dari ayah Jung Gi, adik dan juga anaknya. Tuan Nam memberitahu anaknya sudah pergi ke kantor jadi mereka sengaja menunggu Da Jung keluar untuk memberikan salam.
Selamat atas perilisan Tap-Tap! Ini semua karena bakatmu!” ucap Tuan Nam sambil membungkuk lalu mendorong Bong Gi agar ikut membungkuk.
Pintu lift terbuka, Da Jung masuk ke dalam lift dan menegur Woo Joo yang tidak akan berangkat ke sekolah. Woo Joo dengan wajah ketakutan pamit pergi pada kakek dan juga pamannnya lalu berlari masuk ke dalam lift. Da Jung menatap Woo Joo yang lebih rendah dibandingnnya, Woo Joo seperti anak anjing yang ketakutan langsung tertunduk.

Setelah pintu lift tertutup, Bong Gi merasa sikap mereka itu terlalu berlebihan. Tuan Nam pikir sudah seharusnya merefleksikan kesalahan anak bungsunya itu.
Di dalam lift, Da Jung memberikan buku Persiapan Untuk Ujian - Bahasa Korea, menyuruh untuk belajar lagi. Woo Joo panik karena ketahuan tulisanya salah didepan pintu Da Jung yang dituliskan dengan spidol. 


Direktur Jo, Jung Gi masuk ke dalam mall, masih tak percaya Produk Lovely ada di department store dan merasa bisa mati karena bahagia sekarang itu dan memuji Da Jung yang sudah berkerja keras. Da Jung mengingatkan kalau mereka hanya membuka toko pop-up saja. Jung Gi meminta agar Direktur Jo tenang dan menunjukan jalan mall yang benar.
Mi Ri dan Hyun Woo menyusun produk dimeja, Direktur Jo tak percaya mereka mendapatkan lokasi yang bagus dan semuanya produk kelihatan hebat. Da Jung menjelaskan mereka membuka toko pop-up untuk satu bulan sebagai perilisan produk yang baru, dan jika penjualannya bagus, mereka bisa tetap berada tempat itu, tapi apabila penjualannya buruk, mereka harus segera menariknya.
Direktur Jo yakin tidak mungkin seperti itu karena mereka memiliki Da Jung dan tidak merasa khawatir lalu bertanya kepada siapa mereka  berterima kasih atas semua ini, dengan bangga menyebut nama Da Jung. Da Jung mengatakan bukan karena dirinya, tapi semua berkat produk yang bagus dan pegawai yang sudah bekerja keras. Direktur Jo tak percaya Da Jung rendah hati sekali, semua terlihat tertawa bahagia. 

Nama Direktur Jo dipanggil dengan nada sindiran yang begitu bahagia, Direktur Kim datang dengan Manager Yang dan Yoon Ho, semua pegawai dari Gold memberikan hormat pada Direktur Kim, Da Jung sinis melihatnya. Direktur Jo ingin membungkuk tapi Da Jung langsung menariknya.
Pertahankan martabatmu, dia hanya Direktur dan kau seorang Presdir” ucap Da Jung yang sudah bisa mengeluarkan produk sendiri. Young Mi bertanya apakah mereka semua itu karyawan Gold. Jung Gi tak begitu tahu.  Direktur Kim memberikan selamat pada Direktur Jo.
Oh, apa yang membawamu kemari? Kau tidak datang untuk menemui kami kan?” ucap Direktur Jo
Tidak, aku datang untuk memberi selamat atas perilisan produkmu” kata Direktur Kim
Ini bukan toko yang resmi, kami akan menjadi toko pop-up selama satu bulan” kata Direktur Jo rendah hati.
Tapi meski begitu, ini mengesanka. Ini tidak mudah untuk sebuah perusahaan bawahan” kata Direktur Kim dan memberikan selamat pada Da Jun juga.
Da Jung mengucapkan terimakasih dengan nada tinggi. Direktur Kim sengaja menyaringkan suaranya kalau akhirnya Gold menyelamatkan Lovely dan meminta Direktur Jo mentraktirnya makan malam kapan-kapan karena merasa temannya itu berhutang banyak denganya. Direktur Jo setuju.
Kau harus melakukan yang terbaik dalam penjualan agar mendapatkan toko sendiri di sini. Waktunya bisa sebentar, bisa lama, tergantung bagaimana kau melihatnya” ucap Direktur Kim langsung meminta Da Jung minggir ingin melihat produknya.
Direktur Kim melihat salah satu produk merasa khawatir bagaimana produk itu akan terjual dengan baik. Direktur Jo berterimakasih karena Direktur Kim memberikan perhatian padanya. Direktur Kim pun menganggap remeh karena produk Lovely berada tepat didepan toko Gold dan memberikan semangat pada semua karyawannya. Setelah itu mengucapkan Semoga beruntung pada Direktur Jo karena mereka sederajat sekarang dengan nada menyindir lalu keluar dari mall. 

Didepan mall seorang pria nyentrik turun tepat di lobby dan Valley langsung memarkirkanya. Direktur Kim akan masuk ke dalam mobil, Manager Yang bertanya apakah atasanya itu akan pergi begitu saja. Direktur Kim pikir sudah memberi mereka selamat, jadi sekarang waktunya untuk pergi lalu masuk ke dalam mobil.
Apa direktur berubah pikiran?” tanya Manager Yang heran
Kenapa, apa kau mau membuat masalah di sana?” tanya Yoon Ho, Manager Yan heran kenapa harus melakukan hal itu.
Kau memperlakukan Ok Da Jung seperti sampah padahal kau lebih muda daripada dia” ucap Yoon Ho memperingatkannya.
Itu karena Direktur Kim yang menyuruhku. Aku bukan tipe orang yang mengabaikan tata karma. Tapi kenapa aku harus memperlakukan dia sebagai seniorku padahal dia sudah pergi?” pikir Manager Yang tinggi hati, Yoon Ho memerintahkan Yoon Ho untuk mengawasi penjualan saja. Manager Yang mengerti dan terlihat senyum licik yang tersembunyi

Mi Ri mencoba menawarkan produk Tap Tap pada orang yang lalu lalang tapi tak ada satupun yang mendekati booth mereka. Direktur Jo yang duduk tak jauh dari booth panik karena sudah satu jam tapi tak ada pengunjung yang menghampiri booth mereka. Jung Gi pikir akan datang untuk membantu. Young Mi merasa tak bagus seorang pria menjual make up.
Aish, hari pertama perilisan adalah hari yang terpenting! Kenapa tidak ada seorangpun yang tertarik?” ucap Jung Gi sangat panik, Mi Ri mencoba terus memanggil pelanggan agar datang.
Da Jung meminta Jung Gi memegang tasnya, Jung Gi menanyakan kemana Da Jung akan pergi. Da Jung berjalan dengan melepaskan ikatan rambutnya, membuka salah satu kancingnya yang membuat semua orang melonggo termasuk tim Lovely yang terpana melihat kecantikan Da Jung. 

Mi Ri melonggo melihat Da Jung yang datang ke booth. Da Jung melihat nama merek Tap Tap yang lucu. Mi Ri sengaja menyaringkan suaranya, memberitahu Produk serum pengobatan bernama  Tap-Tap dan sempurna untuk profesional seperti Da Jung, lalu memberitahu Hari ini adalah hari pertama merilis produk. Beberapa penjunjung mall langsung berkumpul
Ini bagus, apakah ini merk luar negeri?” tanya Da Jung sambil mencoba produk ditanganya. Tiba-tiba seorang pria datang dan langsung mencium bau ditangan Da Jung.
Biar kulihat, baunya harum!” ucap si pria yang bernama Jang Shi Hwan 

Hyun Woo dari kejauhan bertanya-tanya siapa pria yang berani memegang tangan Da Jung dan berpikir pria itu sudah disewanya. Young Mi yang ikut melihat tak mungkin tapi tetap bertanya siapa pria yang menjijikan dimatanya. Jung Gi juga tak tahu, Young Mi melihat Kontak fisik keduanya kelihatan begitu alami.
Shi Hwan memeluk pundak Da Jung menanyakan merek apa yang dijual, Mi Ri menjelaskan Tap-Tap adalah produk pertama dari Lovely Kosmetik. Shi Hwan berkomentar nama Lovely sangat sexy, dan mengoda Da Jung yang akan membuatnya tergila kalau memakai produk itu dan meminta agar memakain di malam hari. Seorang pelanggan langsung berteriak meminta satu produk langsung, begitu juga yang lainnya.
Da Jung langsung berjalan mundur, Direktur Jo dkk terlihat gembira karena merasa rencananya sungguh luar biasa. Jung Gi menatap pria tampan yang ada di samping Da Jung, wajahnya tiba-tiba berubah menjadi sedih. 

Da Jung bertemu dengan Shi Hwan ditangga darurat bertanya Kapan datang kembali. Shi Hwan memberitahu sekitar sebulan yang lalu, menceritakan memang agak sedikit ribut karena banyak pekerjaan segera setelah dirinya kembali.
Bagaimana kau tahu sampai bisa datang kesini?” tanya Da Jung
Ok Da Jung, semua orang tahu kau berhenti dari Gold Dan menyebabkan masalah saat bekerja di perusahaan bawahan tanpa nama. Aku dengar kau merilis produkmu hari ini, makanya aku segera kesini! Aku ini bagus, benarkan?” ucap Shi Hwan dengan tersenyum
Senyummu tipis seperti biasanya.” Goda Da Jung melihat senyuman Shi Hwan
Dan kau masih memiliki karisma dingin itu.” Balas Shi Hwan
Jung Gi melihat dari balik dinding, Shi Hwan dan Da Jung yang berbicara ditangga darurat. Shi Hwan mengungkapkan kalau sangat merindukanya, lalu memeluknya, Jung Gi sedikit shock melihat Da Jung mendapatkan pelukan dari seorang pria.
Da Jung memperingatkan tangan Shi Hwan, Shi Hwan menyadari tanganya yang sudah meremas bagian bokong Da Jung dan langsung melepaskanya sambil meminta maaf. Jung Gi menuruni tangga, dengan wajah binggung. Direktur Jo menanyakan keberadan Da Jung dan ingin naik ke tangga. Jung Gi menahanya dengan beralasan sudah mencarinya tapi tak menemukanya. Direktur Jo meminta Jung Gi memberitahu Da Jung kalau mereka harus makan malam bersama.

Direktur Kim melihat botol Serum yang dikeluarkan Lovely, Yoon Ho pikir  tidak akan mudah karena Lovely merk tanpa nama dan sepertinya tidak memiliki strategi pemasaran yang jelas, denan begitu pihak Lovely punya cukup banyak uang untuk memakai model
Sejujurnya, kita tidak perlu memperhatikan produk pada level itu” ucap Yoon Ho
Cobalah merekayasa balik produknya” kata Direktur Kim licik sambil meminum gingsengnya.
Apa kau benar-benar harus bertindak sejauh itu?” ucap Yoon Ho tak percaya
Kau bisa melakukannya dalam waktu seminggu kan?” tantang Direktur Kim. 

Mi Ri memanggil pelayan untuk meminta nasi lagi, Direktur Jo memberikan setengah nasinya pada anak buahnya. Young Mi menagih tulang iga yang dijanjikannya, Direktur Jo mengatakan Nama tempat ini adalah "Tulang iga." Menurutnya itu sudah cukup bagus, lalu bertanya kenapa Da Jung tak datang. Jung Gi memberitahu sudah mengirimkan pesan tapi tak dibalasnya.
Tapi kalian semuanya, siapa yang tahu pria yang tadi? Apakah itu Teman?” ucap Direktur Jo penasaran
Dia tidak memandangnya seperti pandangan seorang teman Aku yakin dia adalah kekasihnya” kata Hyun Woo yakin
Siapa nama pria yang membawa bunga pagi tadi? Orang yang berdiri di belakang Direktur Kim” kata Young Mi yang mengenali wajah Yoon Ho
Kau pikir dia berselingkuh...Ya ampun, dia benar-benar berselingkuh” kata Mi Ri
Jung Gi mengingat saat berteriak memanggil penghuni 902, Yoon Ho yang keluar dari kamar Da Jung. Lalu setelah itu melihat Shi Hwan yang memeluk Da Jung dan mengatakan sangat merindukanya bahkan mengodanya saat mencoba cream Tap Tap. Direktur Kim menegur Jung Gi yang melamun sampai dagingnya hampir gosong.
Yah, aku dengar gosip bahwa dia lumayan berbakat” cerita Hyun Woo, Young Mi penasaran gosip apa itu

Bahwa dia mendapatkan promosi melalui tidur bersama. Dia menyukai pria yang lebih muda, bahwa dia menandatangani kontrak di tempat tidur” cerita Hyun Woo yakin
Apa yang dia tidak bagus dari dalam dirinya? Dia bagus dalam semua hal!” pikir Mi Ri iri
Kalian tidak boleh percaya gosip begitu saja. Jangan menyebarkan gosip sembarangan, Wakil Park. Lakukanlah seperti itu dan kau akan berakhir seperti aku” saran Jung Gi
Itu hanya gosip saja, dia sudah bercerai sebanyak tiga kali, ingatkan?” kata Direktur Jo, semua menjerit kaget. Young Mi tak percaya Da Jung sudah melalui pernikahan yang kacau sebanyak tiga kali dan memuji Managernya itu sangat berbakat
Pria yang datang ke toko tadi sangat keren” komentar Mi Ri terpana, Hyun Woo marah menurutnya tak keren tapi pria yang membuatnya merasa jijik. Young Mi melihat Da Jung yang bersikap sangat tinggi dan berkuasa tapi ternyata berselingkuh bahkan terus mempertahankan harga dirinya, menurutnya itu tidak termasuk di dalam kehidupan pribadinya
Tidakkah kalian berpikir bahwa pria yang membawa bunga itu hanya rekan kerja saja? Aku rasa dia tidak mendua” komentar Jung Gi membela
Kau sangat naïf. Tempat nomor satu dimana orang bisa bersama adalah tempat kerja” jelas Young Mi yakin. 



Baiklah, haruskah kita bertaruh siapa kekasihnya?” ajak Direktur Jo, Young Mi yakin pria yang membawa pot bunga, Hyun Woo merasa pria yang datang ke Mall. Mi Ri dan Direktur Jo yakin kalau itu dua pria itu. Direktur Jo mengajak mereka bertaruh 10ribu won, semua langsung setuju.
“Direktur! Apa kalian semua tidak terlalu berlebihan? Kalian tidak tahu apa-apa, tapi kalian begitu sukanya bergosip!” teriak Jung Gi berdiri dari tempat duduknya membuat semua pegawai melonggo kaget.
Dia mungkin memiliki kepribadian mudah marah Tapi aku semakin mengenalnya dan dia memiliki nilai yang baik,dia murah hati, dan berbakat! Dia jelas bukan seseorang yang akan hidup secara sembarangan! Kalian seharusnya tidak bersikap seperti ini, hanya karena dia membelikan Woo Joo ku sebuah buku!” jerit Jung Gi membela Da Jung.
Mengatakan itu akan berlebihan, benarkan? gumam Jung Gi
Direktur Kim menyadarkan Jung Gi yang melamun, meminta mengatakan sesuatu. Jung Gi memilih untuk berteriak pada pelayan agar meminta daging lagi. Semua merasa Jung Gi mulai aneh. Jung Gi meminta semua karyawan tidak seharusnya membicarakan orang lain sembarangan. Young Mi melihat Jung Gi sangat khawatir, bahkan saat Da Jung tidak ada di sini Jung Gi kebinggungan menjelaskannya, Direktur Jo mengajak semua mulai bersulang bersama-sama.
Bukannya aku khawatir, kalaupun ada perasaan khawatir, itu baru mulai kalau begitu.gumam Jung Gi 

Semua selesai makan, Direktur Jo mulai mabuk memberikan semua bingkisan sebagai tanda terimakasih dan menyakinkan pada Jung Gi kalau sangat menyayanginya. Jung Gi dengan senang hati mengucapkan terimakasih pada Direktur Jo. Young Mi melihat hanya diberi handuk menurutnya sedikit keterlaluan,
Direktur Jo berjanji lain kali akan memberikan yang lebih dan menitipkan hadiah untuk Da Jung pada Jung Gi, lalu mengajak semuanya karaoke sebagai Hari revolusioner untuk Tap-Tap, semua saling bahagia langsung memberikan semangat. 

Jung Gi pulang kerumah melihat tulisan di pintu rumah Da Jung diberi tempelan bentuk love dengan tulisan yang dibenarkan [Keren bodoh] teringat kembali ucapan Da Jung yang menyadarkan dirinya
Apa kau bahkan tidak punya harga diri sebagai pengembang asli dari serum itu Atau, kau hanya tidak ingin mengambil tanggung jawab? Kalau ini karena kau tidak mau bertanggung jawab, baiklah... Kau bisa menarik diri kapan saja. Jelas sekali produk seperti apa yang dihasilkan seseorang, Yang terpaksa melakukannya
Tidak perduli betapapun pentingnya. Tolong lindungi bagian dari harga dirimu yang benar-benar harus dilindungi Makanan yang dibeli dengan memperdagangkan harga dirimu itu menyedihkan tegas Da Jung didepan kantor.
Itu saat dimana aku mulai melihat dirinya yang sebenarnya, bahkan saat dia dikelilingi dengan gosip.Gumam Jung Gi lalu menaruh tas di gagang pintu dan mengirimkan pesan pada Da Jung kalau meninggalkan hadiah  dari Direktur Jo di pintu rumahnya.
Akan tetapi...


Ponsel Jung Gi terus berdering, Jung Gi kesal kesal karena sekarang hari libur seharunya membiarkanya tidur lebih lama lagi, tapi ponselnya terus saja berdering. Hyun Woo memberitahu Masalah besar, Jung Gi bertanya apa lagi sekarang. Hyun Woo menjerit memberitahu Produk mereka hilang.
Aku tidak bisa menemukannya dimanapun!” jerit Hyun Woo panik sedang ada digudang. Jung Gi langsung terbangun dari tidurnya.
Apa kau yakin produknya sudah masuk?” tanya Jung Gi
Jasa pengiriman mengatakan bahwa mereka sudah mengantarkannya Dan aku sudah memastikannya bersama dengan pegawai di toko juga” jelas Hyun Woo
Jadi kenapa kau tidak bisa menemukannya?” ucap Jung Gi langsung memasang kaos kakinya.
Aku tidak berada dalam situasi dimana aku bisa menemukannya segera. Ada banyak kotak karena sekarang musim penjualan” kata Hyun Woo
Jung Gi meminta Hyun Woo memeriksa pengiriman atas nama Mi Ri dan kalau memang darurat akan pergi ke pabrik sendirian. Hyun Woo menanyakn toko yang akan dibuka karena mereka harus segera bersiap-siap untuk bukanya dan seharusnya memberitahu Da Jung juga. Jung Gi mengatakan akan memberitahu Da Jung, jadi meminta Hyun Woo mencari produk mereka yang hilang. 

Tuan Nam melihat anaknya akan pergi keluar padahal hari libur, Jung Gi memberitahu sedang ada masalah dikantor dan menitipkan anaknya pada sang ayah. Tuan Nam mengeluh masalah apalagi yang harus dilalui anaknya. Jung Gi menjepit ponselnya sambil keluar dari rumah.
Ketika akan masuk lift melihat tas perberian dari Direktur Jo masih ada didepan pintu, dan berpikir  Da Jung sedang tak ada dirumah. Beberapa kali ia menekan bel tapi tak ada sahutan, akhirnya ia mengedor-gedor pintu memanggil Da Jung yang mungkin ada dirumah.
Shi Hwan tiba-tiba keluar dari pintu menanyakan siapa yang datang, Jung Gi kaget melihat pria yang ada di Mall membuka pintu rumah Da Jung di pagi hari dengan pakaian tidur. Teringat kembali taruhan Direktur Jo siapa sebenarnya pacar dari Da Jung yang sebenarnya.

Promosi melalui tidur bersama, dia memiliki sesuatu untuk pria yang lebih muda! Menandatangani kontrak di tempat tidur!” ucap Hyun Woo penuh dengan rasa yakin.
Jung Gi melihat Shi Hwan yang terlihat masih muda, Shi Hwan bertanya siapa pria yang didepanya. Jung Gi yang gugup menjawab tetangganya dan mulutnya berbicara tentang “sofa promosi” Da Jung bertanya siapa yang datang, Shi Hwan bertanya apakah Da Jung ingin keluar karena Tetangganya mau bicara. Jung Gi kaget melihat Da Jung yang baru selesai mandi sambil mengeringkan rambutnya dengan handuk. 
bersambung ke episode 5 

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 




1 komentar: