Rabu, 02 Maret 2016

Sinopsis Cheese In The Trap Episode 16 Part 2

Keduanya pun bertemu di bar, In Ho dengan gugup menanyakan keadaan Hong Sul sekarang. Hong Sul mengatakan baik-baik saja. In Ho meminta maaf karena selama dirumah sakit tak pernah menjenguknya. Hong Sul tahu dari ayahnya, In Ho sempat datang kerumah sakit, lalu ingin membahas tentang In Ha.
In Ho langsung menyela, memberitahu kakaknya sekarang sedang dirawat, suasana kembali terdiam. In Ho mengaku sungguh menyesal. Hong Sul mengeluarka amplop dari tasnya dan memberikan pada In Ho. In Ho melihat isinya surat bertuliskan [Perjanjian antara Hong Sul dan Baek In Ha]

Ini bukan karena aku memaafkannya. Aku hanya merasa lelah saja. Jadi Aku hanya ingin kembali ke kehidupanku yang normal.” Kata Hong Sul
Aku ingin mengatakan hal lain yang mungkin lebih bagus dari ini... Tapi, aku sungguh menyesal dan juga, terima kasih.” Ucap In Ho menatap Hong Sul dengan senyuman
Hong Sul pun bisa menatap In Ho membahas tentang kompetisinya yang  akan segera diadakan, tanpa ada rasa dendam ia memberikan semangat karena sesuai dengan janjinya akan menontonya. In Ho hanya bisa menatap sedih Hong Sul dan juga surat ditanganya. 

Tuan Yoo kaget anaknya meminta untuk berhenti yang menurutnya itu hanya bercanda saja. Yoo Jung mengatakan sudah menyerahkan surat pengunduran diri pada Manajer Kim. Tuan Yoo menanyakan alasan anaknya bisa bertindak sejauh ini.
Yang ayah katakan memang benar. Saat aku kecil, aku benci saat ayah menganggap aku ini anak aneh. Jadi, aku melakukan yang terbaik untuk mengontrol semua emosiku. Karena aku ingin ayah bisa bangga padaku.” Akui Yoo Jung, Tuan Yoo tertunduk sedih.
Kupikir, aku tak perlu mengerti perasaan orang lain... Karena perasaanku juga tak akan bisa dimengerti. Dan karena sikapku yang seperti ini, aku selalu membuat orang lain menderita dan juga terluka. Dan aku tak tahu, jika ternyata luka itu sangat menyakitkan.” Ucap Yoo Jung dengan ajah tertunduk, Tuan Yoo terlihat kaget seperti berharap anaknya tak memikirkan hal itu.

Dulu, kupikir aku ini tidak aneh, tapi sekarang aku tidak tahu. Karena itu, aku membutuhkan waktu sekarang. Aku ingin tahu, aku ini orang yang seperti apa.” Kata Yoo Jung menatap sang ayah
Aku hanya tidak ingin kau mengikuti sikapku ini. Itulah yang paling aku takutkan.” Ucap Tuan Yoo dengan mata berkaca-kaca. Yoo Jung pikir sekarang dirinya itu sangat mirip dengan ayahnya, Tuan Yoo pun tak bisa berkata apa-apa lagi. 


Yoo Jung membereskan semua barang-barang ke dalam kardus, dibarisan buku paling belakang menemukan buku note dengan tanda tangan David, si pemain piano dari luar negeri untuk In Ho.
In Ha menatap makanan yang belum disentuhnya, perawat datang memberitahu ada yang ingin bertemu denganya. In Ha memalingkan wajahnya, perawat memberitahu bukan adiknya tapi orang lain. In Ha bertanya siapa yang akan bertemu denganya. 

Yoo Jung menatap In Ha yang hanya bisa tertunduk didepanya, lalu mengatakan kalau ia tak akan memaafkanya, tidak akan pernah. In Ha terkejut dan mengangkat wajahnya menatap Yoo Jung.
Jadi kita tak akan bertemu lagi, Baek In Ha.” Kata Yoo Jung
“Aku Tidak mau. Kau dan aku dan In Ho... kita bertiga selalu bersama. Apa kau lupa itu? Aku juga masih..... ” ucap In Ha menolak
Menjauhlah dari rumah kami, begitu aku dan juga ayahku, In Ha. Kita tak akan seperti dulu lagi.” Tegas Yoo Jung lalu keluar ruangan. In Ha menangis dengan semua sikapnya membuat Yoo Jung menjauh. 

In Ho bertanya pada Sek Choi apakah kakaknya memang bisa keluar sekarang. Sek Choi memberitahu masih ada yang perlu diurus, tapi mereka yang akan menanganinya dan  akan segera menyelesaikannya, jadi In Ha  bisa keluar besok. In Ho terlihat sangat bahagia. Yoo Jung datang dan Sek Choi pun pergi.
Persidangan akan tetap dilakukan. Apapun hukumannya, dia harus menerima itu.” Tegas Yoo Jung tanpa mau menatap In Ho
Ya. Aku juga bisa menerimanya, dan terima kasih. Selain itu Maaf untuk segalanya.” Kata In Ho
Simpan permintaan maafmu untuk Hong Sul.” Ucap Yoo Jung menatap dingin In Ho
Aku tak tahu, jika Baek In Ha dan aku hanya membuatmu menderita. Mungkin sudah terlambat, tapi...aku sungguh minta maaf.” Kata In Ho
Yoo Jung menatap In Ho dengan menarik nafas panjang, lalu mengeluarkan sesuatu dari tasnya, dan mengaku baru menemukannya ketika sedang berkemas, yang seharusnya diberikan pada In Ho dari dulu. 

In Ho melihat buku note yang ditanda tangani oleh David pemain piano kesukaannya. Teringat kembali saat masih SMA, Yoo Jung tahu David itu pemain piano kesukaan In Ho, In Ho mengatakan  akan meminta tanda tangannya dan menjadikannya harta berharganya.
Saat di ruang make up, David menanyakan siapa naman fansnya, Yoo Jung dengan senyuman mengatakan namanya Baek In Ho. In Ho terdiam melihat buku yang diberikan Yoo Jung sebagai hadiah yang paling berharga tapi ia menganggap Yoo Jung anak aneh. 

Hong Jun baru dari sofa ketika mendengar bunyi bel, Yoo Jung datang menanyakan Hong Sul. Hong Jun kaget melihat Yoo Jung yang datang kerumah, lalu mengatakan Hong Sul ada dikamarnya. Yoo Jung pun masuk kedalam rumah, Hong Jun memanggil ayah, ibu dan kakaknya kalau Yoo Jung datang. Orang tua Hong Sul langsung dingin melihat kedatangan Yoo Jung.
Maaf karena belum pernah menghubungi kalian.” Kata Yoo Jung sambil membungkuk dan memberikan buahnya.
Untuk apa kau membawa buah ? Jika kau mau membawa buah , kau harusnya datang lebih cepat.” Kata Tuan Hong dengan nada marah
Ya. Aku kecewa. Kau mungkin memang sibuk, tapi...” ungkap Nyonya Hong
Yoo Jung meminta maaf, Hong Sul keluar kamar melihat Yoo Jung yang akhirnya datang kerumahnya. Yoo Jung meminta izin untuk mengajak Hong Sul berbicara diluar. Tuan Yoo dengan tatapan sinis memilih untuk kembali ke kamar. Ibu Hong Sul meminta agar Yoo Jung jangan lama-lama. Hong Jun pun membantu Yoo Jung untuk membawa buahnya, Hong Sul pun meminta Yoo Jung menunggu karena ingin mengambil jaketnya. 

Di cafe
Yoo Jung meminta maaf karena tak pernah menghubunginya, dan menanyaka kondisinya sekarang. Hong Sul mengaku keadaannya sudah baikan, Yoo Jung terlihat gugup sebelum bicara tapi Hong Sul lebih dulu berbicara.
Aku... Aku sudah mendengar semuanya. Apa yang kau lakukan pada Baek In Ha dan alasan dia melakukannya. Sebenarnya, aku sedikit menyalahkanmu. Tapi, setelah aku memikirkannya... ini semua hanyalah kecelakaan. Jadi, kita bisa terus bertemu seperti sebelumnya.” Kata Hong Sul dengan senyumanya, Yoo Jung sempat melotot mendengarnya.
Aku bertanya pada diriku sendiri, sampai kapan kau bisa bertahan seperti ini?” ucap Yoo Jung tertunduk, Hong Sul terlihat binggung.
Kau tak bisa menanggung semuanya sendirian, Hong Sul. Jadi lebih baik Kita putus saja.” Kata Yoo Jung, mata Hong Sul langsung berkaca-kaca mendengarnya.

“Kenapa harus putus? Aku baik-baik saja sekarang.” Kata Hong Sul menahan air matanya.
Aku tahu kau sudah berusaha Sama seperti yang kau lakukan sekarang Tapi, kau sudah terlalu sering terluka dan sakit hati... Aku sungguh tak bias mengerti kenapa kau bisa bertahan.” Kata Yoo Jung, Hong Sul menangis mendengarnya.
Dan akulah yang menjadi sumber dari rasa lukamu... Sebenarnya akulah yang harus melindungimu. Saat aku sudah bisa melindungimu, aku sangat ingin selalu bersamamu tapi, sekarang aku tidak bisa. Berada di sisimu sekarang... sangat menyakitkan bagiku.” Ucap Yoo Jung dengan wajah tertunduk, Hong Sul terus menangis melihat cincin couple mereka sudah tak pakai lagi oleh Yoo Jung. 


Hong Jun membaca ayah dan ibunya direstoran, Ibunya bertanya pada Hong Jun apakah kakaknya tak keluar kamar lagi hari ini. Hong Jun mengangguk dengan wajah sedih. Ibu Hong Sul pun duduk dikursi sambil menghebuskan nafas panjang.
Tubuhnya sudah hampir sembuh, tapi mungkin hatinya lagi yang sakit.” Kata Nyonya Hong sedih
Astaga, laki-laki memang tidak bisa dipercaya.” Keluh Hong Jun kesal, Tuan Hong mengaku Sejak awal tak bisa percaya pada Yoo Jung.
Bagaimana ini? Ibu tak akan bisa punya menantu yang kaya.” Kata Hong Jun
Aku tak pernah memimpikan itu! Daripada uang, pria yang bisa membahagiakan anakku adalah pria yang terbaik.” Kata Nyonya Hong

Hong Jun pikir sekarang mereka harus mencari pekerja part time lagi dan berharap In Ho datang kembali karena banyak pelanggan yang datang hanya ingin melihat wajah In Ho. Pintu terbuka, Tuan Hong menyapa pelangganya, tapi yang datang adalah In Ho yang baru dibicarakan.
In Ho memberikan sekotak hadiah, mengaku karena tak tahu ukurannya jadi membelikanya saja. Hong Jun melihat isinya Pakaian dalam termal lalu mengejek orang tuanya itu belum jadi kakek nenek. In Ho mengaku hanya ingin memberikanya lalu meminta maaf karena selama ini sudah merepotkanya dan berpesan agar menjaga kesehatan, setelah itu pamit pergi.
Tuan Hong memanggil In Ho, karena sudah datang mengajaknya untuk makan mie lebih dulu. In Ho menolak karena ada urusan, Ibu Hong Sul menyuruh In Ho makan dulu dan akan membuatkanya. Hong Jun pun menarik In Ho untuk duduk karena makan gratis, lalu mengajak ayahnya untuk makan malam bersama juga. Tuan Hong setuju dan langsung duduk didepan In Ho, mengatakan kalau hanya gratis kali ini dan besok harus bayar. In Ho menganguk dengan senyuman karena keluarga Hong masih baik padanya. 


Hong Jun masuk kedalam kamar kakaknya, bertanya apakah kakaknya sudah tidur. Hong Sul tertidur memiringkan tubuhnya. Hong Jun pun duduk diatas tempat tidur kakaknya menceritakan In Ho tadi datang kerestoran membelikan pakaian dalam untuk lansia.
“Ahh.... Dia memang gila. Tapi, sepertinya dia memang pria yang baik.” Ungkap Hong Jun, kakaknya hanya diam saja. Hong Jun pun menyuruh kakaknya tidur saja dan keluar dari kamar. Hong Sul duduk diatas tempat tidurnya dengan wajah lelah setelah putus dari Yoo Jung. 

In Ho sudah siap dengan koper dan tas kecilnya, semuanya terlihat sangat rapih, sesekali melihat sekeliling rumahnya karena sempat tinggal lama dirumah itu. Dengan senyuman ia keluar dari rumahnya dengan membawa koper. Didepan rumah, Hong Sul tiba-tiba datang bertanya apakah In Ho akan pergi sekarang, In Ho kaget melihat Hong Sul yang datang tepat saat akan pergi dari rumahnya.
Setidaknya aku merasa harus mengucapkan salam perpisahan. Kompetisimu Hari ini, 'kan? Aku akan datang menyemangatimu Jagalah kesehatanmu..” Kata Hong Sul
Selamat tinggal Dan jaga kesehatanmu.” Ucap In Ho menarik kopernya, Hong Sul kembali memanggilnya.
Aku tak akan menyesali apa pun. Jadi, aku harap kau merasakan hal yang sama.” Kata Hong Sul, In Ho mengejek Hong Sul  sudah dewasa sekarang. Hong Sul tersenyum, In Ho pun mengucapkan terimakasih karena sudah mau tersenyum padanya, lalu berjalan dengan senyuman bahagia. 

Disebuah gedung, In Ho  membawa bajunya, didepan bagian informasi terlihat spanduk  [Kompetisi Musik] Ponselnya berbunyi, Sang Keun menelpnya. In Ho mengaku baru saja mau menghubunginya karena akan memberikan semua tabunganya sekarang.
Bukan itu, tapi pengacaramu sudah mengurus semuanya sekarang.” Kata Sang Keun, In Ho binggung pengacara siapa yang dimaksud
Aku serius, dia sudah membayar semua utangmu. Dan mereka memberikan kami kontrak yang menyatakan bahwa jika kami menganggumu lagi, dia akan menuntut kami. Dan si gengster itu hanya bisa diam saja.” Cerita Sang Keun
Si Bosnya memukul kepala Sang Keun dari belakang, karena dianggap sebagai gangster dan mengajaknya makan. In Ho terlihat binggung tapi berpikir itu adalah Yoo Jung yang mengurusnya, wajahnya tersenyum. 

Peserta lain memainkan pianonya diatas panggung, In Ho terlihat tegang di pinggir panggung dengan setelan wajahnya. Setelah selesai semua penonton memberikan tepuk tangan pada penampilan peserta lainnya. Akhirnya In Ho masuk ke atas panggung memberikan hormat, semua penonton memberikan tepuk tangan.
In Ho terdiam melihat Dibangku penonton, ada Prof Noh dan Shim yang menonton, ada juga In Ha dan juga Jae Woo yang duduk bersebelahan. Matanya berkaca-kaca melihat kakaknya yang menonton. Lalu ia memainkan piano dengan memejamkan matanya lebih dulu untuk meresapi permiananya. Permainan In Ho sangat baik sampai Prof Shin dan Noh menonton dengan senyuman. 

Keluarga Hong berkumpul sambil memakan buah, Tuan Hong mengeluh dengan hukuman  200 jam pelayanan masyarakat. Nyonya  Hong juga tahu ada denda yang harus dibayar 5 juta won dan mengingatkan kalau suaminya itu tak keberatan dengan hukumannya ringan seperti itu.
Itu karena aku kasihan saja pada In Ho. Saat aku mengingat kakaknya itu, aku mau makan orang rasanya.” Kata Tuan Hong menghela nafas
Aku bahkan heran ayah mengajaknya makan kemarin. Padahal saat di rumah sakit, kau seperti tidak mengenalnya.” Ejek Hong Jun pada ayahnya.
Hei! Kau harus tetap kuliah! Cepat kuliah sana!” teriak Tuan Hong yang membuat semua terkejut. Hong Jun mengaku sudah tak mau kuliah lagi,  hanya mau mengurus resto mie ibu dan akan belajar bagaimana caranya memasak mie

Hong Sul masuk kamar mendengar ayahnya kembali memarahi adiknya yang ngeyel. Pesan masuk ke dalam ponselnya, In Ha mengirimkan pesan “Ini aku, Baek In Ha. Mungkin akan terdengar sedikit aneh, tapi... aku minta maaf. Dan juga, Yoo Jung memesan tiket penerbangan jam 3 sore. Setidaknya aku sudah memberitahumu ini. Hong Sul berkaca-kaca membacanya.
Yoo Jung duduk dengan memegang paspor dan tiketnya dibandara, tatapan melihat kesekeliling bandara. Pikiran kembali mengingat kenangan dengan Hong Sul yang berlari kearahnya lalu mereka berpelukan. Pertama kali Hong Sul jatuh di pelukanya saat tak sengaja terselengkat di depan pintu. Tanganya juga terulur mengajak Hong Sul jalan bersama.

Hong Sul sudah berganti baju dengan jaket dan juga syalernya, tapi ia hanya diam diatas tempat tidurnya. Sudah pukul 3 dan di wallpaper masih memasang foto dirinya dengan Yoo Jung. Ia hanya bisa menangis tak bisa mendatangi Yoo Jung. Yoo Jung melihat paspornya, lalu mengambil tasnya tapi kembali menatap kearah belakang seperti berharap seseorang datang. Hong Sul masih terus menangis didalam kamarnya. Yoo Jung pun pergi dengan menarik kopernya. 

 [3 Tahun Kemudian]
Setelah lulus, aku akhirnya bisa bekerja di perusahaan yang kuinginkan. Tapi, pekerjaan itu hanya dunia khiasan saja. Karena aku tetap menjalani kehidupanku seperti yang biasanya.
Hong Sul dengan rambut belah pinggir masuk ke dalam kantornya dan duduk dimeja kerjanya,  Didepanya sudah ada beberapa orang yang baru keluar dari ruang rapat. Seorang pria terlihat mengoda wanita kalau ia mengikat rambutnya karena mengatakan wanita akan cantik jika rambutnya diikat. Si wanita kesal dengan ucapan si pria.
Pria itu berpikir wanita itu  menyukainya. Wanita itu terlihat kesal akhirnya membuka ikatan rambutnya. Si pria semakin percaya diri menyuruh si wanita menyatakan saja kalau memang suka dan terus mengejarnya.
Kemanapun aku pergi, akan ada selalu orang yang seperti Oh Young Gon.
Hong Sul pergi ke tempat fotokopi, seorang wanita dengan berkacamata menghampirinya dan membahas Hong Sul adalah orang pertama yang mendapat promosi dan memberikan selamat. Hong Sul pun mengucapkan terimakasih. Si wanita melihat jaket Hong Sul yang bagus dan bertanya beli dimana. Hong Sul mengaku hanya beli di toko pinggir jalan.
Dan rekan kerja seperti Son Min Soo...

Seorang pria tambun berkacamata mendekati Hong Sul bertanya apakah File yang kemarin sudah memeriksanya sebelum mengirimnya, Hong Sul  mengatakan baru saja menyelesaikannya dan memberikan berkasnya. Si pria terlihat karena Hong Sul sudah menyelesaikan dan mengucapkan terimakasih.
Dan rekan kerja seperti Sang Chul.
Hong Sul hanya bisa menghela nafas mengucapkan terima kasih karena berkat rekan kerjanya itu membuatnya  begadang semalaman,
Aku mendapat dunia yang sama seperti dulu. Dunia yang sama merepotkannya, tapi...Tapi sekarang aku menjadi orang yang lebih tenang lagi.

Hong Sul tak sengaja bertemu dengan Jae Woo  yang akan pulang di lobby setelah beli makanan, Jae Woo bertanya balik apakah Hong Sul tak pulang. Hong Sul mengaku sebentar lagi akan pulang, lalu menyuruh cepat pergi karena orang yang menunggunya pasti akan sangat marah.
Bagaimanapun aku mencoba, tppai kepribadiannya tidak berubah. Oh ya, Baek In Ho berhasil masuk ke Universitas Musik, Sung Hwan. Dan juga, kondisi tangannya sudah jauh membaik sekarang.” Cerita Jae Woo, Hong Sul terlihat datar menangapinya.
Jae Woo pun pamit dan memberikan semangat pada Hong Sul, lalu memanggil In Ha yang sudah menunggunya. In Ha menjerit kesal ingin memukul Jae Woo karena tadi mengatakan hanya menunggu 5 menit tapi ini sudah 30 menit. Jae Woo pikir belum 5 menit dan memasangkan syal di leher In Ha.
Kenapa kau selalu saja membuatku menunggu lama belakangan ini? Aku kan rindu padamu!”rengek In Ha, Jae Woo mengaku sangat rindu padanya juga lalu mengajak makan steak karena baru gajian. In Ha pun memeluk Jae Woo pergi bersama kelua dari gedung.
Hong Sul yang melihatnya hanya bisa tersenyum, lalu dengan tatapan sedih memberikan selamat. 

Disebuah restoran dengan nuasa outdoor, terihat piano ada ditengah ruangan. In Ho bermain dengan penuh penghayatan, beberapa pengunjung terhayut dengan permaiannya. Setelah selesai semua pelanggan pun memberikan tepuk tangan.
In Ha mendatangi adiknya, memuji permainan adiknya sangat bagus dan menganggap adiknya seorang Pianis terhebat dunia. In Ho menyuruh kakaknya diam karena terlalu berlebihan, In Ha meminta adiknya bermain piano yang upbeat karena sudah datang mengunjunginya, In Ho mengeluh bukan ada diklub.
Sang kakak tak peduli, menyuruh adiknya memainkan dan berteriak memanggil Jae Woo, lalu meminta tepuk tangan pelanggan karena adiknya ingin memainkan piano dengan irama upbeat. Akhirnya In Ho memaikan musik upbeat, kakaknya dan Jae Woo pun menari mengikuti irama musik. In Ho pun tertawa melihat kakaknya. 

Hong Sul masih ada didepan meja kerjanya, mengecek email lalu melihat folder Email ke Yoo Jung yang Belum Terbaca, wajahnya terlihat sedih belum bisa memiliki kabar dari Yoo Jung.
Pesan dari Bo Ra masuk  Hong! Ada yang ingin aku katakan padamu. Mampir ke tokoku setelah kau selesai kerja.
Hong Sul pun mematikan komputernya dan membiarkan email untuk Yoo Jung masih terbuka. 

Eun Taek memaikan scanner harga di pipi Bo Ra, Bo Ra yang ada dikasih menyuruh pacarnya diam saja. Hong Sul melihat Eun Taek juga ada ditoko, Bo Ra mengaku sulit sekali bertemu dengan cowoknya yang satu ini, bahkan hampir tak punya waktu untuk kencan.
Hong Sul mengejek Eun Taek yang sibuk sekarang, Bo Ra menceritakan pacarnya yang selalu saja mengikuti managernya seperti seorang kacung. Hong Sul memperingatakan Eun Taek yang terlalu sibuk sampai meninggalkan Bo Ra. Eun Taek pikir untuk apa ia meninggalkan pacarnya itu sambil memegang tangan pacarnya, Bo Ra pun mengelus kepala pacarnya. Hong Sul tersenyum melihatnya. 

Setelah itu ia ingin mencari sesuatu untuk Ah Young. Bo Ra bertanya kenapa Hong Sul ingin memberikan hadiah, Hong Sul menceritakan Bo Ra yang mau ke Amerika dan adiknya sangat galau seperti orang mau mati saja.
Bo Ra menghampiri Hong Sul yang sedang memilih jaket,  mengatakan kalau ia punya hadiah untuknya. Hong Sul bertanya apa hadiahnya, Bo Ra pikir tak masalah jika Hong Sul mau menolaknya. Eun Taek mengatakan kali ini orangnya sangat keren, jadi menyuruh untuk melupakan  Ahn Chi Myung karena pria itu jelek dan juga belagu.
Hong Sul tersenyum menyuruh temanya tak perlu menjodohkan dan membawa satu jaket piliha ke meja kasir, Bo Ra tak ingin temanya itu singll sampai tua. Hong Sul menegaskan bisa mencari pria sendiri. Bo Ra melihat baju yang dipilih Hong Sul bagus jadi menyarankan untuk memakain saat kencan buta saja. Hong Sul menyuruh Bo Ra membungkuskan saja karena memang untuk Ah Young.
Eun Taek tetal menyuruh Hong Sul untuk pergi aja bahkan bisa membelikan baju itu untuknya secara gratis. Bo Ra menolak tapi memberikan diskon saja. Hong Sul tetap menolak menyuruh Bo Ra untuk membungkusnya saja. 

Hong Sul berjalan pulang dengan menyebrangi zebra cross sambil bergumam Tapi, di satu sisi... keinginanku untuk mengenal orang itu mulai semakin berkurang... keinginanku berkurang saat aku mulai semakin dewasa.
Terlihat Yoo Jung yang berjalan berlawan arah denganya. Hong Sul hanya melihat sekilas lalu sempat menengok kebelakang tapi berpikir hanya pikiran saja.
Hong Sul masuk kedlam kamarnya sambil melihat laptopnya.
Aku ingin tahu, apakah akan ada saat aku mengkhawatirkan sesuatu hanya untuk lebih mengenal orang itu. Sunbae  mungkin membutuhkan waktu yang sama saat aku mencoba untuk mengenalnya.
Jarinya mulai mengetik di laptopnya, kemudian mengecek kembali emailnya.
Tidak.... Dia mungkin membutuhkan lebih banyak waktu daripada aku.
Hong Sul melihat emailnya yang belum dibaca satupun, ibunya teriaka memanggil Hong Sul untuk makan. Hong Sul pun keluar kamar meninggalkan laptopnya. 

Di layar komputer masih banyak email yang belum dibaca Yoo Jung, tiba-tiba email dibagian atas berubah warna tanda Yoo Jung sudah membaca pesan dari Hong Sul.
Terdengar panggilan Yoo Jung yang memanggil Hong Sul dan Hong Sul berlari ke arah Yoo Jung dengan wajah bahagia. Tangan Yoo Jung pun terulur, Hong Sul pun meraihnya agar berpegangan tanganya bersama.

THE END  

Komentar 

Kok gue ga suka yah sama akhirnya agak maksa gitu, mungkin karena suka yang happy ending dan jelas gitu ini jadi kayanya gantung. Walaupun emang akhirnya Yoo Jung bisa ngertiin Hong Sul karena baca pesanya. Tapi Kenapa ga akhirnya mereka pergi berlibur bersama karena sebelumnya Yoo Jung ngajak Hong Sul berlibur tapi karena kecelakaan itu jadi ga jadi dan artinya mereka udah bisa saling mengerti. 

Ditambah lagi, kayanya Yoo Jung ga salah deh karena ngelakuin itu karena ada alasannya, cuma orang-orang disekelilingnya aja aneh, cuma Hong Sul emang yang bisa ngertiin. Berasa pingin nambah lagi episodenya, biasa ngeliat Yoo Jung & Hong Sul bisa ada scene romantis lagi. hihihi... 

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 



20 komentar:

  1. Mungkin ini efek dr park hae jung ada seteru sama tim produksi kali... makanya dibuat nggak happy ending... episode endingpun dia keluarnya cuma sebentar. Dan yang lebih aneh lagi kenapa dr semua orang yang happy justru baek in ha padahal udah jelas pemeran utama jung dan inha itu jahat(ngeselin lebih tepatnya) .. hmmm mungkin konsep happy ending nggak berlaku disini...

    BalasHapus
  2. Mungkin ini efek dr park hae jung ada seteru sama tim produksi kali... makanya dibuat nggak happy ending... episode endingpun dia keluarnya cuma sebentar. Dan yang lebih aneh lagi kenapa dr semua orang yang happy justru baek in ha padahal udah jelas pemeran utama jung dan inha itu jahat(ngeselin lebih tepatnya) .. hmmm mungkin konsep happy ending nggak berlaku disini...

    BalasHapus
  3. Aku merasa Yo jung udah mantau Sul lama deh, mungkin setiap hari Yo jung berpapasan dg Sul, tapi Sul nya ga menyadari

    BalasHapus
  4. Happy untuk semua nya tapi untuk akhir hubungan hong sul dan yoo jung aku gk suka hahhaha ngegantung
    Tapi tetep suka sama ini drama apa lagi ngikutin dari awal sukaaa deh sama pemeran nya cucok :p
    Tulisan mba dee enak banget buat di baca kereeeenn makasih mba dee :)

    BalasHapus
  5. Cinta ku mentok di email

    BalasHapus
  6. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  7. ngga ikhlas bgt dah endingnya kaya gini๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚ ...klo ada season 2 sih ngga apa apa.. jujur sdih bgt liat adegan yoo jung yg genggam tangan seol waktu seol masih blom sadar...huhuhuhu.....

    BalasHapus
  8. Ga ngerti dengan endingnya,sangat tidak mewakili perasaanku, 10 menit terakhir harusnya ada cerita yang lebih jelas antara jung dan seol. Bahkan aku sangat menikmati kesalahpahaman di awal pertemuan mereka. begitu sabar menunggu seol yang memahami jung dan akhirnya memahami mengapa jung kelihatan aneh di mata org2. berharap ada scene romantis di injury time untuk membayar semua ituuu ...
    why oh why... simple banget. ga berasa, datar, mentah lagi seperti di awal cerita.
    gimanapun makasih mba dee yang udh sampai finish buat rekapnya...

    BalasHapus
  9. Saya lihat infonya bakalan ada special ep . tapi ko nyari yg spc ep.ga ada, ada yg tau kah?

    Krena endingnya yg kurang greget jdi tetap penasaran nyari spc.epsnya...

    BalasHapus
    Balasan
    1. sama, belum nemu juga ep spesialnya hiks, baper apalgi dengar soundtracknya

      Hapus
    2. sama, belum nemu juga ep spesialnya hiks, baper apalgi dengar soundtracknya

      Hapus
  10. Mungkin krn versi webtoonnya masih jauh dari kata tamat jd pd nim nya sengaja bikin akhirnya ngegantung sebenarnya ngak ngagantung bgt krn pas putus jung bilang ingin bertemu seol lg setelah dia siap mencintai seol nah pas jung bales email manggil seol nah itu adalah waktu yg tepat.. sayang pdnim nya nyuruh kita2 sendiri yg mereka2 seperti apa mereka bersatu...

    BalasHapus
  11. Selama ni nonton drakor..mesti happy ending..lha ni awalnya dah menggebu-gebu eh malah ngegantung..menyebalkan

    BalasHapus
  12. Wah iya ini ngegantung banget ini dramanya..hiks hiks romantisnya udah dapat,sebenarnya banyak pelajaran yg bisa diambil disini. Pesannya tersampaikan juga. Hanya itu beberapa cerita ga di tampilkan adegannya spt kata mba dyah ga ada cerita liburan bersamanya. Trus endingnya gantung banget..hiks hiks. Bener setuju juga kalo ada season 2 nya.(salam kenal ya..buat semuanya juga yg ikutan komen).

    BalasHapus
  13. Kalo ga salah udah ada spesial episodenya d YouTube..tp kyknya cuma cuplikan pertemuan seul dan yoo jung dri awal sampai akhir aja..pdhl ngarep nya ada jawaban dri Ending yg ngegantung itu d spesial episodenya..coba yahh endingnya seul dan yoo jung dibuat berpapasan di jalan n saling Natap aja kyknya itu msh lumayan dehh..sumpah sakit hati nnton endingnya..msh susah move On jg..sibuk nyari2 webtoonnya jg mw liat endingnya d webtoon ajah

    BalasHapus
  14. Walo endingnya sdikit gak iklas tp melihat nada2 di akhir episode ini yakin akan happy ending..hong seol & yoo jung kan tipe setia tuch.. just set on your mind happy ending hehe..yg ku sayangkan karakter park hae jin nya kurang bnyk yak..mlh clear ending di baek in ha & ho. By the way, makasih sinopsisnya sis :)

    BalasHapus
  15. Asli asli gw juga kecewa badaii dong ini ko bisa gini yaa endingny.. ??

    BalasHapus
  16. berharap ada season 2... masih on going yah komiknya..... *mak mak baper gegara liat cool nya jung*... #lupainsuamibentar

    BalasHapus
  17. Semoga endingnya di webtoon bs lebih baik dr dramanya ��

    BalasHapus
  18. Ending yang beda. Sinopsis yg menarik dan akhirnya donlot dan nonton berulang2. Abis diliat berulang2 jd ngerti ini ending yang baik.
    Saat Jung di bandara. Jung masih mencari dan bharap Seol bakal dating. Seol uda kliatan mau ngejar ke bandara, bajunya ganti, pake jaket dan tas dipangkuan. Tp dia nyoba ngertiin Jung, Jung kan kecewa Seol tluka dan sakit karena Jung, Jung butuh waktu buat dia nyiapin diri, dan mantap. Seol nahan diri dg nangis, buat kebaikan Jung.
    Dan mereka buktiin, waktu selama apapun karena saling yakin, imaginasi kita bs jalan meski ending cuma di email.
    #menurutku

    BalasHapus