Kamis, 03 Maret 2016

Sinopsis Come Back Mister Episode 3 Part 2

Hong Nan duduk di restoran, meminum soju dengan membuka lebar kakinya karena dalam dirinya adalah jiwa dari Gi Tak. Beberapa pria didekatnya merasa terhipnotis dengan kecantikan Hong Nan lalu berjalan mendekatinya, menyapanya terlihat seperti kesepian karena duduk sendiran.
“Maukah kutraktir minum?” goda si pria, Hong Nan dengan lambaian tanganya menyuruh Pria itu menyingkir.
Si pria tertawa mengejek lalu ingin duduk disamping Hong Na, dengan cepat kaki Hong Nan menendang kursi dan membuat si pria jatuh terjungkal. Hong Nan memberitahu Nona yang satu ini butuh waktu sendiri memikirkannya, jadi akan sangat marah kalau di ganggu, dan sudah memberitahunya sebanyak lima kali.  Si pria ingin marah, Hong Nan membuka botol bir dengan giginya dan membuangnya, setelah itu mencampur dalam gelas besar yang sudah berisi soju.
Sebelum minum matanya melirik pada pria-pria yang menganggunya, akhirnya pria-pria nakal pun menyingkir. Hong Nan meminum habis soju yang dicampur dengan bir. 

Flash Back
Yi Yeon menceritakan sesuatu yang dikhawatirkan yaitu mendapatkan tawaran foto tanpa busana, lalu bertanya apakah ia harus menerima tawaran itu. Hong Nan terdiam.
Jujur saja, aku tak percaya diri. Bercerai karena aku selingkuh.Bahkan ada rumor kalau aku mempermainkan seorang anak muda,  Apa yang harus kulakukan untuk bisa membesarkan anakku sendiri? Dalam keadaan seperti ini, anakku akan direbut dariku. Tidak ada tempat lagi bagiku... Aku tak punya siapapun yang bisa kupercaya.” Ucap Yi Yeon dengan mata berkaca-kaca, Hong Na menangisn mendengarnya.
Sekarang, aku tak punya siapapun. Karena situasiku seperti ini, kalau kau bicara padaku mengenai orang yang sudah mati dan membodohiku, mungkin aku akan membunuhmu.” Kata Yi Yeon menatap Hong Nan
Ancamanmu... cukup menakutkan.” Ejek Hong Nan
Yi Yeon memperingatkan Hong Nan untuk jangan membicarkan hal ini pada orang luar, lalu memperlihatkan fotonya saat berpelukan dengan Gi Tak. Hong Nan kaget melihatnya, Yi Yeon bertanya apa yang akan dilakukan Hong Nan untuk menolongnya. 

Hong Nan menopang kepalanya dengan wajah sedih, di sebelahnya terdengar orang menangis sambil menjerit “Kenapa dia harus kencing duduk? Sudah sering kali kularang dia, tapi dia tetap begitu.Topangan tangan Hong Nan pun jatuh dari atas meja, beberapa orang pun menengok kearah sumberk suara.
Beberapa saat kemudian, soju di botol Hae Joon habis dan meminta membawakannya lagi. Hong Nan akhirnya duduk didepan Hae Joon membahas kalau ayahnya itu buang air kecil sambil duduk. Hae Joon binggung, wanita didepanya bisa tahu. Hong Nan memberitahu sudah satu jam Hae Joon mengatakan itu berulang-ulang. Hae Joon merasa bersalah meminta maaf pada semua pengunjung sambil menangis.

Di dunia ini ada 3 pria yang tak enak dipandang,yaitu pria yang menangis selagi mabuk, membuat keributan dan melakukan keduanya di saat bersamaan.” Kata Hong Nan menunjuk Hae Joon sudah melakukan yang ketiga.
“Nona... aku bukan orang seperti itu.Tapi!!!....  Hari ini sangat berat bagiku.” Jerit Hae Joon kembali menangis, Si bibi restoran pun membawakan kembali soju keatas meja.
Hong Nan membuka soju dengan mulutnya, menyuruh Hae Joon minum dan diam saja, atau lterima kenyaatan mengenai ayahnya. Menurutnya Ayah Hae Joon itu adalah pria hebat untuk sekarang termasuk makhluk langka, meskipun buang air kecil sambil duduk tapi tetap saja harus disayangi. Hae Joon tetap saja menangis sambil menjerit memanggil ayahnya. 


Hong Nan memakan ikan dengan mencolek gohujang memberitahu  Hidup hanya sesaat jadi menurutnya hal seperti ini tak berarti baginya. Hae Joon sudah tak menangis dengan bibir atas yang dimasukan kedalam. Hae Joon tiba-tiba mendekati Hong Nan, dan memperhatikanya kalau dibibirnya itu. Hong Nan menyuruh Hae Joon tak perlu mengodanya.
Akhirnya Hae Joon mengambil ikan asin dengan mencolek gohujang dan memberitahu wajahnya seperti nogari lalu bergaya seperti Wonder Girl dengan menganti lirik “Nogari, nogari but you.” Lalu kembali menangis karena nama ikanya sama dengan nama ayahnya. Hong Ah kesal mengajak Hae Joo pulang saja karena sudah terlalu mabuk.
Hong Nan berdiri meminta bill pada Ahjumma, Hae Joon menolaknya karena ingin membayarnya karena sudah mendengarkan ceritanya. Ahjumma datang membawa bill. Hae Joon membuka dompet tapi tak ada uang sama sekali. Hong Nan pun bertanya berapa totalnya  sambil mengeluarkan dompet, Ahjumma memberitahu semuanya $48ribu. Hong Nan kaget melihat didompetnya hanya 10ribu won sambil menatap langit-langit memberitahu kalau itu tak cukup.

Hae Joon mencari dompet lainya karena sudah berjanji akan membayarnya, keduanya terus mencari diselipan dompet tapi ada ada selembar uang didalamnya. Hong Nan seperti orang gila berbicara ke langit-langit agar Ma Ya mendengarnya kalau mereka kekurangan uang. Hae Joon binggung karena sebelumnya ada banyak uang didalam dompetnya.
Hong Nan terus berteriak kalau Ma Ya itu sedang tidur jadi tak mendengarnya, Ahjumma dengan nada menyindir bertanya apakah mereka mau bayar atau tidak.  Hong Nan bertanya apakah Hae Joon tak punya uang, Hae Joon mengangguk. Hong Nan mengumpat Hae Joon itu hanya tampang saja kaya tapi dompetnya kosong.
Akhirnya Hong Nan memanggil pria yang tadi menawarkan diri untuk mentraktirnya, jadi meminta untuk membayar semua tagihanya. Si pria merasa kesal dengan sikap Hong Nan yang berani mempermainkanya, Hong Nan mulai melemaskan tanganya dan siap berkelahi. Lalu bertanya kenapa Hae Joon hanya diam saja, Hae Joon binggung. Hong Nan berteriak menyuruh Hae Joon lari sekarang juga.
Ahjumma mengejarnya dan mengambil uang yang dilempar Hong Nan, tapi dibawah bil ada uang cash membayar semuanya. Ahjumma heran dengan dua orang itu yang kabur padahal sudah membayar semuanya. 


Keduanya berlari bersama, Hae Joon berhenti sejenak dengan nafas terengah-engah bertanya kenapa mereka harus lari. Hong Nan pikir nanti saja mengucapkan terimakasih padanya dan melambaikan tangan sebagai tanda perpisahannya. Hae Joon masih terengah-engah merasa tak asing dengan cara salam wanita itu dan melihat cara berjalannya dengan kaki terbuka lebar. 

Hae Joon memberhentikan pintu lift sebelum tertutup, Hong Nan sudah ada didalam memandang sinis. Hae Joon mencoba menjelaskan kalau bukan mengikutinya tapi ia juga menginap di hotel itu. Hong Nan pun bisa menurunkan matanya, keduanya sama-sama menekan lantai 15.
Hong Nan merasa tak asing dengan orang itu, Hae Joon pun bisa mengingat kejadian tadi pagi saat di lobby mereka bertabrakan dan tak sengaja tanganya memegang bokong si wanita. Hong Nan terlihat kesal, Hae Joon hanya bisa membungkuk meminta maaf. 

Keduanya ternyata tinggal di kamar berhadapan, sebelum masuk Hae Joon bertanya apakah mereka pernah bertemu sebelumnya. Hong Nan merasa dengan cara seperti itu membuat reputasi pria menjadi buruk, karena sebelumnya sudah membicarakan tentang istrinya. Hae Joon menjelaskan bukan itu, lalu berjalan mendekat kalau Hong Nan itu pasti seorang artis.
Hong Nan kesal hanya karena dirinya memakai baju itu membuat orang mengira artis, lalu menyuruh Hae Joon pergi saja. Hae Joon langsung menarik tanganya, dengan mata dibuka lebar-lebar mencoba menatapnya dengan jeli. Hong Nan seperti tak bisa menolaknya saat Hae Joon mendorongnya ke dinding.
“Apa yang akan kau lakukan?” tanya Hong Nan, Hae Joon meminta untuk menatapnya sebentar. Hong Nan mengumpat memberikan kepalan tanganya.
Hae Joon terus mendekat, membuat kepalan tangan Hong Nan terbuka. Hae Joon semakin dekat dan melihat bayangan dirinya sebagai Young Soo, Hong Nan terkesima melihat mata, bibir dan jakun Hae Joon.

Karena terperangkap di tubuh wanita, apakah perasaanku juga jadi wanita? Kenapa jantungku berdegup kencang? Ahh... Tidak, tidak. Aku cuma banyak minum saja. Gumam Gi Tak panik
“Dari awal aku tahu kau  tak asing.” Bisik Hae Joon dan tanganya mulai memegang kepala Hong Nan.
Dia lebih nekat dari tampangnya dan Baunya khas pria liar.Gumam Gi Tak mulai terpengaruh dengan tatapan Hae Joon tapi mencoba menyadarkan dirinya untuk siap berkelahi.
Wajah Gi Tak yang asli  seperti mulai merem melek hanya di pegang wajahnya, Hae Joon mulai mendekat, Gi Tak kembali bergumam kalau tak boleh melakukan hal itu dan meyakinkan dirinya adalah pria sejati. Hae Joon sangat dekat, Gi Tak menjerit kalau pria didepanya sangat keren dan akhirnya mencium Hae Joon lebih dulu.
Jam ditangan mereka pun menyala, seperti terlihat Gi Tak dan Young Soo berciuman, lalu keduanya sama-sama menjerit, Hong Nan ingin menendangnya. Tapi Hae Joon menjeri memanggil “Hyung” pada Hong Nan, Hong Nan pun memanggilnya “sayang” keduanya saling berpelukan terlihat Gi Tak dan Young Soo yang berpelukan.
Hong Nan senang sekali bisa bertemu lagi, Hae Joon juga senang karena cepat atau lambat bertemu kembali. Keduanya kembal berpelukan sesama pria. Gi Tak terlihat sangat bahagia sampai melompat di pelukan Young Soo. 

Didalam kamar, Hae Joon berdiri dengan sangat bangga. Hong Nan merasa Hae Joon itu pernah menyelamatkan negara di kehidupan sebelumnya atau menyuapnya. Hae Joon langsung membuka jaketnya dengan bangga mempelihatkan tubuhnya dan tertawa bahagia kalau dirinya itu  hebat.
Hong Nan merasa bagian tubuh Hae Joon dengan otot yang sangat keras, Hae Joon terlihat kesa karena tak bisa kepemandian umum lagi, Hong Nan binggung menanyakan alasanya. Hae Joon mengangkat bajunya takut kalau coklat kotak-kotak di tubuhnya akan meleleh lalu tertawa bahagia. Hong Nan mengumpat kesal karena Hae Joon terus mengodanya, tapi setelah it menjerit mereka bisa datang ke pemandian air dingin saja.
Mata Hae Joon terlihat kesal, lalu berbisik kalau mereka bisa minum es coklat. Keduanya tertawa bahagia, Hong Joon mengodanya seperti mencolek coklat ditubuh Hae Joon mengaku sangat enak. Hae Joon mengoyangkan tubuhnya dengan sangat bahagia. 

Hae Joon  duduk dengan bangga mengaku sudah tak perlu parutan karena bisa mengunakan otot di perutnya. Hong Nan tiba-tiba menarik celananya bertanya apakah  “adik kecilnya” itu berubah juga. Hae Joon menarik celananya merasa keadaan itu aneh. Hong Nan tetap saja memaksa ingin melihat dengan melepaskan celana Hae Joon.
Hae Joon mendorong Hong Nan agar menghentikanya, Hong Nan merasa Hae Joon itu melihatnya seperti wanita sekarang. Hae Joon menganguk, Hong Nan makin mendekat lalu mengoda kalau dirinya sangat cantik yang membuat jantung berdebar-debar. Hae Joon kembali mendorong Hong Nan tak ingin menanggapinya.
Hong Nan kembali meminta agar Hae Joon bisa mempelihatkan miliknya, Hae Joon akhirnya menyerah karena mereka berasal dari dunia yang sama jadi akan memberitahu lalu membisikan ditelinganya. Hong Nan tak terima kembali berteriak ke langit-langit “Apa Aku banyak melakukan dosa?” Hae Joon menarik temanya untuk duduk kembali.
Menurutnya Hong Nan tak perlu marah, karena temanya itu tak memiliki apa yang tak dimilikinya, yaitu dua benda yang ada didadanya. Hong Nan melihat dadanya dan kembali bertanya apa kesalahanya selama ini, sambil berteriak kelangit-langit merasa seharusnya mendapatkan bentuk yang lebih besar lagi menurutnya ini tak adik. Hae Joon kembali menarik Hong Nan untuk tenang dan melakukan nanti. 


Keduanya minum bir bersama, Hong Nan bertanya berapa lama akan merahasiakan tentang kematiannya pada sang anak. Menurut Hae Joon sangat menyakit apabila ayahnya itu meninggal setelah menerima suap. Dengan penuh keyakinan, Hae Joon ingin membersihkan namanya dulu. Hong Nan mengejek Hae Joon yang ingin dianggap sebagai rentenier.
Pokoknya, Han Hyung....  Apa Kau tak punya gejala seperti ini? Seperti Mulut terus berbicara dan tak sesuai dengan keinginnanku.” Kata Hae Joon, Hong Nan terdiam teringat saat keduanya berciuman lalu jam yang mereka pakain menyala, menurutnya itu seperti efek samping. 

Han Na sengaja menutup semua tubuhnya dengan selimut, sambil menangis melihat ponsel ayahnya yang sudah pecah dan melihat telp terakhir dari anaknya. Han Na mengingat pembicaraan terakhir kali dengan ayahnya, meminta sang ayah tak banyak minum dan cepat pulang. Sang ayah mengatakan sudah berjalan pulang. Han Na terus menangis karena sang ayah mengatakan agak segera pulang, menurutnya itu hanya kebohongan.
Da Hye mencuci baju dikamar mandi teringat terakhir kali marah pada suaminya Kau kerap kali meninggalkan keluarga memberikan hidupmu pada perusahaan. Harusnya gajimu lebih banyak... untuk menghilangkan rasa sedihnya, Da Hye mencuci seluruh kamar mandi, mulai dari kaca toilet dan lantai. Tuan Kim menatap keluar jendela dengan tatapan sedih, lalu melihat sepatu milik anaknya yang masih disimpannya. 

Tuan Lee Hae Joon (asli) dengan kacamatanya berjalan dibandara, memberitahu ada perubahan rencana, Karena cuaca buruk, pesawatnya mendarat di Jepang jadi harus terjebak dibandara beberapa jam.
Sek Wang memberitahu ketua Cha kalau Hae Joon akan sampai ke korea besok, lalu memberitahu kalau anaknya itu sudah diam-diam sudah melakukan inspeksi di Dept. Store menurutnya Ketua Cha lebih baik  pura-pura saja tak mengetahuinya, karena anaknya itu mungkin butuh waktu untuk memeriksa segala sesuatunya sendiri. Ketua Cha langsung menghentikan tanganya yang sedari tadi memutar kacang ditanganya. Sek Wang langsung mengerti.
“Ketua bilang, jangan main-main dan cepat datang kemari” teriak Sek Wang
Dibandara, Hae Joon menatap keluar jendelas ambil bergumam “Sejak awal dia ingin menguji kemampuanku, baiklah... Aku akan segera datang ayah. Tidak... maksudku, Ketua... meskipun kau tak pernah mengakui sebagai anakmu, akan kurebut tempatku dengan kemampuanku” wajah Hae Joon terlihat sangat serius dengan rencananya. 

Han Na duduk didepan pintu restoran, seorang pria dengan kesal mendorong pintu karena disadar Han Na, lalu mengomel melihat anak kecil yang datang lagi. Han Na ingin masuk tapi si pria langsung mendorong kepala tak boleh masuk.
“Hei.. anak kecil... kau belum menyerah juga?” ucap si pria
Kau kira semua orang akan terpedaya hanya karena ganti logo saja ? Kembalikan kalung Ayahku!” jerit Han Na
Tak ada kalung yang kau maksud itu! Dasar Bocah ini keras kepala juga rupanya.” Teriak si pria lalu mendorongnya untuk pergi. 

Han Na berjalan dengan wajah sedih, tak sengaja melihat Jegal Gil sedan membuang sampah di samping restoran. Akhirnya mendekati Jegal Gil untuk menanyakan apakah ia tak tahu tentang kalung ayahnya. Jegal Gi mengatakan tak tahu, lalu terdiam sejenak mengingat tentang Kalung.
“Maksudmu, milik  Pasangan si Cantik dan Buruk rupa?” tanya Jegal Gil
Benar ternyata kau mengetahui.... di mana Kalung milik ayahku?” tanya Han Na dengan mata berbinar-binar.
“sepertinya aku tahu, tapi tidak tahu juga.” Kata Jegal Gil sambil memegang lehernya.
Tolong carikan... Itu barang peninggalan ayahku yang sudah meninggal” kata Han Na dengan menahan air matanya.
Jegal Gil pun ikut sedih sambil berjongkok berjanji akan menemukan kalung itu walaupun dihajar oleh Nona Lee dan langsung mengaitkan jarinya dengan Han Na. Di sebuah salon, Han Na kaget melihat Jegal Gi meminta kalung pada pacarnya dan menerima tamparan. 

Hae Joon berdiri depan Mall Sunjin, berbicara sendiri dengan penuh keyakinan ada seseorang  yang bisa membuktikan kalau ia tidak bunuh diri dan pasti ada bukti yang bisa ditemukan setelah itu akan memberitahu pada istrinya lalu berjalan masuk ke dalam mall.
Seluruh pegawai wanita langsung menyambutnya dengan membungkukan badan bersamaan. Manager Ma juga menyapanya dengan memanggilnya “Kepala Cabang”. Hae Joon binggung melihat ada orang dibelakangnya berpikir kalau orang itu juga harus diberi hormat.
Manager Ma memuji Kepala Cabang baru memiliki sikap rendah hatinya pada pelanggan, lalu memberikan tepuk tangan memuji sesuai yang diharapkan. Hae Joon binggung dan ikut bertepuk tangan. Manager Ma terus merasa bangga kalau Kepala Cabang baru memang sangat  Luar biasa

Hae Joon memastikan tak ada orang yang didalam kamar mandi, sambil berjongkok diatas toilet berbicara dengan Ma Ya.
“Kenapa mereka memanggilku “Kepala Cabang”? bisik Hae Joon binggung, mata Ma Ya terlihat menghitam karena terlalu banyak begadang.
“Apa Kau tidak tahu? Kepala Cabang yang baru adalah Lee Hae Joon.” Jelas Ma Ya sambil menguap lebar
Kenapa kau tak bilang padaku dan baru mengatakannya sekarang?” jerit Hae Joon
Masa aku baru mengatakannya sekarang? Aku juga sudah berupaya keras. Bahkan Aku sampai bergadang semalaman mengatasi si Lee Hae Joon.” Jelas Ma Ya sedih, Hae Joon pun bertanya dimana kembarannya itu sekarang 

Hae Joon sedang ada dilandasan udara, dengan bahasa jepang bertanya apakah tak ada masalah. Pria itu meminta Hae Joon tak perlu khawatir, dengan banga melihat mungkin pesawatnya terlihat tua tapi selalu dirawat jadi bisa diandalkan. Hae Joon bukan itu maksudnya tapi menunjuk pria yang ada dibawah pesawat.
Pria itu memberitahu pilotnya sudah sering terbang antara Jepang dan Korea, Si pilot terlihat meminum arak dulu sebelum terbang.

Pesawat berawak dua orang pun lepas landas, diatas ketinggian si pilot menyanyi berteriak seriosa, Hae Joon duduk disampingnya hanya bisa menutup kupingnya, lalu dengan suara keras bertany jam berapa mereka akan sampai dengan bahasa jepang.
Si pria terlihat tak medengarnya, Hae Joon semakin mengeraskan suaranya agar bisa terdengar. Si Pria menjawabnya dengan bahasa korea kalau dalam sejekap mereka akan sampai. Hae Joon kaget membuka kacamatanya.
Kita akan sampai dalam sekedipan mata, ini perjalan gratis, penumpang gelap! Tidak ada yang lebih sibuk daripada aku” teriak si pilot
“Jadi Kau orang Korea? Lalu kenapa kau menganggapku sebagai penumpang gelap., Aku bayar 250 ribu won.” Kata Hae Joon tak terima
Kau juga pasti kena tipu. Tapi pesawat ini memang ingin pergi ke Seoul, jadi tidur saja” teriak Si pilot, Hae Joon pun mengumpat kesal.
Si pilot pun menyapa bagian bandara, terlihat wanita dengan name tag Ma Ya memberitahu VFR akan memandu navigasinya. Si pria pun terlihat sangat bahagia, Ma Ya tersenyum bahagia melihat pesawat dengan teropongnya sambil mengucapkan selamat tinggal, dari mulutnya seperti menghembuskan angin dan membuat berbelok lalu hilang kontak. Beberapa saat kemudian tiga orang yang ada didalam ruangan binggung melihat kursi didepan mereka berputar sendiri. 


Hae Joon melonggok dari depan toilet, ketika keadaan sudah aman keluar dari persembunyianya. Tapi tiba-tiba Manager Ma datang, langsung membungkuk pada Kepala Cabang baru. Hae Joon langsung membungkuk juga dengan memanggil nama Manager Ma.
Manager Ma binggung karena Hae Joon bisa mengenalinya lalu berpikir bisa melihatnya di profile pegawai dan kembali memujinya. Hae Joon masih tak percaya dirinya sebagai Kepala Cabang. Manager Ma pikir Hae Joon masih kurang nyaman dengan sambutan berlebihan, jadi sengaja untuk datang sendirian. Hae Joon mengerti Manager Ma ingin menemaninya berkeliling, jadi mempersilahkanya. 

Hae Joon berjalan dengan tegap mengelilingi bagian Mall, semua pegawai wanitanya membungkuk dalam hatinya berguma “Tidak ada yang berani menatap mataku langsung, ini tak seperti aku dulu.” Teringat kembali saat ia harus membungkuk pada Presdir Cha bahkan sampai mengelap sepatu dicelananya.
Manager Ma meminta maaf karena Kemarin tak mengenalinya, Hae Joon bertanya apakah Manager Ma sekarang mengenalinya. Manager Ma membenarkan, Hae Joon pikir esok pasti Manager Ma akan melupakannya dan mengejek ingatannya seburuk itu. Manager Ma hanya bisa meminta maaf.
Hae Joon melihat karena sudah tua jadi otaknya tak berfungsi, lalu menyuruhnya untuk berolahraga daripada duduk di kantornya seharian bermain Go-Stop.  Manager Ma membungkuk akan melakukan yang disarankanya. Hae Joon tersenyum memanggil nama Manager Ma. Wajah Manager Ma tak percaya memanggilnya dan kembali menunduk.

Hae Joon menjahilnya dengan memanggil nama Manager Ma, Manager Ma makin menunduk lebih rendah lagi karena Hae Joon semakin membungkuk mendekatinya. Hae Joon tersenyum lalu melihat Da Hye yang baru melayani pelanggan. Da Hye melihat Hae Joon menyuruh cepat pergi. Hae Joon bertanya pada Manager Ma siapa dirinya.
Manager Ma menyebut Kepala Cabang Lee Hae Joon, Da Hye terlihat kesal karena Hae Joon tak pergi juga. Hae Joon berbisik tak bisa mendengarnya. Manager Ma akhirnya berteriak “Kepala Cabang Lee Hae Joon” Da Hye kaget, Hae Joon pun tersenyum karena bisa memberitahu jabatanya. 


Han Na datang ke Mall, Ji Hoon datang menanyakan kenapa Han Na datang. Pegawai itu menanyakan apakah Kim Young Soo membelikan kalung yang ada didalam kotak. Han Na yakin ayahnya membeli kalung itu dengan harga diskon sebagai karyawan. Ji Hoon menatap Han Na yang datang sendirian. 

Disisi Mall lainya, Beberapa orang sedang meminta tanda tangan pada artis muda dan foto bersama. Tiba-tiba terdiam karena melihat yang datang, semua berbisik dan memberikan jalan karena artis Song Yi Yeon yang datang. Si artis terlihat ketakutan memilih untuk bersembunyi dibalik patung sambil mengeluh Yi Yeon datang ke mall.
Yi Yeon berpura-pura baru melihat si pria dan menyapa sudah lama tak bertemu. Si artis muda berpura-pura tersenyum memuji Yi Yeon yang makin cantik saja. Yi Yeon mengaku nafsu makanya kembali setelah tak pernah melihatnya. Si artis merasa Yi Yeon sedang bercanda denganya, Yi Yeon melirik ada beberapa orang yang terlihat tergopoh-gopoh berlari kearahnya.
Oh ya. Aku lupa menanyakan satu hal,  kenapa kau lakukan itu? Kenapa kau lakukan hal itu padaku? Aku sangat penasaranSebenarnya kenapa kau lakukan itu padaku?”sindir Yi Yeon sinis 

Tangan Yi Yeon bergetar ketika melihat pria-pria makin mendekat, dengan senyuman menyapa pria-pria yang sudah lama tak bertemu. Pria itu bertanya kenapa Yi Yeon itu datang ke Mall. Yi Yeon pikir sudah pasti semua orang datang ke Mall pasti belanja. Pria itu memohon agar Yi Yeon bisa belanja di Mall lain saja.
Yi Yeon menatap si pria lalu melihat semua pengunjung yang menatapnya, Si pria merasa kalau para pengunjung tidak nyaman, dari arah berlawanan Hong Nan berjalan melirik Yi Yeon tanganya sengaja memeggang tangan Yi Yeon tapi Hong Nan langsung melepaskanya. Yi Yeon hanya bisa meremas tanganya sendiri dengan senyuman memberitahu si pria kalau ia juga adalah pelanggan di Mall itu juga. 

Hae Joon sedang berjalan, Da Hye memanggilnya. Manager Ma menyuruh Da Hye pergi. Hae Joon melambaikan tanganya meminta Manager Ma untuk pergi. Manager Ma binggung akhirnya berjalan mundur beberapa langkah. Hae Joon mengeretakan giginya menyuruh lebih jauh, Manager Ma pun lebih jauh lagi.
Da Hye ingin berbicara, tapi Hae Joon dengan senyumanya membenarkan kalau ia adalah Kepala Cabang yang baru dan pasti membuatnya terkejut. Dengan bangga mengatakan kalau ia memang tampan sambil menyengirkan giginya. Da Hye ingin tau bagaimana Hae Joon bisa mengenali suaminya.
Hae Joon mengaku memang sangat dekat jadi Young Soo meminjam uang padanya, Da Hye merasa tak pernah mendengar nama Hae Joon sebelumnya. Hae Joon yakin Young Soo itu memang orang yang bisa menjaga rahasia, jadi sangat menyukainya, kembali membanggkan dirinya kalau ia adalah orang penting.
Da Hye meminta buktinya, karena suaminya itu bukan orang yang seperti itu. Hae Joon mengomel kalau dirinya itu tak mungkin membawanya kemana-mana sambil mengeluarkan semua diseluruh kantongnya dan dengan senyuman berjanji akan memberikanya, jadi sekarang meminta berhenti mencurigainya dan kembali berkerja, karena ada wanita yang terus melotot yang akan membuat Da Hye dipecat. Da Hye pun hanya bisa menghela nafas dan kembali berkerja. 

Si artis muda berteriak kesal di telp, kalau Yi Yeon yang menanyakan alasan melakukan bahkan tak tahu kalau wanita itu tiba-tiba datang dan bertanya apa yang harus dilakukan. Tiba-tiba seorang wanita menabraknya, si artis ingin marah tapi melihat kecantikan Hong Nan urungkan niatnya.
Hong Nan meminta maaf sambil mengodanya dengan kibasan rambutnya, lalu berjalan melihat ponselnya. Si artis langsung terkesima melihat badan Hong Nan dari belakang, lalu menyadari ponselnya tertukar dan mengejar Hong Nan. Dengan senyuman manisnya, Hong Nan kembali meminta maaf sambil mengembalikan ponselnya. 

Disisi counter lainya, Hong Nan mengingat angka dengan mengulanginya beberapa kali  374-75187,
Flash Back
Hong Nan sengaja menukar ponselnya dan melihat bagian Log Telp milik si artis muda dan melihat list paling atas. Saat itu juga, Si artis sadar ponselnya tertukar.
Akhirnya Hong Nan menyimpan nomor didalam ponselnya, dengan senyuman bahagia kalau sudah mendapatkanya. Ketika membalikan badanya, Seung Jae dengan wajah dingin bertanya apa sebenarnya rencana Hong Nan dengan wajah dingin. 

Presdir Cha masuk kedalam mall, beberapa petugas pria membungkukan badanya, Tapi Presdir Cha melirik sinis mengeluh karena digaji bukan memberikan sambutan yang menyedihkan, lalu menyuruh untuk memecat semuanya.
“Coba Lihat. Semua orang menunggu dengan harap-harap cemas, jadi Cepat usir wanita itu.” Perintah Presdir Cha dengan ketus, Sekertarisnya mengerti.


Ketika berjalan dilorong, Han Na menghadang Presdir Cha sambil menanyakan apakah paman itu Presdir di Mall itu. Presdir Cha menyangkal dan salah orang.
Anda Presdir Cha Jae Gook kan?” kata Han Na, Presdir Cha melotot mellihat Han Nan
Sekertaris mendatangi Yi Yeon memberitahu kalau Presdir meminta untuk meninggalkan Mall segera dan juga Nona Oh yang sudah dipecat. Yi Yeon mengejek hanya ingin belanja saja lalu menantang apakah ia ingin menyeretnya, Sekertaris memberitahu kalau itu  tak akan terjadi kalau Yi Yeon segera meninggalkan maal dalam waktu 5 menit.

Yi Yeon melirik dingin memberitahu selama 24 tahun menjadi bagian keluarganya, mengeluh Seketarisnya itu berani melakukan hal itu padanya. Si sekertaris itu hanya menatapnya, Yi Yeon pun akhirnya setuju akan segera pergi jadi meminta apabila pakaianya sudah selesai bisa dikirim kerumah. Sekertaris memberitahu 1 menit sudah berlalu.
“Jadi begitu cara kalian memperlakukan pelanggan?  Kau tak bisa mengenali orang dan memperlakukan pembeli seperti ini, tanpa membedakan urusan bisnis dan pribadi” teriak Hae Joon, Sekertaris pun hanya bisa diam. 


Hae Joon dan semua karyawan langsung membungkuk meminta maaf karena merasa tak nyaman, dan akan memastikan situasi seperti itu tak terjadi. Semua kembali membungkuk meminta maaf kembali. Yi Yeon hanya terdiam.
Dilantai dua, Hae Joon melirik melihat Hong Nan ada disana memberikan tembakan sebagai pujian. Hae Joon pun memberikan kedipan mata dengan senyuman. 

Hong Nan memberitahu Seung Jae kalau Yi Yeon ingin pergi, apakah tak mengawalnya. Seung Jae melirik ke lantai bawah, kembali bertanya apa sebenarnya yang direncanakanya. Hong Nan memberitahu hanya ingin tahu siapa dalang dibalik semua ini. Seung Jae mengertikan Hong Nan itu sengaja datang ke Mall hari ini. Hong Nan memberitahu kalau ia sudah mengetahui siapa pelakunya.
“Yang pertama.... Si kunyuk itu ketakuan melihat Lee Yi Yeon dan ternyata benar, lalu seorang yang bertemu Na Suk Chul itu menyuruh  untuk mengalahkan Yoo Hyuk. Lalu yang Tiga, orang di belakang Na Suk Chul adalah otak di balik kejadian yang menimpa Yi Yeon.” Kata Hong Nan yakin

Han Na dengan mata berkaca-kaca memohon pada Presdir Cha kalau ayahnya itu tak bunuh diri, dan merasa yakin kalau ada yang salah dengan kejadian ini semua karena ayahnya tak mungkin berpikir pendek. Presdir Cha terlihat panik karena beberapa pengunjung berkumpul menyuruh Han Na melepaskan tanganya.
Ji Hoon datang memberitahu Han Na tak boleh bersikap seperti itu lalu meminta maaf. Presdir Cha bertanya siapa anak itu sambil membersihkan jaketnya. Ji Hoon memberitahu Han Na adalah anak dari Mendingan Young Soo. Han Na memberikan bukti kalau ayahnya yang membeli hadiah itu untuk ibunya jadi tak mungkin bunuh diri.
Presdir Cha melihat semakin banyak orang berkerumun, Han Na kembali memegang jaket Presdir Cha memohon agar menolongnya. Presdir Cha langsung melepaskan tangan Han Na dan lmendorong tanpa belas kasihan. Han Na merangkak sambil menangis mengambil kalung yang dibelikan ayahnya, tepat dibawah sepatu.
Tangan Hae Joon mengepal dengan keras, matanya berkaca-kaca melihat anaknya yang merangkak mengambil kalung. Han Na menangis menatap pria yang disangka penguntit. Mata Hae Joon menatap penuh dendam pada Presdir Cha, sementara Presdir Cha tersenyum licik melihat sainganya. 


Epilog
Pesawat Hae Joon mendarat di pantai, Hae Joon pun memapah si pilot di pinggir pantai. Ketika sampai membaringkan dipasir, si pilot terlihat sudah tak bernyawa lagi. Hae Joon membuka kacamatanya, melihat sekeliling hanya ada karang dan tebing. Terdengar teriakan “tidakkkkkkk” dari sebuah pulau kecil dikelilingi oleh lautan. 
bersambung ke episode 4 

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 



Tidak ada komentar:

Posting Komentar