Rabu, 02 Maret 2016

Sinopsis Cheese In The Trap Episode 16 Part 1

Langkah perawat dan dokter mendorong dengan cepat tempat tidur, Hong Sul dengan kepala berlumuran darah tak sadarkan diri. Yoo Jung melihat pacarnya mencoba memanggil dengan wajah panik, tanganya memegang erat dengan cincin couple yang digunakan bersama.
Tepat didepan ruang operasi, perawat tak memperbolehkan Yoo Jung masuk, pegangan Yoo Jung pun terlepas membiarkan Hong Sul berjuang sendiri diruang operasi. Dalam tak sadarkan diri, Hong Sul seperti masih bisa bergumam dalam hati.
Kenapa aku menggenggam tangan Sunbae saat itu? Walaupun aku tahu, ada sesuatu yang aneh pada dirinya Dan aku merasa takut.
Yoo Jung pertama kali memegang tangan Hong Sul didepan kost-an dan Hong Sul yang tak ingin melepaskanya meraih tangan Yoo Jung kembali. Sebelumnya senyuman Yoo Jung saat penerimaan mahasiswa baru membuat Hong Sul takut, lalu ketika berkas-berkas jatuh di tangga, Yoo Jung dengan sengaja menginjaknya lalu pergi begitu saja. 

Hong Sul sudah masuk ruang operasi dengan selang dimasukan kedalam mulut dan beberapa dokter mulai membedahnya.
Ya. Aku menganggap semua itu bukanlah masalah. Karena aku juga selalu memperhatikannya.  Di balik senyum manisnya, ada rasa kesepian, dingin dan sifat anak-anaknya.
Hong Sul tak enak hati saat Yoo Jung masuk ke dalam kelas Prof Kang dan menyapanya ketika duduk disampingnya. Mereka sempat bertemu di mesin minuman, lalu Yoo Jung yang terlihat asyik bermain sendiri dengan semut yang berjalan ditanganya.
Pertama kali mereka makan bersama, Hong Sul mengajak makan kimbap di minimarket dan Yoo Jung binggung cara membukanya. Sampai akhirnya Hong Sul tak sengaja lewat minimarket, Yoo Jung sedang belajar membuka bungkus kimbap dengan benar sendirian.
“Sepertinya hal itu membuatku penasaran pada Sunbae yang memiliki sisi yang sama sekali berbeda denganku. Sisi yang hanya aku yang bisa melihatnya. Dan juga bahwa dia hanya menunjukkannya padaku.

Yoo Jung menunggu didepan ruang operasi sendirian, keluarga Hong datang dengan tergopoh-gopoh dan wajah panik. Tuan Hong menanyakan keadaan anaknya, apakah terluka parah dan berharap lukanya tak parah
Tulang rusuknya patah, hingga organ lainnya juga ikut terluka.” Jelas Yoo Jung, Ibu Hong Sul langsung lemas mendengarnya. Hong Jun menahan ibunya tak percaya semua ini terjadi pada kakaknya.
Kudengar dia ditabrak mobil. Bagaimana hal ini bisa terjadi?” tanya Ibu Hong Sul lalu berusaha mencoba menyakinkan kalau anakny itu baik-baik saja. Yoo Jung terdiam karena tak bisa menjelaskanya. 

Dokter keluar dari ruang operasi menanyakan wali dari Hong Sul, Keluarga Hong dan Yoo Jung berjalan menghampiri dokter. Dokter memberitahu Akibat kecelakaan itu, Hong Sul mengalami pendarahan otak, selain itu Paru-paru dan hatinya terluka karena tulang rusuknya juga patah. Kedua orang tua Hong Su melotot kaget,
Tapi, operasinya berjalan lancar.” Kata Dokter, semua langsung mengucap syukur dan terimakasih
Kami sudah memindahkannya ke ruang rawat,  Dia akan tersadar beberapa jam kemdian. Dia masih mengalami pendarahan, tapi kondisinya sudah normal kembali. Kami masih harus terus memantau kondisinya.” Jelas Dokter, Semua pun mengerti, Dokter pun meninggalkan keluarga Hong. Ibu Hong Sul kembali lemas mendengar keadaan anaknya.
Tuan Hong menenangkan istrinya kalau operasi berjalan dengan lancar jadi tak perlu khawatir lagi. Ibu Hong Sul mengangguk menguatkan dirinya. Yoo Jung menatap ruang operasi terlihat sangat tegang. 

In Ho masih berlatih piano dikampus, beberapa kali tanganya yang mengalami peradangan kembali terasa kaku dan berhenti sejenak. Ponselnya berdering, ada telp dari kakaknya. Tapi yang berbicara suara laki-laki, In Ho menatap ponselnya untuk memastikan kalau nomor kakaknya yang menelp.
Siapa ini? Kenapa ponsel kakakku ada padamu?” tanya In Ho ketus
Aku adalah teman In Ha. Dia seperti orang gila sekarang... Dia terus saja meneleponmu tapi kau tak mengangkatnya. Jadi, aku yang meneleponmu sekarang. Sepertinya kau harus cepat datang ke sini.” Cerita Jae Woo
Apa yang sebenarnya terjadi?” tanya In Ho panik 

In Ha hanya duduk seperti orang yang hilang ingatan, Polisi memanggilnya dengan sopan, menegur In Ha yang hanya diam saja akan membuat posisinya jadi lebih berbahaya. In Ho datang dengan wajah panik bertanya apa yang terjadi dan kenapa kakaknya bisa sampai ada dikantor polisi.
Um... apa kau adiknya?” tanya Jae Woo mendekati In Ho, In Ho pun mengenali suara Jae Woo sebelumnya menelpnya dan bertanya apa sebenarnya yang terjadi
“Apa Kau baik-baik saja?” tanya In Ho pada kakaknya dengan wajah khawatir.
“Nona yang satu ini baik-baik saja. Tapi, masalahnya Nona yang satunya masih belum sadar.” Jelas polisi, In Ho binggung mencoba menanyakan pada Jae Woo
Aku juga baru datang, jadi masih belum tahu ceritak lengkapnya. Sepertinya dia terlibat perkelahian dan lawannya terluka parah karena tertabrak mobil.” Cerita Jae Woo 

Yoo Jung dengan muka sangat marah langsung mencengkram baju In Ha dan ingin menghajarnya. In Ha seperti orang gila menjerit dan langsung berusaha kabur. In Ho menarik kakaknya bertanya apa sebenarnya yang terjadi karena Yoo Jung sangat marah pada kakaknya. In Ha mengaku kalau itu hanya sebuah kecelakaan dan itu bukan salahnya. Yoo Jung melotot tajam karena In Ha tak mau mengakui kesalahanya.
Ini semua karena kau. Jika kau tak jahat padaku, semua ini tak akan terjadi! Ini semua adalah salahmu!” teriak In Ha, Yoo Jung mengumpat dan ingin menyerang In Ha, sang adik dan Jae Woo serta polisi mencoba menahanya.
Jika sesuatu terjadi pada Hong Sul karena ulahmu itu... Aku tak akan memaafkanmu! Aku akan membunuhmu!” teriak Yoo Jung mengancam, In Ho terdiam mendengarnya dan bertanya apa maksud ucapanya, Yoo Jung memilih untuk keluar dari kantor polisi. 

In Ho mengejar Yoo Jung sampai ke depan kantor polisi dan Yoo Jung langsung menghempaskan tangan In Ho ketika menariknya. In Ho bertanya apakah Hong Sul belum sadar juga.
Seharusnya kau pergi saat aku menyuruhmu pergi.” Tegas Yoo Jung menyalahkan In Ho
Di mana rumah sakitnya?” tanya In Ho
“Apa Kau masih berani untuk menemuinya sekarang?” teriak Yoo Jung sangat marah dan memilih masuk ke dalam mobil. In Ho pun akhirnya berlari keluar dari kantor polisi. 

In Ho berlari menyusuri lorong rumah sakit dengan wajah panik, didepan ruang operasi sudah ada orang tua Hong Sul dan Yoo Jung terlihat tertunduk sedih. Hong Jun melihat In Ho datang, mengajaknya untuk menemui orang tuanya. Yoo Jung dengan mata dingin melihat In Ho yang berjalan mendekati orang tua Hong Sul.
Wajah Tuan Hong dan istrinya tertunduk dengan wajah dingin, Ibu Hong Sul pun mengangkat wajahnya menatap In Ho yang berdiri didepanya. In Ho membungkuk meminta maaf atas yang terjadi pada Hong Sul.
Apa salah Hong Sul sebenarnya... hingga dia tega seperti ini?” tanya Ibu Hong Sul, In Ho hanya bisa mengatakan meminta maaf dengan wajah tertunduk.

Tapi, pasti ada alasannya. Dia bukanlah anak yang suka berkelahi, jadi... Kenapa dia melakukan ini?” tanya Tuan Hong berdiri, In Ho kembali mengucapkan permintaan maafnya. Yoo Jung menatap sinis In Ho seperti menyalahkan semua atas tindakan kakaknya.
Aku akan bertanggung jawab atas semuanya.” Kata In Ho
Tanggung jawab apa? Bagaimana kau bisa bertanggung jawab? Anakku masih belum sadar dan juga....” ucap Ibu Hong Sul tak bisa melanjutkan ucapanya dan memilik pergi, tapi badannya terlalu lemas untuk berjalan.
Yoo Jung dan yang lainnya kembali memapah Ibu Hong Sul agar tak jatuh, Akhirnya Yoo Jung menyuruh In Ho pulang saja, mereka pun pergi ke ruang rawat Hong Sul. Hong Jun pun tak bisa berbuat apa-apa pamit untuk mengikuti orang tuanya.
In Ho terlihat sangat sedih dengan Hong Sul atas ulah kakaknya, ponselnya bergetar, wajahnya kembal berubah panik mengatakan akan segara datang dan meminta supaya menahanya agar tak pergi. 


Di kantor polisi
In Ho bertemu dengan Jae Woo bertanya tentang kakaknya. Jae Woo mengaku tak bisa menghentikannya, karena orang-orang itu membawa dokumen untuk berhak untuk membawanya.
Apa maksudmu... Siapa yang membawanya?” tanya In Ho
Kepala Seksi Staf, Taerang Group, kalau tak salah namanya Choi Myung Hoon.” Kata Jae Woo memberikan kartu nama yang didapatnya.
In Ho langsung menghubunginya memberitahu kalau ia adalah In Ho menanyakan keberadaan kakaknya. 

Si pria dengan kepala yang sudah berubah, Myung Hoon memberitahu In Ha sedang bersamanya sekarang. In Ho bertanya kenapa sang kakak harus bersama orang itu. Myung Hon memberitahu kalau Sampai masalah ini selesai, mereka akan melindunginya.
In Ho mengumpat karena tak mungkin orang dari Taerang itu akan melindungi kakaknya lalu bertanya keberadaanya. In Ha berteriak dibawa oleh dua petugas, Myung Hon langsung menutup telpnya. Dua petugas terus menarik In Ha yang terus memberontak. In ha bertanya pada Myung Hon kenapa mereka melakukan ini padanya dan meminta untuk dilepaskanya.
Dua petugas terus menariknya, sampai depan pintu tertulis  [Bangsal Rumah Sakit Jiwa] Setelah In Ha masuk, Myung Hon menelp melaporkan sudah melakukan apa yang diperintahaknya. Tuan Yoo yang menerima laporan membiarkan untuk memberitahu In Ho karena jika dia datang, tak akan ada yang berubah dan minta supaya mengosokan jadwalnya esok. 

In Ho masuk kerumah sakit jiwa, didepan meja receptionist bertanya keberadaan kakaknya dengan wajah panik. Perawat melihat berkas lebih dulu untuk memastikan In Ha itu nama pasien yang dirawat dirumah sakit, lalu memberitahu In Ho tak bisa berkunjung jadi mempersilahkan untuk datang lagi besok.
Apa maksudmu? Kenapa kalian membawanya tanpa ijin? Aku adalah adiknya!” teriak In Ho, Perawat meminta supaya In Ho tenang.
Keluarkan dia sebelum aku marah. Di mana dia?” teriak In Ho ingin memukul dengan kotak yang ada ditanganya.
Apa anda tidak ingin tenang? Atau anda ingin diseret keluar dari sini?” kata perawat dengan nada mengancam. In Ho pun berusaha untuk tetap tenang. 

In Ho sengaja menginap dirumah sakit sampai pagi haripun datang, Akhirnya ia bertemu dengan In Ha diruang tunggu dengan menanyakan keadaan kakaknya lebih dulu. In Ha masih tak percaya Tuan Yoo bisa melakukan ini padanya.
Aku selalu baik padanya. Bukannya membantuku, tapi dia malah mengirimku ke sini?” ucap In Ha tak percaya
“Jadi Bukan Yoo Jung, tapi Ahjussi yang mengirimmu ke sini?” kata In Ho kaget
Aku merasa hidup seperti di neraka karena melawan Yoo Jung Dan si Pak tua itu selalu meminta bantuanku mengawasi anaknya tapi dia malah menahanku?” kata In Ha benar-benar geram
Baek In Ha. Apa kau memberitahu Ahjussi semuanya?” tanya In Ho mulai panik
Apa hanya aku? Kau juga melakukannya. Dulu waktu SMA, kau juga selalu menjawab pertanyaannya tentang Yoo Jung. Jadi, kenapa kau hanya menunjukku? Kenapa aku harus diperlakukan seperti orang gila di sini? Orang gila yang harus ada di sini adalah Yoo Jung.” Teriak In Ha kesal
Ia lalu memegang tangan adiknya merasa akan menjadi gila sungguhan apabila tinggal ditempat itu, jadi meminta In Ho untuk menemui Tuan Yoo dan memohon padanya untuk mengeluarkan dari tempat itu. In Ho terlihat kebinggungan karena memang semua salahnya, In Ha berteriak ingin pulang saja dan berusaha untuk kabur, dua petugas langsung menahanya agar tak kabur dan kembali memasukan keruangan rawat. Sang Adik sedih melihat kakaknya harus terkurung dirumah sakit jiwa. 

Didepan rumah sakit, In Ho menelp Sek Choi untuk menanyakan keberadaan Tuan Yoo sekarang, karena ingin menemuinya. Sek Choi memberitahu Ketua Yoo sedang sibuk jadi Akan sulit untuk menemuinya.
Aku harus menemuinya sekarang! Atau kau mau kubakar rumahnya itu?” teriak In Ho mengancam
Jika kau bertindak kasar, Baek In Ha mungkin tak akan bisa lolos. Tolong berpikirlah sebelum bertindak.” Tegas Sek Choi, In Ho pun tak bisa berkata apa-apa lagi dan hanya bisa meluapkan amarahnya dengan menendang dinding. 

Nyonya Hong langsung mengucapkan terimakasih karena Tuan Yoo datan kerumah sakit, Tuan Yoo merasa mereka tak perlu mengucapkan terimakasih karena sudah seharusnya datang kerumah sakit, melihat keduanya  pasti sangat menderita sekarang.
Jangan khawatir. Operasinya berjalan dengan lancar dan dia akan segera sadar. Aku memiliki banyak koneksi di rumah sakit ini, dan meminta mereka memberikan perawatan yang terbaik. Jadi, kalian tak perlu  jangan khawatir lagi.” Ucap Tuan Yoo, Nyonya Hong kembali mengucapkan terimakasih sambil membungkuk
Ini bukan sesuatu hal yang besar,  Aku juga sudah menyiapkan ruangan agar keluarga kalian bisa istirahat. Dia akan dipindahkan ke sana juga, kalian bisa istirahat sekarang. Dan jangan khawatir tentang biaya rumah sakitnya. Aku yang akan mengurusnya.” Kata Tuan Yoo, Tuan Hong binggung bertanya kenapa Tuan Yoo harus melakukanya.
Dia adalah teman anakku, tentu saja harus aku bantu. Tolong terimalah bantuanku ini.” kata Tuan Yoo, diujung lorong Yoo Jung sudah menatap dingin ayahnya yang berbicara dengan orang tua Hong Sul. Sang ayah pun menyadari kedatangan anaknya. 


Di lorong rumah sakit lainya.
Yoo Jung bertanya bagaimana ayahnya bisa tahu tentang hal ini, Tuan Yoo menceritakan In Ha meneleponnya dari kantor polisi dan Direktur Han sudah mengurusnya. Yoo Jung kaget direktur Han itu  orang yang pernah bekerja dengan Dr. Baek.
Jadi, ayah mengirimnya ke rumah sakit jiwa?” tanya Yoo Jung kaget
Lihat saja sikapnya itu. Tak mungkin orang yang normal bersikap seperti dia. Direktur Han bilang, sikapnya itu adalah gejala megalomania serta gangguan amarah impulsif. Dia pasti bisa sembuh di sana.” Jelas Tuan Yoo
Jadi, ayah membuatnya seperti seorang pasien sakit jiwa? Hingga dia tak akan bertanggung jawab atas kesalahannya? Aku tidak setuju.” Kata Yoo Jung marah
Tidak apa jika kau tidak setuju. Bayangkan jika dia masuk pengadilan. Apa kau bisa menjamin bahwa dia tak akan menyebut nama Taerang di sana? Dan jika itu terjadi, perusahaan kita akan goyah. Lalu bukan hanya aku yang kesulitan tapi kau juga. Kenapa kau masih belum mengerti juga?” kata  Tuan Yoo pada sang anak dengan nada tinggi
Kenapa ayah tak kasihan sama sekali pada Hong Sul?” ucap Yoo Jung dengan mata berkaca-kaca

Aku memang kasihan padanya tapi dia sudah keluar dari zona kritisnya. Jika kondisinya memburuk, hal itu pasti berdampak pada kita juga. Syukurlah dia baik-baik saja.” Kata Tuan Yoo terlihat sangat santai
Bahkan jika dia sadar nanti, dia mungkin tak akan hidup normal. Karena kecelakaan ini, dia mungkin akan mengalami cacat.” Ucap Yoo Jung
Aku masih bisa memberikan ganti rugi atas cacatnya itu. Jika dia menginginkan hal lain selain biaya rumah sakit, maka aku akan memberikannya uang sebagai penyelesaian. Orang tuanya pasti akan setuju dengan kompensasi itu.  Kau harus memastikan masalah ini tidak sampai ke pengadilan.” Kata Tuan Yoo lalu berjalan meninggalkan Yoo Jung yang melotot kaget mendengar ucapan ayahnya.
Apa aku harus turun tangan langsung begini untuk mengurus mainanmu itu? Kenapa kau selalu saja mengalami kejadian seperti ini? Jangan memulai sesuatu jika kau tak dapat menyelesaikannya! Kupikir, masalah In Ho adalah masalah yang terakhir, Tapi sekali lagi kau mengulanginya.” Teriak Tuan Yoo
Sejak awal, sebenarnya kau tak perlu berpacaran dengannya. Dia juga pasti tak akan menderita begini jika bukan karena kau! Karena itulah kau harus menuruti semua yang kukatakan.” Tegas Tuan Yoo yang menyalakan anaknya, Yoo Jung menatap ayahnya yang menyalahkanya. 


Yoo Jung menatap In Ha yang masih terbaring dengan oksigen yang menutup wajahnya.
Semakin aku mengenalnya, bukannya aku takut...tapi dia malah membuat hatiku berdebar dan juga sakit.
Teringat kembali saat Hong Sul memberikan hadiah sebuah jam tangan dan menerima pelukan dari Yoo Jung. Lalu setelah berkelahi dengan In Ho, mengobatinya didalam restoran. Saat Yoo Jung terluka mengirimkan pesan agar Hong Sul datang dan langsung memeluknya setelah melihat Hong Sul datang.
Aku tak ingin pergi dari sisinya.” 

Yoo Jung menatap Hong Sul sambil bergumam  Awalnya, aku juga tidak tahu... Bahwa aku bisa merasakan perasaan suka pada seseorang Dan bagaimana menyusahkannya perasaan itu Dan juga bagaimana menakutkannya perasaan itu
Ia mengingat senyuman Hong Sul yang berlari kearahnya, lalu saat membantu Hong Sul mengerjakan tugas Prof Kang di ruang print dengan sengaja berdiri dibelakangnya membuat Hong Sul terlihat gugup. Lalu mengajak foto bersama saat foto kelulusan. Dan memberikan ciuman keduanya setelah ciuman pertama mereka ditaman. Setelah itu wajahnya terkejut melihat Hong Sul yang pulang dengan In Ho padahal ia sudah menunggu didepan rumahnya.
Yoo Jung terus menatap In Ho yang belum sadarkan diri
Aku hanya ingin selalu bersamamu. Karena semua yang aku butuhkan adalah kau yang ada di sisiku. Aku tak bisa mengerti... Kenapa orang menatapku dengan tatapan itu? Atau kenapa orang bisa membenciku? Tapi, sekarang aku sudah mengerti.” 

Ia mengingat kembali saat tatapan In Ha yang sangat marah di seret keluar dari ruangan pesta, lalu In Ho dengan memegang tanganya ketika dipukul dengan stick baseball. Yoo Jung menyadarkan tubuhnya dikursi tanpa sedetik pun memalingkan tatapan pada Hong Sul.
Flash Back
Yoo Jung dengan tatapan dinginya megang wajah Joo Yun memperingatinya  Jangan pernah menemuiku lagi. Lalu Do Hyun yang mau melakukan sesuatu pada Hong Sul dan ia mengatakan Kau ini sangat menjijikkan Dan rasanya aku mau muntah melihatmu.

Ketika bertemu dengan Yoon Seob dan Joo Yong kembali mengatakan dengan nada sinis Orang-orang yang menyedihkan. Yang satunya adalah pencuri credit card Dan yang satunya lagi adalah pencuri pakaian dalam. Apa orang tua kalian tahu kehidupan kalian ini?
Min Soo yang meniru gaya Hong Sul, membuat Yoo Jung kembali mengucapkan kata sinidiran dengan memegang rambut Min Soo dengan wajah ketakutan Bagaimanapun caramu untuk menirunya, kau tak akan sama dengannya. Kau pasti sudah menyadarinya, 'kan?
Terakhir kali kemarahanya memuncak saat Sang Chul berteriak di kantornya dan membuat semua orang tahu kalau ia adalah pewaris Taerang Grup. Beraninya kau datang ke sini? Kau pikir ini di mana hingga bisa bertingkah seperti ini?Ucap Yoo Jung sambil mendorong Sang Chul di dinding


Ia datang menemui In Ho mengatakan akan membayarnya tapi memberikan syarat agar menjauhi Hong Sul. In Ho mencengkram baju Yoo Jung dengan mata berkaca-kaca karena marah.
Akulah yang selalu menginjak-injak hati mereka. Dan juga perasaan mereka. Kenapa aku tidak menyadarinya? gumam Yoo Jung dengan air matanya mengalir di pipinya.
Terakhir ucapan ayahnya “Jika kondisinya memburuk, hal itu pasti berdampak pada kita juga. Dan jika itu terjadi, perusahaan kita akan goyah. Lalu ia memberitahu kalau Hong Sul sadar nanti  mungkin tak akan hidup normal.Karena kecelakaan ini, akan mengalami cacat. Dengan muadah sang ayah mengatakan Aku masih bisa memberikan ganti rugi atas cacatnya itu. Jika dia menginginkan hal lain selain biaya rumah sakit, Maka aku akan memberikannya uang sebagai penyelesaian. Orang tuanya pasti akan setuju dengan kompensasi itu.

Perasaan yang terinjak-injak pasti sangat menyakitkan? Kau tak boleh sampai menyerahgumam Yoo Jung menangis sambil memegang erat tangan Hong Sul
Mata Hong Sul terbuka, hanya dengan sorot matanya membuatnya bicara dengan menatap Yoo Jung Tak usah mengatakan apa-apa. Aku sudah tahu apa yang terjadi dan apa alasanmu melakukannya. Dan aku sangat mengerti dengan perasaanmu yang sekarang.
Yoo Jung menangis membalas ucapan Hong Sul dengan bergumam Jika kau terus berada di sisiku, kau mungkin akan terluka lagi. Hong Sul membalas Jangan salahkan dirimu. Dan Aku tak akan pernah pergi. Yoo Jung menatap tangan yang terus mengenggam tangan Hong Sul Tapi, apa kau akan baik-baik saja? Apa kau akan baik-baik saja jika aku terus menggenggam tangan ini?Hong Sul kembali menutup matanya dan kembali tertidur, Yoo Jung terus menatap tangannya yang mengenggam tangan Hong Sul sambil menangis. 

Hong Sul membuka matanya dengan samar-samar terlihat ayah, ibu dan adiknya. Ibunya terlihat bahagia melihat anaknya sudah sadar dan menanyakan keadaanya, dan bertanya apakah masih bisa mengenalinya. Hong Sul yang tak mengunakan masker oksigen menjawab dengan mengangguk.
Adiknya memberitahu kakaknya akan memanggil Yoo Jung yang menunggunya diluar. Hong Sul kembali mengangguk agar Yoo Jung bisa melihatnya. Sang Ibu berterimakasih pada anaknya yang sudah bertahan sambil mengelus rambutnya. Hong Sul keluar kamar, wajahnya binggung karena Yoo Jung sudah menghilang. 

In Ha diberikan makanan oleh perawat, dengan cepat langsung melemparnya ke lantai. Perawat pun datang kembali sambil membersihkan, memberitahu kalau In Ha akan makin sakit apabila tak makan. Lalu menasehatinya untuk minum obat kalau memang mau keluar dari rumah sakit. In Ha menutup matanya seperti tak ingin mendengarka ocehan perawat.
Adikmu datang lagi. Dia belum pernah pulang dan terus menunggu di sini. Apa Kau tak ingin menemuinya?” ucap perawat, In Ha hanya diam, perawat yang kesal pun memilih untuk keluar dari kamar.
In Ho menemui perawat yang baru keluar bertanya apakah kakaknya sudah makan. Perawat memberitah In Ha melemparkannya lagi, hanya meminum vitamin dan juga tak mau minum air putih, bahkan saat akan memasang infus In ha malah melepaskanya. In Ho terlihat sedih bertanya apa yang akan terjadi dengan keadaan kakaknya.
Perawat memberitahu kalau keadaan seperti ini terus maka akan memaasangkan baju pengikat Karena kesehatan pasien adalah prioritas mereka. In Ho pun akhirnya meminta tolong pada perawat dengan wajah melas. 

Di depan kamar ruang rawat, perawat memohon agar In Ho hanya sebentar saja. In Ho mengerti sambil membungkuk mengucapkan terimakasih. Ketika akan masuk pintu terkunci, In Ha duduk dengan tertunduk diam didalam kamar. In Ho pun memberitahu kalau ia datang, In Ha hanya melirik sinis.
Hei... bodoh... Kenapa sikapmu masih tak berubah setelah kau melakukan kesalahan begini? Kau mau keluar dari sini, 'kan? Jika kau begini terus, kau akan tinggal selamanya di sini.” Ucap In Ho sambil mengoyangkan pintu agar In Ha mau membuka pintu.
Kau... tidak akan sendirian. Jadi, tolong jangan bersikap seperti orang yang sudah mau mati saja. Aku membutuhkanmu, In Ha. Jadi, aku mohon, makanlah. Aku akan terus menunggumu di luar.” Kata In Ho, In Ha menangis dan buru-buru menghapus air matanya. 

Jae Woo datang membawakan dua gelas kopi untuk In Ho yang terus menunggu kakaknya. In Ho pun mengucapkan terimakasih, Jae Woo membahas In Ha yang masih belum mau bertemu dengan siapapun. In Ho mengangguk membenarkanya.
Eun Taek bilang Hong Sul sudah sadar.” Kata Jae Woo, In Ho pun mengucap syukur.
“Apa Kau tak mau menjenguknya?” tanya Jae Woo, In Ho menerawang ke arah depan mengatakan kalau itu tak mungkin setelah yang dilakukan kakaknya pada Hong Sul. 

Hong Sul duduk sendirian diruang rawat, Bo Ra dan Eun Taek datang dengan wajah bahagia, Bo Ra bertanya kenapa Hong Sul sendirian dikamar. Hong Sul memberitahu orang tuanya sedang menjaga restoran, jadi Hong Jun dan Ah Young yang menjaganya. Bo Ra terlihat khawatir melihat keadaan temanya.
Ah Young dan Hong Jun datang membawakan sepiring strawberry yang besar-besar. Bo Ra pun bertanya apakah Hong Sul sudah tahu keberadaan Yoo Jung sekarang. Hong Sul mengeleng, Eun Taek tahu Yoo Jung itu belum datang setelah tahu Hong Sul sudah sadar.
Hong Jun merasa aneh karena selama Hong Sul tak sadarkan diri Yoo Jung selalu menemani kakaknya. Ah Young bertanya-tanya kenapa Yoo Jung belum juga datang padahal Hong Sul sudah sadar. Bo Ra menenangkan kalau mungkin Yoo Jung sedang sibuk dengan laporan kecelakaan. Ah Young pikir seharusnya Yoo Jung bisa menelpnya, Hong Jun setuju dan menceritakan Orang tuanya yang merasa kecewa pada sikap Yoo Jung sekarang.
Mungkin saja dia merasa bersalah. Bukannya yang mendorongnya adalah teman masa kecilnya itu?” pikir Eun Taek, Bo Ra menyenggol pacarnya agar tak membahas In Ha.
Jae Woo tiba-tiba datang menjenguk, Bo Ra binggung karena seniornya datang. Jae Woo mengaku sangat khawatir dan meminta agar membiarkan mereka untuk bicara berdua saja. Semua pun keluar dari ruangan untuk menunggu diluar.

Didepan pintu, Bo Ra bertanya-tanya untuk apa Jae Woo datang menjenguk, Eun Taek pikir keduanya itu memiliki hubungan dekat. Bo Ra mengeleng, lagi pula kenapa Jae Woo hanya ingin bicara berdua saja dengan Hong Sul. 
Jae Woo menanyakan keadaan Hong Sul lebih dulu, didepan pintu terlihat Bo Ra dan Eun Taek yang penasaran dengan pembicaran Jae Woo dan Hong Sul. Jae Woo pikir tak seharusnya mengatakan ini karena Hong Sul yang terluka,
tapi, kondisi In Ha sekarang sedang tidak baik. Dia tak mau makan dan juga tak mau menemui adiknya. Aku takut, dia mungkin akan gila sungguhan jika begitu terus. In Ho memberitahuku bahwa ayah Yoo Jung yang mengirimnya ke sana. Tapi, aku tak bisa menemuinya. Jadi, ...... apa kau bias membujuk Yoo Jung?” kata Jae Woo, Hong Sul menatap Jae Woo ternyata datang untuk meminta membujuk Yoo Jung.
Oh, maafkan aku. Kondisimu saja belum pulih dan aku malah ke sini untuk meminta bantuanmu. Semoga cepat sembuh.”kata Jae Woo lalu pamit pergi. Hong Sul mengangguk. 

Yoo Jung duduk sendirian didalam rumahnya, ponselnya terus bergetar, sampai pagi menjelang Yoo Jung tetap duduk disofanya. Ada beberapa miss call dan pesan yang masuk dari ayahnya Sudah hampir seminggu kau tak mengangkat teleponku. Tolong angkat teleponku.
Mata Yoo Jung menatap cincin yang dipasangkan di jari manisnya, teringat pesan Hong Sul setelah memakaikanya. Jangan pernah melepas cincin ini. Dan juga jangan sampai hilang.Yoo Jung melepaskan cincinya dan menatapnya lalu mengenggamnya dengan wajah sedih. 

Hong Sul akhirnya bisa pulang kerumah dengan mengunakan mobil, Hong Jun semakin perhatian sampai mau membawakan tas kakaknya. Keempat terdiam melihat In Ho yang sudah menunggu didepan rumah. In Ho tertunduk seperti masih ada rasa bersalah.
Tuan Hong mendekati Hong Sul, In Ho dengan gugup mengetahui In Ha yang keluar dari rumah sakit hari ini, dan menyadari pemintaan maafnya itu tak berarti tapi dengan hati yang tulus tetap memohon maaf atas semuanya. Tuan Hong yakin In Ho juga sangat menderita sekarang, lalu masuk ke dalam rumah. Hong Sul melihat In Ho hanya tertunduk. Hong Jun dan ibunya pun ikut masuk ke dalam rumah.
bersambung ke part 2  

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar