Kamis, 17 Maret 2016

Sinopsis Come Back Mister Episode 7 Part 2

Yi Yeon melihat video Hong Nan sedang berciuman dengan Hae Joon dan mengingat kata-kata Suk Chul Dia penuh dengan ambisi dan bukan tipe orang yang puas hanya dengan menjagamu.  Lalu sebelumnya Hong Nan menanyakan cara agar ia bisa mengoda hati seorang pria.
Seung Jae masuk ke dalam ruang Gi Tak dengan dua koper ditanganya, memberitahu sudah membawa semua barang yang dimintanya. Yi Yeon dengan mata sinis menanyakan keberadaan Hong Nan sekarang. Seung Jae melotot kaget Yi Yeon menanyakan Hong Nan. 

Hong Nan sudah mengunakan rol rambut sambil menyanyi-nyanyi “Kemana aku harus pergi untuk menangkap Yoo Hyuk?” dan merasa akan berada dalam suasana hati yang buruk. Terdengar jeritan dari ruang rias, para wanita sedang mengerubungi seseorang diruang make up. Yoo Hyuk dengan bangga dikelilingi oleh wanita yang sangat mengaguminya, Hong Nan tersenyum bahagia karena bisa menemukan orang yang dicarinya. Yoo Hyuk mengoda semua wanita untuk mengajaknya minum bir bersama, Hong Nan terlempar kebelakang karena semua model tak memperbolehkan untuk mendekat. 
Hong Nan berusaha menyelinap dari sisi kanan, kiri, tengah tetap tak berhasil, akhirnya ia mengunakan tanganya memegang bokong Yoo Hyuk. Yoo Hyuk langsung menarik tangan yang berani menyentuh bokongnya. Hong Nan berpura-pura meminta maaf karena melakukan kesalahan, seharusnya mengambil spons bedak.
Yoo Hyuk menatap Hong Nan karena belum pernah melihatmu sebelumnya. Hong Nan bergumam kalau “Para pria selalu lemah oleh sentuhan seorang wanita.” Dengan gaya genit membuka kacamata Yoo Hyuk agar bisa melihat lebih jelas lagi dan mengigitnya. Yoo Hyuk tertawa lalu menyuruh semua model untuk meninggalkanya saja.
Kita pernah bertemu sebelumnya, kan?” kata Yoo Hyuk sangat ingat saat mereka salah mengambil ponsel yang terjatuh. Hong Nan membenarkan.
“ini Kedua kalinya... bukanlah kebetulan.” Ucap Yoo Hyuk, Hong Nan pikir mereka bertemu untuk ketiga kalinya karena sebelumnya pernah bertemu untuk mengambil video Yi Yeon.
Apakah kita pernah bertemu di kehidupan masa lalu? Kalau begitu... apa ini takdir?” bisik Yoo Hyuk mengoda
Kita bisa mengetahui apakah benar atau tidak... setelah fashion show.” Kata Hong Nan dengan memainkan jarinya, Yoo Hyuk pun mencium parfum ditangan Hong Nan dengan mengoda untuk pergi bersama. Hong Nan tersenyum sambil menahan rasa muaknya. Yoo Hyuk pun dipanggil untuk mulai berdandan. 

Yi Yeon masuk ke dalam ruang ganti setelah melihat Yoo Hyun pergi. Hong Nan bertanya tujuan Yi Yeon datang. Yi Yeon bertanya balik, kenapa dirinya tak boleh datang karena fashion show yang diselenggarakan oleh Grup Sunjin menampilkan pewaris sebagai modelnya.
Kalau tidak, Apa karena Yoo Hyuk adalah model utamanya?” sindir Yi Yeon
Kau tahu semua alasannya dengan baik.” Kata Hong Nan
Apa yang kau lakukan di sini? Kau mencium saudara tiri dari mantan suamiku dan kau merayu seorang pria yang menjadi selingkuhanku. Lalu apa berikutnya? Apakah mantan suamiku, Cha Jae Gook?” ucap Yi Yeon, Hong Nan membenarkan.
Selama ini targetku adalah Cha Jae Gook.” Kata Hong Nan, Yi Yeon tak percaya Hong Nan benar-benar serius melakukanya.
Jika aku tidak melakukan ini, Gi Tak tidak akan bisa pergi dengan tenang.” Tegas Hong Nan
Yi Yeon masih tak percaya Hong Nan akan membalas dendam untuk Gi Tak. Hong Nan hanya terdiam. Yi Yeon merasa Hong Nan berpikir kalau ia yang membunuhnya.
Apa yang sudah aku lakukan kepadanya? Kenapa aku harus disalahkan atas kematiannya? Aku tidak pernah menyuruhnya untuk mati.” Teriak Yi Yeon dengan mata berkaca-kaca
Seorang penata rias datang karena sudah mencari-carinya, dan menyuruhnya segara duduk untuk mulai berdandan. Hong Nan duduk menyuruh Yi Yeon keluar saja jika tidak ingin mengganggunya karena ini sangat penting baginya. Yi Yeon keluar ruangan dengan menutup matanya mengunakan kacamata hitam. 


Seorang PD terlihat tak percaya didepanya adalah Kepala Cabang  dari Sunjin Department Store. Hae Joon membenarkan lalu bertanya balik apakah ada masalah dengan hal itu. Keduanya melihat profile Hae Joon dari internet dengan wajah yang sama. PD merasa  tidak pernah dikunjungi oleh orang sepertimu.
Kau sudah dengar dari manajernya Song Yi Yeon, kan?” tanya si PD
Ya, tapi aku belum menyetujui wawancaranya. Aku ingin melihat barang yang diminta terlebih dahulu.” Kata Hae Joon
Dalam sebuah ruang kontrol, semua kaset rekam mulai diputar. Hae Joon meminta mencari gambar yang diambil dari atap Sunjin Department Store. PD itu merasa Hae Joon ataupun Yi Yeon akan mewawancarai orang-orang yang telah diabaikan oleh orang kaya jadi ia akan mengikuti kemanapun Hae Joon pergi. Hae Joon bertanya apakah hanya video itu yang di rekam dari helicam. 

Yoo Hyuk mencuci tangan di toilet, terkejut melihat kedatangan Presdir Cha yang ikut mencuci tangan disampingnya. Presdir Cha menyindir Yoo Hyuk yang sekarang semakin populer saja, padahal Tuan Ko biasanya tidak dipandang rendah.
Kau masih belum menempatkan dirimu untuk peragaan busana.” Sindir Presdir Cha.
Aku tidak pernah memandang rendah dirinya. Aku hanya meminta bonus... tapi dia memperlakukanku seperti bukan siapa-siapa. Dan Aku juga harus mencari nafkah. Apa salah kalau aku berusaha untuk mengurus diriku sendiri?” kata Yoo Hyuk
Mari kita lanjutkan dengan pertunjukannya. Aku akan memberimu hasil yang kudapat setelah selesai acara.” Ucap Presdir Cha sambil mengelap tanganya di jaket Yoo Hyuk. Yoo Hyuk mengangguk mengerti dengan wajah ketakutan.

Yoo Hyuk lebih dulu keluar dari toilet dengan wajah gugup, Presdir Cha keluar, Sek Ko memberitahu Lee Hae Joon berlari keluar saat latihan untuk peragaan busana. Presdir Cha kaget mengetahui Hae Joon keluar ruangan.
Sek Ko bertanya apakah yang harus dilakukan pada Yoo Hyuk, Presdir Cha menyuruh Sek Ko membawakan kepadanya setelah pertunjukan karena Yoo Hyun meminta bonus jadai harus membayarnya.  Jegal Gil berpura-pura sebagai pembersih kamar mandi menelp memberitahu kalau Sepertinya Yoo Hyuk akan turun.


Di ruang make up
Hong Nan mengeluh dengan pakaian dan ingin segera melepaskanya, karena sangat menyakiti harga dirinya dengan mengunakan pakaian warna Pink. Sang Designer memukulnya kalau pakaian itu warnanya coral pink, menurutnya orang yang berteriak Pink itu sama sekali tidak berkelas.
Setelah itu bertanya dengan salah satu kru apakah Kepala Cabang belum juga datang. Hong Nan pura-pura tak tahu, Kru memberitahu Hae Joon belum bisa datang. Si Designer merasa kesal ketika sedang berlatih malah Hae Joon berlari yang membuat pori-porinya semakin tersumbat. Hong Nan pikir harus bisa melepaskanya dan membisikan pada telinganya.

Presdir Cha masuk ruang make up, Sang designer dengan gaya genit mendekatinya. Manager Ma memperkenalkanya Julain Hong adalah perancang busana yang bertanggung jawab untuk pertunjukan. Julian Hong memperkenalkan diri sebagai desainer terkenal di dunia, lalu memuji Presdir Cha punya postur tubuh yang tinggi dan memiliki selera yang baik dalam fashion. Presdir Cha merasa kalau ia tak berniat seperti itu denganw wajah sombong. Julian Hong memuji Presdir Cha memakai coral pink karena tema fashion Shownya coral pink dan mengajaknya untuk naik keatas panggung juga. 


Model wanita silih berganti berjalan diatas panggung, Yoo Hyuk dengan rambut klimisnya berjalan dengan pose layaknya seorang model. Presdir Cha ikut juga dalam fashion show dan berjalan dibelakangnya Hong Nan. Yo Hyuk sudah berbalik, Hong Nan dengan sengaja mengoda Yoo Hyuk dengan menyentuh bagian dadanya.
Yi Yeon dan Presdir Cha berpose didepan, semua tamu yang datang. Seung Jae kaget melihatnya dan Yi Yeon berdiri disampingnya dengan kacamata hitamnya. Hong Nan sengaja membuat pose yang mengoda. Yi Yeon memberitahu Hong Nan sengaja datang untuk membalas dendam. Seung Jae semakin kaget. Yi Yeon tak tahu apapun karena Hong Na tak bicara jadi meminta agar mengawasi karena merka tidak pernah tahu masalah apa yang akan disebabkan oleh Hong Nan.
Tolong... jangan sampai dia terluka. Tidak peduli apapun....” kata Yi Yeon lalu keluar dari ruangan
Hong Nan sedang berpose sedih melihat Yi Yeon yang keluar. Presdir Cha sengaja dengan bangga memperlihatkan pakaian yang digunakanya. Hong Nan sengaja menaruh kakinya untuk jegal Presdir Cha. Dan Presdir Cha pun sukses jatuh didepan para penonton.
Suk Chul tertawa melihat Hong Nan ikut fashion Show, Hong Nan panik melihat Suk Chul yang datang juga lalu berlari dengan mengangkat gaunya dengan langkah seorang laki-laki. Presdir Cha binggung melihat Hong Nan berlari seperti seorang laki-laki. Julian Hong pun binggung melihat Hong Nan berlari ke belakang panggung dan juga Presdir Cha yang terjatu diatas panggung. 

Yoo Hyuk berjalan diparkiran sambil memuji Hong Nan yang terlihat sangat lucu dengan meminta melakukan gaya imutnya. Hong Nan pun mengoyangkan tubuhnya memperlihatkan gaya imutnya. Yoo Hyuk memuji Hong Nan memang sangat imut. Hong Nan bergumam dalam hati, silahkan Yoo Hyuk bisa tertawa bahagia sekarang.
Suk Chul keluar dari persembunyian, Hong Nan panik melihat Suk Chul datang begitu juga Yoo Hyuk melihat orang yang berjala dibelakangnya. Suk Chul memberitahu Presdir Cha mengirim balasan yaitu dirinya sambil memainkan korek apinya. Yoo Hyuk memilih untuk langsung kabur, Hong Nan pun berlari mengikuti Yoo Hyuk. Suk Chul menyuruh anak buahnya segera menangkap Yoo Hyuk. 

Seung Jae pergi ke parkiran melihat Yoo Hyuk dan Hong Nan sedang berlari dikejar-kejar oleh anak buah Suk Chul dan langsung berlari. Sementara tumpukan kaset rekaman sudah coba dilihat untuk menemukan rekaman diatap gedung Mall Sungjin.
Dijalan, mobil Yoo Hyuk dikejar oleh anak buah Suk Chul dengan terus diklakson. Yoo Hyuk menyuruh sopirnya untuk lebih cepat lagi karena akan dibunuh kalau sampai ditangkapnya. Hong Nan pikir sebelumnya Yoo Hyuk akan dipukulnya. Yoo Hyuk memberitahu tentang insiden penyerangan itu, semua itu karena si preman bodoh Suk Chul.
Aku tahu itu. Itu memang kau, Na Suk Chul.” Gumam Hong Nan dengan penuh rasa amarah.
Diruang kontrol masih mencari rekaman video, Hae Joon berteriak “stop” dan menunjuk kearah layar. PD bisa melihat ada seseorang dilayar, Hae Joon berteriak bahagia karena bisa menemukanya. Dengan mata penuh amarah, sambil mengemudikan mobilnya Hae Joon yakin Cha Jae Gook akan menangkapnya.
Sebuah mobil memotong jalan Yoo Hyuk, didalam mobil Hong Nan dan Yoo Hyuk berteriak karena mobil mengerem mendadak. Tiba-tiba anak buah Suk Chul langsung membuka pintu menarik Yoo Hyuk dan Hong Nan pindah ke mobil mereka. 


Da Hye membereskan panggung yang penuh dengan sampah, beberapa pegawai memilih untuk pergi meninggalkan Da Hye sendirian untuk membersihkan sampah. Bahkan pegawai lain dengan terang-terangan mengatakan akan pergi kencan jadi meminta Da Hye membereskan semuanya.
Ji Hoon datang mengambil botol minuman dilantai, Da Hye meminta agar membiarkan dirinya saja yang melakukanya. Ji Hoon mengucapkan permintaan maafnya, Da Hye pikir tak perlu karena tak memikirkan Ji Hoon hanya memikirkan dirinya saja.
Maafkan aku.... Aku ingin mengatakan ini sembilan tahun yang lalu. Tapi Aku tidak pernah punya kesempatan. Jika kau memikirkannya, Kita tidak pernah benar-benar putus. Ayo kita mulai lagi dari awal.... Aku juga ingin mengatakan ini.” kata Ji Hoon, Da Hye benar-benar Shock mendengarnya memilih untuk pamit pulang.  
Jika Young Soo tidak meninggal, aku tidak akan pernah mengatakan apa yang baru saja aku katakan.” Akui Ji Hoon
Kalau begitu aku akan berpura-pura tidak pernah mendengarnya.” Kata Da Hye.

Ji Hoon menahanya mengatakan kalau Da Hye tak bisa seperti itu, kalau harus tetap mendengarnya karena ia tidak akan mengatakannya lagi. Da Hye mencoba melepaskan tanganya tapi Ji Hoon memegangnya sangat erat. Hae Joon berteriak menyuruh Ji Hoon membiarkan Da Hye untuk pergi dan menarik tangan Ji Hoon.
Aku akan... memberimu pelajaran kali ini, Jung Ji Hoon.” Tegas Hae Joon dengan mata melotot.  
Nona Shin... Apakah kau ingat apa yang aku janjikan padamu? Kenapa suamimu harus mati dengan cara seperti itu. Sudah kubilang aku akan mencari tahu.” Kata Hae Joon pada Da Hye
Hentikan saja!!!! Kenapa kau justru membuatnya lebih marah?” teriak Ji Hoon, Hae Joon yakin Ji Hoon itu takut apa yang sudah diketahuinya.
Tidak mungkin. Jika kau menemukan sesuatu, maka aku akan senang.” Balas Ji Hoon
Entah kau ikut denganku, atau tinggal di sini dan berbicara dengan dia.” Ucap Hae Joon memberikan pilihan. Da Hye menatap keduanya lalu memilih untuk ikut dengan Hae Joon dan berjalan lebih dulu. Ji Hoon ingin mengejarnya, Hae Joon menahanya karena Ji Hoon harus tetap tinggal diruangan itu untuk membereskan semua sampah. Ji Hoon terdiam menatap Hae Joon pergi dengan Da Hye. 


Yoo Hyuk dan Hong Nan sudah di ikat dengan lakban dan duduk diatas kursi. Lampu mobil menerangi keduanya, seseorang sedang memainkan korek api ditanganya, Yoo Hyuk ketakutan sambil bersembunyi dibalik Hong Nan.
Seorang pria berteriak dari kegelapan kalau sebelumnya ingin bicara tapi Yoo Hyuk malah pergi. Yoo Hyuk menegaska kalau Suk Chul itu tak bisa lolos karena dirinya itu seorang Yoo Hyuk. Pria itu mengatakan sudah pasti sangat mengenalnya karena Yoo Hyuk itu adalah orang yang terkenal karena skandal Yi Yeon.
Hei...... Na Suk Chul.... Kenapa kau tidak melepaskanku dan berkelahi denganku seperti pria?” teriak Hong Nan
Itu benar.... Aku pura-pura menjadi kekasih Yi Yeon demi kalian. Aku mempertaruhkan karirku untuk itu. Kau tidak bisa melakukan ini kepadaku! Apakah begini caramu membayarku?”teriak Yoo Hyuk, Suk Chul pun bertepuk tangan.
Kata-kata terakhirmu yang sangat menyentuh. Sudah waktunya bagimu untuk mati.” Ucap Suk Chul lalu menyuruh anak buahnya segera mengurusnya.

Yoo Hyuk panik, Hong Nan berteriak meminta agar dilepaskan. Seung Jae datang menolong, Hong Nan kaget melihatnya, Yoo Hyuk berteriak agar bisa menyelamatkannya. Seung Jae melawan anak Suk Chul sendirian, sampai akhirnya harus menahan pukulan karena bisa mematikan. Lalu ia berlutut di depan Suk Chul, mengakui Hong Nan sebagai anaknya.
Adikku masih belum dewasa..... Tolong maafkan dia.” Kata Seung Jae, tapi saat itu juga sebuah balok kayu memukul bagian belakang Seung Jae yang membuatnya tak sadarkan diri. Hong Nan berteriak memanggil Seung Jae.
Dirumah Gi Tak
Bingkai Foto Gi Tak tiba-tiba langsung jatuh dan berantakan dilantai, Yi Yeon sedang berada dirumah merasakan ada sesuatu yang tak beres diluar sana. 


Hae Joon berjalan bersama dengan Da Hye di jalan menuju rumah. Da Hye tak mendengar sepatah katapun dari Hae Joon, lalu bertanya apa sebenarnya yang terjadi. Hae Joon mengaku ingin memberitahunya tapi berusaha menahan diri karen Masih ada yang harus dipersiapkan untuknya jadi meminta agar menunggu sebentar lagi.
Sampai saat itu, Jangan dengarkan orang lain selain aku. Mengerti?” ucap Hae Joon, Da Hye pun bertanya kenapa Hae Joon mengantarnya pulang.
Aku hanya ingin berjalan bersamamu.” Akui Hae Joon, Ponsel Da Hye berdering, Ji Hoon menelpnya tapi Da Hye denga sengeja merejectnya.
Hae Joon pun mempersilahkan agar Da Hye segera pulang kerumah, Da Hye pun pamit pergi pada Hae Joon ketika membalikan badannya, Hae Joon melambaikan tanganya. Da Hye seperti melihat bayangan suaminya yang sedang melambaikan tanganya, tapi ia buru-buru menyadarkan diri kalau itu hanya khayalan lalu berjalan pulang. 

Hong Nan mengumpat karena Suk Chul bisa membuat Seung Jae tak sadarkan diri. Yoo Hyuk berteriak agar meminta untuk menghubungi Presdir Cha dan mengakui kesalahanya serta berjanji tak akan melakukanya.
Aku akan berperilaku sesuai janjiku!” jerit Yoo Hyuk ketakutan, lalu sebuah alat perekam pun terhenti.
“Hei.... Kau brengsek!!!! Beraninya kau memukulnya?” teriak Jegal Gil yang sedari tadi menyamarkan dirinya sebagai Suk Chul. Hong Nan juga memarah tak mau membayar orang yang memukul Seung Jae. Yoo Hyuk binggung ternyata semua hanya jebakan. 

Dari dalam gedung, Layaknya Hero baru keluar setelah menumpas kejahatan, Seung Jae, Hong Nan dan Jegal Gil berjalan dengan anak buahnya. Jejeran motor mulai menyala, tapi semua mengunakan motor bebek dan berboncengan.
Jegal Gil pun menyuruh semuanya pergi dan akan mengirim mereka bayaran melalui rekening. Seung Ja dan Hong Nan pun mengantar semuanya yang menyamar sebagai anak buah untuk melakukan rencana mereka. 

Ji Hoon sedang membuat laporan didepan podium tentang hasil survei dari peserta fashion show kemarin. Presdir Cha bertanya apakah Lee Hae Joon masih belum datang juga. Manager Cha memberitahu Hae Joon masih menghilang sejak pergi tadi malam. Semua tertawa bersama mengejek Hae Joon, sementara Ji Hoon menganti USB untuk memperlihatkan hasil survei.
Tiba-tiba lampu ruanga mati dan terlihat dilayar video saat Young Soo berdiri di dinding Mall sambil berusaha meraih ujung spanduk yang terlepas. Terdengar suara bersiul, Hae Joon sudah duduk diujung sambil mengangkat kakinya. 

Kau tidak melakukan apapun. Kenapa kau mengomel di sini?” ucap Hae Joon lalu mendorong kursinya sampai ke kursi Manager Ma
Siapa yang kali ini mencoba kau salahkan untuk seperti ini?” ejek Hae Joon pada saudara tirinya. Presdir Cha berteriak marah. Hae Joon tiba-tiba merasakan bau sesuatu dari tubuh Manager Ma
“Kau bilang "Hanya karena kau mengatakannya sekarang, apa yang akan berubah?" Kau mengancamnya seperti itu, kan? Kau memberinya sedikit dari suap yang kau dapatkan untuk membuatnya menjadi kaki tanganmu. Siapa yang mengurus agar Lucia mau bergabung?” kata Hae Joon, Manager Ma pura-pura tak mengerti.
“Dan juga... Bukankah loker di tempat parkir terlalu ketinggalan jaman? Apakah kau menggunakan locker 44 juga?” bisik Hae Joon pada petinggi lainya.
Hae Joon mengumpat Manager Ma yang brengsek dan juga seekor tikus pada petinggi yang mengambil uang suap, lalu menyebut yang lainya itu Cacing dan musang karena didalam Ruangan ipenuh penerima suap!
kalian membingkai akhir Kim Young Soo untuk semua korupsi dan memalsukannya sebagai bunuh diri!” teriak Hae Joon, Semua petinggi pura-pura tak mengerti dan merasa dijebak.
Apa yang dilakukan pria itu disana? Orang yang tidak pernah menepati janjinya kepada istrinya pada ulang tahun pernikahan mereka, sedang memperbaiki bendera di sana! Itu tampak berbahaya, sama seperti dia. Dan ini Untuk perusahaan yang mendorongnya menuju kematian!” teriak Hae Joon menunjuk layar video 

Da Hye baru saja selesai melayani pelanggan, manager toko baru saja menerima telp dengan ketus memberitahu Da Hye kalau dipanggil oleh Hae Joon untuk datang keruang rapat. Da Hye terkejut karena Hae Joon memintanya agar datang.
Hae Joon menyapa Da Hye yang datang ke ruangan rapat, dan menjelaska kalau suaminya itu  bukan bunuh diri tapi Young Soo  menderita aneurisma otak.. dan kehilangan kesadaran saat meraih bendera dan jatuh, setra Penyebab pasti kematiannya adalah kelelahan.
Da Hye melihat suaminya yang bergelantungan di dinding lalu jatuh. Hae Joon merasa mereka harus memperbaiki reputasinya sekarang, serta Minta maaf kepada keluarganya dan memberi kompensasi. Semua petinggi mengarahkan pandanganya pada Da Hye tapi Da Hye memilih untuk keluar dari ruangan. Ji Hoon ingin mengejar tapi Hae Joon menyuruhnya untuk berhenti.
Berapa banyak keuntungan yang kau dapat... untuk mengubur kebenaran? Apakah itu sama berharganya... dengan air mata keluarga dan anak yang kehilangan ayahnya? Apakah itu sangat penting sampai kau menghanguskan semua moralmu? Apa yang harus aku lakukan dengan tempat belanja  tercela ini? Jika aku Kim Young Soo, dengan menghancurkanmu masih tidak akan cukup. Haruskah aku memberitahu dunia serendah apa hidupmu?” teriak Hae Joon dengan mata berkaca-kaca. Presdir Cha hanya diam dengan memutar cincinnya mendengar gebrakan meja oleh Hae Joon.
Tuan Lee..... Jangan sampai kita melakukannya secara berlebihan. Aku akan mempertimbangkan secara serius untuk meminta maaf dan memberi kompensasi kepada keluarga.” Kata Presdir Cha, Hae Joon pun keluar dari ruangan. 

Hae Joon menarik tangan Da Hye yang berjalan pergi, Da Hye menangis tak percaya ternyata semua itu yang di persiapkan untuknya. Hae Joon memanggil Da Hye depang panggilan “ibu dari Ha Na” Da Hye berteriak jangan berani-berani memanggil nama anaknya.
Apa yang kau lakukan? Apakah kau menggunakan suamiku dalam pertempuranmu untuk kekuasaan?” kata Da Hye, Hae Joon mengatakan kalau tak seperti itu.
Lalu bagaimana bisa kau melakukan ini lagi kepadaku?” ucap Da Hye tak suka dengan cara Hae Joon.
Apa kau tidak senang? Itu bukan bunuh diri.” Ucap Hae Joon merasa sudah berhasil membuktikan kalau bukan bunuh diri.
Haruskah aku merasa senang? Apakah ini lebih baik daripada bunuh diri?” teriak Da Hye 


Ma Ya bersembunyi dibalik sayap sambil menatap ke arah langit, mengatakan tak bermaksud melupakanya.
Aku berharap orang-orang akan dengan cepat menangani dendam mereka dan kembali, jadi aku memberinya satu petunjuk kecil. Apa maksudmu, aku melampaui kewenanganku?” kata Ma Ya, tiba-tiba petir langsung menyambar ruanganya.
Ma Ya ingin memasukan sayapnya tapi akhirnya menaruh kembali dan mengangat tangan sambil mengeluh masih mendapatkan hukuman itu diusia yang sudah tua lalu petir kembali datang menyambar. 

Dipulau terpencil
Si pilot melihat isi tas ada mainan anak-anak, bra dan yang lainya. Hae Joon berteriak apakah Si pilot masih belum mengingat siapa dirinya. Si pilot masih tak ingat kalau ia yang mengendarai pesawat lalu kembali minum soju yang ditemukan dalam koper.
Pada esok harinya, Si pilot memakai kayu dan Hae Joon mengunakan bajunya lalu berlari ke dalam laut. Hae Joon melihat ikan kecil yang didapatnya dan merasa mereka harus mengurus makan sendiri-sendiri. Si pilot pikir seperti itu dengan banyak membawa rumput laut dipundaknya.
Malam harinya, Hae Joon sengaja mengambil rumput lain yang dimiliki oleh si pilot. Si pilot terbangun dari tidurnya menyuruh Hae Joon tak memakannya tapi Hae Joon terus memakanya karena rasanya sangat enak.
bersambung ke episode 8  

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 



Tidak ada komentar:

Posting Komentar