Minggu, 27 Maret 2016

Sinopsis Ms Temper And Nam Jung Gi Episode 3 Part 1

Direktur Kim membahas tempat yang dituju Da Jung setelah melemparkan surat pengunduran diri adalah Lovely kosmetik. Da Jung membenarkan, Direktur Kim tak percaya Da Jung melakukan sepenuhnya untuk mengacaukannya.
Aku tidak akan mengganti pekerjaanku untuk mengacaukan orang lain” tegas Da Jung
Ini rasanya seperti... bagaimana aku mengatakannya ‘yah? Seperti isteriku berselingkuh dariku dengan pria yang lebih banyak kekurangannya daripada aku! Sangat menjijikkan” ejek Direktur Kim pindah duduk disofa.
Kalau kau sudah selesai mengoceh, aku akan pergi sekarang” kata Da Jung tak peduli lalu berjalan keluar. Direktur Kim menanyakan alasan Da Jung keluar dari Gold
Sudah terlalu lama sejak aku memiliki harga diri dalam pekerjaanku” tegas Da Jung
Apa barusan kau bilang? Harga diri? Hei.... Ok Da Jung, kalau kau akan membuat alasan, buatlah yang bagus. Jadi  Cuma itu alasan yang bisa kau buat? Apa kau pikir aku bodoh? Beraninya kau mencoba mempermainkan aku!! ” ejek Direktur Kim
Aku tahu kau kekurangan kemampuan untuk mengerti sesuatu hal Lagipula kau dan aku memiliki cara berpikir yang berbeda” tegas Da Jung dan berjalan keluar ruangan.
Wanita tidak tahu berterima kasih Aku yang mengangkatmu, dan kau mengkhianati aku seperti ini? Kalau kau akan terjatuh, kau seharusnya jangan melibatkan orang lain Kau pikir aku akan membiarkan Lovely Kosmetik begitu saja, setelah ini!!!  Tunggu saja, aku akan menarik kepala sombongmu itu dan mendorongnya masuk ke dalam kotoran” sindri Direktur Kim dengan nada mengancam
Aku anggap pernyataan terakhir itu sebagai pengetahuan yang berharga dan pergi” balas Da Jung lalu melepaskan ID Cardnya lalu melemparnya, dan  benar-benar keluar ruangan. Direktur Kim tak habis pikir dengan kelakuan Da Jung dan berteriak menelp Direktur Jo.


Direktur Jo dengan senyuma sumringah meminta Da Jung tak perlu khawatir karena sudah punya cara untuk menyelesaikan semua itu dan berkata salah satu sebabnya ada diruangan itu untuk menyelesaikan semua hal tidak berguna dan tidak penting.
Kau bagian dari Lovely sekarang, percaya saja padaku” ucap Direktur Jo dengan wajah tenang
Itu bukan sesuat yang harus kau tanggapi dengan mudah, Dia biasa bermain kotor saat membalas dendam” jelas Da Jung yang sudah tahu sikap Direktur Kim
Jangan khawatir, kau khawatirkan saja tentang pekerjaanmu Aku akan mendukung apapun yang kau promosikan!” ucap Direktur Jo sambil meminum tehnya.
Kau juga harus menepati janjimu yang sebelumnya” tegas Da Jung, Direktur Jo berusaha mengingatnya dan meminta Da Jung tak perlu mengkhawatirkanya, lalu mengajaknya untuk memperkenalkan diri pada semua karyawan dan merasa semua pasti akan senang. 

Da Jung menuruni tangga dengan Direktur Jo, semua karyawan terlihat tegang. Jung Gi panik berteriak dalam hati Kenapa? Untuk apa? Kenapa wania itu ada di sini? Direktur Jo memperkenalkan Ketua Marketing yang baru bernama Ok Da Jung. Semua membungkuk, Da Jung mulai memperkenalak diri secara resmi. Jung Gi kembali berteriak dalam hati Dia ketua? Tidak mungkin! Direktur Jo meminta semua pegawai memberikan tepuk tangan.
Dia seorang legenda, jadi aku tidak perlu menjelaskan secara detil kan?” ucap Direktur Jo bangga
“Ini Lebih seperti perputaran takdir yang kejam! jerit Jung Gi dalam hati melirik Da Jung yang ada didepanya.
Sebagai seorang yang berada di tingkatan kedua di Lovely, Pastikan kalian percaya padanya dan ikuti perintahnya.” Perintah Direktur Jo
Tidak, tidak, ini semua hanyalah mimpi buruk!Jerit Jung Gi membayangkan dirinya berteriak didepan semua karyawan. 

Flash Back
Pada pertemuan pertama Jung Gi melakukan kesalahan dengan menarik semua kancing Da Jung yang membuat semua pakaian sedikit terbuka dan terlihat pakaian dalamnya. Lalu pembalasan dendamnya di lobby dengan kata-kata Da Jung “Mata untuk mata, gigi untuk gigi” lalu merobek bajunya didepan semua orang. Ketiga kalinya bertemu, Jung Gi salah sangka dengan membuka semua bajunya dan Da Jung menendang selangkanganya.
Kumohon, seseorang beritahu aku kalau ini hanya mimpi buruk! Jerit Jung Gi dalam hati menyangkan harus bertemu dengan Da Jung lagi.
Di apartement, Jung Gi  baru menyadari mereka bertetangga setelah sepeda anaknya ada dirumah Da Jung. Lalu melalui selembaran ditempel Jung Gi menyadari kalau ia yang tertanggkap camera Black Box yang mengores mobil Da Jung diparkiran, dengan biaya perbaikan mobil 4,830,000 won.
Semua yang diingat Jung Gi menyakinkan kalau dirinya yang mengores mobil Da Jung karena ketika bangun tanganya memegang crayon abu-abu. Da Jung pun meminta agar Jung Gi memberitahu kalau sudah mengetahuinya karena ingin meminta uannya kembali berjumlah 4,830,000 won.
Da Jung masuk dalam khayalan seperti seorang devil dan api dibelakanganya, dengan membawakan cambuk meminta bayaran uang sebanyak “4,830,000 won.” Dan mengucapkan beberapa kali. 

Direktur Jo menegus Jung Gi yang hanya diam saja dan menyuruh agar segera memberi salam pada Manager baru mereka. Ketiga anak buah Jung Gi melirik, Jung Gi dengan gugup membungkukan badan memberikan salam. Da Jung melirik sinis pada Jung Gi sebagai tetangga dan juga bawahanya sekarang.
Tidak mungkin! Takdir kejam macam apa ini? jerit Jung Gi dalam hati sambil melirik Da Jung seperti masih menyimpan dendam padanya. 

Hyun Woo tak percaya pengantinya adalah seorang wanita dan itu adalah Ok Da Jung yang terkenal sebagai Ms Temper, padahal seharusnya posisi itu digantikan oleh Jung Gi. Sementara Jung Gi hanya bisa menutup matanya mengingat jumlah uang harus digantinya
Min Ri pikir juga begitu, karena Jung Gi yang mengembangkan Tap-Tap Serum. Hyun Woo merasa Jung Gi sekarang  kelihatan trauma. Direktur Jo bertanya pada Jung Gi yang hanya diam saja, apakah ia merasa kecewa. Jung Gi mengatakan tidak. Direktur Jo meminta semua mendengar jawaban Jung Gi
Pada saat seperti ini, itu mencurigakan. Kenyataan bahwa seseorang yang terbaik dipekerjakan di sini juga rasanya aneh” komentar Hyun Woo
Mungkin dia datang untuk mencuri formula Tap-Tap Serum? Perusahaan Gold menginginkannya.” Pikir Young Mi
Itu benar, mungkin dia mata-mata yang dikirim oleh Direktur Kim? Itu sudah jelas sekali!” ucap Hyun Woo curiga
Mata-mata apanya.... tekhnologi hebat macam apa yang kita punya sampai perlu mengirimkan mata-mata?” kata Direktur Jo tak percaya, Hyun Woo merasa merasa kalau keadaan seperti ini sangat memprihatinkan. Direktur Jo berteriak menyuruh semua diam, Jung Gi yang melamun sampai kaget dan terjatuh mendengarnya.
Ini adalah keputusan dari Presdir untuk membantu Lovely agar berada di atas lagi Dan untuk sekarang, aku, Jo Dong Gyu telah menyerahkan semua wewenang kepada Ketua Ok Jadi kerjakan perintahku tanpa mengeluh, dan kalau aku mendengar kalian mencicit lagi. Aku akan anggap sebagai pembangkangan! Sekarang bekerjalah!” tegas Direktur Jo lalu menyuruh semua pegawainya keluar. Jung Gi hanya bisa mengumpat dalam hati. 

Young Mi bertanya-tanya apa maksud dari ucapan Direktur Jo "menyerahkan semua wewenang kepada Da Jung" Jung Gi hanya diam di pojok kursi memikirkan jumlah uang yang harus dibayar untuk ganti rugi “4,830,000 won” Hyun Woo berpikir Da Jung akan melakukan semua tinjauan pada mereka. Mi Ri yakin itu tak mungkin.
Pada saat ini, tetaplah waspada, dia bukan wanita sembarangan Kalian semua tahu bagaimana dia merobek kemeja Kepala Bagian Nam Dan bagaimana dia mengguncang botol alkohol di wajah Direktur Kim? Kau pikir kenapa dia punya nama julukan, "Nona Pemarah?"” kata Hyun Woo sambil meminta persetujuan dari Jung Gi tapi pikiran Jung Gi masih melayang memikirkan jumlah uang 4,830,000 won terus menerus.
Mungkin Direktur mengangkatnya supaya ikatan kita dengan perusahaan Gold menjadi lebih baik? Di perusahaan besar, mereka mempermudah orang-orang Yang pergi dan bekerja untuk perusahaan rekanan” kata Mi Ri, Jung Gi seperti bermimpi buruk sesaat melihat Da Jung seperti devil meminta uang yang harus didapatkanya.
Young Mi pikir dugaan Mi Ri benar juga, Mi Ri merasa apabila mendapatkan dukungan dari pihak Gold, maka mereka tidak akan punya masalah lagi. Jung Gi tetap saja memikirkan jumlah 4,830,000 won untuk menganti uang Da Jung. Mi Ri pikir mereka akan menjadi OEM dari Perusahaan Gold sekarang, Hyun Woo yakin tak mungkin untuk apa mereka melakukan padahal perusahaan Gol bukan konglomerat, jadi lebih baik mereka hanya harus menunggu dan melihat dulu.
Jung Gi terus saja memikirkan uang 4,830,000 won, sampai akhirnya Young Mi menepuknya dan Jung Gi berteriak “4,830,000 won”. Young Mi menyurh Jung Gi sadar dan menanyakan keadaanya. Jung Gi hanya bisa diam. Young Mi menanyakan apa yang dipikiran Jung Gi tentang rencana Direktur Jo pada mereka. Jung Gi tetap menjawab “4,830,000 won.” Young Mi binggung mendengar jawaban Jung Gi. 


Direktur Jo membawakan sekotak ginseng, memberitahu ginseng bukan hanya sekedar ginseng tapi benar-benar ginseng liar dan sudah berumur 30 tahun. Direktur Kim mengartirkan Direktur Jo memberikan hadiah itu untuk menuka Da Jung. Direktur Jo menjelaskan Da Jung orangnya sangat kaku jadi sengaja datang ke kantor sendiri.
“Direktur Jo, ini adalah pengkhianatan. Beraninya kau mencuri bawahanku?” sindir Direktur Kim menolak hadiah Direktur Jo
Apa maksudmu, "mencuri?", dia yang datang pada kami. Dia membuat keputusan atas kemauannya sendiri dan Dia bilang ingin menerima merasakan prestasi di perusahaan kecil Daripada di perusahaan besar yang menawarkan keamanan, ini Mengesankan sekali!” jelas Direktur Jo, Direktur Kim tertawa mendengarnya, menurutnya itu omong kosong
Jelas lebih baik daripada saat kau memiliki bawahan yang menganggumu Jadi kenapa kau marah?” kata Direktur Jo sambil tersenyum, Direktur Kim memandang remeh Direktur Jo yang bisa menangani Ok Da Jung.
Aku akan berusaha dan mengajarinya dengan baik. Kalau dia bekerja dengan baik, baguslah untukmu, dan kalau Lovely berjalan dengan baik Aku pasti dengan bermurah hati dalam berbagi kekayaan kita” jelas Direktur Jo

Direktur Kim mengartikan tujuan Direktur Jo adalah "memberi dan menerima", Direktur Jo membenarkan dan meminta Direktur Kim tak perlu merasa tertekan, supaya mereka tetap bersantai dan menikmatinya saja. Menurutnya Direktur Kim menjaga posisiny untuk waktu yang lama yang pastinya dan jasanya mengembangkan industri kosmetik di negara Korea serta untuk  Lovely juga akan bekerja dengan baik dan kedepanya dengan era kemakmuran bagi kedua perusahaan
Itu akan menjadi seperti membantu usaha yang hebat seperti kedamaian dunia, atau semacamnya, Direktur” jelas Direktur Jo
Rekan kemakmuran maksudmu?” ucap Direktur Kim mengejek.
Pintu ruangan diketuk, Sekertaris memberitahu Manager Yang dari bagian pembelian sudah datang, Direktur Jo pun pamit pergi keluar dari ruangan. Manager Yang datang dan langsung membungkuk, Direktur Kim mengumpat dengan ungkapan Direktur Kin yang mengangggap mereka adalah Rekan kemakmuran, lalu memerintahkan Manager Yang untuk melakukan sesuatu. 


Direktur Jo baru turun dari eskalator, sambil mengumpat lalu menelp Da Jung yang ada dikantor, memberitahu sudah mengurus semuanya jadi Da Jung tak perlu lagi mengkhawatirkanya, dan lebih baik fokus pada pekerjaannya, Da Jung dengan tatapan dinginya mengatakan bisa mengerti.
Mi Ri masuk ke dalam ruangan memberitahu da Jung mereka sudah siap untuk rapat sekarang. Da Jung langsung membawa berkas untuk mereka mulai rapat. 

Bong Gi berjalan jongkok didepan pos keamanan, sang Ayah yang ada didalam ruangan menerima telp mengatakan akan memeriksanya sekali lagi, sementara Bong Gi melihat selembaran yang ada didepan pos kemanan dengan sengaja menempelkan permen karet pada lingkaran wajah pelaku.
Tuan Nam keluar dari pos melihat Bong Gi ada disana bertanya apa yang sedang dilakukan anaknya, Bong Gi dengan sangat mengatakan baru pulang dan pamit untuk pergi. Tuan Nam sadar dengan selembaran yang ditutup dengan permen karet lalu melihat anaknya yang berjalan masuk ke dalam rumah. 

Diruang rapat
Bangku Jung Gi masih kosong, Da Jung berjalan mondar mandir menyakinkan anak buahnya itu ada didalam kamar mandi. Hyun Woo membenarkan, Da Jung merasa terlalu lama Jung Gi untuk berada didalam kamar mandi. Young Mi pikir Jung Gi sedang buang air besar. Mi Ri sempat tertawa, dan langsung meminta maaf pada atasan barunya. Pulpen ditangan Da Jung mulai diketuk-ketuka keatas meja, tatapan sinisnya mengarah keluar ruangan. 

Jung Gi duduk diatas toilet dengan kaki gemetaran memikirkan uang  4,830,000 won dan berpikir kalau nanti berpura-pura tak tahu, tapi menurutnya tak mungkin bisa bersikap seperti itu.
Lagipula, aku telah bermain jadi orang bodoh selama ini!!! Tapi tetap saja, kalau memang aku melakukannya, bukankah seharusnya aku mengingatnya? jerit Jung Gi kebinggungan didalam hati.
Tiba-tiba terdengar bunyi ketukan sepatu masuk ke dalam toilet, mata Jung Gi langsung melotot panik. Da Jung membuka pintu kamar mandi dan tak ada orang. Jung Gi melihat sepatu wanita didepanya dan langsung mengangkat kaki dan menutup mulutnya agar tak bersuara. Da Jung memanggil Jung Gi tapi Jung Gi memilih untuk tak menyahutinya.
Da Jung mengeluarkan ponselnya, Jung Gi panik ketika ponselnya berbunyi dan langsung meluncur bebas ke depan pintu dan tepat jatuh dikaki Da Jung. Da Jung melihat nama yang disimpan Jung Gi “Ms Temper” lalu bertanya apakah Jung Gi masih melakukan sesuatu didalam sana. Jung Gi menjawab sudah tak ada lalu Da Jung menyuruh Jung Gi cepat keluar karena mereka semua akan mengadakan rapat.
Jung Gi mengerti dan Da Jung langsung menendang ponsel Jung Gi ke dalam toilet setelah itu berjalan keluar. Direktur Jo buru-buru masuk ke dalam kamar mandi sempat berpapasan dengan Da Jung baru keluar dari toilet pria, dan dikagetkan dengan suara tangisan dari dalam toilet. 

Da Jung melihat berkas diatas meja lalu bertanya Siapa yang membuat laporan pelaksanaan tiga bulan terakhir, Hyun Woo mengangkat tanganya. Da Jung menyindir laporan itu seperti Pekerjaan Rumah dari sekolah, tapi menurutnya itu bukan salah Hyun Woo tapi salah Jung Gi yang menerima laporan seperti itu. Jung Gi hanya bisa mengucapkan kata maaf.
Dan siapa yang bertanggung jawab pada laporan pemasaran?” tanya Da Jung, Young Mi mengangkat tangan.
Sebuah mesin bisa melakukan perhitungan sederhana Kalau kau seorang wakil, setidaknya kau memiliki bayangan, Bagaimana membuat kau berada di depan di dalam industri?” sindir Da Jung
Itu bukannya kau bisa membentuk sebuah pandangan dalam semalam” balas Young Mi mengejek
Apa kau punya gambaran untuk mendukung ini?” tanya Da Jung pada Jung Gi, dan Jung Gi hanya bisa tertunduk meminta maaf
Dan siapa pemborong yang bertanggung jawab atas desainnya? Mari kita cari yang baru” kata Da Jung
Itu bukan dari orang luar, kami yang mengerjakan semuanya” kata Mi Ri, Young Mi juga mengakui ikut mengerjakan bersamanya. Da Jung berdiri mengomel kalau mereka itu seperti membuat makanan rumahan saja.

Karena biayanya, tidak muda bagi perusahaan seperti kami untuk menyewa orang dari luar” jelas Jung Gi
Kenapa? Memangnya kenapa dengan Lovely? Karena biayanya, kau bahkan tidak bisa memaksimalkan potensial pegawaimu sendiri? Dan Kau menyalahkan kekurangan dari lingkunganmu, menolak bertanggung jawab bahkan memberikan alasan!” kata Da Jung dengan nada tinggi,  Jung Gi kembali mengucapkan permintaan maafnya.
Begitukah yang kau lakukan di posisimu? Untuk meminta maaf setiap waktu? Kalau kau memiliki harga diri dalam pekerjaanmu Bukankah seharusnya kau menyimpan permintaan maaf itu untuk nanti? Apa kau tidak punya harga diri Kepala Bagian Nam?” sindir Da Jung dengan sengaja membukungkan badan sambil bertolak pinggang,
Kau tidak punya harga diri dan terus saja duduk di kursimu yang hangat dan melakukan semuanya setengah hati. Itu sebabnya hasilnya terlihat seperti ini!” teriak Da Jung melempar berkas diatas meja. Semua pun terkaget dan hanya bisa diam.

Ponsel Jung Gi berdering, melihat nama penelpnya Jung Gi mengatakan harus menjawabnya. Dengan senyuman Jung Gi mengangkat telp dari Manager Yang dan berterimakasih karena sudah membagi waktunya yang berharga dengan menelpon dengan ramah menanyakan keadaanya.
Manager Yang tahu Da Jung itu pindah ke kantor Jung Gi, lalu bertanya apakah wanita itu benar-benar pemarah kan. Jung Gi melirik memuji Manager Yang yang tahu segalanya lalu bertanya alasan Manager Yang sampai menelpnya. Manager Yang mengatakan hanya ingin memesan beberapa emulsi rumput laut.
Jung Gi bertanye berapa banyak akan memesanya, Manager Yang mengatakan akan memesan seperti sebelumnya. Jung Gi dengan senang hati memberitahu hanya memakan waktu satu hari. Direktur Kim tersenyum licik sambil mencium bau ginseng yang dibawakan ole Direktur Jo. 
Da Jung bertanya apa yang terjadi, Jung Gi memberitahu Manager Yang  dari bagian pembelianmembuat pesanan untuk emulsi rumput laut, dan memintanya untuk cepat dikirim jadi harus segera pergi ke Pabrik. Da Jung bertanya tentang lembar pemesanannya.

Jung Gi mengatakan kalau itu produk regular jadi akan menyiapkan produknya dulu lalu baru menulis lembar pemesanannya nanti, setelah itu buru-buru pamit pergi. Da Jung mengajak mereka melanjutkan rapatnya dengan meminta penjelasan perkembangan tentang Tap-Tap Serum.
Tap-Tap adalah proyeknya Kepala Bagian Nam, jadi aneh kalau kita tidak mengikutsertakannya, Kami juga tidak tahu banyak tentang itu” kata Hyun Woo dan melihat jam tanganya ada pertemuan lagi, jadi akan pergi sekarang
Aku harus menemui Presdir dari perusahaan percetakan, jadi...” kata Mi Ri lalu bangun dari bangkunya dan pergi. Young Mi juga memilih untuk pamit keluar dari ruangan. Da Jung pun hanya bisa diam saja melihat semua karyawan meninggalkan rapat. 
Jung Gi keluar dari kantor untuk pergi ke pabrik, Hyun Woo dan Mi Ri tiba-tiba ikut keluar dari kantor. Jung Gi binggung melihat keduanya malah keluar dari kantor. Mi Ri merasa mereka itu ada di kapal yang sama, Jung Gi binggung dengan ucapannya. Young Mi keluar dari kantor mengajak Jung Gi untuk pergi bersama.
Kenapa kau keluar juga?” tanya Jung Gi binggung
Aku harus pergi ke suatu tempat.” Kata Young Mi lalu mengajak semuanya untuk pergi bersama. Jung Gi tak habis pikir dengan semua anak buahnya yang meninggalkan Da Jung. 
Tuan Nam membawa selembaran milik Da Jung dan memperlihatkan pada Bong Gi, tapi Bong Gi hanya berkomentar selebaran ada yang  menempel wajah pelaku dengan permen karet. Tuan Nam yakin anaknnya  itu sengaja berkeliling untuk menempelkan gambar itu. Bong Gi beralasan kalau semua yang dilakukanya dengan kakaknya.
Berhenti! Jujurlah, kau ada hubungannya dengan ini kan?” ucap Tuan Nam sudah bisa menebak
Apa ayah meragukan ketulusanku sekarang?” keluh Bong Gi
Ketulusan? Sejak kapan kau tulus?” teriak Tuan Nam sambil memukul anaknya.
apa maksud ayah, "sejak kapan?" Tentu saja sejak aku berada di dalam kandungan ibu!” kata Bong Gi sambil mengaduh kesakitan, Tuan Nam terus mendesak Bong Gi untuk mengatakan sejujurnya.
Ayah, orang yang SIMnya ditangguhkan tidak boleh menyetir, benarkan?” kata Bong Gi berusaha menyakinkan.
Itu sebabnya ayah yakin kaulah pelakunya! Bagaimana orang yang SIMnya ditahan bisa mengemudi? Itu hanya bisa dilakukan olehmu bajingan!” teriak Tuan Nam
Bong Gi tetap menegaskan kalau ia melakukan itu  karena kasih sayang sesama saudara dan kesal dengan ayahnya yang sudah melukai kepolosan dirinya. Tuan Nam tak percaya kalau Bong Gi masih memiliki sikap polo dan tak tahu apa-apa. Bong Gi memilih untuk masuk kamar dan duduk diatas tempat tidurnya. 

Tuan Nam kembali ke pos sambil mengoceh sendiri karena anak pertamanya Jung Gi disalahkan tanpa alasan dan Bong Gi  membuat alasan, sekarang dibuat binggung karena tak memiliki bukti. Da Jung tiba-tiba sudah ada didepan pos melihat selebaran yang ditempel permen karet, Tuan Nam kaget dan berjalan masuk kedalam pos  
Ada permen karet di gambarnya” ucap Da Jung
Ya, aku telah berkeliling untuk melepasnya Aku minta maaf, dan akan memasang yang baru” kata Tuan Nam sambil melepaskan permen karetnya lalu membungkuk, Woo Joo baru pulang sekolah terlihat sedih melihat kakeknya yang harus membungkuk pada tetangga wanitanya. 

Woo Joo masuk ke dalam kamar melihat Bong Gi sedang berbaring, mengaku kalau ia orang yang pengecut. Bong Gi bertanya apakah terjadi sesuatu. Woo Joo menceritakan Ayah dan bahkan kakek membungkuk di depan ahjuma 902, meminta maaf tapi ia tak ada yang bisa dilakukan.
Itu urusan orang dewasa” ucap Bong Gi tetap dengan posisi tidurnya.
Ayah melakukan itu karena sepedaku, tapi kenapa kakek melakukan itu? Itu bukan kesalahan kakek mobilnya rusak” kata Woo Joo tak terima
Yah, itu adalah tugas kakek” komentar Bong Gi, lalu melihat sesuatu ditangan keponakanya, Woo Joo langsung menyembunyikan dibalik badanya dan mengatakan kalau ia baru membalas dendam.
Bong Gi bangun dari tempat tidur bertanya apa yang sudah keponakanya itu lakukan. Woo Joo dengan wajah sedih kebinggungan dengan yang harus dilakukan sekarang. 
Da Jung keluar dari lift berjalan menuju rumahnya, tapi sebelumnya menatap pintu kamar 901, tetangga sekaligus bawahanya di kantor, ketika berbalik melihat tepat didepan pintu terukir tulisan [Bodoh]
Flash Back
Bong Gi baru pulang dari pesta, melihat sang kakak ada didalam mobil sambil tertidur. Ia terlihat sedikit mabuk membuka pintu mengoyangkan tubuh kakaknya agar bangun.
Akhirnya Bong Gi berusaha duduk diatas tempat tidurnya, mengumpat kesal karena menginggat kejadian sebelumnya dan merasakan semuanya itu menjadi kacau sekarang. 

Da Jung makan sendirian dirumahnya seperti wajahnya berbeda ketika masih ada dikantor. Sementara dirumah Jung Gi, semua pria makan tanpa mengeluarkan sepatah katapun, seperti ada suasana canggung. Bong Gi akhirnya memulai pembicaraan,  dengan menegur dua pria ayah dan kakaknya menjadi pngecut sekali di hadapan ahjumma di depan rumah, yang membuat Woo Joo menjadi sedih karena melihatnya.
Aku harus menundukkan kepalaku kepadanya, lagipula dia adalah atasanku Ayah, wanita di 902 adalah ketua kami yang baru” cerita Jung Gi,  semua menjerit kaget mendengarnya.
Apa? Ada apa dengan respon kalian? Terjadi sesuatu lagi padanya, benarkan? Apa itu ayah? Nam Bong Gi! Nam Woo Joo!” jerit Jung Gi melihat tatapan semua anggota keluarganya.
Maafkan aku ayah, sebenarnya aku...” akui Woo Joo 

Flash Back
Woo Joo pulang sekolah sengaja menulis kata Bodoh dengan spidol di pintu rumah.
Sendok Jun Gi langsung jatuh mendengar cerita anaknya, karena lemas. Tuan Nam pun meminta maaf, Jung Gi bertanya apa yang sudah dilakukan ayahnya. Tuan Nam mengatakan sengaja meminta maaf karena memberimkan Bong Gi sebagai adiknya. Jong Gi benar-benar tak mengerti yang diucapkan ayahnya. Tuan Nam meminta Bong Gi mengaku. Bong Gi mengomel tak ingin ayahnya terus menuduhnya. Jung Gi makin penasaran apa sebenarnya yang terjadi. Bong Gi mengatakan tak ada apa-apa.
Apa maksudmu tidak ada? Cepat katakan padanya! Kau mau ayah yang mengatakannya?” ucap Tuan Nam, Bong Gi terlihat kesal 
Apa yang kalian bicarakan, Nam Bong Gi!!!!” teriak Jong Gi tak bisa lagi menahan amarahnya.
Maafkan aku, aku yang menggores mobil tetangga kita” akui Bong Gi tertunduk ketakutan  

Flash Back
Bong Gi setengah mabuk membangunkan kakaknya yang tertidur didalam mobil karena seharusnya masuk ke dalam rumah dan tidur. Lalu ia menutup pintu kalau seorang manager itu tak boleh tidur diluar, dan pertama-tama yang harus dilakukan adalah memarkir mobilnya.
Ia duduk dibelakang kemudi, lalu memarkirkan mobil dengan cara mundur, tiba-tiba mobilnya berguncang karena menabrak sesuatu. Bong Gi membuka pintu dan melihat ada goresan di mobil milik Da Jung. Setelah itu ia sengaja menghapus bagian mobil yan tergores dengan crayon.
Didalam mobil Bong Gi tersadar dari tidurnya, lalu berjalan menuju rumahnya dan sempat terjatuh sambil bertanya dimana letak rumahnya karena sudah sangat mabuk. Bong Gi melihat kakaknya yang berjalan begitu saja padahal pintu mobil depan terbuka, lalu meminta maaf pada kakaknya yang buru-buru pergi karena sudah kebelet buang air kecil.
Setelah sampai dirumah, Bong Gi sengaja menaruh crayon ditangan kakaknya untuk menutupi kesalahanya dan membuat Jung Gi berpikir ia pelakunya. 

Tuan Nam mengumpat kelakukan anaknya, Bong Gi membela diri kalau saja SIMnya tidak ditahan, maka tidak akan pernah melakukan ini dan akan menerima semua kesalahan Seperti pria sejati, dan kakaknya itu pasti sudah tahu perasaan yang sebenarnya. Jung Gi tak bisa menahan amarahnya memegang kepala adiknya dan langsung memukulnya beberapa kali.
Kenapa tidak kau katakan lebih cepat? Huh?” jerit Jung Gi terus memberikan pukulan, Bong Gi meminta ampun dan maaf pada kakaknya. Jung Gi terus memukul adiknya.
Bong Gi berhasil melarikan diri menghindari pukulan kakaknya dan meminta untuk tenang. Jung Gi mengejar adiknya untuk kembali memukul. Tuan Nam memohon agar Jung Gi tak memukulnya, Woo Joo yang melihatnya menanyakan apa yang harus mereka lakukan. Tuan Nam meminta Woo Joo tak perlu khawatir karena nanti ia yang akan mengurusnya.

Jung Gi terus memukul adiknya diatas sofa, Bong Gi kembali berhasil melarikan diri berlindung dibalik badan ayahnya, ia meminta kakaknya agar tetap tenang dan berpikir rasional. Jung Gi tak bisa terima begitu saja, karena saat itu pikiran rasional tak penting. Bong Gi tak percaya kakaknya itu akan membunuhnya. Jung Gi berteriak kalau itu dilakukan demi adiknya.
Bong Gi menegaskan kalau ia melakukan itu karena ingin memarkir mobil kakaknya, Jung Gi tak terima karena menurutnya tak masuk akal. Tiba-tiba Tuan Nam langsung mendorong Jung Gi sampai terjatuh, Jung Gi kaget melihat ayahnya membela sang adik agar tak memukulnya lagi. Bong Gi bernafas lega karena sang ayah membelanya.
Tuan Nam tanpa aba-aba langsung memukul Bong Gi karena  tak bisa menjalani kehidupan dengan benar. Jung Gi makin kaget melihat ayahnya yang bergantian memukul adiknya bahkan lebih parah dibanding dirinya. Tuan Nam meminta Jung Gi tak menahanya, tapi Jung Gi berusaha menarik sang ayah untuk tak memukul adiknya lagi. Tuan Nam berteriak menyuruh Jung Gi tak menahanya dan terus memukul Bong Gi. 


Diruang kerjanya,
Da Jung melihat-lihat majalah dengan berbagai jenis Make Up, lalu mempelajari make up dari untuk musim semi dan panas ditahun 2016. Setelah itu melihat proposal Serum Herbal yang dibuat oleh Jung Gi untuk Lovely kosmetik.
Keluarga Nam duduk berjejer di atas sofa, wajah Bong Gi terlihat acak adul. Woo Joo berjanji pada ayahnya agak menghapus tulisan di pintu. Tuan Nam pikir tak perlu karena akan memasang tikar di depan unit 902 dan melakukan penghormatan sebanyak 1000 kali. 

Da Jung keluar menuju parkiran, Jung Gi sudah menunggu didepan pintu lalu mengejarnya karena ada yang ingin dikatakan. Da Jung mengaku tak tahu apa yang ingin dikatakan Jung Gi jadi mereka bisa bicara dikantor. Jung Gi menolak karena ingin berbicara sebelum masuk ke kantor.
Tentang kejadian waktu itu... Sebenarnya, aku yang melakukannya Aku rasa, aku benar-benar mabuk, jadi tidak mengingatnya Tapi sekarang memikirkannya, aku rasa akulah pelakunya Aku benar-benar minta maaf, dan benar-benar bersalah padamu” ucap Jung Gi menutupi kesalahan adiknya.
Kenapa tiba-tiba kau memutuskan untuk mengakuinya? Kau berpura-pura tidak tahu waktu kita hanya sebagai tetangga. Jadi, apa karena aku jadi ketua sekarang?” kata Da Jung
Tidak! Aku benar-benar tidak tahu. Sebenarnya Aku mau mengakuinya nanti, tapi aku takut selama waktu berlalu” kata Jung Gi. Da Jung marah karena Krayon minyak itu yang benar-benar terburuk
Aku akan memberikanmu 4,830,000 won kembali, apapun yang terjadi!”, Da Jung mengatakan belum tahu keputusan dan akan memikirkanya nanti lalu masuk ke dalam mobil. Jung Gi pun membungku ketika mobil Da Jung berjalan pergi. 

Telp di meja Jung Gi berbunyi, Da Jung mengatakan ingn melihat daftar bahan untuk Tap-Tap Serum. Jung Gi mengerti dan akan segera datang, Da Jung melihat tabel semua isi bahan dari Tap Tap serum. Jung Gi melihat Da Jung yang sangat serius, dan bertanya apakah ada lagi yang dibutuhkan.
Di antara herbal yang ada di sini, yang mana yang tidak bisa disediakan di dalam negeri?” tanya Da Jung
Marjoram manis adalah bahan yang harus diimpor dari Mesir” jawab Jung Gi
Dan apa yang lainnya tersedia di dalam negeri?” tanya Da Jung, Jung Gi membenarkan. Da Jung lalu menyuruh Jung Gi segera keluar dari ruangannya. Jung Gi terlihat binggung dan ingin membahas tentang uang ganti rugi, tapi Da Jung lebih dulu menerima telp sekertaris Wang untuk menanyakan apakah Direktur Jo ada diruanganya.
Jung Gi kembali duduk di mejanya dan langsung terdengar bunyi telp lagi, Da Jung meminta dibawakan  hasil tes dari uji klinis. Jung Gi dengan cepat membawakan berkasnya. 
Da Jung melihat uji klinis dan kembali menyuruh Jung Gi segera keluar dari ruanganya. Jung Gi bertanya untuk menyakinkan apakah ia harus segera pergi.
Da Jung memerintahkan Jung Gi agar segera keluar dari ruanganya, Jung Gi ingin keluar tapi tiba-tiba ia langsung menutup seluruh ruangan agar tak terlihat dari luar dan langsung berlutut didepan Da Jung.
Potong saja tenggorokanku, aku tidak bisa fokus karena 4,830,000 itu!” ucap Jung Gi, Da Jung mengejek karena Jung Gi yang  tidak bisa fokus bekerja,
Aku tidak punya uang sekarang Tapi aku akan memberikan seluruh gajiku kalau perlu. Jadi tolong berikan aku waktu, sebagai gantinya, aku akan melakukan apapun yang kau minta” ucap Jung Gi
“Jadi Kau akan melakukan apapun yang kuminta, huh?” kata Da Jung penuh penekanan. Jung Gi sempat kaget dengan ucapanya lalu mengatakan kalau ia akan melakukanya apapun. 
bersambung ke part 2

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 




Tidak ada komentar:

Poskan Komentar