PS; yang udah baca blog / tulisan aku.. Tolong minta follow account IG aku yah dyahdeedee09 & Twitter @dyahdeedee09 jadi biar makin semangat nulisnya. Kamsahamnida.

Jumat, 25 Maret 2016

Sinopsis Come Back Mister Episode 9 Part 2

Hong Nan membawakan toppoki dan juga odeng di meja untuk Yi Yeon, Young Chan dan juga Seung Jae. Semua terlihat sangat bahagia, Yi Yeon tak percaya bisa makan di pinggiranjalan lalu menyuapi anaknya untuk mencobanya. Young Chan langsung terlihat sangat menyukai makanan pinggir jalan yang sangat enak.
Kurasa kau menjadi gembira karena hal-hal kecil.”ejek Hong Nan, Yi Yeon melirik sinis, Hong Nan akhirnya mencoba tertawa untuk menganti suasana.
Yi Yeon, kau melakukannya dengan sangat baik hari ini.” kata Hong Nan lalu menyuapinya toppoki agar makan yang banyak.
Yi Yeon menyuruh Hong Nan untuk berhenti menyuapinya karena sudah terlalu banyak dan mengotori bibirnya, Hong Nan berganti dengan menyuapi Seung Jae odeng walaupun wajah Seung Jae terlihat cemberut. 

Didalam gudang
Da Hye sengaja melepaskan hak sepatu kananya dan membuatnya sepatunya tanpa hak. Langkah kaki seorang pria mendekatinya, Ji Hoon mendatangi Da Hye di gudang lalu terdengar suara sangat ramai karena pekerja yang baru meninggalkan gudang dan menark Da Hye untuk bersembunyi.
Setelah semua pergi, Ji Hoon mendudukan Da Hye diatas kardus dan meminta waktu satu menit saja. Da Hye melihat sepasang sepatu baru dengan tali dibelakangnya, lalu Ji Hoon pun memasangkan sepatu baru di kakinya. Hae Joon melihat Da Hye yang menerima sepatu dari Ji Hoon padahal ditanganya sudah memegang hak sepatu yang tertinggal dilantai, akhirnya ia memilih untuk meninggalkan gudang. 

Da Hye melepaskan sepatu pemberiaan Ji Hoon dan memakai kembali sepatu tanpa haknya, mengaku merasa hutang budi karena Ji Hoon sudah banyak membantu ketika Young Soo meninggal menurutnya itu adalah sebuah kesalahan dan meminta maaf apabila Ji Hoon menerima sikapnya dengan cara yang salah lalu mengembalikan sepatu dengan kotaknya. Ji Hoon terlihat hanya diam mendapatkan penolakan dari Da Hye. 

Hae Joon mengumpat kesal di telp mengangap Da Hye seperti Cinderella dan harus sepatu hak tinggi, Hong Nan yang mendengar ceritanya membalas kalau Ji Hoon itu kembali menjadi orang bodoh, Ji Hoon bertanya apa yang harus dilakukan sekarang. Hong Nan melirik Yi Yeon yang sedang makan toppoki dengan Young Chan.
Saat itu, 10 tahun yang lalu ketika Yi Yeon lari dengan pria itu. Bagaimana semuanya akan berubah jika aku punya keberanian? Aku merasa menyesal.” Cerita Hong Nan dengan nada sedih
Hei.... Apakah kau akan kehilangan dia demi pria lain dan meneteskan air mata darah?” teriak Hong Nan menyadarkan Hae Joon untuk berjuang.
Aku tidak akan kehilangan dia!!!” tegas Hae Joon
Bersikaplah seperti laki-laki! Kau bahkan tidak di dalam tubuh wanita.” Jerit Hong Nan kesal
Saat itu juga beberapa pegawai lewat dan langsung membungkuknya, Hae Joon pun menyakinkan dirinya itu bukan  Kim Young Soo lagi tapi Lee Hae Joon lalu kembali masuk ke dalam gudang. 

Da Hye sedang berada didepan kardus menghitung stock barang, Hae Joon memanggilnya, Da Hye bertanya-tanya kenapa Hae Joon ada di gudang tapi berusaha tak mendengarnya. Hae Joon berjalan mendekati Da Hye memohon agar mendengarkan yang dikatakanya. Da Hye berbicara dengan suara kecil kalau ia   akan mempersiapkan sayuran untuk makan malam.
Aku tidak akan menunggumu untuk memberiku kesempatan.” Kata Hae Joon
“Tak perlu, Aku tidak akan memintamu memberiku tumpangan pulang.” Balas Da Hye terus menghitung stock barang, Hae Joon pun berdiri depan Da Hye memanggilnya.
Aku ingin meminta tolong. Bisa tolong tidak menggangguku?” ucap Da Hye
Hae Joon menarik Da Hye dan membuat posisi sedikit miring mengatakan kalau memang keadaan seperti sekarang lebih baik tak perlu datang kembali. Da Hye terdiam, keduanya saling berpandangan, tiba-tiba tangan Hae Joon sedikit terlepas dan membuat pinggang Da Hye berbunyi. Hae Joon panik akhirnya tangan Da Hye pun menarik rambut Hae Joon. Suasana romantis berubah menjadi saling menjerit kesakitan. Didalam mall Sunjin pun terdengar suara bunyi ambulance 

Da Hye berjalan dengan memakai penyanggah pinggangnya yang kesakitan, Hae Joon berjalan dibelakangnya terlihat bersalah, ketika Da Hye menjerit kesakitan, Hae Joon berlari disampingnya memberikan lenganya agar Da Hye memeganganya. Da Hye terlihat masih sangat kesal sambil mengaduh kesakitan.
Hae Joon berisik kalau keadaan itu sangat bagus, Da Hye mengumpat kesal dan kembali berjalan. Hae Joon mengomel karena Da Hye berbicara kasar padanya sekarang. Da Hye masuk kedalam rumah dan menutup pintunya, akhirnya Hae Joon masuk ke rumah dan melihat sepatunya yang digunakan Da Hye tanpa hak, senyuman terlihat karena Da Hye menolak pemberiaan dari Ji Hoon. 


Hae Joon pergi ke atap sambil menelp Hong Nan kembali menceritakan sudah melakukan apa yang di katakan kepada tapi  hampir mematahkan punggung istrinya. Hong Nan sudah mengunakan baju training memberitahu kalau sebelumnya mengatakan bersikap seperti seorang pria, bukan mematahkan punggung istrinya.
Apakah itu benar? Lalu Bagaimana sekarang?” tanya Hae Joon panik
Kau tidak punya waktu untuk melakukannya langkah demi langkah. Apa pun yang tidak bisa lakukan untuk dia sebelumnya, maka kau bisa melakukan semuanya sekarang.” Kata Hong Nan 

Pagi hari
Da Hye terbangun dengan hembusan angin yang masuk ke dalam kamarnya, senyumanya terlihat saat bangun. Beberapa pelayan sudah menunggunya, satu membawa minum, satu membawa jubah tidurnya dan memakaikanya. Da Hye menghirup wangi kopi dicangkirnya,menurutnya walaupun itu hanya mimpi tapi terasa sangat manis.
Ketika keluar dari kamar, beberapa pelayan sudah ada didepanya membungkuk memberikan hormat layaknya seorang putri. Da Hye tersenyum melihat ayahnya membaca koran sambil mengunakan jas, Han Na bahagia dengan memeluk bonekanya, bahkan Kang Ja dipakaian baju anjing dan juga topi duduk diatas sofa.

Hae Joon tersenyum sumringah didepan Da Hye, dan mimpi Da Hye pun terlihat berantakan. Hae Joon langsung melambaikan tangan menyapanya dengan melambaikan tangan. Da Hye pun sadar kalau memang semuanya nyata dan bertanya apa yan sudah dilakukan Hae Joon padanya.  
Ini adalah hadiah untukmu. Mall akan tutup hari ini jadi kau bisa beristirahat.” Kata Hae Joon lalu memanggil pelayan dan yang lainya.
Kalian membuat makanan dan kau bisa membersihkan ruang tamu.” Kata Hae Joon pada semua pelayan dan meminta barang-barang yang baru segera ditaruh ditempatnya. 
Meja lampu baru semua dibuah baru oleh pelayan yang dibawa Hae Joon, mengubah atap seperti layaknya kamar, bahkan kursi pijat juga ditaruh di lantai atap. Hae Joon memperagakan kursi pijat untuk ayahnya apabila nanti punggungnya terasa sakit. Tuan Kim terlihat senang karena bisa merasakan pijatan gratis.
Hei! aku tidak suka seseorang memindahkan perabotan di dalam rumahku! Keluar kalian semua!” jerit Da Hye, Hae Joon hanya bisa tertunduk dengan wajah cemberut.
Akhirnya semua pelayan pun keluar dari rumah Da Hye dengan terburu-buru. 


Hae Joon pun menyuruh Da Hye duduk dimeja makan, meminta untuk beristirahat karena mereka bertiga akan mengurus semuanya. Tuan Kim setuju akan memasakn jadi menantunya itu bisa duduk diam saja. Hae Joon membuka panci membuat sup dan mencicipinya.
Da Hye melihat ketiganya sibuk masak sambil mengoyangkan pinggulnya bersama-sama dan terlihat sangat kompak, senyuman terlihat bahagia. Hae Joon merasa supnya masih hambar tapi Han Na merasa sudah asin jadi tak perlu diberi garam. Da Hye melihat keakraban ketiga seperti sedih mengingatkaan suaminya yang telah tiada. 

Yi Yeon seperti sedang berjemur diatap, Seung Jae melipat baju Young Chan yang sudah kering. Hong Nan menantangan Seung Jae untuk bermain tinju bersamanya tapi Seung Jae tak mau menanggapinya dengan sibuk melipat baju. Ponsel Hong Nan berdering, lalu meminta Seung Jae untuk melepaskan sarung tinjunya.
Seung Jae melepaskan sarung tinju dan melemparnya begitu saja. Hong Nan mengangkat telp sambil berteriak “sayang” Seung Jae dan Yi Yeon melotot kaget karena Hong Nan memiliki pacar. Hong Nan terlihat kaget membahas Hae Joon yang memasukan mayones di sup miso menurutnya itu tak bisa dibaut menjadi enak.
Ini sudah tidak bisa diselamatkan. Bahkan jika Maya datang, dia tidak akan mampu untuk menyelamatkannya. Apakah membuat punggungnya sakit masih belum cukup? Apakah kau mencoba untuk membuat seseorang kehilangan nafsu makannya?” sindir Hong Nan yang membuat Seung Jae terus menguping
Berhenti berbicara. Aku akan mengatasinya dan segera ke sana.” Kata Hong Nan
Saat akan pergi, Yi Yeo menyindir Hong Nan itu sudah gila dengan pergi ke tempat itu memasak untuk  pria pecundang itu, dengan tegas meminta agar Hong Nan tidak boleh terlibat dengan keluarga Cha. Hong Nan menjelaskan bukan itu maksudnya tapi datang hanya ingin menyelamatkan  Hae Joon si idiot itu yang tahu apa-apa tentang memasak dan sedang bersikap setia. Yi Yeon tak percaya dengan ucapan Hong Nan jadi ingin  melihat seperti apa  Hae Joon dengan matanya sendiri. Hong Nan panik melihat keduanya ingin ikut denganya. 

Hae Joon binggung melihat Hong Nan datang dengan lengkap bersama Yi Yeon, Seung Jae dan juga Young Chan. Tuan Kim dan keluarga melonggo melihat tamu yang datang. Hong Nan menjaba tangan Tuan Kim menyapanya, Hae Joon langsung menariknya agar tak lama-lama berjabat tangan.
Ini adalah aktris yang terkenal, Song Yi Yeon.” Ucap Hong Nan memperkenalkanya, Yi Yeon melepaskan kacamata menyapanya. Tuan Kim dan keluarga membalas dengan membungkuk.
Ini bukan orang asing. Dia... seorang teman yang sudah seperti keluarga.” Kata Hae Joon, Hong Nan pun menyakinkan kalau mereka memang hanya berteman.
Apakah aku sudah melakukannya dengan benar, sayang ?” ucap Hong Nan sambil menepuk manja.
Semua melotot kaget termasuk juga, Hae Joon karena Hong Nan membuat berpikir yang aneh-aneh. Hong Nan akhirnya memberikan sebuket bunga, Hae Joon panik karena Da Hye tak suka bunga. Da Hye tersenyum sumringah menerima bunga yang sangat cantik. Hong Nan pikir Hae Joon tak tahu apa-apa tentang wanita lalu mengajak mereka mulai berkerja dengan pergi ke dapur. Hae Joon tersenyum pada Yi Yeon, Seung Jae dan Young Chan tapi terlihat ketiganya cemberut menatap Hae Joon. 

Hong Nan mengeluarkan semua bahan dari kulkas dan langsung memotongnya semua bahan-bahan. Semua melonggo melihat cara masak Hong Nan sangat cepat dan rapih. Dimulai dari membuat telur gulung, lalu membuat ikan panggang dan memberikan bumbu pada daging. Dengan mudah membuat jacpae, memasuka ikan ke dalam panggangang dengan semua bumbu.
Da Hye memuji Hong Nan yang masak sangat cepat, Hong Nan mengaku sebagai chef, lalu Hae Joon memberikan kode agar tak membuka jati dirinya. Hong Nan mengubah kalau ia keturunan chef sambil menepuk pundak Hae Joon.
Ngomong-ngomong, kenapa kau tinggal di sini?” tanya Yi Yeon penasaran, Hae Joon ingin  menjelaskan tapi Da Hye lebih dulu menyelanya.
Dia seorang kreditur dan khawatir bahwa aku akan menjual rumahnya dan lari.” Cerita Da Hye.
Keluarga Cha yang terkenal sangat terobsesi” kata Yi Yeon
“Bukan seperti itu, aku mengenal orang ini dengan sangat baik. Dia sangat ramah.” Ucapan Hong Nan berusaha membela Hae Joon.
Diruang tengah, Seung Ja sedang main seperti catur dengan Tuan Kim tapi kupingnya mendengarkan pembicaraan Hong Na yang mebanggakan Hae Joon. Tuan Kim sampai menegurnya tidak boleh mengambil poin caturnya kembali.

Hong Nan ingin menceritakan kelebihan dari Hae Joon tapi terlihat kebinggungan akhirnya ia menarik Hae Joon untuk berdiri. Lalu memperlihatkan wajah Hae Joon yang tampan, dengan tubuh yang tinggi memiliki bentuk tubuh yang bagus dan perut yang sixpack.
Seung Jae terus mendengar Hong Nan yang membanggakan Hae Joon, Tuan Kim ikut mendengar ikut tersenyum. Hong Nan pun menceritakan yang paling penting dan sangat menakjubkan. Hae Joon langsung menutup mulut Hong Nan karena tahu tujuanya, Da Hye dan Yi Yeon hanya bisa diam dan pura-pura tak mengerti. 

Di dalam kamar 

Han Na sedang mengajarkan nama-nama Burung dalam komputernya, mulai dari angsa, ibis, merpati, angsa liar, burung pelatuk, lalu terlihat nama folder Bulbul bertelinga coklat.  
Sementara di meja makan, Hong Nan sedang mengaduk jacpae dengan sarung tangan ketika Hae Joon ingin mencoba dengan membuka lebar mulutnya, tangan Hong Nan menyuapi Yi Yeon sampai semua tanganya masuk ke dalam mulut. Hae Joon mengeluh kalau mereka itu sedang membuat film romantis.
Terdengar suara dari kamar Han Na yang memanggil ibunya, bertanya apa nama burung "Bulbul bertelinga coklat" Hae Joon dan Hong Nan langsung melotot kaget,. Hong Nan sedang ada dikamar mandi, Seung Jae yang ada diruang tengah mendengar ucapan Tuan Kim kalau itu Burung Bulbul adalah teman yang sangat baik burung gereja. Tangan Seung Jae bergetar mendengarnya. 

Hae Joon dan Hong Nan langsung berlari keruangan komputer dan membawa dua anak kecil keluar dari ruangan. Hong Nan langsung duduk didepan komputer dengan wajah sumringa, Hae Joon berusaha untuk melarangnya tapi Hong Nan tetap ingin membaginya setelah itu baru dihapus.
Tidak boleh.. Ini adalah masalah kehormatan.” Jerit Hae Joon, Hong Nan tak peduli dan langsung menontonya lebih dulu isi foldernya.
Keduanya langsung melotot, Hae Joon menarik kursi yang duduki Hong Nan agar bisa menghapusnya. Tapi Hong Nan tak mau kalah bisa mendorongnya kembali lalu menontonya. Keduanya saling tarik menarik dialam kamar. 

Da Hye baru keluar dari kamar mandi dan ingin masuk kedalam ruang kerja suaminya, Seung Jae melihatnya dan langsung menaruh poinya secara asal tapi Tuan Kim melihat gerakan Seung Jae sangat bagus. Ketika Da Hye akan membuka pintu, Seung Jae dan Yi Yeon langsung menghalanginya. Da Hye binggung yang dilakukan keduanya.
Yi Yeon mengajak Da Hye untuk minum bersama, Seung Jae langsung melarangnya karena Yi Yeon tak boleh mabuk. Yi Yeon menepuk Seung Jae kalau itu hanya trik saja, Da Hye mendengar ada suara aneh dalam ruangan. Yi Yeon langsung membuat suara mendesah dengan mengucapkan kata “roxy”Seung Jae juga mengeluarkan suara seperti kegerahan setelah berolahraga. 

Rambut Hae Joon sudah acak-acakan berusaha meraih mouse untuk menghapus folder, Hong Nan memegang tanganya dengan nada merayu layaknya perempuan meminta agar Hae Joon tak melakukanya untuk menghapusnya. Hae Joon menanyakan alasanya, Hong Nan dengan berbisik manja meminta agar membagikan padanya.  Hae Joon berusaha menjauh agar tak tergoda dengan rayuan Hong Na dan mengaku sudah memiliki seseorang yang disukainya.

Di depan pintu kamar
Yi Yeon berusaha untuk mengalihkan Hong Nan dengan menawarkan diri untuk menjadi temanya. Da Hye terlihat binggung, Yi Yeon merasa Da Hye itu pasti tak punya teman, jadi meminta agar mereka bisa berteman baik. Da Hye pun menerimanya dengan senyuman bahagia.
Sementara didalam kamar, Hong Nan mencengkram baju Hae Joon agar membagi file itu padanya dan menurutnya tak akan sulit. Tangan Hae Joon tak sengaja menekan mouse yang terjatuh akhirnya folder pun terhapus. Hong Nan berteriak dan duduk lemas memberitahu kalau video itu sesuatu yang dibutuhkanya sekarang karena mulai merasa binggung dengan identitasnya, dengan tubuh wanita tapi jiwanya laki-laki.
Hae Joon berjanji akan mencari video yang berbeda jadi memintanya agar tak menangis. Hong Nan menyangkal tak menangis dan langsung menyadarkan kepalanya. Da Hye membuka pintu dan melihat keduanya terlihat sangat mesra. Hae Joon langsung mendorong Hong Nan, Da Hye dan Seung Jae terlihat kesal dan pergi. Yi Yeon tak sengaja melihat foto Young Soo seperti mengenal pria yang ada di foto. 


Didalam kamar Han Na
Han Na memakai balok angka dengan membuat penjumlahan, Young Chan walaupun masih terlihat kecil sudah bisa menghitung penjumlahan. Yi Yeon dan Han Na bertepuk tangan bahkan Yi Yeon juga mengusap kepala Han Na yang bisa langsung akrab dengan anaknya.
Dia sangat imut dan Aku selalu ingin punya adik seperti dia.” Cerita Han Na,  Da Hye akan masuk kamar terhenti mendengar ucapan anaknya.
Ayahku mengatakan dia tidak mau punya anak lagi. Dia tidak ingin membagi cintanya dariku dan ia hanya membutuhkanku.” Cerita Han Na tentang ayahnya. Da Hye hanya tetap mendengarnya.
Kalau begitu kau bisa menjadi kakak dari Young Chan.” Kata Yi Yeon lalu bertanya pada Young Chan apakah ia bahagia, Young Chan tersenyum bahagia mau menganggap Yi Yeon seperti kakaknya. Da Hye dengan senyuman mengajak semuanya makan siang bersama. 

Makanan dimeja sangat lengkap, Hae Joon tersenyum melihat istrinya yang bahagia menaruh makanan disendok  anaknya. Sementara Hong Nan dan juga Seung Jae melihat Yi Yeon memangku Young Chan sambil menyuapinya dengan wajah bahagia.
Hae Joon dan Hong Nan sama-sama saling menatap seperti ingin memberikan keyakinan kalau semua sudah bahagia. Han Na  memberikan makanan ke mangkuk Hae Joon untuk memakanya. Hae Joon melihat ada sayuran wortel yang tak disukainya, untuk membahagiakan anaknya makanan dengan lahap wortel yang tak disukainya.
Lalu ia membalas dengan memberikan pancake pada anaknya, tatapan mengarah pada Da Hye dan saling memberikan senyuman. Hae Joon lalu memberikan makanan juga pada Tuan Kim, lalu Tuan Kim memberikan daging ikan pada cucunya agar tumbuh dengan besar. Seung Jae menatap keluarga didepanya terlihat sedih karena sudah tak memiliki keluarga.
Hong Nan menatap Seung Jae dan keduanya tiba-tiba saling menatap dan Seung Jae langsung mengambil sumpitnya. Tuan Kim menaruh telur gulung dimangkuk Seung Jae, menyuruhnya makan karena masih dimasa pertumbuhan. Hong Nan mengejek kalau nanti Seung Jae tambah tinggi akan menembus atap rumah. Semua tertawa bahagia mendengarnya, Tuan Kim menanggapi kalau nanti Seung Jae dengan mudah menganggi lampu. 


Da Hye dan Yi Yeon minum teh bersama diruang tengah, Yi Yeon menanyakan apakah suami Da Hye itu bekerja di Sunjin Department Store. Da Hye membenarkan. Yi Yeon menceritakan Young Soo itu adalah satu-satunya orang yang memperlakukannya sama, entah dirinya seorang artis ataupun janji
Ada satu orang lainnya yaitu Lee Hae Joon.” Cerita Yi Yeon mengarahkan pandangan ke arah luar,
Hae Joon mengendong Han Na dipundaknya dengan memotong ranting daun yang kering. Da Hye tersenyum melihatnya, Hae Joon melirik kearah jendela dan memberikan senyumanya serta kedipan mata. Da Hye berpura-pura menunduk tak melihatnya. 

Yi Yeon pamit pulang ditengah jalan sebelum menunju mobil yang diparkir, lalu memeluk Da Hye mengatakan kalau ia bersungguh-sungguh agar mereka bisa menjadi teman. Da Hye pun dengan senang hati menerima Yi Yeon untuk datang lagi kerumahnya.
Hae Joon ingin memeluknya dan akan bertemu lagi nanti, Hae Joon langsung menariknya tak ingin istrinya dipeluk pria lain. Yi Yeon pun pamit pergi dengan senyumanya. Seung Jae yang mengendong Young Chan berjalan meninggalkan Hae Joon dan juga Da Hye.
Tiba-tiba Hae Joon melepaskan jaket dan memakaikan pada Da Hye. Da Hye pikir mereka harus segera pulang jatuh tak membutuhkan jaket itu. Hae Joon mengajak Da Hye untuk minum tak perlu memikirkan anak dan mertuanya karena keduanya pasti akan tertidur setelah menyentuh bantal, lagipula ia tak ingin minum sendri. Da Hye pun meminta agar ia sendiri yang memilih tempatnya, Hae Joon langsung setuju. 

Ketika berjalan ke parkiran mobil, Yi Yeon berkomentar Hae Joon itu orang yang baik. Hong Nan pun dengan bangga merasa kalau memang Hae Joon itu orang baik seperti yang diceritakan. Seung  Jae mendengar dengarn wajah cemberut. Yi Yeon tiba-tiba merasa tidak seperti itu, Hong Nan bertanya apa maksud ucapanya.
Jangan terlibat dengan Sunjin. Aku tidak bisa melihatmu terlibat dengan Sunjin...” ucap Yi Yeon, Hong Nan langsung tertawa mendengarnya.
“Kau bilang aku Dengan Hae Joon? Itu Tidak akan pernah.” Tegas Hong Nan, Yi Yeon lalu bertanya siapa yang disukai Hae Joon lalu menebak itu adalah Da Hye.
Yang sebenarnya adalah, dia dan mendiang suami Da Hye... adalah sangat dekat.” Cerita Hong Nan, Yi Yeon pikir itu seperti cerita "My Mother and Her Guest".

Da Hye dengan pakaian hanboknya membawakan meja penuh dengan makanan keruang tengah. Hae Joon dengan rambut klimiks dan kacamata sudah memangku Han Na, keduanya sama-sama mengambil telur rebus diatas piring.
“Ahjussi,  Apa kau juga suka telur rebus” ucap Han Na lalu membuat bentuk bulan di pipinya
Keduanya langsung menyuapi telur rebus bulat-bulat ke dalam mulut. Hae Joon melirik dengan tatapan mengoda, Da Hye tersipu malu dan memilih untuk tertunduk. 

Yi Yeon membuat pipinya seperti telur rebus dengan gaya imut mengatakan  "aku juga suka telur rebus." Hong Nan pun membalasnya dengan suara mengoda "Sudah cukup lama...Sejak aku memegangmu." Sambil memeluk Yi Yeon.
Seung Jae melihat akting keduanya yang berlebihan, Yi Yeon mengaku kalau tulang rusuknya itu akan patah, Hong Nan langsung memeluknya berjalan sambil dengan wajah mengoda. Seung Jae hanya bisa mengeleng-ngeleng dua wanita yang mulai mengila dimalam hari. 

Hae Joon dan Da Hye makan di tenda pinggir jalan, Hae Joon memberitahu tulang rawan  babi ditempat itu sangat enak.  Da Hye mengatakan tidak suka daging babi. Hae Joon tahu Da Hye itu suka usus babi, Da Hye mengaku itu karena suaminya menyukai makanan itu dan meminta dibawakan tulang ayam. Hae Joon terdiam karena ternyata tak begitu mengenal istrinya.  Akhirnya ia menuangkan soju ke dalam gelas, Da Hye meminumnya perlahan dan bergantian dengan Hae Joon yang langsung minum sekali teguk.
Apakah kau tidak akan menemui keluargamu?” tanya Da Hye
Ibuku meninggal saat aku masih sangat muda, dan aku memiliki ayah, tapi aku tidak bisa memanggilnya seperti itu.” Cerita Hae Joon
“Apa ada Orang yang kau cintai?” tanya Da Hye
Aku punya satu. Selama 10 tahun, kupikir kami pasangan yang baik, tapi dia tidak merasakan hal yang sama. Dia berkata kalau semua yang aku tahu adalah kebohongan. Lalu apa jadinya cintaku itu ?” cerita Hae Joon

Dia hanya cocok denganmu secara sepihak. Kalau sampai 10 tahun, pasti sulit.” Ungkap Da Hye sambil meminum kembali sojunya.
Kau juga berbeda dari apa yang kudengar.” Komentar Hae Joon, Da Hye bertanya apa yang dikatakan suaminya tentang dirinya.
Bahwa kau tidak bisa minum sama sekali.” Kata Hae Joon yang mengenal istrinya selama 10 tahu
Bukan berarti aku tidak bisa tapi Aku memilih untuk tidak minum. Aku minum tiga cangkir saat aku tidak bisa tidur.” Akui Da Hye, Hae Joon benar-benar tak menyangka kalau istrinya benar-benar berbeda dimatanya sekarang. 


Hong Nan kembali mengajak Seung Jae berlatih tinju, tapi pikiran Seung Jae melayan mengingat saat Hong Nan berada dipelukan Hae Joon. Mata Seung Jae berubah marah dan akhirnya mencoba memalas dengan  memukulnya apabila Hong Nan mulai memberikan tinjuan. Hong Nan menjerit kesakitan dibagian kepalanya.
Seung Jae beberapa kali bisa membalas pukulan sebagia tanda kalau ia sangat mara dan Hong Nan terus saja menjerit kesakitan tak bisa membalasnya. Dari jendela Yi Yeon tersenyum melihat Seung Jae yang bercanda dengan memiting Hong Nan.

Young Chan menerbangkan beberapa pesawat diatas tempat tidur, akhirnya ia memaikan sendiri dengan berjalan ke ruang tengah dan tak sengaja masuk ke bagian belakang rak buku. Sambil membungkuk mencari di kolong rak dan menemukan sebuah foto Gi Tak masih remaja dengan seorang anak kecil disampingnya. 


Da Hye pikir dari yang diceritakan suaminya itu pada Hae Joon, tak akan binggung sampai mereka bisa tinggal hidup menetap. Menurutnya Hae Joon akan baik dengan mereka karena itu tapi tetap saja keluarganya itu punya kehidupan sendiri.
Semuanya terserah kami... dan hidup tanpa Young Soo.” Ucap Da Hye
Siapa yang akan mengisi kekosongan itu?” tanya Hae Joon, Da Hye pikir bukan itu masalahnya sekarang.  
Apakah aku tidak boleh melakukannya? Apakah aku tidak boleh... menyukaimu?” tanya Hae Joon tak ingin mengulur waktu lagi.

Di pulau tak berpenghuni
Hae Joon berlari ke pantai memajat karang dan akhirnya menemukan sebatang pohon yang hanyut di bibir pantai. Dengan sekuat tenaga mengosokan kayu agar mengeluarkan api, tapi yan terjadi tanganya malah kesakitan. Waktu berganti semalam, sampai akhirnya Hae Joon bisa membuat api dihari berikutnya.
Dengan wajah bahagia berteriak bisa membuat api dengan mengosokan batang pohon, Ahjussi yang sedari tadi santai mengeluarkan korek yang disimpanya. Hae Joon duduk lemas karena ternyata Ahjussi memiliki korek padahal ia sudah  berusaha membuat api dalam waktu satu malam.  
bersambung ke episode 10


FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 



7 komentar:

  1. suka bgt sm scene seung jae dan hong nan udh mulai cemburušŸ˜Š

    BalasHapus
  2. Kasian suami ku terdampar,,,, haduh kpn kembali ya, sampe bulukn bgtu

    BalasHapus
  3. Drama ini aslinya konfliknya banyak, ad sedihnya juga dan si cha jae guk sama si na suk chul kan aslinya jg lumayan jahat, tp krn banyak scene komedi nya, jd sdh tertanam di kepala klo drama ini 'lucu', jd lebih menonjol ke lucunya. Tp ngga tau sih klo ada twist nya ntr. Bau baunya si bakal gt..hhehe tp seru nontonnya

    BalasHapus
  4. Ada yang tau nga nama pemeran young chan yang jd anak nya song yi yeon? kyny muka nya familiar, pnh liat di drama laen

    BalasHapus
    Balasan
    1. aku juga penasaran siapa namanya... itu kalo gak salah si young chan pernah maen di pride and prejudice sama tae hwan juga deh

      Hapus