PS; yang udah baca blog / tulisan aku.. Tolong minta follow account IG aku yah dyahdeedee09 & Twitter @dyahdeedee09 jadi biar makin semangat nulisnya. Kamsahamnida.

Senin, 21 Oktober 2019

Sinopsis Melting Me Softly Episode 7 Part 2

PS : All images credit and content copyright : TVN

Buat kalian yang suka membaca tulisan aku meminta dukungan dalam bentuk "Subscribe" You tube karena sedang mencoba mengumpulkan 1,000 Subscribe. 
Tinggal Klik disini, buat yang sudah Subscribe. Terimakasih banyak. Semoga bisa sampe bulan ini 



Ji Hoon melihat Mi Ran lalu memanggilnya bertanya  Apa yang membawanya ke sekolah padahal tidak memiliki kelas hari ini. Mi Ran mengaku datang ke sini untuk sesuatu yang lain lalu bertanya Apakah Ji Hoon tidak memiliki kelas.
“Hari ini adalah hari tersibuk-ku dalam seminggu. Tapi sekarang waktunya makan siang.” Kata Ji Hoon. Mi Ran menganguk mengerti.
“Apakah kau sudah menyerahkan tugas-mu?” tanya Mi Ran. Ji Hoon mengaku belum karena masih membaca apa yang Mi Ran tulis.
“Aku tidak bisa membaca banyak  karena jadwal-ku sibuk hari ini.” Ucap  Ji Hoon. Mi Ran menganguk mengerti lalu melhat Young Jun berjalan dengan seorang wanita.
“Aku tidak tahu Young Jun punya pacar.” Komentar Mi Ran. Ji Hoon memberitahu kalau Mereka belum pacaran tapi hanya saling menggoda.
"Mereka saling menggoda"? “ tanya Mi Ran bingung. Ji Hoon menjelaskan  Mereka belum resmi tapi hanya melihat bagaimana keadaannya.
“Dia junior dari jurusan seni patung. Dia bertemu dengannya di klub sekolah.” Cerita Ji Hoon.
“Apa Menggoda sesuatu yang kau lakukan  sebelum kau berkencan dengan seseorang?” tanya Mi Ran yang belum pernah mendengarnya.
“Apa Kau tidak tahu apa artinya menggoda?” komentar Ji Hoon heran. Mi Ran mengaku belum pernah mendengarnya sebelumnya.



Keduanya akhirnya duduk dibangku taman, Ji Hoon pikir Mi Ran  dari luar angkasa atau sesuatu tempat karena tidak percaya Mi Ran tidak tahu apa artinya itu. Mi Ran ingin menceritakan masalahnya kalau Untuk waktu yang lama lalu kebingungan.
“Bagaimana aku bisa memberitahumu ini?” ucap Mi Ran bingung. Ji Hoon berpikir Mi Ran itu sakit
“Lagi pula, apa sebenarnya saling menggoda?” tanya Mi Ran mencoba mengalihkan pembicaran.
“Itu ketika kau menyukai seseorang, tetapi kau tidak yakin apakah orang itu juga menyukai-mu. Justru ketika orang lain terus menjadi sedikit kabur, tapi jelas ada sesuatu yang terjadi. Kau tahu maksud-ku, kan?” jelas Ji Hoon.
“Ya, aku mengerti sekarang. Apa Maksud-mu saat kau tidak yakin?” jelas Mi Ran. Ji Hoon membenarkan.
“Saat itulah kau menggoda orang lain.” Kata Mi Ran, Ji Hoon menganguk mengerti.
“Kau pernah berkencan dengan seseorang sebelumnya, bukan? Dan kau mungkin juga menggodanya.” Kata Ji Hoon, Mi Ran hanya membenarkan saja.
“Tapi pria yang kukencani benar-benar kampret. Dia menikah dengan temanku, dan mereka bahkan punya anak bersama. Anggap saja dia psiko.” Ucap Mi Ran penuh amarah. 


Saat itu Dong Chan menelp bertanya Apakah masih di sekolah, Mi Ran mengaku baru saja akan pergi ke stasiun penyiaran. Dong Chan memperingatkan Mi Ran kalau sudah terlambat dua jam untuk rapat perencanaan.
“Maafkan aku. Aku akan ke sana sekarang dan akan pergi sekarang.” Ucap Mi Ran lalu menutup telp
“Aku akan membaca tugas-mu bersama Young Jun malam ini.” Kata Mi Ran. Ji Hoon menganguk mengerti.
“Nikmati makan siangmu.” Kata Mi Ran. Ji Hoon kecewa Mi Ran yang  tidak akan makan. Mi Ran mengaku harus pergi sekarang.
“Aku akan mencari tahu apakah aku mendapatkan pekerjaan magang pada akhir bulan ini. Kuharap aku bisa bekerja dengan-mu di stasiun penyiaran.” Ucap Ji Hoon
“Aku juga. Aku akan pergi sekarang.” Kata Mi Ran dengan senyuman sumringah lalu bergegas pergi. 


Mi Ran berlari masuk ke dalam ruangan, Dong Chan langsung memarahinya karena sudah bilang jangan lari. Mi Ran mengingatkan kalau Dong Chan mengatakan kepadanya untuk datang dengan cepat. Dong Chan menegaskan Mi Ran itu harus menjadwalkan waktunya dengan bijak sehingga tidak perlu lari.
“Suhu tubuhmu akan naik.” Tegas Dong Chan marah. Mi Ran heran Dong Chan itu sangat terobsesi dengan suhu tubuhnya.
“Aku bahkan tidak berlari sebanyak itu.” Keluh Mi Ran. Dong Chan menyuruh Mi Ran agar Diam dan jangan lari.
“Apa tadi kau makan? “ tanya Dong Chan. Mi Ran mengaku belum. Dong Chan kembali memarahi Mi Ran yang belum makan
“Tidak masalah. Aku tidak perlu makan.” Kata Mi Ran santai. Dong Chan mengeluh kalau itu bukan sesuatu masalah.
“Suhu tubuhmu akan naik jika kau kelaparan.” Jelas Dong Chan. Mi Ran heran Mengapa itu akan membuat suhu tubuhnya naik
“Karena kau akan marah ketika kau lapar. Ayo pergi. aku akan menemani-mu saat kau makan.” Jelas Dong Chan lalu bergegas keluar ruangan. 

Mi Ran makan dengan lahap, Dong Chan menatapnya lalu bertanya  Apakah mereka memaafkan Mi Ran karena telah memukuli profesor itu, Mi an mengeluh kalau tidak ingin membicarakan hal itu dan ingin tahu apa yang terjadi  dengan ledakan mobil Profesor Jo.
“Mari kita bicarakan nanti. Ini bukan tempat yang tepat untuk membicarakan hal itu.” Kata Dong Chan berbisik. Mi Ran menganguk mengerti.
Saat itu Dong Chan melihat rambut Mi Ran yang akan menyentuh mangkuk dan langsung merapihkan di balik telinga Mi Ran. Mi Ran terdiam dan suasana terasa canggung. Dong Chan beralasan Mi Ran yng akan mengunyah rambutnya.
“Tuan Ma... Pernahkah kau menggoda seseorang?” tanya Mi Ran. Dong Chan bingung tak mengerti maksudnya.
“Apakah kau tidak tahu apa itu menggoda?” ejek Mi Ran. Dong Chan mengaku tidak tahu apa yang dibicarakan.
“Astaga, kau sudah tua sekali. Bukankah sudah waktunya bagimu untuk mengejar ketinggalan trend? Ada banyak hal yang tidak kau ketahui.” Ejek Mi Ran bahagia.
“Astaga, bagaimana denganmu? Apakah kau tahu apa itu? Katakan apa itu. Mari lakukan bersama.” Kata Dong Chan.
“Itu adalah sesuatu yang kau lakukan dengan orang yang kau sukai, sebelum kau mulai berkencan dengan orang itu.” Jelas Mi Ran. Dong Chan terdiam lalu hanya minum untuk menurunkan suhu tubuhnya. 



Hyun Gi masuk ruangan, semua orang langsung berdiri termasuk Dong Chan dan Mi Ran memberikan hormat. Setelah itu Dong Chan memulai presntasi dengan judul "Memutar kembali waktu" lalu mengatakan datang dengan ide ini berdasarkan proposal proyek Ko Mi Ran.
“Kita akan kembali ke masa lalu. Seperti yang kalian lihat di materi yang aku bagikan, Ellen Langer, seorang profesor psikologi yang mengajar di Harvard, melakukan eksperimen di mana dia mengubah waktu secara psikologis.” Ucap Dong Chan.
“Tetapi bagaimana itu mungkin?” tanya Hyun Gi. Dong Chan meminta Hyun Gi agar mendengarkan penjelasanya. 

“Dia mengumpulkan orang-orang yang berusia 70 tahun dan menciptakan lingkungan yang membawa mereka kembali ke 20 tahun yang lalu. Dia bisa mengekspos mereka ke lagu, berita, dan film dari saat itu  dan membuat mereka menghidupkan kembali kehidupan sehari-hari mereka dari 20 tahun yang lalu.” Jelas Dong Chan.
“Dan akhirnya, kekuatan fisik mereka kembali ke 20 tahun yang lalu, sebagaimana fisik mereka dulu. Mi Ran menyarankan agar kita mengumpulkan anak-anak berusia 27 tahun  dan membawanya kembali ke 20 tahun yang lalu.” Jelas Dong Chan.
“Tetapi sangat tidak wajar melihat orang dewasa bertindak seperti bayi. Jadi kita akan mengumpulkan orang dewasa yang telah menetapkan identitas ego mereka. Orang berusia 40-an akan mendapatkan kesempatan untuk kembali ke usia 20-an. Mereka akan menghidupkan kembali usia 20-an.” Ujar Dong Chan
“Idenya cukup bagus. Tapi bukankah acaranya kelihatan terlalu norak dan retro mengingat kita akan kembali ke 20 tahun yang lalu?” komentar anak buah Tuan Park.
“Itulah esensi dari proyek ini. Tugas kita adalah membuat orang merasa tertarik tentang hal-hal yang tampaknya kuno saat ini. Dan kita bisa menjadikan gaya retro menjadi tren baru.” Ucap Dong Chan.
“Orang-orang berusia 40-an yang kelelahan dengan kehidupan akan bisa kembali ke usia 20-an dan mengatasi proses penuaan biologis. Setiap generasi akan dapat berhubungan dengan acara kita. Dan kita akan mengirimkan pesan  mengatakan kita adalah orang yang menentukan usia pikiran kita.” Jelas Dong Chan.
“Bagaimana "Kembali ke 1999" untuk judul?” kata Hyun Gi. Anak buah Tuan Park memberitahu Itulah drama hit yang pernah ditayangkan di saluran kabel Seri "Kembali".
“Bagaimana kalau "Go Go 99"? Itu berarti "Mari kita kembali ke tahun 1999." Kata Mi Ran. Anak buah Tuan Park berpikir Ini memiliki sajak yang bagus.
“Kedengarannya luar biasa. Ayo pergi dengan itu... Kerja bagus. Aku suka judul itu, Mi Ran.” Puji Dong Chan. Mi Ran tersenyum mendengarnya.
“Tidak hanya orang-orang berusia 40-an. Kita juga akan memiliki beberapa mahasiswa.” Kata Dong Chan.
“Kupikir akan menyenangkan memiliki beberapa selebritas  dalam pertunjukan juga.” Saran Mi Ran.
“Ya, itu ide bagus... Aku sudah melihat beberapa situs syuting. Mi Ran, aku ingin kau ikut denganku untuk memeriksa situs sebelumnya.” Kata Dong Chan. Mi Ran menganguk setuju.
“Aku juga ingin pergi bersamanya.” Komentar anak buah Tuan Park iri mendengarnya Dong Chan mengajak Mi Ran.
“Director Park, lihat penempatan produk apa yang bisa kita dapatkan.” Ucap Dong Chan.
“Tapi aku sedang mengerjakan program baru itu akan mengudara pada paruh kedua tahun ini.” Kata Tuan Park
“Aku sudah membaca proposal proyek untuk pertunjukan itu. Dan aku jamin itu akan gagal. Apakah kau menggunakan uang perusahaan untuk mencapai realisasi diri? Pikirkan sesuatu yang lain  dan bantu aku saat kau sedang mengerjakannya” Komentar Dong Chan.
“. Siapa tahu? Saluran kabel bahkan mungkin menjangkau dirimu. Kau tidak berencana untuk menjaga etika kerjamu yang buruk, kan?” kata Dong Chan. Tuan Park mengelengkan kepala.
“Pak Kepala, Aku ingin kamu menyusun anggaran. Ini percobaan, jadi itu akan mudah.” Ucap Dong Chan.
Hyun Gi bingung dan ingin tahu alasanya, lalu menegaskan kalau dirinya itu  seorang kepala. Dong Chan pikir Ketika hidupnya membosankan, maka itu akan sia-si dan memalukan karena tidak memiliki prestasi, jadi Hyun Gi harus menjadi lebih antusias tentang pekerjaan.
“Tentu saja, aku mungkin tidak tahu banyak karena aku masih sangat muda. Tapi itulah yang aku pikirkan.” Kata Dong Chan.
“Dia menyimpan dendam yang sangat besar atas apa yang aku katakan ketika aku mabuk.” keluh Hyun Gi berbisik.
“Semuanya, mari kita semua bekerja keras untuk membuat pertunjukan ini sukses. Akan ada perubahan dalam variety show TBO sekarang Ma Dong Chan kembali.” ucap Dong Chan dengan senyuman penuh keyakinan. 
“Tidak hanya itu akan menjadi variety show yang menyenangkan, tetapi itu juga akan memiliki ketulusan. Kita akan memiliki keduanya.” Ungkap Dong Chan. Mi Ran tersenyum. Hyun Gi berdiri langsung memberikan tepuk tangan. 




Di ruang berita, seorang pria memperlihatkan “Gambar ledakan mobil” lalu memberitahu kalau Profesor Jo, yang berpartisipasi dalam percobaan cryonic lalu mobilnya meledak ... Ha Young masuk ruangan memberitahu  akan melaporkan detail kecelakaan, termasuk waktu, jadi pastikan itu ada di artikel.
“Tuan Park, kau harus keluar ke tempat kejadian.” Ucap Mi Ran. Tuan Park pikir Polisi sudah membersihkan tempat kejadian.
“Kau masih harus keluar.  Penjahat harus merasa ditekan.”tegas Ha Young. Tuan Park pun menganguk mengerti. Akhirnya Ha Young masuk ruangan menatap ke arah jendela.
“Dong Chan... Apa aku masih cinta padamu? Atau Sudahkah aku jatuh  cinta pada yang lain?” gumam Ha Young menatapnya. 

Dong Joo berkelahi dengans seorang pria direstoran meminta agar memanggil polisi sambil mengumpat. Si pria mengeluh dengan yang dilakukan Dong Joo. Saat itu Young Tak datang, Dong Joo pun dengan senang hati karena petugasn datang.
“Apa yang salah? Kau harus Tenang, oke?” ucap Young Tak. Dong Joo memberitahu pria itu akan memberikannya tunjangan setiap bulan.
“Tapi kau bilang kau akan memberikannya kepadaku setelah kau menjual bangunan. Mengapa Kau tidak memberi padaku uangku, kau penipu!” teriak Dong Joo marah
“Itu dilelang.” Kata si pria. Young Tak ingin tahu Berapa yang harus dia berikan pada Dong Joo.
“Dia disuruh memberi padaku 20.000 dolar di pengadilan, dan dia tidak memberi aku salah satu propertinya pada saat itu. Dan mengapa kau tidak membayar kembali uang yang kau ambil dari rumahku? Kenapa tidak?” teriak Dong Joo marah.
“Aku harus mulai menjalankan bisnis-ku.  Kau harus berhenti. Mengapa kau memegang botol di tanganmu?” ucap Istri Dong Sik. 

Seo Yoon masuk restoran, menyapa Paman Pertama dan Young Taek Paman Ke-Dua. Ibunya bertanya apakah Apakah Ayahnya ada di akademi. Seo Yoon menjawab ayahnya tidak ada di sana karena Akademinya akan runtuh, dan sutradara juga pergi sepanjang waktu.
“Kakak-ku kembali, jadi aku tidak bisa duduk-duduk di tempat ini lagi. Beri aku uangku.” Ucap Dong Joo
“Aku tidak punya.  Melakukan apapun yang kau inginkan.” Ungkap mantan suaminya.
“Baiklah kalau begitu.  Aku akan membunuhmu! “ teriak Dong Joo marah, Young Tak dan ibu Seo Yoon mencoba merelai keduanya.
“Kau harus berhenti. Kau juga tidak melakukan sesuatu yang hebat. Bagaimana kau hidup dengan seorang wanita seperti dia?” keluh Si pria pada Young Tak. Dong Joo makin marah medengarnya. 

“Cinta yang penuh gairah yang direbus pada 100 selalu dapat terjatuh kebawah hingga minus 10 . Dan kau harus membayar harganya ketika cintamu berakhir. Itu menyakitkan, membuatmu sedih, atau menghabiskan banyak uang.”
Dong Sik berdoa dikuil, mengatakan harap kakaknya dapat hidup dengan damai di dunia ini yang membuat semua orang marah. Ia berharap anaknya dapat tumbuh dengan indah  seperti mereka yang seusianya.
“Aku harap Kakak perempuan-ku  dapat mengatasi alkoholisme. Dan ibuku, ayahku, dan istriku. Akademi piano yang coba aku jual. Aku percaya bahwa Anda akan mengingat semua yang baru saja aku katakan. Selamat tinggal.” Ucap Dong Sik setelah itu berjalan dengan lutut sakit karena kakinya pincang. 

Di sebuah gereja, Kyung Ja dan kakaknya berdoa bersama. Seorang pendeta memberitahu Tuhan tinggal bersamanya jadi mengajaknya untuk berdoa bersama.
“Mohon rahmat dan cintamu untuk Kyung Ja, yang hidup dalam kesombongan dan kemewahan Kumohon.” Ucap Yoo Ja pada adiknya.
“Dan suami gadis malang ini  belum sadar dari pikiran warasnya selama 10 tahun sekarang. Mohon ampuni dan biarkan dia sadar.” Ucap Yoo Ja paa Young Sun yang terlihat berdoa sangat serius.
“Cinta dua orang akan segera berakhir. Tetapi suhu yang mereka dinginkan berbeda. Salah satunya masih panas terbakar. Yang lainnya sedingin es. Itu adalah masalah dengan cinta.”
Young Sun seperti memohon karena hubungan pernikahanya, sementara Dong Hyuk seperti santai membaringkan tubuhnya seperti tak peduli dengan Young Sun. 

Young Sun keluar dari gereja menerima pesan dari Dong Hyuk, wajahnya terlihat geram. Kyung Ja bertanya apa yang terjadi, Dong Hyuk menatap ponsel dengan pesan yang dikirimkan pada Young Sun.
“Kirim pakaian-ku dan pakaian dalam bergaris di setiap warna ke studio tempat aku berada. Aku akan mengirimkan padamu alamatnya. Lakukan pembayaran biaya pengiriman dimuka. Aku tidak punya uang tunai.”

Dong Chan berbicara dengan Mi Ran memberitahu mereka akan pergi untuk melihat sekitar dua tempat dalam daftar yaitu Di suatu tempat di Provinsi Gyeonggi atau pinggiran Seoul. Mi Ran menganguk mengerti.
“Baiklah.  Variety Team One akan mengadakan makan malam tim malam ini.” Teriak Hyun Gi. Semua menganguk setuju dengan wajah bahagia.
“Hei... Kemari... Cepatlah.” Ucap Dong Chan panik. Hyun Gi dengan gugup mendekati Dong Chan.
“Pastikan kau tidak minum malam ini. Jika kau membuat kesalahan lain, aku akan mendapatkan kamu untuk terakhir kalinya juga. Bagaimanapun, cara kau mabuk sama dengan 20 tahun yang lalu. Kau benar-benar terbuang.” Keluh Dong Chan. 

Tuan Park dkk membahas kalau mereka tidak bisa pulang dulu. Semua pun setuju kalau taka akan pulang. Tuan Park mengejek juniornya terdengar sangat percaya diri. Saat itu Ha Young berjalan didepan grup variety show, tapi Dong Chan tak menyapa dan berlalu saja.
Ha Young sempat menenggok, Mi Ran pun sempat menatap Ha Young bingung karena Dong Chan seperti tak memperdulikanya. 

Mereka pun makan di restoran Dong Chan, Tuan Park menuangkan minuman pada Mi Ran karena perlu minum dengan baik untuk menjadi sutradara variety show. Mi Ran ingin minum tapi dilarang oleh Dong Chan karena rekanya itu tidak bisa minum.
“Dia memiliki sindrom hati berlemak pada usia semuda itu. Bukankah itu menyedihkan? Benar, dan kau juga palsy. Ya, lumpuh.”kata Dong Chan mencari alasan.
“Apakah kau sakit?” tanya Tuan Park. Mi Ran hanya bisa tersenyum. Dong Chan hanya bisa diam saja sambil tersenyum.

Semua bisa minum soju dan bir, Mi Ran dan Dong Chan hanya bisa tersingkir dari meja. Akhirnya Mi Ran membuat minuma dengan mencampir soda dengan cola, lalu berpura-pura layaknya minum bir dan soju. Dong Chan bahagai bisa bersulang bersama. Mi Ran mulai makan daging dan Dong Chan memberikan daging agar Mi Ran makan yang banyak.
“Ini adalah makan sepuasnya, jadi makanlah sebanyak yang kau mau.” Kata Dong Chan. Mi Ran tersenyum lalu mengaja bersulang dengan cola. 

Mereka masuk ronde kedua, Mi Ran akhirnya mulai menyanyi. Dong Chan memberikan tepuk tangan untuk Mi Ran lalu tiba-tiba panik karena Mi Ran mulai melompat-lompat bahagia.  Dong Chan akhirnya ikut menyanyi seperti lagunya dipersembahkan untuk Ha Young.
Dong Chan mengingat saat pertama kali bertemu Ha Young, lalu mereka bertemu di ruangan sulih suara, lalu berkencan. Mereka berciuman sebelum ekprirment dan Dong Chan memasangkan cincin yang masih dipakai oleh Ha Young.
Ha Young sudah ada di ruang siaran berita, PD memberitahu waktu mereka 10 menit lagi sebelum siaran. Dong Chan masih menyanyi, Mi Ran mendengarkanya seperti merasakan sesuatu kalau lagu itu untuk seseorang. 

Dong Chan mengantar Mi Ran pulang memberitahu kalau harus ekstra hati-hati. Mi Ran pun ingin tahu siapa pelakunya. Dong Chan pikir Seseorang yang membutuhkan Profesor Hwang mati jadi Kali ini, itu seseorang yang menginginkan Profesor Jo mati.
“Kedua penjahat itu adalah orang yang sama.” Kata Dong Chan lalu penasaran Siapa gerangan itu?
“Aku tidak tahu” kata Mi Ran. Dong Chan pikir pasti Mi Ran tak tahu dan meminta agar jangan repot-repot memikirkannya.
“Kenapa tidak?  Aku baru saja akan memikirkan sesuatu.” Kata Mi Ran. Dong Chan melarang Mi Ran
“Jika Kau berpikir terlalu keras ...” kata Dong Chan yang langsung disela oleh Mi Ran karena pasti Suhu tubuhnya akan nai
“Kau tahu benar, bukan? Pastikan kau mengepak tembakan penurun demam-mu besok.” Perintah Dong Chan. Mi Ran menganguk mengerti. 


Dong Chan menatap ke arah jendela dan dikagetkan dengan Nam Tae sudah ada disampingnya. Mi Ran memberitahu kalau Itu adik laki-lakinya, Dong Chan mengaku tahu lalu membuka jendela. Mi Ran pun menyuruh Nam Tae, katakan halo.
“Dia bekerja di stasiun penyiaran tempat aku bekerja ...” kata Mi Ran dan tiba-tiba Nam Tae berteriak bahagia.
“Itu adalah pria yang cryonic.  Pria yang dibekukan.” Kata Nam Tae. Mi Ran memuji adiknya memang pintar.
“Kau melihatnya di berita, bukan? Dia bekerja di stasiun bersamaku Katakan halo.” Kata Mi Ran.
“Halo, Tuan Cyronic Man.” Ucap Nam Tae. Dong Chan pun menyapanya.  Mi Ran pun pamit pergi lalu mengandeng tangan adiknnya masuk rumah. Dong Chan menatap keduanya seperti ada rasa bersalah. 

Dong Chan duduk di ruang kerjanya teringat dengan yang dikatakan Mi Ran padanya “Menurut mu itu bisa diperbaiki?” . Ia tahu kalau Mi Ran bersedia berpartisipasi dalam percobaan karena Adiknya sedang sakit lalu mencari keyword "Menggoda" saat itu keponakanya datang.
“Mengapa Kau masih bangun dan makan makanan ringan?” tanya Dong Chan melihat Seo Yoon masuk kamarnya.
“Aku mendapat 7 dari 10 tes ejaan-ku hari ini.” Kata Seo Yoon. Dong Chan memujinya.
“Cobalah untuk mendapatkan 10 dari 10 mulai sekarang.” Kata Dong Chan. Seo Yoon pikir Tidak masalah karena Tes ejaan tidak penting.
“Lalu apa yang penting bagimu?” tanya Dong Chan. Seo Yoon pikir akan hidup lebih bahagia daripada anak yang mendapat 10 dari 10.
“Bagaimana kerjanya?  Apakah bisa dikelola?” tanya Seo Yoon. Dong Chan mengaku  Itu tidak buruk.
“Apakah ada yang membuat-mu terjaga di malam hari?” tanya Seo Yoon. Dong Chan mengaku  Belum. Seo Yoon bertanya apakah ada yang bisa dibantu.
“Bisakah kau jelaskan kepadaku  apa artinya "menggoda"?” tanya Dong Chan. Seo Yoon menganguk mengerti.
“Kau tahu tentang Snow White  miliki dengan tujuh kurcaci?  Mereka sedang menggoda.” Ucap Seo Yoon. Dong Chan bingung tapi akhirnay memuji Seo Yoon.
“Mengapa Putri Salju akan menggoda para kurcaci? Dia mungkin menggoda sang pangeran.” Tanya Dong Chan.
“Tidak, dia benar-benar menggoda para kurcaci.” Kata  Seo Yoon saat itu Dong Sik masuk 


Dong Sik menyuruh anaknya Tidurlah sekarang dan Sikat gigi  sebelum melakukannya. Ia menyuruh anaknya harus berhenti makan itu. Seo Yoon mengaku tidak bisa. Dong Chan melihat kaki adiknya bertanya  Apakah melukai kakinya.
“Dong Chan... Aku memiliki sendi yang buruk. Aku bisa mendengar itu semua berderit akhir-akhir ini.” Akui Dong Sik.
“Sejak kapan? kau harus memperbaikinya. Apakah kau sudah periksa ke dokter? Apakah kekurangan kalsium atau radang sendi?” tanya Dong Chan panik
“Aku pergi ke kuil untuk berdoa hari ini, dan lutut-ku hanya kram. Itu bukan masalah besar. Aku yakin itu hanya menopause.” Kata Dong Sik
“Adikku tersayang... Bagaimana kau menjadi begitu tua? Baiklah, Tak apa-apa.” Ucap Dong Chan memeluk erat adiknya.  Dong Joo masuk kamar, Dong Chan pun memeluk dua adiknya.
“Kau mendukungnya terlalu banyak. Kau juga harus menjagaku. Aku juga sakit.” Ucap Dong Joo. Dong Chan bertanya. Dimana yang sakit. Dong Joo mengaku sedang sakit hati dan Dunia begitu jahat baginya.
“Cinta tidak terbatas pada romansa antara pria dan wanita  Ada cinta keluarga.  Untuk menetaskan telur, harus 36 . Kehangatan ini saja memungkinkan cinta. Itulah cinta antara anggota keluarga.”


Mi Ran sudah mulai tertidur dikamarnya sambil menyalakan AC tanpa sadar meninggalkan kotak obatnya. Pagi hari Dong Chan menjemput Mi Ran an mereka pergi ke sebuah tempat. Dong Chan memastikan kalau merka sudah tempat yang tepat.
“Ini Benar disini... Ayo Ikuti aku.” Kata Mi Ran lalu berjalan pergi. Dong Chan menegur Mi Ran yang pergi tanpa membwa tasnya.
“Kupikir kita harus pergi ke sana. Jika kita berjalan sekitar 800m, ada tempat menembak yang bagus.” Kata Mi Ran memeriksa petanya. Dong Chan mengangku setujua agar memeriksanya.
“Aku pikir tempat ini juga bagus. Kau harus menuliskannya untuk saat ini. Haruskah kita pergi ke sana juga? Aku pikir mungkin ada beberapa tempat berkemah yang bagus.” Kata Mi Ran. Dong Chan setuju.
“Sepertinya orang tidak bepergian dengan cara ini... Tidak ada jalan.” Kata Dong Chan masuk lebih dalam ke hutan.
“Bukankah lebih baik karena itu? Kita bisa memotong rumput, lalu memasang tenda. Mari kita melangkah lebih jauh.” Kata Mi Ran.
“Hei, berhenti... Apakah kau tidak pernah takut?.. Hei, tunggu aku. Ayo pergi.  Ini terlalu panas.” Kata Dong Chan.
Mi Ran masih terus berjalan, keduanya mulai kelelahan dan air botol mereka sudah habis. Dong Chan pikir ini bukan jalan yang diambil lalu menyuruh Mi Ran agar menunggu tepat di samping pohon ini dan akan kembali setelah  menemukan jalan keluar.
“Apakah kau membawa suntikan penurun demam?” tanya Dong Chan. Mi Ran menganguk.
“Tuan Ma, tidak bisakah aku ikut denganmu? Aku baik-baik saja.” Ucap Mi Ran. Dong Chan menganguk setuju dan akan pergi bersama.


Mereka terlihat sudah sangat kelelahan, Mi Ran sudah sangat kelelahan suhu tubuhnya sampai 32 derajat. Dong Chan meminta Mi Ran agar bisa bertahan. Mi Ran menganguk tapi hanya beberapa langkah, tubuhnya lemah. Dong Chan pikir mereka untuk suntikkan saja.
Keduanya duduk dibawah pohon, Dong Chan mengeluakran kotaknya. Mi Ran membuka tasnya dan panik kalau lupa membawanya. Dong Chan panik melihat Mi Ran yang sudah tak sadarkan diri lalu mencoba membangunkan. Tapi Mi Ran masih tetap tak sadar. Akhirnya Dong Chan memberikan suntikanya untuk Mi Ran lalu jatuh pingsan. 

Mi Ran akhirnya terbangun, lalu panik melihat Dong Chan dan langsung mencoba membangunkanya. Dong Chan hanya diam saja, Mi Ran menangis memanggil Dong Chan sampai akhirnya hujan turun dengan deras. Dong Chan pun terbangun karena suhu tubuhnya menurun.
Mi Ran bisa bernafas lega melihat Dong Chan membuka mata, Dong Chan menatap akhirnya duduk, Mi Ran langsung mencium Dong Chan tanpa menahan perasaanya. Dong Chan hanya diam saja sampai akhirnya Mi Ran pun jatuh pingsan.
“Batas suhu cintaku adalah 31,5 ° C. Seharusnya tidak pernah lebih tinggi dari itu. Aku ingin tahu apakah aku bisa mencium siapa pun sebelum aku mati. Setidaknya aku harus mencium seseorang sebelum aku mati. Aku harus melakukan yang terbaik dalam hidup-ku.” Gumam Mi Ran.
Bersambung ke episode 8

Cek My Wattpad... Stalking 

      
Cek My You Tube Channel "ReviewDrama Korea"

PS; yang udah baca blog / tulisan aku.. Tolong minta follow account IG aku yah dyahdeedee09  & Twitter @dyahdeedee09  jadi biar makin semangat nulisnya. Kamsahamnida.

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar