PS; yang udah baca blog / tulisan aku.. Tolong minta follow account IG aku yah dyahdeedee09 & Twitter @dyahdeedee09 jadi biar makin semangat nulisnya. Kamsahamnida.

Kamis, 10 September 2020

Sinopsis Record of Youth Episode 2 Part 3

PS : All images credit and content copyright : TVN
Buat kalian yang suka membaca tulisan aku meminta dukungan dalam bentuk "Subscribe" You tube karena sedang mencoba mengumpulkan 1,000 Subscribe. 
Tinggal Klik disini, buat yang sudah Subscribe. Terimakasih banyak. Semoga bisa sampe bulan ini 


Hye Jun sibuk memasang plester menutupi pintu dengan kalender. Kakeknya merasa kalau cucunya  menjadi kesulitan karena ia tadi  memperburuk keadaan. Hye Jun mengucapkan Terima kasih sudah membelanya.
“Ayahmu akan membunuhku.” Ucap Kakek Sa. Hye Jun menegaskan Ini semua karena dirinya jadi akan membereskannya.
“Manusia tak akan berubah. Saat aku membuat masalah, nenekmu yang selalu membereskannya.” Ungkap Kakek Sa
“Aku suka karena kau jujur sekali. Apa yang kau lakukan hari ini? Apa Kau pergi ke klub tari?”tanya Hye Jun
“Tidak... Aku muak. Aku ingin menghasilkan uang.” ucap Kakek sa. Hye Jun pikir Bagaimana bisa menghasilkan uang, karena kakeknya Dulu saja tak bisa.
“Jika kau mengatakan itu padaku, maka kau sama saja dengan ayahmu.”keluh kakek Sa
“Maaf. Maksudku aku ingin kau bersenang-senang dengan uang yang aku berikan.” Ucap Hye Jun yang sayang dengan kakeknya.
“Bagaimana bisa begitu? Itu uang hasil jerih payahmu. Carikan aku pekerjaan. Kau kenal banyak orang dan sering berkeliaran.” Ucap Kakek Sa.
“Baiklah. Aku akan cari tahu.” Ucap Hye Jun.Kakek  Sa mengaku ingin memberi ayahnya uang.
“Dia pulang lebih cepat karena bahunya sakit. Dia tak ke rumah sakit untuk berhemat. Aku sedih.” Ucap Kakek Sa menangis Hye Jun yang melihatnya pun ingin menangis memeluk kakeknya agar Jangan menangis.


[KEBAHAGIAAN HARI - DEMI HARI SA YEONG-NAM]
Hye Jun duduk di kamar tidurnya yang gelap sambil bergumam “Aku tak pernah punya kamar sendiri. Sekarang, aku butuh kamar untuk bisa menangis sesukaku.” Ia pun menatap kakeknya yang tertidur lelap lalu ia pergi ke atap rumah.
“Aku bermimpi melakukan hal yang aku inginkan< dan memperoleh kamar serta rumahku sendiri. Aku juga menolak hal  yang tak ditakdirkan untukku.”gumam Hye Jun menatap ke arah langit dan terlihat pemandangan kota Seoul. 

Pagi Hari. Hye Jun melihat Nyonya Lee menunggu didepan gang lalu bertanya mau ke mana, Nyonya Lee mengaku Liburan. Keliling Namhae tapi Sebelum pergi,  ingin menyampaikan kabar bahagia secara langsung. Hye Jun meminta gar cepat memberitahu kalau  harus pergi. Nyonya Lee mengaku Tak bisa cepat.

Flash Back
Nyonya Lee didalam mobil dengan bahasa inggris yang fasih menelp Daniel berbasa basi menanyakan kabarnya. Ia mengaku kalau Hye-jun bisa bekerja untuk Daniel dan  tidak pensiun tapi hanya pindah agensi. Daniel pun ingin tahu Agensi apa
“Agensiku. Jadi, mulai sekarang kau bisa menghubungiku. Aku memulai perusahaanku sendiri.” Ucap Nyonya Lee. Daniel ingin tahu apa namanya.
“Namanya? Nama perusahaanku adalah… Jjamppong!” ucap Nyonya Lee melihat ada stiker restoran didepanya.


Hye Jung tertawa mendengar nama "Jjamppong" lalu mengeluh kalau lebih suka jjajangmyeon daripada jjamppong. Nyonya Lee mengaku  lebih suka jjamppong. Hye Jun langsung meminta maaf kalau tak bisa pergi. Nyonya Han kaget dan ingin tahu alasanya.
“Tak ada uang untuk tiket. Aku harus sewa akomodasi juga. Aku tak bisa sendiri. Acaranya tiga hari lagi, 'kan? Harus naik pesawat malam ini. Itu Tak mungkin bisa.” Ucap Hye Jun.  Nyonya Han menyadarkan Hye Jun.
“Terima kasih, Min-jae, sudah memperhatikanku begini.” Ucap Hye Jun.
“Hei! Aku susah payah mendapatkannya. Bagaimana bisa kau menolaknya?” keluh Nyonya Lee kesal.
“Kenapa kau berbohong? Hei... Lihat depan. Hati-hati. Tubuh berharga ini akan dipanggil negara untuk penuhi kewajiban.” Ucap Hye Jun panik karean Nyonya Lee hampir saja menabrak.
“Wajib militer? Kapan kau akan pergi?”tanya Nyonya Lee. Hye Jun menjawab Bulan depan.
“Setelah wajib militer, aku berniat berhenti. Turunkan aku di sana.” Kata Hye Jun menunjuk ke arah depan. Nyonya Lee pun menurut
“Selamat berlibur. Aku traktir makan jika sudah kembali.” kata Hye Jun turun dari mobil. Nyonya Lee berteriak memangilnya tapi Hye Jun sudah cepat pergi. Ia pun hanya bisa menjerit histeris karena Hye Jun menolak tawaranya. 


Hye Jun datang ke tempat Tuan Jung, Tuan Jung kaget apakah haru secepat ini. Hye Jun menegaksan  menolak permintaannya. Tuan Jung tak percaya Hye Jung Tanpa basa-basi,langsung mengatakan pokok masalah.. Hye Jun mengaku sangat menghormati dan menyukai Tuan Jung.
“Terima kasih atas tawaranmu.” Ucap Hye Jun. TuanJung mengerti kalau itu kemauan Hye Jun.
“Mari kita makan siang bersama.” Ucap Tuan Jung. Hye Jun mengaku ada janji. Tuan Jung pikir  Hye Jun sibuk sekali.
“Kau bisa meluangkan waktu untuk orang lain Atau kau hanya mengada-ada?” ucap Tuan Jung
“Aku berbohong. Aku tak bisa makan siang denganmu.” Ucap Hye Jun. Tuan Jung mengeluh Hye Jun yang begitu rumit
“Apa kau begitu hebat? Menurutmu aku ini apa? Apa Aku terlihat gampangan karena terima penolakanmu? Kau benar-benar bodoh!Kau bisa jadi apa dengan otak itu? Karena itu kau masih seperti ini.” Ucap Tuan Jung marah
“Jika merendahkanku bisa membuatmu nyaman, lakukanlah.” Ucap Hye Jun
“Setiap melihatmu, aku sadar bahwa ada alasan seorang manusia gagal. Kalian mulai bersama. Lihat Hae-hyo kini. Karena dia punya dukungan, semua berjalan lancar baginya. Kau akan mengakhiri hidupmu bekerja di lokasi konstruksi seperti ayahmu. Kau harus mengingat hari ini.” Ucap Tuan Jung yakin
“Aku terus menjaga sopan santun padamu sampai akhir.” Ucap Hye Jun akhirnya pergi meninggalkan ruangan. 


Hye Jun keluar ruangan kaget melihat Nyonya Lee masih menunggu di depan gedug. Nyonya Lee berusaha memanggil Hye Jun dari jendela kanan padahal duduk disebelah kiri sambil mengaduh kesakitan.  Hye Jun pun mendekat bertanya apakah Nyonya Lee Ktak jadi liburan?
“Aku melakukan hal gila, Hye-jun.” akui Hye Jun dan akhirnyamereka pergi ke restoran.
“Min-jae, orang bisa membuat kesalahan jika terpojok. Jika minta maaf, dia akan mengerti.” Ucap Hye Jun melonggo kaget.
“Aku mengurus tiket pesawat kalian saat bekerja di agensi. Ini hal sepele bagiku. Aku sudah pesan akomodasi juga.” Kata Nyonya Lee
“Apa Aku ke Prancis juga?”tanya Hye Jun melihat tiketnya. Nyonya Lee memberitahu Penerbangan langsung ke Milan mahal jadi Harus transit di Prancis. Hye Jun tak percaya dengan Nyonya Lee.
“Batalkan semua janji. Pesawatnya pukul 18.00. Cepat pulang ambil paspormu. Jjamppong! Aku tak bisa bilang itu hanya karangan. “ tegas Nyonya Lee. Hye Jun pun hanya bisa menghela nafas panjang. 


Jeong Ha sibuk mengelap kaca, Jin Ju bertanya mereka perlu kuas apa. Jeong Ha menjawab dengan cepat, Kuas shading, blusher, dan foundation. Jin Ju menyindir Jeong Ha itu menjawab seperti mesin otomatis. Jeong Ha mengaku selalu memeriksa daftar persediaan.
“Kau… bukan tipe yang disukai orang.” Keluh Jin Ju. Jeong Ha menjawab kalau  Jika tak suka, maka tak perlu menyukainya.
“Aku tak berniat mengatakan ini…” ucap Jin Ju. Jeong Ha pikir Jika tak berniat, lebih baik tak usah. Jin Ju berteriak marah
“Tolong kontrol emosimu. Pikirkan dampaknya pada junior. Aku sungguh pandai melihat orang.” Ucap Jeong Ha
“Akhirnya kau menunjukkan taringmu. Kenapa? Apa menyenangkan makan dengan Hae-hyo? Bagaimana kau bisa meninggalkanku?” ucap Jin Ju marah
“Aku tak pergi karena ada yang harus dikerjakan. Apa Kau tanya kenapa aku meninggalkanmu? Kau tak pantas mengatakan itu setelah mempermalukanku di depan orang. Setiap orang punya sisi menyebalkan dalam dirinya. Bukan hanya kau yang punya.” Ucap Jeong Ha marah. Jin Ju pun hanya diam saja. 


“Astaga! Benar-benar memuaskan. Perang sudah dimulai. Dia bisa menyerangmu. Aku sangat nyaman karena dia fokus padamu. Lalu Bagaimana pertemuanmu dan Hye-jun?”tanya Su Bin
“Aku minta dia untuk datang ke sini.” Kata Jeong Ha. Su bin pun berhara Hye Jun akan datang bersama Won Hae-hyo.
“Jika Hae-hyo datang, Bu Jin-ju akan mengomel habis-habisan. Jadi Kuharap dia tak datang.” Ucap Jeong Ha.
“kau panggil dia "Hae-hyo"? Setelah bertemu sekali, kau sok dekat? Butuh waktu untuk tahu sifat asli. Rupanya kau sedikit sombong!” ucap Su Bin
“Bukan sok dekat. Kami berteman.” Akui Jeong Ha. Su Bin berteriak kalau ini Luar biasa. Jeong Ha mengaku Semuanya karena Hye-jun.


Di dalam pesawat, Nyonya Lee terlihat bahagia melihat meja pesawat didepanya. Hye Jun yang melihatnya berkomentar kalau Nyonya Lee seperti baru kali pertama naik pesawat. Nyonya Lee mengaku memang benar. Hye Jun hanya bisa melonggo.
“Kau punya bakat membuat orang terkejut.” Ucap Hye Jun tak percaya mendengarnya.
“Sampai saat ini aku tak pernah hidup untuk diriku sendiri. Pemeran utama acara ini adalah kau” ucap Nyonya Lee dan meminta agar memberikan jus jeruk. 

Akhirnya mereka sampai di Milan dan Hye Jun bertemu dengan model lainya. Ia make up dan mengunakan rancangan designer dua, lalu berjala dengan gaya yang terlihat cukup menawan. Nyonya Lee pun yang menemaninya terlihat senang. 

Nyonya Lee duduk di depan jendela melihat pemandangan kota dimalam hari sambil meminum bir.  Hye Jun pun mendekat  berkomenatr kalau Jika ini Korea,maka lebih enak minum di minimarket. Nyonya Lee mengaku baru dua hari di sini, tapi terasa seperti sebulan.
“Pasti membosankan bagimu sampai merasa seperti itu.” Komentar Hye Jun. Tapi Nyonya Lee merasa Ini seperti mimpi.
“Aku tak mencemaskan hidupku. Hanya berharap kau tampil maksimal. Melihatmu berhasil, membuatku senang seolah aku ikut berhasil Apa ini? Membingungkan....” Ucap Nyonya Lee penuh semangatl
“Itu perasaan saat merasakan cinta.” Kata Hye un. Nyonya Lee pikir Mungkin jatuh cinta. Hye Jun kaget mendengarnya.
“Bukan denganmu, tapi proses ini!”ucap Nyonya Lee. Hye Jun menganguk mengerti. Nyonya Lee merasa seperti Membantu orang untuk menjadi berhasil.
“Itu sebabnya aku memintamu menjadi manajerku.” Ucap Hye Jun. Nyonya Lee pun bertanya apakah Hye Jun  sungguh ingin berhenti?
“Tidak, tapi itu keputusan realistis.” Ucap Hye Jun. Nyonya Lee ingin tahua alasan Hye Jung membuat keputusan itu
“Aku tak lulus audisi film. Aku ingin bekerja dengan sutradara film itu. Itu harapan terakhirku.” Cerita Hye Jun
“Siapa yang terpilih?” tanya Nyonya Lee. Hye Jun menjawab  Hae-hyo.
“Hei! Itu tak benar. Aku tahu kau dan Hae-hyo. Tentu, Hae-hyo memang hebat. Namun, kau sangat istimewa. Kau bisa menggerakkan hati orang. Kau bahkan menggerakkan hatiku.” Ucap Nyonya Lee
“Semua sudah berakhir. Bersulang!” ucap Hye Jun tak peduli. Keduanya pun menghabiskan waktu mereka. 


Nyonya Lee baru saja sampai bandara mengeluh Hye Jun yang  tidur di pesawat dan karena tak bisa makan. Hye Jun bertanya apa rasa makanan enak. Nyonya Lee menjawab itu sangat enak. Hye Jun ingin tahu Mereka sajikan apa. Nyonya Lee mnejawab Bibimbap.
Saat itu Hae Hyo datang menyapa Nyonya Lee. Nyonya Lee pun membalas kalau sudah lama tak bertemu dan mengucapakan Selamat sudah lulus audisi. Hae Hyo mengucapkan Terima kasih dan meminta izin kalau ia yang antar Hye-jun pulang.
“Apa kau mau kami antar?” tanya Hye Jun. Nyonya Lee menolak  karena bisa naik bus dari sini.
“Apa Langsung pergi ke salon?” tanya Nyonya Lee. Hae Hyo membenarkan kalau Karena Hye Jun ingin pindah salon.
“Kau tak akan menyesal.” Ucap Hye Ju. Nyonya Lee pun pamit pergi lebih dulu.
** 


Jeong Ha sibuk menghias wajah klien memberitahu kalau Nanti   akan tuliskan warna dan merek foundation nya. Saat itu Jin Ju  dan direktur menyapa Hae Hyo datang dengan Hye Joo.
“Ibumu sering cerita mengenaimu. Kenapa baru datang sekarang?” ucap direktur.
“Aku memaksanya untuk ke sini.” Kata Hye Joo. Direktur pun mengucapkan Terima kasih.
“Aku adalah teman An Jeong-ha.” Kata Hye Jun bangga. Direktur pun baru tahu kalau berteman dengan Jeong-ha.
“Teman dia adalah temanku juga.” Kata Hae Hyo. Jin Ju terliha kesal mendengernya. 

Hye Jun pergi ke ruang make up dengan bangga memberitahu Jeong Ha kalau membawa Hae Hyo untuk diskon pesohor. Hae Hyo mengoda keduanya terlihat akrab sekali dan berpikir kalau  pernah bertemu sebelumnya.
“Tidak. Dia sangat ramah. Dia penggemarmu.” Ucap Hye Jun. Hae Hyo tak percaya mendengarnya. Jeong Ha kaget kalau Hye Jun itu terlalu blak-blakan.
“Kenapa baru beri tahu? Apa Kau penggemarku?” ucap Hae Hyo. Jeong Ha mengaku Tidak.
“Tak apa-apa. Katakan saja. Tak perlu malu.” Kata Hye Jun. Jeong Ha mengeluh Hye Jun itu mulut besar
“Kau keterlaluan. Apa kita sedekat itu?”ucap Hye Jun marah. Jeong Ha melihat wajah Hye Jun yang marah langsung meminta maaf.
“Kau menakutinya. Leluconmu seperti sungguhan.” Kata Hae Hyo. Hye Jun tertawa dengan rasa bangga kalau Kemampuan aktingnya meningkat dan berhasil membuat Jeong Ha kaget. Jeong Ha pun kesal, Hye Jun akhirnya meminta maaf dan mereka tertawa bersama.
“Apa yang lucu? Aku juga ingin tertawa bersama.” Ucap Jin Ju datang menghampiri
“Ayo. Aku buat kau tertawa. Kau dengan Jeong-ha saja.” Kata Hye Jun. Hae Hyo mengaku ingin keramas. Jeong Ha pun mengantar Hae Hyo ke ruang cuci rambut. 


Jeong Ha meminta Hae Hyo agar Duduk sambil menunggu staf datang. Hae Hyo meminta Jeong Ha agar Jangan merasa tertekan karena Meski sebagai penggemarnya tak perlu sungkan. Jeong Ha mengaku benar-benar bukan penggemar Hae Hyo.
“Kenapa kau terus menyangkal? Aku menjadi malu. Ini merepotkan. Kau terus mengelak. Apa kau Hong Gil-dong?” keluh Hae Hyo
“Aku penggemar Hye-jun. Waktu aku tak bisa bilang karena malu. Kau tahu situasinya.” Akui Jeong Ha
“Apa Kau tak malu denganku?” tanya Hae Hyo kaget. Jeong Ha membenarkan.  Hae Hyo mengeluh Jeong Ha itu konyol sekali.
“Tolong jangan beri tahu Hye-jun.” pinta Jeong ha. Hae Hyo mengeluh Kenapa harus begitu
“Karena kau Won Hae-hyo. "Won Hae-hyo adalah orang yang hangat dan lembut. Di antara model yang mengenalnya…" ucap Jeong Ha
“Cukup. Hentikan. Apa kau menggali informasiku juga?” kata Hae Yo. Jeong Hae terus bicara "…dia suka membantu dan berhati lembut."
“Baiklah. Aku mengerti.” Kata Hae Hyo dan akhirnya Jeong Ha meminta agar tunggu sebentar.

Saat akan pergi keluar ruangan, Jeong Ha dan Hye Jun berpapasan, keduanya bingung memilih jalan yang mana agar tak bertabrakan. Akhirnya Jeong Ha mempersilahkan Hye Jun jalan lebih dulu lalu bertanya mau ke mana. Hye Jun menjawab ke Toilet. Jeong Ha pun menunjukan arahnya.
“Apa kau senang karena melihat Hae-hyo?” ucap Hye Jun mengoda.
“Kau tak seharusnya mengurusi hubungan orang, Pak.” Ucap Jeong Ha sopan.
“Apa kau hanya bisa merias?” tanya Hye Jun. Jeong ha megaku  bisa lakukan semua yang menggunakan tangan.
“Apa kau bisa potong rambut?” tanya Hye Jun.  Jeong Ha mengaku bisa potong cepak untuk tentara atau anak tujuh tahun ke bawah.
“Kami ada pemotretan dua hari lagi. Datanglah.” Ucap Hye Jun. Jeong Ha menebak pemotretan Arena
“Ya.,, Kau harus menang dari Bu Jin-ju. Apa Kau tak merasa ingin menang sesekali? Aku membantumu seperti ini. Jika kau kalah, kau sungguh bodoh.” Ucap Hye Jun lalu melangkah pergi.
“Sepertinya dia pikir aku selalu kalah. Kali ini aku akan menang.” Kata Jeong Ha melihat Hye Jun pergi. 

Hye Jun dan Hae Hyo pun mulai melakukan pemotretan. Hye Jun bergumam dalam hatinya.
“Aku tak bisa menjelaskannya, tapi dalam hatiku, aku merasa sesuatu muncul. Aku mengetahuinya. Kita bersinar dengan cara masing-masing.”
Ia mengingat ucapan Nyonya Lee yang memberitahu alasan Hye Jun tak lulus audisi. Ia menceritak kalau Awalnya sutradara memilih Hye Jun tapi  pengikut Hae-hyo lebih banyak jadi dia terpilih. Dan Hye Jun  kalah karena popularitas, bukan karena kemampuan.
“Kupikir tak membandingkan adalah hal baik. Aku tertipu. Sekarang aku merasa lega.” Gumam Hye Jun melihat dilayar besar iklan Hae Hyo. 

Jeong Ha sibuk membereskan salon, saat itu Hye Jun datang bertanya apakah sudah selesai. Jeong Ha kaget karean Hye Jun datang tanpa kabar. Jeong Ha mengaku Ada yang harus dilakukan. Jeong Ha  bingung kalau itu ada disalonnya.
“Tolong potong rambutku. Potong cepak.” Ucap Hae Hyo duduk dikursi.
“Apa kau ingin kembali menjadi anak tujuh tahun?” tanya Jeong Ha mengejek
“Aku akan pergi wajib militer.” Ucap Hae Hyo mantap. Jeong Ha kaget karena idolanya akan masuk wamil.
Bersambung ke episode 3

Cek My Wattpad...  ExGirlFriend

      
Cek My You Tube Channel "ReviewDrama Korea"

PS; yang udah baca blog / tulisan aku.. Tolong minta follow account IG aku yah dyahdeedee09  & Twitter @dyahdeedee09  jadi biar makin semangat nulisnya. Kamsahamnida.

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar