PS; yang udah baca blog / tulisan aku.. Tolong minta follow account IG aku yah dyahdeedee09 & Twitter @dyahdeedee09 jadi biar makin semangat nulisnya. Kamsahamnida.

Kamis, 07 Maret 2019

Sinopsis Touch Your Heart Episode 9 Part 2

PS : All images credit and content copyright : TVN
Buat kalian yang suka membaca tulisan aku meminta dukungan dalam bentuk "Subscribe" You tube karena sedang mencoba mengumpulkan 1,000 Subscribe. 
Tinggal Klik disini, buat yang sudah Subscribe. Terimakasih banyak. Semoga bisa sampe bulan ini 
Seo Won menemukan cumi untuk minum bir, lalu melihat Jung Rok yang pulang terlambat lalu mengodanya kalau Habis berkencan dengan dewi alam semesta. Jung Rok meminta Seo Won tak mengodanya agar menendangnya. “Bagaimana kalau bir dan cumi bakar?” ucap Se Won. Jung Rok menolak memilih untuk masuk ruangan dengan wajah bingung.
“Jika itu yang dia inginkan, maka kucoba.” Kata Jung Rok lalu terus mencoba memanggil Yoon Seo dengan panggilan Banmal.
Sementar Seo Won membakar cumi diatas kompor merarasa kalau Luar biasa dan Terlihat enak. Jung Rok akhirnya menatap foto Yoon Seo di ponselnya berlatih memanggil dengan “Jin Sim-a.” Lalu mengelu kalau sema benar-benar sulit dipercaya.
“Kau bersamanya sepanjang hari, namun di rumah pun masih memanggilnya....Cinta. Itu cinta...” goda Se Won masuk ruangan.
“Kenapa tak mengetuk? Kau Bisakah kemari sebentar?” kata Jung Rok. Se Won bertanya kenapa.
“Apa kau Mau menunjukan kepadaku foto pacarmu yang cantik?”ucap Se Won bersemangat.
“Tidak, ini foto calon tempat tinggalmu... Oh, yang ini terlihat bagus...Kau dapat pindah secepatnya.” Kata Jung Rok. Se Won mengeluh karena sedikit kejam. Jung Rok pikir Se Won bisa Periksa tata letaknya.
“Semuanya terlihat bagus, tapi biar aku yang coba mencarinya nanti. Semangat berlatihnya.” Kata Se Won lalu keluar ruangan dan Jung Rok kembali berlatih. 



Hae Young dan Moon Hee melihat video di ponsel dan merasa asngat mengerikan. Yoon Seo masuk pantry bertanya apa yang sedang mereka lihat.  Hae Young memberitahu kalau Video ini diunggah di situs online yang sering dikunjungi.
“Seseorang merekam video gadis SMP melecehkan temannya. Apa kau Mau melihatnya?” ucap Hae Young. Yoon Seo menganguk dan melihat beberapa orang sedang membully teman lainya.
“Bukankah terlalu kejam?” kata Yoon Seo. Hae Young dan Moon Hee merasakan hal yang sama. 

Di luar pantry
Eun Ji kaget menerima telp  kalau Putrinya di kantor polisi. Tuan Lee mendengar dari tempat duduknya. Akhirnya Eun Ji sudah sampai di  Kantor Polisi Sangdo, memperlihatkan video yang sedang beredar di internet.
“Apa Kau bilang gadis ini adalah putriku?” tanya Eun Ji. Seo Jin menegaskan kalau itu bukan dirinya.
“Itulah yang dikatakan Jin Yi, tapi para penganiaya di sekolah yang juga melecehkan gadis itu di video serta korban Park Min Joo semua bilang bahwa Jin Yi mengambil bagian di dalamnya.” Jelas polisi. 

“Itu kebenaran! Selama ini dia mencuri uang putriku dan melecehkannya tanpa alasan. Kau tak tahu betapa hancurnya aku. Uang yang dicurinya juga tak sedikit. Lalu Kau habiskan untuk apa?” kata Nyonya Park , Ibu dari Park Min Joo
“Itu Bukan aku.” Kata Seo Jin. Nyonya Park mengeluh tak percaya
“Beraninya berbohong padaku! Kau Kecil-kecil sudah berani!” ucap Nyonya Park mengejek.
“Ibunya Min Ju, aku mengerti kau kesal, tapi belum ada yang terbukti, jadi tolong jangan berkata kasar.” Kata Eun Ji membela anaknya.
“Kau bilang Belum ada yang terbukti? Anak-anak lain sudah bersaksi, dan dia ada di dalam video.” Kata Nyonya Park
“Wajah si pengganggu tak bisa dilihat dengan benar di video, jadi kau tak bisa menganggap dia putriku Juga, putriku tak punya jaket seperti itu.” Kata Eun Ji. Nyonya Park ingin menyela tapi Eun Ji lebih dulu berbicara.
“Kupikir dia buka putriku, karena tak ada alasan dia melakukannya. Putriku tak akan melecehkan dan mengganggu temannya seperti itu.” Ucap Eun Ji
“Permisi, Bu Seo Jin... Itulah yang dikatakan oleh semua ibu dari pelaku intimidasi. Mereka semua bilang bukan anak mereka. Tapi putrimu bersalah! Dia jahat dan kejam!” kata Nyonya Park melotot marah
“Akan kuperjelas, Bu Min Ju... Tolong jangan berkata kasar. Jika ada masalah, silakan selidiki sesuai prosedur.” Tegas Eun Ji membawa anaknya pergi dan Nyonya Park berteriak kalau akan menuntutnya. 


Eun Ji mengajak anaknya keluar dari kantor meminta anaknya untuk  Jangan khawatir karena akan mengurus ini. Seo Jin mengucapkan Terima kasih sudah mempercayainya. Eun Ji pikir Tidak perlu berterima kasih padanya.
“Sudah tugas seorang ibu untuk mempercayai anak-anaknya. Kau sudah terlambat, cepat pergi.. Dan kau bisa Beli makanan jika lapar.” Ucap Eun Ji memberikan uang pada anaknya.
“Baiklah. Aku pergi, Ibu.” Kata Seo Jin lalu pamit pada ibunya. Eun Ji meminta anaknya untuk Hati-hati.

Tuan Yeon menerima telp dari Eun Ji meminta agar Jangan khawatir karena punya pengacara jadi tak perlu begitu khawatir dan mengajak untuk bicarakan lebih detail besok. Jung Rok yang duduk didepan Tuan Yeon bertanya Apa Eun Ji dalam masalah?
“Putrinya Jin Yi dipanggil atas pembullyan di sekolah Sepertinya dia dijebak. Apa Bisakah kau membantunya?” ucap Tuan Yeon. Jung Rok langsung menyetujuinya.
“Sungguh? Tak terduga.”  Kata Tuan Yeon. Jung Rok mengeluh Tuan Yeon yang berpikir tentang dirinya.
“Kau Pemarah, tapi juga berbakat... Oleh karena itu, tolong bantu dia. Keluarga Yang Biseo hanya Jin Yi.” Kata Tuan Yeon. Jung Rok mengaku mengerti. 


Eun Ji membereskan pakaian di ruang tengah terlihat sangat marah karean Nyonya Park Beraninya mereka mengatakan itu pada putrinya, lalu masuk kembali ke kamar anaknya sambil mengeluh karena Seo Jin yang sulit untuk menggantung kembali pakaian.
Eun Ji mengantung pakaian anaknya, lalu menemukan sebuah jaket putih yang disembunyikan didalam koper, dan jaket itu sama seperti yang ada di video pembullyan, wajahnya terlihat shock.
Akhirnya Eun Ji keluar rumah mencoba menelp anaknya tapi tak diangkat, wajahnya terlihat panik dan saat itu Seo Jin sedang mendorong temanya terlihat sangat marah.  Temannya mengaku tak sengaja melakukannya. Eun Ji shock melihat anaknya ternyata mendorong temanya dan Seo Jin hanya bisa terdiam. 

Eun Ji terlihat sedih mengetahui tentang anaknya, Tuan Yeon meminta agar Eun Ji jangan terlihat murung karean Kartu As kita sudah setuju untuk membantumu jadi tak perlu khawatir. Yoon Seo juga menyakinkan kaalu Tidak perlu khawatir karean yakin semuanya akan berhasil.
“Dari apa yang kudengar, putrimu sudah dijebak.” Kata Jung Rok.
“Sepertinya tidak dijebak.. Aku... Sepertinya aku tak membesarkannya dengan benar.” Cerita Eun Ji sambil menangis. Jung Rok dan Tuan Yeon tak bias berkata-kata. 

Akhirnya Yoon Seo duduk dengan Eun Ji, Eun Ji menceritakan anaknya yang  mengganggu temannya dan  Ketika menanya dari mana jaket itu, Seo Jin yanbg tak bisa menjawabnya. Ia pikir Seo Jin membelinya dengan uang dari anak-anak lain.
“Aku selalu merasa kasihan padanya karena tak bisa memberikan banyak, tapi aku yakin aku mencintainya lebih dari yang bisa dilakukan orangtua lain.” Kata Eun Ji menangis.
“ Aku tak tahu tentang hal lain, tapi kupikir aku membesarkannya menjadi anak yang baik dan tulus. Tapi bagaimana mungkin dia.... Bagaimana bisa dia melakukan itu?” ucap Eun Ji tak percaya. Yoon Seo hanya mendengar lalu duduk di ruanganya dengan wajah sedih. 


Jung Rok, Tuan Lee dan Tuan Yeon melihat video bersama. Tuan Yeon pikir Eun Ji melewati begitu kesulitan membesarkannya. Jun Rok bertanya apakah yakin gadis berjaket putih itu adalah Seo Jin Yi.  Tuan Yeon mengatakan dengan mempertimbangkan keadaan dan Eun Ji mengatakan hal seperti itu.
“Jin Yi secara konsisten menyangkal bahwa dia tak melakukannya. Dan biasanya dalam situasi seperti ini, orang tua adalah yang paling kurang memiliki objektivitas. Karena mereka tak dapat membantu tapi bereaksi secara emosional. Karena itu, kita perlu fokus hanya pada fakta.” Jelas Jung Rok
“Perkataanmu benar. Kita tak dapat mengkonfirmasi wajah penyerang dengan benar Dan pernyataan Jin Yi adalah penyerang mungkin tak benar. Selama kita mengurus kasus ini, kita seharusnya tak membuat prasangka apa pun bahwa klien kita bersalah.” Ucap Tuan Yeon
“Kalau begitu, seperti yang kau katakan, aku akan mendengarkan Jin Yi dan memikirkan ini dari sudut pandangnya.” Kata Tuan Lee. Tuan Yeon setuju.
“Apa boleh jika aku pergi bersama Oh Yoon Seo?” kata Tuan Lee melihat keluar ruangan. Jung Rok pun memperbolehkanya. 


Yoon Seo dan Tuan Lee bertemu dengan Seo Jin di sekolah, Yoon Seo menceritakan kalau sudah mendengar banyak tentang seo Jin dari Eun Ji dan selalu ingin bertemu dengan lalu mengaku senang akhirnya bisa bertemu.
“Itu Bukan aku... Aku benar-benar tak melakukannya.” Ucap Seo Jin
“Aku tahu. Kami percaya padamu..... Jadi bisakah memberi tahu kami dengan jujur? Korban menunjukmu sebagai orang pelakunya. Menurutmu kenapa dia melakukan itu? Apa sebelumnya dia punya dendam padamu?” tanya Yoon Seo
“Aku bahkan tak mengenalnya.”jawab Seo Jin. Yoon Seo ingin tahu dengan pengganggu lainnya
“Orang-orang yang menyalahkanmu untuk semuanya. Apa Kau tak kenal mereka? Lalu bisakah ceritakan mengenai jaketmu? Ibumu bilang dia tak tahu bagaimana kau mendapatkannya.” Kata Yoon Seo
“Maaf, tapi aku akan pergi sekarang. Bahkan ibuku tak percaya padaku. Apa lagi yang bisa kukatakan?” kata Seo Jin melangkah pergi. Yoon Seo ingin mengejar tapi Tuan Lee menahanya. 


Seo Jin berjalan masuk kelas dan beberapa temanya saling bergosip kalau Seo Jin yang ada di video itu,  tapi tak terlihat seperti pengganggu dan seperti tak percaya.  Tuan Lee tiba-tiba mengejar Seo Jin dan memanggilnya.
“Kenapa mengikutiku? Aku tak punya apa-apa untuk dikatakan lagi.” Ucap Seo Jin kesal
“Tapi Kebetulan, apa kau... suka tteokbokki?” kata Tuan Lee. Seo Jin melonggo binggung. 

Yoon Seo yang menunggu di ruangan melihat Tuan Lee datang langsung bertanya Bagaimana hasilnya. Tuan Lee memberitahu  Seo Jin Yi terus menolak membicarakannya dan menurutnya Tapi anak Eun Ji itu  bukan gadis yang akan melakukan hal seperti itu.
“Ada kemungkinan dia diancam juga.” Kata Tuan Lee. Yoon Seo kaget ingin tahu Diancam Oleh siapa
“Apa Maksudnya pelaku sesungguhnya?” tanya Yoon Seo. Tuan Lee pikir  Itu sebabnya Seo Jin tak bisa bilang apa-apa
“Apa mungkin ketika dia dijebak atau Karena takut?” tanya Yoon Seo. 

Jung Rok masuk ruangan berkomentar kalau Biasanya, ada dua alasan kenapa korban tak menunjukkan si pelaku karena Mereka juga diancam oleh pelaku, atau jika tidak, mereka ingin melindungi si pelaku. Ia pikir kasus Seo Jin Yi alasanya adalah yang terakhir.
“Menurut pernyataan dari orang tua korban, korban menderita intimidasi terus menerus di sekolah. Jadi untuk memeriksa apa itu benar Aku memeriksa CCTV setiap kali Jin Yi dan korban bersama.” Ucap Jung Rok

Flash Back
Jung Rok dan Eun Ji melihat rekaman video lainya saat ditempat les dan terlihat wajah si pelaku. Eun Ji melihat wajah gadis yang bertarung dengan Jin Yi di depan sekolah dan tak percaya karena berpikir Jin Yi mengganggunya.
Akhirnya Eun Ji menunggu di depan sebuah tempat les, seorang anak dengan angkuh bertanya siapa ahjumma yang menunggunya. Eun Ji mengaku sebagai ibu Seo Jin Yi dan mengaajk untuk berbicara sebentar. 


Jung Rok memberitahu kalau Pelakunya adalah Park Seon Yeong, yaitu  teman dekat Jin Yi sejak kecil Tapi pada titik tertentu, Seo Yeong mulai bergaul dengan pengganggu lainnya dan mulai berubah. Tuan Lee dan Yoon Seo terlihat kaget mendengarnya.
“Dia meminjam jaket Jin Yi dan menyerang korban. Video itu menyebar di internet, dan si pelaku menjebak pemilik jaket yaitu Jin Yi karena dia takut dihukum.” Cerita Jung Rok
“Kalau begitu, alasan Jin Yi tak mangatakannya...” kata Yoon Seo
“Mereka teman dekat dari kecil. Dan dia masih memiliki kasih sayang untuknya. Kupikir Jin Yi sedang menunggu sampai dia mengaku Karena  jika dia sudah mengaku, polisi akan mengakhiri penyelidikan internal. Mereka akan memvonis atas tuduhan penyerangan yang sesuai.”jelas Jung Rok. Yoon Seo pun bisa mengucap syukur tapi Tuan Lee terlihat gelisah. 

Eun Ji sedang minum kopi di pantry, Tuan Lee masuk menatapnya. Eun Ji bertanya apa ada sesuatu yang ingin dikatakan. Tuan Lee mengaku sudah berjanji pada Jin Yi akan merahasiakan ini Tapi berpikir Eun Ji itu harus tahu.
“Ternyata, Jin Yi kadang bertemu dengan ayahnya.” Akui Tuan Lee. Eun Ji terlihat kaget.
Eun Ji pulang melamun mengingat ucapan Tuan Lee dan melihat anaknya yang bertemu dengan ayahnya.
“Aku tak akan menemui Ayah mulai sekarang. Aku tak ingin berbohong kepada Ibu dan tetap bertemu seperti ini jadi Sepertinya ini tak benar.” Ucap Seo Jin Yi pada ayahnya.
Flash Back
Tuan Lee memberitahu kalau Jaket itu pun, Seo Jin Yi bilang ayahnya yang beli. Eun Ji kaget mendengarnya karena telah mencurigai anaknya,dan heran karena Seo Jin tak memberitahuku. Tuan Lee menceritakan kalau Seo Jin khawatir Eun Ji yang mungkin terluka.
“Itu sebabnya dia tak bisa memberitahumu dengan jujur. Dia tak bisa bilang apa-apa mengenai bertemu ayahnya atau dijebak oleh teman dekatnya. Ini Pasti sangat sulit bagi Jin Yi.” Cerita Tuan Lee. 


Eun Ji menatap dari kejauhan anaknya dengan tatapan sedih lalu berjalan mendekati anaknya, bertanya apakah sudah selesai bertemu ayahnya. Seo Jin kaget ibunya mengetahuinya. Eun Ji mengaku sedang jalan lalu melihat anaknya sedang bersama Ayah. Seo Jin tak bisa menjelaskan.
“Maafkan aku, Ibu.” Kata Seo Jin. Eun Ji pikir Seo Jin tak perlu memint maaf.
“Ayah adalah orang yang menyakiti Ibu... Kau pasti membencinya. Maaf bertemu dengannya di belakangmu.” Ucap Seo Jin. Eun Ji pikir tak masalah
“Ibu 'lah yang minta maaf. Kau pasti membutuhkan ayahmu, tapi Ibu tak paham perasaanmu. Ibu membuatmu sangat menderita... Maafkan Ibu. Dan... Maaf karena tak mempercayaimu sampai akhir. Maaf, putriku.” Ucap Eun Ji lalu memeluk erat anaknya. Keduanya menagis bersama. 


Seo Jin memberikan cookies pada teman-teman ibunya sambil mengucapkan terimakasih. Tuan Yeon melihat kalau kuenya sangat lucu dan Seo Jin Tidak perlu untuk melakukan ini. Seo Jin pikir Begitu banyak masalah gara-gara dirinya.
“Aku merasa berterima kasih dan minta maaf.” Kata Seo Jin.  Tuan Yeon pikir kenapa harus meminta maaf.
“Orang-orang di sini menerima bantuan banyak dari Ibumu sepanjang waktu. Dibandingkan dengan apa yang Ibumu lakukan untuk kita, ini bahkan tak sebanding. Jadi kau tak perlu meminta maaf.” Kata Tuan Yeon. Seo Jin menganguk mengerti.
“Dan Juga, kedepannya, jangan lakukan apa pun untuk membuat Ibumu kesal.  Kau tahu seberapa besar ibumu mencintaimu, kan?” ucap Tuan Yeon. Seo Jin mengaku tahu dengan baik. Tuan Yeon dkk terus melihat cookies yang sangat lucu.

Tuan Yeon memastikan pada Manager Gong kalau Tak ada masalah pada Yoon Seo begitu juga pada Kwon Jung Rok itu lagi. Manager Gong mengatakan kalau  Yoon Seo baik-baik saja akhir-akhir ini. Tuan Seo pikir kasihan Yoon Seo bertemu pemarah seperti itu.
“Apa kau tahu yang paling membuat orang stres di tempat kerja? Stres karena bos. Mereka semua harus akur, tapi mereka terus-menerus bertengkar dengan bawahan mereka padahal bukan sesuatu yang penting. Menyebalkan....” Kata Tuan Yeon
“Yah..  Menjengkelkan. Aku sangat setuju denganmu, CEO Yeon.” Kata Manager Gong menatap bosnya. CEO Yeon seperti sudah salah bicara.
“Omong-omong, apa kau tak punya baju lagi? Kau memakai baju yang sama dua hari lalu”komentar Tuan Yeon
“Begitukah? Ingatanmu luar biasa, CEO Yeon... Kau lebih luar biasa.”puji Manager Gong
“Apa kau akan mengenakan kemeja 30.000 won itu selama 30.000 tahun? Apa Kulitmu sudah menyatu? Kau harus memikirkan reputasi perusahaan kita. Kau lebih baik beli baju.” Ucap Tuan Yeon. Manager Gong mengerti dan minum kopinya tak terasa panas.
“Kenapa berkumur dengan kopi? Maksudku, caramu menyeruputnya... Aku benci kalau orang membuat suara ketika minum atau makan. Jangan lakukan itu lagi.”keluh Tuan Yeon


Manager Gong menganguk mengerti dengan tatapan dingin. Tuan Yeon bertanya apa ada masalah.  Manager Gong mengelengkan kepala, Tuan Yeon akhirnya minum kopi dan melakukan hal yang sama karena kopinya masi panas.
“CEO Yeon , seseorang mengirim hadiah untuk Oh Yoon Seo.” Ucap Sek-nya. Tuan Yeon tak percaya lalu menyuruh untuk menaruh dimeja.
“Astaga, sudah lama Yoon Seo tak mendapat hadiah. Aku tak tahu dia masih punya penggemar setia.” Kata Manager Gong bersemangat lalu membuka kotak hadiah.
“Hei, bukankah ini sesuatu yang dia kirim terus menerus?” tanya Tuan Yeon panik melihat tanaman.
Manager Gong membenarkan, Tuan Yeon panik bertanya dimana Lee Kang Joon. Manager Gong tahu kalau sekarang Kang Jon  tinggal di AS.Seorang pria berjalan dibandara dengan sikap angkuhnya, dan terlihat ada banyak pengawal dan pegawai yang menjaga dan menyambutnya. 


Kang Joon duduk di kursi belakang, Sek-nya menjelaskan Berbeda dengan industri baja yang sedang mengalami kemerosotan, Jeguk Biotech terus menunjukkan tanda-tanda keuntungan dan Tujuan mereka adalah untuk menaikkan 30 persen dari harga saham saat ini pada akhir tahun.
Kang Joon seperti tak mendengarnya hanya menatap tabnya lalu berkomentar “Dia baik-baik saja.” Terlihat foto Yoon Seo sedang berjalan dengan Jung Rok dan terlihat bahagia.

Jung Rok sedang berkerja tersadar dengan Yoon Seo yang terus menatapnya lalu bertanya kenapa menatapku seperti itu. Yoon Seo beralasan Karena Jung Rok sangat tampan. Jung Rok heran karena Yoon Seo tiba-tiba mengatakan hal itu.
“Aku selalu menghormatimu setiap kali kau memenangkan kasus. Pekerjaan pengacara, kupikir sangat keren. Sejujurnya, aku sekolah hukum bukan karena tertarik.  Sebenarnya aku membuat debutku ketika masih SMA. Tapi ayahku benar-benar menentangnya.” Cerita Yoon Seon
“Dia khawatir mungkin aku akan terluka karena industri hiburan sangat keras. Tapi aku tetap bersikeras mengejar karirku sebagai aktris, dan saat itulah dia menyuruhku sekolah hukum.Dia bilang, akan merestui jika aku masuk sekolah hukum.” Ujar Yoon Seo
“Itulah cara dia mengatakan "Takkan kubiarkan kau bekerja sebagai aktris".Seperti itu... Tapi itu tak mungkin... Lagian aku tak pandai belajar juga... Tapi aku belajar sangat keras dan akhirnya diterima di sekolah hukum.” Kata Yoon Seo
“Seperti yang sudah kukatakan, aku benar-benar pandai menghafal. Tapi karena aku masuk ke sana dengan tujuan yang salah, jadi tak kutemukan kesenangan. Itu sebabnya aku berhenti sesudah satu semester. Tapi jika aku tahu betapa kerennya pekerjaan ini, aku akan belajar lebih keras.” Ucap Yoon Seo
Yoon Seo mengaku terus menyesal belakangan ini. Jung Rok pikir Sekarang pun belum terlambat Jika Yoon Seo ingin belajar hukum maka akan membantunya dan selain itu juga Yoon Seo yang  mulai bekerja di firmah hukum karena ingin belajar mengenai pekerjaan itu. Yoon Seo terlihat binggung. 



“Pengacara Kwon.. Bagaimana kalau kau, aku, dan Yoon Seo  pergi minum sesudah bekerja?” kata Tuan Yeon. Keduanya binggung.
“Ini Karena masalah Pengacara Yang.. Aku berterima kasih karena kau membantunya tanpa dibayar. Aku ingin mentraktir kalian, jadi sudah mereservasi tempat. Tapi Tuan Lee rupanya tak bisa. Jadi kita bertiga harus minum tanpa dia. Apa kau Setuju?” ucap Tuan Yeon.
Jung Rok setuju. Tuan Yeon bertanya apakah Yoon Seo juga setuju. Yoon Seo binggung menatap Jung Rok akhirnya menyetujuinya. Tuan Yeon pun pamit pergi dan akan ketemu lagi nanti.

Yoon Seo pikir Mungkin seharusnya tak setuju karena tak dalam kondisi baik. Jung Rok pikir akan pergi menggantikannya. Yoon Seo tak percaya mendengarnya bertanya apakah Jung Rok bisa minum alkohol. Jung Rok mengaku tak bisa minum banyak,
“tapi aku tak suka muntah di depan orang lain. Jadi aku selalu tetap waspada dan memastikan tak pernah minum melebihi batasku. Dengan kata lain, aku benar-benar pandai mengendalikan diri.  Sampai kini, sekali pun tak pernah tak sadarkan diri sepanjang hidupku.” Kata Jung Rok yakin. 


Tapi baru saja beberapa gelas Jung Rok sudah mulai tak sadar bertanya apakah Tuan Yeon kenal Thomas Hobbes. Tuan Yeon terlihat binggung, Jung Rok memberitahu kalau Thomas Hobbes, seorang filsuf. Tuan Yeon dan Yoon Seo saling menatap binggung.
"Kondisi manusia adalah kondisi perang setiap orang terhadap orang lain." Itu yang dia katakan. Aku tak bisa setuju dengan pernyataan itu. Terutama, pernyataannya soal membatasi minat individu untuk kepentingan publik...” ucap Jung Rok
“Pengacara Kwon.. Aku tak tahu apa aku di sini untuk minum atau berdebat. Mari berhenti bicara soal Hobbes.”kata Tuan Yeon. Jung Rok setuju.
“Lalu mari kita mulai berbicara mengenai "actio libera in causa". “ kata Jung Rok. Yoon Seo melonggo.
“Tentu, terdengar menyenangkan. Siapa dia? Mantan pacarmu? Itu nama yang tak biasa.” Kata Tuan Yeon. Yoon Seo panik
“Menciptakan kondisi pertahanannya sendiri. "Actio libera in causa". Pasal 10, ayat 3 Hukum Pidana. Jika seseorang secara sengaja atau tak sengaja menimbulkan gangguan mental dan membuat diri mereka dalam masalah atau melakukan kejahatan, Menurutmu apa tepat bagi mereka untuk dihukum? Bagaimana menurutmu, CEO Yeon?” kata Jung Rok.
“Bagaimana bisa kau masih membosankan, tak menyenangkan bahkan saat mabuk sekali pun?” keluh Tuan Yeon.
“Apa dia seperti ini setiap kali mabuk?” tanya Yoon Seo. Tuan Yeon mengaku ini kali pertama melihatnya mabuk.
“Pengacara Kwon, kenapa minum sangat banyak hari ini?” tanya Tuan Yoon.
“Aku minum mewakili Oh Jin Sim.. Itu sebabnya aku minum banyak. Oh Jin Sim bilang dia tak enak badan hari ini.” Kata Jung Rok. Yoon Seo terlihat panik.
“Kenapa minum untuknya hanya karena dia sedang tak enak badan? Kau biasanya sangat berhati dingin dan tanpa ampun. Jadi kenapa kau.. ah...Kurasa dia khawatir mungkin aku tak bisa bekerja besok jika kondisiku semakin buruk.” kata Tuan Yeon. Jung Rok tiba-tiba merasa mual dan bergegas pergi ke toilet. 



“Kupikir dia memberimu waktu yang sulit, tapi dia peduli padamu. Dulu saat kau memberitahuku bahwa Pengacara Kwon  mengajarimu banyak hal dan penuh perhatian, maka aku tak percaya. Aku tak ingin mempercayainya.” Cerita Tuan Yeon
“Tapi melihat cara dia minum mewakilimu dengan kepribadian dinginnya itu, Kurasa dia benar-benar peduli padamu. Sepertinya kalian menjadi sangat dekat.” Komentar Tuan Yeon. Yoon Seo pikir seperti itu
“Aku mulai berpikir bahwa Pengacara Kwon mungkin merasa sedih sesudah kau meninggalkan firma. Omong-omong, Apa kau sudah mempersiapkan diri dengan baik untuk drama?” tanya Tuan Yeon. Yoon Seo menganguk,
“Ketika pertama kali kudengar kau mempersiapkan untuk akting sebagai pengacara dalam sebuah drama baru, Ketika pertama kali mendengar itu... Kau akan bekerja dengan kami selama tiga bulan, hatiku hampir meledak Karena  terlalu gembira.” Akui Tuan Yeon
“Padahal baru saja berkenalan, tapi kau akan segera pergi. Kau hanya punya satu bulan tersisa. Waktu berlalu begitu cepat, kan? Aku sudah menutup mulutku, jadi hanya aku yang tahu rahasia ini. Tapi ketika kau kembali berakting dan muncul sebagai pengacara dalam sebuah drama, orang-orang di firma akan terkejut. Bahkan pengacara Kwon pun pasti sangat terkejut” kata Tuan Yeon. Yoon Seo seperti tak enak hati. 



Yoon Seo pergi ke toilet menerima pesan dari Eun “Yoon Seo, terima kasih.Semuanya berhasil berkatmu.” Yoon Seo pun membalasnya “Sejujurnya aku tak berbuat banyak. Omong-omong, syukurlah semuanya sudah beres.
“Putriku dan aku berjanji untuk tak pernah menyimpan rahasia di antara kita lagi. Orang-orang terdekat seharusnya tak menyimpan hal-hal seperti itu.” Tulis Eun Ji. Yoon Seo terdiam karena menyimpan rahasia pada Jung Rok. 

Yoon Seo memberikan minum untuk Jung Rok memastikan baik-baik saja. Jung Rok mengaku baik-baik saja sambil minum air. Yoon Seo tak percaya kalau Jung Rok masih bersikap serius bahkan ketika sedang mabuk dan juga berbicara dengan cara yang sama.
“Apa Aku seperti itu?” tanya Jung Rok seperti tak percaya. Yoon Seo mengikuti cara bicara Jung Rok.
“Walau begitu, aku melihatmu mabuk seperti ini. Aku senang bisa melihat sisi baru dirimu” ucap Yoon Seo
“Aku juga senang... Aku senang bisa mengenal sisi barumu setiap hari. Aku mendengar mengenai kesulitanmu dan melihat betapa cantik dan menggemaskannya kau sebagai aktris. Aku senang melihat, mendengar, satu per satu sisi barumu.” Akui Jung Rok
“Tapi, Aku... belum menceritakan semuanya. Ada beberapa hal yang belum kukatakan. Itu... Aku tak merahasiakannya untuk menyembunyikan kebenaran. Oleh karena itu... Ah..Tidak...” kata Yoon Seo enggan memberitahu.
Ia mengalihkan pembicaraan dengan mengajak Jung Rok masuk karena udara yang dingin.  Jung Rok menahan tangan Yoon Seo mengaku tak masalah dan Yoon Seo Tak harus mengatakan. Ia pikir  jika Yoon Seo menyimpan rahasia, dirinya tak peduli.
“Jika kau melakukannya demi kebaikanmu, maka aku takkan mempermasalahkan itu.” Ucap Jung Rok lalu memeluk Yoon Seo
“Aku menyukaimu... Kubilang aku menyukaimu, Oh Jin Sim. Sekeras apa pun kupikirkan, aku tak ingin poinku dikurangi...” kata Jung Rok.
Yoon Seo tak percaya mendengarnya, keduanya saling menatap dan berpelukan. Saat itu seseorang seperti melihat keduanya dari kejauhan, Kang Joon duduk didalam mobil seperti tak ingin keduanya bersatu.
Bersambung ke episode 10

 Cek My Wattpad... Stalking 



Cek My You Tube Channel "ReviewDrama Korea"

PS; yang udah baca blog / tulisan aku.. Tolong minta follow account IG aku yah dyahdeedee09  & Twitter @dyahdeedee09  jadi biar makin semangat nulisnya. Kamsahamnida.

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 



Tidak ada komentar:

Posting Komentar