PS; yang udah baca blog / tulisan aku.. Tolong minta follow account IG aku yah dyahdeedee09 & Twitter @dyahdeedee09 jadi biar makin semangat nulisnya. Kamsahamnida.

Kamis, 21 Mei 2020

Sinopsis Mystic.Pop Up.Bar Episode 1 Part 2

PS : All images credit and content copyright : JBTC

Buat kalian yang suka membaca tulisan aku meminta dukungan dalam bentuk "Subscribe" You tube karena sedang mencoba mengumpulkan 1,000 Subscribe. 
Tinggal Klik disini, buat yang sudah Subscribe. Terimakasih banyak. Semoga bisa sampe bulan ini 


Manager Park datang langsung meminta maaf pada pelanggan,  mengaku Tampaknya  kurang becus melatih karyawan. Mi Ran dan Kang Bae hanya bisa berdiri dengan wajah tertunduk. Manager Park langsung memarahi Mi Ran.
“Song Mi-ran, walau banyak orang memuji hasil pekerjaanmu, kau tak bisa seperti ini. Apa Kau mau dipecat? Cepat berlutut dan minta maaf.” Ucap Manager Park
“Pak... Pelanggan itu tadi juga menghina Mi-ran. Sepertinya mereka harus saling minta maaf.” Kata Kang Bae membela.
“Mengapa kau ikut campur? Karyawan kontrak berani sekali di sini. Song Mi-ran, cepat berlutut!” ucap Manager Park. Mi Ran menahan air matanya memilih untuk pergi.
Manager Park tak percaya melihat tingkah Mi Ran. Si pelangan mulai mengeluh kesal,  Manager Park pun menegaskan kalau akan bertanggung jawab.

Di kedai, Manager Gwi mengomel kalau Wol Ju yang berhenti karena seharusn beri tahu bahwa ia adalah hantu berusia 500 tahun dan menulisnya. Wol Ju mengeluh kalau  marah saja untuk sementara dan langsung melepasnya.
“Itu dia. Mengapa kau harus tiba-tiba marah saat itu? Orang pasti berpikir kau ini pahlawan atau pejuang keadilan. Bukankah kau benci semua manusia dan tak mau bicara dengan mereka?” kata Manager Gwi
“Kau benar. Aku benci manusia, apalagi pria berengsek itu. Ada masalah?”kata Wol Ju
“Kalau aku lihat, kau bukan membenci manusia. Sejak dulu kala, ada sesuatu yang tersimpan dalam hatimu. Apa itu? Seperti...” ucap Manager Gwi curiga menatapnya. Wol Ju  terlihat gugup
“Kau memang lahir dengan karakter pemarah. Itu tak bisa dibenarkan. Benar-benar pemarah yang menyebalkan. Itu dia alasannya.” Kata Manager Gwi.
“Apa? Dasar kau ini. Hei, mau ke mana? Kau tak bekerja?” tanya Wol Ju melihat Manager Gwi bersiap
“Atasan dan kau menekanku. Biarkan aku melepas stresku sebentar.” Kata Manager Gwi.Wol Ju hanya bisa mengumpat Manager Gwiitu Menyebalkan sekali. 



Kang Bae berjalan pulang dan kaget melihat Mi Ran di pinggir jalan dan akan menyeberang jalan. Mi Ra langsung berjalan dengan sengaja ingin menabrakan diri pada sebuah truk.  Kang Bae langsung berlari menghalanginya, truk pun berhenti.
“Hei, apa masalahmu? Kau gila? Kau Mati saja di tempat lain. Apa Kau mau menghancurkan hidupku? Sialan.” Teriak Pengemudi truk. Mi Ran terdiam melihat hidupnya diselamatkan. 

Mi Ran akhirnya meminta maaf  untuk banyak hal di hari ini lalu bergegas pergi sampa menyampaikan Hati-hati di jalan. Kang Bae menahanya  bertanya apakah ada yang menunggu di rumah, seperti Keluarga atau teman. Mi Ran menjawab Tidak ada.
“Kalau begitu, apa mau makan bersama? Aku lapar.” Kata Kang Bae. 

Wol Ju akhirnya menjamu Mi Ran di kedainya mengaku tidak memberi ssamjang spesial ini ke semua orang jad meminta agar mencobanya. Mi Ran memuji rasanya enak. Wol Ju tahu Hidup terasa sulit untuk Mi Ran. Mi Ran mengaku tidak.
“Bukan hanya aku yang sulit, tapi Semua orang begitu.” Ucap Mi Ran. Wol Ju membenarkan.
“Semua orang berjuang. Namun, tak semua orang ingin ditabrak mobil.” Kata Wol Ju
“Untuk itu, aku hanya termenung, jadi, tidak...” kata Mi Ran. Wol Ju yakin Pasti banyak yang berengsek.
“Mereka mengataimu dan memarahimu. Kau kesal, 'kan? Aku akan hapus semua kecemasanmu...” ucap Wol Ju mencobanya.
“Tidak.. Aku masih bisa menghadapi itu.” Kata  Mi Ran. Wol Ju mengerti kalau Bukan itu alasannya
“Lalu mengapa kau mau bunuh diri tadi?” tanya Wol Ju. Mi Ran mengaku Tidak ada apa-apa.
“Wah.. Dia membuatku gila. Berapa kali harus aku minta dia untuk bercerita?” keluh Wol Ju. 

Saat itu Kang Bae datang menyap Mi Ran yang pasti menunggu lama lalu melihat Wol Ju. Ia mengingat Wol Ju itu wanita yang ada di swalayan tadi. Wol Ju pun tak menyangkalnya.  Kang Bae langsung mengucapkan Terima kasih dan memujinya kalau tadi keren.
“Kau pergi ke mana?”tanya Mi Ran. Kang Bae memberitahu kalau membeli obat.
“Jepitan tadi sepertinya menggores rahangmu. Coba oleskan obat.” Kata Kang Bae.
“Terima kasih. Aku yang seharusnya membeli obat untukmu. Wajahmu terluka karenaku, 'kan?” ucap Wol Ju
“Aku tidak apa-apa.” Kata Kang Bae. Wol Ju pikir tidak dan ingin melihatnya. Kang Bae mencoba menghindar dan tak sengaja bersentuhan dengan Wol Ju.
“Tadi aku melompat ke depan truk karena Pak Park.” Ucap Mi Ran. Kang Bae bingung dan Wol Ju tak percaya Mi Ran tiba-tiba bercerita padahal tadi  bilang tak masalah.
“Bila ada waktu, apa kau mau mendengarkan ceritaku?” kata Mi Ran. Wol Ju tak percaya mendengarnya.
“Tentu, aku punya banyak waktu. Aku akan dengarkan ceritamu.” Kata Kang Bae. 


Foto Mi Ran menjadi pegawai bulanan terlihat dipapan. Mi Ran pun menyapa semua pelangan dengan senyuman bahagia memberikan tester makanan.
“Seperti yang kau tahu, aku masuk sebagai karyawan kontrak lalu jadi karyawan tetap. Aku berusaha bertahan menghadapi semua pelanggan menyebalkan itu. Namun...”
Manager Park memberikan Selamat sudah menjadi Karyawan Bulan Ini pada Mi Ran. Mi Ran pun mengucapkan Terima kasih menurutnya Ini semua karena Manager Park. Manager Park senang kalau Mi Ran bisa mengetahuinya lalu mencoba memegangnya.
“Itu karena aku tahu banyak tentangmu. Banyak hal yang aku tahu... Ohh Benar juga. Orang tuamu sudah meninggal. Adikmu ikut tes universitas lagi. Untuk membantu adikmu, harus cepat menjadi karyawan tetap.” Kata Manager Park mulai mengoda dan mengancam Mi Ran.
Mi Ran hanya diam saja membenarkan ucapan Manager Park. Manager Park pun memegang tangan Mi ran memperingatkan agar jaga sikapnya untuk beberapa bulan ini Bila melakukan maka akan membantunya menjadi karyawan tetap karena punya hak penentu di sini.
“Jadi, kau juga harus memperlakukanku dengan baik. Mengerti?” ucap Manager sambil meraba badan Mi Ran ditangga. Mi Ran panik dan tak bisa melawanya. 


“Orang lain bisa berpikir aku melecehkanmu. Mi-ran hanya mengingatkanku pada adikku. Aku menyayangimu. Itu saja.” Ucap Manager Park.
Saat istirahat makan, Manager Park sengaja duduk disamping Mi Ran dan berpura-pura sendoknya terjatuh. Saat mengambilnya tanganya dengan sengaja memegang kaki Mi Ran.
“Hidupku terasa seperti di neraka. Walau kutahan, saat sampai di rumah aku tak bisa menahan amarahku sama sekali. Itu membuatku lebih menyedihkan.”
Mi Ran minum soju sampai dirumah melampiaskan amarah yang terpendam dan berterika histeris. Lalu saat esok paginya, Mi Ran harus bisa tersenyum lebar seolah tanpa masalah pada hidupnya.
“Besok paginya, aku harus bekerja dengan tersenyum. Aku harus hidup.” 


 Mi Ran dan Kang Bae sudah mulai mabuk. Wol Ju yang mendengar ceritanya langsung mengumpat marah tak terima kalau Manager Park yang menganggap kalau menyayanginya seperti adiknya sendiri. Ia pun heran  Mengapa banyak orang berengsek sekarang?
“Aku harusnya...” ucap  Wol Ju dan Kang Bae langsung menyela kala  harusnya menarik lidahnya keluar dan mulai ikut mengumpat.
“Orang yang menggunakan kekuasaan untuk menekan orang lain di pekerjaan memang paling berengsek. Jadi, apa yang mau kau lakukan? Kau mau apakan dia?” kata Wol Ju penuh semangat.
“Aku tak ingin lakukan apa pun padanya. Aku hanya ingin dia tahu rasanya berada dalam posisi terpojok.” Kata Mi Ran.
“Hei, keluar dan pergi ke kanan.” Ucap Wol Ju. Kang Bae bingung. Wol Ju memberitahu Toilet ada di luar sebelah kanan.
“Cuci mukamu... Aku ingin bicara berdua dengannya... Tunggu. Makan ini dan sadarlah.” Kata Wol Ju. Kang Bae senang memakai obat anti mabuk lalu pamit pergi. 
“Kau ingin dia tahu rasanya sangat terpojok. Baiklah, aku mengerti. Karena itu, ayo minum... Biasanya aku tak berbagi minuman dengan siapa pun... Habiskan sekaligus.” Ucap Wol Ju dan Mi Ran meminum air ajaib yang dimilki oleh Mi Ran.
“Mengapa aku tiba-tiba mengantuk?” kata Mi Ran setelah minum yang dberikan oleh Wol Ju.
 DUNIA MIMPI: MIMPI MI-RAN
Mi Ran masuk ke sebuah ruangan CCTV terlihat semua yang sudah dilakukan padanya. Sementara Manager Park melihat Mi Ran langsung mendekat padahal Semua orang sudah pulang tapi masih bekerja. Wol Ju mengaku menunggu Manager Park.
Aku suka keagresifanmu hari ini.” Kata Manager Park ingin memegang bokong Mi Ran.
“Apa Kau suka? Haruskah aku lebih agresif lagi?” Ucap Wol Ju. Manager Park kaget bertanya Siapa wanita itu.
“Siapa lagi? Aku Wol-ju dari Kedai Mistis.” Kata Wol Ju. Manager Park mencoba kabur ketakutan.
Tapi Wol Ju bisa pindah ke tempat lain dengan cepat, Manager Park terlihat sangat shock karen Wol Ju bisa pindah dengan cepat.  Akhirnya Ia mengambil pisau untuk mengancam Wol Ju agar Jangan mendekat kalau tidak akan membunuhnya. 



Kang Bae selesai ke toilet dan akan kembali tapi kebingungan karena melihat [KEDAI MISTIS] seperti dilalui banyak orang tanpa terlihat siapapun. Ia kebingungan mencoba mengucek-ngucek matanya dan berpikir terlalu banyak minum karena akhirnya bisa melihat dengan jelas.
“Tapi Ke mana pemiliknya pergi?” ucap Kang Bae bingung lalu melihat Mi Ran yang tertidur pulas diatas meja.
“Mi-ran, bangunlah. Ayo kita pulang... Mi-ran.” Ucap Kang Bae tapi malah membuat dirinya masuk ke dalam dunia mimpi Mi Ran. 

Kang Bae bingung melihat sekeliling dan mendengar suara Manager Park yang mengancam dengan pisau. Ia pun akhirnya mendorong trolly dan membuat Manager Park tak sadarkan diri diatas trolly menjatuhkan pisaunya.
“Hei, apa ini? Sedang apa kau di sini?” ucap Wol Ju. Kang Bae pun juga bingung tiba-tiba ada ditempatnya berkerja.
“Kukira aku masuk ke kedai.” Ucap Kang Bae. Wol Ju kaget kalau Ketika kembali tadi, Kang Bae bisa melihat kedai. Kang Bae membenarkan.
“Bagaimana bisa? Siapa kau? Apa Kantor Inspeksi mengirimmu?” ucap Wol Ju marah
“Apa? Aku bekerja di Pusat Kepuasan Pelanggan.” Jawab Kang Bae yang tak mengerti.
“Jawab aku dengan benar! Mustahil manusia bisa masuk ke mimpi orang lain.” Teriak Wol Ju
“Apa? Ini mimpi orang lain? Mimpi siapa?” tanya Kang Bae. Wol Ju menjawab kalau Mimpi gadis tadi.

Saat itu Manager Gwi datang. Wol Ju mengeluh datang lama sekali. Manager Gwi mengeluh kalau sudah mengatakan, pergi melepas stres dan merasa segar sekarang. Kang Bae pun membahas saat ini masuk ke dalam mimpi Mi-ran.
“Apa yang kalian lakukan di sini?” tanya Kang Bae. Wol Ju bingung untuk  menjelaskannya.
“Kami mewujudkan keinginan orang dalam mimpi, bahkan membalaskan dendam orang. Itu yang kami lakukan.  Sederhananya, kami seperti roh. Kau dapat melihat kami sebagai salah satu yang mirip dengan mereka. Kau hanya perlu tahu itu.” Ucap Manager Gwi
“Kami selesaikan masalah dalam mimpi. Apa kau harus jelaskan itu sekarang?” kata Manager Gwi mulai kebingungan.
“Manusia masuk ke mimpi Mi-ran. Ini masalah besar.” Kata Wol u. Manager Gwi melihat sesuatu yang bersinar diatas kepala Kang bae.
“Sepertinya karena penglihatan spiritualnya terbuka.” Ucap Manager Gwi. Kang Bae bingung apa yang terbuka.
“Mana mungkin? Dia bukan pastor atau biksu.”ucap Wol Ju tak percaya. Manager Gwi pun tahu kalau Kang Bae itutampak istimewa.
“Penglihatan spiritualnya tak terkunci saat lahir. Sejak kecil, banyak orang tak puas dan meminta bantuanmu, 'kan?” kata Manager Gwi. Kang Bae membenarkan.
“Jadi, itu alasannya dia bisa di sini?” tanya Wol Ju. Manager Gwi pkir Itu bisa saja terjadi.
“Dia akan lupa semua saat bangun, jadi, jangan terlalu khawatir.” Ucap Manager Gwi.
“Jadi, aku hidup begini karena penglihatan spiritualku terbuka. Jika kau bisa memecahkan masalah, bisakah mengubah watak seseorang?” kata Kang Bae
“Tentu saja. Tak ada kata mustahil dalam kamusku.” Ucap Wol Ju. Kang Bae pun memujinya hebat sekali.
“Lantas, bisakah membantuku...” ucap Kang Bae dan saat itu Manager Gwi melihat Manager Park yang melarikan diri.



Mereka pun berlari mengejar sampai diatap gedung, Wol Ju pun melupuhkanya dengan melempar tusuk kondenya, Manager Park pun terjatuh dan langsung meminta maaf dengan kaki Wol Ju diatas dadanya.
“Karena inilah aku terus bekerja. Mereka yang berpikir ada di atas orang lain. Mereka yang bermain dengan pekerjaan dan hidup orang lain. Betapa menyenangkannya melihat orang seperti itu ketakutan.” Ucap Wol Ju
“Tolong maafkan aku sekali ini saja.” Kata Manager Park. Kang Bae yang melihatnya hanya bisa melonggo
“Bagaimana rasanya sangat terpojok? Karena kau, ada orang yang ingin bunuh diri. Kau tahu? Kau tak hanya bos yang mengerikan. Tapi Kau juga pembunuh karakter orang lain.” Ucap Wol Ju. Manager Park meminta agar melepaskanya.  Wol Ju pun melepaskanya.
“Si berengsek itu. Apa Kulempar saja?” tanya Manager Gwi menahan Manager Park yang akan kabur.
“Tak usah bertanya. Cepat lempar!” teriak Wol Ju marah. Manager Park memohon dan berjanji akan hidup baik mulai sekarang.
“Baiklah, karena hatiku sedang senang, aku maafkan kau. Jadi, kuharap kau menjadi lebih baik.. Ayo Jangan menangis. Ada apa? .” Ucap Manager Gwi lalu tersadar Manager Park mengompol karena ketakutan.
Akhirnya Manager Gwi pun langsung melempar Manager Park dan Kang Bae pun hanya bisa melongggo bertanya Apa Pak Park benar-benar jatuh dari atap, Wol Ju pikir itu Beruntungnya karena Dia akan jadi lebih tinggi.



Mi Ran yang ada di ruangan CCTV melihat semuanya hanya bisa menangis ketakutan lalu mengunci pintu meminta agar jangan masuk. Kang Bae yang akan masuk pun bingung memanggil Mi Ran agar keluar. Mi Ran menegaskan kalau Kang bae. tak boleh lihat ini.
“Mi-ran, keluarlah. Sekarang sudah tak apa.” Ucap Kang Bae. Wol Ju memberitahu Pintu terkunci dari dalam.
“Dia menguncinya? Memang di dalam ada apa?” tanya Kang Bae bingung. Manager Gwi memberitahu Ini Ruang Kamera Pengawas.
“Dia pasti sedang menonton kenangan yang telah dia lalui... Hei. Mi-ran, apa kau bodoh? Apa Kau takut ada yang lihat kenangan itu? Apa kau malu? Mengapa kau malu? Kau tak salah apa-apa. Mengapa korban bertingkah seperti pelaku?” ucap Kang Bae meminta agar Mi Ran segera keluar.
“Keluar dan tunjukkan semua kenangan itu kepada Pak Park. Pelaku sebenarnya yang harus malu dan ketakutan. Kau Tidak usah takut. Kau lihat cara mereka memarahi Pak Park, 'kan? Apa Kau tahu dia sampai kencing di celana karena takut? Ini Benar-benar seru.” Ungkap Kang Bae tak bisa menahan tawa.
“Kau tertawa. Itu Lucu, 'kan? Tapi sayang sekali, ini semua hanya mimpi. Ketika kau bangun nanti, kau harus marahi dia langsung.” Ucap Kang Bae bisa mendengar Mi Ran sedikit tertawa.
“Hei, sudah. Hentikan itu... Hei, jangan keluar sama sekali. Teruslah hidup dikerjai oleh orang seperti Pak Park. Sia-sia aku masuk dan membalas dendam untuknya. Kau tak berhak mendapat ini.” Ucap Wol Ju marah menendang pintu
“Kau ini benar-benar tak sabar. Ayo kita pergi saja.” Kata Manager Choi mengajak Wol Ju pergi. 



Saat itu pintu terbuka dan Mi Ran keluar langsung meminta maaf.  Wol Ju langsung memarahi Mi Ran yang masih belum sadar rupanya dan mengeluh karena minta maaf lalu menegaskan agar Jangan minta maaf. Mi Ran pun hanya diam saja.
“Apa nama kedai tempat kau minum tadi? Nama kedainya adalah Kedai Mistis. Di kedai itu, aku dan kau, semua menjadi bos. Kita semua satu level. Mengapa kau malah kecil hati? Kau harusnya memaki dia sekarang.” Ucap Wol Ju menasehati.
“Bertingkahlah seolah kau punya cakar dan mengaumlah seolah kau punya taring.. Mengerti?” ucap Wol Ju. Mi Ran pun mengerti.
“Akan kulakukan. Aku akan hidup seperti itu.” Kata Mi Ran berjanji. 

Pagi hari
Kang Bae terbangun dan bingung, bertanya-tanya Kapan pulang karena tiba-tiba sudah ada ditempat tidur. Ia pikir kalau minum terlalu banyak. Sementara di supermarket Mi Ran memberikan hasil rekaman CCTV manager Park yang melakuan pelecehan.
“Ini sudah jelas... Dia bisa diberi hukuman, bahkan tuntutan hukum.” Ucap Ketua. Mi Ran pun mengucapkan Terima kasih.
“Ini pasti tak mudah bagimu. Terima kasih sudah memberitahuku.” Kata Ketua. Mi Ran pun bisa bernafas lega. 

Mi Ran sedang berkerja, si pelanggan pria datang langsung Maaf soal kemarin jadi akan bayar biaya... Mi Ran menolak karena tidak terluka. Si pria mengaku kalau kemarin memang salah. Mi Ran melonggo bingung mendengarnya.
“ Maaf. Aku seharusnya tidak seperti itu. Mohon maafkan aku. Maaf sekali.” ucap si pria. Mi Ran pun menganguk mengerti. 

Flash Back
Si pria terbangun dari tidurnya kaget melihat Manager Gwi sudah ada dikamarnya lalu bertanya “Siapa kau?” Manager Gwi mengaku kalau sebutanya Seorang peri daging.Si pria bingung. Manager Gwi tahu priaitu sangat suka daging.
“Jadi kau Makan ini... Makan selagi kau bisa daripada membuat keributan di swalayan.” Ucap manager Gwi langsung menyumpat makanan dimulut si pria sampai penuh.
“Ikuti aku. "Aku akan makan di rumah dan coba sampel di swalayan." Kata Manager Choi meminta agar mengatakan yang benar.
“Aku akan makan di rumah... "Aku akan makan di rumah dan coba sampel di swalayan." Kata Si pria.
“Bila buat keributan lagi, kau akan bertemu wanita gila... Tidak. Maksudku, wanita yang serius. Jadi, ingat ini baik-baik. Mengerti?” ucap Manager Gwi. Si pria menganguk mengerti.

Mi Ran menangis haru karena Baru kali pertama mendengar seseorang meminta maaf padanya. Kang Bae melihat dari kejauhan lalu menghampirinya dan bertanya ada apa. Mi Ran mengaku Tidak apa dan menminta maaf kemarin.
“Aku terlalu mabuk, 'kan? Terima kasih sudah mengantarku.” Ucap Mi Ran. Kang Bae bingung kalau mengantarkannya pulang
“Bukankah begitu?” kata Mi Ran. Kang Bae juga tak tahu karena juga tak ingat, menurutnya Sepertinya ada hal seru juga tadi malam.
“Benarkah? Aku juga ingat sampai kita makan daging bakar di kedai. Mungkin karena banyak makan, aku merasa sangat senang pagi ini.” Kata Mi Ran. Keduanya pun saling memberikan semangat. 

Kang Bae pergi ke lantai atas, tiba-tiba teringat saat Manager Gwi yang melempar Tuan Park dengan sangat tinggi. Ia pun yakin kalau itu tak mungkin dan itu mimpinya saja. Ia berjalan lalu menemukan tusuk konde lalu tiba-tiba mengingat saat Wol Ju melepaskanya untuk melempar pada Manager Choi
“Tidak. Itu benar-benar terjadi... Itu bukan mimpi.. Tunggu. Bila itu benar terjadi, maka Pak Park seharusnya sudah meninggal. Jadi, aku benar-benar masuk ke mimpi Mi-ran? Itu tak mungkin terjadi. Lalu tusuk konde ini?”ucap Kang Bae kebingungan. 



Di kedai, Manager Park bertanya Ke mana tusuk konde Wol Ju sampai pakai sumpit. Wol Ju pikir Sepertinya terjatuh di atap kemari dan akan mengambilnya Nanti lalu mengajak mereka bersulang karena Sudah lama tak dapat klien.
“Ketua Yeom, untuk apa ke sini?” ucap Manage Gwi menyapa. Tuan Yeom menyuruh duduk saja. Wol Ju tak peduli memilih untuk tetap minum tanpa menyapanya.
“Kau tak berdiri ternyata.” Keluh Tuan Yeom. Wol Ju ingin tahu Tuan Yeon akan marah apa lagi padanya.
“Apa yang kau pakai? Terbuat dari kelambu?” ejek Tuan Yeon. Wol Ju pkr Seperti yang dilihat, mereka sedang berpesta.
“Karena aku bintangnya, maka aku harus menggunakan baju yang pas untuk perayaan ini.” Ucap Wol Ju bangga.
“Ini bukan waktu untuk berpesta. Aku datang karena Yeomradaewang.” Kata Tuan Yeom. Wol Ju mengeluh Dia selalu banyak bicara dan bertanya Ada apa sekarang?

“Wol-ju, dengar ini. Aku memperpanjang waktu tugasmu karena perbuatan baikmu saat kau hidup. Tapi setelah ini, tak bisa lagi. Kau punya waktu sebulan. Bila tak bisa penuhi target 100.000 orang itu, kau akan dikirim ke neraka. Ingat itu baik-baik. Selesai.” Ucap wanita yang terlihat di layar.
“Apa? Sebulan? Apa maksudnya?” kelih Wol Ju. Tuan Yeon pun ingin tahu Wol Ju dapat klien baru setelah berapa lama, apakah Empat bulan
“Bukan, enam bulan.” Kata Manager Gwi bangga. Tuan Yeom tak percaya Manager Gwi yang bangga.
“Aku kirim kau untuk mengawasi dia. Tapi kau ikut bermain bersama?Coba Lihat ini baik-baik.” Kata Tuan Yeo memperlihatkan GRAFIK PERFORMA KEDAI MISTIS
“Yeomradaewang mendapat banyak kritik, jadi, kau tak bisa lari lagi.” Ucap Tuan Yeon. Wol Ju ingin tahu Kritik apa
"Dia hanya minum dan makan di Dunia Nyata. Apakah itu hukuman? Berhenti membuang waktu dan cepat kirim dia ke neraka." Itu yang mereka katakan. Namun, itu bukan yang kami...” kata Tuan Yeom
“Lalu?Apa Dia akan mengirimku ke neraka? Baiklah. Kirim saja aku ke sana. Aku bekerja keras selama 500 tahun, tapi dia akan kirim aku ke neraka karena kurang beberapa orang? Aku seperti karyawan magang yang dimanfaatkan saja.” Keluh Wol Ju marah
“Ini yang dinamakanpenyalahgunaan kekuasaan. Aku sudah tak bisa menahan ini.Aku pergi saja ke neraka. Bawa aku Cepat bawa aku sekarang. Ayo!”terak Wol Ju. Manager Gwi mencoba menahanya.
“Jangan hentikan. Minggir!” teriak Wol Ju. Manager Gwi meminta agar Wol Ju tenang.
“Hentikan. Berhenti sekarang.” Teriak Manager Gwi dan akhirnya Tuan Yeon memperingatkan Manager Gwi agar mengajari Wol Ju dengan baik \
Akhirnya Tuan Yeon mengeluh Wol Ju yang penuh emosi. Wol Ju pikir Itu karena terlalu lama menunggu. Tuan Yeom memberitahu kala Waktu yang diberikan Yeomradaewang biasanya 300 tahun.  Namun, Wol Ju yang terus minta perpanjangan hingga mendapat 500 tahun.
“Kau melotot seperti itu. Mau pukul aku lagi? Pokoknya, bekerja keraslah. Aku pergi dulu. Semangat!” ucap Tuan Yeon lalu melangkah pergi tak bisa melihat Wol Ju menatap sinis.
“Hei, Yeombujang! Dia benar-benar membuatku kesal. Jadi Waktunya sebulan?” ucap Wol Ju kesal. Manager Gwi meminta Wol Ju tenang. 




Kang Bae pulang ke rumah memastikankalau Itu bukan mimpi dan sungguh terjadi, Tapi ia masih bertanya-tanya Mimpi atau kenyataan, lalu berpikir Bila memang nyata...dan menatap tusuk konde ditanganya mengingat sata masuk ke dalam mimpi Mi Ran.
“Jika kau bisa memecahkan masalah, bisakah mengubah watak seseorang?” tanya Kang bae
“Tentu saja. Tak ada kata mustahil dalam kamusku.” Ucap Wol Ju. Kang Bae pun langsung bergegas pergi. 

Wol Ju sibuk memakai jaketnya, Manager Gwi bertanya  Mau ke mana Wol Ju pkir harus sebar kupon gratis karean tak ada pilihan lain dan waktunya sebulan. Manager Gwi pikir kalau Wol Ju akan pergi Jembatan Han lagi. Wol Ju membenarkan.
“Siapa tahu aku bisa bertemu orang yang mau bunuh diri. Alangkah baiknya bila ada magnet untuk orang penuh masalah seperti itu.” Keluh Wol Ju
“Itu mustahil. Mana ada hal seperti itu.” Kata Manager Gwi.
Wol Ju terdiam, saat itu mengingat ucapan Mi Ran pada Kang Bae “Bila ada waktu, apa kau mau mendengarkan ceritaku?” dan Manager Choi tahu kalau Sejak kecil, banyak orang tak puas dan meminta bantuan Kang Bae.
“Ahh.. Benar sekali... Aku menemukannya.” Ucap Wol Ju. Manager Gwi bingung Menemukan apa
“ Dia magnet... Aku menemukan magnet... Tunggu, aku tak ada waktu sekarang... Aku pergi dulu.”kata Wol Ju lalu bergegas pergi.



Kang Bae melihat Wol Ju berlari ke arahnya langsung melambaikan tangan dan terengah-engah menghampirinya. Wol Ju menyapa Kang Bae si pria Istimewa. Kang Bae memastikan kalau Tadi malam itu nyata, Wol Ju terlihat kebingungan.
“Kau bilang kau roh yang mengatasi dendam orang.Apa Kau juga bisa bantu aku? Bagiku, kau adalah harapan terakhirku.” Ucap Kang Bae.
“Baiklah... Aku akan bantu... Tidak hanya itu, aku akan bantu apa pun.” Kata Wol Ju. Kang Bae tak percaya mendengarnya.
“Namun, kau harus beri aku sesuatu.” Ucap Wol Ju. Kang Bae mengaku  membawanya sekarang.
“Kau mencari ini, 'kan?” kata Kang Bae memperlihatkan tusuk kondenya. Wol Ju langsung mengambilnya kalau  Ini memang milikya.
“Bukan ini.” Ucap Wol Ju. Kang Bae bingung kalau begitu apa.Wol Ju heran Kang Bae yang masih bertanya
“Tentu saja tubuhmu... Aku butuh tubuhmu.” Ucap  Wol Ju. Kang Bae bingung. Wol Ju tersenyum mengingat pesan ibunya
“Kau takkan sendiri. Ketika kau kesepian, pegang erat tusuk konde ini. Ia akan mengantarkanmu kepada orang yang kau cari”
Bersambung ke Episode 2


Cek My Wattpad...  ExGirlFriend

      
Cek My You Tube Channel "ReviewDrama Korea"

PS; yang udah baca blog / tulisan aku.. Tolong minta follow account IG aku yah dyahdeedee09  & Twitter @dyahdeedee09  jadi biar makin semangat nulisnya. Kamsahamnida.

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar