PS; yang udah baca blog / tulisan aku.. Tolong minta follow account IG aku yah dyahdeedee09 & Twitter @dyahdeedee09 jadi biar makin semangat nulisnya. Kamsahamnida.

Kamis, 30 Mei 2019

Sinopsis My Fellow Citizens Episode 35

PS : All images credit and content copyright : KBS

Buat kalian yang suka membaca tulisan aku meminta dukungan dalam bentuk "Subscribe" You tube karena sedang mencoba mengumpulkan 1,000 Subscribe. 
Tinggal Klik disini, buat yang sudah Subscribe. Terimakasih banyak. Semoga bisa sampe bulan ini 
Spanduk bertuliskan "Konferensi Pers Balasan  Anggota Majelis Yang" Jung Kook naik ke atas podium, Wang Goo terlihat gugup. Jung Gook menatap naskah yang akan dibacakan lalu mengaku kalau dirinya adalah penipu.Wang Goo melonggo kaget mendengarnya. 

Flash Back
Mi Young merapihkan jas suaminya berpesan agar Lakukan dengan baik. Jung Kook menganguk setuju,  lalu akan berjalan pergi tapi kembali memanggil Mi Young dengan tatapan serius. Mi Young seperti sudah siap mendengarkan.
“Apa yang dikatakan Kim Nam Hwa.. Itu benar.” Akui Jung Kook. Mi Young tak percaya berpikir Jung Kook sedang bergurau.
“Aku tidak bergurau. Aku membohongimu selama ini. Aku penipu... Maafkan aku, Mi Young.” kata Jung Kook. Mi Young hanya bisa terdiam.
“Saya, Yang Jung Gook, terlibat di antaranya dalam skema Ponzi, pengelabuan, dan penipuan real estate. Saya memastikan menyembunyikan semua kejahatan saya di masa lalu sebelum menjadi anggota Majelis Nasional.” Ungkap Jung Kook tak mau berbohong.
Wang Goo seperti masih tak percaya kalau Jung Kook adalah seorang penipu. Jung Kook mengaku Sejujurnya berharap kebenaran ini tidak akan pernah terungkap.

“Saya tidak ingin memperlihatkan identitas saya yang sesungguhnya kepada masyarakat.” Akui Jung Kook. Wang Goo benar-benar tak percaya yang terjadi.
“Saya tidak ingin menjadi penipu yang penuh kebohongan dan egois. Saya ingin hidup sebagai seorang anggota majelis yang bekerja untuk kepentingan publik dan melindungi masyarakat. Namun, kini saya baru menyadari bahwa saya serakah.” Kata Jung Kook. 

Flash Back
Mi Young masih tak percaya kalau suaminya memang penipu. Jung Koook membenarkan. Mi Young memastikan kalau Jung Kook selama ini  membohonginya selama ini. Jung Kook hanya bisa meminta maaf. Mi Young ingin tahu alasan baru mengatakan ini kepadanya.
“Karena aku tidak ingin berbohong kepadamu lagi.” Kata Jung Kook. Mi Young memukul badan Jung Kook karena marah. Jung Kook pun membiarkannya. 

“Saya tidak mau melukai orang yang saya sayangi untuk melindungi masa lalu saya. Saya tidak mau membohongi masyarakat demi kepentingan pribadi saya. Saya akan mengakui semua kejahatan yang saya lakukan sejauh ini.” Akui Jung Kook
Flash Back
“Apa Kau tidak ingin berbohong? Setelah sekian lama?” ucap Mi Young marah sambil menangis. Jung Kook hanya bisa meminta maaf.
“Apa Kau menyesal? Apa itu sudah cukup? Akankah permintaan maaf menyelesaikan ini? Kurasa aku hanya perlu memaafkanmu.” Kata Mi Young. Jung Kook kembali meminta maaf.
“Bagaimana aku bisa hidup sekarang? Aku baru tahu bahwa suamiku adalah seorang penipu. Aku menyadari bahwa kau membohongiku selama tiga tahun. Bagaimana aku bisa melanjutkan hidupku setelah ini? Katakan sesuatu.” Ucap Mi Young dengan nada tinggi.  Jung Kook hanya diam saja. 


“Warga sekalian, tolong jangan maafkan saya. Saya tidak pantas menerima pengampunan kalian. Saya bahkan menipu istri yang saya cintai. Itu semua demi kepentingan saya.” Ucap Jung Kook teringat yang diminta Mi Young agar mengatakan sesuatu padanya.
“Saya orang berengsek yang membohongi istrinya. Saya tahu dia seorang polisi, saya hanya memikirkan cara untuk membohongi lebih banyak orang. Selain itu, saya terus menjauhkannya padahal dia memercayai saya. Saya suami yang payah.” Kata Jung Kook
Flash Back
“Jangan maafkan aku, Mi Young... Maaf.” Ucap Jung Kook lalu meninggalkan rumah. Mi Young hanya bisa terdiam sambil menangis.
“Saya akan menyerahkan diri setelah konferensi pers ini untuk mengakui semua kejahatan yang telah saya perbuat. Saya ingin meminta maaf sekali lagi kepada para warga yang telah memercayai dan mendukung saya. Maaf.” Kata Jung Kook lalu membungkuk meminta maaf.
Wartawan terus mengerubungi Jung Kook memastikan apa yang dikataan dan perasaanya sekarang. 

Jung Kook akhirnya di interogasi oleh Min Hee sebagai Jaksa. Min Hee mengaku tidak mengerti alasan Jung Kook mengakui semuanya. Jung Kook mengaku karena itu kebenarannya. Min Hee seperti tak masuk akal  Seorang penipu mengakuinya karena itu benar.
“Banyak hal tidak masuk akal dalam dunia ini. Jangan mencoba memahaminya.” Kata Jung Kook
“Biasanya, anggota majelis menyangkali semua kecurigaan, mengeklaim mereka tidak bersalah, dan menyalahkan manipulasi politik. Mereka sibuk berpura-pura tidak bersalah. Bukankah seharusnya Anda melakukan hal yang sama?” ucap Min Hee
“Kata siapa? Serta, kenapa seorang jaksa mengatakan hal seperti itu?Apa Sebaiknya aku tidak mengaku? Haruskah aku keluar? Haruskah aku mengubah pernyataanku sekarang? Haruskah aku mengatakan bahwa aku orang yang dicintai?” kata Jung Kook
“Apa Anda orang yang dicintai? Anda bersemangat, jadi, ini tidak akan lama. Mari kita mendakwa Anda terhadap imunitas Anda.” Ucap Mi Hee.
“Baik. Mari kita lakukan itu. Orang harus dihukum karena melakukan kejahatan. Cepat tanyakan aku. Apa yang harus kuakui?” kata Jung Kook seperti akan mengaku semua kesalahanya. 


Hoo Ja seperti tak pecaya kalau Jung Kook mengakui semuanya sambil berkali-kali memastikan. Min Hee membenarkan kalau Jung Kook mengaku tanpa ragu dan mereka selesai dalam satu jam. Hoo Ja pikir Jung Kook  benar-benar berusaha dipenjara.
“Padahal musim panas dan musim dingin seperti apa adanya. Apa yang salah padanya? Aku tidak paham.” Kata Hoo Ja
“Jangan mencoba memahaminya. Semuanya berjalan dengan baik.” Kata Min Hee
“Ini belum berakhir. Masih ada banyak hal yang harus dikerjakan.” Ucap Hoo Ja
“Kau terlalu memaksaku bekerja untuk sedikit uang.” Komentar Min Hee. Hoo Ja menyindir kalimat "Sedikit uang"
“Aku memberimu setengah sahamku. Jika aku menyuruhmu bercerai, maka kau harus melakukannya. Kau mengambil setengah kekayaanku.” Sindir Hoo Ja.
“Hati-hati jika bicara... Aku lebih tua darimu... Ini kali terakhir. Jangan minta tolong lagi... Aku sudah lakukan bagianku, paham?” tegas Min Hee. Hoo Ja menganguk mengerti.
“Lalu? Siapa yang ingin kau hukum sekarang?” tanya Min Hee.  Hoo Ja menjawab Kim Mi Young.
Mi Young yang ada di rumah hanya bisa menangis merasa dibohongi oleh orang yang paling dicintai. Min Hee bertanya siapa lagi itu Mi Young,  Hoo Ja menjawab Istri penipu itu menurutnya Ia harus menyingkirkan si suami penipu dan istri detektifnya bersama-sama untuk menghindari masalah di kemudian hari.



Mi Young baru akan masuk kantor polisi, semua wartaan mengerubunginya sambil bertanya “Benarkah Anda tidak tahu tentang masa lalu suami Anda? Sebagai detektif dalam Kejahatan Intelektual, apakah Anda merasa bersalah? Apa Anda berpura-pura tidak tahu karena dia suami Anda? Tolong beri tahu kami.”
Mi Young tak memperdulikan berjalan masuk ke dalam kantor polisi.  Didalam ruangan sudah banyak orang yang mengambil semua berkas dalam ruangan. Mi Young bertanya apa yang mereka lakukan dalam ruanganya.
“Letnan Kim. Anda tahu suami Anda menyerahkan dirinya, kan? Karena itu kami tidak punya pilihan selain melakukan ini.” Ucap Jaksa lalu berjalan pergi. Mi Young hanya diam saja. 

Detektif Ko melihat Mi Young mengaku mempercayai ketua Tim mereka tak mungkin seperti itu. Detektif Na tahu kalau Mi Young itu juga korban.
“Apakah salahmu kamu ditipu? Si Penipu berengsek yang menipumu itulah yang bersalah.” Kata Detektif Na marah
“Hei... Hati-hati kalau bicara... Dia suaminya... Panggil dia Pak Penipu.” Ucap Detektif Lee membela
“Jika orang yang ditipu adalah polisi, dia bersalah, Detektif Na. Jika orang yang menipuku adalah suamiku, aku harus bertanggung jawab. Itu baru benar.” Tegas Mi Young 

Mi Young memberikan  "Surat Pengunduran Diri" pada Nyonya Kim, Nyonya Kim mengeluh karena berpikir tak seharusnya melakukan ini.  Tapi Mi Young berpikir memang harus melakukanya.  Nyonya Kim tak tidak akan memprosesnya jadi meminta mengambil kembali suratnya.
“Jika ada masalah, Ibu juga akan terluka. Aku tidak ingin keluarga kita terluka karena aku.” Tegas Mi Young
“Kenapa kamu mengkhawatirkan ibu akan terluka? Ibu akan mengurus itu, jadi, ambil ini.” Ucap Nyonya Kim. Mi Young memohon.
“Kenapa kau tidak mendengarkan? Ibu bilang ibu akan mengurusnya.”tegas Nyonya Kim
“Kenapa Ibu harus mengurus ini? Ibu menerima seorang remaja nakal dan mengubahnya menjadi polisi. Aku memanggilmu "Ibu" selama 20 tahun, tapi aku tidak pernah bertindak benar sebagai putri Ibu. Aku pikir jika aku menikah dan hidup bahagia selamanya, itu akan cukup. Tapi lihat apa yang terjadi.” Ucap Mi Young
“Kita bisa dengan mudah pulih dari ini. Itulah gunanya keluarga. Percayalah kepada ibu. Mari kita perbaiki ini, ya? Kita bisa melakukannya, Mi Young.” ucap Nyonya Kim menyakinkan.
“Tidak... Aku akan melakukannya sendiri kali ini. Aku tidak ingin membebani Ibu lagi.” Tegas Mi Young lalu keluar ruangan. Nyonya Kim memanggil anaknya. 


Sang Ji menelp Mi Young lalu keduanya bertemu disebuah cafe. Para wartawan menunggu diluar cafe. Sang Jin pikir akan menyuruh mereka pergi. Mi Young mengaku tidak apa-apa, Sang Jin ingin membahas sengenai Jung Gook...
“Kau tahu, bukan? Saat kau mengikuti pemilu melawannya, kau pasti melakukan penyelidikan latar belakang.” Ucap Mi Young. Sang Jin mengaku sudah tahu.
“Kenapa kau tidak memberitahuku? Jika kau menganggapku adikmu, jika kau menyayangiku, seharusnya kau memberitahuku.”ucap Mi Young marah
“Kali pertama aku mengetahuinya, aku ingin menemuimu dan segera memberitahumu.” Akui Sang Jin
Flash Back
Sang Jin berlari menuruni Mobil dan ingin memberitahu Mi Young karena marah mengetahui tentang Jung Kook yang sebenarnya.
“Jung Gook adalah penipu, dia telah menipu keluarga kita, dan aku tidak akan membiarkan dia menipumu lagi. Itu yang ingin kukatakan kepadamu. Tapi aku tidak bisa karena cintanya kepadamu tampak nyata.” Ucap Sang Jin 

Flash Back
Sang Jin bertemu dengan Jung Kook di restoran, Jung Kook mengaku berkencan dengan Mi Young karena mencintainya lalu menikahinya karena mencintainya. Jadi karena mencintainya, maka merasa bersalah.
“Siapa yang peduli soal itu sekarang? Dia penipu. Bagaimana kamu bisa mempercayainya?” ucap Mi Young marah
“Aku tidak tahu bagaimana kau menerima ini sekarang, tapi orang tidak selamanya bisa membuat keputusan yang benar selama hidupnya. Denganmu dan Jung Gook, dia kebetulan bertemu denganmu saat dia membuat keputusan yang salah.” Jelas Sang Jin
“Jadi, jangan mempertanyakan ketulusannya. Dia mencintaimu dengan tulus, dan kini, dia membuat keputusan yang benar.” Ucap Sang Jin menenangkan.
“Aku tidak tertarik dengan cinta dan keputusan yang benar. Pria yang hidup bersamaku selama dua tahun... Pria yang tidur seranjang denganku terasa bagaikan orang asing sekarang. Dia membuatku takut. Jangan mencoba membujukku. Jika kau melakukannya, aku juga tidak akan berbicara denganmu.” Tegas Mi Young
Akhirnya Mi Young keluar dari cafe, wartawan ingin meminta pernyataan, Mi Young dengan tegas mengatakan Tidak ada komentar. Nyonya Kim menelp memberitahu Mi Young agar Jangan bertanggung jawab untuk ini.
“Ibu tahu seperti apa sosok Jung Gook.... Ibu sudah  tahu, tapi menyembunyikannya... Ibu pikir semuanya akan baik-baik saja jika ibu diam dan berpura-pura tidak tahu... Ibu salah... Ibu membuat keputusan yang salah.” Akui Nyonya Kim
“Jadi, ibu akan bertanggung jawab. Ibu juga harus bertindak sebagai seorang ibu... Sampai jumpa.” Kata Nyonya Kim. Mi Young panik memanggil ibunya tapi ponsel sudah ditutup. 


Nyonya Kim naik ke atas podium, Mi Young berlari sepanjang jalan. Nyonya Kim mulai memperkenalkan diri, dengan nama Kim Kyung Ae, sebagai Kepala Kantor Polisi Seowon. Ia sengaja berdiri karena ingin memberi pernyataan mengenai kasus yang melibatkan Yang Jung Gook, yang sedang diselidiki oleh Kantor Kejaksaan.
“Saya akan memulai dengan kesimpulannya. Semua kecurigaan terkait Letnan Kim Mi Young dari Kejahatan Intelektual tidak benar. Letnan Kim Mi Young tidak tahu bahwa suaminya adalah seorang penipu. Tapi Saya sudah tahu.”akui Nyonya Kim.
“Semua kesalahan ada pada saya, karena saya menutupi kebenaran. Saya ingin menyatakan dengan jelas bahwa Letnan Kim Mi Young tidak melakukan apa pun yang bertentangan dengan tugas-tugasnya sebagai polisi. Sayalah yang bersalah.” Kata Nyonya Kim
“Saya akan mengundurkan diri sebagai Kepala Kepolisian... Sekian.” Kata Nyonya Kim akhirnya menyudahi penyataanya.
Mi Young berlari dan masuk ruangan, tapi sudah tak ada ibunya dan hanya beberapa kameramen saja sedang membereskan kamera. 



Tuan Yang, berserta anak dan cucunya menunggu di depan gedung, wajah mereka terlihat khawatir. Jung Kook akhirnya keluar, semua langsung berlari menghampirinya. Jung Kook dengan santai meminta agar adiknya hati-hati agar tak terjatuh.
“Nak. Kamu pasti lelah... Serahkan tahunya.” Kata Tuan Yang pada Mi Jin. Jung Kook menolak karena tidak butuh tahu karena hanya diinterogasi.
“Akhirnya kau mendapat catatan kejahatan. Selamat.”ejek Mi Jin. Jung Kook mengeluh dengan adiknya.
“Sudah kubilang, aku hanya diinterogasi. Aku tidak punya catatan kejahatan. Mana mungkin?” kata Jung Kook
“Benar... Kenapa kau mengaku di TV bahwa kamu penipu? Dasar bodoh.” Kata Tuan Yang memukul anaknya.
“Kenapa Ayah tiba-tiba memukulku? Ayah bilang aku pasti lelah, jadi, kenapa Ayah...”keluh Jung Kook dan terdiam melihat Mi Young yang datang.
Ha Roo melambaikan tangan pada Mi Young yang baru datang. Mi Jin langsung menarik tangan anaknya. Mi Young akhirnya menyapa ayah mertuanya dengan bertanya keadaan ayahnya. Tuan Yang dengan gugup mengaku baik dengan bahasa formal seperti ketakutan.
“Bolehkah aku meminjam Jung Gook sebentar? Ada sesuatu yang perlu kubicarakan dengannya.” Ucap Mi Young. Tuan Yang dkk seperti tak bisa menolaknya. 


Mi Young mengaku Ada banyak hal yang ingin dikatakan tapi tidak ingat setelah melihat wajah suaminya. Jung Kook hanya bisa tertunduk, Mi Young mengaku tidak tahu apa yang terjadi padanya. Jung Kook meminta maaf untuk kesekian kalinya.
“Pasti mudah mengatakan itu... Kau membuatku tidak bisa berkata-kata padahal akulah yang disakiti.” Ucap Mi Young. Jung Kook pun bertanya paa yang akan mereka lakukan.
“Menurutmu apa yang harus kita lakukan?Aku ingin membunuhmu sekarang. Aku ingin menghajarmu, tapi aku menahan diri. Aku marah, frustrasi, kesal, dan hampir gila. Aku ingin sekali menangis, tapi aku menahan diri. Jadi, setidaknya jawab aku dengan benar. Lebih baik kita berpisah, kan?” kata Mi Young
“Kau harus berteriak dan menghujatku sepuasnya jika kau membutuhkannya. Kaulah yang berhak memutuskan, Aku tidak punya hak..” Kata Jung Kook.
“Hanya itukah yang bisa kamu katakan?” keluh Mi Young. Jung Kook pikir Hanya itu yang bisa dikatakan.
“Jangan bermain-main dengan kata-kata dan beri tahu aku. Tidak ada yang bisa kita katakan dalam kondisi ini.” Ucap Mi Young
“Kita bertemu untuk kali pertama. Kita jatuh cinta. Kita menikah.” Cerita Jung Kook mengingat kenangan dulu.
Ia bertemu dengan Mi Young saat di club terpesona karena berani melawan seorang pria, lalu mereka berkencan dengan penuh gairah akhirnya mereka pun menikah, mereka terlihat sangat bahagia. Tapi setelah Jung Kook mengetahui Mi Young polisi, seperti enggan berdekatan.
“Kita mengalami masa-masa sulit... Terkadang, kita berdebat... Tapi perasaanku kepadamu selalu tulus. Karena itulah aku tidak bisa memberitahumu. Perasaanku dan hatiku selalu sama.” Cerita Jung Kook
Ia mengingat setelah dua tahun menikah mereka seperti orang asing yang tinggal dalam satu rumah. Mi Young juga pernah marah dengan Jung Kook karena dikenal banyak orang yang membuat pekerjaan sebagai detektif sudah tak bisa menyamar. 
“Tapi begitu aku memberitahumu bahwa aku seorang penipu, kau juga akan meragukan perasaanku yang tulus. Sekalipun pengusaha Yang Jung Gook adalah kebohongan, Yang Jung Gook sebagai suami Kim Mi Young adalah fakta. Inilah perasaanku yang sebenarnya.” Tegas Jung Kook
“Apa pun keputusanmu, aku akan menurutimu. Maaf aku melanggar janjiku untuk membahagiakanmu selamanya. “ kata Jung Kook sedih
“Meski kau bilang bahwa kau berkata jujur, itu tidak akan terdengar sebagai kejujuran bagiku. Ibu terpaksa mengundurkan diri karena aku. Menurutku Park Hoo Ja juga mencoba menyerangku.” Kata Mi Young.
Jung Kook kaget mendengarnya,  Mi Young memberitahu Park Min Hee. Orang yang menginterogasi Jung Kook adalah kakaknya Hoo Ja dan mengetahuinya setelah memeriksa berkas-berkas Hoo Ja. Ia pikir Entah mereka bercerai atau tidak, bisa mengurus itu nanti.
“Bagaimana caramu membalas Hoo Ja?” tanya Mi Young, Jung Kook binggung. 

“Aku tidak akan membiarkan mereka lolos setelah membuat ibuku dipecat. Aku akan menangkap mereka semua. Beri tahu aku apa rencanamu lebih dahulu. Kau tidak menyerahkan dirimu tanpa rencana, kan? Ada alasan lain yang membuatmu melakukan itu, kan?” kata Mi Young
“Bagaimana kau tahu?” kata Jung Kook binggung, Mi Young mengaku  sudah bertemu lusinan orang seperti Jung Kook.
“Orang-orang sepertimu tidak pernah bertindak tanpa rencana. Jenis orang sepertimu adalah pemalas, tapi otakmu bekerja lebih cepat daripada orang lain.” Tegas Mi Young
“Aku melakukannya karena rapat umum. Karena itulah aku menyerahkan diri. Jika mereka ingin mendakwaku terhadap imunitasku, mereka harus mengadakan rapat umum.” Jelas Jung Kook
“Apa Untuk mendakwamu?”tanya Mi Young. Jung Kook membenarkan. 


Di ruangan Hoo Ja, Tuan Kim memberitahu  Rapat umum akan berlangsung dalam dua hari. Pada rapat itu, pendakwaan Jung Gook terhadap imunitasnya akan didiskusikan. Hoo Ja ingin tahu apa yang terjadi padanya setelah itu, apakah Jung Kook akan ditahan seperti dirinya.
“Tidak, mereka tidak akan bertindak sejauh itu. Rapat umum lainnya akan diadakan dalam 24 hingga 72 jam setelah usulan diterima. Begitu permintaan untuk menyetujui penahanannya disetujui oleh Majelis, tamatlah riwayatnya.”jelas Tuan Kim akhirnya duduk di sofa.
“Itu berarti akan ada dua rapat umum. Pertama akan berlangsung dalam dua hari, lalu lagi saat semua melakukan pemungutan suara untuk penahanannya. Akankah mereka melakukan pemungutan suara untuk UU Regulasi Suku Bunga juga?” tanya Hoo Ja
“Ya, saat itulah kita harus bertindak.” Jelas Tuan Kim.
Mi Young mendengar cerita Jung Kook ingin tahu  Bagaimana cara mereka bertindak. Jung Kook dan Tuan Kim sama-sama menyebut Uang. Tuan Kim memberitahu mereka akan membujuk para pengkhianat yang pergi untuk Yang Jung Gook dengan memberi mereka uang.
“Yang perlu kita lakukan adalah menghentikan mereka. Maka RUU terhadap UU Regulasi Suku Bunga akan ditolak.” Kata Jung Kook 
“Bagaimana cara kita menghentikan seorang rentenir kayamenggunakan uang?”ucap Mi Young
“Kita bisa membekukan rekening mereka.” Kata Jung Kook santai. Mi Young tak percaya kalau Jung Kook ingin membekukan rekening Hoo Ja.
“Kita sudah melakukan itu saat kita menangkap dia. Kita tidak bisa membekukan rekening-rekening palsu jika kita tidak tahu nomor rekeningnya. Seseorang seperti dia pasti memiliki rekening palsu.” Kata Mi Young. 
Hoo Ja berkomentar kalau bukan seperti itu caranya berbisnis menurutnya Uang tidak boleh habis untuk seorang rentenir tapi Itu harus mengalir tanpa henti. Ia meminta Tuan Kim menunggu karena  akan segera memeriksanya lalu menelp Gwi Nam.
“Apa rekening kita baik-baik saja?” tanya Hoo Ja memastikan.

Sementara Jung Kook mengaku sudah tahu, Mi Young tak mengerti maksudnya. Jung Kook mengaku tahu berapa banyak rekening palsu yang dimiliki Hoo Ja, atas nama siapa di bank mana, dan berapa yang mereka miliki.
“Aku tahu semuanya.” Kata Jung Kook. Mi Young tak percaya bertanya dari mana Jung Kook bisa mengetahuinya. 

Flash Back
Hoo Ja membuka pesan di ponselnya tentang "Perhitungan Pajak Atas Penghasilan" Saat itu Mi Jin mengambil semua data milik Hoo Ja
“Intinya, kita harus membekukan semua rekening itu. Kita harus memblokir persediaan uang mereka.. Untuk menggorok leher mereka.” ucap Jung Kook
Gwi Nam masuk ruangan dengan wajah panik, Hoo Ja bertanya Ada apa, Gwi Nam memberitahu  Semua rekening palsu kita dibekukan. Hoo Ja kaget mendengarnya lalu mengambil ponselnya. 

Di kantor polisi, detektif Lee menelp Bank Gukhan memberitahu Nomor rekening 1235-754-3245 adalah atas nama Moon Young Soo. Mereka mencurigai rekening ini palsu jadi Anda membekukannya. Hoo Ja kaget ternyata rek. Banknya dibekukan juga.
“Bank Shinmi! Coba Bank Shinmi.” Kata Hoo Ja menyuruh Gwi Nam mencoba mengeceknya.
“Aku Na Bo Yun dari Kantor Polisi Seowon. Kami ingin membekukan rekening.” Kata Detektif Na. 
“Rekening ini juga dibekukan.” Ucap Gwi Nam setelah menelp. Hoo Ja mengumpat marah lalu mencoba Bank Jeochook
“Rekening bank Jeochook sudah terkunci.” Kata Detektif Koo,  Mi Young menelp   Bank Seolwon untuk meminta membekukan rekening
“Apa rekening ini juga dibekukan?.. Kalau begitu, batalkan. Berani-beraninya kau membekukan rekeningku!” teriak Hoo Ja marah,
Detektif Koo memberikan laporan karena sudah diblokir. Hoo Ja memegang kepalanya sambil mengumpat. Detektif lain pun berhasil memblokir dan sudah membekukannya. Hoo Ja berteriak marah.

Mi Youn menelp suaminya masih dengan pangilan sayang, tapi mengubah dengan bahasa formal memberitahu  Semua rekeningnya diblokir. Jung Kook pikir Hoo Ja akan kesulitan menggunakan uangnya sekarang. Mi Young rasa seperti itu. Jung Kook mengucapkan terimakasih masih berdiri dalam ruangan.
Bersambung ke episode 36


 Cek My Wattpad... Stalking 



Cek My You Tube Channel "ReviewDrama Korea"

PS; yang udah baca blog / tulisan aku.. Tolong minta follow account IG aku yah dyahdeedee09  & Twitter @dyahdeedee09  jadi biar makin semangat nulisnya. Kamsahamnida.

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar