PS; yang udah baca blog / tulisan aku.. Tolong minta follow account IG aku yah dyahdeedee09 & Twitter @dyahdeedee09 jadi biar makin semangat nulisnya. Kamsahamnida.

Jumat, 29 November 2019

Sinopsis Love With The Flaws Episode 4

PS : All images credit and content copyright : MBC

Buat kalian yang suka membaca tulisan aku meminta dukungan dalam bentuk "Subscribe" You tube karena sedang mencoba mengumpulkan 1,000 Subscribe. 
Tinggal Klik disini, buat yang sudah Subscribe. Terimakasih banyak. Semoga bisa sampe bulan ini 

Seo Yeon menghadang Joo Hee didepan restoran ayam mengaku tidak bisa menemukan tempat dengan bayaran lebih dari mereka. Joo Hee kesal karena Seo Yeon tidak bisa membuatnya berhenti di luar keinginannya. Seo Yeon pikir bar anggur itu membayarnya lebih dari tempat sekarang.
“Aku tidak percaya ini. Siswa yang bekerja di bar?” sindir Seo Yeon. Joo Hee menegaskan Tempat itu tidak seperti itu.
“Beraninya kamu membalas ucapanku setelah perbuatanmu? Apa Kau tidak berlatih lari? Apa Kau tidak mau kuliah?” ucap Seo Yeon
“Bisakah aku mencari nafkah dengan berlari?” tanya Joo Hee. Seo Yeon pikir Joo Hee bisa melihat dirinya.
“Aku menjadi guru dan mencari nafkah karena aku berlari sekuat itu. Bahkan Aku juga terkenal.” Kata Seo Yeon bangga.
“Memenangkan medali perak di kejuaraan nasional biasa saja.” Ejek Joo Hee.
“Hei, tidak semudah itu. Sejujurnya, Apa ada hal lain yang bisa kau lakukan selain berlari?Apa Kau punya tujuan jelas? Teruslah berlari karena itulah kemampuanmu yang terbaik. Kau juga suka berlari.” Saran Seo Yeon. Joo Hee hanya bisa tertunduk diam.
“Kau tidak bisa menjalani hidupmu hanya melakukan apa yang kau suka. Kita semua punya kisah. Apa yang terjadi kepada keluargamu? Bagaimana dengan kakakmu?” tanya Seo Yeon.
“Dia tergila-gila dengan pria ini dan kabur dengan semua uang kami.” Ungkap Joo Hee.
“Kenapa kau tidak memberitahuku?” keluh Seo Yeon. Joo Hee merasa Karena itu memalukan.
“Itu tidak mempermalukanmu. Jadi  Kau tinggal di mana? Di mana barang-barangmu?” tanya Seo Yeon .
Joo Hee menjawab Di sauna. Seo Yeon pun mengajak Joo Hee pergi sambil mengeluh kalau Joo Hee dan Seo Joon tidak pernah mendengarkannya dan berpikir mereka berdua mengalami masa pubertas lagi. Joo Hee pun setuju akan pergi dengan Seo Yeon. 



Seo Yeon membawa alas tidur dan bantal ke lantai dua lalu memberikan pada Joo Hee memberitahu kalau mereka tidak memakai kamar ini, jadi, Joo He bisa memakainya. Joo Hee berkomentar Ini seperti ruangan dari "Anne of Green Gables".
“Aku mengatakan hal yang sama saat masih kecil.” Akui Seo Yeon. Joo Hee bertanya apakah Seo Yeon tinggal di sini sejak kecil
“Ya, sejak usiaku 11 tahun.” Ucap Seo Yeon. Joo Hee bertanya apakah Seluruh keluarganya. Joo Hee menganguk
“Kalau begitu, apa orang tuamu tinggal bersamamu?” tanya Joo Hee. Seo Yeon mengaku Mereka meninggal saat ia masih SMP.
“Apa karena itu kau mengkhawatirkanku? Apa Karena aku mengingatkanmu akan dirimu dahulu?” tanya Joo Hee
“Tidak, itu karena kau atlet yang hebat. Jika kau tidak pandai berlari,maka aku tidak akan memedulikanmu, bahkan tidak sebesar ini. Kenapa aku menyukaimu?” ejek Seo Yeon lalu menyuruh Joo Hee bisa menata ulang kamarnya sesukanya..
“Akan kuberi tahu Seo Joon, kita akan memakai kamar mandi di lantai dua.” Ucap Seo Yeon
“Seo Joon tidak akan suka aku bisa tinggal di sini.” Kata Joo Hee. Seo Yeon pikir kalau tak suka maka adiknya bisa pergi.
“Oh Yah,  aku punya dua saudara selain dia. Tapi mereka jarang naik, jadi, jangan hiraukan mereka... Kau pasti lelah. Istirahatlah.” Kata Seo Yeon.
Joo Hee memanggil Seo Yeo mengucapkan Terima kasih. Seo Yeon pikir Joo Hee belum mengerti karena kalau tinggal di rumahnya maka itu artinya harus selalu siap untuk dilatih. Ia menegaskan Joo Hee itu berada di bawah kendalinya.
“Itu sebabnya aku lebih bersyukur.” Ungkap Joo Hee menatap Seo Yeon dengan wajah terharu. 



Seo Yeon mengirimkan pesan pada grup keluarga “Salah satu muridku akan tinggal di loteng di lantai dua. Jadi, ingatlah itu, dan siapa yang mau makan malam di rumah?”
Won Jae sedang ada diruangan kerjanya seolah tak peduli dengan pesan Seo Yeon, begitu juga Won Seok yang sedang ada dibar. Sementara Seo Joon tak membaca pesan dari sang kakak karena sedang sibuk latihan di agencynya.
“Sulitkah untuk membalas?Mereka tidak pernah membalas pesanku. Dasar Sial.” Ucap Seo Yeon kesal

Di rumah Kang Woo, Hyun Soo bingung siapa Joo Seo Yeon. Kang Woo kesal karena Hyun Soo itu tidak mengingatnya. Hyun Soo mengaku jarang menghadiri pertemuan alumni. Kang Woo tak percaya kalau Hyun Sootidak ingat Seo Yeon saat SMP
“Apa dia cantik? Ini Aneh. Aku ingat semua yang cantik.” Ucap Hyun Soo. Akhirnya Kang Woo memperlihatkan gambarnya.
“Apa Kamu bahkan menggambar dia? Pantas saja aku tidak bisa mengingatnya. Dia teman Kim Mi Kyung.” Ucap Hyun Soo langsung mengenalnya. Kang Woo seperti baru mendengar nama Mi Kyung.
“Aku pernah bertemu dengannya. Dia tipe yang memanfaatkan orang lain.” Ucap Hyun Soo
“Aku ingin bertemu dengannya.” Kata Kang Woo. Hyun Soo pikir kalau Kang Woo menyukainya
Jadi, Apa ini tipe idealmu?”ucap Hyun Soo. Kang Woo ingin tahu apakah Hyun Soo berpikir seperti itu. Hyun Soo pikir pasti bukan jadi ingin tahu Kang Woo ingin bertemu dengannya.
“Aku ada urusan dengannya. Bisakah kamu mempertemukan kami sekarang?” kata Kang Woo
“Beri aku lima detik” kata Hyun Soo lalu mengeluarkan ponselnya. 


Seo Yeon menjauhkan ponselnya karena Mi Kyung terus saja menjerit histeris lalu memastikan kalau temanya sudah selesai berteriak. Mi Kyung pikir kalau Pria satu-satunya pria di antara alumni mereka yang layak yaitu Park Hyun Soo
“Aku tidak mengenalnya.” Ucap Seo Yeon. Mi Kyung menceritakan Hyun Soo baru saja menelepon dan ingin bertemu sekarang.
“Itu Bagus untukmu.” Kata Seo Yeon. Mi Kyung pikir Seo Yeon juga harus ikut. Seo Yeon bingung.
“Dia menyuruhku mengajak teman... Kau tidak tahu apa artinya? Artinya akan ada satu orang lagi.” Ucap Mi Kyung penuh semangat.
“Aku lebih benci itu.” Keluh Seo Yeon. Mi Kyung meminta agar temani saja. Seo Yeon menyurh Mi Kyung meminta orang lain.
“Aku tidak bisa memercayai wanita lain.” Ucap Mi Kyung. Seo Yeon heran Apa ini benar-benar perlu
“Jika kamu tidak mau, tidak apa-apa. Tapi aku akan meminum semua yang dia tawarkan. Tapi kau tahu, tiga gelas adalah batasku.Meski dia membawaku ke suatu tempat, aku tidak akan bisa menolak.” Cerita Mi Kyung
“Dan aku akan meneleponmu besok pagi sambil menangis. "Seo Yeon, tadi malam, dia dan aku..." ungkap Mi Kyung.
“Di mana kalian akan bertemu?” tanya Seo Yeon. Mi Kyung akan mengirimkan alamatnya. Joo Hee sedang makan dengan Seo Yeon hanya bisa menatap sang guru. 


Di sebuah restoran
Seo Yeo masuk memastikan pada temanya kalau ini memang tempatnya,  Mi Kyung mengaku mencari di internet dan harganya cukup mahal dan ingin tahu penampilan pada Seo Yeon apakah terlalu rapi karean harus terlihat alami. Seo Yeon memuji kalau temanya sudah cantik.
“Satu menit... Lipstik Ini akan cocok untukmu.” Kata Mi Kyung ingin memoleskan di bibr Seo Yeon.
“Aku di sini sebagai pengawalmu.” Tegas Seo Yeon. Mi Kyung pikir akan menyenangkan jika Seo Yeon akrab dengan pria yang satu lagi. Seo Yeon tak peduli mengaja mereka segera masuk saja.
“Setelah minum tiga gelas, kita akan pergi.”tgas Seo Yeon. Mi Kyung pun setuju dengan memberikan hormat. 

Mi Kyung akhirnya masuk ke sebuah ruangan, Hyun Soo menyapa Mi Kyung yang datang dengan Seo Yeon mengaku sudah lama tidak bertemu lalu bisa menebak mana Mi Kyung mana Seo Yeon. Seo Yeon bingung kalau Hyun Soo bisa mengenalnya.
“Tentu saja. Kita satu sekolah... Ayo Duduklah.” Ucap Hyun Soo terlihat santai.
“Kenapa kau tidak menghubungiku setelah pertemuan terakhir kita?” kata Mi Kyung
“Aku menunggumu. Kenapa kau tidak menghubungiku?” balas Hyun Soo. Mi Kyung pikir Hyun Soo itu memang profesional.
“Kau menjawab pertanyaanku dengan pertanyaan lain.” Ucap Mi Kyung. Hyun Soo terlihat malu-malu.
“Aku memesan yang kusuka. Tidak apa-apa’kan ?” kata Hyun Soo saat pelayan datang. Mi Kyung pikir tak masalah lalu mengucapkan Terima kasih
“Kenapa kau tiba-tiba meneleponku?” tanya Mi Kyung . Hyun Soo mengaku baru ingat tidak datang ke pertemuan alumni.
“Hari itu aku tidak bisa bertemu denganmu, jadi, aku memutuskan untuk menelepon.” Kata Hyun Soo
“Apa Kau ingat Kang Woo si cepirit? Dia ada di sana.” Kata Mi Kyung. Hyun Soo terlihat gugup
“Anak gemuk itu membuat perubahan besar. Dia menjadi sangat tampan.” Ucap Mi Kyung. Hyun Soo pura-pura tak tahu dan ingin tahu pendapat orang lain.
“Mereka semua terkejut. Dia terlihat seperti seorang selebritas.” Kata Mi Kyung
“Dia penipu, percayalah. Dia tiba-tiba datang dan pergi. Kurasa dia bahkan tidak ikut patungan.” Kata  Seo Yeon 


“Aku tidak tahu kalau harus ikut patungan.” Komentar Kang Woo tiba-tiba sudah ada didepan pintu. Seo Yeon dan Mi Kyung kaget kalau Kang Woo juga datang.
“Dia dan aku terus berhubungan. Jadi Kita bertemu lagi.”Akui Hyun Soo. Mi Kyung pikir benar juga.
“Maaf aku pergi tiba-tiba malam itu.” Kata Kang Woo. Seo Yeon pikir  Tidak perlu karena mereka tidak berjanji untuk bertemu.
“Omong-omong, Apa kau sakit?” tanya Seo Yeon. Kang Woo gugup lalu mengaku hanya ada urusan mendesak.
“Tapi kau tidak pergi terburu-buru. Seolah harus buang air besar...” ucap Seo Yeon yang langsung dipotong oleh Hyun Soo.
“Omong-omong, apa pekerjaan kalian?” ucap Hyun Soo. Mi Kyung meminta Hyun Soo agar bisa menebak.
“Dengan penampilanmu... Seorang pramugari?” kata Hyun Soo mulai mengoda.
Mi Kyung pikir itu lumayan bisa mendekati dan ingin tahu pekerjaan mereka. Hyun Soo mengaku Banyak hal. Mi Kyung pikir hanya pria nakal yang punya banyak rahasia. Hyun Soo punm mengajak untuk  Bersulang saja.
“Ada yang ingin kau katakan?” tanya Seo Yeon melihat Kang Woo yang terus menatapnya saat sedang minum.
“Sepertinya mereka bersenang-senang. Apa Kau Mau minum di tempat lain?” ucap Kang Woo mulai mengoda.
“Kau tidak akan bisa menolak.” Gumam Kang Woo yakin,  Seo Yeon pikir tak begitu perlu. Mi Kyung menendang kaki temanya agar pergi meninggalkan mereka berdua.
“Aku akan berada di luar. Mari kita pulang bersama.” Ucap Seo Yeon akhirnya keluar dari ruangan. Kang Woo pikir kalau Seo Yeon pasti tergoda dengan wajahnya. 


Diluar ruangan, Kang Woo menatap dengan tatapan mengoda pada Seo Yeon. Tapi Seo Yeon heran dengan Kang Woo menatapnya seperti itu dan Seolah matanya terus menusuk untuk menatapnya. Kang Woo pun berpikir kalau Seo Yeon kagum dengan penampilanya dan membuatnya hampir gila.
“Wajah macam apa itu? Dagunya setajam pisau. Apa dia tembikar Jeulmun? Kenapa tirus sekali?” keluh Seo Yeon bergumam.
“Apa aku membuatmu gila? Apa Kau begitu mencintaiku?” gumam Kang Woo bangga sambil minum memperlihatkan bentuk wajahnya lalu melipat kakinya.
“Kenapa kakinya panjang sekali? Kenapa kepalanya kecil sekali? Dia yang terburuk” gumam Seo Yeon benar-benar tak suka dengan pria tampan.
“Aku yakin hanya aku yang kamu pikirkan. Apa pun yang kamu lakukan, kamu tidak akan bisa melupakanku. Tamat riwayatmu.” Gumam Kang Woo bangga. 


Keduanya hanya saling menatap sambil bergumam masing-masing,  Kang Woo akhirnya mulai bertanya Apa pekerjaannya. Seo Yeon mengaku hanya melakukan sesuatu. Kang Woo ingin tahu apakah Seo Yeon mengencani seseorang.
“Kenapa kamu bertanya?” ucap Seo Yeon heran. Kang Woo blak-blakan mengaku tertarik kepada Seo Yeon. Seo Yeon kaget mendengarnya.
“Karena itu aku minta Hyun Soo untuk menjodohkan kita.” Ucap Kang Woo. Seo Yeon bingung karena berpikir ini untuk temanya.
“Seperti katamu, kau cinta pertamaku. Tapi kau menolakku saat itu.” Kata Kang Woo. Seo Yeon ingin menjelaskan tapi Kang Woo lebih dulu berdiri menyuruh Seo Yeon diam.
“Biarkan aku bicara dahulu. Berkat penolakanmu, aku tersadar. Aku bertekad menjadi pria terbaik untukmu. Namun, aku butuh 15 tahun.Jadi Bagaimana? Maukah kamu menerimaku kali ini?” ucap Kang Woo dengan percaya diri.
“Seo Yeon, maukah kau berkencan denganku?” kata Kang Woo. Seo Yeon menatap Kang Woo lalu berpikir temanya itu sedang sakit. Kang Woo bingung
“Apa kamu di Amerika selama 15 tahun terakhir untuk menjalani pengobatan? Jika tidak, orang gila macam apa mengajak gadis berkencan padahal dia hampir tidak mengenalnya?” ucap Seo Yeon tak mudah dibodohi
“Kau bilang "Gila"?” ucap Kang Woo marah Seo Yeon pikir Kang Woo menghentikan omong kosong ini dan buang air besar saja lalu berjalan pergi meninggalkanya.
“Kau bilang "Buang air besar?" Hei! Kenapa aku buang air besar? Apa yang kau lakukan untuk membantuku buang air besar? Apa urusanmu aku buang air besar atau tidak? Itu tidak ada hubungannya denganmu! Aku bahkan tidak mau!” teriak Kang Woo kesal lalu merasakan perutnya kembai bergejolak. Beberapa orang tamu pun sempat menatapnya. 



Mi Kyung langsung ditarik keluar oleh Seo Yeon dan bertanya ada apa dengan temanya. Seo Yeon memperingatkan Jangan pernah menemui mereka atau menjawab telepon mereka lagi. Mi Kyung heran kenapa tak boleh.
“Kau tahu apa yang dilakukan Kang Woo? Dia mengajakku berkencan.” Ucap Seo Yeon. Mi Kyung kaget mendengarnya.
“”Dia menganggapku apa sampai mengatakan hal seperti itu? Apa Hyun Soo tidak mengatakan apa pun?” tanya Seo Yeon. Mi Kyung mengelengkan kepala.
“Tapi dia tidak pernah memberitahuku apa pekerjaannya. Dia terus menghindari pertanyaan. Jadi, aku juga tidak memberitahunya.”cerita Mi Kyung
“Coba Lihat? Mereka berdua aneh. Mereka pasti sudah gila. Aku tidak suka tampilannya, dan lihat apa yang terjadi.” Kata Seo Yeon marah
“Aku lega bertemu pria yang layak.” Keluh Mi Kyung kesal. Seo Yeo pikir lebih baik melupakan dan makan sup nasi. Mi Kyung pun setuju mereka makan sup nasi saja. 


Hyun Soo pun mengeluh dengan temanya  meurutanya  pria macam apa yang tiba-tiba mengajak wanita berkencan. Ia tak percaya Jika menyangkut wanita, Kang Woo sangat terus terang. Kang Woo heran dan berpikir Apa kekurangannya.
“Dia seharusnya bersyukur aku mengajaknya berkencan. Tapi apa? Buang air besar?” ucap Kang Woo marah
“Itu aneh... Tidak mudah bagi wanita untuk menolak wajahmu. Skenario terburuk, mereka akan bilang bahwa mereka akan memikirkannya.” Ucap Hyun Soo
“Seo Yeon... Kurasa aku masih kurang di matamu. Tapi bagaimana? Apa lagi yang kubutuhkan? Aku sempurna... Lihatlah wajah dan tubuhku.” Kata Kang Woo. Hyun Soo juga berpikir yang sama
“Itu karena kekayaanmu.” Kata Hyun Soo. Kang Woo bingung. Hyun Soo menjawab  Uang.
“Kim Mi Kyung bilang kau tidak pergi ke reuni. Dia bertanya kenapa kau tidak punya mobil padahal kau tampak kaya.” Cerita Hyun Soo
“Astaga. Menurutku, itu sangat tidak masuk akal.” Komentar Kang Woo. Hyun Soo menegaksan kalau orang-orang menilai kekayaan orang dari mobil.
“Kau tidak bisa meninggalkan Korea karena nenekmu. Jadi Pergilah membeli mobil besok.” Jelas Hyun Soo. Kang Woo memikirkan untuk membeli Mobil
“Ya. Cari mobil bagus dan ajak dia kencan lagi. Tunjukkan kepadanya bahwa kau punya uang dan ketampananmu. Berbohong dan katakan kepadanya bahwa satu-satunya orang yang bisa mengisi hatimu yang hampa adalah dia.” Jelas Hyun Soo. Kang Woo menganguk mengerti.
“Belikan dia makanan lezat. Belikan dia barang bagus. Buat dia tergila-gila kepadamu. Setelah itu...” kata Hyun Soo. Kang Woo menunggu Setelah itu apa.
“Saat dia terlihat paling bahagia dan dia tergila-gila kepadamu, kau harus mencampakkannya. Permainan berakhir.” Ucap Hyun Soo. Kang Woo senang karena Permainan berakhir.


Seo Joon pulang ke rumah dan panik melihat rumah yang kosong, langsung menyalakan lampu disemua ruangan.  Ia mengumpat kesal karena Tidak ada orang di rumah lagi dan mengeluh pada kakakanya kalau benci dengan keadaan ini.
“Kenapa rumah selalu kosong sampai larut malam padahal ada anak di bawah umur di rumah ini? Sial!” keluh Seo Joon sambil menyalakan TV agar tak sepi.
Ia menonton sambil makan ramyun, “Ini terjadi pada hari pertama saat pindah ke studio baru. Aku keramas di kamar mandi Dan aku menatap cermin.Lalu aku melihat seorang wanita di cermin. Punggungnya bungkuk, dan dia menatapku di cermin seolah-olah aku mengalami kelumpuhan tidur...”
Seo Yeon sedang mencuci rambutnya mulai ketakutan lalu memastikan kalau semua itu hanya cerita. Ia pun menyuruh semua hantu pergi sambil mencuci rambutnya dan mengeluh benci karena sendirian dirumah.

Seo Joon akhirnya selesai mencuci rambutnya dan mendengar suara dari lantai atas. Ia makin ketakutan lalu bertanya apakah kakaknya sudah pulang. Tak ada suara yang menyahut, Seo Joon memanggil dua kakak laki-lakinya.
Saat itu Joo Hee baru saja akan turun dengan rambut ditutupi handuk. Seo Joon ketakutan menjerit histeris dan langsung jatuh berguling. Joo Hee bing melihat Seo Joon tak sadarkan diri. Seo Joon dikompres kepalanya dengan es batu lalu akhirnya menyadarkan diri.
“Bayangkan jika orang di sekolah kita tahu kita tinggal serumah. Kau tahu bintang idola bisa kehilangan ketenaran hanya dengan satu skandal, kan?” ucap Seo Joon marah
“Jika kau sangat membencinya,maka aku akan bicara dengan Bu Joo dan pergi.” kata Joo Hee. Seo Joon pikir itu harus.
“Aku tidak akan keluar. Jadi, kau tidak perlu merasa tidak nyaman.” Ucp Joo Hee lalu melangkah pergi.
“Kenapa aku merasa tidak nyaman? Astaga, ini menyebalkan.” Kata Seo Joon kesal.
Won Jae dan Seo Yeon baru pulang melihat adiknya tertidur pulas di ruang tengan. Won Seok pikir ini hal baru karena adiknya tidur sendirian. Seo Joon pikir kalau adiknya merasa aman karena Joo Hee ada di rumah. 


Pagi hari
Joo Hee berlatih lari mengeliling lapangan, Pagi hari Seo Joon mengeluh pada kakaknya.  Seo Yeon menegaksan kalau sudah memutuskan kalauJoo Hee akan tetap di sini. Seo Joon merengek pada Won Jae agar bisa membelanya.
“Aku mendengar ceritanya. Dia sedang kesulitan. Kau harus mengalah kali ini.” Kata Won Jae. Seo Joon merengek pada kakak kedua.
“Bolehkah aku kembali ke kamarku dan tidur?” keluh Won Seok tak peduli. Dua kakaknya pun akhirnya kembali tidur karena masih mengantuk.
“Hei.. Kalian harus mengirim uang untuk biaya hidup saat makan siang.” Ucap Seo Yeon pada dua kakaknya yang kembali ke kamar. 
“Sial. Seo Yeon! Bagaimana jika orang tahu?” rengek Seo Joon.  SeoYeon pikir Ada orang lain yang tinggal di rumah ini.
“Berhentilah membesar-besarkan masalah ini. Lagi pula, kau tidur nyenyak tanpa kami kemarin.”kata Seo Yeon.  Seo Joon bingung menjelaskan
“Tidurmu nyenyak karena alam bawah sadarmu tahu Joo Hee ada di rumah. Coba Lihat? Dia sudah banyak membantu. Berhenti merengek. Lalu bersiaplah ke sekolah. Mengerti?” kata Seo Yeon lalu melangkah pergi 
“Kenapa kamu melakukan ini kepadaku? Kenapa?” jerit Seo Joon kesal sambil berguling-guling di atas sofa dan tersadar Joo Hee datang melihat posisi yang aneh.
“Hei... Kau. Aku menganggapmu anjing. Kau anjing yang menjaga rumah. Tidak lebih, tidak kurang. Jangan pura-pura mengenalku di sekolah. Jangan coba-coba mengambil foto dan menjualnya. Mengerti?” ucap Seo Joon memperingati Joo Hee. 


Semua anak makan dikantin, Joo Hee melihat Seo Joon makan dikeliling murid perempuan. Seo Joon melihat Joo Hee merasa tak nyaman langsung berdiri berpikir untuk pindah tempat, para pengikutnya heran Seo Joon ingin pindah tempat duduk.
“Dia yang membuatnya jelas.” Ucap Joo Hee santai memilih duduk ditempat lain tak memperdulikan Seo Joon.
Di sisi meja lain, Seo Yeon sedang makan dengan Mi Kyung. Seo Yeon kesal pada dua kakaknya karena belum mentransfer uang jadi itu artinya keduanya tidak mendengarkannya. Ia pun berpikir kalau akan mengambilnya sendiri.
Min Hyuk menatap ke arah Seo Yeon dengan senyuman bahagia. Saat itu Mi Kyung melihat Min Hyuk menatap Seo Yeon lalu merasakan sesuatu yang tersembunyi. 


Min Hyuk masuk ruangan kaget melihat Mi Kyung sudah duduk di kursi melihat kearah lapangan. Mi Kyung berkomentar kalau  Pemandangannya indah. Min Hyuk bertanya apakah butuh sesuatu, Mi Kyung pikir Ini membingungkan. Min Hyuk terlihat bingung.
“Aku tidak bisa memahamimu.”  Kata Mi Kyung, Min Hyuk tak tahu Apa maksudnya.
“Kenapa kau mengadukan Seo Yeon?” tanya Mi Kyung, Min Hyuk menjawab karena melihatnya memecahkan pot bunga.
“Bukan itu yang kutanyakan. Pak Lee. Apa kau menyukai...” ucap Mi Kyung, Mi Hyuk pun terlihat gugup.
“Lupakan saja... Apa pun itu, kau lebih tampan dari dekat, karena itulah hal ini lebih mengecewakan. Semoga harimu menyenangkan.” Ucap Mi Kyun lalu melangkah pergi. 


Hyun Soo mengantar Kang Woo ke showroom mobil. Ia memberitahu Kang Woo kalau mau berteman dekat dengan mereka, jangan beri tahu mereka dari keluarga mana. Ia bahkan tidak pernah memberi tahu mereka apa pekerjaannya.
“Kenapa tidak boleh?” tanya Kang Woo polos. Hyun Soo menjawab  Merepotkan jika orang tahu pekerjaannya.
“Beri mereka jawaban yang jelas.” Kata Hyun Soo lalu melihat sesuatu didepanya klau itu Joo Seo Yeon dengans seorang pria.
Won Jae mengeluh pada adiknya memakai piama untuk mengunjungi di kantor. Hyun Soo pikir kalau pria itu pacarnya dan menurutnya sangat tampan. Seo Yeon pikir kakaknya pasti tahu alasan datang ke kantornya. Won Jae pikir mereka bsia membicarakan dirumah.
“Apa dia lebih tampan dariku?” tanya Kang Woo sinis. Hyun Woo terlihat bingung lalu mengaku tidak.
“Dia tipe pria tampan yang berbeda. Aku mengerti kenapa dia tidak jatuh cinta dengan penampilanmu. Itu karena dia punya pacar tampan sepertinya.” Ucap Kang Woo lalu melangkah pergi.
“Hei... Kau mau ke mana? Kau tidak mau membeli mobil? Apa Kau bisa berjalan kaki?” teriak Hyun Soo heran. 


Di dalam show room, Won Jae akhirnya mengirimkan uang untuk adiknya 500 dolar. Seo Yeon pun tersenyum melihatnya. Won Jae pikir  Seo Yeon itu gigih. Seo Yeon merasa kakaknya akan lebih baik jika mengirimkan uangnya tepat waktu.
“Kau selalu membuatku datang kemari untuk ini.” Ucap Seo Yeon. Won Jae pikir adiknya sekarang sudah puas
“Kalau begitu, sampai jumpa lagi bulan depan.” Kata Seo Yeon lalu melangkah pergi.
“Apa dia sungguh adikmu?” tanya pegawainya. Won Jae membernarkan dan ingin tahu kenapa memangnya.
“Kalian berdua tidak mirip. Apa dia sungguh adik kandungmu?” ucap si pegawai heran. 
“Tentu saja kami mirip! Kami terlihat sama.” Tegas Won Jae tak ingin dibedakan. 

Hyun Soo duduk melamun tak percaya kalau Seo Yeon bisa mengencani orang seperti pria tadi dan ingin tahu Apa rahasianya. Hyun Soo pikir pria itu pasti sangat menawan dalam hal yang tidak mereka ketahui. Seo Yeon tak percaya dianggap seperti itu.
“Kau bilang Menawan? Seo Yeon? Tidak mungkin. Aku yakin pria itu hanya bermain-main dengannya.” Kata Kang Woo sinis
“Apa Seperti yang akan kau lakukan?” sindir Hyun Soo. Kang Woo berteriak marah
Saat itu kang Woo menerima telp, pegawai memberitahu tentang Seok Min dan ingin tahu Ada apa dengannya. Ia lalu mengumpat kesal pada si bodoh itu. Kang Woo ingin tahu ada apa. Hyun Soo tak menjawab hanya mengeluh kalau Seok Min sudah menyuruhnya berhati-hati untuk sementara.
“Kenapa dia tidak bisa menahan diri?” keluh Hyun Soo lalu berhenti didepan bar Won Seok.
“Kau Tetap di sini. Aku harus melihat apa ada orang.” Ucap Hyun Soo. Kang Woo bingung bertanya Apa yang terjadi.  Hyun Soo sudah lebih dulu masuk ke bar. 


Kang Woo heran melihat pria yang tampak seperti itu berjalan masuk ke sana, lalu  penasaran akhirnya turun dari mobil dan langsun masuk bar. Saat masuk baru beberapa pria juga menatap seperti terkesiam, Kang Woo pikir kalau pria- pria itu senang melihatnya.
“Seo Yeon, beraninya kamu meremehkanku?” keluh Kang Woo lalu mencoba mencari Hyun Soo lalu melihat Seo Yeon sedang berbicara dengan seorang pria lain terlihat sangat dekat.
“Hei, jika kamu tidak mengirimkannya kepadaku sekarang, Aku akan membuat keributan besar di sini.” Ucap Seo Yeon mengancam pada sang kakak.
“Aku akan mengirimnya sekarang.” Kata Won Jae. Kang Woo terlihat sangat shock berpikir Seo Yeon itu punya banyak pria dimana-mana. 

Hyun Soo datang melihat Kang Woo lalu mengeluh padahal sudah menyuruhnya tunggu di mobil. Kang Woo terlihat masih shock hanya bisa melonggo. Hyun Soo akhirnya mencoba menyadarkan Kang Woo dengan memegang wajahnya lalu mendekat.
“Apa Kamu mau buang air besar lagi? Ayo Pergi.” ucap Hyun Soo memastikan.
Seo Yeon sudah berurusan dengan sang kakaknya melihat ke lantai atas hanya bisa melonggo melihat Hyun Soo dan Kang Woo seperti memilki hubungan. Hyun Soo memastikan kalau Kang Woo tidak melakukan hal itu dibar karena memalukan dan mengajaknya pulang.
“Ada apa dengan mereka? Jika mereka menjalin hubungan... Astaga.” Kata Seo Yeon tak percaya melihatnya. 

Kang Woo masuk rumah langsun membanting tubuhnya diatas kursi. Ia tak percaya kalau Seo Yeon bisa mengencani pria seperti mereka. Ia lalu memikirkan sesuatu Jika Seo Yeon  bisa mengencani mereka, kenapa dia tidak bisa memacarinya. 

Sementara Seo Yeon dan Mi Kyung sedang olahraga malam. Mi Kyung tak percaya keduanya di bar Won Seok bersama. Seo Yeon pikir Sepertinya mereka menjalin hubungan yang mendalam, Mi Kyung mengartikan aklau keduanya mempermainkan mereka.
“Sudah kubilang jangan percaya pria tampan.” Kata Seo Yeon.  Mi Kyung dengan wajah kesal kalau bertemu mereka lagi, akan membelah dua.

Seo Yeon melihat seseorang dan menghampirinya. Mi Kyung terlihat bingung. Seo Yeon menempuk Jang Mi yang tertidur dengan tas sebagai bantal.  Jang Min ingat kalau Seo Yon itu si ibu guru itu.  Seo Yeon bertanya apakah Jang Mi tidak punya tempat tinggal.
“Jika kau bisa menghubungi seseorang di telepon, aku bisa menelepon. Atau kamu bisa pergi ke yayasan sosial..” ucap Seo Yeon khawatir.
“Aku baik-baik saja.” Kata Jang Mi. Seo Yeon ingin memastikan  Jang Mi pikir kalau Seo Yeon itu baik sekali lalu memberikan tasnya.
“Apa? Tidak apa-apa. Kau Simpan saja.” Kata Seo Yeon lalu mengambil masker dan lipstik milik Mi Kyung.
“Jika kamu butuh bantuan, hubungi aku.” Ucap Seo Yeon. Jang Mi ingin tahu siap nama guru itu. Seo Yeon pun memberitahu namanya.
“Aku Baek Jang Mi.” Ucap Jang Mi dengan senyuman bahagia. Seo Pun pun melangkah pergi. 


Mi Kyung bertanya siapa wanita itu, Seo Yeon pikir Jang Mi itu tunawisma. Mi Kyung tak percaya kalau Jang Mi masih sangat muda. Seo Yeon yakin kalau  Jang Mi punya cerita. Mi Kyung mengingat kalau nama wanita itu Baek Jang Mi
“Itu nama untuk gadis psikopat terburuk yang kamu lihat di drama.” Ucap Mi Kyung.
Sementara Jang Mi kembali rumah yang terlihat besar, lalu duduk di bangku taman melihat nomor yang ditulikan pada masker. Ia menaruh masker di wajahnya mengingat nama Joo Seo Yeon.


Kang Woo akan masuk ruangan melihat Min Hyuk duduk di meja makan sambil makan roti lalu diatas meja sudah banyak cemilan. Ia mengeluh kalau sungguh tidak menyukainya dan heran Min Hyuk bisa menjaga tubuhnya setelah makan seperti itu
“Hei... Kenapa kamu kemari?” ucap Min Hyuk melihat Kang Woo masuk ke ruanganya
“Aku ingin bertemu denganmu, dan ada beberapa hal lain. Kariermu sangat bagus di rumah sakit besar itu. Bukankah terlalu sesak untuk duduk di ruangan kecil ini?” kata Kang Woo
“Tidak sekecil yang kau pikirkan.” Ungkap Min Hyuk.  Kang Woo bertanya Apakah mudah bekerja di sekolah
“Kau bisa datang dan pergi pada waktu tertentu, dan kau mendapat liburan. Tidak seburuk itu. ucap Min Hyuk. Jadi, itu bagus, bukan?”
Kang Woo mengartikan itu bagus.  Min Hyuk bertanya ada apa dan bertanya apakah sekolah ini juga ada di daftar. Kang Woo membenarkan tapi benci anak-anak. Jad  tidak bisa datang... lalu menatap ke arah lapangan olahraga yang ada didepanya.
“Kenapa dia ada di sini?” ucap Kang Woo heran melihat Seo Yeon akhirnya berjalan dengan tertawa bahagi di lorong sekolah. Beberapa murid terlihat heran melihat Seo Yeo berjalan sendiri. 


Kang Woo menemui Dokter Kim dengan bangg memberitahu kalau Seo Yeon duduk di telapak tangannya, lalu yakin bisa mengepalkan tinjunya perlahan. Ia dengan bangga kalau tidak tahu bisa mengatasinya semudah ini. Dokter Kim tak mengerti apa maksudnya.
“Aku ingin membalas dendam, bukannya mengatasi dia.” Ucap Kang Woo bangga. 

Kepala sekolah meminta semua guru memberikan perhatian kalau mereka akhirnya mereka punya direktur utama baru yang tidak dimiliki sampai hari ini. Kepala sekolah memberitahu direktur baru adalah pria yang sangat kompeten yang belajar di Stanford, universitas terkenal.
“Silakan sambut dia dengan tepuk tangan meriah.” Ucap Kepala Sekolah. Seo Yeon kaget melihat Kang Woo menjadi Direktur sekolahnya
“Senang bertemu denganmu... Aku Lee Kang Woo, direktur utama.” Kata Kang Woo bangga. Kepala Sekolah pun bisa meminta mereka tepuk tangan. Min Hyuk hanya bisa tersenyum melihat tingkah Kang Woo.
“Aku akan membunuhmu.” Ucap Seo Yeon memberikan kode. Kang Woo berani menatapnya tapi tiba-tiba perutnya kembali merasa sakit.
Bersambung ke episode 5

Cek My Wattpad... Stalking 

      
Cek My You Tube Channel "ReviewDrama Korea"

PS; yang udah baca blog / tulisan aku.. Tolong minta follow account IG aku yah dyahdeedee09  & Twitter @dyahdeedee09  jadi biar makin semangat nulisnya. Kamsahamnida.

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 

1 komentar: