PS; yang udah baca blog / tulisan aku.. Tolong minta follow account IG aku yah dyahdeedee09 & Twitter @dyahdeedee09 jadi biar makin semangat nulisnya. Kamsahamnida.

Kamis, 28 November 2019

Sinopsis Love With The Flaws Episode 2

PS : All images credit and content copyright : MBC

Buat kalian yang suka membaca tulisan aku meminta dukungan dalam bentuk "Subscribe" You tube karena sedang mencoba mengumpulkan 1,000 Subscribe. 
Tinggal Klik disini, buat yang sudah Subscribe. Terimakasih banyak. Semoga bisa sampe bulan ini 


Beberapa anak melakukan pemanasan, Seo Yeon dengan wajah khawatir menanyakan keberadan Joo Hee dengan anak murid lain. Tapi mereka seperti tak ada yang mengetahuinya. Seo Yeon berlari menghampiri seorag guru yang baru akan masuk kelas.
“Lee Joo Hee dari kelasmu tidak datang ke sekolah lagi hari ini. Apa dia sakit?”tanya Seo Yeon
“ Aku tak tahu.” Jawab Guru. Seo Yeon heran guru itu  belum meneleponnya
“Aku belum meneleponnya.” Ucap Guru seolah tak peduli.Seo Yeon pikir guru itu harusnya bisa melihatn anak murdinya.
“Dia tak tertarik kuliah, jadi dia tak peduli dengan kehadirannya. Jika dia membuat dirinya keluar dari kelas  untuk tidak mengganggu siswa baik lainnya, Aku akan berterima kasih. Tidak mudah merawat setiap anak itu. Jika kau ingin tahu, kau bisa memeriksanya. Guru PE memiliki banyak waktu.” Ucap si guru.
Seo Yeo mengumpat kesal melihat si guru yang masuk kelas, lalu tak sengaja menendang meja. Ia langsung panik karena pot bunga yang ada diatasnya hampir terjatuh, tanganya langsung menangkap pot sebelum jatuh.
Ia bisa bernafas lega hanya batu-batu yang terjatuh dilantai, tapi beberapa saat kemudian bunga ikut jatuh. Seo Yeon melonggo kaget, saat itu Min Hyuk kembali melihat tapi seolah tak peduli karena sedang makan roti.
Seo Yeon mencoba menjelaskan tapi Min Hyuk memilih untuk pergi. Seo Yeo pikir kalau Min Hyuk hanya lewat saja dan langsung merapihkan isi pot bunga. 



Pak Guru yang sebelumnya memberitahu tagihan listrik sekolah bulan ini terlalu tinggi jadi berpikir itu karena pendingin ruangan di kelas jadi meminta guru agar mengawasi anak murid agar mereka tidak menurunkan suhunya. Semua guru menganguk mengerti.
“Siapa yang melakukan ini?!!!” teriak Kepala Sekolah masuk dengan pot tanaman dengan bunga yang sudah terjatuh.
“Murid-murid...” komentar Pak guru. Kepala sekolah pikir itu tak mungkin. Seo Yeon panik langsung menyembunyikan wajahnya dibalik tubuh Min Kyung.
“Tidak, bukan mereka. Aku meninggalkannya di luar sana sejenak ... untuk merasakan sinar matahari saat aku pergi ke kamar kecil. Itu pasti ulah salah satu guru. Cepat mengaku  dan katakan yang sebenarnya.” Ucap Kepala Sekolah.
Min Kyung melirik pada temanya. Min Hyuk menutup mulutnya. Kepala Sekolah ingn tahu Siapa yang melakukan hal seperti ini, karean Orang ini baru saja memotong bunganya menurutnya ia adalah orang yang sangat mengerikan. Seo Yeon ingin mengaku tapi lebih dulu Min Hyuk berteriak.
“Ibu Joo! Itu Ibu Joo Seo Yeon.” Teriak Min Hyuk. Seo Yeo akan mengangkat tangan pun tak bisa berkata-kata lagi. 


Seo Yeon akhirnya keluar ruangan kepala sekolah,  Min Kyung menunggunya bertanya apakah hasinya buru. Seo Yeon langsung menyadarkan kepala di dinding mengeluh Bunga itu tidak membutuhkan biaya banyak. Min Hyuk heran Kepala Sekolah begitu kasar padanya. Seo Yeo kesal dengan sikap guru Lee Seo Yeo.
“Aku mau mengaku... Tapi aku berubah menjadi wanita yang tak tahu malu karena dia.” Keluh Seo Yeon kesal pada Min Hyuk.
“Makannya itu. Kenapa dia melakukan itu? Dia terlihat seperti orang yang baik.Aku tahu itu, Kau tak pernah bisa mempercayai orang-orang itu. Ayo pergi.” ucap Min Kyung
“Ngomong-ngomong, kau akan datang pada hari Sabtu? Apa Kau tak mendapatkan pesannya? Reuni SMA kita.” Kata Min Kyung
“Apa itu minggu ini? Tentu saja aku  pergi. Aku bisa makan sebanyak yang aku mau setelah membayar biaya hanya 10 dolar. Semuanya tidak penting, jadi aku akan mengenakan celana dengan karet gelang pinggang.” Ucap Seo Yeon yang tak peduli dengan penampilanya.
Min Kyung pun menyetujuinya.  Mereka berjanji akan Tetap minum, Babak ke-2! Babak ke-3! Babak ke-4!


Di sebuah ruangan pemotretan, Seorang pria sibuk melakukan pemotretan. Di lantai atas, Hyun Soo sedang menelp. Kang Woo yang sedang berolah raga mengeluh  kenapa harus pergi ke sana. Hyun Soo merengek kalau  Kang Woo itu baru saja  kembali setelah 15 tahun.
“Kau harus Datang untuk menyapa.” Kata Hyun Soo. Kang Woo mengeluh akan menutup telp karea sedang sibuk.
“Kau tak sibuk. Aku tahu kau berolahraga dengan terengah-engah, Lalu Apa kau  sudah memeriksa kontraknya?.” Kata Hyun Soo
“Beraninya kau mencoba menipuku? Kontrak eksklusif selama tiga tahun?” kata Kang Woo
“Siapa bilang aku akan melakukan itu? Apa Kau melihatnya? Aku meletakkannya di font terkecil, tapi kau memiliki mata yang bagus.” Ejek Hyun Soo
“Tulis lagi dan kirimkan. Jika kau mencoba menipuku lagi, maka ini sudah berakhir.” Tegas Kang Woo mengancanm.
“Hei, ini aku, Park Hyun Soo. Orang-orang berbaris untuk ditandatangani dengan agenku” kata Hyun Soo bangga. Kang Woo pun menyuruh Hyun So meminta pada mereka saja.
 “Baiklah, baiklah. Aku akan mengirim kontrak lagi.” Kata Kang Woo mulai melatih bagian otot tangan.
“Ngomong-ngomong, apa kau yakin tak akan datang?” kata Hyun Soo. Kang Woo kesal langsung mematikan ponselnya.  Hyun Soo pun mengeluh kesal dengan sikap Kang Woo menutup telpnya.
“Hei... Seok Min... Cobalah untuk lebih berani... kau tampan, jadi mari kita pamerkan sedikit lagi.” Ucap Hyun Soo memanggil model dari lantai atas. 


Kang Woo baru saja selesai mandi dan mengambil air minum di dalam dalam kulkas dan dikagetkan dengan seorang pria yang sudah ada dibalik pintu kulkas. Ia berusaha kabur dengan menjatuhkan air minumnya, si pria pun jatuh terpeleset.
Kang Woo keluar rumah hanya dengan jubah mandinya, dan melihat sebuah mobil berhenti didepan rumah. Seorang wanita keluar, Kang Woo bingung. Si wanita mengaku kalau ini adalah ibunya dan bertanya mau kemana Kang Woo itu. Kang Woo hanya memanggilnya Nyonya Oh. 

“Bagaimana kau tahu aku datang?” tanya Kang Woo duduk di dalam rumah dengan sang ayah yang mengepel lantai yang basah.
“Aku ibumu, jadi Aku selalu tahu keberadaanmu.” Kata Nyonya Oh. Kang Woo yakin kalau Itu pasti dari Hyun Soo
“Apa Hyun Soo baik-baik saja?” tanya Nyonya Oh seolah tak tahu. Kang Woo mengeluh ibunya belum berubah sedikit pun.
“Kau harus menghubungi kami terlebih dahulu begitu kau datang. Beraninya kau menyelinap ke sini?” keluh sang ayah dengan tangan yang terlihat kesakitan.
“Apa kau terluka? “ tanya Nyonya Oh. Ayah Kang Woo mengaku tanganya sangat sakit setelah terjatuh.
“Jangan bilang pada nenek kalau aku di sini. Aku akan segera pergi.” ancam Kang Woo.
“Kau tak akan bisa pergi dengan mudah. Dia menunggumu.” Kata Nyonya Oh. Kang Woo yakin bisa mengalahkan neneknya.
“Ini tak akan mudah saat ini. Dia sudah membuat daftar.” Ucap Nyonya Oh. Kang Woo bingung daftar apa yang dimaksud.
“Daftar posisi yang bisa kau ambil.” Kata  Nyonya Oh. Kang Woo menolak menyuruh Kang Hee saja dan meminta agar jangan menariknya lagi.
“Tidak ada gunanya merengek di sini. Aku tak punya kekuasaannya, Kau tahu?” ucap Nyonya Oh. Ayah Kang Woo juga mengaku tak punya.
“Lupakan. aku bisa mengambil penerbangan malam ini.” Ucap Kang Woo kembali mengancam.
“Kau akan dilarang meninggalkan korea karena penggelapan.” Kata Nyonya Oh. Kang Woo tak percaya maksud dari Penggelapan.
“Dia sudah menyiapkan bukti... Ini bernilai 10 juta dolar.” Tegas Nyonya Oh
“Apa kau pikir polisi akan mempercayai bukti palsu itu?” keluh Kang Woo.
“Apa Kau pikir mereka akan mempercayainya atau kau, yang tak punya uang?” balas Nyonya Oh.
Kang Woo mengeluh pada ibunya yang melakukan ini padanya. Nyonya Oh pikir kalau Kang Woo marah lebih baik temui neneknya.  Kang Woo kembali merengek pada sang ibu. Nyonya Oh membalas kalau Kang Woo baru memanggilnya ibu kalau sudah membutuhkan bantuannya.
“Lupakan dan bersiap-siaplah... Dia sudah menunggu... Ayo, Cepat Berpakaian.” Perintah Nyonya Oh. Kang Woo mengeluh kalau masih sangat kesal.
Nyonya Oh langsung menyuruh suaminya agar mengikuti Kang Woo supaya tak kabur. Ayah Kang Woo mengeluh kalau tanganya masih sakit, tapi Nyonya Oh menyuruh agar menemani anaknya. Ayah Kang Woo pun menurutnya dan Nyonya Oh langsung menelp ibunya kalau akan membawanya segera.



Beberapaa orang sedang melihat mobil model baru dan berpikir akan cocok untuk anak mereka. Sang anak pun mencoba masuk ke dalam mobil mewah. Seorang manager melihat dari kejauhan, pegawai lain ikut melihatnya.
“Memiliki orang tua yang kaya cukup baik. Aku tak percaya seorang anak berusia 20 tahun akan mengendarai mobil itu.” Ucap si pegawai.
“Dia anak yang baik. Dia tak mengeluh tentang mobilnya. Mereka yang memiliki orangtua kaya harus bersyukur. Sangat menjengkelkan melihat bajingan muda bertingkah seperti  mereka semua itu..” Kata si manager
“Ayolah. Kau lebih baik daripada mereka... Wajahmu...Jika aku jadi kau, aku akan menjadi selebriti. Aku yakin agen hiburan mencoba menjemputmu. Kau terlalu tampan untuk mereka abaikan.” Kata si pegawai
“Tentu saja mereka melakukannya. Jika aku memiliki minat, Won Bin dan Jung Woo Sung tidak akan berarti apa-apa.” Komentar si manager
“Lalu mengapa kau tak mengejar itu?” tanya si pegawai. Manager pikir Ada cara yang lebih mudah untuk menghasilkan uang. Pegawai terlihat bingung.
“Lintah dari keluarga kaya.” Bisik si Manager. Saat itu terlihat seorang wanita dengan wajah lusuh masuk ke dalam showroom.
“Siapa itu? Hentikan dia, tapi jangan menimbulkan keributan.” Perintah Sang manager.
Si wanita melihat mobil yang cukup malah dan memegangnya, si pria panik mencoba menghapus jejak tanganya dan bertanya apakah sudah membuat reservasinya. Si wanita binggung, si pegawai pun memberitahu kalau  harus membuatnya terlebih dahulu dan akhirnya mendorong keluar. 



Si wanita lusuh, Baek Jang Mi akhirnya duduk dibangku taman dengan tas besar dan setelah membukanya ternyata berisi tumpukan uang.  Ia mengeluh merasa tak ada gunanya punya banyak uang karena sangat tidak menyenangkan.

Min Kyung baru saja selesai mengajar, tiba-tiba Min Hyuk mengintip dari balik pilar. Min Kyung heran Apa yang sedang diakukan. Min Hyuk mengaku sedang menunggu. Min Kyung tak percaya kalau sedang menunggunya. Min Hyuk membenarkan.
“Apa Ibu Joo sangat kesal?” tanya Min Hyuk khawatir. Min Kyung terlihat bingung ternyata menanyakan tentang Seo Yeon.
“Jangan khawatir tentang itu. Dia bukan tipe orang yang menanggung dendam. Mengapa kau memberi tahu dia jika kau akan menjadi seperti ini? Kau harusnya tetap diam.” keluh Min Kyung.
“Itu terjadi karena spontan.” Akui Min Hyuk lalu berjalan pergi. Min Kyung tak percaya mendengarnya.
“Sayang sekali. Dia tampak baik-baik saja di luar.” Komentar Mi Kyung melihat tingkah Min Hyuk.
Min Kyung sepert menjadi dokter dibagian Pusat kesehatan, setelah memeriksa anak muridnya yang sakit tersenyum melihat Seo Yeo yang ada dilapangan sedang mengajar olahraga.
“Hari ini akan sedikit sulit... Oke, aku akan ke sana tepat waktu. Sampai jumpa.” Ucap Min Hyuk berbicara di telp 


Seo Yeon berjalan menuruni tangga dengan tatapan kosong setelah bertemu dengan tetangga rumah Joo Hee. Si bibi memberitahu kalau Joo Hee dikeluarkan beberapa hari yang lalu karena tidak membayar sewa menurutnya Pemiliknya benar-benar mengerikan.
Akhirnya Ia menerima telp dari seseorang menanyakan keberadanya, ternyata Seo Yeon bertemu dengan sang adik. Seo Joon mengeluh kalau kakaknya bisa tahu kalau bisa melakukan itu. Seo Yeon yakin Seo Joon pasti tahu keberadaan Joo Hee.
“Dan semua orang menyukaimu.” Ucap Seo Yeon. Seo Joon mengejek kalau sang kakak akhirnya mengakui hal itu lalu meminta waktu satu menit.
“Hei, apa kau tahu di mana Lee Joo Hee, teman sekelas kita, dia bekerja hari ini? Baiklah Biarkan aku tahu. Sampai jumpa.” Ucap Seo Joon berbicara dengan seseorang ditelp lalu menutupnya.
“Lalu Itu akan makan waktu berapa lama?” tanya Seo Yoon. Seo Joo menjawab sekitar 10 menit. Seo Yeon tak percaya kalau akan secepat itu
“Temanku ini kenal semua orang.” Akui Seo Joon. Seo Yoon ingin tahu siapa itu apakah teman sekelasnya.
“Ayo sekarang. Seorang polisi tak pernah mengungkapkan sumbernya. Jadi Cukup.” Ucap Seo Joon.
“Kau bahkan berlatih? Kau seorang penyanyi yang mengerikan.” Ejek Seo Joon.
“Seo Yeon, aku berlatih dengan baik. Vokalis utama dan penari tim kami akan berada di sisiku. Paham?” kata Seo Joon bangga.
“Kau hanya akan membukanya setelah mulai dibenci.” Keluh Seo Yeon. Seo Joon pikir Jumlah pembenci yang dimiliki menunjukkan seberapa populernya dirinya. 



Tiba-tiba terdengar suara histeris dibawah, Seo Joon melihat Seok Min keluar dari mobil van. Seo Yeon ikut menatapnya. Seo Jon heran dengan kakaknya yang tak terganggu oleh pria tampan. Seo Yeon mengaku itu terlihat sangat enak. Seo Joon bingung.
“Itu sangat mahal. Katakan padanya untuk memberikannya padamu. Kau dari agensi yang sama, jadi kau harus dekat.” Rengek Seo Yeon melihat kue yang dibawa Seok Min.
“Itu memalukan. Hentikan.” Keluh Seo Joon. Saat itu Seok Min melihat keduanya dengan tatapan dingn. Seo Joon memberikan hormat. Seo Yeon pun mengeluh karena Seok Min akhirnya pergi.
“Cukup! Apa Kau tahu seberapa kacau dirimu? Kau sangat kacau.” Keluh Seo Joon lalu melihat pesan yang masuk ke ponselnya.
“Temanku juga tak tahu... Sampai jumpa.” Ucap Seo Joon lalu melangkah pergi. Seo Yeon bisa menarik adiknya.
“Kau seharusnya tidak pernah belajar akting.” Ejek Seo Yeon lalu melihat isi pesan di ponsel adiknya. Ia pikir anak muridnya itu sudah gila. 


Di rumah, Keluarga Kang Woo sudah duduk di meja makan. Nenek pikir kalau ada orang yang belum datang. Joo Hee menjawab kalau Dia hampir sampai. Nyonya Oh membahas kalau Kang Woo ada di sini, jadi mengusulkan mereka untuk memanggang daging sapi Korea
“Hei, apa kau mau?” tanya Nenek Han. Kang Woo pikir tak perlu lalu melihat tatapan ayahnya memelas.
“Aku mau... Aku muak makan daging sapi Amerika.” Ucap Kang Woo. Nyonya Oh pun bergegas akan memanggang beberapa.
“Kau Duduk.” Ucap Nenek Han lalu menyuruh Ayah Kang Woo memangang daging. Kang Woo pun mengikuti ayahnya untuk membantu
“Astaga. Aku merasa sangat tersanjung... Ayo Keluarkan dagingnya. Yang kita miliki hanyalah sayuran.” Kata Nyonya Oh. 

“Aku minta maaf karena terlambat.” Sapa Min Hyuk datang menyapa semua keluarganya.  Nyonya Oh pikir min Hyuk datang tepat waktu dan menyuruh untuk duduk saja.
“Kau sepertinya telah kehilangan berat badan.” Komentar Joo Hee. Min Hyuk mengaku tak melakukan apa-apa.
“Min Hyuk, ini tidak akan lama. Pamanmu akan memanggang daging sapi Korea terbaik yang pernah ada.” Kata Ayah Kang Woo dengan wajah penuh bersemangat.
“Apa orang tuamu masih hidup dan sehat?” tanya Nenek Han. Min Hyuk mengaku memberitahu mereka sedang membangun sekolah di Kenya.
“Mereka bahkan tidak menghasilkan banyak uang dengan melakukan itu. Dia selalu unik sejak dia masih muda.” Komentar Nenek Han.
“ Mereka adalah orang-orang yang berhati baik, Kau tahu?” komenta Ayah Kang Woo tentang kakaknya.
“Tentu saja kau bahagia...Kakakmu tidak tertarik mengambil alih perusahaan. Begitu aku mati, semuanya akan menjadi milikmu untuk diambil.” Ucap Nenek Han.
“Ayolah... Kau akan hidup lebih lama dariku... Ayo Min Hyuk, makanlah... Aku  harus memanggang lebih banyak daging.” Ucap Ayah Kang Woo baru memanggang sedikit daging.
“Ini sudah Cukup. Duduklah” kata Nenek Han. Ayah Kag Woo pikir hanya memanggang satu potong.
“Jika aku makan terlalu banyak daging, maka aku akan mengalami gangguan pencernaan. Jadi Matikan panggangannya.” Kata Nenek Han. 


Semua tak berani membantah, Kang Woo pun langsung duduk disamping Min Hyuk. Nenek Ha memberitahu dua cucunya harus membayar untuk investasi yang dibuat untuk mereka. Keduanya menatap bingung, Nenek Han bertanya pada  Min Hyuk.
“Min Hyuk, sampai kapan kau akan bekerja di sekolah itu? Kau menyia-nyiakan bakatmu. Apa yang kau lakukan?” ucap Nenek Han.
“Ibu, bisakah kita membicarakan ini setelah kita memberi mereka makan dulu?” kata Nyonya Oh
“Hentikan. Dan Kau... Jika Kau tak ingin jadi dokter, maka bekerja untuk perusahaanku.” Ucap Nenek Han pada Min Hyuk.
“Hal yang sama berlaku untukmu, Kang Woo. Aku tak akan memilih departemen untukmu ikuti.Kau bisa Pilih departemenmu ... Yang bisa unggul untuk dirimu sendiri.” Kata Nenek. Keduanya cucunya hanya bisa menatap.
“Baiklah. Mari makan.” Ucap  Nenek. Saat itu orang tua Kang Woo akan mengambil daging tapi Nenek Han langsung melahap dua potongan daging.
“Jika Kau makan banyak daging sekaligus,maka Kau akan mengalami gangguan pencernaan.” Komentar Ayah Kang Woo.
“Jangan khawatirkan aku... Ini enak.” Ungkap Nenek Han. Nyonya Oh tak percaya kalau Nenek Han  langsung mengambil dua potong sekaligus lalu meminta suaminya memanggang lagi. 


Kang Woo dan Min Hyuk akhirnya minum bersama dibar. Kang Woo mengak senang karena ia bukan satu-satunya yang menentang nenek. Ia ingin tahu apa yang terjadi dengan Min Hyuk karena sang nenek dulu memuja Min Hyuk. Min  Hyuk mengaku sudah mengetahuinya.
“Jadi, Apa kau punya pacar?” tanya Kang Woo. Min Hyuk mengaku tak ada .  Kang Woo bertanya lagii apakah Ada yang tertarik dengan Min Hyuk. Min Hyuk tak menjawab hanya tersenyum.
“Aku kira ada seseorang. Kau masih tak bisa berbohong, bukan?” ejek Kang Woo
“Mengapa aku tak bisa menghilangkannya?” keluh Min Hyuk lalu melihat Kang Woo yang sibuk membersihkan noda dibajunya.
“Kau belum berubah juga.” Ejek Min Hyuk, Kang Woo mengeluh melihat masih membersihkan pakaia yang kotor.
Saat itu tatapan Min Hyuk ke arah  Seo Yeon dengan wajah bingung karena Seo Yeon tak bisa datang ke sini berpakaian seperti itu. Kang Woo ingi tahu apa maksudnya. Min Hyuk heran Seo Yeon datang ke bar lalu bergegas pergi. Sementara Kang Woo sibuk membersihkan bajunya yang terkena noda.


Di sisi lain bar, Seo Yeon mencoba untuk masuk dan memeriksanya. Si pegawai melarangnya karena mereka masih punya pelanggan jadi meminta agar pergi. Min Hyuk datang ingin tahu Apa yang terjadi. Si pegawai minta maaf atas keributannya dan meminta Seo Yeon agar segera pergi.
“Dia bersamaku... Apa yang terjadi?” ucap Min Hyuk. Si pegawai terlihat kaget.
“Joo Hee ... Maksudku,Aku dengar kalau Lee Joo Hee, seorang junior di Kelas Empat, bekerja di sini. Apa ini benar?” ucap Seo Yeon.
“Ya, kami tidak tahu dia masih di bawah umur. Dia membawa ID palsu.”ungkap si pegawai.
“Apa dia disini?” tanya Seo Yeon. Si pegawai mengaku Tidak ada karena Joo Hee berhenti dua hari yang lalu.
“Kau membayar untuk pekerjaannya, kan?” kata Seo Yeo memastikan. Si pegawai terlihat bingung.
“Kau memberinya uang yang kau janjikan, bukan? Aku akan memeriksanya. Dan jika kau tak membayarnya seperti yang dijanjikan, aku akan kembali.” tegas Seo Yeon lalu melangkah pergi. 

Seo Yeon akan pergi meninggalkan bar.  Min Hyuk mengejarnya memberitahu kalau ini bukan bar yang mencurigkan, tapi Seo Yeon pikir tempat ini cukup buruk bagi siswa untuk bekerja lalu mengucapkan Terima kasih untuk bantuannya.
“Baik, ini tentang pot bunga yang dijaga wakil kepala sekolah.” Kata Min Hyuk. Seo Yeon pikir Min Hyuk itu tak berbohong tentang itu.
“Tunggu. Apa Aku bisa mengantarmu pulang?” tanya Min Hyuk. Seo Yeon pikir  Min Hyuk baru saja minum.
“Pastikan kau menghubungi layanan sopir.” Kata Seo Yeon lalu masuk ke dalam lift. Min Hyuk seperti masih merasa bersalah. 

Kang Woo sedang berolahraga lalu dikagetkan dengan Hyun Soo sudah ada disampinganya, lalu bertanya bis amasuk ke rumahnya. Hyun Soo mengaku Nyonya Oh yang memberitahu kode sandinya. Kang Woo mengeluh kalau Hyun Soo pasti senang karena sudah memata-matainya.
“Aku melakukannya demi kau,  Hei, ini kontrak baru dan Ini kontrak satu tahun. Seperti yang Kau bilang, Kau punya kebebasan penuh. Ini sanat Sempurna, kan? Tanda tanganilah.” Ucap Hyun Soo.
“Aku akan memeriksanya sekali lagi setelah aku mandi.” Kata Kang Woo sangat berhati-hati
“Kau berengsek. Apa semua orang yang kau kenal menipumu? Apa Kau memercayai dirimu sendiri?” keluh Hyun Soo
“Gara-gara kau, aku akan bekerja untuk nenekku.” Komentar Kang Woo. Hyun Soo ingin membela diri tapi akhirnya mencoba mengalihkan pembicaraan.
“Hei, omong-omong, kau tidak akan datang malam ini?” kata Hyun Soo. Kang Woo mengaku tak akan datang.
“Astaga. Lihatlah tubuh dan wajahmu. Apa Kau tidak mau pamer? Apa Kau tidak ingin membalas dendam?” komentar Hyun Soo
“Itu kekanak-kanakan.” Ucap Kang Woo dan Hyun Soo lalu menyebut Kang Woo “Bokong Kotoran, Si Cepirit.”  Dan “Obesitas ekstrem.” Kang Woo terlihat tegang mendengarnya. 


Flash Back
Kang Woo masih remaja terlihat tambun dengan kacamata, lalu temanya mengejek karena melihat celananya terkena pup, lalu mengejeknya bau da hampir muntah. Kang Woo hanya terdiam. Teman-temanya terus mengeje Kang Woo buang air besar di bus.
“Tidak. Aku tidak tertarik lagi” kata Kang Woo mencoba menyangkal dengan menahan diri kalau perutnya terasa sakit. 
Hyun Soo pikir itu bagus lalu melihat Kang Woo seperti menahan sesuatu dan bertanya apakah baik-baik saja.  Kang Woo mencoba menahan diri agar tak keluar dicelananya dan menyuruh Hyun Soo agar Jangan bergerak. Saat itu Kang Woo mencoba berjalan ke toilet dengan terus menahan agar tak keluar, sampai di dalam toilet wajahnya terlihat bahagia mengeluarkan semua isi perutnya. 


Dokter Kim melihat sebuah foto disamping foto diri dan juga "Plakat" saat itu tiba-tiba Kang Woo masuk ke dalam ruangan. Dokter Kim bertanya siapa yang berani masuk. Kang Woo memberitahu Dokter Smith dari New York Medical merekomendasikan Dokter Kim padanya.
“Dia bilang kau dan dia sama-sama lulusan Stanford dan kau adalah psikiater terbaik.” Ucap Kang Woo. Dokter Kim terlihat bingung.
“Jam berkunjung untuk hari ini...” kata Dokter Kim. Kang Woo memberikan banyak uang dan yakin kalau Dokter Kim. akan meluangkan waktu.
“Mari Duduklah.” Ucap Dokter Kim. Kang Woo akhirnya duduk. Dokter Kim mengatakan buka duduk disana tapi di dalam ruanganya. 

Dokter Kim akhirnya menuliskan problem pasienya "Lee Kang Woo, Si Cepirit" sementar Kang Woo sibuk mengambar. Dokter Kim pun membahas kalau Kang Woo teringat hari itu, lalu akhirnya diare. Kang Woo menatap heran.
“Apa sebutannya? Jadi, kau diare karena sindrom gangguan pencernaan.” Kata Dokter Kim. Kang Woo membenarkan.
“Lalu Siapa dia?” tanya Dokter Kim melihat bingkai wajah yang dibuat Kang Woo. Kang Woo mengaku tidak tahu.
“Aku malah menggambar dia tanpa sadar. Tapi aku tidak ingat wajahnya. Jadi Apa yang harus kulakukan? Bisakah kau mengobati ini?” ucap Kang Woo
“Situasi seperti anjing.” Ungkap Dokter Kim. Kang Woo melonggo kaget mendengarnya.
“Aku pernah digigit anjing. Jadi, aku benci anjing. Tapi aku lebih suka anjing sekarang. Jadi, kau berada dalam situasi seperti anjing.” Jelas Dokter Kim. Kang Woo menganguk mengerti.
“Aku sengaja membesarkan anjing untuk mengobati traumaku terhadap anjing. Jadi Untuk mengatasi traumamu, menghadapi penyebab traumamu bisa menjadi jalan.” Jelas Dokter Kim
“Kalau begitu, Apa kau menyuruhku menghadapi orang yang merisakku?” keluh Kang Woo. Dokter Kim pikir Mencoba setidaknya sekali tidak ada salahnya.


Di sebuah restoran panggang terlihat spanduk "Reuni ke-24 untuk SMP Shinhwa" Suasana sangat pengap karena banyak asap, Seorang bibi pun melayani tamu yang datang. Seorang pria mengeluh  berpikir ada kebakaran karena banyak asap. Si bibi mengaku baru saja rusak dan akan segera diperbaiki.
“Asap ini membuat mataku perih.” Keluh si pria lalu duduk dengan Seo Yeon dan  Min Kyung yang sibuk makan tanpa henti dan bersulang Untuk alumni mereka.
“Hei, bisa-bisanya kamu makan sekarang.” Keluh Si pria. Seo Yeon pikir temanya pasti tak tahu.
“Saat makan daging, pastikan ada cukup aroma daging agar kau bisa makan semangkuk nasi lagi dengan itu. Kau tidak tahu, bukan?” ejek Seo Yeon. Min Kyung pun setuju.
“Siapa yang mau menikahi kalian berdua? Aku merasa kasihan padanya.” Ejek si pria.
“Menikah dengan kami? Kenapa aku harus menunggu? Aku akan mendapatkannya sendiri.” Teriak Seo Yeon marah
“Kau luar biasa. Kau yang mendekatiku setelah tahu aku guru. Kau membuat dagingnya makin tidak enak. Bisakah kamu pergi?” keluh Min Kyung pada teman prianya.  Si pria pun langsung pergi.
“Ahh.. Sial. Di mana Joo Hee?” keluh Seo Yeon kesal sendiri. Min Kyung menyuruh Seo Yeon makan dulu dan mencari dia setelah makan.
“Baik. Aku harus makan untuk mendapat energi.” Kata Seo Yeon lalu memesan daging dua porsi lagi. 


Kang Woo berdiri didepan restoran "Barbeku Choi Mapo" terlihat asap yang keluar seperti ada kebakaran dalam ruangan. Ia lalu menelp Hyun Soo ingin tahu keberadaanya  Hyun Soo mengaku di kantor. Kang Wo kaget mendengarnya
“Apa? Kau bilang kita harus menghadiri reuni.” Keluh Kang Woo. Hyun Soo pikir tidak hadir karena Kang Woo bilang tidak mau.
“Apa Kau benar-benar datang?” ucap Hyun Soo tak percaya. Kang Woo pun kesal memilih untuk menutup telpnya.
Ia ingn pergi lalu teringat dengan yang dikatakan Dokter Kim “Cara untuk mengatasi traumamu adalah menghadapi penyebab traumamu tanpa menghindarinya.” 

Akhirnya Kang Woo masuk ke  "Barbeku Choi Mapo" semua melonggo melihat pria tampan masuk dan bertanya siapa itu. Min Kyung melihat pria tampa langsung mengerai rambutnya, Seo Yeon tak percaya kalau pria itu sangat percaya diri padahal sudah sangat terlambat
“Siapa kau? Aku belum pernah melihatmu.” Ungkap Min Kyung mengoda.
“Aku? Aku Lee Kang Woo.” Kata Kang Woo. Min Hyuk tak percaya da tahu julukan waktu itu Cepirit. Kang Woo pun tak bisa mengelaknya walaupun sangat malu. 

Mereka langsung duduk mengelilingi Kang Woo, Seperti sangat terkesima. Kang Woo mengaku sempat tinggal di Amerika. Min Kyung pun tahu jadi Karena itulah ini kali pertamanya datang ke reuni lalu bertanya apa yang dilakukan sekarang.
“Aku akan mengambil alih bisnis yang dikelola keluargaku.” Ucap Kang Woo. Min Kyung ingin tahu Bisnis macam apa
“Ini tidak seberapa.” Ungkap Kang Woo merendah lalu terdengar teriak Seo Yeon meminta bibi membawa dua porsi lagi. Seorang pria melihat jam tangan yang dipakai Kang Woo
“Kau pasti tahu bahwa harga arloji ini lebih dari 20.000...” kata Kang Woo pamer dan terdengar kembali terikan Seo Yeon.
“Permisi! Aku butuh selada daun bawang lagi!” teriak Seo Yeon. Kang Woo mencoba menahan amarahnya.
“Omong-omong, kalian belum banyak berubah.” Komentar Kang Woo.Min Kyung memuji Kang Woo itu tampak jauh lebih tampan.
“Apa Kau sudah menikah?” tanya Min Kyung penasaran. Kang Woo ingi menjawab kalau Pernikahan tidak... Tapi Seo Yeon kembali bertriak.
“Bibi.. Apa Bisa ganti pemanasku? Ini Terlalu banyak asap.” Teriak Seo Yeon yang tak peduli dengan Kang Woo.
“Hei!” teriak Kang Woo marah lalu berusaha agar tenang mendekati Seo Yeon.
“Hei, aku Kang Woo... Lalu Siapa kau? Aku tidak ingat persis wajahmu.” Ucap KangWoo
“Kau bilang kau adalah Kang Woo... Aku cinta pertamamu.” Ucap Seo Yeon santai. Kang Woo melonggo kaget. 



Flash Back
Seo Yeon remaja menolak Kang Woo mengaku tidak menyukai Kang Woo karena  jelek dan gemuk. Kang Woo hanya bisa tertunduk sedih karena memang gemuk dan tak menarik.
“Kau... Apa Itu kau.” Ucap Kang Woo panik dan tiba-tiba perutnya kembai sakit lalu mencoba menahanya. Seo Yeon terlihat santai bertemu dengan orang yang pernah menyukainya.
Dan wajah dari gambar yang tak bisa diselesaiakan Kang Woo adalah wajah Seo Yeon.  Kang Woo seperti akan mengalami trauma untuk kedua kalinya di "Barbeku Choi Mapo"
Bersambung ke episode 3

Cek My Wattpad... Stalking 

      
Cek My You Tube Channel "ReviewDrama Korea"

PS; yang udah baca blog / tulisan aku.. Tolong minta follow account IG aku yah dyahdeedee09  & Twitter @dyahdeedee09  jadi biar makin semangat nulisnya. Kamsahamnida.

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar