Minggu, 17 April 2016

Sinopsis Ms Temper And Nam Jung Gi Episode 9 Part 1

Lee Ji Sang membuka koper dan mengambil sebuah tab yang terlihat gambar grafik, lalu menelp seseorng memberitahu Saham OQ Technics sudah mulai naik sekarang jadi meminta orang itu mengurus sisa saham yang mereka miliki.
Prai itu kaget karena Perusahaan itu masih 'hidup', dan Sepertinya akan lebih menyenangkan, melihatnya jatuh selama 2 hari lagi. Ji Sang mengatakan kalau Pekerjaan mereka sudah selesai, jadi lebih baik diakhirnya dengan mengingatkan mereka itu tidak boleh serakah.
Sudah jadi asas paling mendasar untuk menjual saham saat harga sedang tinggi-tingginya” ucap Ji Sang dengan bersandar di meja, temanya pun mengejek Ji Sang sangat picik dan akan melakukan segera.
Kalau kau sudah selesai, diamlah untuk sementara. Kupikir aku menemukan target baru, jadi jangan sampai kau membuat masalah, sampai aku selesai membuat strategi dan menghubungimu lagi. Jangan berkeliaran dan membuat masalah, oke!” perintah Ji Sang dan terlihat mata liciknya. 

Jung Gi mengendong Nyonya Jung masuk ke ruang IGD sambil berteriak membawa pasien yang membutuhkan penanganan segera, Dokter dan perawat pun menunjukan ranjang agar membaringkan pasien lalu mulai memeriksanya. Jung Gi berserta adik dan Da Jung terlihat panik.
Dokter bertanya Sejak kapan pasien tidak sadarkan diri. Da Jung terlihat kebinggungan karena pikiran sedang kacau. Jung Gi inga Da Jung menekan bel rumah kami sekitar 20 menit yang lalu jadi kemungkinan Nyonya Jung pingsan sekitar 5 atau 10 menit sebelumnya.
Apa pasien memiliki masalah kesehatan yang lainnya? Seperti diabetes atau tekanan darah tinggi?” tanya Dokter, Da Jung menjawab tidak ada
Mm, beliau melakukan pemeriksaan fisik penuh di rumah sakit ini baru-baru ini.” kata Jung Gi akhirnya membuka suaranya, Da Jung melirik sinis melihat Jung Gi yang mengetahui tentang ibunya.
Dokter bertanya siapa nama pasienya, Da Jung memberitahu nama ibunya Jung Bok Ja. Dokter meminta agar perawat memeriksa tekanan darahnya dan segera hubungi teknisi CT lalu mencari catatan kesehatan pasien. Da Jung menatap ibunya yang tak sadarka diri, lalu memastikan bertanya pada Jung Gi apakah ibunya melakukan pemeriksaan fisik penuh. Jung Gi membenarkan, Bong Gi yang ada ditengah-tengah tak banyak berkata-kata. 

Direktur Kim terlihat sudah bisa dengan wanita-wanita pengoda, sementara Direktur Jo masih terlihat kaku saat di suami makanan. Direktur Kim menceritakan Ji Sang dianggap seperti seorang investor malaikat dan berharap Direktur Jo bisa mengerti maksudnya. Direktur Jo duduk dengan tegap sudah mengerti.
Dia mengambil resiko besar berinvestasi padamu, ketika dia tidak bisa menjamin uangnya akan benar-benar pantas diinvestasikan padamu. Apa kau pikir itu hal yang mudah untuk dilakukan? Maksudku adalah CEO Lee disini adalah orang yang dermawan.” Ucap Direktur Jo memuji
Kau tidak perlu mengatakan seperti itu, Direktur Kim. Aku juga seorang pebisnis. Aku tidak melakukan apapun untuk mengorbankan diriku sendiri dengan sengaja. Aku hanya selalu merasa tertarik pada perusahaan kosmetik.” Jelas Ji Sang, Direktur Jo terlihat terkejut.

Aku sedang melihat-lihat beberapa perusahaan saat kembali ke Korea. saat itu aku menemukan Lovely.” Ucap Ji Sang, Direktur Kim pun menganggap temanya itu sedang beruntung.
Mm, permisi, tapi... jika kau ingin berinvestasi, metode apa yang ingin kau gunakan?” tanya Direktur Jo penasaran
Direktur Kim merasa temannya sedang terburu-buru menrutnya Tidak akan menyenangkan kalau sudah membicarakan pekerjaan sejak awal jadi lebih baik  minum-minum saja untuk merayakan hubungan yang baru mereka bangun dan untuk mengharapkan bahwa semuanya akan berjalan baik. Ji Sung pun mengucapkan senang bertemu dengan Direktur Jo, merasa tak enak hati Direktur Jo mengangap dirinya yang sangat senang bisa bertemu dan melakukan kerja sama. 


Nyonya Jung sudah diberi alat bantu oksigen, Dokter memberitahu pasien kemarin datang untuk melakukan biopsi untuk tumor ususnya. Jung Gi dan Da Jung kaget ternyata Nyonya Jung terkena tumor usus bukan pemeriksaan rutin.
Bong Gi langsung menarik kakaknya, merasa heran karena sebelumnya hanya untuk pemeriksaan rutin. Bong Gi berbisik kalau ia diberitahu Nyonya Jung seperti itu. Da Jung dengan mata memerah menanyakan apa yang harus dilakukan pada ibunya sekarang. Dokter mengatakan akan segera mengoperasi Nyonya Jung.
Lalu Dokter memberitahu kondisi pasien mungkin mengalami shock karena inflamasi jadi pasti akan sangat sangat kesakitan dan tinjanya juga berdarah dan melihat Da Jung tak tahu apapun. Jung Gi pun tanya banyak bicara karena melihat Da Jung pasti shock dengan ibunya. Dokter pun meminta  Da Jung harus menandatangani formulir persetujuan wali. Da Jung terdiam melihat surat Wali yang seperti ragu. 

Didepan ruang operasi
Da Jung masih tak percaya ibunya itu terkena kanker, Jung Gi pikir Nyonya Jung hanya melakukan pemeriksaan biopsy dan Hasilnya masih belum keluar. Da Jung tertunduk sedih, Jung Gi meminta agar Da Jung tak perlu khawatir dengan menyakinkan kalau Nyonya Jung akan baik-baik saja. Da Jung akhirnya berdiri dari tempat duduknya, Jung Gi menanyakan kemana Da Jung akan pergi.
Aku akan mengurus prosedur agar beliau bisa rawat inap, dan lalu.. Aku akan memikirkan apa yang harus aku lakukan setelah itu..” ucap Da Jung terdengar gugup. Jung Gi menarik tangan Da Jung
Tetaplah disini, disamping Ibumu,  Aku akan mengurus prosedur rawat inapnya. dan a juga akan mencari tau apa yang harus dilakukan setelahnya. Tolong duduklah sebentar , kau tidak terlihat sehat.” Kata Jung Gi, Da Jung melihat tangan Jung Gi yang berani memegang tanganya. 

Jung Gi kembali dan melihat dari luar kamar Da Jung sedang menatap ibunya diruang rawat, wajahnya bisa tersenyum. Ponselnya berdering, Direktur Jo sedang mabuk memeluk seorang wanita meminta Jung Gi untuk menembak keberadaanya sekarang. Jung Gi yang mendengar suara yakin Direktur Jo sedikit mabuk
Aku merasa sangat hebat hari ini, jadi aku harus minum-minum! Hey! Apa kau tau dimana ini? Ini surga! Kau datanglah kemari juga!” ucap Direktur Jo yang terus memeluk wanita cantik dan sexy dalam dekapanya.
“Aku sedang tidak bisa pergi kemana-mana sekarang. Bukannya saya tidak ingin pergi. Saya benar-benar... “ kata Jung Gi berbisik
Da Jung keluar ruangan menyuruh Jung Gi untuk pergi saja, karena Direktur Jo sedang mencarinya dan tak masalah kalau harus sendirian dirumah sakit. Jung Gi hanya melongo binggung melihat Da Jung kembali masuk ke ruang rawat. 

Jung Gi masuk ke dalam bar dan terlihat binggung melihat sekeliling wanita cantik, tak sengaja bertabrakan dengan Ji Sang yang sedang berjalan keluar. Ji Sang melirik sinis, Jung Gi pun meminta maaf, tetap saja Ji Sang terlihat sombong dan langsung pergi. Jung Gi mengedumel karena bukan sepenuhnya kesalahannya dan kembali mencari-cari Direktur Jo.
Akhirnya Jung Gi bisa melihat Direktur Jo yang duduk sendirian seperti tak sadarkan diri. Direktur Jo sempat membuka mata sambil memeluk Jung Gi sebagai anak kesayangan, memberitahu Semua perjuangan sudah berakhir dan Waktu yang sangat menyenangkan lalu mencium pipi bawahnya. Jung Gi binggung dengan tingkah Direktur Jo sambil bertanya siapa yang diajaknya minum kali ini.
Direktur Jo menceritakan seorang malaikat yang turun dari langit dan akhirnya pingsan. Direktur Kim akan masuk dan melihat Jung Gi ada diruangan mencoba membangunkan atasnya, Direktur Kim dengan senyuman licik memilik untuk meninggalkanya. 

Di kantor
Jung Gi datang terburu-buru meminta maaf karena datang terlambat. Young Mi melihat Jung Gi yang datang terlambat berpikir selama baru saja minum-minum. Jung Gi menceritakan bukan minum tapi berlarian sepanjang malam dan tidak bisa tidur.
Oh iya. Kepala Ok tidak akan datang hari ini. Ada sesuatu yang terjadi di rumah.” Ucap Jung Gi yang tahu ibu Da Jung masuk rumah sakit.
Kau ini ngomong apa? Dia sudah dari datang dari pagi” kata Young Mi, Jung Gi kaget melihat Da Jung yang sudah duduk diruangan padahal semalam ibunya baru saja menjalani operasi.
Telp di atas meja Jung Gi berdering, Da Jung bertanya apakah Jung Gi sudah datang. Jung Gi dengan gugup mengatakan sudah datang. Da Jung sambil menatap sinis Jung Gi memberitahu untuk melakukan briefing dengan Direktur Jo mengenai eyeshadow 5 menit lagi. Jung Gi merasa Direktur Jo akan sedikit terlambat karena semalam baru saja minum-minum. 

Tiba-tiba terdengar suara tertawa yang sangat lebar masuk ke kantor, Direktur Jo dengan membentangkan tanganya menyapa semua pegawainya dengan wajah bahagia. Telp Jung Gi dan Da Jung masih tersambung. Direktur Jo juga dengan senyuman bahagia menyapa Da Jung yang ada didalam ruangan.
Mari berusaha yang terbaik! Dan Kepala Ok, kau bisa datnag dengan memberiku briefing mengenai  eyeshadow dalam lima menit jadi lakukan saja, mengerti? Ini Sungguh pagi yang bahagia dan sempurna!” ungkap Direktur Jo sangat bahagia.
Da Jung pun meminta agar Jung Gi segera bersiap-siap, Young Mi yang melihat tingkah Direktur Jo berpikir baru saja mengkonsumsi narkoba. Jung Gi benar-benar binggung perubahan sikap orang-orang yang terlihat tak berdaya semalam tapi pagi hari bisa masuk kerja seperti tak terjadi masalah. 

Da Jung duduk disofa bersama Jung Gi, memberitahu rencana pertama akan mengembangkan sepuluh pewarna bibir lalu akan mulai memproduksinya sekarang dan Produk yang telah dibuat akan menjalani serangkaian.... Direktur Jo berjalan di ruangan tersenyum sendirian mengingat ucapan Ji Sang semalam Selama kita melakukan back-door listing terhadap perusahaanmu di pasar modal akan sangat mudah bagimu untuk memperoleh setidaknya 1 milyar won
Direktur Jo berkata “1 milyar won” Jung Gi binggung, Da Jung memanggil Direktur Jo bertanya apa yang sedang di imaginasikan ketika membaca laporanya. Direktur Jo mengaku hanya tentang uang. Jung Gi makin binggung, Direktur Jo menjelaskan yang dimaksudnya adalah dana.
Aku memikirkan tentang dimana kita bisa mengumpulkan dana untuk mendanai proyek kita. Kau bilang tadi 10 warna lipstick? Tidak, buatlah 100 warna kalau kau mau! Akan aku pastikan kita akan mendapat banyak sokongan dana!” ucap  Direktur Jo tertawa sambil berjalan kembali ke jendelanya. Jung Gi benar-benar heran melihat sikap Direktur Jo yang terlihat sangat bahagia. 

Di ruangan Direktur Kim
Direktur Kim bisa menembaik temanya itu pasti sedang asyik berfantasi sekarang, menurutnya Dengan kemampuan Ji sang, perusahaan setingkat Lovely pasti sangatlah mudah. Ji Sang tersenyum, menurutnya Kalau semuanya berjalan lancar, Direktur Kim pun akan mendapatkan hasil yang baik, Direktur Kim pikir tak perlu karena Ji Sang sudah sering sekali membantu sebelumnya.
Mengenai OQ Technics yang waktu itu...” ucap Ji Sang duduk dibagian kepala sofa.
Aku baru saja akan mengatakan kalau aku sangat senang melihatnya. Nilainya naik 2 kali lipat dalam seminggu!” kata Direktur Kim bahagia
Jual semua sahammu sebelum jam 2 siang besok.” Perintah Ji Sang, Direktur Kim melonggo kaget harus menjual semuanya.
Ji Sang berjalan untuk duduk disofa, Direktur Kim tak bisa menolak dan akan melakukan sesuai perintah walaupun masih bisa melihatnya sampai nilainya naik 3 kali lipat. Ji Sang hanya melirik licik sambil meminum secangkir tehnya. 

Teman Nyonya Jung melihat Nyonya Jung yang sudah sadar. Nyonya Jung bertanya kenapa temanya datang. Teman Nyonya Jung memberitahu sengaja datang setelah mendapat telpon dari Da Jung yang meminta untuk menjaganya karena  harus pergi bekerja.
Pekerjaan hebat macam apa yang dia lakukan? Apa dia tidak bisa bolos 1-2 hari saja, sedangkan ibunya sedang sekarat sekarang ini” keluh teman ibu Da Jung kesal. Nyonya Jung bisa mengerti kalau anaknya itu memang selalu sibuk
“Dasar kau ini. Kau pasti banyak mendapat masalah karena memiliki putri busuk seperti itu.” Ucap teman Nyonya Jung, Nyonya Jung menyuruh temanya diam saja dan memilih untuk memiringkan tubuhnya. 

Di kantor
Ibu mertua Young Mi menelp memberitahu akan pergi ke Gwangju sekarang jadi menyuruhnya untuk pulang kerja lebih cepat dan menjempul Ji Ho. Young Mi bertanya kenapa sangat ibu mertuanya tiba-tiba harus pergi dan apakah terjadi sesuatu. Ibu Mertuanya menceritakan,Young Soo mau bercerai dan rumah mereka sangat berantakan jadi harus menemuinya.
Young Mi merasa sekarang sangat mendadak jadi meminta ibunya untuk pergi diakhir pekan saja. Ibu Mertuanya marah karena tak ada yang tahu kejadian seperti ini dan tetap akan pergi lalu menutup telp.
Apa yang harus aku lakukan, kalau dia mengatakannya tiba-tiba seperti ini?” ucap Young Mi binggung, Jung Gi yang mendengarnya bertanya ada masalah apa.
Ibu mertuaku mulai lagi membuat masalah, Tiba-tiba, dia bilang akan pergi ke rumah saudaranya. Ah.. Sungguh sial” ucap Young Mi kesal
Kenapa kau tidak bilang pada Kepala Ok dan pulang lebih awal hari ini?” saran Jung Gi,
Apa menurutmu dia akan setuju? Dia saja meninggalkan ibunya yang sedang sakit.” Pikir Young Mi, Jung G pikir lebih baik dicoba lebih dulu.
Young Mi berusaha menelp suaminya tapi tak diangkat, akhirnya mengirimkan pesan “Sayang, pulanglah lebih awal hari ini dan jemputlah Ji Ho.” 

Da Jung keluar ruangan dengan wajah marah, memanggil Young Mi karena baru saja mendapat telfon dari pabrik dan mereka bilang ada masalah dengan kardus kemasan. Jung Gi kaget mendengarnya, Young Mi berdiri dari tempat duduknya dan terlihat binggung.
Young Mi melihat dua kemasan dengan tulisan yang salah sambil mengumpat. Da Jung bertanya apakah Young Mi tidak melakukan pemeriksaan awal. Young Mi meminta maaf tidak melakukanya  karena mereka tiba-tiba kebanjiran pesanan
Jung Gi memutuskan segera ke pabrik, Young Mi menolak karena sudah tanggung jawabnya jadi harus pergi ke pabrik. Jung Gi berbisik menanyakan tentang Ji Ho, Young Mi mengatakan sudah meminta suaminya untuk menjemput. Da Jung melihat keduanya sedang berbisik, menanyakan apakah ada sesuatu yang terjadi. Young Mi mengatakan tak ada dan akan segera pergi ke pabrik. Jung Gi pikir tak masalah juga kalau ia yang pergi ke pabrik. 

Di pabrik
Young Mi berteriak marah memperlihatkan cetakan dikemasan yang salah. Manager Percetakan meminta maaf dan memberitahu orang-orang mereka sedang memeriksa mesin cetaknya sekarang, jadi meminta untuk menunggu sebentar lagi.
Untung saja kami mengetahuinya sekarang! Bayangkan kalau kami sudah mengirimkan ini semua pada para pembeli! Kau hampir saja membuat masalah bagi kami!” teriak Young Mi
“Aku minta maaf dan akan memperbaiki secepat mungkin, jadi kau jangan khawatir.” Ucap si pegawai
Pastikan untuk segera mengirimkannya pada pabrik setelah selesai dicetak! Aku tidak akan tinggal diam kalau sampai pengirimannya terlambat sehari saja gara-gara ini!” teriak Young Mi, pegawai melihat Young yang terlihat menakutkan lalu meminta salah satu pegawainya mengambil minuman dari kantor

Young Mi pergi ke pinggir pabrik, sambil minum menelp suaminya untuk bertanya apakah sudah menjemput Ji Ho, Suaminya terlihat binggung. Young Mi pikir suaminya itu belum membaca pesannya dan memberitahu kaalu ibu suaminya itu sedang pergi ke Gwangju.
Aku ada makan malam staf malam ini” ucap Suami Young Mi, dan Young Mi memberitahu harus kerja lembur hari ini!
Ini makan malam perayaan Direktur baru kami. Aku harus datang!” tegas Suami Young Mi
Kalau begitu, bagaimana dengan Ji Ho? Tidak boleh....  Ayolah. Lewatkan sekali ini saja. Ya?” kata Young Mi memohon
Kau juga tau situasi macam apa yang sedang aku alami ini! Aku butuh mendapat promosi! Apapun itu . Aku sibuk.” Teriak suami Young Mi lalu menutup telpnya.
Young Mi kesal karena suaminya seperti tak tahu dirinya itu juga berkerja supaya bisa mengerti keputusannya pergi ke makan malam staf sialan itu dan memohon seseorang agar mengangkat telpnya. 

Jung Gi menelp sambil memakai jaket,  meminta Young Mi tak perlu khawatir dan menyuruhnya untuk pergi dan akan mengurus masalah di pabrik. Da Jung keluar dari ruangan, mendengar Jun Gi berbicara di telp agar Young Mi menjemput Ji Ho yang pasti sudah menunggunya.
Ketika akan berangkat pergi, Da Jung sempat bertanya ada apa dengan Young Mi. Jung Gi menjawab sesuatu terjadi dan berkata akan segera kembali. Da Jung melirik sinis melihatnya. 

Hyun Woo dan Mi Ri baru turun dari taksi, Manager Jung mendatangi Mi Ri akan masuk ke dalam kantor. Mi Ri hanya menatapnya dan langsung masuk begitu saja. Manager Jung mengomel karena Mi Ri berani tidak memberi salam pada atasannya. Hyun Woo berjalan masuk membawa dua buah kardus. Managaer Jung bertanya darimana mereka berdua.
Kami baru saja meeting dengan salah satu perusahaan sumber bahan baku kita.” Jelas Hyun Woo
Kehidupan indah apa yang kau miliki, kau bahkan naik taksi.” Ejek Manager Jung
Kami harus mengambil produk, jadi akan merepotkan kalau menggunakan kereta.” Ucap Hyun Woo
Oh, karena kau akan melaporkannya sebagai "work-relatedurusan pekerjaan" dan menghabiskan dana perusahaan? jadi kau akan menggunakan taksi semaumu? Dan kau menganggap uang perusahaan sebagi uangmu juga ?” sindir Manager Jung
Ini karena produknya mudah rusak.” Kata Hyun Woo
Beraninya kau membalas perkataanku! Aku akan mengawasimu baik-baik. Mengerti? Lakukan semuanya dengan benar, Wakil Park! “ ucap Manager Jung sambil memukul bahu Hyun Woo sebagai ancaman. 

Jung Gi yang baru keluar kantor melihat Manager Jung seperti memberikan ancaman pada Hyun Woo setelah berani melaporkan tindakan pelecehan pada Mi Ri. Setelah Manager Jung pergi, Jung Gi menuruni tangga dengan cepat mendatangi bawahnya, Hyun Woo terlihat malas menanggapinya memilih untuk masuk ke dalam kantor. Jung Gi terlihat kesal bertanya-tanya apa yang dilakukan Manager Jug pada Hyun Woo.
Tiba-tiba Da Jung sudah ada disampingnya menegur Jung Gi yang masih ada di kantor. Jung Gi ingin memberitahu tentang Hyun Woo, Da Jun memilih itu membicarakan nanti dan mengajaknya pergi untuk memeriksa kemasan produk dulu. Jung Gi panik melihat Da Jung yang masuk mobil dan akan ikut memeriksanya juga padahal ia bisa pergi sendiri

Tuan Nam melihat dari jendela pintu lalu perlahan mengeser pintu memanggil Nyonya Jung yang duduk diatas tempat tidurnya. Nyonya Jung benar-benar terkejut melihat Tuan Nam yang menjenguknya dan mengucapkan terimakasih. Tuan Nam membawakan sekeranjang buah sambil menanyakan keadaan Nyonya Jung sekarang.
Aku sekarang baik-baik saja. Ini bukan operasi yang besar, mereka hanya mengeluarkan sebuah benda kecil.” kata Nyonya Jung lalu menyuruh Tuan Nam untuk duduk
Tapi, ....dimana Kepala? Kenapa Anda sendirian saja?” tanya Tuan Nam binggung
anakku sangat sibuk, jadi dia pergi bekerja.” Kata Nyonya Jung dengan senyuman
Biarpun dia sangat sibuk, tapi Ibunya kan sedang sakit! Dan Kau tidak boleh ditinggal sendirian.” Pikir Tuan Nam,
Tidak, Aku tidak sendirian tapi Ada yang menjagaku.” Ucap Nyonya Jung, Tuan Nam pun mengucap syukur.

Yoon Ho masuk ke dalam ruang rawat dengan membawa termos berisi air hangat. Tuan Nam binggung melihat sosok laki-laki yang datang mememui Ibu Da Jung. Nyonya Jung memanggil Yoon Ho dengan “Menantu Ji” lalu memperkenalkan Tuan Nam adalah ayah dari Jung Gi. Yoon Ho pun memberikan salam dengan sopan.
Tuan Nam binggung karena Nyonya Jung memanggilnya "Menantu Ji" Nyonya Nam mengakui Yoon Ho dulu adalah menantunya. Tuan Nam yang tadinya sempai melonggo, menangguk mengerti 


Di tempat pabrik percetakan.
Jung Gi mengambil selembar hasil cetakan kemasan dan memberitahu akan emngurus semuanya yang ada disini, jadi meminta Da Jung pergi saja ke rumah sakit. Da Jung menegaskan akan pergi setelah melihat semuanya sudah diurus.
Meskipun begitu, Ibu Anda jatuh pingsan dan baru saja mendapat operasi.” Ucap Jung Gi terlihat khawatir
Kalau ini tidak diselesaikan hari ini, maka pengiriman pesanan akan terlambat dan akan membuat orang-orang mengeluh mengenai kecepatan pengiriman kita. Bukankah tidak ada yang lebih penting bagi kita sekarang ini?” tegas Da Jung dengan wajah serius
“Kau tidak bisa membandingkan apel dengan jeruk. Beliau adalah Ibumu dan sedang sakit.” Kata Jung Gi
Itu urusan pribadiku. Jangan membandingkanku dengan orang yang segera pulang dari kantor hanya karena urusan pribadinya!” ucap Da Jung
Jung Gi menjelaskan Young Mi yang harus pulang lebih dulu karena anaknya dan ibu mertuanya sedang bepergian jadi tidak ada orang yang mengurus anaknya. Pikiran Da Jung terlihat melayang. 

Flash Back
Da Jung kecil menangis sambil menelp ibunya, bertanya kapan pulang. Nyonya Jung mengatakan sedang sibuk sambil bertanya kenapa anaknya menelpon sambil menangis. Da Jung mengatakan kalau ia sakit. Nyonya Jung meminta Da Jung berhenti berbohong dan akan menjadi kebiasaan buruk lalu meminta untuk tak menelpnya lagi karena sangat sibuk. Da Jung hanya bisa menangis sendirian dirumah.
Nyonya Jung duduk sendirian diruang rawat seperti mengingat kejadian masa lalu yang meninggalkan Da Jung demi pekerjaanya, seperti sekarang Da Jung yang mementingkan pekerjaan padahal ia sedang sakit. 

Young Mi berlari menuju sekolah Ji Ho yang sudah tutup dan harus menekan bel lebih dulu. Sang guru terlihat cemberut sambil membuka pintu, Ji Ho langsung memeluk ibunya yang baru datang. Young Mi meminta maaf pada guru Ji Ho yang terlambat.
Guru Ji Ho menegur Young Mi yang menjemput anaknya sangat terlambat. Young Mi kembali meminta maaf karena sudah berusaha untuk segera kemari, tapi jalanan sangat macet. Guru Ji Ho mengatakan mereka mendapatkan kesulitan jika Young Mi terlambat menjemputnya jadi meminta agar tak terlambat lagi, lalu mematikan lampu.
Young Mi mengerti sambil meminta maaf pada Guru Ji Ho yang kembali masuk, sebelum pulang Young Mi tahu anaknya itu pasti bosan karena semua temanya sudah pulang dan bertanya apakah anaknya menangis. Ji Ho mengelengkan kepala kalau tak menangis. Young Mi berkaca-kaca melihat anaknya yang tak menangis karena telat menjemputnya. 

Bong Gi datang ke restoran Jepang untuk mengembalikan baju chef yang dipinjamnya. Ketika akan keluar melihat Hyun Woo dengan seseorang masuk ke sebuah ruangan, pelahan-lahan berjalan ke balik dinding.
Di dalam ruangan
Manager Yang menuangkan sake meminta Hyun Woo membuat keputusan segera dan akan mengurus yang lain-lain. Hyun Woo mengulang kembali keputusan tidak berniat untuk pergi. Manager Yang mengerti Hyun Wo pasti merasa bingung. dan juga tidak memintanya untuk segera membuat keputusan.
Kau harus mempertimbangkannya sedikit lebih lama agar nilaimu bertambah. Kau harus membawakan sesuatu untuk kami agar nilaimu bertambah.” Ucap Manager Yang, Hyun Woo binggung maksud dari perkataan Manager Yang
Produk baru yang kalian rencanakan.” Jelas Manager Yang, Hyun Woo terlihat kaget begitu juga Bong Gi yang menguping dari balik dinding.

Hyun Woo pulang ke rumahnya dan berdiri didepan pintu lebih dulu mengingat perkataan Manager Yang di restoran Jepang.
Kalau kau memberitauku konsep dari produk yang Lovely kembangkan  Aku pasti akan memberimu gaji yang lebih banyak dari sekarang dan bahkan mempromosikanmu!ucap Manager Yang
Hyun Woo yang terlihat kebinggunan memilih untuk membaringkan tubuhnya walaupun matanya tetap terbuka. 

Jung Gi mengantar Da Jung sampai ke rumah sakit, lalu memberitahu sudah sampai tapi Da Jung tetap saja diam. Jung Gi kembali memberitahu mereka sudah sampai di rumah sakit. Da Jung pun tersadar dengan tatapan kosong mengucapkan terimakasih lalu melepaskan sabuk pengaman dan turun dari mobil.
Jung Gi juga ikut turun dari mobil, Da Jung menyuruh Jung Gi tak perlu mengikutinya karena bisa pergi sendiri. Jung Gi hanya bisa menatap Da Jung yang berjalan masuk ke dalam rumah sakit sendirian. 

Da Jung menuangkan segelas air untuk ibunya sambil memberitahu ibunya itu bisa bisa pulang besok sore. Nyonya Jae mengeluh pada anaknya yang bersikap santai padahal dirinya ada kemungkinan terkena kanker. Da Jung bertanya apakah ibunya mau makan bubur karena akan memberikanya dengan tangan dilipat didada.
Apa bubur lebih penting sekarang, saat aku mungkin saja terkena kanker?” keluh Nyonya Jung
Aku akan membelinya, taruhlah di microwave dan makanlah saat Ibu ingin.”kata Da Jung dingin
Aku mungkin terkena kanker!” teriak Nyonya Jung seperti meminta perhatian dari anaknya.
Apakah kanker sepenting itu? Ibu juga sangat apatis saat mendengar Ayah terkena kanker. Bukankah waktu itu Ibu juga  memprioritaskan uang yang membuat perasaan ayah semakin memburuk?” kata Da Jung

Tentu saja uang itu penting! Perawatan dan operasi membutuhkan uang! Manusia tidak ada harganya dalam urusan itu!” ucap Nyonya Jung tak mau kalah
Sungguh cara mendebat yang bagus. Jadi Manusia tidak ada harganya ? Lalu kenapa Ibu butuh aku disini? Kalau Ibu terkena kanker, aku akan melakukan apapun dengan menggunakan uangku, jadi Ibu tidak perlu khawatir.” Teriak Da Jung
Nyonya Jung kesal mendengar ucapan anaknya seperti berharap dirinya itu terkena kanker dan yang dilakukan Da Jung hanyalah melemparkan uang kepadnya lau tak perlu datang menemui anaknya lagi. Da Jung membenarkan, kalau itu sangat menyenangkan. Nyonya Jung mengumpat pada anaknya dan menyuruh untuk cepat pergi.
Da Jung merasa akan pergi karena tak munkin dirinya akan menginap dirumah sakit. Nyonya Jung menyuruh anaknya cepat pergi karena semakin melihat wajanya membuat perutnya semakin terasa sakit. Da Jung dengan mata melotot meminta ibunya tak perlu mencemaskan itu karena akan segera menghilang dari hadapanya. 


Jung Gi berdiri di samping pintu mendengar pertengkaran antara ibu dan anak, Nyonya Jung terlihat sangat menyesal memiliki anak seperti Da Jung yang tak peduli padanya. Da Jung keluar ruangan kaget melihat Jung Gi sudah ada didepan ruangan.
“Aku membelikan bubur dan merasa tidak enak hanya meninggalkan beliau begitu saja, jadi...” jelas Jung Gi gugup.
Da Jung seperti tak peduli memilih untuk meninggalkan rumah sakit, Jung Gi binggung melihat Nyonya Jung yang sendirian dan Da Jung yang meninggalkan rumah sakit. 

Jung Gi mengejar Da Jung yang sudah berjalan sendirian,  meminta agar tak bersikap seperti itu pada ibunya dan memohon agar segera kembal. Da Jung dengan ketus menyuruh Jung Gi mengurus urusanan sendiri saja. Jung Gi sadar bukan urusannya, Da Jung pun menegaskan  Jung Gi tak perlu ikut campur
Setelah mendengar pembicaraan kalian, Aku jadi tau kalau kalian memiliki banyak pertentangan.” Kata Jung Gi berkomentar
“Bukankah kau sudah mendengar kalau aku menyuruhmu untuk tidak ikut campur?” ucap Da Jung sinis berhenti berjalan.
Apa yang terjadi di masa lalu hanyalah masa lalu, tetapi kesehatan Ibumu harus diprioritaskan sekarang! Bagaimana jika keadaannya semakin memburuk dengan sikap yang kau lakukan sekarang?” kata Jung Gi khawatir
Hasilnya belum keluar. Jangan mengatakan apapun sembarangan.” Tegas Da Jung
Jung Gi sadar Da Jung  memang ingin hasilnya bagus dan sebenarnya cukup cemas terhadap Ibunya, tapi melihat sikap Da Jung tak bisa percaya bisa mengataakn hal-hal menyakitkan itu padanya, menurutnya nanti akan menyesali perbuatanya jadi meminta agar menghabiskan waktu bersama ibunya untuk pertama kalinya setelah sekian lama dan pamit pergi.

Kenapa kau bersikap seperti ini terhadapku, Kepala Nam?” ucap Da Jung, Jung Gi tak mengerti dengan pertanyaan atasanya.
Sudah kubilang urusi saja urusanmu sendiri dan jangan ikut campur! Jadi kenapa kau terus saja mengikutiku? Kau ini sangat mengganggu. Kenapa kau terus saja mencoba mencampuri hidupku?” kata Da Jung, Jung Gi binggung melihat sikap Da Jung sekarang
“Kenapa?Apa aku terlihat gampangan hanya karena aku seorang wanita yang pernikahannya selalu gagal dan senang bekerja? Apa menurutmu mengasihaniku dan mengatakan hal-hal yang sentimentil seperti itu akan membuatku tersentuh?” ucap Da Jung, Jung Gi benar-benar tak mengerti dengan yang dikatakan Da Jung.
Aku tidak tahu, apa yang coba kau lakukan dan apa niatanmu tapi berhentilah bermain-main denganku. Hubungan kita hanya berada sebatas karena pekerjaan saja! Jangan melewati batas lagi seperti yang telah kau lakukan.” Tegas Da Jung dengan mata berkaca-kaca lalu melangkah pergi. 


Ji Ho sudah tertidur lelap dikamarnya, Young Mi masih berkerja dengan memasukan semua pakaian kotor ke dalam mesin cuci. Ia pergi ke bak cucian piring yang sudah menumpuk, baru mencuci satu mangkuk ponselnya berbunyi.
Sayang, aku akan pulang terlambat malam ini. Jangan tunggu aku.” Tulis suaminya dalam pesannya. Young Mi hanya bisa mengumpat pada suaminya

Manager Jung baru saja menaiki tangga, Hyun Woo baru saja masuk kantor. Manager Jung kembal mengejek dengan melihat wajah Hyun Woo terlihat lesu saat masuk kerja. Hyun Woo mengatakan dirinya tak lesu, Manager Jung kembal mengejek berpikir bisa menganggapnya seperti itu sekarang.
Baiklah, kau memang tidak lesu. Ngomong-gomong, cepat belikan aku sandwich. Aku belum sarapan.” Ucap Manager Jung memberikan selembar uang, Hyun Woo terdiam
Kenapa?Apa kau tidak mau?” sindir Manager Jung, Hyun Woo menegaskan sikapnya itu tak benar. Manager Jung tertawa mengejeka mendengarnya.
Wah, apa kau benar-benar tidak punya akal? Aku akan segera kembali ke posisi lamaku dan akulah yang akan menulis dengan cermat ulasan kinerjamu Mengerti?” kata Manager Jung kembali mendorong pundak Hyun Woo.
Hyun Woo berani memegang tangan Manager Jung untuk menahanya dan meminta agar berhenti. Manager Jung menahan amarahnya menyuruh Hyun Woo melepaskan tanganya segera, Hyun Woo tetap memegangnya. Manager Jung mengancam Hyun Woo akan mati apabil tak melepaskanya. Hyun Woo pun melepaskan tanganya dan akan membelikan sandwich yang diperintahnya. Manager Jung berteriak meminta sandwich isi tuna sambil menyindirnya si pengkhianat brengsek.

Hyun Woo menahan amarahnya kembali mengingat perkataan Manager Yang Kalau kau memberitauku konsep dari produk yang Lovely kembangkan maka Aku pasti akan memberimu gaji yang lebih banyak dari sekarang dan bahkan mempromosikanmu!
Ketika akan duduk dibangkunya, Mi Ri terlihat sedang berbicara di telp sambil bercerita pergi ke tempat kerja dengan nyaman karena mendapat tempat duduk di kereta dan berjanji akan menelponya lagi lagi saat makan siang.
Semoga harimu indah juga, Bong Gi.” Ucap Mi Ri diakhir telp.
Jung Gi yang mendengarnya ikut merasa sedih karena Hyun Woo yang menyukai Mi Ri tapi Mi Ri malah berbicara ditelp dengan adiknya. Hyun Woo duduk dengan lesu karena keadaanya sekarang, ditekan dari depan dan belakangnya. 

Jung Gi mendatangi Hyun Woo yang duduk sendirian di sofa, sambil bertanya apakah akhir-akhir ini ada yang mengganggu pikirannya, Hyun Woo berbohong mengatakan tak ada masalah yan menganggunya.
Apa Manager Jung yang membuatmu merasa kesulitan? Kau Ingin aku bicarakan pada Direktur?” ucap Jung Gi
Tidak, tidak usah kau tidak perlu melakukan itu.” Kata Hyun Woo
Olokannya akan segera berhenti. Kau sudah tahu kan orang seperti apa dia. Tapi kalau ada yang benar-benar mengganggumu, beritau saja aku. Mengerti?” ucap Jung Gi ikut prihatin, Hyun Woo mengangguk mengerti.
Bagaimana hubunganmu dengan Nona Mi Ri? Apa ada kemajuan?” tanya Jung Gi, Hyun Woo mengelengkan kepala kalau tak ada pikiranya seperti itu. Jung Gi mengangguk mengerti. 

Jung Gi kembali ke ruangan melihat kursi Young Mi masih kosong, lalu bertanya pada Mi Ri apakah Young Mi belum datang juga. Mi Ri pikir seperti itu karena belum melihatnya. Jung Gi terlihat binggung.
Young Mi berlari masuk ke dalam sekolah dengan rambutnya yang belum disisi meminta maaf karena datan terlambat. Lalu berpesan pada Ji Ho untuk Bersenang-senanglah dengan para guru dan berjanji akan segera kembali. Ji Ho melambaikan tangan pada ibunya sebelum masuk kelas. 

Di ruang rapat
Bangku Young Mi masih kosong, Jung Gi mencoba lipstik dibibirnya dengan mengunakan cermin. Da Jung menjelaskan Lipstik Nomor 11 memiliki efek fotokromik yang bagus, tapi tingkat kecerahannya masih belum bagus. Jung Gi berkomentar Lipstik Nomor 13 terlalu lembab, jadi tidak akan bertahan lama di bibir.
Direktur Jo yang ikut mencobanya dibibir, memberitahu Nomer 8 bagus, tapi belum bisa menempel dengan bagus. Young Mi mengatakan Nomor 9 bagus, tapi terlalu matte sehingga semua cela di bibir bisa terlihat dengan jelas.
Bukankah kita harus menentukan konsep dulu sebelum mengembangkan produk supaya lebih mudah?” saran Hyun Woo
Wakil Park benar. Prosesnya akan sangat lama kalau kita terus-terusan menundanya. Mari memilih konsep hari ini, supaya kita bisa mengeri arah tujuan produuk kita akn seperti apa.” Kata Da Jung
“Ya... Segera lakukan Dan kalian tidak perlu khawatir mengenai pendanaan.” Ucap Direktur Jo sumringah.
Wah, sungguh tidak biasa! Sekarang kau tidak mengkhawatirkan uang?” komentar Jung Gi
Ada sesuatu yang sedang aku persiapkan. Pokoknya, kita tidak perlu cemas mengenai uang, lebih baik Kita pastikan saja kalau produk kita bisa jadi hit. Kalian Mengerti? Buatlah 10 atau bahkan 100 pigmen! Sesuka kalian!” ucap Direktur Jo, Da Jung melirik seperti bisa membaca sesuatu yang mencurigakan. 

Young Mi baru sampai kantor tak sengaja bertemu dengan Manager Jung,  Manager Jung menegur Young Mi yang baru saja sampai kantor. Youn Mi menjelaskanharus mengantar anak saya ke TK dulu, jadi agak terlambat.
Inilah kenapa wanita paruh baya tidak bisa berhasil.” Ejek Manager Jung
“Dengarkan.. Manager Jung... Saya tidak setiap hari terlambat karena anakku,  Hari ini tidak bisa tertolong karena mertuaku....” tegas Young Mi tapi disela oleh Manager Jung
Tidak peduli seberapa kali terjadi. Terlambat yah.. tetap terlambat. Pria paruh baya tidak melakukan ini lalu kenapa wanita paruh baya selalu menjadikan anak sebagai alasan?” ucap Manager Jung
Dan Juga, ini kan perusahaan make up? Kenapa tampilanmu seperti ini? Lakukan sesuatu dengan rambutmu dan... Kenapa kau tidak membuang dulu nasi di bajumu itu sebelum berbicara?” ejek Manager Jung melihat rambut dan pakaian Young Mi sangat acak-acakan.
bersambung ke part 2 
 FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar