Senin, 18 April 2016

Sinopsis Ms Temper And Nam Jung Gi Episode 10 Part 1

Jung Gi berjalan keluar dari kantor, Hyun Woo mengintipnya dan tiba-tiba ponselnya bergetar. Jung Gi menolehkan kepalanya, lalu melihat ponselnya yang bergetar dengan senyuman bahagia mengangkat telp Woo Joo, memberitahu akan segera pulang.
Hyun Woo bisa bernafas lega, melihat Jung Gi keluar dari kantor, pelahan berjalan ke arah laci ruangan Da Jung dan mencari berkas konsep produk baru setelah itu membuat salinan foto kopinya. 

Di sebuah ruangan mewah
Ji Sang melipat tangan didada memberitahu Bagian yang harus dibaca dengan hati-hati adalah bagian yang berkaitan dengan transfer dan pembagian saham, dan meminta agar Direktur Jo memastikan sesuatu tidak akan memiliki potensi yang akan merugikanya.  Direktur Jo melihat lembar demi lembar merasa kalau semua hampir tepat yang dibicarakanya, lalu berhenti sejenak menanyakan maksud dari kalimat yang ditulis pada surat kontrak
Kondisi yang mengatakan bahwa kau boleh memberhentikan seseorang apabila diperlukan, Apakah ini artinya restrukturisasi?” tanya Direktur Jo
Oh, mengenai itu? Itu karena aku sering membuat perjanjian dengan Direktur  yang memiliki banyak pegawai dan tidak melakukan apapun setelah mengambil uangku. Sebagai seorang investor, bukankah wajar bagiku menginginkan yang terbaik bagi perusahaan?” kata Ji Sang menyakinkan.

Direktur Jo langsung menyetujuinya, lalu melihat surat kontrak yang sudah diberikan cap oleh Ji Sang. Akhirnya Ia memberikan pada bagian tengah surat kontrak sambil mengucapkan terimakasih. Ji Sang dengan senyuman merasa mereka sudah berada dikapal yang sama sekarang dan mengulurkan tanganya. Direktur Jo berdiri sambil membungkukan badan menjabat tangan Ji Sang. 

Di perjalanan pulang
Direktur Jo terharu menelp istrinya memberitahu sudah mengamankan investasi untuk mereka berdua dan jumlahnya 1 milyar won, dengan bangga mengatakan kalau dirinya itu sangat berbakat sekarang. Tapi sang istri merasa terganggu dengan suara terikan suaminya dan menyuruhnya untuk segera pulang ke rumah.
Kau selalu mengomeli aku karena berusaha untuk tetap menjaga bisnis ini, benarkan? Tunggu saja! Aku akan membayar semua hutang-hutangku pada ibumu dan membuatmu hidup dalam kemewahan! Itu luar biasa bukan? Apa kau tidak bahagia?” kata Direktur Jo menjerit bahagia. 
Ji Sang memberikan surat kontrak pada sekertarisnya, Sang Sekertaris tapi percaya Direktur Jo yang lebih cepat tertipu daripada yang diperkirakan. Ji Sang pikir Tidak ada yang bisa menolak uang gratis lalu bertanya bagaimana dengan keuangan tahun lalu, apakah sudah memeriksanya. Sekertarisnya sudah pasti memeriksanya.
Aku tidak yakin berapa banyak yang bisa kita dapatkan karena itu adalah perusahaan kecil dan aku mengantar barangnya dengan aman” ucap sekertaris
Flash Back
Si sekertaris sengaja menyamar seperti kurir pengantar paket dengan mengirimkan pada Da Jung.
Ji Sang meminum winenya dengan lirikan dinginnya, Sementara dirumah Da Jung benar-benar kaget melihat paket yang diterimanya, tanganya bergetar dan meremas semua jarinya, nafasnya tak beraturan. 

Hyun Woo menuruni tangga dari kantor dan terkejut melihat Bong Gi dan Mi Ri berjalan bersama. Bong Gi pun dengan ramah menyapa Hyun Woo. Mi Ri tahu sebelumnya Hyun Woo sudah lebih dulu meninggalkan kantor. Hyun Woo mengaku ada yang ketinggalan, jadi kembali untuk mengambilnya
Bagaimana dengan kalian berdua? Kenapa kalian kesini?” tanya Hyun Woo yang melihat keduanya berjalan ke kantor
Oh, aku masih harus mendesain kemasan, tapi dia mengajakku makan malam bersamanya Jadi aku makan malam dulu sebelum kembali kesini” jelas Mi Ri, Bong Gi pikir kalau tahu Hyun Woo masih di kantor mereka  bisa makan sama-sama.
Hyun Woo terlihat sinis merasa tak perlu, Mi Ri mengingatkan pada Bong Gi untuk menonton film bersama akhir pekan lalu pamit dengan senyumannya. Bong Gi pun mengangkat tanganya sebagai salam perpisahan. Mi Ri pun pamit pada Hyun Woo agar berhati-hati saat pulang. Bong Gi pun memberikan semangat agar berkerja keras. Mi Ri pun berjalan masuk ke dalam kantor. 

Bong Gi merasa Mi Ri itu bekerja terlalu keras. Hyun Woo merasa Bong Gi pikir semuanya akan selesai kalau dikerjakan setengah-setengah karena mereka semua harus bekerja keras untuk sukses dan diakui. Bong Gi bertanya apa pentingnya  mendapatkan pengakuan dari orang lain, lalu berpesan agar jangan terlalu berkerja keras pada Hyun Woo karena mungkin bisa sakit, tekanan darah tinggi dan Diabetes!
Hidup hanya satu kali, jadi kita harus menikmatinya, benarkan?” ucap Bong Gi
Kau menyebut itu menikmati hidup? Bukan, itu disebut hidup serampangan” ejek Hyun Woo yang melihat tingkah Bong Gi seperti tak punya pekerjaan lalu berjalan pergi.
Memang benar aku hidup serampangan Tapi setidaknya aku tidak mencuri barang milik orang lain atau mengkhianati seseorang Jadi berhentilah membenciku. Mari kita menjadi akrab, oke?” kata Bong Gi yang membuat Hyun Woo melotot kaget mendengarnya tapi setelah itu memilih untuk pergi meninggalkanya. Bong Gi penasaran dengan Hyun Woo bisa mengerti ucapanya itu. 


Manager Yang berbicara di telp, meminta agar tak khawatir karena pihak Gold sudah menyiapkan kontrak dengan gaji yang diinginkan, serta sangat mengerti sudah membuat keputusan yang sulit jadi sebagai balasan.
Hyun Woo menutup telpnya setelah berbicara dengan Manager Yang, lalu duduk diatas tempat tidurnya dengan wajah tegang. 

Direktur Jo keluar dari rumah pamit dengan sang istri, Nyonya Shin berteriak agar suaminya tak pulang dengan keadaan mabuk malam ini. Direktur Jo kesal karena sudah mengomelnya pagi-pagi padahal sengaja minum bukan untuk kesehatannya dan merasa istrinya itu tak tahu bisnis sama sekali.
Ketika keluar rumah, ia mengeluh melihat seseorang yang memarkir mobil di depan rumahnya, lalu berjalan ke parkiran mobilnya. Pria berjas membuka pintu mobil dan meminta Direktur Jo untuk masuk ke dalam. Direktur Jo binggung lalu bertanya siapa orang itu. Si pria berjas menerima telp dan memberikan pada Direktur Jo.
Ji Sang berada diapartement, bertanya Apa Direktur Jo menyukai hadiahnya. Direktur Jo baru sadar kalau Ji Sang yang mengirimkan sebuah hadiah mobil serta sopir. Ji Sang menjelaskan mobil itu adalah hadiah dariku sebagai penghargaan atas penandatanganan kontrak mereka. Direktur Jo terlihat kebinggungan dengan mengeluarkan suara aneh. Ji  Sang pikir Direktur Jo tidak menyukai mobilnya, bisa menggantinya dengan model yang lain. Direktur Jo langsung mengatakan sangat menyukainya,  dan mengakui Ini pertama kalinya menerima hadiah hebat seperti ini jadi membuatnya tak bisa berkata apa-apa . 

Jung Gi mengeluh adiknya yang sudah bicara omong kosong dipagi hari, Bong Gi mengatakan sedang membicarakan tentang Hyun Woo, memita agr menjaganya dengan sangat baik dan memiliki punya alasan penting untuk mengatakan hal seperti itu. Jung Gi makin binggung bertanya alasan penting seperti apa.
Kau  pasti sangat frustasi! Kau bilang dia adalah pekerja keras Kalau dia berbakat seperti yang kau bilang, tempat lain akan berusaha mencurinya Dan kalau benar, aku yakin dia tidak punya orang yang bisa diajak bicara di kantor Jadi ini saatnya kau harus benar-benar memperhatikannya dengan baik!” jelas Bong Gi penuh kode isyrat
Nam Bong Gi, apa kau tahu sesuatu?” tanya Jung Gi merasa adiknya menyembunyikan sesuatu yang tak diketahuinya
Mana aku tahu? Aku hanya mengatakan begitulah yang aku rasakan” kata Bong Gi lalu merasa lelah dan masih mengantuk padahal baru saja terbangun dari tidurnya. 

Semua berkumpul diruang rapat sambil bermain tangga, Young Mi meminta agar Da Jung ikut memilih, Da Jung memilih nomor dua dan hasilnya adalah Gratis, Mi Ri mengeluh atasanya itu bisa mendapatkan gratis. Jung Gi melihat Hyun Woo hanya melamun saat semua sedang bermain.
Kata-kata Bong Gi kembali teringat Kalau dia berbakat seperti yang kau bilang, tempat lain akan berusaha mencurinya. Dan jika benar, aku yakin dia tidak punya orang yang bisa diajak bicara di kantor Jadi ini saatnya kau harus benar-benar memperhatikannya dengan baik!
Young Mi menanyakan pilihanya, Jung Gi pikir Hyun Woo yang lebih baik memilih duluan. Hyun Woo tersadar dari lamunan, lalu mengaku kalau tak lapar. Jung Gi menyuruh Hyun Woo tetap ikutan dengan memilihkan angka satu. Sebuah mobil mewah masuk ke dalam kantor, Mi Ri dkk langsung melihat dari jendela dengan Direktur Jo yang turun dengan mengunakan kacamata hitamnya layaknya seorang bos. 

Semua keluar dari kantor menyapa Direktur Jo dengan mobil buatan luar negeri. Jung Gi melihat mobil baru atasanya pasti sangat boros BBM mengunakan mobil mewah. Direktur Jo memperingati Jung Gi tak boleh menyentuh mobilnya hanya boleh dilihat saja, karena nanti sidik jarinya mengotori mobilnya
Tapi,  apa yang kalian lakukan sebelumnya terburu-buru keluar ke pakiran?” tanya Direktur Jo
Kami sedang bermain permainan tangga untuk melihat berapa yang harus kita bayar untuk makan siang, Kau mau memilih nomor? Ini untuk jjajjangmyun.” Jelas Young Mi
Kau pikir aku akan merendahkan derajatku sama dengan levelmu?” ejek Direktur Jo sombong, Young Mi pikir tak masalah karena selama ini Direktur Jo selalu melakukannya bersama mereka bahkan yang menyarankan cara seperti ini
“Sudalah Terserah,...  pakai  uang ini untuk makan siang Ini bukannya jjajjangmyun mahal... Dan kenapa kalian bermain permainan tangga? Ini sebabnya kenapa kalian terjebak dengan keadaan biasa-biasa saja” ejek Direktur Jo lalu menyuruh mereka juga memesan menu tambahan juga.
Da Jung melihat dari depan pintu, Direktur Jo yang memberikan uang dengan mudah  pada pegawainya. Direktur Jo menaiki tangga dan sempat menyapa Da Jun didepan pintu. Mi Ri binggung melihat Direktur Jo yang sebelumnya pelit tapi sekarang terlihat mudah mengeluarkan uang. Young Mi juga tak tahu, menurutnya itu sikap Direktur Jo sekarang layaknya seorang bajingan. Hyun Woo masih terpana melihat mobil baru Direktur Jo. Da Jung dari atas merasakan ada sesuatu yang janggal. 

Di ruangan
Da Jung bertanya apakah Jung gi tahu siapa yang ditemui Direktur Jo belakangan ini. Jung Gi dengar Direktur Jo menemui investor, tapi tidak tahu siapa orangnya dengan sedikit berbisik Direktur Jo pergi ke tempat hiburan pribadi setiap malam, lalu berpikir akan mencari tahu.  Da Jung pikir tak perlu dan menyuruh Jung Gi untuk fokus saja pada eyeshadows baru yang mereka kerjakan.
Jung Gi mengerti dan langsung keluar dari ruangan. Da Jung berpikir sejenak lalu mengambil ponselnya.

Bong Gi sudah mengunakan pakaian jasnya dengan rapih, tak lupa mengunakan kacamata hitamnya lalu dengan bangga Da Jung yang memberikan tugas lagi pada orang  berbakat seperti dirinya.
Bagaimana dia akan mengatasinya tanpa Nam Bong Gi ini?”  ucap Bong  Gi bangga melihat dirinya di cermin.
Ponselnya berdering, dengan suara lantang mengatakan sedang dalam perjalanan dan segera berangkat pergi. 


Da Jung keluar dari ruangan memberikan berkas yang dibuat Mi Ri tentang desainnya produk Restart”. Mi Ri bertanya apakah Da Jung menyukai perubahan yang sudah dilakukanya dengan memberitahu sudah mengerjakannya semalaman kemarin,  Da Jung berkomentar bentuk kemasan sudah bagus jadi meminta agar segera diproses. Mi Ri tak percaya Da Jung bisa langsung menyukainya, Hyun Woo melirik ke arah Mi Ri dengan tatapan mencurigakan.

Di Gold, Manager Yang sedang mengopy berkas berjudul [Rencana Konsep Restart Ditulis oleh Nam Jung Gi] sambil tertawa bahagia memuji karena sudah membuat keputusan yang sangat baik. 
Berharaplah yang tinggi, karena usahamu akan segera dihargai” ucap Manager Yang ditelp.
Setelah itu berjalan ke ruang rapat dengan bangga, melempar berkas miliki Da Jung kalau itu akan menjadi produk baru mereka yaitu  "Restart!" Semua melihat gambar produk lipstik yang akan dikeluarkan 


Direktur Jo melihat proposal produk baru "Restart" berkomentar sangat menyukainya, lalu bertanya Berapa lama waktu yang mereka miliki untuk merilisnya. Da Jung mengatakan 10 hari. Direktur Jo merasa Lovely akhirnya melepaskan takdirnya sebagai perusahaan bawahan dan memuji kerja Da Jung yang bagus.

Direktur Kim tertawa bahagia melihat nama merek baru “Restart, menurutnya terasa hebat sekali di lidahnya dan memuji Manager Yang sanga berbakat sampai bisa berpikir untuk mencuri dari Lovely.
Kita menyimpan uang di bagian pengembangan dan mengubur pesaing kita! Ini "menangkap dua burung dengan satu batu," Direktur.” Bisik Manager Yang bangga
Jadi kita mendapatkan produk yang bagus dan membuat marah Ketua Ok” ucap Direktur Kim tertawa bahagia, Manager Yang juga ikut tertawa bahagia.
Pastikan kau membuat semua tindakan pencegahan yang kau bisa” tegas Direktur Kim tak ingin kejadian sebelumnya terulang lagi, Manager Yang dengan saja serius akan melakukanya.
Direktur Kim bertanya kapan Lovely akan merilis produknya, Manager Yang mengatakan dalam 10 hari lagi. Direktur Kim menyarankan mereka merilisnya sehari sebelum Lovely. Manager Yang dengan sedikit membungkuk mengatakan akan segera melakukanya. Direktur Kim tertawa bahagia karena mengetahui merek baru yang sangat enak di ucapkan pada lidahnya. 


Ji Sang melihat produk lipstik yang akan dikeluarkan Lovely, Direktur Jo menanyakan pendapat Ji Sung tentang produk yang akan mereka keluarkan sambil menjelaskan kalau berjalan dengan baik, sangat yakin Ji Santidak akan rugi berinvestasi pada Lovely, Ji Sang pikir Direktur Jo tak perlu melaporkan setiap detailnya padanya seperti itu.
Aku tidak ikut campur dalam urusan perusahaan hanya karena aku berinvestasi. Aku ingin kita bisa memiliki hubungan yang santai, hubungan yang nyaman, seperti seorang teman” kata Ji Sang, Direktur Jo terlihat gugup Ji Sang akan menganggapnya sebagai teman karena menjadi sebuah kehormatan baginya.
Rencananya bagus, ini adalah investasi yang berharga” komentar Ji Sang
Ya, kami memiliki Ketua Ok Da Jung,dan dia benar-benar seorang bintang, sangat berbakat, meskipun dia sedikit pemarah” cerita Direktur Jo memuji Da Jung
Oh, aku mengerti, Selain itu aku menyiapkan satu hal lagi untukmu” ucap Ji sang 

Direktur Jo tak enak hati karena sebelumnya Ji Sang sudah memberikan banyak. Disisi restoran lainya, terlihat Bong Gi yang diam-diam mengambil gambar dari belakang. Sekertaris Ji Sang berjalan ke arah bosnya, merasakan ada seseorang yang mengambil gambarnya, lalu membalikan badanya.
Bong Gi berpura-pura sedang menelp sambil memegang koran ditanganya, Sekertaris melihat sekeliling setelah melihat tak ada yang mencurigakan langsung kembali menemui Ji Sang kalau semua sudah siap. Ji Sang mengajak Direktur Jo untuk segera pergi.
Ketika Bong Gi akan mengikutinya, tak sengaja menyengol pelayan dan membuat kekacauan dengan memecahkan gelas. Dengan wajah binggung, Bong Gi sempat meminta maaf dan berusaha mengikuti lagi Ji Sang dan Direktur Jo.

Da Jung melihat foto yang diambil oleh Bong Gi dari ponselnya,  hanya terlihat dari bagian belakang pria yang bertemu dengan Direktur Jo. Bong Gi menceritakan pria yang dilihatnya itu sangat hebat,  masuk dan keluar dengan cepat, dan ia sudah berusaha keras untuk tidak ketahuan jadi tidak bisa mengikutinya.
Sewalah kamera dengan lensa telephoto, Ini tidak cukup bagus” ucap Da Jung, Bong Gi bertanya dengan biaya sewanya.
Aku yang bayar” ucap Da Jung tanpa ragu, Bong Gi dengan senang hati akan melakukan perintahnya dengan membuka kacamata hitam dan memberikan kedipan matanya. 

Bong Gi berjalan masuk ke dalam rumah seperti seorang yang sedang mengintai seseorang. Diruang tengah, Woo Joo dan Tuan Nam sedang asik menonton TV sambil makan es krim. Bong Gi berguling dilantai agar tak ketahuan kedatanganya lalu kembali bersembunyi dibalik dinding.
Tuan Nam binggung dengan tingkah anaknya yang baru pulang, Bong Gi meminta ayahnya tak boleh bicara pada seorang Agen rahasia. Woo Joo merasa pamanya itu sedang mengikuti audisi jadi bertingkah seperti itu. Bong Gi pun masuk kamar layaknya seorang agen rahasi yang sedang mengintai seseorang. Tuan Nam berharap anaknya itu bisa berbuat sesuatu untuk dirinya sendiri

Ruang Rapat
Da Jung melihat produk lipstik dan melihat salah satu warna yang terbaik, Jung Gi juga menyetujuinya. Young Mi mengusulkan mereka juga membuat warna yang lainnya juga. Da Jung bertanya pada Hyun Woo dan Mi Ri apakah keduanya tak punya pendapat tentang produk mereka.
Hyun Woo dan Mi Ri dengan wajah lemas mengatakan kalau ia juga menyukai pilihan Da Jung. Da Jung akhirnya memutuskan untuk mulai mengerjakan sesuai keputusan dan memberikan tugas pada Jung Gi. Young Mi mengusulkan menempatkannya di toko online setelah produknya di produksi. Da Jung juga ingin  menempatkan bersama produk yang lain jadi menyusulkan untuk membuat banner dalam bentuk hitungan mundur
Jung Gi melihat itu suatu ide yang bagus. Young Mi juga setuju  dan membuat hitungan mundur tujuh hari mulai dari sekarang dan berhara p Serum Tap-Tap dan produk kosmetik baru akan terjual seperti kue, Mi Ri tiba-tiba berkomentar apa gunanya menjualnya dengan baik tapi mereka tidak mendapatkan apa-apa.
Semua terdiam mendengar komentar Mi Ri yang terdengar sinis. Mi Ri menyadari omonganya salah dan meminta agar melupakanya karena asal bicara saja lalu keluar ruangan di ikuti oleh Hyun Woo. Young Mi pikir Mi Ri tak sepenuhnya salah dan ikut keluar dari ruangan. Jung Gi dan Da Jung saling menatap binggung. 

Manager Yang berjalan diGold dengan senyumanya, Yoon Ho yang melihatnya langsung memanggilnya. Manager Yang terlihat tak suka tapi mencoba untuk tersenyum menyapa Yoon Ho, mengatakan kalau ia sedang sibuk dan bertanya apakah ada yang ingin dibicarakan.
Tim mu melakukan kerja bagus, tidak banyak waktu yang tersisa sampai perilisan, benarkan?” ucap Yoon Ho membawa berkas produk yang akan dilkeluarkan Manager Yang
Sebenarnya masih ada waktu satu minggu, tapi kami merilisnya lebih cepat satu hari” kata Manager Yang bangga
“Wah... kalau begitu aku anggap semuanya berjalan dengan baik?” komentar Yoon Ho berjalan mendekati Manager Yang.
Yah, kami masih sedang mengerjakannya” ucap Manager Yang terlihat sedikit rendah hati.
Aku dengar kau merencanakan semuanya sendirian, apakah itu benar?” kata Yoon Ho
Aku belajar dari melihat orang lain, tapi aku bisa mengatur ini sekarang” ucap Manager Yang bangga sambil mengangkat berkas ditanganya lalu pergi. 

Manager Yang pergi ke mesin penghancur untuk membuang berkas yang dicuri dari Lovely, saat itu juga Yoon Ho datang langsung menghentikan dan melihat proposal Produk Lovely yang ada ditangan Manager Yang. Manager Yang terlihat kesal dengan sikap seniornya. Yoon Ho meminta Manager Yang memberitahu siapa yang memberikan berkas itu. Manager Yang malah berteriak kalau Yoon Ho pura-pura tak tahu. Yoon Ho mencengkram baju Manager Yang dengan mata melotot bertanya siapa yang memberikan berkas itu padanya. 

Da Jung membuka amplop coklat langsung melotot kaget melihat berkas milik produk baru Lovely yang sudah sedikit hancur dibagian ujungnya. Yoon Ho memberitahu Manager Yang memegang berkas itu dengan mengatakan bahwa sudah meminta pada seseorang, tapi tidak mau mengatakan siapa orangnya, jadi tidak tahu banyak tentang hal itu.
Apakah Direktur Kim yang menyuruhnya melakukan ini?” pikir Da Jung.
Itu anggapan yang aman.Seperti yang kau tahu, Manajer Yang sangat setia pada Direktur Kim” ucap Yoon Ho. Da Jung juga yakin dengan hal itu.
Kau tidak punya waktu sebelum perilisannya, apa yang akan kau lakukan? Aku rasa Gold akan membuat produk ini,  Kau memiliki keuntungan dalam produksi, bagaimana kalau lebih cepat merilisnya?” kata Yoon Ho
Aku harus memikirkannya, terima kasih sudah memberitahuku” ucap Da Jung
Aku memberitahumu soal ini bukan karena ingin mendengar itu darimu Aku hanya tidak menyukai cara kerja Direktur Kim,Hanya itu saja” tegas Yoon Ho lalu berajak pergi
Da Jung memanggil Yoon Ho, mengucapakan Terima kasih sudah menemui ibunya di rumah sakit, Yoon Ho menangguk lalu segera pamit pergi pada Da Jung, sang mantan istri. Da Jung menatap berkas yang sudah dicuri Gold sambil mengigit bibirnya. 

Jung Gi dipanggil oleh Da Jung masuk ke ruangan, Da Jung langsung menutup ruangan agar tak terlihat dari luar. Jung Gi nampak binggung karena Da Jung menutup ruangan agar tak terlihat dari luar. Da Jung memperlihatkan berkas yang sudah di terkena mesin penghancur dengan nada curiga, berpikir kalau Jung Gi yang melakukannya. Jung Gi sempat berteriak tapi Da Jung memberi kode agar Jung Gi memelankan suaranya.
Omong kosong macam apa ini, Kenapa aku membagi informasi tentang sesuatu yang aku buat? Bagaimana kau bisa meragukan aku seperti ini, ketua?” ucap Jung Gi tak percaya
Mereka bilang bahwa pihak Gold menawarkan uang dan promosi, jadi Itu lebih dari cukup untuk dijadikan alasan untuk melakukannya” ucap Da Jung
Kenapa kau menuduhku? Bukan aku pelakunya!” ucap Jung Gi kesal
Bisakah kau bersumpah atas hidupmu?” kata Da Jung masih tak percaya, Jung Gi dengan mata melotot berani bersumpah.
Da Jung meminta Jung Gi bersumpah demi ayahnya, Jung Gi pun berani tak melakuan demi sang ayah. Da Jung masih tak percaya, meminta Jung Gi bersumpah demi Woo Joo. Jung Gi dengan mata melotot berani bersumpah demi anaknya. 

Young Mi menepuk pundak Mi Ri sambil berisik bertanya Sudah berapa lama Kepala Bagian Nam ada di dalam ruangan bersama Da Jung. Mi Ri pikir sekitar 10 menit. Young Mi penasaran apa yang dilakukan keduanya dengan tirai yang menutupi ruangan dan tak terlihat dari luar. Mi Ri juga tak tahu tapi penasaran yang dilakukan keduanya. Hyun Woo melirik ke arah ruangan Da Jung terlihat gelisah. Young Mi berharap keduanya tak melakukan sesuatu yang aneh-aneh. 

Di Dalam ruangan
Da Jung menyuruh Jung Gi untuk lebih mendekat padanya, Jung Gi pun berlutut didekat meja atasannya. Da Jung menanyakan dugaanya pada Young Mi karena akhir-akhir ini mengalami kesulitan pada anaknya. Jung Gi pikir sudah pasti bukan dia. Da Jung memastikan apakah Jung Gi yakin dengan hal itu.
Kami sudah bekerja bersama selama 15 tahun Dia memang kasar, tapi orang yang setia! Dia tidak akan pernah menusuk rekan kerjanya dari belakang” cerita Jung Gi yakin
Bagaimana dengan Jang Mi Ri?” kata Da Jung kembali menduga-duga
Sudah pasti bukan dia juga, Aku telah mengawasinya dari dekat sejak dia diterima bekerja. Mi Riselalu melakukan tugasnya dengan baik dan terpercaya! Jadi Dia bukan tipe yang akan melakukan hal seperti itu!” jelas Jung Gi
Kalau begitu... Park Hyun Woo?” ucap Da Jung
Sudah pasti bukan dia! Dia adalah teladan ketulusan! Dia juga sangat sopan dan bukan tipe orang yang akan melakukan hal seperti ini! Aku bisa menjamin bukan dia pelakunya” kata Jung Gi

Da Jung terlihat kesal dengan begitu pelakunya mungkin diantara semua pegawai. Jung Gi sedikit ketakutan menduga Da Jung sendiri pelakuanya. Da Jung berteriak marah karena Jung Gi seperti mengajaknya bercanda sekarang. Jung Gi sampai terpelanting karena mendengar teriakan Da Jung lalu meminta maaf.
“Apa Kau benar-benar tidak bisa memikirkan siapa kira-kira pelakunya?” ucap Da Jung benar-benar binggung
Aku tidak tahu dengan departemen yang lain Tapi aku yakin itu bukan perbuatan seseorang dari departemen pemasaran!” kata Jung Gi, Da Jung masih belum percaya, Jung Gi menyakinkan bukan orang dari departement mereka.
Tidak... sejujurnya, aku tidak yakin pada apapun. Gumam Jung Gi merasa sudah bisa mengetahui siapa orangnya. 


Jung Gi berlari keluar kantor menelp adiknya meminta mengatakan apapun yang diketahuinya, dengan menanyakan alasan Bong Gi yang menyebut-nyebut nama Hyun Woo. Bong Gi sedang ada didalam mobil dengan kamera lensa panjangnya, ikut panik bertanya apa yang terjadi sebenarnya.
Rencana produk baru kami entah bagaimana berada di tangan Gold, dan itu bencana! Kami mungkin kehilangan produk terbaru kami pada mereka!” cerita Jung Gi benar-benar kesal
“Oh My God....  Jadi wakil Park benar-benar melakukannya” komentar Bong Gi kaget, Jung Gi masih tak percaya Hyun Woo itu memang  seorang bajingan
Itu sebabnya dulu aku menyuruhmu untuk memperhatikannya! Sepertinya kalian mengacaukan!” keluh Bong Gi pada sang kakak yang tak mendengarnya.
Jung Gi langsung menutup ponselnya tanpa peduli adiknya yang memanggilnya dan mengumpat kesal pada Hyun Woo yang berani mengkhianati. Bong Gi merasa kakaknya akan mengalami trauma lagi sekarang, ponselnya kembali berdering dengan sumringah memanggil “noonim” memberitahu sedang bergerak sekarang, lalu melihat mobil didepanya belum ada siapa-siapa bersama.
Direktur Jo duduk seperti bos dikursi belakang, merasa  Sungguh cuaca yang bagus. Bong Gi dengan sangat yakin akan mendapatkan foto yang bagus kali ini. Temanya yang menyetir mobil seperti tak yakin Bong Gi akan membayar jasanya kali ini.  Bong Gi meminta temanya yang bernama Chul Gu tak perlu khawatir karena dapat banyak uang kali ini, jadi mereka tidak boleh kehilangan target dan tidak boleh ketahuan, Chul Gu mempelihatkan cara menyetirnya yang lihai dan  Bong Gi dengan cepat mengambil foto dari beberapa sisi layaknya seorang paparazi. 

Jung Gi yang terlihat binggung menatap satu-satu pegawainya dari Mi Ri lalu Young Mi. Di sebuah taman bermain, Hyun Woo sudah duduk dibangku, menanyakan alasan Jung Gi mengajaknya bicara ditaman bukan dikantor saja. Jung Gi menghela nafas lebih dulu sebelum bicara.
Berapa banyak kau dibayar? Aku berbicara tentang Restart. Kau yang menyerahkan rencana kita pada Gold, benarkan? Apa 100 juta? Ah Tidak, itu terlalu sedikit Kita semua bekerja keras untuk membuatnya, jadi....200 juta? Apa kau meminta setidaknya 300 juta won?” ucap Jung Gi seperti sudah bisa menebak Hyun Woo yang membocorkanya. Hyun Woo tertunduk diam
Aku tidak tahu berapa tepatnya yang mereka tawarkan padamu Tapi aku yakin, mereka menawarkan uang yang sulit untuk didapatkan orang sepertimu dan Aku yakin jumlah uangnya sangat banyak, Itu sebabnya kau kehilangan akalmu dan melakukan hal seperti itu Tapi meski begitu, kau seharusnya tidak melakukan itu” ucap Jung Gi benar-benar marah.
Kenapa kau pikir aku pelakunya?” tanya Hyun Woo tak percaya Jung Gi menuduhnya
Jangan coba mengelak kali ini! Seseorang melihat kau melakukannya!” teriak Jung Gi marah
Itu benar, aku memang menerima tawaran seperti itu dan memang benar aku tergoda dengan uang yang mereka tawarkan padaku. Aku bosan tidak punya uang dan benci tidak bisa mengakui perasaanku pada wanita yang aku cintai karena aku tidak punya apa-apa, Selain itu  aku benci dikasihani oleh orang seperti Manajer Jung” kata Hyun Woo berdiri dari tempat duduknya.
Meski begitu, bagaimana bisa kau menjual proposal produk kami?” jerit Jung Gi marah
Kenapa, tidak boleh? Apakah pegawai lain tahu apa yang telah aku lalui? Tidak ada seorangpun dari kalian yang perduli padaku dan tidak ada yang melindungiku karena aku tetap setia pada tempat ini!” tegas Hyun Woo merasa tertekan dengan ejekan Manager Jung

Jun Gi mencengkram baju Hyun Woo dengan penuh amarah, Hyun Woo bertanya apa untungnya menjadi setia karena mungkin akan berakhir seperti diri Jung Gi dalam sepuluh tahun mendatang dan ia tak mau menjadi seperti Jung Gi yang sekarang jadi berusaha untuk segera pergi dari tempatnya sekarang  berkerja.
Tapi bukan aku pelakunya” ucap Hyun Woo, Jung Gi binggung mendengar pengakuan Hyun Woo.
Aku juga tidak tahu kenapa aku tidak melakukannya, tapi aku tidak menyerahkannya kepada mereka dengan menahannya dengan moral yang masih tersisa di diriku, dengan semua ini tak ada yang memberiku penghargaan hal itu” ucap Hyun Woo melepaskan cengkraman tangan Jung Gi lalu kembali berjalan ke kantor. Jung Gi hanya bisa diam karena tuduhanya salah. 



Direktur Jo sudah ada disalon dengan pejepit di rambutnya agar terlihat bagus rambutnya, salah seorang yang lainnya merapihkan bentuk alisnya. Direktur Jo meminta agar periasnya bisa membutanya terlihat lebih baik lebih muda dan ramping.
Bong Gi terlihat binggung dengan yang dilakukan Direktur Jo didalam salon lalu meminta temanya untuk mengambil fotonya. Chul Gu pun mencoba mengambil gambarnya dari jarak jauh sementara Bong Gi kembali menerima telp. Da Jung menanyakan keberadaan Direktur Jo sekarang. Bong Gi memberitahu terus menempel padanya, tapi ada yang aneh karena Direktur Jo pergi ke salon bahkan bermake up.  Da Jung meminta agar Bong Gi terus mengawasinya. 

Jung Gi masuk ruangan kembali menutup tirai agar tak terlihat dari luar, Young Mi langsung berlari ke arah Mi Ri tak percaya keduanya kembali di dalam ruangan dengan menutup tirai.
Apa benar-benar terjadi sesuatu diantara mereka berdua?” dugaan Young Mi, Mi Ri pikir seperti itu
“Hei... Wakil Park! Apa kau tahu sesuatu tentang ini?” tanya Young Mi penasaran, Hyun Woo berbohong mengatakan tidak tahu sama sekali.
Jung Gi melapor sudah memastikan kalau bukan Hyun Woo pelakunya, Da Jung pun menyimpulkan sekarang tuduhan mereka tertuju pada Young Mi dan juga Mi Ri. Jung Gi menyarankan mereka memberitahu keadaan gawat ini pada semua orang. Da Jun menolaknya, karena jika mereka melakukan itu dan Gold mendengarnya, maka pihak Gold hanya akan memperburuk situasi
Kalau begitu, apa kau punya ide Ketua?” tanya Jung Gi kebinggungan.
Mari kita laksanakan rencana B” kata Da Jung dengan penuh keyakinan. 

Jung Gi keluar ruangan dan langsung mendekati Young Mi, dengan wajah penasaran Young Mi bertanya-tanya Kenapa ada banyak rahasia diantara Jung Gi dan Da Jung belakangan ini dan memintanya agar membaginya apabila yang berkaitan dengan pekerjaan. Jung Gi mengajak Young Mi untuk bertemu di ruang rapat. Young Gi berlari mengikuti Jung Gi merasa yakin pasti ada sesuatu yang terjadi.
Hyun Woo hanya bisa tertunduk dengan melirik Young Mi yang hanya bicara dengan Jung Gi. Mi Ri menerima telp dari Da Jung yang diminta untuk menemui diruanganya. Hyun Woo merasa tersisihkan karena tak diajak bicara oleh Da Jung dan juga Jung Gi.
 Young Mi kaget mendengar Produk “Lapisan atas” sementara Mi Ri juga kaget mendengar produk “Pemulas bibir”. Jung Gi menjelaskan Produk mereka Restart mencoba untuk memasukkan warna-warna cerah jadi harus membuat lapisan atas untuk membuatnya tahan lama dan mereka hanya punya waktu satu minggu dan jadi berharap Young Mi bisa dikerjakan. Young Mi rasa sudah tak punya pilihan jadi tentu saja bisa melakukanya.
 
Restart mencoba untuk memasukkan warna-warna cerah Untuk itu kami berpikir untuk merilis pemulas bibir Kita hanya punya waktu satu minggu, tapi kau bisa mendesain kemasannya kan?” ucap Da Jung dalam ruanganya, Mi Ri yang terlihat melonggo berpikir bisa melakukanya.
Ini harus dirahasiakan, jadi pastikan hanya kau yang mengetahui tentang ini” ucap Da Jung dan Jung Gi bersamaan walaupun dalam ruangan berbeda.
Young Mi mengerti dan berjanji akan merahasiakannya. Jung Gi pun mengantungkan semua harapannya pada Young Mi. Sementara Mi Ri yang nampak terkejut, akan memastikan semuanya tetap menjadi rahasia lalu pamit pergi sekarang juga. 

Direktur Jo sedang berpose disebuah studio foto, dengan gaya yang menurutnya terlihat baik. Fotographer mengambil foto Direktur Jo dari beberapa sisi, dibelakang Ji Sang melihatnya dengan seksama. Fotographer meminta Direktur Jo mengangkat tanganya seperti sedang gembira. Direktur Jo seperti menerima sebuah jackpot mengangkat dua tangan dengan wajah bahagia.
Apa kau menyukai hadiah kedua yang aku siapkan untukmu?” tanya Ji Sang, Direktur Jo tersenyum bahagia mengatakan sangat menyukainya
Aku yakin fotonya akan jadi bagus Direktur Jo” komentar Ji Sang, Direktur Jo tersipu malu mendengarnya.
Ji Sang pun meminta seorang pria untuk mengurusnya, Pria itu pun akan mengurusnya dan meminta ganti dengan memberikan sebuah acara nanti. Ji Sang berbisik kalau akan menghubunginya nanti.
Wartawan itu pu merasa sudah cukup pengambilan fotonya dan aka memulai wawancara. Direktur Jo dengan sangat bahagia duduk disofa, mempersilahkan untuk menanyakan saja  dan akan menjawabnya dengan penuh ketulusan, Wartawan mulai menanyakan pertanyaan sejak kapan memulai bisnisnya. 

Da Jung duduk diruangan Direktur Jo sebelum atasanya itu datang. Direktur Jo kembali keruangan melihat Da Jung yang masih menunggunya mengeluh menyuruh Da Jung untuk menyelesaikan semuanya dan lalu pulang ke rumah bahkan menyuruh orang yang melakukan pertemuan untuk kembali ke kantor.
Tanggal peluncuran produk kita sudah dekat, apa yang kau lakukan selama ini, Dengan membiarkan semua pekerjaan ini menumpuk?” ucap Da Jung memberikan berkas yang harus ditanda tangani
Ada hal yang lebih penting daripada dokumen-dokumen ini Itulah sebabnya aku sering berada di luar” jelas Direktur Jo sambil membuka jasnya
“Lalu apa yang lebih penting daripada ini, tepatnya?” tanya Da Jung penasaran
“melakukan Public Relation, mendapatkan dana, dan lain-lain. Kau pasti tahu, hal-hal yang harus aku lakukan sebagai CEO dari Lovely. Aku hanya mengatakan ini padamu, Ketua Ok... Perusahaan kita mendapatkan investor! Dan investor ini ingin memberikan 1 milyar won pada kita! Jadi kalau produk kita menjadi hit kali ini, kita bahkan bisa mendapatkan 10 milyar won!” kata Direktur Jo merasa dirinya hebat bisa mendapatkan itu.

Da Jung bertanya siapa tepatnya orang itu, Direktur Jo menceritakan orang itu adalah investor malaikat yang juga tertarik pada bisnis yang berkaitan dengan kecantikan Dan sepertinya Lovely memenuhi seleranya dan itu karena Kebaikan perusahaan juga, lalu berjanji akan memperkenalkan pada orang tersebut.
Apa kau melakukan pemeriksaan latar belakang investor itu?” tanya Da Jung curiga
Dia benar-benar pria yang hebat! Penampilanya keren, trendi dan baik” kata Direktur Jo merasa yakin investor itu orang baik
Tidak ada yang namanya uang gratis di dunia ini. Kau tidak bisa mengabaikan kekuatan uang, Direktur!” tegas Da Jung memperingati atasanya.
“Lalu siapa yang melakukan itu? Aku jelas berusaha keras untuk mendapatkan uang. Kau pikir dirimu bisa melakukan bisnis hanya dengan idealismemu saja? Kalau kau berikan satu, kau akan mendapatkan satu, begitulah bisnis.” ucap Direktur Jo
Aku mengatakan ini karena kau bisa kehilangan lebih banyak daripada yang kau terima!” tegas Da Jung
“Satu hal lagi, Aku Presdirnya di sini! Aku akan mengurus ini, jadi kau urus saja perilisan produknya” kta Direktur Jo terkesan tak suka dengan campur tangan Da Jung.
bersambung ke part 2

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 



Tidak ada komentar:

Posting Komentar