Kamis, 28 April 2016

Sinopsis Entertainers Episode 3 Part 1

Setelah melakukan audisi Ha Nul mengejar Geu Rin yang berjalan meninggalkan gedung, menanyakan kemana Geu Rin akan pergi. Gen Rin memberitahu harus pergi ke suatu tempat jadi menyuruh Ha Nul makan siang dengan yang lainnya dan  mereka bertemu nanti di rumah. Ha Nul ingin ikut dengan Geu Rin saja.
Geu Rin meyakinkan tak akan lama pergi jadi mereka bisa bertemu di Busan. Ha Nul menatap sedih kepergian Geu Rin begitu saja. Geu Rin membalikan badan kembali memuji Ha Nul sudah berkerja dengan baik dengan senyuman lebar. Ha Nul pun ikut tersenyum mendengarnya. Dari belakanga, Suk Ho melihat keduanya dengan wajah sehabis dipukul.

Ha Nul dan Suk Ho saling melirik saat makan siang bersama di sebuah restoran, Man Shik yakin mereka bisa lolos karena melihat reaksi juri saat mereka berdua naik ke atas panggung. Suk Ho langsung menendang kaki Man Shik agar tak banyak bicara.
Kayle punya firasat baik akan hal itu kalau Juri menyukai performance mereka. Man Shik juga setuju. Suk Ho berkomentar Kayle belum melihat pertunjukan tim yang lain karena dari yang dilihat semua peserta  kelihatan profesional.
Apa kau meminjam uang dari rentenir? Kenapa kau bisa kena pukul kalau bukan karena kau ada utang atau masalah wanita ?” ucap Ha Nul melihat wajah Suk Ho yang bekas pukulan dan merasa sakit dibagian tubuhnya. Suk Ho hanya bisa diam.
Apa kau yang namanya Ha Nul?” ucap Min Joo, Ha Nul mengarahkan pandanganya pada Min Joo yang duduk didepanya.
Dunia yang kau tahu saat berusia 19 tahun dan dunia sebagai orang dewasa sangat berbeda. Aku tidak suka cara bicaramu.” Komentar Min Joo, Suk Ho tersenyum mendengarnya.
Ha Nul dengan tatapan sinis bertanya apakah Suk Ho tak ingin ke dokter karena melihat bahkan Suk Ho tidak bisa  mengunyah jajangmyeon, Suk Ho menyakinkan keadaan baik-baik saja karena akan mengunyai setiap helai mienya dan menelannya, mengajak semuanya segera makan sebelum makanannya dingin. Ha Nul menatap Suk Ho terlihat khawatir. 

Geu Rin pergi ke kantor KTOP Entertaiment bertemmu dengan Joo Han di ruanganya, sebelumnya ia meminta maaf karena merasa terus menganggunya. Joo Han pikir tak masalah lalu bertanya alasan Geu Rin datang ke kantornya.
Apakah ada....trainee yang bernama....Lee Ji Young disini?” tanya Geu Rin sedikit terbata-bata, Joo Han nampak kaget mendengar nama Lee Ji Young disebut oleh Geu Rin.
Aku belum pernah mendengar nama itu sebelumnya. Kami punya banyak trainee disini.” Ucap Joo Han berpura-pura tak mengenalnya.
“Ah.. Benar juga. Tapi bisakah aku meminta tolong agar kau bisa mengeceknya? Ini sangat penting bagiku.” Ucap Geu Rin, Joo Han mengatakan akan memeriksanya dan menghubunginya segera.
“Terimakasih, Jika kau memberikanku kartu namamu, maka aku akan memberikan kontakku padamu.” Ucap Geu Rin tanpa ada wajah curiga sedikitpun. 

Man Sik memelototkan matanya mengetahui Suk Ho tidak akan membiarkan band Duo lanjut bahkan jika lolos dari babak pertama. Suk Ho pikir Min Sik tidak tahu band yang mengitu audisi tidak seharusnya menjadi di bawah pihak agensi, karena menurutnya Audisi itu hanyalah untuk meningkatkan popularitas Ocean Music.
Aku tidak percaya itu, ...karena kaulah yang disini direktur asgensinya.” Komentar Min Joo dengan bertopang dagu
Apa yang kau bicarakan? Katakan saja pendapatmu dan apa yang telah kau lihat pada Tuan. Jung. Dia tidak akan menyesal menginvestasi 200.000 dolar di album ini.” kata Suk Ho dengan sangat yakin
“Wahh....  Kau memang orang yang jahat. Bagaimana kau bisa menipu  Min Joo seperti itu?” komentar Man Shik tak percaya

Hyung, katakan yang sebenarnya... Ah...Bukan, bersumpahlah pada harga dirimu sebagai komposer.” Tegas Suk Ho, Man Shik mengatakan kalau ia memiliki harga diri yang sangat tinggi.
Suk Ho bertanya dengan tatapan serius, apakah band yang baru dibuatnya itu bisa berhasil, Man Shik pikir Suk Ho tahu mengenai musik tapi tidak bisa  punya keterampilan saja, harus juga membutuhkan perasaan. Menurutnya melihat Jo Ha Nul adalah orang yang memiliki perasaan bahkan perasaan yang tulus bahkan dari wajah keduanya tampan jadi mungkin akan berhasil, dan berharap Suk Ho tak berusaha menipunya, Suk Ho heran untuk apa ia menipu Man Shik 


Ponsel Suk Ho berdering melihat nama yang tertertera dilayar terlihat tak begitu bersemangat. Man Shik bertanya siapa yang menelp, Suk Ho mengangkatnya sambil berkata dengan nada dingin, untuk apa orang itu menelp. Joo Han dengan gaya bosnya duduk diruangan menyapa Suk Ho yang sudah lama tak bertemu.
Ada sesuatu yang ku khawatirkan. Aku dengar kau sedang memproduksi sebuah band. Kakak dari vokalis bandmu terus datang kemari. Hyung, aku akan memberitahumu sekarang,  supaya kau tidak salah paham. Aku tidak ingin kau berpikiran kalau aku yang menyambar artismu lagi. Awasilah dengan baik artismu itu.” Ucap Joo Han dengan suara bos dan melirik pada Ji Young yang sudah duduk didepanya. 

Ji Young menatap Joo Han mengingat samar-sama saat kejadian sengaja tak menutup pintu rapat-rapat lalu Ha Neul masuk ke dalam rumah dan akhirnya dibawa ke kantor polisi.
Apa kau tinggal bertetanggaan dengan Ha Nul?” tanya Joo Han. Ji Young menanyakan alasan Joo Han menanyakan hal itu.
Kakaknya datang lagi dan bilang kalau dia pernahmelihatmu disini. Dia bertingkah seperti itu, karena kau terus menghindarinya. Apa kau tidak akan bergerak?” ucap Joo Han memberikan seperti petunjuk. 

Ji Young menelp seseorang memberitahu akan segera debut dan memastikan orang itu tidak memberitahu siapa pun kalau mereka tidak sering menelpnya, lalu ingin meminta bantuannya kalau ada sesuatu yang harus dilakukan untuknya dengan tatapan licik.
Di Kantor Manggo
Suk Ho mengumpat, Man Shik menanyakaan kembali siapa yang menelp dan ada apa. Suk Ho tak mau memberitahu dengan sedikit menyingkir membawa ponselnya Man Shik dan Min Joo saling menatap kebingungan.
Apakah kau sedang dalam perjalanan ke Busan?” tanya Suk Ho, Ha Neul membenarkan,
“Emm.... Sudahlah. Semoga sampai dengan selamat.  Aku akan menghubungimu nanti.” Kata Suk Ho tak ingin membahasnya sekarang, Man Shik semakin menopang kepala dengan wajah bingung. 

Joo Han datang menemui Joon Suk diruangannya. Joon Suk membahas tentang Suk Ho sedang sibuk mengurusi artis barunya. Joo Han  memberitahu Suk Ho sedang memproduksi sebuah band. Joon Suk tersenyum mengejek mendengarnya.
Apa kau pikir Suk Ho harus  berkeliaran seperti itu?” kata Joon Suk memberikan peringatan
Dia berusaha untuk  membuat bandnya berhasil. Tapi aku akan mengurusinya.” Kata Joo Han dengan tatapan liciknya. 

Suk Ho berdiri dibelakang meja dengan papan nama bertuliskan [CEO Shin Suk Ho] sambil melihat berkasnya, lalu berbicara sendiri kalau kakak Ha Nul yang pergi ke KTOP entertaiment, dengan wajah berpikir sesuatu. Tiba-tiba datang seorang pria dengan gitar dipunggungnya, Suk Ho bertanya siapa yang datang ke kantornya malam-malam.
Halo... Aku Na Yun Soo dari Venus 7080.” Ucap Yun Soo memperkenalkan diri, Suk Ho melonggo binggung mendengarnya dengan nama Venus 7080
Flash Back
[Venus 7080]
Yun Soo memainkan gitarnya sementara Suk Ho dan juga Tuan Jung duduk disofa dengan dua wanita yang melayani menyiapkan minuman untuk mereka. Suk Ho membahas Tuan Jung yang bersikeras datang ke Gangbuk menurutnya itu mengindikasikan temannya itu memiliki selera yang aneh.
Dalam music, tidak ada yang namanya Gangnam atau Gangbuk. Bagimana kalau aku menyanyikan  sebuah lagu saja? Apa aku sudah cerita pada kau, aku dulu pernah masuk band?” ucap Tuan Jung terlihat sangat mabuk, Suk Ho memberitahu Tuan Jung sudah mengatakan sejuta kali, jadi mempersilahkan Tuan Jung membuktikanya.
Tuan Jung mendekati Yun Soo meminta agar memberikan gitarnya, Yun Soo  hanya bisa tersenyum seperti tak bisa memberikanya, Tuan Jung pikir mereka akan percaya ketika menunjukkan kemampuannya. Yun Soo menahan gitar dengan tanganya  berkata  akan bermain untuknya. Tuan Jung mengerti dengan memberikan selembar uang agar Yun Soo Duduk dan beristirahatlah.
Suk Ho seperti tak suka Tuan Jung melakukan itu. Tuan Jung menyuruh Yun Soo untuk mengambilnya saja.  Yun Soo menagatakan kalau Hanya ia yang bisa memainkan gitarnya. Tuan Jung marah karena hanya ingin memainkan gitarnya saja, dan gitarnya itu bukan terbuat dari emas. Yun Soo membungkuk meminta maaf tidak bisa membiarkan  Tuan Jung memainkannya.
Tuan Jung berteriak menyuruh agar memanggil Managernya, Suk Ho mendekati melihat Tuan Jung sudah sangat mabuk menyuruh untuk duduk. Tuan Jung merasa Yun Soo yang memancingnya marah. Suk Ho mengajak mereka bernyanyi saja dan memilih lagu. Tuan Jung berteriak Yun Soo itu hanya seorang entertainer dan takut gitarnyajadi kotor.
Tidak bisakah seorang entertainer menjaga instrumennya? Aku tahu kau hebat dalam bermain gitar dan akan mendengarnya lagi di lain waktu. Jadi Kita bernyanyi saja sekarang.” Ucap Suk Ho sambil memegang wajah Tuan Jung untuk menenangkanya. Yun Soo menatap Suk Ho mendengarkan ucapanya. 


Suk Ho dengan melipat tanganya didada bertanya bagaiaman Yun Soo bisa menemukannya, Yun Soo menceritakan Tuan Jung adalah pelanggan di Venus 7080 dan mendengar Suk Ho  sudah memulai bisnisnya sendiri. Suk Ho bertanya apakah Yun Soo tahu hal yang lain lagi.
“Aku membaca di berita kalau Jackson meninggalkanmu.” Jawab Yun Soo
Kalau begita kau sudah tahu segalanya. Lalu kenapa kau datang pada  orang yang sudah gagal ini?” tanya Suk Ho heran
Bukankah kau memerlukan pemain musik? Meskipun Aku bermain di  sebuah band kecil di bar, Aku biasa bermain gitar saat masih di sekolah.” Cerita Yun Soo
Yah... Memang benar kalau aku sedang menyusun sebuah band. Tapi aku sudah punya gitaris.” Kata Suk Ho
Yun Soo terlihat sedih karena Suk Ho sudah memiliki gitaris, Suk Ho bertanya apakah Yun Soo bisa memainkan bas, Yun Soo kembali tersenyum kalau ia bisa memaikan bass. Wajah Suk Ho juga ikut berbinar-binar mendengarnya. 

Pagi hari
Suk Ho dengan wajah bersemangat memberitahu Ha Nul dan Kayle ada seseorang datang lalu ingin masuk ke dalam band dengan menambahkan dirinya itu kelihatan keren saat masih di KTOP. Menurutnya itu sebuah kabar baik kalau anggota band barunya itu melihatnya orang yang keren,
Bagaimana dengan pemain drumnya?” tanya Ha Nul
Aku bisa mengurusnya, jadi tenang saja. Aku berusaha memilih yang terbaik, jadi berhenti mengomeliku.” Ucap Suk Ho dengan wajah bahagia lalu mendengar suara orang yang mengetuk berarti anggota bandnya sudah datang
Dia sangat sopan jadi tidak akan masuk kalau belum mengetuk pintu.” Komentar Suk Ho lalu menyuruh Yun Soo agar masuk ke ruanganya. 

Yun Soo masuk ruangan dengan mengandeng seorang anak, Ha Nul dan Kayle melirik kebinggungan karena anggota mereka membawa seorang anak. Suk Ho benggong melihat Yun Soo dan seorang anak menyapanya dengan membungkuk, ia berpikir anak kecil itu keponakanya. Yun Soo memberitahu kalau itu adalah anaknya. Suk Ho melotot kaget, Kayle terbatuk-batuk karena keselek.
Suk Ho menarik Yun Soo untuk pergi, Anaknya menarik tangan Yun Soo dengan memanggilnya ayah tak ingin berpisah. Ha Nul mendekati anak kecil sambil bertanya siapa namanya. Anak kecil itu memberitahu namanya Na Chun Hee. Ha Nul pun mengajak Chun Hee untuk bermain bersama. Chul Hee menatap wajah ayahnya.
Yun Soo memberikan tatapan menyakinkan Chul Hee bermain dengan Ha Nul, akhirnya Chul Hee melepaskan tangan dari ayahnya dan langsung berada di gendongan Ha Nul, sementara Suk Ho langsung mendorong Yun Soo agar cepat keluar dari ruangan. 

Di dekat tangga
Suk Ho bertanya berapa umur Yun Soo sekarang, Yun Soo menjawab 25 tahun. Suk Ho bertanya kembali berapa umur anaknya, Yun Soo menjawab lima tahun. Suk Ho menayakan alasan Yun Soo tidak bilang kalau sudah punya anak. Yun Soo mengaku takut Suk Ho akan menolaknya.
Tentu saja. Seorang ayah yang punya anak  tidak bisa menjadi seorang selebriti.” Kata Suk Ho
Aku tidak ingin menjadi selebriti tapi Aku ingin menjadi seorang musisi.” Tegas Yun Soo
Itu sama saja. Apa kau pikir aku menyusun  sebuah band untuk sebuah bar?”teriak Suk Ho yang membuat Yun Soo tertunduk. Suk Ho berjalan mondar mandir menenangkan pikiranya.
“Oke... Baiklah....Aku mengertitapi aku tidak perlu seorang  ayah ada di bandku.” Tegas Suk Ho
Yun Soo menyakinkan akan bekerja keras. Suk Ho mengatakan Yun Soo tidak perlu bekerja keras karena sudah memutuskan tidak boleh  ada pria yang sudah menikah di bandnya. Yun Soo mengaku kalau ia belum menikah, Suk Ho merasa Yun Soo itu sedang bercanda dan mempertanyakan tentang anak yang dibawanya. Yun Soo mengakui kalau ia adalah orang tua tunggal. Suk Ho tertawa semakin tak peracya merasa  tidak sanggup  bicara lagi dengan mengeluarkan dompet memberikan selembar uang.
Pasti sulit hidupmu dengan seorang anak jadi ambillah ini dan belilah makanan.” Kata Suk Ho
Aku minta maaf. Aku seharusnya bilang dulu tentang keadaanku” ucap Yun Soo dengan tatapan sedih lalu meninggalkan Suk Ho dengan menuruni tangga. Suk Ho sempat memanggilnya.
Tapi...  saat kau bilang instrumen seorang entertainer itu sangat berharga. Aku berterima kasih.” Ucap Yun Soo lalu membungkuk pamit pergi pada Suk Ho. 


Ha Nul memanggul Chun Hee sambil menyanyi bersama, sementara Kayle yang tak suka dengan anak kecil menutup telinganya dan terlihat sangat kesal. Yun Soo tersenyum masuk ke dalam ruangan memanggil anaknya mengajak untuk pergi.
Chul Hee terlihat cemberut karena harus berpisah dengan Ha Nul, tapi akhirnya menghampiri ayahnya. Yun Soo bertanya apakah Chul Hee bersenang-senang. Chul Hee mengangguk, Suk Ho hanya berdiri saja tak ingin menatapnya. Yun Soo pun pamit pergi dengan membungkuk, Chul Hee melambaikan tanganya. 

Kayle langsung bertepuk tangan bahagia melihat kepergian Yun Soo, memuji Suk Ho yang hebat karena menurutnya tidak boleh ada pria yang  sudah menikah di sebuah band, sambil mengandengnya lengan Suk Ho sangat menghormati keputusannya. Suk Ho langsung melepaskanya.
“Apa Dia tidak bergabung dengan kita?” tanya Ha Nul
Bergabung apa maksudmu? Apa kau tidak lihat?  Dia punya seorang anak. Bahkan Dia ayah tunggal tanpa  seorang istri.”jelas Suk Ho, Kayle kaget memdengarnya.
Mantan napi diperbolehkan, tapi yang baik hidup dengan baik dan  bisa mengurus anak tidak diperbolehkan?” sindir Ha Nul, Kayle binggung apa maksudnya Mantan napi. Suk Ho nampak kebingungan agar Ha Nul tak membuka mulutnya.
Menjadi bodoh dan punya anak juga  seperti seorang mantan narapidana.” Kata Suk Ho memberikan alasan lalu mengajak mereka untuk segera makan dan akan memilih anggotanya.

Di depan kantor Manggo Entertaiment
Kayle bertanya apakah ia bisa bertemu denganya di akhir pekan depan, lalu mengeluh tempat tinggal Ha Nul terlalu jauh dan bertanya apakah ia tak mau pindah saja. Ha Nul dengan nada sinis menyuruh Kayle pulang saja. Kayle pun pamit dan akan bertemu minggu depan.
Suk Ho berjalan lebih dulu lalu Ha Nul berjalan dibelakangnya sambil menyanyikan lagu yang sama dinyanyikan oleh Chun Hee, Bee-bop, bee-bop, bee-bop... Dalam empat ketukan”. Suk Ho heran dengan yang dilakukan Ha Nul.
Aku melakukan apa yang telah kupelajari. Kau kemarin mengikutiku,  menyanyikan jingleku.” Ucap Ha Nul mengejek
Kalau begitu aku akan menghajarmu.” Balas Suk Ho sudah siap dengan memberikan tinjuanya.
Ha Nul bisa menghindarinya dengan senyuman mengejek pamit pergi, lalu sambil berjalan mengoyangkan pinggulnya lalu bernyanyi kembal. Suk Ho mengeluh Ha Nul memang Anak  tidak normal dan aneh.

Suk Ho duduk di meja kerjanya terlihat kebinggungan sambil menopang dagunya, teringat kembali ucapan Ha Nul “Mantan napi diperbolehkan tapi pria yang hidup dengan baik dan bisa mengurus anak tidak diperbolehhkan ikut band?
Lalu sebelumnya Yun Soo juga berkata Ketika kau mengatakan instrumen itu berharga untuk seorang entertainer... Aku sangat berterima kasih dengan ucapan itu. Dengan mengacak rambutnya dan sedikit berteriak akhirnya berdiri dari tempat duduknya. 

Suk Ho sudah berada didepan pintu Venus 7080 sambil bertolak pinggang berbicara sendirian kalau ini semua tidak benar dan ia tidak percaya pada humanisme. Dengan memegang bagian belakang kepalanya merasa sangat binggung karena sebelumnya bertemu dengan Mantan narapidana dan sekarang  seorang ayah akhirnya memilih untuk pergi.
Tapi baru beberapa langkah kembali ke depan pintu Venus,  beberapa mondar mandir dengan wajah kebinggungan. Sampai akhirnya berteriak sendiri dan masuk ke dalam venus dengan berjalan dilorong mendengar teriakan dari sebuah ruangan.
Seorang pelanggan memarahi Yun Soo yang bermain seperti sedang di pemakaman. Suk Ho melihat dari depan pintu, Yun Soo sedang mendapatkan perlakuan kasar karena tak bisa bermain musik dengan benar membuat si pelanggan tak bisa menyanyi. Yun Soo membungkuk minta maaf dan akan bermain musik dengan benar. Si pelanggan mulai mengumpat menyuurh Yun Soo bermain musik yang benar, jika mau mencari uang.

Suk Ho sudah tak tahan lagi menahanya akhirnya masuk ruangan, si pelanggan terlihat marah bertanya siapa yang datang, Suk Ho hanya menjawab dengan lirikan mata yang tajam. Yun Soo menatap Suk Ho tak percaya karena datang ke tempat kerjanya. Suk Ho memberi kode agar Yun Soo ikut denganya, Yun Soo tersenyum bahagia dengan memegang erat gitanya.
Yun Soo pergi ke sebuah ruangan melihat sang anak yang sudah tertidur pulang dengan seorang bibi yang menjaganya. Suk Ho melihat Yun Soo yang membangunkan anaknya untuk pergi, tak percaya hidup anggota bandnya memang cukup sengsara.
Di depan Venus
Yun Soo tak bisa menutup rasa bahagia dengan senyuman sumringah, Suk Ho bertanya apakah Yun Soo memiliki bass. Yun Soo mengatakan bisa mencarinya. Suk Ho sempat tak percaya tapi tetap menyuruh Yun Soo untuk datang ke kantor karena mereka akan mendengarkan permainnanya. Yun Soo mengangguk mengerti, Suk Ho berjalan sambil berbicara sendiri kalau ia pasti akan menyesal di pagi hari dengan keputusanya. 

Kayle datang ke kantor dengan kacamata hitam sambil bernyanyi lalu membangunkan Suk Ho yang masih tertidur lelap. Suk Ho akhirnya terbangun dari tidurnya, Kayle bertanya alasan mereka harus berlatih tiba-tiba dan apakah Ha Neul akan datang juga. Suk Ho mengatakan Ha Nul belum datang, tiba-tiba terdengar suara anak kecil.
Tolong katakan padaku aku mendengar hal yang  bukan-bukan,  Tidak ada suara itu, 'kan? Tidak, 'kan?” ucap Kayle panik mendengar suara anak kecil
Kau punya pendengaran yang baik, itu Benar.” Kata Suk Ho lalu menyapa seseorang yang baru saja datang.
Kayle menengokan kepalanya tak percaya melihat Yun Soo dan Chun Hee kembali datang ke kantor dan berteriak mengumpat. Chun Hee memberikan senyuman dan terlihat sangat senang. Suk Ho memperingatkan Kayle untuk menjaga ucapanya didepan anak kecil.
Yun Soo mengeluarkan tangan untuk memperkenalkan diri, Kayle mengeluh pada Suk Ho yan melakukan ini padanya. Suk Ho meminta Kayle tetap tenang karena sudah mengurusnya. Kayle menatap keduanya yang terlihat tersenyum sumringah. 


Kayle kaget dengan penunjukan dirinya, Suk Ho memperbaiki kata-kata Kayle agar terdengar formal, menasehatinya kalau anak didiknya itu akan membuat orang mati jika bicara seperti itu di depan kamera. Kayle memperbaiki kalimatnya. Suk Ho menyakinkan dengan menunjuk Kayle, Kayle merengek alasan Suk Ho memilih dirinya.
“Memang ada Alasan apa lagi? Kau dari Julliard. Banyak orang tidak bias sekolah ke Julliard. Aku tidak akan memaksamu jika menurutmu  kau tidak bisa melakukannya.” Kata Suk Ho
Bukan begitu maksudku, Aku belum pernah menulis lagu untuk band sebelumnya.” Jelas Kayle
Tidak ada yang bisa  langsung berhasil pertama kali.” Kata Suk Ho
Saat kita rapat akhir pekan nanti,  kita bisa mendiskusikan.” Ucap Kayle
“Kau Rewel lagi dan tidak bisa mengerti lagi. Setiap hari kau begitu,  maka debutmu akan ditunda sebulan lagi. Kau boleh santai-santai saja jika itu maumu.” tegas Suk Ho
Yun Soo bertanya apakah mereka berlatih hanya saat akhir pekan, Kayle dengan nada tinggi memberitahu  Vokalisnya anak SMA yang hanya  bisa datang pada akhir pekan sambil mengeluh kalau bandnya sekarang  semakin buruk dari hari ke hari. Chun Hee ingin mengambil kacang diatas meja, Kayle menepuk tanganya tak memperbolehkan Chun Hee makan kacang.
Aku akan pergi ke Busan dan mendiskusikan lagunya dengan Ha Nul.”ucap Kayle mengambil kacang, Suk Ho langsung mengambil dan memakanya.
Kau tumbuh dewasa.” Komentar Suk Ho, Kayle hanya bisa melongoo melihat sikap Suk Ho yang mengambil kacang dari tanganya. Yun Soo mengatakan ingin pergi juga.
Jangan bawa anak itu, dasar berandal. Titipkan saja dia dengan seseorang.” Ucap Kayle ketus, Suk Ho memberitahu Yun Soo itu lebih tua, Kayle melotot kaget dan terlihat tak enak hati.
Chan Hee berkelakuan baik dan Aku yang lebih tua, jadi aku boleh bicara informal, 'kan?” ucap Yun Soo, Kayle mau tak mau menganggukan kepalanya. 

Di depan stasiun kereta Busan
Ha Nul sudah menunggu di depan stasiun, Kayle dengan Yun Soo dan juga Chan Hee keluar dari stasiun, wajah Ha Nul langsung tersenyum melihat ketiganya datang ke Busan bersama-sama. Chan Hee langsung berlari ke arah Ha Nul dan Ha Nul pun dengan bahagia menyambutnya sambil mengendongnya.
Kayle dan Yun Soo pun datang mendekatinya, Ha Nul menanyakan apakah perjalanan Chan Hee menyenangkan, Chan Hee mengatakan sangat menyenangkan. Kayle dengan sinis mengatakan sengaja datang untuk menemuinya, Ha Nul membalas  meras tidak senang bertemu denganya, Yun Soo menyapa Ha Nul yang baru tahu tinggal di Busan. Ha Nul mengangguk dengan mengajak semuanya untuk pergi. 

Keempatnya duduk didepan sebuah kedai kopi, Kayle mulai memainkan gitarnya. Ha Nul dan Yun Soo mengoyangkan kepala mengikuti irama permaianan gitarnya. Kayle dengan wajah bangga menanyakan tiga lagu mana yang paling disukai dari semua yang dimainkanya.
Yun Soo mengatakan suka dengan yang kedua, Ha Nul pikir yang terakhir  . Yun Soo merasa lagu yang terakhir terdengar seperti balada. Ha Nul berkomentar Bon Jovi dan Nirvana punya lagu  dengan melodi seperti balada. Kayle menanyakan alasan Ha Nul menyukai lagu ketiga, Ha Nul menjawab Karena kedengarannya indah.
Kayle menahan tawa mendengarnya lalu menduga Ha Nul itu paling sering berkencang, Ha Nul menanyakan alasan Kayle berpikiran seperti itu. Kayle menceritakan saat menulis lagu itu sambil memikirkan ketika pertama kali  bertemu mantan pacarnya.
Aku tidak harus kencan untuk membuat lagu.” Kata Ha Nul sambil meminum kopinya.
Jadi Apa ada orang yang kau sukai?” ucap Yun Soo menebak, Ha Nul hanya terdiam seperti matanya menerawang. 

Geu Rin sedang berkerja paruh waktu sebagai kasir, mengetahui anggota band Ha Nul datang hari ini dan penasaran apakah Ha Nul  akan datang bersama, akhirnya ia menelp Ha Nul. Ha Nul sedikit menjauh ketika menerimanya.
Hai, Ha Nul. Apa Kyle dan anggota barumu mau datang?” tanya Geu Rin, Ha Nul membenarkan kalau semua sudah datang ke Busan.
Di mana mereka menginap nanti?” tanya Geu Rin, Ha Nul menatap anggota band menjawab kalau semuanya bisa menginap di hotel. Kayle berteriak sambil mengumpat mendengarnya.
Kita tidak bisa membawa anak kecil ke sebuah motel.” Teriak Kayle
“Dia bilang Anak? Mereka membawa anak kecil?” ucap Geu Rin terlihat sedikit kaget. Ha Nul membenarkan, Geu Rin pun menyuruh Ha Nul untuk membawa semua anggota bandnya kerumah dengan wajah bahagia. 

Geu Rin pulang ke rumah dengan membawa barang belanja, sangat bersemangat ingin memasak untuk seorang anak kecil yang akan datang kerumahnya. Terlihat beberapa anak remaja yang menuliskan tulisan di tembok dan pintu rumahnya dengan pixol.
Hei! Sedang apa kalian?” teriak Geu Rin, semua anak pelajar langsung berlari pergi dengan meninggalkan tulisan besar di dinding dan juga pintu.
Geu Rin melihat tulisan di dinding rumahnya [Pemerkosa, memalukan bagi komplek ini - Cabul, Pemerkosa - Sampah, Mantan Napi - Pemerkosa, Sampah] Tas belanjanya jatuh dan tanganya mengepal dengan keras menah amarah dan rasa sedihnya. Lalu mencoba menelp Ha Nul karena Tidak boleh ada orang yang melihat  semuanya, tapi ponsel Ha Nul tak bisa dihubungi. 

Geu Rin dengan sikat kawat besi mencoba menghapus semua tulisan ejekan yang dituliskan pada pintu, agar semua teman Ha Nul tak melihatnya. Kayle berjalan mendekat sambil mengeluh merasa kelelahan karena jalan yang menanjak. Ha Nul mengejek kalau Kayle itu anak manja karena Chan Hee saja tidak mengeluh lalu langkahnya terhenti melihat Geu Rin berusaha menghapus tulisan di pintu bahkan tanganya sampai berdarah.
Ha Nul menarik tangan Geu Rin untuk tak menghapusnya. Geu Rin menatap Ha Nul dengan mata memerah sehabis menangis, lalu berusaha menyapa Kayle yang datang juga ke rumahnya, sambil mengungkapkan kalau ia tidak tahu kenapa ada orang yang menulis di dinding rumahnya itu.
Kayle membawa tulisan di dinding "Pemerkosa, Mantan Napi". Ha Nul meminta maaf pada semua temanya karena mereka tak bisa datang ke rumahnya hari ini, Geu Rin pikir tak masalah dan mengajak semuanya untuk masuk saja dan akan masakan makanan untuk mereka. Ha Nul memarahi Geu Rin karena melihat tanganya berdarah dan memberikan salep.
Ia berjanji pada teman bandnya akan mentraktir kalian makan siang  akhir pekan di Seoul lalu meminta maaf dan menarik Geu Rin untuk masuk ke dalam rumah. Kayle sangat kesal karena sudah menduga ada yang tidak beres. Yun Soo masih tak percaya Ha Nul itu seperti yang dituliskan pada dinding. Kayle merasa Suk Ho itu memang orang gila lalu mengajak Yun Soo untuk segera pergi dari rumah Ha Nul segera. 

Ocean Music
Tuan Jung terlihat kebinggungan karena menurutnya tetap saja tak mungkin bisa melakukan karena sudah mengenal Direktur Shin Suk Ho bertahun-tahun. Joo Han menyindir dengan bertanya apakah Suk Ho itu masih menjadi direktur.
Orang yang bertanggung jawab  atas Jackson sudah berganti dan Kau membuatku marah.” Ucap Joo Han sinis,
“Ah.... bukan begitu maksudku, Tentu saja kau direktur yang  bertanggung jawab atas Jackson. Tapi kau tahukami sudah mengeluarkan 200.000 dolar untuk memproduksi albumnya. Bagaimana bisa aku membatalkannya  begitu saja?” jelas Tuan Jung
Aku tidak menyangka kau orang yang taat peraturan. Kau tahu Jung Hoon sudah boleh dibebas tugaskan dari wamil bulan depan. Agensi kami telah mempersiapkan  albumnya setahun lalu. Aku ingin kau yang berinvestasi  pada produksi albumnya. Apa kau ingin memproduksi albumnya saja?” ucap Joo Han memberikan penawaran
Tuan Jung kaget karena ditunjuk untuk membuat Album Lee Jung Hoon, dengan tawanya merasa tak bisa melakukan karena pasti Direktur Ktop yang akan membuat album dengan tangannya sendiri dan tidak bisa menandatangani surat-surat itu karena tidak ingin ada salah paham. Joon Ho menyakinkan Tuan Jung akan memastikan mendapatkan bagiannya jadi memohon agar menarik yang  telah diinvestasikan pada Suk Ho secepat mungkin. 


Geu Rin melihat dua jarinya yang sudah diberi pleste dengan bangga merasa memiliki kulit yang kuat bahkan lukanya langsung sembuh dalam waktu singkat dan tidak sakit sama sekali. Ha Nul hanya diam saja dengan tatapan kosong, Geu Rin memberitau kalau keadaanya baik-baik saja dan mereka bisa mengecat pagar dan temboknya.
Para anggota band akan terkejut Bagaimana jika memikirkan yang bukan-bukan? Aku harus menjelaskan kepada mereka.” ucap Geu Rin khawatir. Tiba-tiba terdengar bunyi berisik dari depan rumah.
Geu Rin panik apalagi sekarang yang terjadi, Ha Nul dengan helaan nafas panjang bangun dari tempat duduknya terlihat sudah bisa mengetahui apa lagi yang terjadi depan rumahnya. 

Yun Soo tersenyum bahagia melihat gambar gunung yang digambar didepan pintu lengkap dengan matahari. Dinding pun sudah di gambar seperti taman dan juga bunga-bunga bahkan gambar pelangi. Ha Nul keluar rumah, melonggo melihat tulisan sudah hilang berganti dengan gambar lukisan yang bagus.
Geu Rin keluar rumah, Ha Nul pun memanggil Yun Soo yang sedang berada disamping anaknya menanyakan apa yang sedang dilakukanya. Yun Soo memberitahu sedang mengajaknya anaknya mengambar. Chan Hee sedang memberikan cat hijau lalu berlari menghampiri  Ha Nul menunjukan gambar matahari yang bersinar terang.
Yun Soo tersenyum seperti berharap Ha Nul bisa seperti matahari yang bersinar, Geu Rin tak bisa berkata-kata lagi karena Yun Soo sudah mengecat kembali yang tadinya kotor dengan tulisan umpatan. 

Di atas speaker, projector dan beberapa barang lainya sudah diberi label merah bertuliskan [Penyitaan Properti] Suk Ho hanya terdiam sambil melamun nasibnya karena semua barang-barangnya disita.
Min Joo masuk ke kantor binggung semua barang diberi label, menanyakan apa sebenarnya yang terjadi. Suk Ho merasa semuanya sudah diputuskan dan bisa melihat kekacauan seperti sekarang. Min Joo akan menghubungi Tuan Jung, Suk Ho menolak mengajak pergi saja, Min Jo bertanya kemana mereka akan pergi. Suk Ho pikir mereka harus bertemu Tuan Jing dan mendengarkan apa alasannya terlebih dulu.

Suk Ho dan Min Joo sudah menunggu di ruangan, Sekertaris datang memberitahu Tuan Jung akan pulang lebih awal hari ini. Suk Ho yang mendengarnya merasa Tuan Jung mencoba untuk menghindarinya, lalu berdiri dari tempat duduknya menanyakan alamat rumah Tuan Jung.  Min Joo terlihat khawatir memutuskan akan ikut dengannya, Suk Ho menolak karena ingin pergi sendiri saja. 
bersambung  ke part 2 

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 



1 komentar:

  1. Aah. .kenapa nasib suk ho, ha nul, dan yun soo menyedihkan sih. . #berkaca-kaca kan aku jadinya. .

    BalasHapus