Sabtu, 16 April 2016

Sinopsis Come Back Mister Episode 15 Part 1

Hae Joon dengan wajah bahagia berjalan sambil membaca bunga, sebelumnya ia mengajak Da Hye untuk makan malam bersama besok sebelum dirinya pergi untuk selamanya. Da Hye sudah berada di tempat yang dipesan oleh Hae Joon.
Hong Nan mempersiapkan dekorasi restoran karena Hae Joon mengaku restoran satu-satunya tempat di mana mereka bertemu saat masih hidup jadi ingin mengganti kenangan yang buruk dengan yang indah. Hong Nan tersenyum melihat hasil dekorasinya untuk sang adik dan adik iparnya. Hae Joon tidak ingin restoran Gi Tak menjadi penyebab rasa sakit.
Suk Chul sudah didalam mobil dengan wajah demam, mengetahui  Lee Hae Joon dan Han Gi Tak saling mengenal dan Presdir Cha yang menyewanya untuk membunuh Han Gi Tak dan tak akan menyerah begitu saja. Mobilnya langsung melaju dengan kencang ketika melihat Hae Joon sedang menyebarang jalan. 

Tubuh Hae Joon terpelanting, lalu berguling, bunganya sempat bertebaran dijalan. Matanya masih bisa melihat jelas plat nomor mobil yang menabraknya. Semua orang langsung melihat Hae Joon tapi tak berani mendekat, Hae Joon berusaha meraih ponselnya ditengah hujan yang turun.
Hong Nan sedang memotong kubis tanganya teriris, matanya langsung melotot berpikir tanda ada sesuatu yang buruk terjadi. Hae Joon berusaha bangun, ketika bisa berdiri darahnya mengalir dan kembali jatuh. Da Hye terus melihat ke arah jendela menunggu kedatangan Hae Joon ke restoran. Hae Joon kembali tersadar sambil merangkak mengambil bunga dan juga ponselnya, semua hanya bisa melihat dan panik karena ambulance belum juga datang. Hae Joon mencoba berjalan sambil memegang kepalanya terus berharap Da Hye masih tetap menunggunya karena ia akan segera datang. 

Da Hye masih menunggu di restoran sambil mengingat tulisan di dalam dinding kereta yang bertuliskan “Berbahagialah Ahjumma” dan seperti baru saja dituliskan. Lalu dengan suara bahagia, Hae Joon mengatakan hampir sampai dan meminta Da Hye untuk menunggunya.
Hae Joon berjalan perlahan lalu tersenyum melihat Da Hye yang masih menunggunya. Ia mengeluarkan sapu tanganya mengeringkan wajah dan menghapus darah yang mengalir di bagian pipinya, setelah itu masuk ke dalam restoran dengan wajah tersenyum mengaku sudah datang terlambat.

Da Hye menatap Hae Joon yang baru datang, Hae Joon tak enak hati memberikan bunga yang sudah basah, lalu bertanya apakah Da Hye masih mau menerimanya. Da Hye pun menerima bunga dengan senang hati. Hae Joon pun duduk dan terlihat menahan rasa sakitnya. Da Hye melihat wajah Hae Joon yang basah kuyup.
Hae Joon berbohong kalau ia sengaja berlari karena sudah terlambat. Da Hye pikir Hae Joon tak perlu berlari. Hae Joon mengungkapkan tak ingin terlambat kali ini, lalu memanggil pelayan memberitahu Da Hye kalau ia sudah membuat pesananan dan meminta Jegalgi itu meminta menu khusus untuk makan malam. 


Di dapur
Sepotong daging di panggang diatas telfon dan diberi siraman mentega agar cepat matang. Jegal Gil mulai memegang pengorengran, Hong Nan disampingnya akan memeriksanya sebelum dihidangkan, setelah selesai memasakan, disusun dengan sajian yang cantik steak dengan sayuran hijau diatasnya.
Jegal Gil sudah siap untuk memberikan pada pelanggan, Hong Nan memberikan pesan agar menjaga makanan itu untuk tetap enak dan juga dua tamunya. Jegal Gi mengerti dengan senyuman bahagia menerima piring untuk diberikan pada pelangggan special. Hong Nan berkaca-kaca melihat dua orang yang disayanginya bisa makan malam bersama. 

Hae Joon mulai memotong daging sambil bercerita yang didengarnya kalau makanan di restoran itu sangat enak tapi belum pernah mencobanya. Sebelum Young Soo meninggal, keduanya makan malam bersama untuk merayakan hari pernikahan, tapi karena di telp dari kantor. AkhirnyaYoung Soo menerima telp diluar restoran tanpa pernah mencicipi makanan, ketika kembali ke restoran, Da Hye melihat kaki suaminya bergoyang-goyang seperti terlihat gelisah.

Setelah memotong semua daging, sengaja menukar piringnya dengan Da Hye. Da Hye merasa tak enak karena bisa melakukan sendiri. Hae Joon mengaku hanya ingin melakukan hal itu untuk Da Hye dan meminta untuk memakan steaknya. Da Hye mulai makan steaknya, Hae Joon pun bertanya apakah rasanya enak, Da Hye mengangguk dengan senyumanya. 
Dari dapur, Hong Nan berkaca-kaca melihat keduanya yang sedang menikmati makan malam bersama. Teringat sebelum meninggal Gi Tak yang ada didapur melihat keduanya yang akan makam malam dengan Young Soo meminta agar dimasukan hadiah kalung dalam makanan. Saat itu pertama kalinya melihat sang adik dan adik iparnya. 

Hae Joon terus menatap Da Hye yang makan dengan lahap, Da Hye sampai tersadar Hae Joon hanya menatapnya lalu bertanya kenapa tak memakan steaknya. Hae Joon dengan senyuman menyuruh Da Hye makan saja lebih dulu. Da Hye melihat Hae Joon yang mulai pucat, menanyakan alasan Hae Joon mengajaknya makan direstoran ini.
Karena makanan yang kau persiapkan untukku... Semuanya sangat enak. Aku ingin mengucapkan terima kasih. Aku ingin mentraktirmu makanan yang lezat.  Dibandingkan dengan apa yang telah kau lakukan untukku sejauh ini, ini bukan apa-apa. Dan... Terima kasih sudah... menjadi keluargaku Aku benar-benar ingin mengatakan kepadamu hal itu.” Ucap Hae Joon yang membuat Da Hye berkaca-kaca mendengarnya.
Aku sangat bahagia karena sudah menjaga janjiku sampai sekarang. ucap Hae Joon terlihat menahan rasa sakit dikepalanya.

Da Hye menatap Hae Joon yang terlihat menahan rasa sakitnya, Hae Joon memuji Da Hye yang terlihat sangat cantik di hari ini, pandanganya langsung kabur dan akhirnya jatuh dari kursi. Da Hye langsung melihat Hae Joon yang terkapar dilantai, Jegal Gil dan Hong Nan berlari dari dapur.Da Hye panik melihat keadaan Hae Joon yang tiba-tiba  jatuh.
Hong Nan menyuruh Jegal Gil untuk menelp ambulance, Da Hye baru melihat ada darah dibagian kepala Hae Joon. Hong Nan bisa mendengar suara pelan Hae Joon yang berkata, kalau baru saja tertabrak mobil. 
Keduanya mendorong Hae Joon masuk ke bagian IGD, Da Hye terlihat sangat panik. Dokter mulai melihat dibagian mata dan bertanya apa yang terjadi dengan pasien. Hong Nan memberitahu Pasien adalah korban tabrak lari. Dokter pun memutuskan untuk melakukan beberapa tes lebih dulu jadi keduanya tak boleh mengikutinya.
Da Hye kebinggungan karena Hae Joon tak memberitahu sebelumnya, Hong Nan menenangkan Da Hye kalau Hae Joon akan baik-baik saja. Da Hye tak bisa terima karena Hae Joon membiarkan dirinya yang tertabrak untuk bisa makan malam denganya. 


Didepan rumah sakit, Hong Nan menelp seseorang  untuk menemukan dulu plat nomornya yang terpenting dan bergerak dengan cepat,setelah itu menghubunginya kembali setelah menemukan semuanya. Lalu ia melihat Da Hye yang terus menatap Hae Joon yang terbaring dengan wajah khawatir.
Apa kau akan membunuhnya seperti ini?” teriak Hong Nan ke arah langit dan terlihat Mi Ra sudah berdiri didekatnya meminta maaf.
Tapi sepertinya dia akan kembali sebelum waktu yang diperkirakan dan Kurasa dia tidak akan bertahan lebih dari dua hari.” Jelas Mi Ri
Kau tidak mengatakan kalau... dia akan mati lagi, kan?” ucap Hong Nan tak bisa terima
Tidak ada pilihan lain. Dia yang menyebabkan sesuatu saat kembali hidup.” Kata Mi Ra
Hong Nan berjalan mendekati Mi Ra dengan suara nyaring tak terima Hae Joon akan mati lagi seperti sekarang ini, padahal yang membawanya kembali sebagai Lee Hae Joon adalah Mi Ra , sambil menguncang-guncangkan tubuhnya meminta agar mengebalikanya kembali. Mi Ra melepaskan tangan Hong Nan yang memegangnya, memberitahu ia tidak bisa memilih apa seseorang akan hidup atau mati.
Keduanya... Kita harus memberi mereka kesempatan untuk mengucapkan selamat tinggal Kembalikan dia. Apa yang bisa aku lakukan untuk dia? Kita tidak bisa membiarkan dia pergi begitu saja.” Kata Hong Nan, Mi Ra ikut sedih melihat Da Hye dan Hae Joon ada dikamar rawat.
Ada satu cara kalau kau mau mencobanya.” Kata Mi Ra, Hong Nan ingin tahu apa itu dan akan melakukan apa saja.
Tuan Han Gi Tak... Bisakah kau memberikan... waktumu yang tersisa di dunia ini?” tanya Mi Ra yang memberikan penawaran agar Hae Joon bisa lebih lama tinggal di dunia. Hong Nan berkaca-kaca mendengarnya seperti bimbang. 


Di ruang rawat
Da Hye memberanikan diri memegang tangan Hae Joon sambil memohon supaya cepat bangun. Hae Joo tetap saja belum sadar dengan mata terpejam. Da Hye mengatakan akan marah jika Hae Joon tak bangun.
Kau bilang kau akan menjadi seperti angin yang berhembus. Jadi Kau tidak boleh melakukan ini kepadaku. Aku mohon Bangun dan berjalanlah keluar dari rumahku dengan tersenyum seperti biasanya.” Ucap Da Hye sambil menangis lalu terlihat membaringkan kepalanya.
Hong Nan melihatnya bersama Mi Ra lalu mengangukan kepala seperti sudah siap dengan keputusanya agar Hae Joon bisa kembali bangun. Mi Ra berjalan perlahan lalu memegang kepala Hae Joon dan terlihat sebuah cahaya yang bersinar keluar, Hong Nan menahan air matanya melihat Hae Joon yang bisa hidup kembali. 

Da Hye terbangun dari tidurnya dengan tangan yang memegang erat Hae Joon, saat akan melepaskan tanganya malah ditarik kembali dan digenggam erat. Hae Joon dengan mata terpejam mengajak Da Hye untuk pulang, Da Hye kaget karena Hae Joon tersadar walaupun belum membuka mata.
Hae Joon mulai membuka matanya, Da Hye dengan senyumanya menanyakan keadaannya lebih dulu. Hae Joon menganguk perlahan dan mengatakan ingin pulang ke rumah dan berbaring diatas selimutnya serta mendengar Han Na mengoceh, selain itu ingin makan rumahan yang dibuat Da Hye. Da Hye mengangguk dengan mata berkaca-kaca mengajak Hae Joon untuk segera pulang. 


Dokter datang dengan hasil foto pemeriksaan lalu binggung melihat perawat yang sedang membersihkan tempat tidur lalu bertanya kemana pasien itu pergi. Perawat memberitahu pasien sudah dikeluarkan dari rumah sakit. Dokter binggung dan melihat hasil pemeriksaan pasien itu mengalami  stroke. Keduanya sama-sama kaget karena pasien bisa kembali pulang. 

Yi Yeon sedang membaca majalah, mengingat kembali saat mantan suaminya datang dan memeluk anaknya ketika makan malam bersama Young Chan,  dengan helaan nafas bertanya-tanya apa sebenarnya yang sedang dilakukan Presdir Cha padanya sekarang.
Hong Nan pulang kerumah dengan wajah sedih, Yi Yeon terlihat kesal  karena ada Hal sangat mengganggunya. Hong Nan bertanya apa yang membuatnya kesal. Yi Yeon menceritakan Cha Jae Gook yang mengajak makan malam bersama dengan Young Chan tapi tak mengucapkan sepatah kata apapun padanya. Hong Nan tersenyum mendengarnya.
Yi Yeon merasa Ada sesuatu yang salah, Hong Nan mencoba kembali untuk tersenyum. Tiba-tiba Yi Yeon tersenyum melihat artikel dirinya di dalam majalah, merasa tak percaya bisa melihat sebuah wawancara yang dilakukan 10 tahun yang lalu.
Ya ampun..... Aku tidak tahu kakakmu akan mengumpulkan semua ini. Siapa pun dia, dia sama cantiknya sekarang... dibandingkan 10 tahun yang lalu. Bukankah dia cantik?” kata Yi Yeon bangga memperlihatkan fotonya. Hong Nan setuju kalau Yi Yeon memang cantik dengan mata berkaca-kaca
“Ini Sudah cukup lama. Aku terlihat sangat muda.” Ucap Yi Yeon terus melihat fotonya yang ada dalam majalah. 

Presdir Cha berdiri di pinggir sungai Han dibawah jembatan dengan membawa sebuah tas. Suk Chul mendatanginya sambil mengejek melihat Presdir Cha yang berani datang menemuinya. Presdir Cha membalas dengan senyuman di wajah Suk Chul seperti bangga rumahnya yang ada dikolong jembatan.
Kau pasti merasakan tertekan karena dalam pelarian.” Ejek Presdir Cha
Sudah waktunya bagimu untuk menyelamatkanku. Kita bersama-sama dalam hal ini.” kata Suk Chul dengan tawa liciknya.
Berikan apa yang aku minta.” Perintah Presdir Cha, Suk Chul memperlihatkan sebuah rekaman suara yang berisi Bunuh mereka semua! Bajingan-bajingan kotor itu!
Tunjukkan uangnya kepadaku sekarang.” Pinta Suk Chul

Presdir Cha melemparkan tas yang berisi uang dan berharap tak ada lagi rekaman suara ditempat lain. Suk Chul menyakinkanya, tiba-tiba datang beberapa orang yang langsung mengepung Suk Chul. Dengan senyuman liciknya, Suk Chul melihat Presdir Cha yang terlihat sudah memiliki beberapa teman-teman baru.
Apa yang akan aku lakukan dengan seekor anjing gila yang menggigitku?” ucap Presdir Cha
“Jadi kau bilang  Seekor anjing gila?” kata Suk Chul sambil mengeluarkan lidahnya layaknya seorang anjing.
Oh Yah, aku hampir lupa. Apa Kau sudah dengar? Anjing gila ini tidak ikut campur urusan orang lain tapi orang ini terus menghalangiku. Jadi aku menabraknya dengan mobilku. Dia adalahLee Hae Joo dan orang itu adalah sainganmu, kan?” kata Suk Chul, Presdir Cha kaget mendengarnya.
“Alasan Kenapa aku menabraknya? Itu Karena... kau memerintahkanku untuk melakukannya. Sama seperti saat kau memerintahkanku untuk membunuh Han Gi Tak.” Kata Suk Chul sengaja menuduh Presdir Cha
“Jadi Kau akan menyalahkanku atas apa yang sudah kau lakukan?”ucap Presdir Cha
Aku melakukan semua pekerjaan kotormu dan  harus memastikan kau tidak mengarahkan jarimu kepadaku. Kau memerintahkanku untuk membunuh Han Gi Tak dan juga membunuh Lee Hae Joon. Itu semua perbuatanmu. Kita bersama-sama dalam hal ini, ingatkan?” kata Suk Chul sambil mengarahkan jari telunjuknya pada Presdir Cha.
Keduanya tertawa seperti orang gila, Presdir Cha mengumpat karena Suk Chul bisa menjebaknya seperti sekarang ini lalu menendang dada Suk Chul penuh amarah. Suk Chul malah tertawa menerima beberapa tentangan dan dibantu bangun oleh anak buah Presdir Cha. Ditangan Presdir Cha sudah memegang rekaman suaranya.
Apakah kau pikir aku membawanya...tanpa memakaikan jaring pengaman? Mereka akan terkejut, jadi Tunggu saja.” Ucap Suk Chul dan mulai memukul dua pengawal yang memegangnya.
Setelah itu menepuk tangan Presdir Cha sampai akhirnya rekamanya bergelinding ke dalam sungai. Suk Chul pun berlari dan langsung menceburkan diri kedalam sungai. Presdir Cha panik karena apabila Suk Chul mati  didalam sungai dianggap sebagai pembunuh, lalu berteriak menyuruh semua anak buahnya untuk menemukanya. Hanya ada sebuah topi diatas sungai, dibalik tiang jembatan, Suk Chul timbul dengan melihat Presdir Cha lalu kembali menenggelamkan dirinya

Di dalam kamar
Da Hye merawat Hae Joon yang terbaring dalam kamarnya, di atas tempat tidur ada sebuah gambar Han Na dan bertuliskan (Ahjussi Lee, cepatlah sembuh!). Han Na membawakan sebuah boneka untuk menemani Hae Joon yang tertidur karena sakit dan sempat mengelus bagian wajahnya.
Tuan Kim juga melihat Hae Joon sambil menarik selimut agar tetap hangat, Da Hye kembali datang ke kamar Hae Joon dan memegang tangannya dengan tatapan berkaca-kaca. 

Pagi hari
Hae Joon tertidur dikursi pijat, Da Hye melihat dan perlahan memeriksa bekas luka dibagian kepala yang mulai mengering dan berharap agar lukanya itu tak terkena infeksi. Hae Joon membuka matanya melihat Da Hye yang ada didekatnya. Da Hye langsung menjauhkan tangannya, Hae Joon menyapa selamat pagi dengan pangilan Ahjumma.
Apakah kau baik-baik saja sekarang?” tanya Da Hye
Iya. Aku merasa super sehat sekarang” ucap Hae Joon dengan senyuma, Da Hye pun mengajak agar Hae Joon sarapan bersama. Hae Joon menarik tangan Da Hye sebelum kembali turun ke lantai satu.
Seseorang menjagaku dalam mimpiku.” Ucap Hae Joon lalu mengeluarkan sebuah gambar smile dan diberikan pada Da Hye lalu mengucapkan terimakasih.
Da Hye mengembalikan stikernya karena tidak meminta stiker lalu dengan senyumanya kembali ke lantai dasar. Hae Joon tersenyum sambil memegang stikernya lalu terkejut melihat jam yang ada ditanganya. 

Hae Joon mondar mandi diruangan sambil menekan tombol bintang di ponselnya, Mi Ra terlihat dilayar, Hae Joon dengan wajah panik merasa jam yang dipakainya itu sudah rusak karena Waktunya berkurang sangat drastis. Mi Ra mengatakan kalau itu tak rusak. Hae Joon binggung dan tak mengerti maksudnya.
Waktumu belum berkurang tapi Waktumu sudah diperpanjang.” Jelas Mi Ra, Hae Joon benar-benar tak mengerti dan meminta agar dijelaskan yang lebih mendetail
Kau akan mengerti saat kau kembali. Semoga kau beruntung saat mengucapkan perpisahan dan memperbaiki kesalahan.” Kata Mi Ra
Ini tidak cukup untuk melakukan itu semua!” teriak Hae Joon tak terima
Hal yang sama berlaku untuk semua orang.” Tegas Mi Ra, Hae Joon terlihat kebinggungan melihat jam ditanganya. 

Flash Back
Di sebuah galeri lukisan
Sek Wang minum teh bersama dengan Hae Joon, merasa ingin tahu kenapa Hae Joon berpura-pura tidak tahu, karena dirinya juga tika yakin yang didepanya itu adalah Hae Joon yang dikenalnya.  Hae Joon mengakui tidak bisa sepenuhnya mempercayai pada Sek Wang.
Aku percaya kau pernah mengatakan hal yang sama sebelumnya.” Kata Sek Wang, Hae Joon menegaskan sifatnya yang sulit mempercayai orang lain.
Kau adalah anggota proyek bantuan Sunjin Group. Ketua adalah sponsor resminya, lalu Ada seseorang yang mengawasimu setelah kau kehilangan ibumu. Dia adalah... ayahku yang merupakan mantan sekretaris ketua.” Jelas Sek Wang
Aku tidak mengiranya. Gumam Hae Joon sedikit panik
Aku ingin memeriksa apa yang disebutnya sebagai masa depan Sunjin Group. Sekarang, situasinya sangat tidak menguntungkanmu. Bolehkah aku membantumu sekarang?” kata Sek Wang, Hae Joon mengangkat kepalanya dengan wajah kaget. 
Hae Joon duduk kembali di dalam ruanganya dengan wajah gelisah menyakinkan diri Satu-satunya cara untuk menghentikan penjualan adalah dengan menjadi Lee Hae Joon yang sebenarnya.

Di dalam mall
Da Hye baru saja melayani pelanggan yang membeli pakaian di counternya, Yi Yeon dan Seung Jae datang menyapa Da Hye sebagai temanya, lalu memberitahu sengaja datang untuk meningkatkan penjualannya. Da Hye melihat kearah Seung Jae dan menyapanya dengan senyuman.
Keduanya pindah ke sisi Mall dengan meminum kopi bersama, Da Hye menceritakan melihat Hong Nan bekerja di cafe, padahal sebelumnya Hong Na itu sudah menjadi managernya lagi. Yi Yeon menceritakan cafe itu sebenarnya milik kakak Hong Nan  Da Hye sudah mendengarka karena Hong Nan juga mengajarinya bertinju karena belajar dari kakaknya saat  masih kecil.
Kakaknya adalah koki disana dan juga biasa bertinju.” Cerita Yi Yeon dengan mata menerawang, Da Hye pikir Yi Yeon pasti juga pernah dekat dengannya.

Han Gi Tak....  Namanya adalah... Han Gi Tak.” Ucap Yi Yeon menyebut nama kakak Hong Nan. Da Hye yang mendengar namanya entah kenapa terlihat berkaca-kaca
Aku sangat menyukainya, tapi Dia sudah meninggal. Sekarang, teman-temannya melindungiku. Untukku, mereka seperti takdir.” Cerita Yi Yeon sambil melihat ke arah Seung Jae yang terus menjaganya.
Yi Yeon tersadar melihat Da Hye terlihat berkaca-kaca lalu menanyakan keadaanya. Da Hye mengaku baik-baik saja tapi merasa aneh merasa seperti sekarang ini dengan menahan tangisnya. 
bersambung ke part 2


FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar