Minggu, 10 April 2016

Sinopsis Ms Temper and Nam Jung Gi Episode 7 Part 2

Ibu Da Jung sedang ada dirumah sakit dengan temannya, meminta agar tak perlu mengkhawatirkannya karena ia tak akan mungkin mati. Seorang perawat keluar memanggil nama pasien Jun Bok Ja, Ibu Da Jung pun langsung masuk menemui dokter.
Di lintasan Marathon
Bong Gi dengan cepat berlari dengan menyapa Hyun Woo yang terlihta hebat dalam berlari, lalu berusaha mengimbangi lari MD Seo agar tak terkalahkan, sambil mengingat pesan kakaknya saat ada dirumah.
Bong Gi, perusahaan kami dalam bahaya, jadi kau harus terus bersama dengan MD Seo sampai akhir. Kau mengerti?
MD Seo melirik Bong Gi yang tak terlihat kelelahan bahkan tak berhenti untuk mengambil minum, keduanya saling adu kecepatan sampai di depan stadion, Bong Gi yang kelelahan terjatuh, kepalanya terlihat mulai pusing dan nafasnya sudah tak beraturan melihat MD Seo masih berlari menuju garis finish.
Kau harus terus bersama MD Seo sampai akhir.” Suara Jung Gi mengema terus di telinganya

Beberapa saat kemudian, Jung Gi sudah dibawa tim medis dengan alat bantu pernafasan, Mi Ri dan Jung Gi berusaha melihat apakah keadaanya baik-baik saja dengan wajah panik. Jung Gi melihat adiknya yang bisa garis finish memuji adiknya yang sudah melakukannya dengan cara yang terbaik.
MD Seo sedang meminum air mineral dipinggir lapangan, mengejek Bong Gi yang terlihat berlebihan. Jung Gi dengan baik hati memasangkan jaket untuk MD Seo di punggungnya, lalu meminta MD Seo tak perlu khawatir karena sudah tahu kalau Pria yang pingsan tadi sangat kuat. MD Seo menceritakan bisa masuk finish dengan waktu yang bagus karena berkompetisi dengannya.
Jung Gi bisa mengerti lalu mulai melancarkan rencananya agar untuk bisa bertemu dengan MD Seo jadi memohon agar bisa meluangkan waktu untuk bertemu tim Lovely. MD Seo terlihat binggung, Jung Gi berjanji akan melayani bagaimanapun dan apapun yang disukainya, dengan membungkukan badannya. MD Seo menepuk pundak Jung Gi memuji tim Lovely sangat hebat.
Kita akhirnya bisa memikatnya.” Gumam Jung Gi sambil memegang tangan MD Seo dengan bahagia.
Sementara Hyun Woo masih jauh dibelakang dengan kaki kiri yang terlihat kesakitan berusaha untuk sampai garis finish. 

Mi Ri memegang wajah Bong Gi dengan wajah khawatir meminta agar cepat bangun dan bertanya apakah ia masih bisa bernafas sambil menaruh kepalanya didada agar bisa mendengar detak jantungnya. Bong Gi tersenyum dengan mata tertutup mendengar Mi Ri yang terlihat panik sambil memijat seluruh tubuhnya.
Jung Gi masuk rumah sakit ingin memanggil Mi Ri, lalu teringat perjanjiannya dengan Bong Gi dirumah.
Sebagai balasannya, kau harus merahasiakan hubungan kita. Itu karena aku tidak bisa memanggilmu hyung karena alasan pribadi. Mengerti?
Mi Ri terus memijat kaki Bong Gi karena kata dokter jantungnya berkerja sangat keras jadi kollapse dan memohon untuk cepat sadar. Bong Gi bisa melihat kakaknya dengan kode tanganya meminta agar pergi saja. Jung Gi bisa mengerti dengan senyuman meninggalkan adiknya supaya bisa dirawat oleh Mi Ri. 

Teman Ibu Da Jung, terlihat tak setuju Nyonya Jung tak memberitahu anaknya. Nyonya Jung pikir tak ada gunnya memberitahu anaknya karena Da Jung bukan seorang dokter, menurutnya Saat hasilnya keluar maka ia akan melakukan apa yang mereka katakan, Apakah itu perawatan ataupun harus melakukan operasi.
Tapi tetap saja kalian adalah ibu dan anak! Apa Kalian masih bersitegang?” kata Teman ibu Da Jung
Itu karena dia memendam amarah terhadapku saat ayahnya meninggal. Aku sepenuhnya mengerti perasaannya” ucap Nyonya Jung
Tapi dia bukan remaja lagi. Dia sudah dewasa sekarang, kalau kau menjelaskan semuanya, dia pasti akan mengerti. ” Kata Teman Ibu Da Jung
Tidak perlu begitu antara orang tua dan anak, Dia akan mengetahuinya kalau waktunya tepat Dan kami hanya harus menjalani hidup kami masing-masing secara terpisah” pikir ibu Da Jung lalu mengajak temanya untuk makan bersama. 

Jung Gi tak sengaja bertemu dengan Ibu Da Jung yang akan pergi ke kantin, Nyonya Jung kaget melihat Jung Gi berada dirumah sakit. Jung Gi bertanya apakah Nyonya Jung sedang sakit karena melihat mengunakan pakaian rumah sakit. Nyonya Jung berusaha untuk tak terlihat gugup bertanya apa yang sedang dilakukan dirumah sakit.
Da Jung duduk disofa sambil membaca majalah sementara Woo Joo melemaskan otot pingganya yang lelah mengejarkan PR, lalu bertanya apakah ia harus mengerjakan semuanya, Da Jung membenarkan. Woo Joo hanya bisa menghela nafasnya lalu kembali mengerjakan PRnya.
Jung Gi mengendap-ngendap masuk rumah tapi tak sengeja menginjak mainan Woo Joo yang membuat berbunyi. Woo Joo berteriak gembira memeluk ayahnya sambil mengadu kalau ayahnya tak datang maka ia harus mengerjakan semua PR-nya. Jung Gi menutup mulut anaknya, mengucapkan terimakasih sudah mengawasi Woo Joo saat mengerjakan PR nya
Sekarang hari libur, jadi kau pergi kemana meninggalkan anakmu sendirian?” tanya Da Jung, Jung Gi terlihat gugup.
Um, yah, itu, um... Ada reuni kelas!!!” kata Jung Gi sambil meminta maaf dan mengajak anaknya masuk ke ruang belajar.  Da Jung sempat melirik sinis dari belakang tirai Jung Gi seperti mengedumel sendiri. 

Jung Gi melemaskan otot tangan dan punggungnya selepas berlari marathon, tatapan mengarah ke luar jendela memikirkan sesuatu.
Flash Back
Nyonya Jung mengaku pada Jung Gi datang ke rumah sakit hanya untuk melakukan pemeriksaan rutin, lalu meminta agar tak memberitahu anaknya kalau mereka bertemu di rumah sakit. Jung Gi heran kenapa harus menyembunyikannya padahal Nyonya Jung hanya melakukan pemeriksaan rutin. Nyonya Jung beralasan tak suka anaknya mengomel tanpa alasan dan mempercayakan semuanya pada Jung Gi.
Jung Gi yang mengingat semuanya seperti merasa tak enak hati menyembunyikan pertemuan Ibu Da Jung dirumah sakit, lalu bertanya-tanya, apakah ia harus memberitahu Da Jung atau tidak. 



Bong Gi terpana melihat cara Mi Ri mengocok soju sebelum dibuka, Mi Ri tahu Bong Gi sudah berusaha sangat berlebihan hari ini, jadi memintanya agar makan banyak agar bisa memulihkan semua tenaganya. Bong Gi menyangkal merasa Mi Ri tak perlu mempermasalahkan hal itu.
Kau bilang kau belum pernah berlari maraton sebelumnya Jadi kenapa kau memaksa dirimu terlalu keras? Tapi berkat dirimu, kami bisa mengatasi rintangan besar” cerita Mi Ri sambil membakar daging, Bong Gi seperti baru tahu kakaknya sudah mengatasi sebuah rintangan besar.
Yeah, orang itu adalah MD dari e-commerce website. Berkat tadi kami berhasil mendapatkan kesempatan untuk makan bersama dengannya!” cerita Mi Ri bahagia, Bong Gi mengangguk mengerti
Aku yang bayar semuanya hari ini, jadi makanlah yang banyak, mengerti?”kata Mi Ri, Bong Gi juga meminta agar Mi Ri juga makan yang banyak.

Ponsel Mi Ri berdering, Hyun Woo menelp bertanya Apa yang dilakukan Mi Ri sekarang, Mi Ri malah  bertanya balik karena sebelumnya Hyun Woo tak menjawab telp darinya. Hyun Woo menceritakan kakinya terasa kram setelah berlari jadi tak mendengarnya bunyi telpnya, lalu menanyakan keberadan Mi Ri sekarang.
Mi Ri berbohong mengatakan sedang ada dirumah, Hyun Woo akan membelikan makan untuk Mi Ri kalau memang belum makan malam, tapi karena Mi Ri sudah ada dirumah mereka akan bertemu hari senin nanti. Mi Ri berusaha tersenyum melihat Bong Gi mulai makan.
Bong Gi membungkus daun selada dengan daging dan ingin menyuapinya, Mi Ri menolak karena tak bisa membuka mulutnya selebar itu. Bong Gi merayu kalau ia sudah membuatnya dengan rasa yang lezat. Di depan restoran, Hyun Woo melihat Mi Ri yang sedang disuapi oleh Bong Gi, padahal sebelumnya mengatakan kalau sedang ada dirumah. 

Da Jung sudah tertidur lelap dikamarnya, diam-diam Nyonya Jung masuk tanpa membuat suara sedikitpun. Tapi Da Jung langsung duduk diatas tempat tidurnya bertanya kenapa ibunya baru pulang tengah malam. Nyonya Jung sempat kaget karena ternyata anaknya belum tidur.
Apakah Myung Sook ahjumma tidak sehat?” tanya Da Jung khawatir
Dia menahan penyakitnya, tapi semua anaknya sibuk Jadi aku bilang akan menjaganya Kalau ibu tidak ada, anggap saja ibu berada di rumah sakit” ucap Nyonya Jung
Menjaga teman ibu  tidak masalah, tapi tolong jaga kesehatan ibu juga” pesan Da Jung
Nyonya Jung menceritakan Yoon Ho menelponnya waktu tahun baru dan mengirimkan daging Hanwoo. Da Jung kesal ibunya menerimanya padahal sudah meminta agar tak menerima telp dari mantan suaminya. Nyonya Jung pikir tak ada yang salah karena dulu adalah menantunya. Da Jung menegaskan ibunya tak boleh menerima telp atau barang apapun dari Yoon Ho.
Nyonya Jung pikir mungkin Yoon Ho masih memiliki perasaan untuk anaknya,lalu bertanya apakah Da Jung tak memilki keinginan agar memberikan kesempatan. Da Jung menegaskan tidak akan pernah  dan tka ingin membicarakan Yoon Ho lagi. Nyony Jung merasa Yoon Ho itu pria yang terbaik diantara mantan suami Da Jung yang lainnya. Da Jung tak menanggapinya memilih untuk mematikan lampu lalu tertidur. 

Da Jung mengeluarkan ponselnya setelah ibunya masuk ke kamar mandi. Yoon Ho menerima telp Da Jung ketika baru membeli kopi. Da Jung dengan ketus memperingatkan Yoon Ho untuk tak menelp ibunya lagi. Yoon Ho yang mendengar ibu Da Jung di Seoul mengajak untuk makan bersama.
Kau ingin aku memutuskan hubungan denganmu sepenuhnya?  Bahkan tidak sebagai seorang teman apapun itu?” ucap Da Jung, Yoon Ho tak percaya Da Jung bisa melakukan itu padanya.
Anggap saja ini peringatan dariku. Jangan berani-berani menghubungi ibuku lagi” tegas Da Jung lalu menutup telpnya. 

Hyun Woo memberikan sebuah kartu nama pada Direktur Jo, semua pria berkumpul di sofa secara diam-diam. Direktur Jo melihat nama tempat yang biasa didatangi oleh MD Seo. Jung Gi menyarankan untuk  menyelesaikan semuanya hari ini. Young Mi sedang membuat kopi sengaja mendekat.
Ya tentu saja, kalau kita sampai diseret kesana kemari hanya akan menyusahkan kita saja. Mari kita lakukan apapun yang dia minta!” kata Direktur Jo
Bagaimana pengusaha Korea melakukan bisnis tanpa wanita?” kata Young Mi, Jung Gi mengatakan kalau itu hanya minoritas
Minoritas apanya, Tidak ada pria yang tidak menyukai wanita. Kau juga jangan terlalu percaya pada suamimu” pesan Manager Jung mengejek
Young Mi hanya bisa diam, Jung Gi meminta Manager Jung segera memberikan kartu kredit perusahaan padanya. Manager Jung menegaskan kalau ia memberikan kartu kredit tanpa batas jadi memastikan agar mereka sukses. Jung Gi tiba-tiba langsung melempar kartu kredit dari tangan Manager Jung.

Jung Gi langsung bangun dan kepalanya masuk cap lampu, lalu membungkuk memberikan hormat pada Da Jung yang lewat. Da Jung hanya melihat semua pria yang terlihat mencari kesibukan lainya,lalu memilih untuk masuk ke dalam ruanganya.
Setelah memastikan Da Jung masuk ruangan, Jung Gi langsung mengambil kartu yang tergeletak dilantai dan merasa tak yakin mereka harus melakukan hal ini. Direktur Jo juga merasa tak bisa melakukanya karena melihat Da Jung  sangat menakutkan

Di ruangan restoran Etnik
Direktur Jo melihat sebuah meja makan dalam bentuk jumlah yang besar merasa kalau yang dilakukan itu buruk. Jung Gi juga merasa seperti itu tapi tak lagi yang bisa mereka lakukan sekarang. Seorang wanita muda menyapa Direktur Jo dan Jung Gi dengan panggilan “oppa” lalu MD Seo masuk menyapa keduanya.
Jung Gi pun memperkenalkan Direktur Jo sebagai atasanya di Lovely. Direktur Jo sudah membungkuk ingin menjabat tanganya, tapi tangan MD Seo malah menepuk pantat si wanita karena datang sendirian dan meminta agar membawakan gadis lain ke ruanganya. Jung Gi menolak karena mereka itu sudah makan sebelumnya dan hanya ingin bersenang-senang saja.
MD Seo setuju mereka bisa bersenang-senang sepuasnya sekarang, Jung Gi dan Direktur Jo ikut tertawa akan bersenang-senang bersama. Beberapa saat kemudian, tiga orang wanita sudah menemani MD Seo untuk menyanyi bersama-sama. Jung Gi mencampur wine dan MD Seo terus menerus menuangkan minuman untuk keduanya. 

Hyun Woo memasak nasi instant di microwave, sambil melamun mengingat ucapan Mi Ri yang memberitahu di telp sedang ada dirumah. Tapi kenyataanya melihat Mi Ri yang sedang makan bersama di restoran dengan Bong Gi bahkan terlihat mesra karena menerima suapan dari Bong Gi. Bunyi Microwave pun menyadarkan lamunannya.
Kenapa aku menjadi galau seperti anak sekolahan saja? Aku tidak punya waktu memikirkan soal wanita saat aku hidup seperti ini” ucap Hyun Woo duduk di depan meja kecil dengan kamar tipe studio yang kecil sambil makan menu irit hanya dengan kimchi dan rumput laut panggang. 

Jung Gi menelp Hyun Woo, meminta bantuan karena Direktur Jo sudah pingsan. Seorang wanita penghibur yang melihat Jung Gi ada didepan mengajak untuk kembali masuk ke dalam restoran. Jung Gi meminta agar Hyun Woo segera datang sekarang juga.
MD Seo sudah mulai mabuk tahu Direktur Jo yang tak kuat lagi dan tertidur di pojokan dan terlihat marah karena Lovely hanya bertahan segitu saja. Jung Gi menenangkan kalau menunggu sebentar lagi, maka senjata rahasia  akan segera datang dan akan menuangkan minuman. MD Seo pun menyuruh Jung Gi meminum lebih dulu.
Hatiku milik negaraku, dan liverku adalah milikmu!” ucap Jung Gi terpaksa untuk minum.
Tangan MD Seo membuka baju atasan wanita sambil bertanya apa yang ada didalamnya, Jung Gi hanya bisa bertahan agar tak pingsan sebelum Hyun Woo datang dan harus bisa terus melayani MD Seo.
Da Jung pulang ke rumah melihat TV diruanganya masih menyala, lalu melihat Woo Joo yang tertidur disofa sambil memegang remote TV. Tatapannya terlihat sedih karena Woo Joo harus sendirian dirumah karena Jung Gi sedang berkerja diluar. 

Sementara Direktur Jo sudah tertidur pulas, Jung Gi dan Hyun Woo sudah memakai pakaian wanita dengan membawa tamborine dan serta telinga yang diselipkan tissue, menyanyi untuk menghibur MD Seo. Terlihat MD Seo tertawa bahagia karena menurutnya akhirnya yang menarik, bahkan maju ke depan untuk menyelipkan uang 50ribu won, dibaju wanita yang digunakan Jung Gi dan Hyun Woo.
Apa kami melakukan hal yang benar sekarang?” gumam Jung Gi
Akhirnya Jung Gi sudah tertidur pulas disofa. Da Jung terbangun ingin mengambil air minum. Jung Gi ikut terbangun karena merasakan mual dan langsung berlari ke kamar mandi. Da Jung hanya terdiam melihat tingkah Jung Gi yang minum demi mendapatkan tandatangan dari MD Seo. 

Pagi hari
Mi Ri membuangkan secangkir minuman gingseng untuk Hyun Woo yang kemarin malam terpaksa ikut minum. Hyun Woo yang terlihat pucat mengucapkan terima kasih pada Mi Ri yang membuatkan minum untuknya. Young Mi melirik sinis pada Hyun Woo menerima minuman dari Mi Ri.
Kita hanya mendapatkan yang ukuran 2 x 2. Dan Kau melalui semua ini hanya untuk mendapatkan ini saja?” ejek Young Mi, Hyun Woo meminta mereka menunggu saja dan langsung berlari ke toilet karena merasakan mual.
Mi Ri merasa kasihan melihat Hyun Woo, sementara Young Mi mengeluh tak bisa melihat ini semua, lalu ponselnya berbunyi sebuah Da Jung pesan masuk “Tolong temui aku.” 

Jung Gi dan Direktur Jo sedang berendam untuk menghilangkan rasa mual. Direktur Jo bertanya kapan pihak MD Seo akan menaruh iklan mereka dipaling atas, Jung Gi menceritakan pihak MD Seo bilang orang-orang akan merasa ragu kalau menaikkannya terlalu cepat jadi akan menaikkannya sedikit demi sedikit.
Kau dan Wakil Park yang mengurus masalah hiburan mulai sekarang” ucap Direktur Jo, Jung Gi menjerit kaget.
Aku pikir aku benar-benar tidak bisa lagi ikut seperti itu” kata Direktur Jo, Jung Gi hanya bisa pasrah karena sebelumnya Direktur Jo terkapar. 

Young Mi kaget mengetahui Da Jung hanya berpura-pura tidak tahu selama ini, menurutnya sikap itu malah menakutkan sekali. Da Jung tahu Direktur Jo dkk ingin melakukan hal itu yang artinya  harus merahasiakannya darinya, jadi ia tak bisa menghentikannya.
Bukankah itu bertentangan dengan caramu? Bagaimana kalau ternyata malah bertambah buruk?” ucap Young Mi
Bagaimana denganmu? Aku pikir kau akan setuju Selama itu membawa kesuksesan” kata Da Jung sudah mengenal bawahanya, Young Mi menghela nafas lebih dulu.
Aku hampir bercerai dengan suamiku karena dia melakukan hal seperti itu. Benar-benar menyakitkan melihat mereka seperti itu, Ketua” cerita Young Mi
Aku yakin mereka tidak akan sukses dan orang-orang yang ada di sana juga mengetahuinya.” Kata Da Jung 

Tuan Nam berteriak memanggil Nona Unit 701 dengan membawakan sample Tap Tap. Si Nona 701, merasa tak enak hati karena Tuan Nam kembali memberikan sample untuknya. Tuan Nam pikir serum itu pasti bagus, karena yakin Nona 701 tidak punya banyak uang, jadi merasa tak perlu khawatir untuk membelinya karena ia akan memberikan sample.
Nona unit 701 memberitahu kalau ia memiliki penghasilan juga, Tuan Nam tak percaya karena Nona 701 itu selalu berada di rumah lalu meminta agar memberitahunya kalau memang Creamnya sudah habis jadi akan memberikan lagi. Nona 701 mengangguk mengerti lalu pamit masuk ke dalam rumahnya. 

Bong Gi baru datang bertanya pada ayahnya, apa yang diberikan pada Nona 701.  Tuan Nam merasa senang melihat Bong Gi pulang, lalu bertanya apakah kakaknya itu sedang berkencang dengan seseorang. Bong Gi heran dan berteriak kalau itu tak mungkin. Tuan Nam tak percaya menurutnya pasti Jung Gi sedang berkencan dengan seseorang.
Dia terus-terusan pulang terlambat dan ada riasan wanita di pakaiannya Aku rasa dia hanya sedikit aneh.” Kata Tuan Nam, Bong Gi pikir mungkin saja.
Aku rasa dia berkencan dengan wanita yang menyukai alcohol dan berharap dia mempertimbangkan kesehatannya dan tidak banyak minum” Ucap Tuan Nam khawatir
Aish, ayah!!! Aku akan mengurus soal Hyung, jadi jangan khawatir!” kata Bong Gi lalu pamit pergi.
Beberapa langkah dari pos keamanan, Bong Gi menelp Mi Ri hanya ingin menanyakan sesuatu padanya. 

Bong Gi masuk ke sebuah tempat melihat banyak wanita sexy yang berlalu lalang, tak percay kakaknya ternyata memiliki sisi dewasa karena bisa datang ke tempat itu. Sementara didalam ruang karaoke, Jung Gi dan Hyun Woo kembali menghibur MD Seo, kali ini dengan mengunakan balon dikepala dan riasan wajah seperti badut.
MD Seo memeluk dua wanita bahkan tanpa segan-segan memberikan kecupan pada pipi wanita penghibur. Bong Gi berjalan dilorong mencari-cari ruangan karaoke kakaknya. MD Seo kembali menyelipkan uang 50ribu di ikatan balon dikepala Jung Gi, Bong Gi membuka pintu sedikit mengintip melihat kakaknya yang berdandan seperti wanita dan menari-nari demi mendapatkan tanda tangan untuk Lovely.
Bong Gi terdiam melihat kakaknya, teringat pengorbanan Jung Gi membayar denda mobil, lalu memberikan uang padanya dan membayarnya 50ribu won sebagai bayaran les padahal fiktif, lalu membuat kakaknya yang menganti rugi karena merusak mobil Da Jung. Ia seperti tak percaya kakaknya melakukan semuanya demi keluarga. 

Bong Gi memasak sup tauge di dapur, Da Jung melihatnya lalu menyindir apakah Jung Gi kemarin minum-minum lalu berjalan ke kulkas untuk mengambil minum. Bong Gi melirik sinis dan ingin kembali ke ruang belajar tapi akhirnya kembali lagi menemui Da Jung.
Apakah kakakku satu-satunya orang di perusahaanmu yang bisa menghibur? Dia seorang ayah! Selain itu dia memiliki toleransi yang rendah pada alcohol Dan sistem pernafasannya lemah, jadi dia juga tidak bisa ikut lari maraton!” kata Bong Gi mengomel pada Da Jung lalu mengeluh dengan keadaannya yang seharunya bisa lebih cepat membeli alat berat.
Kalau kau memang mengkhawatirkan kakakmu, bisakah kau membantuku?” kata Da Jung 

Jung Gi sedang tertidur disofa, Manager Jung datang berteriak memanggil sampai Jung Gi terbangun. Jung Gi pun berusaha untuk duduk, Manager Jung meminta agar Jung Gi memulankan kartu kredit yang dipinjamkanya. Jung Gi memberitahu mereka masih harus menemui MD Seo
Apa gunanya menemuinya setiap waktu? Dia terus mengulur-ngulur waktu Kapan kita akan mendapatkan iklan yang besar, kalau begini caranya?” keluh Manager Jung, Jung Gi juga tak begitu yakin dengan hal itu lalu memulangkan kartu kreditnya.
Aku yang akan pergi kali ini, Kali ini Aku yang akan melakukannya dan kau lanjutkan seandainya tidak berhasil juga. Mari kita berusaha” kata Manager Jung melirik ke pantry, Mi Ri dengan celana mini sedang mengambil gelas di lemari. Manager Jung sengaja masuk kedalam pantry sambil menutup pintunya. 

Di sebuah bar
Manager Jung sudah membawa Mi Ri memberitahu  kalau kliennya itu  yang benar-benar penting, jadi Mi Ri harus berusaha yang terbaik. Mi Ri merasa tak yakin harus berada ditempat itu sekarang.  Manager Jung memberitahu Hyun Woo dan Jung Gi sudah menderita sampai sekarang! Jadi mereka  juga harus melakukan apapun yang  mereka  bisa.
Tapi Mi Ri merasa tidak bisa berbuat banyak, Manager Jung yakin Mi Ri akan baik-baik saja karena bisa membedakan masing-masing orang, sambil melihat bagian kaki Mi Ri dengan mengunakan celana mini.
Pembaharuan masa kontrak kerja akan segera dilakukan, benarkan? Aku akan berusaha yang terbaik supaya kau menjadi pegawai tetap” kata Manager Jung memberikan tawaran, Mi Ri terlihat bersemangat mendengar akan menjadi pegawai tetap. 

MD Seo mulai menuangkan wine dan Mi Ri duduk ditengah-tengah, merasa tak percaya ternyata Lovely memiliki wanita cantik. Manager Jung memberitahu Mi Ri itu benar-benar pengertian jadi memohon agar menjaganya. MD Seo mengaku benar-benar menyukai suasananya hari ini, lalu ketiganya mulai minum bersama-sama. MD Seo sudah tahu kalau wanita cantik yang duduk disampingnya Mi Ri.
aku bertugas untuk mendesain kemasan produknya” jelas Mi Ri
“Jadi Kemasan produk? Kemasan seperti apa? Atau mungkin kau berpikir tentang tipe "kemasan" lain yang mungkin kau lihat malam ini?” goda MD Seo yang selalu berpikir menjurus. Mi Ri melonggo tapi Manager Jung dan MD Seo tertawa mengejek.
Wow, MD Seo, kau benar-benar memiliki selera humor yang bagus!” komentar Manager Jung ikut tertawa .
Mi Ri berkaca-kaca mendengarnya karena merasa seperti dicemoohkan, MD Seo sadar kalau leluconnya sudah keterlaluan dan meminta maaf. Manager Jung dengan berani memegang paha Mi Ri, dengan memuji bawahnya itu wanita yang keren dan modern, jadi suka hal-hal seperti itu lalu mengajak kembali minum. MD Seo dengan lirikan matanya ke arah pada Mi Ri yang terbuka. 

Mi Ri duduk di depan meja kerja sambi menopang dagu, mengingat kejadian semalam dengan perkatakaan Manager Jung Nona Mi Ri adalah wanita yang keren dan modern, jadi dia menyukai hal-hal seperti itu.”  Manager Jung selain memegang bagian pahanya, sengaja memeluknya dan meremas bagian bokongnya.
Hyun Woo yang melihat Mi Ri hanya diam saja berpikir kemarin malam pergi ke club, karena terlihat seperti banyak minum dan lesu, lalu bertanya dengan pria siapa pergi ke club. Mi Ri dengan ketus merasa bukan urasan Hyun Woo lalu memilih untuk meninggalkan meja.

Da Jung berada didalam ruangan melihat semua karyawannya yang melakukan hiburan pada MD Seo seolah-olah dirinya tak tahu dan membuat semuanya terlihat mual karena terlalu banyak minum dimalam hari. Young Mi hanya bisa diam karena tak bisa membuka suara kalau Da Jung sudah mengetahui semuanya. Jung Gi melihat website milik MD Seo tapi tetap saja belum ada perubahan.
Apa tidak apa-apa terus melakukan hal seperti ini?” gumam Jung Gi 
Da Jung pulang dari kantor paling akhir, Hyun Woo menelp Da Jung karena mendengar pihak Lovely menghibur MD Seo sekarang. Da Jung bertanya siapa yang memberitahunya. Hyun Woo memberitahu MD Seo itu sudah bercabang dua dan mereka akan mengadakan pertemuan dengannya lagi. Da Jung terlihat sangat marah mendengarnya. 


Jung Gi kembali menghibur MD Seo dengan menuangkan minum untuknya, MD Seo sengaja membuka pakaian luar si wanita dengan memakai dikepalanya seperti pita. Jung Gi juga dengan rela menyuapi makakan untuk MD Seo.
Masalah banner-nya akan diselesaikan dalam minggu-minggu ini!” kata MD Seo terlihat setengah mabuk.
Baiklah, aku menaruh keyakinanku kepadamu kalau begitu!” ucap Jung Gi
MD Seo tiba-tiba berteriak dan berdiri dari tempat duduknya, Jung Gi bertanya kemana MD Seo akan pergi. MD Seo berkata kalau ada yang dikeluarga dengan jalan sempoyongan. Jung Gi langsung jatuh lemas setelah melihat MD Seo pergi ke kamar mandi.
Da Jung tiba-tiba masuk ruangan, menyuruh Jung Gi bangun sekarang juga. Jung Gi setengah mabuk melihat Da Jung yang datang bertanya kenapa datang ke tempat itu. Da Jung menyuruh Jung Gi cepat berdiri. Jung Gi melihat amarah Da Jung yang keluar jadi membuat orang-orang menjulukinya “nona pemarah”. Da Jung terlihat binggung dengan ucapan  Jung Gi.

Apa kau tidak tahu kalau nama julukanmu adalah "Nona Pemarah"? Kau mudah sekali marah sampai orang memanggilmu "Nona Pemarah" dan "Ketua Pemarah!" Itu benar-benar cocok denganmu” ucap Jung Gi
Berhentilah bicara omong kosong dan bangunlah sekarang. Ayo kita pulang” kata Da Jung ketus
Aku tidak bisa Ketua!!! Aku harus memberikan penghiburan! MD Seo pergi untuk mengambil air, jadi dia akan segera kembali.” Kata Jung Gi yakin
Aku yakin sudah mengatakan padamu untuk tidak melakukan hal seperti ini” tegas Da Jung
Bukannya aku memintamu untuk melakukannya, jadi kenapa kau sangat membencinya? Apa kau punya kenangan buruk tentang menghibur atau semacamnya? Atau mungkinkah temanmu yang bernama "hiburan" melarikan uangmu?” keluh Jung Gi mengomel
Da Jung bertanya berapa lama Jung Gi akan terus berpegang teguh pada MD Seo. Jung Gi menegaskan sampai berhasil akan terus berpegang teguh, meskipun sangat membencinya tapi tak ada yang bisa dilakukan selain itu, karena merea tidak punya kekuasaan dan juga uang, jadi Yang bisa dilakukan adalah memberikanya semua yang  dimiliki dan bergantung pada MD Seo untuk kehidupan, supaya mendapatkan kesempatan untuk memohon, jadi menurutnya itu adala tipe dunianya. 


Da Jung menyuruh Jung Gi berdiri dan langsung menarik dasinya untuk keluar dari ruangan, Jung Gi berteriak karena Da Jung melakukan hal itu padanya meminta agar segera dilepaskan. Da Jung terus menarik dengan tatapan sinis, Jung Gi bertanya kemana akan dibawanya. Da Jung membuka pintu dan langsung melepaskan tanganya.
MD Seo kaget melihat Jung Gi dan sudah ada Direktur Kim didepanya. Da Jung meminta Jung Gi melihat baik-baik kalau itu semua adalah kebenaran dibalik apa yang selama ini berpegang teguh yaitu MD Seo sudah mempermainkan bersikap seolah-olah akan melakukan segalanya Tapi kemudian mengambil apa yang bisa didapatkan dari mana saja.
Orang-orang ini hanya akan menginjak-nginjakmu, selama kau memperbolehkannya” tegas Da Jung Sinis, Jung Gi benar-benar kaget ternyata dibelakangnya MD Seo bertemu dengan Direktur Kim.
Ya, memang benar ini adalah dunia dimana kau harus membungkuk pada orang yang memiliki kekuasaan. Tapi, apa kau tahu siapa yang menjadikan dunia seperti itu? Dia adalah Nam Jung Gi, yang dengan keras kepala terus bergantung pada kekuasaan itu! Orang-orang sepertimu membuat dunia menjadi oligarki seperti itu!” tegas Da Jung yang membuat Jung Gi tersadar.

“Kau bilang Mempermainkan, benarkan itu? Hei... Ok Da Jung, apa kau bahkan punya hak untuk berkata seperti itu?” kata Direktur Kim, Da Jung memilih untu pergi tapi langkahnya terhenti dengan perkataan Direktur Kim.
Kau tidak bisa pergi sekarang,  karena kau sudah jauh-jauh datang kemari. Bukankah kau adalah "Si penghibur Ok Da Jung?" Kenapa tidak kau tuangkan minuman untukku setelah sekian lama?” sindir Direktur Kim, Jung Gi tak percaya Direktur Kim bisa berbicara seperti itu, Sementara Da Jung hanya diam saja.
Aku rasa kau tidak tahu tentang warna kehidupan masa lalunya, Kepala Bagian Nam. Dulu, kau sangat putus asa ingin mendapatkan promosi Sampai kau minum banyak sekali dan menawarkan tubuhmu pada siapapun yang ingin memilikinya. Benar begitu kan, Manajer Ok Da Jung? Bahkan setelah kau menjadi sukses, Kau seharusnya menahan diri sedikit setelah kau menikah. Maka, setidaknya kau tidak akan dimanfaatkan seperti itu. Aku merasa kasihan pada Yoon Ho.” Ucap Direktur Kim
Da Jung akhirnya membalikan badanya dengan mata melotot, Direktur Kim merasa Da Jung tak perlu melotot karena menurutnya semua benar dan berpikir Da Jun belum puas hanya menghancurkan kehidupan satu orang saja dan juga kenapa harus pergi ke Lovely  untuk membuat lebih banyak orang yang menderita. Da Jung mengumpat menyuruh Direktur Kim menutup mulut busuknya.

Direktur Kim pikir karena Da Jung maka Jung Gi sudah menjadi Ketua di Lovely dan Direktur Jo akan hidup dengan tenang sebagai perusahaan bawahan menurutnya Da Jung membutar orang yang tadinya baik-baik saja  menjadi menderita, lalu mengingat ucapan Da Jung  berani meminta agar tak menghentikan ucapanya
Apa kau tidak dengar aku menyuruhmu untuk menutup mulutmu?” teriak Da Jung dengan mata berkaca-kaca
Kenapa? Apa kau takut masa lalumu akan terungkap pada bawahanmu? Kau pikir aku tidak punya sesuatu untuk mengancammu saat kau datang padaku dengan foto itu? Apa kau ingin tahu siapa sebenarnya orang yang lebih menjijikkan di antara kita berdua?” ucap Direktur Kim. Da Jung mempersilahkan saja, Direktur Kim tak percaya Da Jung bisa menantangnya.
Ya, ungkapkan saja semua kotoranmu padaku, dasar kau bajingan!” teriak Da Jung dengan air mata mengalir lalu berjalan keluar. Direktur Kim berteriak memanggilnya karena belum selesai bicara, Jung Gi terlihat binggung memilih untuk mengejar Da Jung. 

Jung Gi berlari mencari ke jalan disekitar restoran untuk mencari Da Jung, wajahnya panik karena belum menemukan atasanya. Sampai akhirnya didepan sebuah tiang listrik, Da Jung berdiri terlihat menangis sesunggukan. Jung Gi memanggilnya dan berjalan mendekat untuk menanyakan keadaanya, Da Jung memperingatkan Jung Gi agar tak mendekat dan memintanya agar pergi karena hanya ingin sendirian. Jung Gi terdiam karena bisa mendengar Da Jung kembali menangis.
bersambung ke episode 8
FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 



Tidak ada komentar:

Posting Komentar