Kamis, 28 April 2016

Sinopsis Entertainers Episode 3 Part 2

Yun Soo memanggil Ha Nul yang akan meninggalkan rumah, menyadari kalau ia memang bukan orang terbaik  yang mengatakan hal seperti ini, lalu meminta agar Ha Nul tidaklah berkecil hati.
Aku tidak jauh lebih tua darimu tapi ada kalanya sesuatu tidak berjalan sesuai dengan keinginanmu. Aku percaya ucapan kakakmu dan juga percaya padamu.” Ucap Yun Soo dengan senyuman
Chan Hee menunggumu dan Kau harus pulang.” Kata Ha Nul dengan perkataan sopan
“Hei... Jangan bicara terlalu  sopan padaku. Aku merasa begitu tua jika kau  berbicara kepadaku seperti itu.” Kata Yun Soo, Ha Nul pun pamit untuk kembali ke tahanan remaja. 

Didalam rumah
Geu Rin memakainya handuk di leher Chan Hee, bertanya apakah ia bisa mengosok gigi. Chan Hee mengangguk bisa mengosok gigi sendiri, Geu Rin bertanya apakah Chan Hee melakukannya sendiri. Chan Hee dengan pintar mengosok giginya ke arah atas dan bawah.
Yun Soo melihat anaknya dengan senyuman yang pintar, lalu mendekati Geu Rin akan membantu anaknya. Geu Rin memberitahu Chan Hee yang bisa melakukannya dengan baik, keduanya sama-sama mengelus rambut Chan Hee dengan senyuman. Yun Soo mengucapkan terimakasih karena membiarkan mereka untuk bisa menginap. Geu Rin juga mengucapkan Terima kasih sudah mengecat gerbang dan dindingnya.

Kayle pulang ke Seoul ingin masuk kantor Manggo tapi pintu dikunci sambil mengomel mencoba menelp Suk Ho yang tak ada dikantor. Suk Ho sedang mondar mandir menerima telp dari Kayle. Kayle menanyakan keberadaan Suk Ho sekarang. Suk Ho mengatakan sedang ada diluar menanyakan kenapa Kayle menelp. Kayle ingin tahu keberadan Suk Ho sekarang.
Suk Ho melihat sosok orang yang ditungguna dan buru-buru menutup telpnya dan berjanji akan menghubunginya lagi. Joo Han turun dari mobil bersama Tuan Jung, terlihat Tuan Jung mabuk tak mengenai rumahnya. Joo Han memuji rumah Tuan Jung sangat bagus. Tuan Jung pikir bisa naik taksi jadi Joo Hantidak perlu datang jauh-jauh mengantarnya.
Joo Han berdalih rumahnya searah jadi tak masalah untuk mengantarnya,  Suk Ho mengintipnya dari belakang dinding dengan tatapan curiga. Joo Han mengatakan mereka sudah memulainya jadi mereka bersama harus melihat bagaimana akhir dari semua ini. Tuan Jung membenarkan dengan salin high five dengan kepalan tangan. Suk Ho dengan mata merah tak percaya ternyata keputusan Tuan Jung ada hubunganya dengan Joo Han 

Didepan minimarket
Kayle datang menanyakan alasan Suk Ho yang menyembunyikan  hal yang penting seperti itu. Suk Ho meminta Kayle untuk tenang, sambil bertanya apakah hal itu sangat penting untuk Kayle. Kayle menjawab kalau itu sangat penting karena Ha Nul itu pelaku seks, menurutnya tak peduli jika  mereka punya  bakat dan lagu yang bagus.
Kau menyuruhku bicara dengan baik supaya kami tidak ada anti-fans, 'kan? Bukankah akan ada anti-fans jika salah satu anggota kita adalah pelaku seks? Pelaku seks lebih parah daripada seorang ayah yang ada di band.” Jerit Kayle tak terima
Apakah kau pernah...dituduh selama hidupmu? Aku juga memiliki sika begitu awalnya.”akui Suk Ho, Kayle tak habis pikir Ha Nul yang punya wajah yang polos tapi bisa seperti itu.

Dia dikenakan tuduhan palsu. Aku berdebat dengan diriku sendiri  apa aku harus percaya padanya atau tidak. Aku... memutuskan kalau aku akan  mempercayai wajah polosnya Ha Nul Aku memutuskan untuk percaya kata-katanya dan bisa sampai sejauh ini. Itu sebabnya aku tidak memberitahumu.” Jelas Suk Ho
Aku tidak percaya pada apa pun. Aku hanya percaya pada  situasi kita sekarang. Pelaku seks sebagai vokalis kita. Itulah situasi yang kita hadapi sekarang.” Teriak Kayle
Apa yang akan kau lakukan jika  Ha Nul tetap berada dalam band?” tanya Suk Ho
Kayle mengatakan tidak akan ikut band ini. Suk Ho memuji Kayle bermain gitar dengan sangat baik jad akan menemukan sebuah band untuknya, Kayle binggung dengan ucapan atasanya, Suk Ho pikir Kayle sudah mendengar ucapan sebelumnya, tidak akan melepaskan Ha Nul dan juga tidak mau merelakannya, tapi jika memang Kayle memaksa tidak akan bergabung dalam band maka akan mencari band lain atau agensi lain untuknya, dengan alasan karena dirinya harus memenuhi  tugasnya. sebagai direktur casting. Kayle merasa semuanya itu sangat konyol. Suk Ho meminta agar Kayle mempertimbangkan beberapa hari lagi lkalau memang Kayle masih tak menginginkan maka mereka bisa bicara lagi. 


Suk Ho berjalan ke halte bus melihat gambar boy band Jackson dan fokus pada gambar wajah Ji Nu, terlihat matanya mulai berkaca-kaca. 
Flash Back
Suk Ho memberikan sekotak permen milk caramel kesukaanya, Ji Nu sedan makan ramen mengeluh giginya akan berlubang kalau Suk Ho selalu memberiku permen. Suk Ho pikir Ji Nu tak tahu betapa bahagianya ketika ia memakan permen itu jadi harus mencicipnya.
“Apa Kau pikir aku seperti dirimu? Aku lebih suka soju.” Kata Ji Nu sambil menyantap ramenya.
Kenapa kau melarikan diri?” tanya Suk Ho pada Ji Nu
Aku tidak ingin menjadi penari cadangan di latar panggung.” Jawab Ji Nu.
Ayo kita pergi. Aku akan membuatmu menjadi bintang, jadi Percayalah padaku.” Ucap Suk Ho yakin, Ji Nu tak percaya bertanya bagaimana Suk Ho bisa melakukanya.
Setidaknya, aku tidak akan membuatmu bekerja paruh waktu atau makan makanan kadaluarsa.” Tegas Suk Ho lalu mengajak Ji Nu untuk segera pergi. 

Ji Nu duduk sendirian dalam apartementnya, seperti mengingat juga semua kenangan dengan Suk Ho dengan memegang kotak permen kesukaan Suk Ho sambil mengenggamnya.
Suk Ho duduk terdiam di dalam ruangan sambil melihat label penyitaan semua barangnya, Min Joo datang dan duduk disamping temanya, Suk Ho bertanya apakah Min Joo sudah mencari tahu dan apa masalahnya. Min Joo menceritakan  Lee Jung Hoon akan dibebastugaskan dari wamil.
Mereka siap untuk merilis albumnya. Albumnya akan dirilis segera setelah  dia bebas wamil. Itu tadinya investasi tunggal milik KTOP, tapi Kim Joo Han bilang, dia akan menyerahkan investasinya  ke Ocean Music. Mr Jung tidak punya alasan  untuk menolak tawaran tersebut.”jelas Min Joo,
Apa maksudnya... sepertinya ada yang ganjil dengan perilisan album Jung Hoon ini?” pikir Suk Ho 

Joo Han merasa canggung duduk bersama di cafe dengan Suk Ho di siang hari begini. Suk Ho juga merasakan hal yang sama tapi menurutnya harusnya mentraktirnya  minuman keras sebagai penghiburan tapi ia sudah berhenti minum. Joo Han pikir kalau begitu Suk Ho harus mengizinkan dirinya untuk mentraktir makan siang.
Setelah dipikir-pikir..... Ketika aku mengambil Jackson dan mengkhianati Joon Suk, dia pasti merasakan apa yang sedang kurasakan sekarang. Aku sudah bertobat.” Ungkap Suk Ho, Joo Han berkomentar dunia ini memang kejam.
Aku selama ini sudah jahat tapi aku tidak mengira aku pernah mengecewakan teman-temanku terutama kau.” Tegas Suk Ho, Joo Han mengatakan mereka semua punya alasan.
Aku ingin tahu alasan apa itu. Kenapa kau melakukannya?” teriak Suk Ho
Kau akan terluka jika kau mengetahuinya. Lagipula, aku tidak bisa memberitahumu. Karena kau tidak bekerja untuk KTOP lagi. Ini rahasia perusahaan, jadi jangan  coba-coba untuk mencari tahu.” Tegas Joo Han
“Lalu Kenapa kau tidak meninggalkan industri ini saja? Bukankah kau selalu mengatakan bahwa kau ingin membuka  sebuah restoran di tepi pantai? Aku akan membantumu. Jangan ragukan dirimu dan lakukan sajalah. Aku bahkan bisa meminjamkan 200.000 dolar yang kau  pinjam pada Tuan Jung” ucap Joo Han dengan nada menyindir memberikan penawaran
Aku tidak akan... meminta uang itu kembali.” Tegas Suk Ho dengan senyuman berpesan agar Joo Han untuk menjaga dirinya baik-baik lalu pergi meninggalkan cafe. 

Min Joo keluar dari kantor Ocean Music tertawa mengejek melihat Suk Ho sedang duduk sambil meminum es seperti anak kecil, bertanya apakah rasa esnya itu enak. Suk Ho mengatakan kalau itu sangat enak dan meminta untuk membeli dengan mengunakan uang Min Joo sendiri karena ia sudah bangkrut. Min Joo hanya tertawa mendengarnya.
Suk Ho memberikan sebuah amplop meminta agar Min Joo memberikan pada Tuan Jung, Min Joo bertanya apa isinya, Suk Ho mengatakan dengan santai kalau itu adalah alat untuk mengancam Kim Joo Han lalu pamit sambil memakan es krimnya kembali. Min Joo menatap dengan tatapan bingung. 

Tuan Jung di ruangannya berteriak marah menelp Joo Han karena seharusnya ia tidak bisa melakukan bisnis seperti itu sambil mengumpat kalau Joo Han itu sudah gila, Min Joo sambil menjauhkan telinganya saat Tuan Jung berteriak-teriak.
Apakah kau berusaha menghancurkan hidupku?” teriak Tuan Jung sambil melembar semua berkas ke udara
Kalau begitu, aku akan berbicara dengan direktur dan kau bisa melhatnya nanti” ucap Joo Han berusaha menyakinkan, 

Suk Ho duduk diam diruangan lalu memakai topinya sambil mengingat kejadian saat di KTOP Entertaiment
Flash Back
Joon  Suk pikir lebih baik mereka  memproduksi  dengan dana yang dimiliki, jadi untuk apa mereka mendapatkan investasi dari GM. Suk Ho meminta agar Joon Suk membantunya sekali lagi. Joon Suk melihat GM bukanlah  mitra bisnis utama kita. Suk Ho memberitahu Tn. Choi akan menikah jadi mungkin akan dipecat jika tidak mendapatkan hasil apa pun.
Setiap kali dia menghubungiku,  aku jadi sedih. Dia harus menikah.  Kenapa kau tidak membantunya? Dia mungkin akan  membayarnya kembali padamu.” Ucap Suk Ho menyakinkan
Apa kau sedang disuap? Apa kau dapat masalah jika kau menolak permintaannya? ” tanya Joon Suk menduganya
“Ahh... Yang benar saja. Aku tidak menerima suap dari pemula.” Kata Suk Ho
Terserah kau.... lakukanlah, tapi jangan beritahu siapa pun. Tetaplah rendah hati sampai album ini dirilis.” Ucap Joon Suk, Suk Ho pun mengerti 

Ocean Music
Perusahaanmu sudah memproduksi album itu melalu investasi GM. Bagaimana bisa kau tidak mengetahuinya?” teriak Tuan Jung benar-benar marah di telp. Min Joo yang ada diruangan hanya diam saja mendengar atasanya berteriak – teriak
Joo Han menelp Suk Ho dengan menyindirnya masih saja seperti dulu dengan nada sinis mengucapkan terimakasih atas hadiah kejutannya. Suk Ho mengatakan turut senang kalau memang Joo Han menyukainya.

Min Joo masih dengan Tuan Joo memberitahu harus menyingkirkan label penyitaan properti itu, kalau tidak maka Suk Ho  akan  membuat berita buruk dan Tuan Jung akan disebut pengganggu. Tuan Jung terlihat tak terima dianggap penganggu, merasa tak peduli lagi menyuruh Min Joo segera keluar saja dari ruangan.
Aku akan tetap menginvestasi 200.000 dolar untuk Mango dan akan mengawasi apakah mereka melakukan pekerjaan yang baik untuk albumnya.” Kata Min Joo sengaja memberikan penekanan agar Tuan Jung tak menarik investasinya.
Suk Ho sedang tertidur pulas di sofa kantornya sambil mendengarkan lagu ABBA, I Have a Dream. 

Min Joo terlihat kaget mendengar sesuatu yang diberitahu Kayle, sementara Kayle tak tahu apakah ini akan menjadi masalah besar tapi menurutnya Suk Ho akan marah jika mengetahui sudah memberitahu tentang hal ini tapi semuanyaini membuatnya khawatir. Min Joo seperti masih shock tak bisa berkata apa-apa.
“Baiklah... Ha Nul akan berada di sini hari ini,  jadi kita berpura-pura kalau kita tidak tahu  apa-apa untuk saat ini. Aku akan berbicara dengan Suk Ho tentang situasi Ha Nul” jelas Min Joo, Kayle mengerti. 

Kayle menghadang Ha Nul yang akan berjalan masuk di kantor Manggo, Ha Nul bertanya ada apa. Kayle mengatakan Ha Nul akan kehilangan penggemar jika berbicara kasar seperti itu, lalu menatap mata Ha Nul seperti ingin mencari kebenaran dari matanya. Ha Nul menyuruh Kayle minggir.
“Aisshh... Aku menulis sebuah lagu yang bagus  beberapa hari terakhir ini Tapi aku harus mempertimbangkannya dulu. Aku harus percaya antara keduanya. Mana yang harus aku percayai?” ucap Kayle
Jadi Kau sudah ada jawabannya?” kata Ha Nul
Aku tidak ada jawabannya.”jawab Kayle, Ha Nul seperti tak peduli memilih untuk masuk ke dalam kantor.  

Ha Nul, Kayle dan Suk Ho saling menatap, akhirnya Kayle sudah tak tahan meminta untuk membawakan speaker. Suk Ho tahu Ponsel memang jadi trend sekarang jadi mengajak mereka segera mendengarnya. Kayle memberitahu Lagu itu dibuat untuk Carnegie Hall sambil memukul kaki Suk Ho tak tahu apakah mereka bisa menyukainya.
Aku akan berpura-pura kalau aku ada di Pusat Seni Seoul, jadi Putar saja.” Kata Suk Ho tertawa, Kayle pun memutar akan melihat komentar dari lagunya lalu memutarnya.
Semua mengikuti irama gitar yang sudah dibuat tanpa ada lirik, Ha Nul tersenyum mendengarkan lagu buatan Kayle, begitu juga Suk Ho dan Yun Soo, bahkan Chan Hee juga ikut larut. Suk Ho   merasa Kayle memang pantas bersekolah di Julliard.

Min Joo masuk dengan seorang wanita cantik membawakan beberapa gelas kopi, Park Shi Hye dengan senyuman sengaja membawakan minuman untuk semuanya. Suk Ho pun mengajak Shi Hye untuk duduk bersama, Min Joo dengan sinis menyuruh Shi Hye menunggu diluar saja. Shi Hye pun dengan wajah cemberut keluar ruangan.
Man Shik yang baru datang melihat Shi Hye keluar berpikir langsung pulang, Shi Hye sedang kesal langsung pergi begitu saja. Man Shik dengan wajah bahagia membawakan sandwich untuk semuanya lalu melihat anaknya kecil itu bertanya siapa orang yang belum pernah di lihatnya, menduga itu adalah anak dari Suk Ho.
Orang tuaku akan melompat kegirangan  jika dia anakku.” Jerit Suk Ho kesal, Yun Soo pun menyapa keduanya, Min Joo pun merasa senang bisa bertemu dengan anggota baru.
Dia bassis kami dan ini adalah anaknya.” Kata Suk Ho lalu meminta Chan Hee untuk berdiri. Chan Hee berdiri sambil menyapa dengan membungkuk dan sangat sopan. Man Shik pun menyapa dengan senyuman
Min Joo tiba-tiba menatap Ha Nul dengan tatapan berbeda, Man Shik berkomentar Band Entertainer sungguh menghibur dengan semua angotanya. Min Joo memalingkan wajahnya ketika Ha Nul menyadari pandanganya, lalu mengajak Suk Ho untuk berbicara. Suk Ho pun menyuruh semua minggir karena Min Joo sedang menginginkannya. Kayle dan Ha Nul saling menatap bingung 


Di depan gedung
Min Joo bertanya apa sebenarnya yang direncakan Suk Ho sekarang, karena yang ia dengan Ha Nul adalah seorang mantan narapidana. Suk Ho membela seorang Remaja selalu dapat masalah saat tumbuh dewasa. Min Joo merasa Suk Ho itu sedang bercanda. Suk Ho merasa dalam pikiran Min Joo kalau itu adalah sebuah masalah.
Dia itu pelaku seks.” Teriak Min Joo kesal, Suk Ho meminta agar Min Joo mengecilkan suaranya karena khawatir Ha Nul bisa mendengarnya.
Kau pasti punya informan yang bagus.” Pikir Suk Ho
Kayle datang menemuiku. Seorang bassist yang punya anak  dan vokalis mantan narapidana. Dia heran bagaimana kau bisa membentuk  sebuah band dengan anggota seperti itu dan dia ingin aku untuk meyakinkanmu menemukan anggota yang lain.” Akui Min Joo, Suk Ho sempat mengumpat Kayle yang tak bisa menjaga rahasia.
Seorang ayah, tidak masalah. Kita bisa melakukannya Tapi tidak dengan Ha Nul. Ini akan menjadi masalah bahkan jika band ini nantinya sukses.” Tegas Min Joo
Dia dijebak... Aku sudah mencari tahu,  dan dia memang dijebak.” Ucap Suk Ho membela diri
Min Joo yakin tak akan ada yang percaya kalau memang dijebak, meminta agar Suk Ho memikirkan dengan matang masalah seperti ini karena  Catatan kepolisisan tentang penyerangan seksual akan mengikutinya selamanya, menurutnya Suk Ho sudah melihat kehidupan anak-anak hancur karena orang menggali masa lalu mereka.
Bagaimana jika masa lalunya bocor ke media? Bukan hanya dia saja yang hancur. Apa yang terjadi dengan Kayle  dan si ayah itu?” ucap Min Joo dengan nada tinggi
Aku tahu! Kita akan berusaha untuk menangkap  pelaku sebenarnya Dan jika kita bisa menemukannya, alangkah lebih baik.” Kata Suk Ho membela diri
“hei... Siapa yang akan membuka kembali kasus itu demi anak yang tidak punya koneksi?” jerit Min Joo, Suk Ho terlihat berusaha menahan amarahnya,
Kau akan hancur lebih dalam lagi. Jangan lakukan ini pada dirimu sendiri. Jadilah cerdas” pesan Min Joo, Suk Ho memilih menatap kearah lain untuk menjernihkan otaknya, didepan pintu kantor Manggo, Ha Nul mendengan pembicaraan keduanya. 

Suk Ho berdiri bersandar di ruanganya berbicara sendiri kalau Kakak Ha Nul yang bolak balik dari KTOP dan si adiknya sekarang menghilang di tengah-tengah. Lalu memutar ponselnya terlihat ragu untuk melakukan sesuatu,
Ha Nul berjalan menanjak sambil mengingat ucapan Min Joo yang didengarnya Catatan kepolisian atas penyerangan seksual akan mengikutinya selamanya. Kau sudah melihat kehidupan anak-anak hancur karena orang menggali masa lalu mereka.
Ia mengingat saat ikut audisi dengan Kayle yang memukau semua juri, lalu Yun Soo dan anaknya yang membantu mengecat rumah ketika ada banyak kalimat umpatan bahkan Chan Hee juga menunjukan gambar matahari yang bersinar terang.
Ha Nul juga mengingat kembali saat pertama kali bertemu dengan Suk Ho diatas gedung. Suk Ho mengatakan ia adalah Orang yang ingin merilis albumnya. Ketika didepan pantai menyakinkan Ha Nul untuk menyanyi bersamanya, lalu Ha Nul pun setuju untuk bermusik kembali, Suk Ho dengan bangga mengatakan kalau Ha Nul tidak bersalah memilih.
Kata-kata Min Joo kembali terngiang-ngiang di telinga Ha Nul “Bagaimana jika masa lalunya bocor ke media? Bukan hanya dia saja yang hancur. Apa yang terjadi dengan Kayle  dan si ayah itu?
Ha Nul memegang dinding seperti mulai lemas, dengan menyadarkan kepalanya mencoba meluapkan rasa sedihnya, . Kata-kata Min Joo kembali teringat “Kau akan hancur lebih dalam lagi. Jangan lakukan ini pada dirimu sendiri. Jadilah cerdas. Ha Nul akhirnya duduk lemas lalu melihat nama yang tertera dalam ponslenya [Caramel] air matanya pun mengalir. 
Suk Ho sedang menelp, mendengar kalau telpnya dialihkan akhirnya ia mengirimkan filenya dalam message memberitahu seseorang kalau Man Shik sudah mengaransemen lagunya jadi meminta Dengarkanlah dan rasakan musiknya, setelah itu akan menemuinya  akhir pekan nanti,wajahnya terlihat gelisah setelah mengirimkan pesan. 


Ha Nul duduk di meja belajarnya sambil mendengarkan musik dengan earphonen lalu mulai menuliskan lirik di kertas  [Rasa suram pun membawa kemenangan jika kau melupakannya]
Geu Rin masuk ke kamar Ha Nul dengan menyalakan lampu di meja belajar, teringat kembali saat Ha Nul sedang menyanyi dengan sangat merdu diatas panggung. Wajah Geu Rin tersenyum mengingatnya, lalu mengeluarkan ponselnya.

Suk Ho sedang berbaring diatas sofa, mendengar ponselnya berdering, Geu Rin meminta maaf karena menghubunginya larut malam sekali. Suk Ho mengatakan tak masalah karena sedang tidak bisa tidur.
Aku perlu bicara denganmu, tapi aku tidak boleh meninggalkan pekerjaanku. Bisakah kau datang ke Busan?” kata Geu Rin 
Esok harinya, Suk Ho sudah menunggu didepan sebuah cafe. Geu Rin datang meminta maaf karena sudah membuat Suk Ho menunggunya. Suk Ho pikir Jika sang wali menyuruhnya untuk menunggu,  jadi harus menunggu. Geu Rin mengungkapkan tidak menyangka  Ha Neul ingin bernyanyi lagi atau memang ternyata adiknya itu bisa bernyanyi dengan baik.
Rasa apatis keluarga menghancurkan  mimpi anak itu.” Komentar Suk Ho dengan menatap ke arah pantai
Itulah sebabnya aku harus berbuat lebih baik.” Ucap Geu Rin, Suk Ho tak mengerti maksud ucapanya.
Kurasa dia perlu sistem yang tepat untuk mendukungnya.” Jelas Geu Rin

Aku yang menemukan bakatnya tapi kau mau sistem yang tetap,  apa begitu maksudmu? Kau pikir karirku berakhir karena menusuk KTOP dari belakang, supaya kau bisa ambil untung. Baiklah, Lakukan saja sesukamu,Lagipula dia adikmu. Tapi tetap saja, aku mengejarnya  sampai seluruh Busan. KTOP itu tidak benar,Kau menyuruhku untuk pergi 'kan!” ucap Suk Ho mulai berbicara dengan nada tinggi
Bagaimana kau tahu aku pergi kesana?” tanya Geu Rin binggung
Maaf ya, kakaknya Ha Nul. Inilah dunia yang mengerikan. Apa kau pikir aku tidak bisa mengetahuinya?” sindir Suk Ho
Aku tidak kesana karena alasan seperti yang kaupikirkan. Aku tidak seperti yang kau pikirkan. “ jelas Geu Rin, Suk Ho pun menanyakan alasan Suk Ho datang ke Ktop.
Aku harus kesana karena ada kaitannya dengan kasusnya Ha Nul.” Ucap Geu Rin yang membuat Suk Ho kaget karena berkaitan dengan Ha Nul.
Geu Rin pikir hanya dirinya dan Ha Nul yang akan menangani hal itu. Suk Ho terlihat tak enak hati kalau Geu Rin ternyata tidak menusuknya dari belakang dan mempercayai hal itu lalu menanyakan alasan Geu Rin ingin menemuinya. Geu Rin pikir harus menjadi manajernya Ha Nul.

Suk Ho terlihat shock bertanya apakah Geu Rin tahu apa yang dilakukan seorang manager. Geu Rin menagataka akan belajar. Suk Ho makin heran dari siapa Geu Rin akan belajar dan apakah ada sekolah untuk menjadi manager Artis. Geu Rin mengatakankaalu Suk Ho yang harus mengajarinya, Suk Ho binggung dengan alasan apa harus melakukan itu dan kenapa Geun Rin harus menjadi Managernya.
Ha Nul itu keras, tapi dia aslinya berhati lembut. Aku harus melindunginya 24 jam sehari.” Jelas Geu Rin, Suk Ho mengejek Geu Rin itu Ibunya atau kakaknya
Siapa yang peduli? Kesejahteraan Ha Nul adalah yang terpenting.” Tegas Geu Rin
Tidak mudah menjadi seorang manajer Bahkan jika orang tuamu dilarikan  ke rumah sakit setelah kecelakaan manajer harus tetap bersama  dengan klien Dan Untuk waktu pribadi, Tidak ada. Lalu waktu Kencan? 90 persen dari mereka  tidak pernah menikah. Bahkan ada seorang manajer legendaris  yang pulang pergi Seoul dan Busan selama Tiga kali sehari.  Dia adalah Shin Suk Ho.” Jelas Suk Ho menunjuk dirinya sendiri.
Aku punya SIM. Kau bilang Kencan? Pernikahan? Aku tidak perlu itu. Lalu Keluarga? Ha Nul. Cuma dia yang aku punya. Dia satu-satunya alasan aku tetap hidup. Aku tidak merasa aku juga perlu diwawancara. Apa aku salah?” ucap Geu Rin menatap Suk Ho dengan penuh keyakinan. 


Suk Ho duduk di meja kerja memikirkan  Seorang kakak sebagai manajer, menurutnya Geu Rin itu Kakak yang hebat. Tiba-tiba ponselnya berdering, wajahnya tersenyum melihat nama yang tertera, menanyakan alasan Ha Nul tak bisa menghubungnya karena mulai khawatir, lalu memberitahu sedang ada dikantor, terlihat tak menyangak Ha Nul di Seoul.
Kukira kau hanya datang selama akhir pekan. Bagaimana sekolahmu?” tanya Suk Ho yang menemui Ha Nul di sebuah cafe.
Aku pulang lebih cepat dan Ada yang harus kuberikan padamu.” Kata Ha Nul, Suk Ho menanyakan apa itu. Ha Nul membuka tasnya memberikan selembar kertas memberitahu kalau ia sudah menuliskan sebuah lirik lagu.
Suk Ho tertawa mendengarnya,seperti tak percaya Ha Nul sudah menulis sebuah lagu, lalu berkomentar Ha Nul dan kakaknya memang punya semangat yang bagus dan mencoba membawanya, tawanya langsung berubah serius melihat lirik lagu yang dibuat Ha Nul. Dengan senyuman menyimpulkan lagu Dikompose oleh Kayle dan ditulis oleh Jo Ha Nul menurutnya itu sangat bagus.

Apakah kau datang jauh-jauh  kesini hanya untuk memberikan ini? Kau bisa mengemailnya.” Pikir Suk Ho
Ada yang harus kukatakan.... Aku mau berhenti dari band....Aku tidak akan menyanyi lagi. Aku perlu mempersiapkan ujian.” Ucap Ha Nul yang membuat Suk Ho kaget
Baiklah. Kau perlu belajar dan mengambil  ujian masuk perguruan tinggi. Kau juga harus kuliah. Tapi... kau tidak akan beryanyi lagi?” tanya Suk Ho bertanya untuk menyakinkan, Ha Nul menegaskan dirinya tidak akan menyanyi lagi.
Kau bilang kau ingin sebuah band, jadi untuk apa aku pergi ke Busan, lalu apa ini balasanmu?” ucap Suk Ho dengan helaan nafas
Kurasa...semua orang akan percaya jika aku mengatakan kepada mereka kalau itu tidak benar. Tidak terpikirkan olehku kalau aku akan  menyakiti orang-orang di sekitarku. Tapi sekarang aku tahu, jadi aku  tidak akan melakukannya.” Jelas Ha Nul
Suk Ho terlihat kesal meminta agar Ha Nul berhenti bicara omong kosong menanyakan alasannya melakukannya mendadak begini. Ha Nul menegaska tidak ingin melakukannya lagi. Suk Ho berpikir Ha Nul yang selalu bersikap seperti sekarang. Ha Nul mengakui Suk Ho sudah banyak berusaha  untuk membuat sebuah band untuknya, Suk Ho merasa Ha Nul itu sedang bercanda dan sedang mengejeknya.
Ha Nul mengatakan tidak dan mengucapkan agar Suk Ho bisa sukses dan sangat tulus mengatakanya, karena ia akhirnya sudah punya mimpi yang baik berkat Suk Ho, lalu mengeluarkan sesuatu dari tasnya dan menaruhnya diatas meja, sebagai hadiah darinya lalu pergi meninggalkan cafe.
Suk Ho sempat memanggil Ha Nul sebelum pergi jauh lalu melihat sebuah kotak permen kesukaanya dan juga album Nirvana, akhirnya ia keluar dari cafe berlari mencari Ha Nul tapi tak menemukanya. 


Suk Ho sudah ada disebuah tempat abu dengan melihat sebuah kotak permen yang sama didalamnya, lalu foto keluarga Jo dengan ayah, ibu, kakak Jo ada didalamnya, lalu menyebut nama Jo Sung Hyun dan juga Jo Ha Nul dan air matanya mengalir di pipinya.
Sung Hyun.... Apakah Ha Nul...itu adalah adikmu?” kata Suk Ho, sementara Ha Nul sudah ada dikereta api untuk kembali ke Busan. 
bersambung ke episode 4

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 



1 komentar:

  1. Kira" kakak nya joo ha nul meninggal karna apa ya? Sampai membuat orang tua joo ha nul gak memperbolehkan joo ha nul jadi entertainer. .
    Mmm. .penasaran

    BalasHapus