Senin, 11 April 2016

Sinopsis Ms Temper And Nam Jung Gi Episode 8 Part 1

Di pos kemananan
Nyonya Jung merasa Tuan Nam sangat bosan duduk sendirian setiap malam di pos jaga. Tuan Nam mengakuinya tapi menurutnya sangat nyaman karena suasananya menjadi sangat tenang dan menjadi waktu yang sempurna untuk membaca untuk beristirahat saat sedang tidak sibuk
“Jadi Kau beristirahat dengan membaca? Apa itu tidak membuatmu tambah stress? Wah.... kau sungguh seorang yang terpelajar. Tapi....Maafkan keterusteranganku, apa pekerjaanmu sebelum ini?” tanya Nyonya Jung seperti terpana dengan Tuan Nam
aku dulu seorang guru sampai akhirnya aku pensiun.” Cerita Tuan Nam
Oh, pantas saja kau membesarkan anakmu dengan sangat baik. Sedangan Aku ini bodoh, makanya aku tidak bisa menjadi ibu yang baik untuk Da Jung” keluh Nyonya Jung
Tolong jangan berkata begitu! Ketua Da Jung adalah wanita yang luar biasa. Kalau saja kedua anakku memiliki bakatnya setengah saja, aku tidak menginginkan hal lain lagi. Dia pasti sangat berbakat!”ucap Tuan Nam
Nyonya Jung terdiam karena maksud dari bakatnya itu marah, Tuan Nam mencoba menjelaskan kalau Da Jung itu pasti memiliki bakat dalam banyak hal, Nyonya Jung malah merasa tak ada yang bagus seorang ketua yang berbakat seperti anaknya malah sangat mengkhawatirkannya saat melihat Da Jung hidup sendirian seperti sekarang. Tuan Nam juga menceritakan anaknya yang sudah bercerai selama 5 tahun,  jadi membuatnya merasa benar-benar buruk

Da Jung selesai menangis dan berjalan menyusuri jalan, Jung Gi sengaja mengikutinya dari belakang tanpa banyak bicara.
Aku hanya bisa mati dengan tenang setelah aku melihat Da Jung bersama dengan pria yang baik. Dan mantan suaminya ingin kembali, tapi dia terus saja menolaknya.Apa dia bertemu dengan pria lain?Cerita Nyonya Jung dengan Tuan Nam
Jung Gi dan Da Jung pulang bersama dengan naik taksi, Jung Gi duduk didepan sementara Da Jung dibelakang, tapi keduanya sama-sama menatap keluar jendela.
Sepertinya Jung Gi berkencan dengan seseorang karena dia terus saja pulang terlambat.Aku tidak tahu wanita seperti apa dirinya, tapi selama dia bisa membesarkan Woo Joo dengan baik Seperti anaknya sendiri, aku tidak akan meminta hal lain lagi. Ungkap Tuan Nam
Jung Gi membukakan pintu taksi saat turun dan membiarkan Da Jung berjalan lebih dulu didepanya.
Baik bagi wanita maupun pria, menemukan pasangan yang tepat dan hidup berbahagia adalah yang terbaik. Ucap Nyonya Jung 

Didalam pos keamanan
Tuan Nam mengangguk setuju dengan ucapan Nyonya Jung, lalu keduanya langsung bersembunyi dibawah meja karena melihat Da Jung dan Jung Gi pulang bersama. Tuan Nam memastikan kalau yang lewat didepan mereka itu Da Jung, Nyonya Jung juga memastikan yang pulang dengan anaknya itu adalah Jung Gi.
Akhirnya keduanya sama-sama mengintip dari celah pintu yang sedikit terbuka, Da Jung sempat akan terjatuh, dengan sigap Jung Gi memegangnya dari belakang. Keduanya langsung saling bertatapan dan terlihat kaget karena dua anak mereka pulang bersama. 

Ketika masuk rumah, Jung Gi memanggil  Da Jung lebih dulu, Da Jung ingin membahas kejadian sebelumnya. Jung Gi langsung menyela tidak melihat apapun. Da Jung melepaskan sepatunya lalu berjalan perlahan masuk ke dalam kamar. Jung Gi menatap sedih melihat Da Jung yang terlihat tegar bisa menangis karena hinaan Direktur Kim.
Di dalam ruang belajar, Jung Gi berusaha untuk tertidur tapi matanya terus saja terbuka seperti masih memikirkan kejadian saat di restoran. Da Jung bersandar di depan kamar mandi, matanya sempat tertutup tapi kembali terbuka. 

Tuan Nam membersihkan jalanan dari sampah lalu melihat Bong Gi berjalan keluar dari rumah, lalu memanggil anaknya untu bertanya apakah wanita yang berkencan dengan kakaknya itu adalah tetangga mereka, Da Jung. Bong Gi pikir itu tak mungkin.
Itu karena ayah melihat mereka bersama-sama tadi malam!” ucap Tuan Nam yakin
Ayah, apa maksudmu bahwa hyung dan Nona pemarah itu cocok jadi pasangan?” tanya Bong Gi
Tidak, tidak sama sekali, tapi tadi malam mereka berdua kelihatannya sedikit...” kata Tuan Nam terdengar khawatir
Itu tidak masuk akal! Aku yakin ayah salah lihat” ucap Bong Gi tak percaya kakaknya bisa dekat dengan si Nona pemarah
Tiba-tiba keduanya sama-sama terdiam melihat Da Jung dan Jung Gi keluar bersama-sama dari apartement. 

Jung Gi berdiri menatap Da Jung yang masuk ke dalam mobil merahnya, setelah mobil Da Jung pergi baru ia masuk ke dalam mobilnya. Bong Gi tertawa melihat karena bisa melihat sesuatu yang menarik. Tuan Nam pikir ucapan sebelumnya itu benar kalau Jung Gi dan Da Jung terlihat sangat dekat. Bong Gi pikir kakaknya dan Nona Pemarah itu pasti memiliki suatu hubungan yang menarik. Tuan Nam menyuruh anaknya agar mencari tahu.
Ayolah, apa ayah lupa siapa aku? Aku ini pria romantis, Nam Bong Gi! Aku ahlinya percintaan, dan sudah pasti akan mencari tahu jadi Ayah tunggu saja” kata Bong Gi lalu pergi meninggalkan ayahnya.
Sebenarnya aku berharap itu salah” ucap Tuan Nam 

Mi Ri dan Young Mi terlihat kebinggungan didepan komputer, Direktur Jo berlari menuruni tangga dengan wajah panik bertanya apa yang terjadi karena iklan mereka hilang hanya dalam waktu semalam. Young Mi juga tak tahu karena dari pihak MD Seo tak ada yang memberitahu mereka.
Orang yang berwenang tidak ada di sana, dan MD Seo tidak mengangkat telponnya” jelas Hyun Woo juga binggung
Bagaimana dengan Kepala Bagian Nam?  Apa dia belum datang? Apa kalian menghiburnya dengan benar?” tanya Direktur Jo panik, Da Jug datang ke kantor melihat semua berkumpul dan bertanya apa yang terjadi.
Um..., Ketua...Website e-commerce menarik iklan kita! Mereka juga tidak mengatakan apapun pada kita!” ucap Direktur Jo panik, Da Jung ingin menceritakan kejadian kemarin tapi Jung Gi masuk dan langsung dengan suara nyaring menyela.
“Direktur... aku akan memberitahumu apa yang terjadi” ucap Jung Gi dengan senyuman, Da Jung melirik sinis melihat sikap Jung Gi seperti ingin menutupinya.

Jung Gi berjalan ke lantai atas dengan Direktur Jo sambil bercerita Si bajingan MD Seo itu memeras mereka semua untuk menghiburnyaTapi ternyata dia juga mendapatkan hiburan dari Direktur Kim. Direktur Jo tak percaya kalau Direktur Kim ikut campur dalam hal seperti ini lalu keduanya masuk ruangan bersama.
Aku sangat marah setelah melihatnya, dan aku membalikkan meja Lalu aku pergi!” cerita Jung Gi mengebu-gebu agar bisa dipercaya, Direktur Jo terlihat tak percaya. Jung Gi menegaskan kalau ia yang melakukan dan itu semua perbuatanya.
Kau seharusnya tidak melakukan itu, kita sudah menghabiskan banyak uang untuk dirinya” kata Direktur Jo nampak binggung 
Aku tahu! Dan semua itu adalah uang yang berharga bagi kita! Kau telah bernegosiasi keras dengan manajer pelit kita untuk mendapatkannya! Tapi kita seperti membuang uang itu ke toilet Jadi wajar saja kalau aku merasa takut kan?” kata Jung Gi, Direktur Jo masih berharap Jung Gi tak melakukan hal itu
Apapun yang dikatakan orang lain tentang kejadian itu adalah bohong Jadi jangan percaya sepatah katapun! Mereka semua adalah komplotan penjahat!” tegas Jung Gi, Direktur Jo berpikir Penjahat yang sebenarnya adalah Direktur Kim,
Tepat sekali! Direktur Kim selalu berusaha mendapatkan kita, jadi dia membuat MD Seo menusuk kita dari belakang!” tegas Jung Gi lalu keluar ruangan sambil mengumpat Direktur Kim itu Penjahat rendahan. Direktur Jo juga tak kalah marah dan akan membalasnya nanti. 

Jung Gi melihat Da Jung naik kelantai atas lalu memberitahu  sudah melaporkan apa yang terjadi kemarin jadi Da Jung tidak perlu mengatakan apapun lagi pada Direktur dan tak perlu mengkhawatirkanya karena, masih ada banyak e-commerce diluar sana.
Aku akan berusaha yang terbaik untuk mencari caranya kita bisa masuk” ucap Jung Gi dengan senyuman lalu berjalan pergi, tapi ia kembali membalikan badanya.
Um... aku akan berusaha menyelesaikannya tanpa memberikan hiburan kepada siapapun” kata Jung Gi
Bisakah kau berjanji padaku bahwa kau akan melakukannya dengan benar, tanpa menggunakan hiburan?”tanya Da Jung merasa tak percaya, Jung Gi berjanji tak akan lagi melakukan hiburan. 

Bong Gi akan masuk kantor melotot melihat kakaknya yang mengatakan berjanji pada Da Jung, seperti sudah melakukan sesuatu. Da Jung sempat tersenyum lalu membalikan badanya dan melihat Bong Gi sudah ada didepan pintu. Bong Gi dengan senyumanya memperlihatkan dua buah gelas kopi ditanganya.
Keduanya berjalan keluar kantor, Da Jung bertanya apa yang dilakukan Bong Gi sampai jauh-jauh datang ke kantornya. Bong Gi menjawab Tidak ada alasan khusus  dengan memanggil Da Jung “Noonim”  Da Jung binggung, mendengar Bong Gi memanggil sebutan yang berbeda. Bong Gi beralasan mereka tinggal serumah, jadi merasa dekat denganya lalu memberikan satu gelas kopi dengan senyuman lebar.
Apa yang terjadi dengan bantuan yang aku minta darimu?” tanya Da Jung
Aku mengirimnya dengan baik, sesuai perintahmu” kata Bong Gi, Da Jung bertanya bagaimana reaksinya. 

Flash Back
Si nona 701 membuka pintu dan langsung menyuruh Bong Gi segera pergi. Bong Gi menahan pintu sebelum ditutup, memohon agar si nona 701 bisa mengambil barang yang dibawanya.
Jangan berani-berani mengetuk pintuku lagi. Kalau kau melakukannya, aku benar-benar akan membunuhmu” ancam Si Nona 701, Bong Gi kembali menahan pintu agar tak tertutup dengan kakinya lalu menaruh tas didepan pintu.
*** 
Bong Gi mengaku sudah mengantarnya tanpa ada halangan apapun dan mereka harus menyerahkan sisa barangnya. Da Jung memuji kerja yang bagus untuk Bong Gi tapi menurutnya adik Jung Gi itu datang bukan hanya sekedar ingin melaporkan itu padanya.
Um, ini bukannya aku menginginkan biaya pelayanan atau semacamnya, aku melakukannya semata-mata untuk kakakku. Apakah dia bekerja dengan baik di perusahaan? Atau mungkinkah dia kesepian dan tertekan? Maka Akan bagus sekali kalau ada seseorang yang berada di sampingnya. Itulah pikiranku dan juga perasaanku” ucap Bong Gi lalu menatap Da Jung ingin melihat reaksinya.
Hmm, dia tidak bereaksi apapun bahkan saat aku langsung menyinggung masalah itu Dia benar-benar poker face. Gumam Bong Gi
Tiba-tiba Mi Ri datang berteriak memanggil Da Jung karena Direktur Jo memanggilnya, Da Jung pun pamit pergi. Bong Gi  berteriak memberikan semangata pada Da Jung dengan panggilan “noonim” Da Jung hanya melirik sinis dan memberikan gelas kopinya pada Mi Ri. Bong Gi langsung melambaikan tanganya, ketika Mi Ri juga melambaikan tangan dengan wajah bahagia. 

Sementara di kamarnya, Nona 701 terlihat kesal dengan mengumpat Bong Gi yang membuatnya gila harus berhadapan dengan pria seperti itu bahkan membawa sebuah kantong belanja di tanganya lalu memlemparnyakan ke atas tempat tidur dengan kesal. 

Seorang pria berteriak mengedor-gedor pintu rumah nomor 901 untuk keluar. Jung Gi baru keluar dari lift melihat pintu rumahnya di gedor-gedor langsung mendatangi dan bertanya siapa pria yang datang ke rumahnya. Pria itu  bertanya apakah Jung Gi yang tinggal di kamar 901, Jung Gi membenarkan.
Aku tinggal di 801 dan tidak bisa tidur nyenyak karena suara perbaikannya berisik sekali!” teriak Si pria, Jung Gi meminta maaf ternyata suaranya benar-benar berisik
Tengkorakku berbunyi seperti mau pecah!” jerit si pria menunjuk ke kepalanya.
Perbaikannya akan segera selesai... Tapi, mereka tidak bekerja setelah matahari terbenam.” Ucap Jung Gi merasa tak menganggu orang tidur dimalam hari
“Aissh... Benar-benar orang ini, memangnya ada peraturan yang mengatakan orang-orang hanya tidur di malam hari? Aku tidur di siang hari!” teriak pria itu
Jung Gi bisa mengerti tapi mengatakan tidak bisa melakukan perbaikan pada malam hari, Pria itu menuntun Jung Gi karena sudah membuatnya jam tidurnya kurang, terdengar teriakan seorang wanita yang datang mengumpat si pria yang kasar sangat berani berteriak di depan rumah orang lain. Si pria mulai menunjuk ketakutan. 

Si wanita dengan senyuman ramah menyapa Jung Gi minta maaf karena tidak mengawasi suaminya dengan baik lalu memarahi suaminya yang bangga sekali kalau tidur di siang hari bolong dan memberitahu kalau sebuah rumah tangga mengalami kegagalan Apabila suara pria terdengar nyaring diluar rumah lalu seperti suara singa mengaum.
Pria itu akhirnya berteriak bertanya pada Jung Gi kapan perbaikan rumahnya selesai.  Jung Gi berjanji akan segera menyelesaikannya secepat mungkin tapi kalau terburu-buru mengerjakannya, airnya bisa menetes ke apartemen mereka dan memohon agar mereka bisa bersabar sampai perbaikan itu selesai.
Si Wanita dengan ramah bisa mengerti dan ingin memastikan agar melakukan semuanya dengan baik jadi tak perlu mengkhawatirkan hal itu, lalu pamit untuk pergi. Jung Gi pun mengucapkan terimakasih. Si istri pun memarahi suaminya karena sebagai tetangga  seharusnya lebih pengertian dan  merasa suaminya harus lebih banyak diajari lalu menyuruhnya untuk segera turun.
Jung Gi memberikan semangat pada pria yang seperti tak berkutik didepan istrinya. Si Pria bertanya pada Jung Gi apakah istrinya seperti itu sikapnya. Jung Gi mengaku sudah bercerai. Si pria mengaku merasa iri karena Jung Gi sudah bercerai dan meminta agar diberitahu caranya. Terdengar teriakan sang istri yang menyuruhnya agar cepat turun. Si pria ikut berteriak akan segera datang dan merasa suara istrinya itu sangat menakutkan, lalu memberitahu Jung Gi dirinya akan mati kali ini. Jung Gi menatap pintu rumah Da Jung seperti merasakan hal yang sama dengan wanita pemarah. 

Nyonya Jung membawakan segelas air untuk anaknya lalu membahas alasan Da Jung selalu menolak Yoon Ho karena sudah punya pria lain, dan menceritakan melihat seorang pria yang menemanimu pulang tadi malam. Da Jun sedang makan langsung bertanya berapa banyak uang yang diperlukanya kali ini. Nyonya Jung terlihat binggung.
Apa bisnis paman gagal lagi Atau Bibi perlu uang lagi?” ucap Da Jung sinis
“Dasar Kau jahat sekali, bukan itu yang ingin ibu bicarakan padamu!” teriak Nyonya Jung
Apalagi yang ingin ibu bicarakan padaku selain masalah uang?” kata Da Jung ketus lalu masuk ke dalam kamar 

Flash Back
Dokter bertanya pada Nyonya Jung apakah ia memiliki seorang wali. Nyonya Jung balik bertanya apakah penyakitnya sangat parah. Dokter  memberitahu Polypnya lumayan besar Jadi  harus melakukan biopsi. Nyonya Jung bertanya lagi apakah terkena kanker. Dokter pikir Terlalu cepat untuk mengatakan hal seperti itu jadi mereka bisa membicarakan hal itu  setelah hasil biopsi keluar jadi memohon agar datang dengan walinya untuk pertemuan selanjutnya.
Nyonya Jung yang mengingat ucapan dokter merasa tak perlu wali karena lahir sendirian, dan mati juga sendirian. Da Jung memberikan selembar 1 juta won mengatakan kalau hanya itu uang yang dimilikinya jadi meminta ibunya untuk mengambilnya dan pulang. Nyonya Jung hanya bisa menghela nafas melihat sikap anaknya.
Da Jung didalam kamar berdiri cukup lama menatap pintu kamarnya seperti menyadari dengan sikap kerasnya pada ibunya. Lalu ia duduk di depan meja rias dengan melihat berkas tentang make up mata, dengan gambar maskara. 

Pagi hari
Da Jung membawakan dua berkas lalu mengajak timnya untuk membuat eyeshadow dan menanyakan pendapat semua timnya. Semua melihat berkas yang diberikan Da Jung diatas meja. Da Jung pikir kalau memang mereka menentangnya, Young Mi langsung menyela kalau rencana itu tidak buruk
“Apa Kau tidak menentangnya?” tanya Da Jung heran dengan sikap timnya
Maksudku, akan sulit bagi pemasaran kalau hanya menjual produk Tap-Tap saja. Jadi menambahkan eyeshadows dalam daftar bisa menambah jumlah pembeli kita” ucap Young Mi, Hyun Woo dan Mi Ri mengangguk setuju.
Dan kalau kita membuat yang benar-benar bagus, maka kita akan semakin dikenal, Jadi Wakil Han dan aku akan bekerja sama untuk mengerjakan draft perencanaan” kata Jung Gi
Da Jung setuju dan mempersilahkan Jung Gi melakukanya. Mi Ri dengan penuh semangat akan mendesain kemasannya, Da Jung mengangguk setuju dengan wajah binggung karena tak ada penolak seperti biasanya. Hyun Woo juga sudah mengerti harus mencari pemasok untuk bahan-bahan yang bagus. Young Mi menyindir kalau Hyun Woo lebih baik berlatih berlari lagi. Da Jung melirik sinis pada Jung Gi. 

Di pantry
Da Jung langsung bertanya pada Jung Gi apa sebenarnya yang terjadi. Jung Gi binggung apalagi memang yang terjadi, Da Jung menegaskan tentang produk eyeshadows, menanyakan alasan semua orang di timnya menyetujuinya rencananya. Jung Gi pikir itu karena Da Jung yang menyarankannya.
Tapi selama ini mereka selalu menentang pendapatku” ucap Da Jung
Aku yakin itu karena dulu mereka belum mengenalmu dengan baik” kata Jung Gi
Lalu bagaimana sekarang? Maksudmu mereka sudah mengenalku dengan baik?” tanya Da Jung sinis, Jung Gi pikir memang lebih baik dibanding sebelumnya.
Lagipula, kita semua menjadi teman setelah merilis Tap-Tap bersama-sama. Aku rasa kau bisa menganggap bahwa kepercayaan mereka padamu semakin berkembang” jelas Jung Gi
Da Jung tak begitu percaya kalau semua timnya itu mulai percaya padanya, dengan wajah sinisnya menyindir Jung Gi kalau ia tidak tahu mudah sekali menumbuhkan kepercayaan. Jung Gi terlihat tak mendengarnya, akhirnya Da Jung memilih untuk tak membahasnya dan menyuruh Jung Gi segera pergi dari hadapanya. Jung Gi akan pergi tapi Da Jung teringat sesuatu dan kembali memanggilnya.
Setiap kali kau mengatakan hal yang buruk, aku akan menambahkan 10,000 won utangmu. Maka jaga ucapanmu” tegas Da Jung memberikan peringatan. Jung Gi langsung setuju. 

Di ruang santai
Hyun Woo melihat Mi Ri hanya diam saja bertanya apakah rekan kerjanya itu mengkhawatirkan sesuatu. Mi Ri yang terlihat melamun mengaku tak ada masalah apapun, setelah meminum kopinya akhirnya Mi Ri ingin membahas tentang Manager Jung. Hyun Woo bertanya ada apa dengan Managernya itu.
Dia memintaku untuk menemuinya sendirian setelah selesai kerja, lalu Dia bilang ada yang ingin dibicarakannya denganku” cerita Mi Ri, Hyun Woo bertanya masalah apa yang dibahasnya.
Flash Back
Manager Jung memberikan segelas kopi di pantry pada Mi Ri, lalu memberitahu ada yang ingin dibicarakan tentang kontrak kerjanya. Mi Ri mengangguk mengerti lalu mengingat kejadian saat menghibur MD Seo, tangan Manager Jung yang berani memegang bagian paha dan meremas bokongnya.
Oh yh... aku tidak melakukan kesalahan apapun padamu kan? Aku rasa abenar-benar mabuk malam itu, jadi tidak ingat apapun” ucap Manager Jung
“Ahhh.... tentu, tidak banyak yang terjadi” ucap Mi Ri yang terlihat ketakutan
Baiklah kalau begitu. Aku akan mengirimkan pesan padamu setelah melakukan reservasi, sampai jumpa nanti” ucap Manager Jung lalu meninggalkan di pantry. 

Hyun Woo mengerti kalau Manager Jung ingin membahas tentang pegawai tetap tapi menurutnya apakah sudah waktunya pengangkatan sebagai pegawai tetap. Mi Ri mengaku tidak tahu apa yang harus dilakukan karena Perusahaan juga agak sedikit terguncang belakangan ini.
Hyun Woo menyarankan agar Mi Ri melakukan saja yang dikatakan Manage Jung karena orang itu yang berwenang atas tenaga kerja selain itu jabatannya di perusahaan lumayan tinggi.
Meski begitu, tidakkan aneh bertemu dengannya sendirian untuk makan malam?” ucap Mi Ri merasa curiga
Siapa yang perduli? Dia hanya ingin makan malam, aku yakin itu. Kau harus berjaga diri untuk tidak minum” kata Hyun Woo
“Jadi Haruskah aku pergi?” tanya Mi Ri seperti tak yakin, Hyun Woo mengangguk, Mi Ri pun memutuskan untuk pergi menemui Manager Jung. 

Manager Jung menuangkan arak dan ingin menuangkan pada Mi Ri, tapi Mi Ri yang ingat dengan pesan Hyun Woo menolak, Manager Jung heran karena biasanya Mi Ri suka minum bahkan minum dengan baik sebelumnya.  Mi Ri merasa karena waktu itu mereka sedang menghibur seseorang.
Kau sudah bekerja selama dua tahun di perusahaan Dan masih belum tahu bagaimana hubungan dalam pekerjaan? Hei... Nona Mi Ri, hiburan tidak hanya terbatas untuk investor saja, Kau juga harus menghibur orang-orang yang bekerja di perusahaanmu juga!  Kenapa? Karena takdirmu tergantung padaku sekarang.” Ucap Manager Jung lalu merayu agar Mi Ri minum satu gelas saja.
Akhirnya Mi Ri menerima arak dari Manager Jung ke dalam gelasnya. Manager Jung bertanya apakah Mi Ri sudah memiliki seorang pacar. Mi Ri menjawab belum memiliki pacar. Manager Jung pikir Mi Ri pasti berkencan, lalu bertanya apakah ia pernah tidur dengan seorang pria. Mi Ri terdiam sejenak lalu menaruh gelas arak yang belum diminumnya.
Aku datang kesini untuk berbicara denganmu tentang masalah pegawai tetap” tegas Mi Ri
Oh, Apa aku terlalu banyak menanyakan masalah pribadi? Kau ingin membahas tentang Pegawai tetap ‘kan. Pertama-tama, mari kita evaluasi prestasi kerjamu” ucap Manager Jung. Mi Ri lalu bertanya bagaimana dengan prestasi kerjanya selama ini
Aku meminta salah satu pegawai kita untuk mengirimkannya kepada lewat email Tapi sepertinya mereka belum mengirimkannya, jadi Aku akan menelpon mereka dulu” ucap Manager Jung lalu keluar ruangan, Mi Ri mengambil ponsel untuk mengetik pesan. 

Manager Jung keluar untuk menelp istrinya, memberitahu akan pulang  terlambat hari ini karena  ada rapat penting hari ini, dan mungkin akan sampai tengah malam, jadi meminta sang istri untuk tak menunggu dan tidur lebih dulu. Hyun Woo sedang berjalan tak sengaja mendengar pembicaran Manager Jung, lalu bersembunyi dibelakang pohon agar tak terlihat.
Ia sengaja mengikuti Manager Jung sampai ke dalam restoran dan melihat dengan jelas masuk ke sebuah ruangan dan ada sebuah sepatu high heels didepan pintu.  Manager Jung langsung duduk disamping Mi Ri merasa sudah terlalu lama meninggalkanya. Mi Ri sedikit bergeser dengan jarinya mengirimkan pesan pada seseorang. 

Bong Gi sedang membuatkan makanan di dapur, Woo Joo sedang membaca komik meminta agar telurnya setengah matang. Bong Gi mengejek keponakanya itu seperti bos besar dengan gayanya seperti pelayan bisa mengerti dengan permintaan keponakanya.
Pesan masuk ke dalam ponsel, Woo Joo membaca namanya “"Mi Ri Mi Ri Jang Mi Ri?" lalu bertanya siapa orang itu. Bong Gi memperingatkan keponakanya tak boleh menyentuh ponselnya tanpa izin, Woo Joo membaca pesan yang terbaca dilayar "Restoran Okinawa Jepang di depan kantor, cepatlah!" akhirnya Bong Gi mengambil ponselnya dan membaca pesan dari Mi Ri lalu wajahnya terlihat khawatir. 

Direstoran
Mi Ri menunjuk tempat duduk Manager Jung ada didepanya, Manager Jung malah tertawa mengejek dengan sikap Mi Ri lalu memberitahu sudah memiliki punya laporan prestasinya dengan memperlihatkan ponselnya dan akan menunjukan. Mi Ri terlihat gugup mendengarnya. Manager Jung sadar kalau dalam pikiran Mi Ri menganggap dirinya itu  orang rendahan.
Sementara diruangan lain, Hyun Woo bertemu dengan seseorang yang menanyakan pekerjaan dan Apa semuanya berjalan dengan baik, Hyun Woo mengatakan baik-baik saja.
Manager Jung mulai melancarkan aksinya, dengan memeluk Mi Ri memberitahu kalau dirinya punya kuasa sementara Direktur Jo itu hanya sebuah boneka bahkan Keluarganya yang mendukung semua usaha perusahaan dengan begitu mereka bisa sampai sejauh ini. Mi Ri berusaha untuk melepaskan tangan Manager Jung dari pundaknya. Manager Jung menegaskan dirinya adalah seorang pemimpin di perusahan.
Mi Ri meminta Manager Jung melepaskan tanganya sebelum melanjutkan bicara, Manager Jung tak mau melepaskanya. Hyun Woo yang terlihat gelisah akhirnya meminta maaf untuk pergi karena baru ingat ada acara penting lalu bergegas keluar ruangan. Mi Ri mulai ketakutan dan berusaha untuk melepaskan tapi Manager Jung malah semakin mendekat karena Mi Ri menolaknya.

Ia pikir Mi Ri yang mengingkinkanya karena itu alasanya itu datang dan pasti ada sesuatu juga yang inginkan darinya. Mi Ri meminta Manager Jung untuk melepaskanya tapi Manager Jung malah mendorongnya sampai berbaring dilantai lalu mengumpat karena Mi Ri bersikeras untuk melindungi harga dirinya, Mi Ri terus meronta untuk melepaskan tangan Manager Jung.
Hyun Woo membuka pintu, Manager Jung langsung duduk tegap dan melepaskan tanganya. Mi Ri melihat Hyun Woo yang datang teringat ucapan rekan kerjanya di kantor “Lakukan saja yang dikatakannya, pasti ada banyak yang akan dikatakannya” Akhirnya Mi Ri memilih berlari dan cepat pergi dengan menenteng sepatunya.
Manager Jung langsung bertanya apa yang dilakukan Hyun Woo di restoran itu. Hyun Woo menatap sinis, Manager Jung kembali bertanya dengan nada suara tinggi. Hyun Woo mengepalakan tangan menahan amarahnya, menjawab kalau sedang makan bersama temannya lalu melihat Manager Jung sedang menelpon Jadi sengaja datang untuk memberinya salam sebelum pergi. Manager Jung menyuruh Hyun Woo untuk duduk. Hyun Woo menolak karena temannya sedang menunggunya. Manager Jung mengumpat dan berteriak menyuruh HyunWoo untuk duduk. 


Mi Ri menangis histeris sambil berjalan keluar restoran, beberapa orang heran melihat Mi Ri yang menangis sambil membawa tas dan juga sepatu dalam dekapanya. Mi Ri mengumpat kesal karena Hyun Woo ternyata ikut terlibat.
Sebuah mobil taksi berhenti di pinggir jalan, Bong Gi turun dari mobil melihat Mi Ri tanpa alas kaki berjalan sambil menangis, dengan melotot kaget menanyakan apa sebenarnya yang terjadi, terlihat kaki Bong Gi yang hanya mengunakan sandal bahkan berbeda pasangan. Mi Ri hanya bisa menangis, Bong Gi pun memeluk Mi Ri sambil meminta agar tetap tenang. 

Hyun Woo pulang kerumah dengan melempar jasnya lalu duduk diatas tempat tidurnya dengan pikiran menerawang. Teringat saat Mi Ri menjerit ketakutan sambil menangis keluar dari restoran, lalu ia membaringkan tubuhnya di tempat tidur.
Flash Back
Manager Jung langsung memperingatkan Hyun Woo untuk tutup mulut atas kejadian tadi dan berpura-pura tak melihatnya tadi. Hyun Woo menatap dengan menahan amarahnya. Manager Jung mengingatkan Hyun Woo masih harus membayar utang biaya sekolahnya dan akan memastikan bulan depan mendapatkan bonus yang banyak selama menutup mulutnya.
Hyun Woo tak bisa lagi menahan bebannya memilih untuk keluar dari rumahnya. 

Jung Gi masuk ke rumah melihat beberapa pipa dan semen masih tergeletak, sambil mengeluh hanya memasang itu saja butuh waktu 5 hari karena seharusnya lebih cepat mengerjakannya dan berpikir apa yang harus dikatakan pada Da Jung mengenai hal ini.
Akhirnya Jung Gi keluar rumah dengan membawa sampah dalam kotak, Da Jung sedang menunggu lift dengan membawa dua kantung sampah. Pelahan Jung Gi mendekatinya meminta Da Jung memberikan kantung sampahnya. Da Jung menariknya karena bisa mengerjakanya sendiri. Jung Gi beralasan sudah berhutang banyak jadi setidaknya bisa membantunya. Da Jung terpaksa mendorong Jung Gi sampai terjatuh karena tak ingin dibantu.
Keduanya akhirnya masuk lift bersama-sama, Da Jung dengan wajah sini tahu kalau tukang pipa akan menyelesaikannya dalam waktu lima hari, lalu bertanya apa yang terjadi sekarang. Jung Gi meminta maaf rumahnya belum bisa ditempati karena semennya belum kering jadi memohon agar Da Jung memberikan kantung sampahnya supaya ia saja yang membuangnya.
Pintu lift terbuka, sepasang suami istri melihat Jung Gi yang ingin mengambil kantung sampah dari Da Jung. Akhirnya Jung Gi melepaskan tanganya membalas sapaan sang istri saat masuk ke dalam lift. Si suami terlihat kesima dengan kecantikan Da Jung sampai istrinya menyenggolnya untuk menundukan kepala.

Sesampai dilantai 1, Da Jung keluar lebih dulu lalu diikuti oleh Jung Gi. Sepasang suami istri langsung bergossip. Si istri baru tahu Da Jung  yang pindah ke unit 902 dan yang ia dengar emosinya luar biasa mengerikan. Suaminya berkomentar kalau Da Jung cantik. Sang istri menyuruh suaminya untuk menutup mulutnya.
Apakah ayahnya Woo Joo akan menikah lagi?” pikir sang istri
Aku sangat iri padanya!” balas suaminya, sang istri langsung menarik cambangnya. 


Jung Gi kembali berbicara pada Da Jung meminta untuk menunggu sampai semua selesai dan semennya sudah kering, jadi meminta agar memberikan kantung sampahnya. Da Jung memperingatakan Jung Gi untuk tak tertarik dengan sampah milik orang lain. Jung Gi tetap ingin membuangnya karena sampah itu milik keluarganya juga.
Hyun Woo berjalan diparkiran melihat Da Jung dan Jung Gi terlihat saling berebut untuk membuang sampah, lalu bertanya apa sebenarnya yang terjadi. Jung Gi terlihat kebinggungan bertanya balik alasan Hyun Woo datang ke rumahnya malam-malam. Hyun Woo mengatakan ada sesuatu yan ingin dibicarkan. Da Jung pun mempersilahkan keduanya untuk bicara lalu berjalan lebih dulu membuang sampah dan kembali kerumahnya.
Jung Gi langsung meminta Hyun Woo agar tak salah paham karena mereka hanya bertetangga saja. Hyun Woo bisa mengerti dan mengakui sempat terkejut melihat keduanya bersama-sama. Jung Gi langsung bertanya apa yang ingin dibicarakan Hyun Woo padanya. 

Hyun Woo dan Jung Gi akhirnya berjalan disepanjang bunga sakura, Jung Gi melihat Hyun Woo yang terlihat ragu untuk menceritakan sesuatu. Hyun Woo ingin membahas tentang Mi Ri, merasa rekan kerjanya punya masalah dengan pengangkatan sebagai pegawai tetap dan sekarang terlihat tidak tenang jadi meminta agar Jung Gi membantunya.
Tentu saja, kita sudah lama bekerja sama, Kau tak perlu khawatir, aku akan berbicara yang baik-baik tentangnya pada Direktur” ucap Jung Gi, Hyun Woo mengangguk mengerti tapi wajahnya masih terlihat ada kekhawatiran.
Wakil Park, apa kau menyukai Mi Ri?” tanya Jung Gi melihat sikap Hyun Woo terlihat mengkhawatirkan Mi Ri
Oh, tidak... Aku tidak memiliki kemewahan untuk bisa menyukai seorang wanita san Mi Ri sudah punya seseorang yang dia sukai” ungkap Hyun Woo rendah diri, Jung Gi pikir karena Mi Ri populer jadi banyak yang menyukainya. Hyun Woo mengakui Mi Ri itu cantik
Jangan berkecil hati, Belum ada yang berhak atas siapapun sampai cincin melingkar di jari. Semangatlah Wakil Park! Aku berada di pihakmu” tegas Jung Gi dengan senyuman bahagia. 

Tuan Nam melihat cucunya pandai sekali menulis sambil bertanya-tanya mirip siapa cucunya itu. Sementara Jung Gi sedang duduk dimeja kerja sambil melihat laptopnya dan adiknya duduk diatas meja sambil melihat ponselnya.
Hyung, Park Hyun Woo itu tipe orang yang seperti apa? Yang bekerja di perusahaanmu itu” ucap Bong Gi penasaran, Jung Gi malah bertanya balik alasan adiknya ingin tahu.
Aku hanya ingin tahu apakah dia pria yang baik. Apakah dia pria yang macho Atau pria yang lemah?” tanya Bong Gi, Jung Gi tetap bertanya kenapa adiknya menanyakan hal itu. Bong Gi memilih untuk melupakan saja kalau memang kakaknya tak mau menjawab pertanyaannya.
Jadi kalian bertiga sekarang sedang dalam situasi cinta segitiga? Ohh Begitu yah...” gumam Jung Gi melihat sikap adiknya dan sebelumnya Hyun Woo. Bong Gi turun dari meja dan berdiri dijendela dengan wajah gelisah. 

Flash Back
Di taman
Mi Ri mengaku tak bisa melakukanya, Bong Gi menyuruh Mi Ri untuk datang ke kantor dan katakan yang sebenarnya pada semua pegawaai, menurutnya tak ada yang perlu ditakutinya karena memiliki saksi mata saat kejadian. Mi Ri memberitahu harus menjadi pegawai tetap kali ini jadi  tidak mau menimbulkan masalah lagi
Bajingan itu yang membuat masalah! Kau itu korban, jadi apa hubungannya itu dengan pengangkatan pegawai tetap?” tegas Bong Gi marah
Mi Ri terdiam mengingat ucapan Bong Gi ditaman, Hyun Woo mengintip melihat sikap Mi Ri, Young Mi dari kejauhan bertanya-tanya suara kantor seperti apa ini. Bong Gi menyuruh untuk Young Mi diam dan memberikan kode kalau dua orang didepannya terlihat sedang bertengkar.
Da Jung keluar ruangan memanggil Jung Gi dan Young Mi untuk datang keruanganya untuk rapat tentang perilisan eyeshadow. Keduanya berjalan masuk keruangan Da Jung, sementara Mi Ri terlihat kebinggungan dengan memegang kepalanya. Hyun Woo ingin berbicara tapi Mi Ri lebih dulu meninggalkan ruangan. 

Di depan kantor
Mi Ri berjalan begitu saja saat bertemu dengan Manager Jung, Manager Jung langsung menegurnya karena tak memberikan salam. Mi Ri pun mau tak mau menyapanya. Manager Jung menegur Mi Ri yang pergi begitu saja padahal ada orang yang melihatnya kemarin malam.
Kau seharusnya memberikan alasan pada mereka sebelum kau pergi. Mereka salah paham pada situasinya!” ucap Manager Jung tanpa rasa bersalah. Mi Ri tak percaya semalam itu dianggap sebagai salah paham.
Yah  mari kita selesaikan diskusi kita lain kali jadi Pergilah “ ucap Manager Jung lalu masuk ke kantor. Mi Ri mengigit bibirnya untuk menahan amarahnya. 

Beberapa saat kemudian, Mi Ri menemui Hyun Woo meminta tolong untuk saksi mata atas kejadian waktu itu, menurutnya tak akan masalah dengan pergi terburu-buru tapi setelah memikirkannya kembali, merasa tidak bisa menerimanya!
Aku sangat marah, karena itu aku memutuskan untuk tidak menahannya lagi. Aku akan memberitahu Direktur  Dan melihat Manajer Jung, bajingan itu dihukum. Yang harus kau lakukan adalah memastikan bahwa bajingan itu pasti akan dihukum. Kau akan melakukannya untukku kan?” ucap Mi Ri dengan wajah penuh pengharapan.
Mi Ri, tidak bisakah kita berpura-pura kalau itu tidak pernah terjadi? Aku tahu kau merasa tidak adil, dan aku juga benar-benar ingin membunuhnya Tapi setelah kau melakukannya, akan sulit bagimu untuk menjadi pegawai tetap” kata Hyun Woo
Mi Ri mulai berkaca-kaca melihat sikap Hyun Woo dan merasa rekan kerjanya itu takut dipecat. Hyun Woo binggung untuk menjelaskanya, Air mata Mi Ri mengalir merasa tak percaya cara Hyun Woo menjalani hidupnya. Hyun Woo ingin menjelaskan tapi Mi Ri pikir sudah bisa mengerti dan pergi untuk begitu saja. 

Da Jung mulai rapat dengan merencanakan mengadakan acara online di mall. Young Mi pikir tidak cukup kalau hanya online saja dan akan bagus kalau juga dilakukan secara langsung. Jung Gi mengusulkan untuk menempatkan iklan di bis besar dengan bertuliskan "Tap-Tap, perjalanan ke kota seperti truk makanan!" Young Mi merasa itu lucu, Da Jung dengan sinis mengatakan itu tak lucu dan harus mencoretnya.
Ada yang ingin kubicarakan denganmu ketua” ucap Mi Ri langsung masuk ruangan, Da Jung bertanya apakah itu masalah penting
Ya.... Kehormatanku sedang dipertaruhkan” kata Mi Ri, Young Mi pikir mereka berdua lebih baik pergi lebih dulu.
Tidak, aku ingin kalian berdua juga mendengarnya. Lagipula, kau nantinya juga akan mengetahuinya” kata Mi Ri membiarkan Jung Gi dan Young Mi ada diruangan.
Sementara Hyun Woo terlihat bimbang dengan situasinya, pesan masuk ke dalam ponselnya Pinjaman belajarmu untuk bulan April 2016 telah lewat batas Kami meminta anda segera menyelesaikannya. Dengan tangan bergetar mengumpat situasi sekarang membuatnya benar-benar menjadi gila. 

Jung Gi berteriak kaget dan Young Mi tak terima mengetahui Manager Jung yang melakukan pelecehan seksual. Da Jung bertanya apakah Mi Ri memilik bukti atau saksi, Mi Ri dengan gugup mengatakan tak memilikinya. Young Mi menghela nafas sedih.
Kalau begitu, tidak akan ada yang percaya dengan ucapanmu, Mi Ri. Mereka akan membuat mu menjadi pembohong, seperti wanita murahan Dan mereka akan menganggapmu sebagai wanita perayu daripada sebagai korban” ucap Da Jung, Jung Gi menatap Da Jung yang berani mengatakan hal itu.
Apa kau siap untuk bertarung?” tanya Da Jung, Mi Ri dengan tatapan penuh keyakinan mengangguk untuk siap bertarung.
bersambung ke part 2

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar