Jumat, 01 April 2016

Sinopsis Descendants of the Sun Episode 12 Part 2

Shi Jin melihat sebuah peti dari papan dibawa oleh tentara disamping pesawat, lalu ditempel kertas bertuliskan informasi Jenazah yang bernama Daniel Argus dengan berkebangsaan Amerika serikat yang meninggal pada tanggal 3 Maret.  Tentara As datang mengatakan sudah menerima hadiah dari Big Boss, dan mengucapkan terimakasih karena berkat Shi Jin lebih dari 200 orang harus menulis ribuan halaman laporan lagi.
Sekarang aku sadar, apa yang baru saja aku lakukan. Maafkan aku.” Kata Shi Jin melihat peti mayat Argus
Tapi, untung saja ini berakhir dalam kertas dan bukannya nyawa yang menghilang. Kau tak perlu meminta maaf pada siapapun.” Ucap Tentara AS
Terima kasih untuk tak melaporkanku pada hari itu. Berkat kau, aku bisa menghindari kekacauan dalam pasukanku.” Kata Shi Jin
Tidak, aku melaporkanmu, Hanya sedikit terlambat.”akui Tentara AS
Shi Jin menatap peti Argus merasa temannya itu tampaknya sangat kesepian,  karena tanpa kehormatan dan tanpa negara yang harus dilayani lalu pamit pergi. Tentara AS kembali memanggil Shi Jin, berpesan walaupun mereka tak pernah bertemu lagi, tapi ia berharap temanya itu bisa bertahan hidup dan menjaga kesehatanya. 

Mo Yun membuat rapat tim medis memberitahu  Pasien akan berangkat pada hari Rabu, yaitu dua hari sebelum mereka dan penerbangan mereka itu jatuh pada hari jumat Jadi, tim relawan RS. Haesung akan dibubarkan pada tengah malam, hari Kamis.
“Jadi Kita akhirnya akan pulang.” Ucap Mi Jin terlihat sedih
“Sejujur. Apa tim kita hanya dibubarkan atau dipecat?” keuh Sang Hyun, Ae Ra melihat Sang Hyun terlihat marah padahal satu-satunya orang yang tak sabar pulang itu Sang Hyun.
Aku hanya merasa tidak terlalu bersemangat saja. Apa hanya aku saja?” ucap Sang Hyun, Mi Jin mengaku merasakan hal yang sama merasakan ada sesuatu yang aneh. Ae Ra pun juga merasakan sedikit merasa aneh.
Apa kita mulai sekarang? Ini akan menjadi tugas terakhir kita di Urk.”ajak Mo Yun 

Mo Yun dan tim melihat ke ruangan rawat Myung Joo, melihat pasien yang sudah bisa duduk, Mo Yun memuji temanya itu sungguh prajurit sejati karena bisa pulih dengan cepat. Myung Joo menyombongkan diri kalau itu karena dirinya masih muda. Mo Yun tersenyum karena bisa melihat Myung Joo sudah galak lagi jadi merasa lebih baik.
Istirahatlah dua hari. Lalu, kau bisa keluar dari ruangan rawat” ucap Mo Yun yang akan keluar tapi tanganya ditahan oleh Myung Joo
Baiklah, jadi berhenti sekarang. Aku yang akan mengobatimu sekarang.” Kata Myung Jo dan langsung memegang bagian pundak Mo Yun
Mo Yun  menjerit kesakitan menanyakan apa yang sedang dilakukan Myung Joo padanya. Myung Joo bertanya apakah Mo Yun sudah minum obat. Dan menyuruhnya untuk menganti perbannya agar tidak infeksi serta tak boleh mandi selama 2 hari lalu menyuruh Mo Yun bisa pergi sekarang. Semua tersenyum karena sesama dokter saling memeriksa. 

Mo Yun pergi ke ruang rawat manager Jin meminta agar Sediakan bubur untuk besok, dan memberikan obat sefaleksin. Manager Jin sudah bisa membuka matanya tapi belum bisa duduk, Mo Yun memberitahu Manager Jin sudah keluar dari masa kritis, tapi hampir saja menewaskan banyak orang.
Kau akan dipindahkan ke Korea. Aku harap kau mendapat ganjaran atas kesalahanmu.” Kata Mo Yun sambil melipat tanganya didada, Manager Jin dengan suara lemah masih menanyakan berlian miliknya.
Kami memberinya pada pihak Amerika dan Berlianmu telah hilang. Aku memberitahumu ini agar kau merasa terpuruk.” Tegas Mo Yun sengaja membungkukan badanya. Manager Jin terlihat hanya bisa menangis.

Mo Yun pergi ke kamar Min Jae, menanyakan keadaanya. Min Jae bisa duduk dengan tegap dan senyuman lebar. Mo Yun melihat  Diantara semua pasien, Min Jae yang paling sehat. Min Jae bertanya apakah dikorea sedan musim dingin karena tak suka dengan dingin. Mo Yun hanya tersenyum.
Ki Bum datang berteriak memanggil Mo Yun memberitahu ada kiriman fax untuk Dr. Lee. Mo Yun pikir itu hasil dari lab. Min Jae meminta Mo Yun menahanya dan bertanya Apakah tidak masalah jika ia yang melihatnya


Min Jae memberikan selembar kertas fax pada Chi Hoon, melihat Min Jae yang datang, Chi Hoon berkata pasienya itu tak boleh datang ke ruang isolasi. Min Jae memberitahu mereka semua akan kembali ke Korea, termasuk Pasien dan dokternya dengan nada ketus merasa Chi Hoon pasti senang melihatnya.
Chi Hoon tak percaya kalau hasilnya negatif, lalu tersenyum bahagia memberikan Min Jae kalau ia tak akan mati karena virus. Min Jae menyindir Chi Hoon yang terlihat bahagia karena tak akan mati. Chi Hoon pun kembali diam karena masih merasa bersalah dan hampir membuat Min Jae meninggal. Tiba-tiba Min Jae mengaku dirinya juga bahagia karena Chi Hoon tak akan mati. Chi Hoon dengan mata berkaca-kaca mengucapkan terimakasih.
Jangan berterima kasih padaku Dan juga jangan meminta maaf. Karena aku tak akan meminta maaf.” Kata Min Jae lalu keluar dari ruangan. Chi Hoon bisa bernafas lega karena terbebas dari virus sekarang. 

Chi Hoon membasuh wajahnya yang sudah lama tak terkena air dan dikagetkan dengan anak yang terkena keracunan. Sambil berjongkok ia bertanya kapan anak itu datang, dan Apa ia berjalan sendirian lagi. Si anak memegang kening Chi Hoon, dengan bahasa Urek mengatakan sudah baikan sekarang. Chi Hoon melepaskan tangan Anak itu memberitahu sudah ikda sakit dan sehat lalu meminta agar menunggunya sebentar karena ada sesuatu yang ingin diberikanya.

Sebuah kotak sepatu diberikan Chi Hoon pada anak itu dan meminta agar memakainya ketika dewasa nanti, kalau memang butuh uang bisa dijual juga, tak lupa memberitahu kalau sepatu itu hanya ada 50 pasang didunia.
Aku tak butuh ini. Aku hanya butuh kambing.” Ucap si anak dengan bahasa Urk, Chi Hoon dengan percaya diri kalau si anak sangat merindukanya dan membalas dirinya juga sangat merindukanya.
Hei, tapi Blackey adalah nama desa. Siapa nama aslimu?” tanya Chi Hoon
Belikan aku kambing. Aku tak perlu ini, aku membutuhkan kambing dan ingin memelihara kambing.” Kata si anak
Chi Hoon berpikir si anak sedang menyebutkan namanya, Si anak tetap meminta Chi Hoon untuk membelikan kambing karena ingin memeliharanya. Chi Hoon merasa sangat mengerti dengan perasaan anak itu, dan merasa senang bisa bertemu dengannya serta pasti akan merindukannya, dengan memeluk si anak erat-erat tanpa ada rasa jijik seperti pertama kali bertemu.
Jangan memikirkan tentang jasaku. Pikirkan tentang dirimu sendiri. Mengerti?” pesan Chi Hoon, seperti tak dimengerti oleh si anak


Mo Yun duduk ditangga, mengingat kejadian sebelumnya saat Shi Jin menyelamatkan dirinya karena Argus kembali menembakan peluru kearahnya. Setelah itu di bukit, Shi Jin berpikir Mo Yun ingin memutuskan hubungan mereka sekarang.
Flash Back
Setelah penyanderaan, Mo Yun melihat Shi Jin duduk sendirian. Shi Jin mengingat sebelumnya saat operasi gabungan, Argus meminta timnya agar segera berangkat. Shi Jin memanggil Kapten Argus dan mengajak untuk foto bersama dengan berteriak “kimchi” keduanya seperti teman dekat berfoto dibelakang helikopter.

Foto kenangan terakhir Shi Jin dengan Argus sengaja dibakar, air mata Shi Jin mengalir terus menerus. Mo Yun bersadar dibalik tembok, Shi Jin melihat foto yang terbakar teringat kembali dengan tanganya sendiri membunuh teman terdekatnya saat menjadi tentara.
Mo Yun mengetahui Shi Jin yang menangis sesunggukan, dengan tanganya menutup matanya mengatakan hal yang sama kalau Shi Jin harus  menghapus kejadian kemarin dari kenangannya. Mo Yun terlihat menangis duduk di dekat tangga. Shi Jin baru akan masuk keruangan melihat Mo Yun menghampirinya, tiba-tiba menawarkan untuk meminum kopi bersama dan meminta dibuatkan oleh Shi Jin lalu akan menunggunya diluar. 


Shi Jin membawakan dua cangkir kopi buatanya di tempat mereka bisa bertemu, lalu memberikan cangkir kopinya. Mo Yun berjalan mendekat dan langsung memeluk pacarnya. Shi Jin terdiam karena tiba-tiba Mo Yun memeluknya.
Aku sudah melakukan tugasku tadi sebelum kau kembali. Aku juga senang, Letnan Yoon bisa pulih dengan cepat Dan aku mau mengikat rambutku tadi, tapi aku tak punya karet gelang. Aku sudah mencari ke mana- mana, tapi tidak ketemu, Karet gelangnya habis.” Ucap Mo Yun berbicara dipelukan Shi Jin
Mulai sekarang, aku akan menceritakan hal-hal kecil seperti ini padamu. Yang kumaksud, aku akan mencoba untuk bisa bertahan di sisimu. Jadi, kau juga harus mengatakan apapun padaku. Tapi... berjanjilah satu hal padaku.” Kata Mo Yun menatap Shi Jin
Izinkan aku untuk khawatir. Karena saat kau berjam-jam tak bersamaku maka aku tak bisa untuk tidak khawatir. Jadi... saat kau harus tetap mengatakannya bahkan jika itu membuatku khawatir. Misalnya, saat kau ingin pergi ke mall, aku akan mengerti, bahwa artinya itu adalah misi yang sulit. Setidaknya saat kau sedang mempertaruhkan hidupmu,jangan biarkan aku tidak tahu apa-apa.” Kata Mo Yun, Shi Jin mengangguk setuju

Kalau begitu, aku ingin bertanya satu pertanyaan terakhir. Kau pilih Aku atau negara kita? Jawablah dengan bijaksana, karena aku hanya bertanya 1 kali.” Tanya Mo Yun berjalan mundur dengan melipat tangan didada.
Shi Jin menjawab untuk sekarang memilih Mo Yun, Mo Yun melotot tak percaya Shi Jin menambahkan Untuk sekarang, Shi Jin mengatakan kalau Mo Yun itu hanya akan bertanya satu kali saja. Mo Yun menegaskan itu karena belum mendengar jawaban Shi Jin, tapi setelah mendengar jawabanya ingin bertanya lagi. Shi Jin mengatakan jawabanya tetap Kang Mo Yun.
Mo Yun sedikit percaya sambil menerima cangkir kopinya bertanya bagaiaman dengan Negeranya. Shi Jin pikir Negaranya itu tak mungkin akan cemburu lalu mengajak bersulang dengan gelas kopinya. Mo Yun mengeluh cara berkencan mereka yang sangat aneh karena prianya menganggap Negara sebagai mertuanya.

Tiba-tiba Shi Jin menarik Mo Yun dan langsung memeluknya, mengatakan kalau berjanji tak akan membuat khawatir lagi. Mo Yun memeluk erat Shi Jin sudah mengetahui hal itu. Shi Jin mengelus rambut Mo Yun memuji pacarnya itu sangat menggemaskan sekali. Mo Yun dengan bangga mengatakan kalau ia sudah tahu itu. Shi Jin tersenyum  mendengarnya. Keduanya saling berpelukan erat dengan secangkir kopi ditanganya. 


Dae Young memegang leher Myung Joo untuk mengecek suhu tubuhnya, Myung Joo memegang tangan pacarnya memberitahu kalau keadaanya sudah baikan sekarang, karena sudah tidak demam dan napsu makannya sudah kembali.
Aku mau makan sup ayam. Dan juga daging barbekyu panggang.” Ucap Myung Joo, Dae Young tersenyum karena mereka bisa makan diKorea nanti.
Aku juga mau Soju dan bir.” Kata Myung Joo dengan penuh semangat.
Wow, sepertinya kau memang sudah pulih karena sudah mau minum bir.” Ejek Dae Young
Oh ya, semua yang aku suka itu berawal dengan huruf "S". Sup ayam, (seared) barbekyu panggang, Soju dan bir, dan Seo Dae Young.” Kata Myung Joo lalu teringat Smooth yang juga berawal dengan "S". Dae Young membalas “Dasar swindler (penipu).
Myung Joo mengembalikan kalung tentara yang dipakainya pada Dae Young lalu mengatakan “Saranghae (Aku mencintaimu.) Keduanya sama-sama tersenyum bahagia. 

Ki Bum berteriak tak percaya pada kaptenya, karena melihat memasukan kecap ke dalam ayam. Shi Jin melihat tutup botol yang dianggap sebagai kurma. Ki Bum memberitahu kalau makanan itu tak bisa dimakan. Shi Jin langsung memerintahkan mereka untuk mulai memasak. Ki Bum kembali menjerit.
Dae Young mengangkat sendok ukur karena pasti akan enak rasanya. Shi Jin pikir bisa dimasukan dan Dae Young makan sendiri saja. Ki Bum mengeluh yang asal-asalan memasak dan memintanya agar keluar saja. Dae Young mengatakan mereka menuangkan cinta dalam makanan, lalu memasukan ayah yang sudah di isi gingseng ketika air mendidih.  Shi Jin langsung menyuruh Dae Young tak lupa memberikan garam, seperti seorang Chef Dae Young menaburkan garam dalam masakanya. Shi Jin memuji temanya yang sangat pandai. 

Dae Young memberikan sepotong ayam pada piring makan, Myung Joo yang melihatnya tak percaya mengaku merasa terharu dibuatan makan oleh pacarnya. Mo Yun berkomentar Shi Jin memang cocok dengan celemek yang digunakanya.
Shi Ji duduk didepan Mo Yun merasa sudah menjadi suami idaman, Dae Young mengatakan sengaja memasak karena melihat keduanya sudah banyak menderit tapi tak yakin dengan rasanya. Mo Yun berkomentar kalau rasanya enak dan rasa asinya pas.
Kopral Kim benar-benar juru masak yang handal.”komentar Myung Joo sudah tahu pasti itu buatan Ki Bum
“Benarkan? Aku pasti akan merindukan masakannya saat pulang ke Korea.” Ucap Mo Yun, dua pria tentara itu hanya bisa diam karena ketahuan makanan itu buatan Ki Bum.
Aku pernah pergi ke resto sup ayam.” Cerita Myung Joo, Mo Yun tahu Myung Joo itu pergi dengan Min Yun Gi. Shi Jin menatap Mo Yun yang menyebut nama tak dikenalnya. 

Myung Joo menyangkal tak pergi dengan Yun Gi, tapi pria itu yang mengikutinya karena  ada ingin memberitahu sesuatu dan merasa Mo Yun itu berpikir dirinya yang merusak hubungan keduanya. Mo Yun sudah tahu dan ingin tahu apa yang dikatakan Yun Gi itu. Myung Joo memberitahu kalau Yun Gi itu tak punya hubungan dengan Mo Yun. Dua pria yang tadinya duduk tegap mulai menyadarkan tubuhnya.
“Jadi Dia bilang begitu? Dan Kami tidak pacaran?” jerit Mo Yun mrah
Ya, dia bilang, kalian hanya teman belajar.” Kata Myung Joo
Hanya teman belajar? Bukan hanya teman, tapi kami pacaran sejak bulan April.” Ucap Mo Yun, Shi Jin menatap sinis
Dia mengajakku makan saat liburan selesai.” Balas Myung Joo tak mau kalah dan Dae Young juga menatap sinis
Mo Yun menegaskan kalau mereka berpacaran dari bulan April tahun sebelumnya. Myung Joo mengejek Mo Yun itu seperti cinta  bertepuk sebelah tangan, Mo Yun berteriak kalau ia berpacaran dengan Yun Gi, keduanya mulai tersadar dengan pria yang duduk didepanya sudah menatap sinis.

Apa karena si Min Yun Gi ini selalu bertengkar?” ucap Dae Young mengetahui tentang sikap Myung Joo yang tak akur dengan Mo Yun
Aku pasti akan begadang karena penasaran dengan pria ini.” kata Shi Jin sinis, keduanya langsung membela diri kalau semuanya salah paham.
Kalian marah hanya karena 1 foto kami, tapi, kalian malah pernah pacaran dengan pria lain. Aku jadi marah.” Kata Shi Jin ketus
Aku akan membunuh pria yang berani mempermainkan wanita cantik.” Balas Dae Young
Shi Jin berdiri membuka celemekanya  merasa pria itu adalah dokter, Dae Young rasa mereka akan mencarinya dan melakukan FEO. Shi Jin berteriak entah reaksi apa yang nanti terjadi setelah melihat pria itu. Dae Young pikir Menembak ataupun meledakkannya tidak akan pernah cukup.


Kedua wanita itu pun hanya bisa diam, Myung Joo memegang kepalanya tak percaya dengan Kegagalan hubungan semacam ini. Mo Yun menyalahkan Myung Joo yang membahas lebih dulu. Myung Joo membalas kalau Mo Yun yang lebih dulu  membahas tentang Min Yun Gi.
Bukan waktunya membahas itu. Bagaimana kita bisa meyakinkan mereka? Bagaimana bisa masa lalu terungkap hanya karena makan sup ayam?” keluh Mo Yun tak percaya
Tak usah khawatirkan aku, tapi khwatirkan dirimu sendiri. Aku bisa berpura-pura sakit Dan sekarat. Aku yakin dia bisa memaafkan masa laluku.” Kata Myung Joo, Mo Yun mengaku sangat iri 

Mo Yun masuk ke dalam ruangan Shi Jin dengan terbatuk-batuk lalu mengatakan kalau ia baik-baik saja dan hanya sedikit deman, lalu memegang kepalanya sendiri sambil menjerit kalau merasa panas. Ia merasa Shi Jin pasti khawatir tapi dengan terbatuk-batuk mengatakan kalau baik-baik saja. Shi Jin dengan acuh sudah tahu kalau Mo Yun pasti baik-baik saja.
Kau pasti sedang memikirkan Yun Gi? Si pria hebat Yun Gi.” Sindir Shi Jin dengan sinis, Mo Yun merasa caranya berpura-pura sakit gagal, lalu mengajak untuk bicara. 
Denganku? Ahh.... Kau pernah pacaran dengan Yun Gi, tapi kau ingin bicara denganku?” sindir Shi Jin masih marah
Mo Yun pikir mereka tak bisa bicara, Shi Jin dengan kesal Mo Yun tak bisa begitu saja bisa bicara denganya. Mo Yun mengerti karena mereka  membahasnya, jadi akan menelepon Yun Gi. Shi Jin menantang menelpnya adan akan melihat hasilnya. Mo Yun merasa dengan sikap Shi Jin membuatnya sangat ingin menelp Yun Gi. Shi Jin langsung melempar ponsel Mo Yun seperti saat pertama kali bertemu, tapi kal ini Mo Yun yan bisa menangkapnya. Shi Jin sempat kaget melihatnya, Mo Yun meminta Shi Jin mendengarkan baik-baik. Shi Jin bertanya mendengarkan apa lagi. 
Di antara semua pria yang ada di bumi, aku paling menyukai Yoo Shi Jin. Kami sudah merusak 3 mobil, jatuh ke jurang bersama, berjuang melawan penyakit bersama-sama, dan aku mendapat luka tembak karena dia juga. Meskipun begitu, aku sangat menyukainya. Dan juga karena dia bukanlah pengecut, dia selalu saja menjadi pria yang terhormat,serta selalu tampan setiap saat. akui Mo Yun blak-blakan untuk menenangkan hati Shi Jin dan Shi Jin pun tersenyum mendengarnya.
Mo Yun bertanya apakah Shi Jin keberatan dengan ucapanya, Shi Jin mengatakan tidak dengan menahan senyumnya. Mo Yun ingin memberitahu sesuatu, apakah Shi Jin ingin mendengarkan atau tidak. Shi Jin langsung duduk diatas meja dengan jarak wajah wajah yang berdekatan mengatakan akan selalu siap mendengarnya. Mo Yun mengeluh sikap Shi Jin langsung berubah setelah dipuji
Aku mau menjenguk Fatima besok Aku hanya ingin tahu, apa Daniel dan Ye Hwa bisa menjadi wali Fatima?” kata Mo Yun
Mereka adalah orang yang tidak menetap pada satu tempat Tapi, ada satu orang yang bisa kau percaya dan Kau pasti akan menyukainya.” Ucap Shi Jin dengan senyuman. 


Si bule penjaga bar kaget ditunjuk sebagai wali, Shi Jin mengingatakan tentang informasi pasar gelap sebelumnya lalu menunjuk anak yang dicarinya ada ujung sana dan bule itu sudah menyelamatkanya. Bule itu melihat kearah Mo Yun duduk dan Fatima langsung sibuk membersihkan meja sebagai imbalan sudah menyelamatkanya. Keduanya tertawa melihat sikap Fatima begitu juga Mo Yun, Si bule bertanya kenapa Shi Jin menunjuknya sebagai wali
Aku percaya pada seseorang yang memberiku keberuntungan.” Kata Shi Jin, Si bule itu pun setuju dan mendengar Shi Jin akan kembali ke Korea.
“Ya.... Terima kasih untuk semuanya, Valentine.... Semoga kau beruntung.” Ucap Shi Jin sambil berjabat tangan. 

Mo Yun mendekati Fatima berpesan agar mendengarkan ucapan Valentine,  karena wanita tak sebaik dirinya, lalu meminta agar mengirimkan surat ke alamat yang sudah diberikannya. Fatima menolaknya, Mo Yun pikir Fatima bisa menelpnya saja. Fatima tetap menolaknya. Mo Yun mulai mengumpat Fatima itu anak nakal.
Akulah yang membayarkan sekolah, apa aku juga yang harus mengemis padamu? Apa kau bisa sopan sedikit?” jerit Mo yun kesal, Valentine langsung memperingati Fatima agar jadi anak yang baik.
Terima kasih untuk segalanya. Aku akan selalu bersyukur. Jaga kesehatanmu.” Ucap Fatima, Ketiganya langsung tertawa mendengar ucapan Fatima
Sepertinya kau akan menjadi orang yang sukses nantinya. Aku akan selalu penasaran apa yang sedang kau lakukan Jadi, tetap hubungi aku.” Pintah Mo Yun
Aku hanya ingin kau tahu... Aku serius dengan apa yang aku katakan tadi.” Kata Fatima, Mo Yun sudah tahu lalu keduanya sama-sama tersenyum. 

Shi Jin mengajak Mo Yun ke sebuah tempat yang tinggi di Urk dengan rumah yang berjejer rapih. Sambil menatap langit lalu menoleh pada Mo Yun bertanya apa yang ingin dilakukan saat kembali  ke korea nanti. Mo Yun mengatakan ingin mandi air panas dan bertanya balik apa yang akan dilakukan pacarnya. Shi Jin mengatakan ingin menonton film, Mo Yun melirik dengan mengejek.
Ayo nonton film. Kita tak bisa menontonnya dulu. Kita akan kesulitan menonton film, 'kan?” ajak Shi Jin
Baiklah. Kita bisa melakukan kegiatan biasa daripada diculik dan menjadi sandera. Kita bisa menonton film, makan, minum kopi dan pulang ke rumah bersama” kata Mo Yun
“Dan mengisi air dalam bathtub saat kau pulang.” Goda Shi Jin sambil berjalan mundur 

Mo Yun memerintahkan agar Shi Jin berhenti tapi Shi Jin tetap saja berjalan mundur, menyuruh Mo Yun pulang lebih dulu setelah itu bar menyusul dan memperingatkan agar tak pergi ke hotel dengan ketua rumah sakit, tak tak boleh berhubungan dengan Yun Gi. Mo Yun meinta Shi Jin untuk berhenti melangkah.
Shi Jin teringat sesuatu, lalu melemparkan pada pacarnya. Mo Yun dengan sigap menangkapnya, tak percaya Shi Jin masih menyimpan batu itu. Ketika keduanya pergi ke pulang dengan kapal yang terdampar, Shi Jin mengatakan Warga di sini percaya, bahwa jika kau mengambil batu ini maka kau bisa kembali lagi ke sini. Lalu memberikan pada Mo Yun.
Mo Yun mendekati Shi Jin yang berdiri didepanya. Shi Jin merasa Sekaranglah saat Mo Yun melihat apakah mitos itu sungguhan. Keduanya sama-sama tersenyum, Shi Jin mengelurkan tanganya, Mo Yun meraihnya. Shi Jin memegang tangan Mo Yun sambil memujinya yang  sudah berusaha keras. Mo Yun juga membalas Shi Jin sebagai Kapten juga sudah berkerja keras. Terdengar bunyi lonceng yang sangat keras, Mo Yun dan Shi Jin berciuman di menara jam terbesar di Urk. 

Semua tentara mulai olahraga pagi, Min Ji baru keluar dari tenda langsung berlari ke pagar tak percaya dua seniornya sudah bangun dan ingin melihat para tentara bertelanjang dada sedang olahraga. Ae Ra mengaku tak mau melewatkan momen itu.
Mo Yu mengucapakn selamat tinggal pada pada tentara lal merasa  melihat tubuh yang asing. Mi Jin juga melihat sosok pria yang berbeda berlari dibagian depan dengan tubuh yang berbeda. Ketiganya kaget ternyata pria yang semakin terlihat jelas adalah Sang Hyun dengan celana pendek lari bersama dengan tentara.
Kau harus mencintai dengan penuh semangat. Padahal dia tak suka kita melihat mereka. Sepertinya, dia melakukannya untukmu. Dr. Song sungguh pria yang hebat. Kenapa kalian tak jadian saja ?” ucap Mi Jin gemas melihat keduanya. Ae Ra langsung pamit masuk karena belum packing barang.
Bagaimana ini? Apa aku salah ucap lagi?” ucap Mi Jin panik
Kau tak salah ucap,  Itu karena dia adalah wanita yang sama hebatnya dengan Dr. Song. Mereka itu sama saja dengan pasangan kekasih anak SMA.” Jelas Mo Yun, Mi Jin tak mengerti.
Anak-anak masih belum boleh tahu.” Ejek Mo Yun sambil mengelus rambut juniornya. 

Semua tim medis sudah mulai mengeluarkan koper untuk kembali ke Korea. Mo Yun  keluar dari medicube dengan wajah bahagia memastikan barang yang akan mereka bawa pulang kembali. Terdengar bunyi sirine, semua langsung menghadap ke bendera Korea yang sedang berkibar lalu menundukan kepala mengenang kejadian gempa yang pernah terjadi.
Mo Yun mengingat saat pertama melihat tempat pembangkit tenaga listrik hancur lebur karena gempa. Dengan rasa takut, panik membuatnya kuat untuk membantu semua korban gempa yang timpa reruntuhan. Chi Hoon yang merasa bersalah karena sudah mengingat pita yang salah dan membuat korban meninggal dunia.
Sang Hyun tak bisa makan karena banyak korban berjatuhan, Mi Jin sangat sibuk dengan dibantu oleh Ki Bum dengan tangan yang patah. Sepatu boot yang dipinjamkan korban serta pertemuan untuk kedua kalinya dengan Shi Jin dan juga mereka saling berpisah demi menjalankan tugas. 

Woo Geum mulai mengambil foto tim medis yang sudah menjadi relawan di Urk dan juga gempa. Tentara mulai bergabung dan dikomandoi oleh Shi Jin, semua langsung memberikan hormat, Mo Yun tersenyum disamping Shi Jin yang mengambil foto bersama, Dae Young terlihat gagap berdiri disamping Myung Joo yang sudah sembuh. Sang Hyun bahagia berdiri disamping Ae Ra dan akan kembali ke Korea. 

Mo Yun berjalan untuk kembali masuk kerja, Ae Ra menyapanya dengan senyuman sumringah sambil mengeluh  Tempat kerja jauh sekali dari rumah dan merasa senang  jika Medicube dekat dengan tenda mereka. Mo Yun juga merasa senang bisa melihat pria berotot bertelanjang dadatiap paginya.
Chi Hoon dan Mi Ji datang ikut bergabung dengan keduanya, wajah mereka terlihat sangat cerah dan bersemangat. Chi Hoon merasa seperti mereka baru pertama kali masuk kerja. Mi Jin juga merasakan hal yang sama. Sang Chul sudah ada didepan rumah sakit merasakan hal yang sama dengan cuaca Korea yang dingin. Semua menatap gedung rumah sakit, Mo Yun tak percaya mereka akhirnya kembali berkerja dirumah sakit.
bersambung ke episode 13 

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 



1 komentar: