Senin, 25 April 2016

Sinopsis Ms Temper and Nam Jung Gi Episode 12 Part 1

Jung Gi meminta Direktur Jo untuk memecatnya saja dan apabila atasanya itu ingin memecat seseorang, dimulailah dengan memecat dirinya. Direktur Jo tak percaya Jung Gi benar-benar ia ingin melakukanya. Jung Gi berteriak kesal  menyuruh Direktur Jo untuk membunuhnya saja sekali.
Baiklah! Kalau kau memang menginginkannya, kau pikir aku tidak bisa memecatmu? Barusan kau kan yang memintaku? Dasar bajingan kurang ajar, setelah aku memanjakanmu selama ini...” ucap Direktur Jo akhirnya memilih untuk keluar dari ruangan. 

Di depan ruangan sudah ada Young Mi, Mi Ri dan Hyun Woo sudah menunggu. Direktur Jo menatap ketiganya yang terlihat hanya bisa menunduk.
Lalu kenapa kalian semua menerima suap? Setidaknya kalau kalian melakukannya, kalian tidak boleh ketahuan, brengsek! gumam Direktur Jo memandang semua anak buahnya lalu keluar dari kantor.
Hyun Woo dan Jung Gi saling menatap kebinggungan, Young Mi hanya  bisa tertunduk dan Mi Ri menatap Jung Gi diruangan dengan menahan air matanya. 

Ji Sang bertanya apa sebenarnya yang ingin dilindungi Da Jung, lalu merasa Da Jung masih percaya bahwa di dunia ini masih ada yang lebih berharga dari uang. Da Jung pikir seharusnya Ji Sang mempercayai hal itu juga dengan begitu ia bisa melihat nilai segala sesuatu, seperti kebahagiaan, kebanggaan, dan cinta.
Dalam keadaan seperti itu, kau cukup mempesona meskipun tidak memiliki apapun.” Jelas Da Jung
Sekarang aku sadar bahwa semua itu tidaklah berguna.” Komentar Ji Sang berjalan ke depan jendalanya.
Lalu? Apakah sekarang kau bahagia?” tanya Da Jung, Ji Sang pikir Da Jung itu sedang  mencemaskannya.
Aku...ingin sekali kau merasa bahagia. Dari dulu hingga sekarang pun aku merasa begitu. Percayalah padaku.” Pinta Da Jung terdengar tulus

Maaf... tapi aku tidak mempercayai kepercayaan yang ditawarkan oleh manusia. Kau bisa dengan mudah membelinya dengan uang dan ia bisa dengan mudah berubah. Setidaknya, uang tidak berbohong.” Tegas Ji Sang.
Da Jung menatap Ji Sang dengan mata berkaca-kaca, Ji Sang berjalan mendekati Da Jun menyuruhnya agar Mulai sekarang, angkatlah teleponnya karena saat ia meminta pergi maka pergilah dan ketika meminta datang maka datanglah, jadinya penurut seperti yang dikatanya seperti dulu yang pernah dilakukan Da Jung dengan begitu mungkin saja Da Jung bisa melindungi orang-orang itu, walaupun ia tak yakin semua pegawai Lovely itu pantas untuk dilindungi.


Young Mi duduk ditaman memikirkan yang akan terjadi pada mereka sekarang. Hyun Woo pikir mereka semua sudah melihat sikap Direktur Jo pada Wakil Kepala Nam. Young Mi melihat Direktur Jo  menjadi benar-benar keras kepala. Hyun Woo penasaran alasan Direktur Jo sampai ingin memecat pegawai.
Aku pikir mungkin aku adalah orang pertama yang akan dipecat. Aku hanyalah pekerja sementara dan juga yang telah menjual Lovely terakhir kali.” Ucap Mi Ri pasrah
Tidak benar. Kepala Ok sudah menutup-nutupinya, kau ingat ‘kan? Percayalah saja padanya, mengerti!”kata Hyun Woo yakin
Lagian kau adalah satu-satunya desainer di Tim Marketing. Tidak mungkin mereka mau memecat satu-satunya desainer.” Jelas Young Mi, Mi Ri terlihat masih tak yakin kalau keadaanya akan baik-baik saja. Hyun Woo mengangukan kepala untuk menyakinkan.
Akulah yang harusnya cemas! Terakhir kali, aku meninggalkan kantor lebih awal dan juga terlambat datang karena anakku. Direktur Jo berteriak padaku mengenai hal itu.” Kata Young Mi sedih

Tapi kaulah yang bertugas di toko online kita. Sekarang ini banyak sekali yang harus dikerjakan disana. Tidak mungkin mereka memecatmu hanya karena terlambat beberapa kali. Jangan khawatir.” Ucap Mi Ri menenangkan
Benar.. Kau termasuk salah satu anggota perintis, bersama dengan Direktur Jo” ucap Hyun Woo
Young Mi terlihat tampak sedikit memiliki harapan,  kalau ia akan baik-baik saja, Mi Ri juga berpikir mereka tidak akan bisa mengembangkan produk tanpa Wakil Kepala Nam jadi pasti bukan dia, lalu dengan Young Mi menatap Hyun Woo yang berdiri didepanya.
Hyun Woo menduga dirinya yang akan dipecat, kerana ia tidak punya keahlian apapun dan hanya mengerjakan pekerjaan sedikit-sedikit jadi sanya yakin akan dipecat lebih dulu. Young Mi pikir itu tak mungkin karena ada banyak hal yang dilakukan Hyun Woo, Mi Ri menambahkan Hyun Woo adalah tangan kanannya Jung Gi jadi sangat yakin Jung Gi pasti akan melindungimu. Hyun Woo teringat mereka tim yang mengembangkan Tap Tap tapi kenapa mereka harus menderita seperti ini.  Young Mi setuju, menurutnya keadaan seperti ini membuatnya gila, lalu mengajak semuanya masuk karena sudah terlalu lama diluar kantor. 


Jung Gi menatap ruangan Da Jung yang masih kosong sambil bergumam. Da Jung masuk ke kantor dari lantai atas melihat Jung Gi yang menatap ke arah ruanganya.
Flash Back
Ji Sang bertanya Apakah orang-orang itu benar-benar menghargainya, Da Jung seperti tak mengerti Ji Sang menanyakan hal itu. Ji Sang mengumpamakan jika dirinya saat itu memberikan tawaran pada pegawai Lovely untuk memilih antara Da Jung dan uang, maka mana yang mereka pilih. Da Jung sinis kearah Da Jung.
Ji Sang mengajak Da Jung untuk bertaruh, Da Jung mengumpat Ji Sang  memang Bajingan gila lalu berjalan pergi. Ji Sang berjanji akan melepaskan Da Jung apabila semua pegawainya itu memilihnya, bahkan akan melepaskan Da Jung dan Lovely selamanya. Da Jung membalikan badannya merasa Ji Sang itu terlihat sepercaya diri itu. Ji Sang menegaskan kalau ini semua berhubungan dengan Uang, dan selama ini tidak pernah menemukan orang-orang yang mengatakan kalau mereka membenci uang.

Jung Gi melihat Da Jung yang baru datang bertanya apakah ia  baru saja kembali dari suatu tempat. Da Jung beralasan tadi  ada urusan pribadi sebentar. Jung Gi memberitahu sedang kacau sekarang meminta Da Jung untuk bisa meyakinkan Direktur Jo. Da Jung hanya menatap Jung Gi tepat dimatanya, Jung Gi binggung melihat tatapan mata Da Jung.
Wakil Kepala Nam, Apa kau menyukai uang ?” tanya Da Jung, Jung Gi binggung dengan pertanyaan Da Jung tapi menurutnya Di dunia ini tidak ada yang membenci uang.
Apa kau mau berhenti bekerja disini kalau kau punya uang?” tanya Da Jung
Ya, Aku tidak bisa mengatakan begitu juga sih. Tapi...” ucap Jung Gi binggung
Harus menahan sikap angkuh atasan, harus merendahkan diri. Bukankah benar bahwa kita tidak perlu menahannya kalau kita punya uang?” kata Da Jung, Jung Gi benar-benar binggung Da Jung tiba-tiba bertanya tentang hal itu.

Da Jung terus menatapnya, Jung Gi berusaha menyadarkanya. Da Jung mengatakan alasanya hanya penasaran saja karena ingin tau apa artinya kantor ini  bagi Jung Gi, dan mungkin bisa lebih berharga dibandingkan uang. Jung Gi terlihat binggung melihat Da Jung yang masuk ke dalam ruangan.
Young Mi dkk baru saja kembali ke kantor, Jung Gi menegur semuanya yang baru datang padahal seharusnya lebih sering berada di meja di saat-saat seperti ini. Young Mi mengaku merasa terlalu tidak enak untuk duduk saja, jadi pergi sebentar untuk mencari angin segar. Mi Ri baru menyadari Da Jung sudah kembali. Young Mi langsung menarik Jung Gi, apakah ia sudah berbicara dengan Da Jung.
Jung Gi mengangguk tapi wajahnya terlihat binggung, Hyun Woo ingin tahu apa yang dikatakanya, mungkin saja  Da Jung sudah memiliki rencana serangan balasan. Jung Gi memberitahu Da Jung hanya bertanya padanya "Apa kau suka uang?" Young Mi benar-benar tak mengerti dengan pertanyaan seperti itu. Jung Gi sendiri juga binggung, semuanya pun menatap ke arah ruangan Da Jung dengan wajah kebinggungan. 


Empat orang direktur sudah berendam dalam bak sauna, Direktur Jo merasa dengan berendam membuatnya merasa nyaman, Direktur Jung melihat Direktur Jo Belakangan ini mencemaskan banyak hal, menurutnya Memang tidak mudah melakukan restrukturasi. Direktur yang berada dibelakang tahu memang tidak ada yang bertahan selamanya. Direktur Jung yakin dengan cara itu Direktur Jo  bisa menghemat pengeluaran yang tidak berguna, dan produknyaakan terjual dengan bagus selama diproduksi, dengan menemukan pengganti pegawainya, hanyalah masalah waktu.
Aku punya banyak pegawai yang tidak melakukan apapun kecuali mengambil gaji mereka Dan itu benar-benar membuatku marah.”Cerita Direktur lainya.
Kau telah membuat keputusan yang berani. Jadi ayo kita berikan dia tepuk tangan yang meriah” komentar Direktur yang dibelakang. Mereka pun memberikan tepuk tangan dibawah air.
Aish, orang-orang ini. Kalau semuanya berjalan lancar. Aku akan membantu kalian semua, jangan khawatir.” Kata Direktur Jo
Aku dengar kau menemukan seorang investor. Apa mungkin kau mau memperkenalkanku padanya?” ucap Direktur Jung, semua juga ingin bertemu dengan Investor itu.
Direktur Jo memberitahu CEO Lee adalah orang yang cukup sibuk  dan akan coba bicara dengannya setelah restrukturasi selesai. Direktur Jung memuji Direktur Jo memang penyelamat mereka. Direktur Jo menyindir sebelumnya mereka memuji Direktur Kim, Direktur Jung berdalih tak mungkin membandingkannya dengan Direktur Kim. Semua setuju denganya. 

Manager Yang masuk ke dalam ruangan Direktur Kim dengan sedikit duduk melirik ke arah jendela. Direktur Kim mengatakan Ada yang ingin diminta dari anak buahnya kali ini. Manager Yang pun mempersilahkan Direktur Kim untuk mengatakan saja.
Berikan surat pengunduran dirimu.” Ucap Direktu Kim, Manager Yang kaget diminta untuk menyerahkan Surat...pengunduran diri
Ya,aku memintamu menyerahkan surat pengunduran diri. Bisakah kau lakukan itu untukku?” kata Direktur Kim, Manager Yang langsung berlutut
Tolong maafkan aku kali ini, Pak! Jika ada kesalahan yang aku perbuat dan aku akan mempertanggung jawabkannya! Kalau ada yang tidak kau sukai dariku, tolong katakan saja! Tolong lepaskan aku kali ini saja” ucap Manager Yang panik, Direktur Kim tertawa mendengarnya
Sudah kubilang kan, Manager Yang memang orang yang dramatik!” komenter Direktur Kim, Manager Yang binggung 

Direktur Kim memberitahu Masalahnya adalah,ada yang ingin mempekerjakannya, Ternyata Ji Sang sedari tadi bersadar di sofa sambil menatap keluar jendela, Ji Sang berjalan memberitahu sudah sering mendengar cerita Manager Yang dari Direktur Kim, kalau Manager Yang adalah orang yang cukup terampil.
Itulah kenapa aku ingin kau melakukan beberapa pekerjaan lepas untukku. Ini adalah jumlah pembayaran yang akan kau terima, tak peduli berapa lama pun kau menyelesaikan proyeknya.” Kata Ji Sang sambil menuliskan sesuatu di note.
Manager Yang binggung melihat angka satu, berpikir itu seribu won, Ji Sang meminta Manager Yang untuk Berpikirlah lebih besar, karena yang dbicarakan adalah 100 juta won. Manager Yang melonggo mendengarnya. Direktur Kim memerintahkan Manager Yang mengerjakanlah proyek satu itu dengan baik dan kembalilah padanya, kalau memang berhasil makan  pasti akan mengembalikannya ke posisi asal.
Kau punya kepercayaan diri akan melakukannya dengan baik, kan?” ucap Direktur Kim berdiri dari tempat duduknya. Manager Yang langsung berdiri mengucapkan terimakasih sambil membungkuk.
Kenapa kau berterima kasih padaku? Berterima kasihlah pada CEO Lee.” Kata Direktur Kim, Manager Yang pun mengucapakan terimakasih pada Ji Sang dan berjanji  akan melakukan yang terbaik!
Yang aku lakukan hanyalah menulis sebuah angka, dan dia sudah membungkuk padaku seperti ini. gumam Ji Sang tersenyum licik 

Da Jung berdiri dibalkonnya dan langsung buru-buru masuk kedalam rumah, Suami Young Mi sedang asik menonton bola, Young Mi mengajak bicara suaminya, berpikir berhenti saja berkerja dan menjadi ibu rumah tangga. Suaminya bertanya apa maksud ucapanya, Young Mi merasa suami dan Ibu mertuanya sudah mulai kerepotan dan Ji Ho juga akan segera bersekolah jadi harus membantu belajarnya sedikit. Suaminya merasa itu hanya omong kosong saja menurutnya Di masa-masa sulit seperti ini menurutnya  akan sulit kalau cuma dirinya yang cari uang.Young Mi pikir itu tak mungkin berhasil memang.
Hyun Woo menerima telp dari ibunya, yang terdengar khawatir menanyakan apakah anaknya sudah makan, Hyun Woo mengatakan sudah makan lalu menanyakan keadaan ibunya. Sang ibu mengatakan baik-baik saja, berpesan agar Hyun Woo mematuhi atasanya dan layani Direkturnya dengan baik, jadi sudah bisa dipastikan bisa dipromosikan bulan ini. Hyun Woo meminta Ibunya tak perlu khawatir karena pasti akan dipromosikan.
Young Mi menghabiskan kaleng bir terakhir, terlihat di tempat sampah bekas kaleng bir, Setelah itu membanting tubuhnya di tempat tidur memikirkan Bagaimana i bisa bertahan hidup, kalau dipecat

Jung Gi duduk di meja kerjanya, pikirannya melayang pada ucapan Da Jung saat di kantor. Wakil Kepala Nam Apakah kau suka uang ? Apa kau mau berhenti bekerja disini kalau kau punya uang? Harus menahan sikap angkuh atasan, harus merendahkan diri. Benarkah kita tidak perlu menahan semuaitu kalau kita punya uang?
Kenapa dia menanyakan itu padaku?” gumam Jung Gi penasaran lalu mengeluh keadaannya seperti ini sangat menjengkelkan

Direktur Jo baru turun dari mobilnya menyuruh sopirnya untuk segera pulang dan beristirahat. Mobil Da Jung berhenti didepan rumah dan Da Jun langsung turun dari mobil, meminta Direktur Jo memikirkan keputusanya.
Dengan membuka toko bebas pajak dan masuk ke situs e-commerce ada banyak sekali hal yang harus diurus, Seharusnya kita malah mempekerjakan lebih banyak orang, jadi ini tidak masuk akal sama sekali!” ucap Da Jung
Keputusanku sudah bulat, kau tidak usah menentangnya dan lakukan saja yang aku suruh!” tegas Direktur Jo angkuh
Dengan siapa Anda membuat keputusan itu, tanpa sepengetahuan para pegawai? Bukankah dengan orang itu, Lee Ji Sang? Kau bilang akan mengurusnya dan tidak akan memberinya kekuasaan eksekutif. Apakah orang itu sudah mulai melibatkan diri pada management kita?” ucap Da Jung benar-benar marah

Sekarang siapa yang melibatkan diri pada management? Aku ini masih seorang Direktur, Apa kau tahu itu !!! “ teriak Direktur Jo
“Aku Sudah memberitahukanmu, kan? Dia hanya mempedulikan keuntungannya sendiri, dan tidak peduli biarpun perusahaannya gagal. Dia adalah investor yang tidak aka membantu perusahaan untuk berkembang!” tegas Da Jung
Direktur Jo tak peduli menurutnya ia yang memutuskan semuanya jadi berhentilah Da Jung terlalu terlibat dalam urusan perusahaan dan bekerja keraslah saja untuk pekerjaan yang sedang dikerjanya dan kembali menekannya kalau ia adalah DIREKTUR di  perusahaan ini. Da Jung melirik sinis, sementara Ji Sang sedang berbicara sendiri sambil menatap jendela kamarnya.
Sebenarnya dunia ini cukup sederhana, Mereka yang telah mencicipi rasa uang tidak akan pernah bisa  mundur. Kau harus segera mnyadari itu, Da Jung.” Ucap Ji Sang yang merasa uang lebih penting dibanding segalanya. 


Direktur Jo masuk ke dalam ruangan terlihat panik bertanya pada adik iparnya apakah tidak ada siapapun yang cocok, Manager Jung mengatakan tak ada satupun, menurutnya Kakak iparnya seharusnya bertindak tegas, kalau sampa dibiarka maka semua pegawainya akan terus bertahan sampai akhir dan sudah pasti Direktur Jo tau seberapa gigihnya orang-orang itu. Direktur Jo bertanya apa yang harus dilakukanya sekarang.
Manager Jung pikir jawabanya sudah jelas yaitu membuat mereka mengundurkan diri atas kemauannya sendiri. Direktur Jo menanyakan caranya, Manager Jung berjalan ke arah jendela meminta agar menyerahkan semuanya, karena ia biasa melakukan pekerjaan kotor dan kakak iparnya hanya mengurus masalah dana investasi.

Mi Ri terlihat sedang flu membuang ingusnya dengan tissue, Manager Jung datang bertanya apakah tissue dimeja itu dibeli sendiri. Mi Ri mengeleng karena tissue itu ada dimejanya,  Manager Jung langsung menuliskan catatan yaitu "Egois." Dengan alasan tissue itu dibeli agar dipakai oleh semua orang, tapi Mi Ri memonopolinya sendirian dan menyuruh untuk makai secukupnya karena harga Tisunya mahal
Manager Jung mendatangi meja Young Mi bertanya Berapa cangkir kopi yang sudah diminum hari ini. Young Mi memberitahu sudah cangkir ketiganya, Manager Jung menuliskan dalam catatanya "Kecanduan kafein." Sambil memberitahu Semua dibeli pakai uang perusahaan, jadi minumlah secukupnya saja. Young Mi heran Manager Jung itu membuatnya marah karena harga kopi yang diminumnya tak terlalu mahal
Jung Gi yang sedang berkerja menanyakan apa sebenarnya yang dilakukan Manager Jung pada anak buahnya. Manager Jung mendekatinya melihat Jung Gi bukannya bekerja malah main interente dan menyindir sedang menulis komentar. Jung Gi memberitahu sedang berkerja yaitu membuka situs komunitas kecantikan, Manager Jung menuliskan dalam catatanya "Kecanduan internet."
Hyun Woo baru datang langsung kena komentar sinis Manager Jung, kalau Hyun Woo lebih banyak merokok ketimbang bekerja dan menuliskan catatan "Kecanduan Nikotin." Hyun Woo binggung mendengarnya. Manager Jung merasaMelakukan hal lain selama jam kerja akan membuatnya rugi.

Jung Gi sudah tak tahan lagi, ingin mengambil buku catatan Manager Jung karena penasara apa yang sedang dilakukanya. Manager Jung mengetakan sedang melakukan penilaian pekerja dan akan menggunakannya sebagai pertimbangan selama restrukturisasi jadi mereka akan cukup tahu saja. Young Mi menyindir agar Manager Jung  memasang pasang CCTV saja, Manager Jung pikir itu ide yang hebat sambil berjalan menaiki tangga. Jung Gi akhirnya mengajak Manager Jung untuk bicara sebentar.

Di parkiran
Jung Gi menanyakan alasan Direktur Jo bersikap seperti itu dan pasti sebagai orang terdekatnya pasti  mengetahui sesuatu mengenai hal itu. Manager Jung bertanya apakah Jung Gi tahu kalau mereka  mendapatkan investor. Jung Gi nampak binggung.
Orang itu memberi kita banyak sekali uang saat ini Dan berkat itu kita bisa mengiklankan produk kita dimanapun.”jelas Manager Jung, Jung Gi mengartikan si investor yang menyuruh Direktur Jo  memecat seluruh pegawai?

Dia bilang akan memberi kita lebih banyak uang jika kita mau mengurangi pengeluaran kita dan memangkas staf kita sedikit, Tentu saja itu bukanlah penawaran yang bisa ditolak oleh Direktur” kata Manager Jung
Jadi kalian semua mencoba memecat pegawai hanya untuk mendapatkan uang? Bagaimana bisa kalian melakukan ini pada kami?” kata Jung Gi tak habis pikir
Aish! Kau ini sangat bodoh.. Wakil Kepala Nam... hal terbaik yang dilakukan saat terjadi angin topan adalah bersembunyi dan tidak melakukan apa-apa Kalau kau mencoba melawan, kau akan terseret anginnya, mengerti?” ucap Manager Jung menasehati lalu kembali masuk ke dalam kantor 


Hyun Woo yang terlihat gelisah menuliskan dalam chat di komputernya Pada waktu seperti ini kita harus selalu bersama, dan jangan menyerah.” 
Young Mi membalas Kita tidak boleh bertindak sendirian dan berusaha lolos sendiri. Mengerti, semuanya?
Mi Ri juga ikut membalas “Baiklah... Kita hanya akan bertahan jika kita bersama! Kalau kita berpisah, kita akan tamat!

Young Mi mengintip di pantry melihat Manager Jung sedang membuat kopi, pelahan mendekatinya sambil berbasa-basi menanyakan apakah ia menyukai memakai gula. Manager Jung yang melihat sikap Young Mi heran membuatnya takut.
“Aku minta maaf atas yang sebelumnya, karena aku hanya merasa agak terancam. Dan Suaraku jadi meninggi tanpa disadari.” Ucap Young Mi, Manager Jung benar-benar heran melihat sikap Young Mi.
“Aku berencana berhenti minum kopi sekarang. apa yang kau sukai? Selain itu aku memiliki sebuah kupon untuk sebuah restoran keluarga.” Ucap Young Mi mencari muka, Manager Yang langsung menolaknya.
Mi Ri yang tak sengaja lewat melihat sikap Young Mi yang mendekati Manager Jung terlihat kesal. 


Manager Jung berdiri didepan kantor mencari-cari korek untuk merokok, Hyun Woo melihatnya langsung menyalakan korek miliknya, Manager Jung langsung meniupnya bertanya apa sebenarnya yang sedang dilakukan Hyun Woo padanya. Hyun Woo melihat Manager Jung sedang memiliki banyak masalah sekarang jadi pasti merasa sangat pusing, Manager Jung bertanya dengan sinis kenapa dengan Hyun Woo membahasnya.
Hyun Woo mengajak Manager Jung untuk minum bersama dan akan mentraktirnya. Manager Jung tak percaya Hyun Woo ingin mentraktirnya dan bertanya-tanya Kenapa belakangan ini semua orang jadi bersikap  baik padanya, seperti merasa sebelumnya dikucilkan. Hyun Woo mengatakan tidak ada yang melihatnya dikucilkan. Manager Jung menyuruh mereka berhenti saja karena semua sikapnya sudah terlihat.
Mi Ri keluar dari kantor dengan mata berkaca-kaca melihat Hyun Woo yang mendekati manager Jung agar bisa menyelamatkan diri dari pemecatan karyawan bahkan Hyun Woo sambil membungkuk. 

Hyun Woo kembali menuliskan dalam chat “Ayo kita tunjukkan padanya kekuatan kita!  Mari kita ajukan padanya masalahnya Kalian jangan berani memberikan surat pengunduran diri. Mengerti?” Mi Ri melirik sinis membacanya.
Tentu saja. Ayo kita bertahan sebisa kita! Kita jangan sampai mengalah kepada orang-orang menyedihkan itu! Fighting!” balas Young Mi
Aku tahu kalian berdua mencoba merayu Manager Jung!”tulis Mi Ri
Young Mi kaget membacanya begitu juga Hyun Woo, Young Mi berteriak tak terima dengan semuanya menurutnya keduanya itu  benar-benar keterlaluan lalu keluar dari kantor dengan membawa dompetnya.
Awalnya seakan semua orang membantu dan bekerja sama antara satu sama lain tapi tidak membutuhkan waktu lama, semua orang mencoba mencari jalan keluar mereka sendiri-sendiri.Gumam Jung Gi
Da Jung melihat semua anak buahnya terlihat tegang dan binggung, Jung Gi melamun menatap komputernya.
Bisakah aku mengatakan dengan percaya diri bahwa aku juga bukan orang semacam itu?

Mi Ri bercerita pada Bong Gi sambil menangis menurutnya tak masuk akal  harus menjilatnya agar bisa bertahan. Bong Gi bertanya siapa orang yang dimaksunya, apaka si bajingan Manager Jung itu.  Mi Ri membenarkan, manager Jung yang mengerjakan laporan kinerja mererka sekarang.
Dia membenciku karena yang terjadi waktu itu! Aku lebih baik mati daripada menjilat pria itu! Mau dipikir bagaimanapun, rasanya aku akan dipecat!” ucap Mi Ri sambil menangis
Kriteria apa  yang digunakan untuk restrukturasi? Ah.. itu benar-benar payah.” Kata Bong Gi
“Benarkan?  Jadi bisakah kau bicarakan ini pada Kakakmu kali ini? Beritahu dia kalau aku tidak ingin dipecat.” Ucap Mi Ri, Bong Gi binggung karena pasti yang dimaksud adalah Da Jung
Aku sangat membenci Manager Jung  dan tidak ada yang bisa aku percayai di tempat kerja! Jadi tolong berbicaralah yang baik-baik mengenaiku!” pint Mi Ri sambil memegang tangan Bong Gi,
Bong Gi mengerti akan mencoba memintanya untuk melindungi Mi Ri jadi meminta tak perlu cemas. Mi Ri telihat bisa bernafas lega mengucapkan terimakasih sambil menangis. Bong Gi pun memeluk erat Mi Ri yang menangis. Hyun Woo keluar dari kantor melihat Bong Gi yang memeluk Mi Ri dengan wajah marah. 

Da Jung  bertanya Apa yang ingin dibicarakan Jung Gi padanya. Jung Gi mengatakan sudah menemukan cara untuk menentang restrukturisasi dengan kekuatan mereka, dengan menyusulkan untuk menyetujui potongan gaji saja.
Untuk sekarang, kita bisa mengembalikan bonus yang kita terima, dan berusaha membantu perusahaan sebisa kita. Kalau kita melakukannya... “ jelas Jung Gi yang disela oleh  Da Jung
Perusahaan kita bukannya sedang kehabisan dana atau apa lalu kenapa kau ingin pemotongan gaji?” tanya Da Jung
Mereka ingin mengurangi pengeluaran karena itulah yang diinginkan investor Dan akan lebih baik bagi kita kalau gaji kita dipotong daripada ada yang dipecat.” Kata Jung Gi, Da Jung menegaskan  mereka tidak bisa melakukannya.
Kenapa tidak bisa? Aku pikir perusahaan sedang dalam keadaan yang gawat. Kita semua akan mendapat potongan gaji dan mengurangi pengeluaran kita!” ucap Jung Gi binggung
Perusahaan kita juga tidak akan gagal hanya karena tidak dapat investasi. jadi kenapa kau menawarkan potongan gaji?” kata Da Jung

Jung Gi menjelaskan tak bisa  hanya diam saja dan melihat seseorang dipecat, dengan mengadukan sikap Manager Jung merasa tak percaya bisa memberikan penilaian yang adil, bahkan  tak ada hubungannya meminum kopi dan sering menelp dengan kinerja, menurutanya itu semua tidak adil dan terlalu memihak.
Da Jung pikir lebih baik Jung Gi melakukanya, Jung Gi nampak kaget. Da Jung menjelaskan Jung Gi yang melakukan laporan kinerja pegawai secara adil dan tidak memihak karena bawahnya itu yang paling mengenal tim dan mengAnalisa kinerja semuanya tanpa memihak setelah itu kumpulkan laporannya sebagai pertimbangan restrukturisasi.
Jung Gi terlihat binggung dan ingin menolak tapi Da Jung tetap menegaskan agar Jung Gi melakukanya karena akan lebih adil untuk memberikan tugasnya pada Jung Gi dibanding Manager Jung. Jung Gi hanya bisa mengumpat kesal karena Da Jung menyuruh untuk melakukan tugas yang cukup berat. 


Bong Gi mengantar Mi Ri sampai ke halte bus sambil menepuk pundaknya meminta agar tak terlalu cemas dan mempercayakan padanya. Mi Ri pun mengucapkan terimakasih, lalu bus datang dan mereka pun berpisah dengan Mi Ri menaiki bus.
“Ahh...Restrukturisasi ???Bagaimana lagi ini? Aku cemas terhadap Mi Ri dan  Hyung juga.” Ucap Bong Gi sambil berjalan meninggalkan halte.
Tuan Nam Bong Gi!” teriak seseorang manggilnya, Bong Gi langsung menengok dan bertapa kagetnya melihat Hyun Woo yang memanggilnya.
Namamu Nam Bong Gi, kan? Dan bukan Ok Bong Gi.” Ucap Hyun Woo marah dan langsung memberikan tinjuan diwajah Bong Gi. 

Si ibu yang kemarin disapa Tuan Nam datang ke pos keamana, menceritakantidak tau apa anaknya mengganti kode masuknya, tapi pintunya tidak mau terbuka dan juga tidak mengangkat telfonnya, bahkan ia terus menunggu hingga matahari terbenam.
Tuan Nam kaget karena sudah sangat lama sejak pertama datang kemari dan wanita itu terus berdiri disana sepanjang hari. Wanita tak ingin membawa kembali makanan yang sudah bawanya jadi meminta tolong agar menitipnya dan memberikan ketika anaknya pulang. Tuan Nam dengan baik hati akan menyimpannya di kulkas dan memberikannya pada  anak ibu itu nanti dan bertanya nomor berapa rumah anaknya, Ibu itu memberitahu  nomor 1301 dan mengucapkan terimakasih.
Aigoo, kelihatannya anak-anaknya mengganti kode masuk karena menganggapnya sebagai sebuah gangguan Mereka bahkan tidak mengerti perasaan orang tua mereka.” Keluh Tuan Nam sedih 

Jung Gi pulang ke rumah dengan berjalan tertunduk lesu, Tuan Nam memanggilnya, Jung Gi seperti orang linglung berjalan terus tanpa mendengar panggilan ayahnya. Tuan Nam binggung ada apa dengan anaknya. Sementara Jung Gi mengingat kata-kata Da Jung.
Lakukanlah.... Bukankah akan lebih adil untuk memberikannya padamu daripada pada Manager Jung”
Tuan Nam pikir terjadi sesuatu lagi di tempat kerjanya.

Bong Gi pulang kerumah dengan kacamata hitamnya, Tuan Nam hera melihat anaknya yang pulang dengan kacamata hitam dimalam hari. Bong Gi terus berlalu seperti sikap kakaknya.
Flash Back
Hyun Woo sudah memukulnya, Bong Gi melihat ada darah yang mengalir dari hidungnya. Hyun Woo dengan mata melotot mengatakan sudah berusaha menahannya selama ini karena Jun Gi tapi sekarang ia sudah tak bisa lagi.
Berhentilah berbohong mengenai identitasmu dan bermain-main dengan Jang Mi Ri, sekarang juga! Atau kalau tidak kau akan mendapat pukulan dariku! Mengerti?” ancam Hyun Woo.
Tuan Nam melihat Bong Gi yang nampak murung berpikir kalau anaknya itu gagal lolos audisi lagi. 


Dua kakak beradik langsung membanting tubuhnya diatas kasur bersamaan, Bong Gi lebih dulu memiringkan tubuhnya memikirkan nasibnya sekarang yang sudah mengetahui identitas asilnya yang membuatnya jadi gila. Jung Gi juga memiringkan tubuhnya terlihat benar-benar kebinggungan dengan penunjukan dirinya yang harus memberikan penilaian, keduanya sama-sama memiringkan tubuhnya walaupun dikamar yang berbeda. 

Mi Ri, Hyun Woo dan Young Mi langsung membereskan semua yang ada dimeja saat Manager Jung datang keruangan. Manager Jung bertanya  kenapa mereka semua menyembunyikanya lalu berjalan ke meja Young Mi. Ia sudah memeriksa laporan kalau Young Mi ternyata  paling bawah dalam hal kedatangan, Young Mi bingung menanyakan alasan kenapa harus dirinya.
Kau pulang lebih awal dan datang terlambat.” Ucap Manager Jung
Ya, itu tidak bisa dihindari, karena anakku,  Sebagai gantinya, aku sudah bekerja dengan jam tambahan dan menyelesaikan semua pekerjaanku.” Jelas Young Mi membela diri
Dokumentasi dan catatan itu tidak berbohong. Aku hanya mengatakan apa yang tertulis disini dan Juga, kau harus menggunakan lagi cup yang sudah kau pakai. Bagaimana perusahaan kita bisa berkembang kalau pegawainya membuang-buang cup seperti itu? Kau benar-benar tidak menghargai aset perusahaan sama sekali!” komentar Manager Jung yang melihat Young Mi membuang gelas sisanya meminum kopi.
Young Mi tertawa sendiri menurutnya dirinya yang akan ditargetkan untuk keluarkan. Semua terlihat hanya bisa diam saja. Direktur Jo keluar dari ruang rapat memanggil Jung Gi,  karan yang ia dengar dari Da Jug kalau ia tidak menyukai metode penilaian manager Jung dan mengajukan komplain. Jung Gi nampak kaget tapi akhirnya membenarkan. Semua tim yang mendengarnya terlihat tak percaya Jung Gi berani melakukan protes.

“Jadi kau juga mengatakan kalau kau ingin melakukan penilaian yang lebih adil. Benarkah begitu?” ucap Direktur Jo, Jung Gi binggung dan ingin menjelaskan maksudnya.
Aku percaya bahwa ini semua adalah kewajibanmu sebagai Wakil Kepala dari depertemen kita.” Ucap Da Jung, Jung Gi merasa  memiliki hak untuk menilai orang lain.
Hidup semua anggota Tim Marketing sedang di ujung tanduk sekarang tapi kau ingin menyerahkan penilaiannya pada Manager Urusan Umum, Itukah yang ingin kau katakan?” kata Da Jung, Jung Gi makin binggung.
Baiklah, kalau begitu kau coba lakukan saja. Lakukan ulasan kinerjanya dan laporkan balik kepadaku. Itu saja.” Tegas Direktur Jo
Jung Gi memanggil Direktur Jo dengan wajah binggung dan memohon pada Da Jung agar membelana. Da Jung beralasan Direktur Jo memiliki kewenangan di atasnya jadi tidak bisa berbuat apa-apa dan langsung ruangan. Jung Gi pun berjalan ke ruangan Direktur Jo, Mi Ri langsung berkumpul di meja Young Mi kalau sekarang hidup mereka sekarang bergantung pada Jung Gi,  tapi menurut Young Mi lebih adik ketimbang Manager Jung. 


Jung Gi menegaskan dirinya tidak bisa melakukannya karena tak mungkin bisa memecat seseorang dari timnya. Direktur Jo menegaskan bahwa itu keputusan dan kenapa Jung Gi tak mau melakukanya, Jung Gi memohon Direktur Jo tak bersikap seperti itu dan meminta tolong pertimbangkan
Siapakah orang yang membuat perusahaan seperti sekarang ini? Semua pegawai disini yang melakukannya! Bagaimana bisa kau berpikir untuk memecat mereka semua hanya dalam waktu semalam?”teriak Jung Gi
Apa?  Jadi Siapa yang membuat perusahaan seperti sekarang ini?” tanya Direktur Jo, Jung Gi menjawab Itu Semua pegawai Lovely!

“Hei... Berani sekali ya kau mengatakan omong kosong? Siapakah yang merangkak kesana kemari agar bisa mendapat dana untuk membayar kalian semua? Apa kalian tau bagaimana perasaanku? Aku sudah seringkali mengemis-ngemis dan memohon-mohon agar bisa membawa perusahaan kita seperti sekarang ini! Tapi apa? Kalian yang membuatnya seperti sekarang ini?” ucap Direktur Jo dengan nada tinggi dan sambil bertolak pinggang.
Hey... Akulah yang membuat perusahaan seperti sekarang ini! Lovely adalah milikku!” tegas Direktur Jo yang terdengar angkuh.
Jung Gi hanya bisa diam, Direktur Jo kembali duduk berkomentar kalau selama ini berpikir bisa bersantai tapi ternyata semua pegawainya mengkhinatinya seperti ini. Jung Gi tak percaya Direktur Jo berpikir seperti itu. Direktur Jo menyuruh Jung Gi diam saja dan membawakan hasilnya di akhir minggu ini kalau tak melakukanya maka Jung Gi yang akan dipecat dan mengusir dari ruanganya. 


Young Mi merasa tak bisa dipecat karena  Pembayaran apartemennya masih kurang banyak bahkan biaya kursus Ji Ho saat sudah sekolah juga tidak main-main, jadi tidak boleh dipecat lalu menyarakan  seseorang dari dua orang yang masih muda bersukarela dipecat
Mi Ri melihat Young Mi masih beruntung karena Young Mi memiliki tempat tinggal sendiri dan juga punya suami tapi baginya  kalau tidak ada uang maka tidak akan ada kehidupan, dengan statusnya menjadi pegawai sementara, akan kemana akan pergi setelah dipecat.
Young Mi tak setuju kalau ia memiliki rumah karena selain teras semua isi apartement masih milik Bank, Hyun Woo menceritakan selama ini bekerja hingga larut bahkan saat akhir pecan masih harus berkerja tapi Young Mi terlihat akan kesulitan karena anaknya.
Hey, apa kalian semua mencoba bertahan sendirian? Kalian semua berpikir kalau yang harus dilakukan hanyalah menendangku keluar, kan? Wow, aku tidak tahu kalau kalian semua akan jadi seperti ini.” teriak Young Mi kesal melihat sikap dua anak buahnya. 

Jung Gi menuruni tangga dengan wajah tak bergairah, semua langsung duduk diam. Manager Jung datang memberikan sebuah agenda agar Jung Gi menerimanya. Jung Gi hanya melirik saja dan akhirnya mengambilnya. Manager Jung memberitahu Hidup mereka semua  sekarang ada di tangan Jung Gi jadi mereka tidak perlu membencinya lagi, lalu meninggalkan ruangan dengan tawa mengejek.
Young Mi bertanya apakah Jung Gi benar-benar akan melakukannya. Jung Gi hanya bisa diam tak bisa menjawabnya. Mi Ri berpikir Jung Gi tidak memihak pada Direktur Jo sekarang. Jung Gi menarik nafas panjang. Young Mi tak mau tahu, pokoknya ia tidak akan memberikan surat pengunduran diri apapun yang terjadi tapi pecat saja dirinya dan memilih untuk meninggalkan ruangan. 
bersambung ke part 2 

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 



Tidak ada komentar:

Posting Komentar