Jumat, 15 April 2016

Sinopsis Descendants of the Sun Episode 16 Part 2

Shi Jin memberikan laporan pada Letnan Yoon, Mulai 25 Maret 2016, Kapten Yoo Si Jin akan menjadi Mayor dan menerima perintah kenaikan gaji sesuai jabatan ini. Disaksikan oleh ayah dan semua teman-teman dalam timnya. Letnan Yoon menerima hormat dari Shi Jin lalu menganti lambang dibagian pundak sebagai Mayor, Dae Young dkk memberikan tepuk tangan bahagia karena Shi Jin bisa naik jabatan. 

Pria yang aku sukai itu, hanya ada satu di dunia ini, dia hidup sebagai tentara Korea.
Shi Jin kembali melakukan tugas perdamaian di daerah konflik dengan timnya.
Dan prinsipnya tak berubah. Melindungi anak-anak, orang tua dan wanita cantik.
Shi Jin membawa sebuah tas besar dengan menaiki tangga subway, dengan sengaja membantu sang nenek yang membawa tas berukuran besar. Di halte bus terlihat poster gambar Mo Yun sedang tersenyum dengan jas dokternya, ia pun melambaikan tanganya seolah-olah Mo Yun sedang menatapnya.
Dan aku... masih menjadi dokter idola.. tentu saja, aku masih di RS. Haesung.
Mo Yun masuk ke dalam ruangan seperti bertemu dengan dokter baru sambil bertanya apakah mereka sudah mengerti tanpa harus dijelaskan. Semua menjawab mengerti. 

Myung Joo membanting gelas soju dengan penuh amarah, mengatakan Selama 157 hari memikirkan bagaimana cara untuk membunuh pacarnya itu, dengan artinya selama ada di Urk hanya bisa memikirkannya bahkan  sangat merindukanmu hingga rasanya mau mati saja. Dae Young yang sedari tadi tertunduk langsung tersenyum sambil mengelur rambut Myung Joo.
Tapi, bukannya menakjubkan kau bisa kembali lagi padaku?” ucap Myung Joo dengan senyuman
Aku senang, kau kembali dengan tubuh yang sehat.” Kata Dae Young dengan menuangkan Soju kedalam gelas.Myung Joo pun mengajak Dae Young untuk bersulang.
Aku akan menemui Komandan besok, jadi kau harus bersiap-siap.” Ucap Dae Young
“Ahh..... Kita harus tetap menyelesaikan masalah ini.” kata Myung Joo dengan wajah khawatir
Dae Young meminta Myung Joo tak perlu khawatir karena  tak akan melepas seragamnya karena hanya pacarnya itu yang bisa melepaskan seragam itu. Myung Joo seperti tak percaya, Dae Young kembali mengingatkan akan menemui Komandan besok jadi meminta agar bersiap-siap.
Myung Joo menjerit bahagia merasa mereka harus menemuinya pagi-pagi dan berangkat saat fajar karena ia juga sudah punya rencana sambil menuangkan soju kedalam gelas. Dae Young merasa Myung Joo ingin menemui ayahnya dalam keadaan mabuk. Myung Joo mengingatkan selama di Urk.tak pernah minum alcohol, Dae Young akhirnya membiarkan Myung Joo untuk minum soju sampai habis. 


Letnan Yoon melihat tangan Dae Young mengenggam tangan anaknya dengan erat. Dae Young mengatakan Seperti yang anda janjikan, mereka bisa minum 2 cangkir teh hari ini. Letnan Yoon menyuruh keduanya duduk lalu meminta sekertarisnya membawakan dua cangkir gelas.
Ayah, aku hamil.” Ucap Myung Joo, Dae Young ingin melepaskan tangan Myung Joo karena shock. Letnan Yoo melonggo kaget mendengarnya.
Ti- tidak. Itu tidaklah benar.” Kata Dae Young gugup lalu sambil berbisik apakah ini rencana yang dimiliki Myung Joo.
Santai saja, rencanaku adalah mengakuinya sebelum kita melakukannya. Saat kita dalam posisi terancam, "Serangan pertama" adalah taktik hebat.” Kata Myung Joo
Letnan Yoon dengan wajah shock bertanya pada Dae Young, apakah anaknya itu  bisa keluar sekarang. Dae Young dan Myung Joo hanya bisa diam saja. 

Secangkir teh sudah ada diatas meja, Letnan Yoon meminta keduanye berbicara walaupun hanya lah "Serangan pertama", tapi tetap akan mendengarnya. Myung Joo ingin membuka mulut, tapi ayahnya langsung menyuruh sang anak untuk diam saja.
Mengenai janjiku untuk melepas seragamku, sepertinya tak bisa kutepati.” Kata Dae Young, Myung Joo terlihat kaget dengan keputusan pacaranya dan Letnan Yoon juga terlihat tak percaya
Terkunci di ruang bawah tanah, patah tulang dan hal lainnya. Aku tak pernah menyesal menjadi seorang tentara bahkan, negara tak seharusnya kehilangan tentara seperti aku. Aku akan melepas seragam dengan cara yang terhormat dan akan mencari cara lain agar anda mau mengakuiku.” Tegas Dae Young

Sekarang, bukan masalah apakah aku mengakuimu atau tidak. Karena negara ini telah mengakui seorang Sersan Seo. Dan sebagai atas itu semua, maka ini semuah adalah kehormatan memiliki menantu sepetimu.” Akui Letnan Yoon, Myung Joo tak percaya ayahnya bangga memiliki pria pilihanya.
Saat mengirimmu ke Urk, aku sudah merestui kalian. Maaf membuatmu menderita Dan sekarang, aku bahagia dengan keputusanku ini.” kata Letnan Yoon, Dae Young berkaca-kaca mengucapkan terimakasih
Myung Joo langsung memberikan pelukan untuk ayahnya, Letnan Yoon pun memberikan kepercayaaan pada Dae Young untuk menjaga putrinya. Dae Young mengerti, Myung Joo memberikan senyuman bahagia pada sang pacar. 


Mo Yun menyapa Myung Joo dengan panggilan “Wali Sersan Seo” Myung Joo membalas dengan panggilan “Princess Mo Yun” Mo Yun pikir mereka sering dipertemukan karena masalah pria lalu keduanya sama-sama tersenyum. Mo Yun mulai bertanya dengan kabar Myung Joo sekarang. Myung Joo pikir Mo Yun bisa melihatnya kalau ia baik-baik saja.
Bagaimana dengan perangmu bersama dengan Sersan Seo?” tanya Mo Yun
Perangnya telah berakhir, Kami mendapat restu dari ayahku.” Cerita Myun Joo bahagia, Mo Yun terlihat ikut bahagia.
“Ahh.... Benarkah? Selamat! Sebelum malam kita harus minum soju siang lagi. Aku siap kapan saja.” Ucap Mo Yun
Tapi, hari ini, aku ke sini untuk tujuan yang lain.” Kata Myung Joo lalu memberikan sebuah surat 

Sebuah kartu dengan bentuk pohon natal didepanya, Mo Yun duduk membaca surat yang dituliskan fatimah dengan tulisan hanggul.
Apa kabar, Unni ? Ini aku, Fatima. Aku belajar bahasa Korea. Dan aku ingin menjadi seorang dokter sepertimu Selamat Natal. Sampaikan salamku pada Ahjussi. Aku merindukanmu dan aku mencintaimu.
Terlihat foto Fatima yang sedang tersenyum lebar, Mo Yun ikut tersenyum dan merasa tak sia-sia menghabiskan uang untuk membayar semua biaya sekolah. 

Chi Hoon berlari keruangan meminta izin untuk meminjam komputer, lalu bertanya pada Ja Ae password laptop dari Sang Hyun. Ja Ae sedang makan cemilan memberitahu Passwordnya “Song Sang Hyun yang jenius.” Mi Jin terlihat menahan tawanya.
Setelah komputer bisa terbuka, Chi Hoon mengajak semua berkumpul karena ada berita dari Urk yang di bawa Letnan Yoon Myung Joo lalu memasukan USB kedalam komputer. Video dari Blakie, pasien dari keracunan timah sedang memegang tali kambingnya.
Mi Jin melihat Blakie makin besar, Chi Hoon pikir masih butuh waktu lama agar bisa cocok dengan sepatu yang diberikanya. Chi Hoon mendengar suara Blakie tapi ketika menyebut namanya dengan suara samar  akhirnya untuk mendengar lebih jelas memasang earphonenya. Ketika Blakie sedang mengucapkan namnya yang terdengar hanya suara kambing, akhirnya Chi Hin menjerit kesal dan mengucapkan selamat tinggal tak bisa tahu siapa namanya karena menurutnya Namanya itu  Blackie Selama-lamanya. Ja Ae meminta agar Chi Hoon tak mematikan komputernya.
*** 

Flash Back
Di urk
Sang Hyun berpesan Jika diriny amati di tempat itu  maka meminta agar Ja Ae bukalah drive C di laptop dan akan menemukan folder di dalam file-file rumah sakitnya setelah itu memastikan untuk menghapus semua folder-folder itu. Ja Ae bertanya isi dari folder itu. Sang Hyun merasa nanti Ja Ae akan terkejut melihatnya. 

Ja Ae memastikan semua sudah keluar ruangan, lalu membuka laptop Sang Hyun untuk mencari folder yang terkunci, dengan mudah bisa mengetik passwordnya. Betapa kagetnya melihat folder video porno yang disimpan dari umur 10, 20, bahkan 30 tahun dan berjanji akan memukul Sang Hyun selama 30 tahun.
Ketika membuka foldernya, wajahnya terkejut karena di folder 10tahun, terlihat kumpulan seorang gadis kecil yang sedang bermain dengan teman-temannya di kolam renang dan foto lainya yang terlihat sangat imut. Ia membuka foto di folder 20an, wajah Ja Ae yang terlihat masih muda foto dengan teman-temannya saat masih SMA. Mata Ja Ae berkaca-kaca melihat ke folder 30an, ada foto dirinya sedang di Urk dengan candid camera dan juga foto dengan Sang Hyun. 

Ja Ae berjalan dengan wajah tertunduk dan terlihat lemas, bahkan sampai tertabrak oleh seseorang sampai jatuh. Sang Hyun berlari mendekati Ja Ae yang baru saja terjatuh, mengakui kalau ia adalah wali dari wanita itu dan membawanya ke tempat duduk. Ja Ae mendengar Sang Hyun yang mengakui sebagai walinya, lalu ingin berdiri karena merasa sangat lelah. Sang Hyun mendorong bahu Ja Ae untuk kembali duduk.
Jika kau lelah, duduk dan bukannya berpelukan dengan pria lain. Jika kau sudah melihatnya, maka katakan padaku. Kau sudah melihatnya, 'kan? Folder itu sudah ada di recyle bin.” Ucap Sang Hyun
Kau memintaku menghapusnya, 'kan?” balas Ja Ae tanpa mau menatap Sang Hyun
Ya memang benar, jika aku sudah mati. Lalu kenapa kau menghapusnya?” tanya Sang Hyun
Kenapa kau masih menyimpannya?” balas Ja Ae heran
Untuk melamar,  Aku ingin menggunakannya sebagai alat lamaran. Mulai umur 10 tahun, hingga sekarang, hanya kau orangnya.” Jelas Sang Hyun
Ja Ae merasa Sang Hyun itu tak sadar sikapnya seperti dikasihani olehnya, Sang Hyun pikir Ja Ae tak tahu apapun, karena yang dimiikinya hanya hati Tanpa ada perasaan lain dan itu dinamakan cinta. Ja Ae meminta Sang Hyun tak melakukanya. Sang Hyun bertanya apakah maksudnya itu “mengakui perasaanya” Ja Ae menegaskan apapun itu karena ia sendiri yang akan melakukanya.
Sang Hyun mengartikan Ja Ae yang mau mengakui perasaannya, Ja Ae membenarkan setelah membayar semua hutang padanya, lalu berjalan pergi. Sang Hyun setuju lalu tersadar dengan ucapan Ja Ae bertanya kemana Ja Ae akan pergi. Ja Ae berteriak akan pergi mencari uang. Sang Hyun berlari cepat mengejarnya, bertanya apakah Ja Ae akan cepat mencari uang atau mereka bisa menganggap hutangnya itu sudah lunas. Ja Ae terus berlari dengan wajah tersenyum. Sang Hyun menyuruh Ja Ae meminjam uang Mo Yun lebih dulu saja untuk membayar hutangnya. 

Di dalam mobil
Shi Jin mengeluh harus menyetir mobil, Mo Yun menyuruh untuk terus berjalan dengan cepat dan memanggil “Big Boss.” Shi Jin mengatakan kalau ia sudah mengemudikan mobil dengan cepat. Mo Yun menjelaskan bukan seorang pria yang duduk disebelahnya dan menunjuk dasbord mobilnya kalau nama panggilan mobilnya “Big Boss”
“Aishhh.... Apa kau segitu menyukaiku? Hingga menamai mobilmu dengan namaku.” Ejek Shi Jin, Mo Yun berteriak membenarkan sampai Shi Jin kaget mendengarnya. Mo Yun tersenyum bahagia.
Putar lah di sana, Hari ini "Big Boss" harus mandi dulu.” Kata Mo Yun lalu menegaskan kalau yang dimaksud bukan Shi Jin tapi mobilnya.
Timing jadi aneh. Aku masih tak mengerti kenapa aku harus mengendarai mobil ini?” keluh Shi Jin, Mo Yun memohon agar Shi Jin melakukan demi dirinya karena jika ia yang menyetir maka mobilnya bisa rusak dan "Big Boss" tidak boleh hancur. Shi Jin tetap merasa waktunya sekarang itu memang sangat aneh. 

Shi Jin menyiramkan air ke jendela mobil, Mo Yun yang melihat dari dalam memberikan tanda cinta dan hatinya. Shi Jin mencoba tersenyum tapi setelah itu merasa menyesal untuk berkencan dan merasakan udara dingin yang menusuk tubuhnya.
Mo Yun mengeluarkan kepalanya dari jendela, bertanya apa yang dikatakanya. Shi Jin dengan senyuman mengaku kalau ia sangat mencintainya, lalu menyuruh Mo Yun menutup jendelanya karena udara diluar sangat dingin.

Mo Yun memilih untuk turun dari mobil karena harus ikut bersama pacarnya. Shi Jin pikir seharusnya Mo Yun didalam saja tapi memberikan selang airnya. Mo Yun melihat selang air yang berbentuk pistol, lalu berpikir jika menekan maka.... Shi Jin akhirnya basah kuyup karena terkena semportan air. Mo Yun kaget menyadari kalau airnya aka keluar kalau menekanya.
Shi Jin merasa Mo Yun memang wanita yang menakutkan, Mo Yun meminta maaf karena sekarang malah membuat baju Shi Jin menjadi basah. Shi Jin merasakan badannya semakin kedinginan. Mo Yun melepaskan jaketnya karena takut pakaian dalam Shi Jin terlihat dan tak mau ada wanita lain yang melihatnya. Shi Jin dengan mengigil mengaku sangat suka berkencan dengan Mo Yun karena terlihat sangat seksi, ketika sedang tertawa.
Mo Yun tertawa tapi tahu Shi Jin itu sedang merayunya, Shi Jin merengek merasakan kedinginan, lalu dengan sengaja menyandarkan kepalanya. Mo Yun tertawa karena cara Shi Jin yang meminta pelukannya. 


Dae Young tertunduk melihat Myung Joo yang duduk didepanya, akhirnya ia menaruh sumpitnya merasa sikap Myung Joo sudah kelewatan. Myung Joo menyuruh Dae Young melaporkanya dengan mengodanya mengunakan kakinya, yang sengaja mengelus bagian paha Dae Young dari kolong meja.
Aku ingin makan dengan tenang, pencernaanku bisa terganggu nanti.” Ucap Dae Young menahan godaan Myung Joo.
Kalau begitu datanglah ke klinik, aku yang akan mengobatimu. Itu ide yang bagus, 'kan? Aku jadi tak sabar.” Kata Myung Joo dengan gaya imut lalu memberikan nasinya agar Dae Young memakan semuanya.
Tapi Myung Joo berpikir lain, menurutnya lebih baik patahkan saja tulang pacarnya itu agar bisa datang ke klinik, Dae Young menatapnya. Myung Joo pikir tak mungkin karena mereka bisa tak jadi ke Kanada jika tulangnya patah lalu memberikan sesuatu kepada pacarnya. Dae Young membuka amplop, Myung Joo memberitahu Daniel dan Ye Hwa akan menikah. Dae Young tak percaya Daneil yang dikenalanya sebagai dokter, Myung Joo menceritakan Acaranya di Vancouver, Kanada dan mengundang mereka berdua. 

Ja Ae kaget mendengar ada acara penikahan, Mi Jin tak percaya Ye Hwa dan Dr. Daniel akan menikah. Chi Hoon membagi-bagikan amplop sebagai tiket pesawat dan hotelnya. Semua terlihat tak percaya pria yang paling tampan di Urk menikah. Sang Hyun melirik sinis melihat Ja Ae yang terlihat sedih karena Daniel menikah.
Tapi, ini aneh juga. Kupikir mereka sudah menikah?” kata Chi Hoon
Tidak! Dia bilang, mereka hanya teman saja” jerit Min Jin begit juga Ja Ae yang tahu keduanya hanya rekan kerja

Ye Hwa yang terlihat tak memiliki apapun membuka sebuah pintu dan membalikan papan didepanya  dengan tulisan “open”
Ayah Ye Hwa adalah seorang dokter herbal. Mulai di Rusia, siapapun yang membutuhkan, maka dia akan mengobatinya. Tapi, ayahnya  , kakak dan juga ibunya tertembak.” Cerita Chi Hoon, Ja Ae terdiam karena semua keluarga Ye Hwa mati tertembak. 
Di markas
Myung Joon menceritakan Daniel hanya bisa menyelamatkan Ye Hwa dan mereka menjadi relawan Kanada, tapi dari Amerika hanya mengijinkan Daniel, karena Ye Hwa adalah orang Rusia dengan begitu tak akan menerimanya karena hukum internasional. Dae Young membenarkan lalu menanyakan kelanjutanya.
Jadi Daniel bilang, dia akan menikahi Ye Hwa saja. Jadi dia bilang "Ambil ini, dia adalah istriku." Begitulah caranya dia menyelamatkan Ye Hwa.” Cerita Myung Joo mengebu-gebu
“Jadi  Kalian sering berbagi cerita, ya?” kata Dae Young terlihat cemburu
Saat aku menceritakan tentang suratmu itu, dia mulai bercerita.” Akui Myung Joo
Dae Young pun sadar Myung Joo sudah membacanya. Myung Joo menyangkalnya, menurutnya Dae Young pasti hanya mengcontoh lirik-lirik lagu saja, Dae Young mengatakan bukan, Myung Joo yakin pasti Dae Young akan mencontek dari lirik lagu.
Dulu, aku selalu saja ingin melarikan diri Dan kau adalah orang pemberani serta orang terbodoh yang mencintaiku. Aku bersyukur dan juga menyesal. Jika kau membaca surat ini, maka, akulah yang bodoh dan melukaimu begitu dalam. Tak perlu memaafkan aku Dan juga, aku selalu berharap kau akan hidup dengan bahagia. Untuk cintaku,  Yoon Myung Joo. Apakah aku hidup atau mati, cintaku tak akan berubah.” Ucap Dae Young mengatakan apa yang ditulis dalam suratnya.
Tak usah berlebihan, Kau pasti tak menghapal isinya.” Ucap Myung Joo berkaca-kaca sambil mengeluarkan lembaran kertas dari saku seragamnya.

Dae Young tak percaya Myung Joo selalu membawanya, Myung Joo membaca surat yang ditulis pacarnya. Dae Young menceritakan telah menulisnya sebanyak ratusan kali dan karena itu  selalu ingin menemuinya. Semua tentara yang mendengarnya ikut menjerit, Dae Young langsung berteriak agar semua anggotanya tenang. Semua tentara junior langsung duduk tegap.
Dae Young berdiri dari bangkuk memerintahkan semuanya agar menutup matanya, lalu mencium kening Myung Joo. Semua tentara menjerit kembali melihat Dae Young yang memberikan ciuman dikening. Dae Young tersenyum manis, Myung Joo berdiri memerintahkan agar semua menutup mata, termasuk Dae Young. Pelahan berjalan mendekati Dae Young dan langsung menciumnya, semua tentara kembali menjerit bahagia sambil memukul meja. Keduanya seakan tak peduli dan terus berciuman.

Shi Jin dan Mo Yun minum bir bersama di meja makan, lalu Shi Jin bertanya hadiah yang akan diberikan Mo Yun pada siapa nanti. Mo Yun tahu banyak yang memilih Daniel jadi  iaakan memilih Ye Hwa. Shi Jin merasa Mo Yun itu sudah lupa dengan semua kebaikan Daniel. Mo Yun mengingatkaan kalau ia sudah membayarnya dengan sumbangan bulanan
Kau mungkin tak tahu betapa mahalnya itu, karena kau hidup di "hutan".” Ejek Mo Yun
Orang yang mementingkan si kartu itu bisa saja tidak selamat.” Balas Shi Jin, Mo Yun lebih mempertegas orang itu akan mengambil bir sambil berjalan ke kulkas.
Ada yang ingin aku tahu, Foto yang tertempel di kulkas itu. Kenapa kau di depan? Apa Karena kau rangking 1?” tanya Shi Jin
Mo Yun mengatakan bukan itu, tapi karena dirinya cantik. Shi Jin pikir itu karena urutan abjad dan nama “kang” selalu yang pertama. Mo Yun mengatakan bukan itu. Shi Jin yakin itu karena umur, Mo Yun merasa lupa menceritakan sesuatu waktu mau pergi reunian dan diundang sebagai senior terpopuler.
Shi Jin merasa Mo Yun itu menjadi senior popular karena punya banyak hutang dulu. Mo Yun kesal melihat Shi Jin yang belum mau pulang dari rumhanya. Shi Jin pikir apabila pulang sekarang, akan terkena macet. Mo Yun mengingatkan Shi Jin menggunakan alas an yang sama 2 jam yang lalu sambil menyindir di Yeouido Pasti sangat macet. Shi Jin tak begitu peduli. 

Foto saat di Urk sebagai tim medis ditempel Mo Yun di kulkasnya, dan yang paling atas saat disumpah menjadi seorang dokter.
Hippocrates memiliki banyak kutipan, salah satunya adalah "Beberapa kata mungkin akan dimengerti oleh kepalamu, dan beberapa kata mungkin juga akan dimengerti oleh hatimu."
Seorang wanita mengunakan toga dengan mengangkat tanganya untuk melakukan sumpah "Sebagai seorang yang berhasil mendapatkan lisensi,Saya akan melakukan pengobatan berdasarkan hati nurani dan kehormatan."
Disebuah lapangan, tentara junior juga membaca sumpahnya "Saya, sebagai bintara dari Pasukan Khusus,Berjanji untuk melakukan yang terbaik untuk negara dan juga pasukan saya."
Dokter muda mengucap Sumpah "Tak memandang ras dan juga agama status sosial, kebangsaan dan juga politik. Dalam bertugas untuk mengobati pasien saya." Mo Yun dan Ji Hoo duduk dibangku paling depan melihat juniornya yang mengucap sumpah.
Shi Jin berdiri di depan para petinggi Tentara lainya dengan pakaian seragam lengkap dengan jabatanya. Tentara muda masih membaca sumpahnya "Saya akan bertugas atas dasar hukum. Berdasarkan seorang tentara
Saya tak akan menyalahkangunakan posisi saya bahkan jika saya dalam bahaya." Ucap Dokter muda 

Bahkan jika saya dalam bahaya, atau dalam ancaman, saya tak akan melanggarnya. Saya akan menjaga kedamaian bahkan jika sebuah senjata menghunus saya."
Mo Yun mengingat saat ketegangan di Urk dengan mengoperasi Presiden dan Shi Jin harus tetap mengacungkan pistol dengan para pengawal, lalu terjadi gempa yang sangat menakutnya dengan korban yang berjatuhan. Di dalam ruangan, Semua dokter melempar toganya dan para tentara muda pun melempar topi ke udara
Hari ini, begitu banyak Yoo Si Jin dan juga Kang Mo Yeon yang baru.Aku harap, mereka akan tetap menjaga sumpah itu.Atas nama bumi dan juga matahari.
Mo Yun berjalan dengan senyuman lalu menatap langit dengan mata hari yang cerah, lalu menelp seseorang dan mengatakan “Sekarang!” sebuah pesawat pun melintasi langit yang luas dengan awan yang sangat cantik. 

Ombak dan pasir putih terlihat, Mo Yun menaruh kembali batu didekat kapal merasa tak percaya mereka bisa kembali ke tempat itu. Shi Jin mengaku merasa senang bisa berada ditempat itu dengan Mo Yun sekarang. Tapi Mo Yun merasa karena Shi Jin jadi tak bisa datang dengan pria tampan lain.
Shi Jin terlihat kesal Mo Yun berniat untuk pergi dengan pria lain. Mo Yun merasa tak ingin Menyia-nyiakan kecantikannya dengan pergi ke pulau itu sendirian, karena tak berani dating sendirian sambil berjalan mundur. Shi Jin menyuruh Mo Yun untuk tak kabur. Mo Yun tetap berlari merasa perahu itu terlihat seperti x-ray. Shi Jin berteriak Mo Yun yang mengubah topik pembicaraan.

Mo Yun menahan Shi Jin untuk tak mengejarnya, sambil mengeluarkan ponslenya merasa Angle yang sempurna, sambil menceritakan foto yang dimilikinya adalah foto x-ray Shi Jin jadi ingin memiliki fotonya satu saja dan sudah bosan melihatnya ribuan kali. Shi Jin menegaskan tak akan memaafkan walaupun Mo Yun merayunya sekarang. Mo Yun mengajak Shi Jin untuk bermain "Coba tangkap aku" yang biasa dilakukan pasangan di pantai.
Shi Jin dengan penuh dendam mengatakan Mo Yun akan tamat jika menangkapnya nanti. Keduanya pun main kejar-kejaran di pinggir pantai, Mo Yun menahan kembali bertanya kapan mereka akan pulang. Shi Jin menunjuk boat yang digunakan menjadi "x-ray" seperti perahu yang terdampar. Mo Yun terlihat bahagia, berada di pulau terpencil dengan seorang pria. Shi Jin kembali mengejar Mo Yun dengan sekuat tenaga. 


Matahari sudah terbenam, Shi Jin dan Mo Yun sudah duduk diatas kapan. Mo Yun meminum wine langsung dari botolnya. Shi Jin terus menatapnya, Mo Yun memastikan Shi Jin yang tak ingin minum wine karena rasanya sangat enak. Shi Jin mengaku sangat ingin minum tapi nanti harus mengendarai perahu boat.
Kau bilang, kau tak mau pulang?” ucap Mo Yun, Shi Jin mengaku itu Hanya untuk menyenangkan pacarnya saja. Mo Yun terlihat kesal dan kembali meminum wine.
Apa rasanya seenak itu?” tanya Shi Jin penasaran melihat pacarnya yang minum wine dengan nikmat. Mo Yun membenarkan dengan senyumanya.
Sepertinya, kau sangat ingin meminumnya, Ataukah kau punya cara lain untuk meminumnya lagi?” goda Mo Yun
Shi Jin mengaku sudah pasti ada cara lain, Mo Yun merasa saat itu  sangat gugup hingga mau mati rasanya. Shi Jin mengakui sekarang merasa gugup hingga mau mati rasanya, dengan Ada wine di pantai ini. Dan juga wanita cantik, serta melihat ada bintang jatuh dilangit. Mo Yu menjerit bahagia melihat bintang jatuh yang sangat cantik dan mengaku baru pertama kali melihatnya. 

“Kau melakukan apa dengan bintang itu?  Kenapa rasanya semua bintang berkumpul di langit ini?” ucap Mo Yun benar-benar terpesoan
“Apa Kau tak mau membuat keinginan?” tanya Shi Jin, Mo Yun mengatakan sudah membuatnya sambil menaruh winenya.
Shi Jin mengejak Mo Yun mengucapkan dengan mulut terbuka, Mo Yun memukul Shi Jin dengan mesra menyuruh Shi Jin yang hanya duduk saja dan meminta agar mengambilkan bintang untuknya. Shi Jin mendekati Mo Yun lalu berbisik “Aku sudah mengambil satu bintang, dan bintang itu duduk di sampingku.
Mo Yun tersenyum mendengar godaan Shi Jin lalu meminta agar mengatakanya lagi. Shi Jin mengatakan Mo Yun itu begitu berkilauan. Mo Yun meminta Shi Jin mengataknya sekali lagi. Shi Jin menatap Mo Yun mengungkapkan hidupnya terasa sangat berkilauan sekarang ini. Mo Yun tertawa mendengarnya menyuruh Shi Jin tak perlu mengoda dan memujinya seperti itu.

Bagaimana mungkin seorang wanita sepertimu menjadi milikku?” ucap Shi  Jin seperti tak percaya
Mungkin di kehidupan sebelumnya kau sudah menyelamatkan dunia.” Kata Mo Yun tapi menurutnya tak mungkin, berarti Shi Jin jadi a tentara juga di kehidupan sebelumnya
Aku mendapat banyak anugerah di kehidupanku yang sekarang.” Akui Shi Jin
Astaga! Kita mungkin akan bertemu lagi di kehidupan selanjutnya. Kau telah menyelamatkan dunia saat ini.” ucap Mo Yun dengan senyuman bahagia
Ya, aku bisa mendapatkanmu setelah menyelamatkan sebuah negara.” Kata Shi Jin bangga
Mo Yun berkata siapa yang bertemu dengan Shi Jin nanti. Shi Jin kesal Mo Yun yang tak mau bertemu dengannya  di kehidupan selanjutnya. Mo Yun pikir klau mengatakan tidak apakah Shi Jin memang tak akan datang dengan mata berbinar-binar mengatakan Shi Jin harus tetap menemuinya di kehidupan selanjutnya. Shi Jin meminta agar Mo Yun memegang janjinya, Mo Yun mengangguk setuju.

Shi Jin bertanya apa keinginan Mo Yun sebelumnya, Mo Yun yakin Shi Jin akan terkejut mendengarnya. Shi Jin penasaran ingin tahu. Mo Yun mengatakan dengan sangat jelas ingin pria yang didepanya itu menciumnya dan bertanya apakah permintaanya itu bisa dikabulkan. Shi Jin merasa  Akan ada selalu jalan untuk bisa mencium pacarnya itu lalu menciumanya di atas perahu yang terdampar.
Keduanya saling menatap Shi Jin meluapkan perasaan yang sangat mencintai Mo Yun,  Mo Yun membalas juga mencintainya. Shi Jin tersenyum kalau yang dikatakan sebelumnya itu pertanyaan, Mo Yun mengatakan kalau jawabanya itu “aku mencintaimu juga” Shi Jin membalas juga mencintainya dan kembali berciuman.

Mo Yun mengeluarkan ponselnya didepan ATM, dibelakang Chi Hoon merasa di luar negeri orang lebih banyak memberikan hadiah dibanding uang. Shi Jin merasa Di semua negara, untuk pernikahan dan pemakaman tak masalah untuk memberikan uang dengan menarik uang 200ribu won, menurutnya  akan memudahkan penerima dan pemberinya lalu mengajak semuanya untu berangkat.
***
Vancouver, Kanada
Mo Yun berjalan ke sebuah ruangan memberitahu  Pasangan pengantinnya akan keluar setelah berganti baju. Mi Jin dengan wajah sedih mengakui Ye Hwa jadi cantik saat memakai make up dan gaun pengantinnya unik. Mo Yun merasa melihat Pemandangan agak unik dari tempat duduknya.
Semua melihat ke arah Dae Young yang memegang buket bunga, Shi Jin duduk disebelahnya terlihat malu karena Dae Young kaku hanya memegang buket bunga ditanganya dan heran untuk apa temanya itu menangkap bunga. Dae Young pikir tak ada cara lain karena Pengantin melemparnya dengan sekuat tenaga tadi.
Mo Yun menyuruh Shi Ji tak perlu memperdulikan Dae Young sambil menyindir pacarnya itu  masih mengingat kenangan lamanya yaitu Pernikahan mantan pacarnya. Dae Young langsung menurunkan bungan seperti terkena serangan dari musuhnya. 

Bukannya kalian menyukai akhir yang seperti ini? Kami mengatasi semua masalah dengan cinta, dan hidup bahagia selama-lamanya. Ending” ucap Chi Hoon didepan camera lalu tiba-tiba lampu diruangan mati dan membuat semua gelap kecuali lilin diatas meja.
Myung Joo pikir ini saatnya waktu untuk berciuman, Mo Yun bertanya-tanya apakah mati lampu salah satu susunan acaranya. Shi Jin tak percaya Untuk semua warga Vancouver karena pesertanya banyak sekali. Mo Yun heran  karena bukan flashback, tapi Kenapa situasinya jadi seperti in. Shi Jin merasa situasi ini bukan untuk suasana romantis.
Lampu kembali menyala dan terdengar suara bunyi berdering yang sangat kencang, seorang pelayan dengan berlari ketakutan memberitahu terjadi letusan Gunung berapi. Semua tamu menjerit ketakutan keluar gedung hanya tim yang pernah tingal di Urk hanya duduk diam.
Mi Jin tak percaya nasib mereka semua bisa sesial ini, Dae Young sambil membuka kancing lenganya merasa  seharusnya makan malam sekarang. Myung Joo mengatakan semuanya sudah terlambat sambil menghapus lipstiknya. Ja Ae mengucir rambutanya menyuruh Sang Hyun yang sedang makan cepat berdiri. Sang Hyun langsung menurut segera berdiri.
Chi Hoon membuka kancing kemeja merasa tak percaya menghentikan liburannya sekarang. Mo Yun melihat sepatu high heelsnya berpikir merka harus mulai terbiasa sekarang. Shi Jin melonggarkan dasinya karena akan menulis laporan yang panjang sekali lalu mengajak semua untuk berangkat. Tim Medis dan tentara berjalan bersamaan untuk membantu korban bencana alam.

THE  END 


FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 



4 komentar: