Jumat, 22 April 2016

Sinopsis Entertainers Episode 2 Part 1

[Akademi Yongdo]
Suk Ho bertemu dengan Manager Yongdo dengan sedikit gugup mengutarakan tujuanya itu karena ingin tahu Darimana mendapatkanlagu untuk akademi ini. Manager Yongdo bertanya balik alasan Suk Ho ingin tahu.
Aku sebenarnya mempunyai label rekaman. Jadi Aku ingin bertemu dengan orang yang  menyanyikan jingle komersial akademi ini. Aku mohon padamu.” Ucap Suk Ho sambil memberikan kartu namanya.
Lagu itu dinyanyikan oleh  salah satu siswa kami.” Kata Manager Yongdo, Suk Ho terlihat tak percaya seorang siswa bisa menyanyi cukup merdu.
“Ah... Bagus kalau begitu. Jadi, dia akan datang kesini, 'kan?” ucap Suk Ho penuh pengharapan
Yah... Sebenarnya... Dia sudah keluar dari  akademi ini. Dia bilang dia mau mengubah arah tujuannya, jadi dia tidak akan datang kemari lagi.” Jelas Manager Yongdo
Suk Ho berusaha meminta informasih kontrak nomor yang menyanyikan lagu jingle. Manager Yongdo meminta maaf karena tak bisa memberikan informasi tapi bisa memberikan  nomor telepon wali dan memohon agar Suk Ho tak memberitahu kalau ia yang memberikanya. Suk Ho mengerti.  Manager Yongdo menyebut Ha Nul selalu jadi  penyanyi yang baik. Suk Ho pun meminta izin untuk meminta file audionya juga

Suk Ho membawakan minuman untuk Min Jo diruangan, Min Joo melirik sinis menanyakan apa rencana Suk Ho yang sudah kehilangan Jackson, Suk Ho dengan penuh keyakinan menceritakan sudah menemukan sang jenius. Min Jo binggung, tiba-tiba Man Shik datang membawakan bunga. Suk Ho heran temanya itu membawakan bunga untuknya.
Lihatlah bagaimana aku memperhatikanmu.  Aku punya selera yang bagus dalam hal ini. Bunga adalah yang terbaik dan Bunganya indah sekali.” Ucap Man Shik bangga, Suk Ho menyuruh menjauhkan bunga itu darinya
“Dasar Kau ini. Kau bahkan tidak mengucap  salam setelah kau keluar dari penjara, Aku bahkan membawakanmu banyak makanan.” Keluh Man Shik, Min Jo tahu Suk Ho itu tidak suka bunga.
Jika aku tahu kau ada disini, aku takkan  membeli bunganya. Kau menginspirasiku. Kau bagai bunga disini, 'kan?” goda Man Shik

Min Jo mengingatkan kalau Tidak ada waktu untuk bercanda lalu menanyakan siapa yang menurut Suk Ho si jenius itu. Suk Ho meminta agar mereka mendengarnya sebuah nyanyian Jingle “Akademi Youngdo” sambil melakukan lipsing. Man Shik berpikir Suk Ho itu berencana untuk membuka  sebuah akademi. Suk Ho mengomel karena seharusnya keduanya mendengarkan suaranya. Man Shik menegaskan sudah mendengarnya lalu menanyakan apa sekarang yang dilakukan.
Suk Ho meminta Min Joo menceritakan yang bagus-bagus  tentang dirinya pada Tuan. Jung lalu Ambil dana investasi  untuk album Jackson dan gunakan uangnya untuk memproduksi penyanyi balada baru. Min Joo berteriak kalau pelanggaran kontrak, karena mereka mendapat dana investasinya  karena Jackson dan mengomel kalau mereka itu tak punya uang untuk  seorang pria yang menyanyikan jingle. Suk Ho menegaskan dirinya juga tak tahu jadi memohon pada Min Joo untuk meminta tolong.
Aku baru saja dibebaskan dari penjara. Apa kau ingin melihatku  kembali kesana atas penipuan? Kau pasti tidak mau 'kan. Bisakah kau makan jika kau tahu aku berada di penjara?” ucap Suk Ho merengek
Aku akan makan seperti biasa dan Tidak masalah.” Kata Man Shik
Itu karena kau tidak punya rasa kemanusiaan.” Balas Suk Ho, Min Jo bertanya apakah itu hanya satu-satunya cara. Suk Ho dengan sangat yakin hanya itu satu-satunya cara. 

Geu Rin sedang membuat Kimbap, untuk mastikan bertanya pada seniornya pesanan itu satu tuna dan Kimchi. Sang senior membenarkan dan meminta dua buah kimbap vegetarian.
Suk Ho duduk di sebuah ruangan dalam kereta api sambil berlatih untuk berbicara di telp. “Halo, kau pasti orang tuanya Ha Nul... Aku... Mango... ah.. Aku KTOP Entertainment...” ketika telpnya diangkat ia langsung berdiri berbicara dengan Geu Rin sebagai wali dari Ha Nul. Geu Rin sedang sekerja langsung bertanya siapa yang menelpnya.
“Aku.... Direktur KTOP Entertainment. Aku pernah memproduksi Jackson dan Lucy Girls.” Ucap Suk Ho berusaha menjelaskan
Geu Rin sedang berkerja diminta untuk membuat dua buah kimbap vegetarian, terlihat kena omel karena menerima telp. Seniornya bertanya siapa yang menelpnya, Geu Rin juga tak tahu berpikir panggilan penipuan lalu menutup telpnya.
Suk Hoo yang mendengarnya terlihat kesal dan kembali menelp Geu Rin. Geu Rin sedang berkerja dengan nada marah memberitahu tidak punya uang lagi. Suk Ho binggung siapa sebenarnya wanita muda yang mengangkat telp sebagai wali Ha Nul, karen tak melihat bagian belakangnya, ia terjungkal saat ingin duduk. 

[Akademi Youngdo]
Suk Ho sudah berdiri didepan pintu seperti berharap bertemu dengan Ha Nul, beberapa anak sekolah datang, Ia pun sengaja memberhentikan untuk bertanya apakah mereka ikut di akademi Youngdo. Tiga anak remaja itu nampak binggung dan bertanya apa yang ingin Suk Ho.
“Apa kalian tahu seseorang bernama Ha Nul?” tanya Suk Ho, Pria muda berpikir namanya itu Jo Ha Nul, Suk Ho pikir anak itu mengenalnya.
Boleh aku minta nomor ponselnya? Aku harus menemukannya.” Kata Suk Ho mengebu-gebu
Kami tidak dekat dengannya dan Aku tidak punya nomor ponselnya.” Ucap si pria remaja, Suk Ho menahanya kembali sambil bertanya apakah Suk Ho satu sekolah dengan mereka. 

Suk Ho sudah berjalan di lorong sekolah sambil melihat setiap kelas untuk mencari-cari mungkin ada orang yang bisa diduga sebagai Ha Nul. Dua orang wanita yang tampak sinis tiba-tiba keluar dari ruang kelas yang membuat Suk Ho berjalan mundur. Seorang pria juga keluar, Suk Ho menghentikanya bertanya apakah Ha Nul itu teman satu kelasnya. Si pria pikir Ha Nul ada di Guru BK karena baru saja keluar. Suk Ho kaget kalau Ha Nul baru saja keluar.
[Ruang Bimbingan Siswa]
Ha Nul duduk diam dan membiarkan Surat permohonan Maafnya kosong tanpa diisi satu katapun. Gurunya datang melihat lembaran yang masih kosong, dengan nada mara merasa Ha Nul ingin berhenti dari sekolah ini padahal mereka sudah mempertimbangkan surat itu selama beberapa hari.
Apa kau bilang kalau kau tidak  melakukan kesalahan?” ucap Si guru, Ha Nul membenarkan.
Kau mempermalukan seluruh sekolah  dengan melakukan kesalahan. Apakah kau perlu kuberitahu kesalahan apa itu? Aku bisa menjelaskannya  kata demi kata.” Ucap gurunya, Ha Nul menegaskan dirinya itu bukan pelakunya.
Kau pasti bodoh ya!! Kau pelaku serangan seksual!  Aku tidak bisa mempercayaimu.” Jerit si guru sambil memukul kepala Ha Nul dengan keras lalu keluar ruangan dengan mata melotot. 

Suk Ho baru saja menemukan ruangan Bimbingan dan melihat sosok Ha Nul yang keluar dari ruangan dengan tertunduk, ketika akan mendekatinya. Dua wanita dan satu pria dari belakang mendahuluinya. Si wanita langsung menyiramkan susu ke baju Ha Nul sampai semua jas Ha Nul berubah jadi putih.
Kenapa kau masih di sekolah? Dasar Kau tak tahu malu. Aku jadi merinding.” Ucap si wanita, Pelajar pria langsung mengajak semuanya untuk pergi sambil mengumpat Ha Nul brengsek dan pria yang cabul.
Suk Ho terdiam melihat Ha Nul yang mendapatk bullying dari teman-temanya, lalu berusaha untuk tak mendekatinya dan berpura-pura tak mencarinya. 

Ha Nul menuruni tangga sekolahnya, Suk Ho pun mengikutinya dari belakang. Sesampai di halte bus, Suk Ho juga mengikuti bus yang sama dinaiki Ha Nul  dan duduk sebaris. Sepasang penumpang naik, sang pria menyuruh si wanita untuk duduk didepan Ha Nul, melihat Ha Nul dengan jas bau susu memilih untuk menghindar dan duduk dibelakang.
Suk Ho ikut turun dari bus dan mengikuti Ha Nul yang terus berjalan sampai ke pinggir pantai. Ha Nul terdiam melihat sebuah band akustik sedang menyanyi,  sambil memejamkan matanya dan jarinya bergerak seperti mengikuti musik. Suk Ho tersenyum melihatnya dan memilih untuk duduk saja.
Dalam pikiran Ha Nul membayangkan dirinya yang menyanyi dalam satu band bahkan bermain drum, ketika membuka matanya melihat Geu Rin yang datang sambil menangis dan jatuh lemas didepan pintu. Ha Nul terlihat shock dan tanganya yang memegang mic lemas. 

Ha Nul kembali berjalan melewati pelabuhan kapal persiar lalu menanjak ke arah sebuah tempat yang cukup tinggi dan bisa melihat seluruh kota. Suk Ho yang mengikutinya mulai nampak kelelahan dengan membuka jaketnya. Beberapa saat kemudian, Ha Nul sudah berdiri diatap gedung sambil menatap ke bawah.
Ini bukan tempatnya!” teriak Suk Ho berlari dan ikut naik ke pinggir gedung
“Tempat ini tidak bisa memastikan apakah kau  akan mati atau tidak. Kau harus mencari tempat yang  lebih tinggi jika kau ingin mati. Kau hanya akan membuat keluargamu menderita jika kau lumpuh.” Ucap Suk Ho akhirnya duduk di pinggir gedun, Ha Nul bingung melihat pria yang tiba-tiba datang.
Jadi kau Dari Akademi Youngdo yah? Kau bernyanyi cukup bagus.” Komentar Suk Ho, Ha Nul bertanya lalu kenapa.
Matinya nanti saja. Kau masih muda. Lakukan apa yang  ingin kaulakukan sebelum kau mati.” Kata Suk Ho
Ha Nul menatap ke arah depan memberitahu kalau ia bukan orang seperti itu. Suk Ho mengerti lalu memberitahu Ha Nul yang memiliki bakat yaitu musik, Ha Nul menyangkal kalau ia tidak bisa bermusik. Suk Ho bertanya alasan Ha Nul melamun sambil melihat band akustik, menurutnya Ha Nul itu sudah terhipnotis oleh irama. Ha Nul kaget mengartikann Suk Ho sudah mengikutinya lalu bertanya siapa pria itu.
Aku? Orang yang ingin merilis albummu.” Ucap Suk Ho sambil berdiri, Ha Nul terdiam mendengarnya.
Kau perlu mencuci seragammu. Dasar anak kecil.” ejek Suk Ho melihat baju yang masih bau susu. 
Suk Ho melihat sebuah laundry, sambil menarik jas Ha Nul menyuruh untuk mencucinya dulu karena terlalu bau susu. Ha Nul terlihat kesal akhirnya terpaksa masuk laundry untuk mencuci jasnya. Suk Ho tertawa melihat sikap Ha Nul yang marah tapi mengikuti perintahnya. Ha Nul keluar dari tempat laundry, Suk Ho kembali mengikutinya mengajak untuk makan bersama karena sedari tadi belum makan sibuk mengikutinya.


Akhirnya keduanya makan burger bersama, Suk Ho melihat Ha Nul yang makan burger dengan lahap, sambil membuka jaketnya memuji Ha Nul yang menyanyi sangat baik dan menanyakan alasanya tidak ingin bermusik. Ha Nul hanya diam saja. Suk Ho pikir Ha Nul melihatnya seperti seorang penipu. Ha Nul hanya mengarahkan pandangan keluar tanpa bicara.
Kau sudah dengar tentang Jackson, kan? Dan girl groups, Lucy Girls. Aku yang menciptakan mereka. Aku bukan penipu, jadi percayalah dan berbicaralah terbuka denganku.” Ucap Suk Ho
Aku tidak peduli apa kau penipu atau bukan. Kau pasti mencariku setelah  mendengar jingle itu tapi kau harusnya kau menggali lebih dalam. Aku seorang mantan narapidana, Apa tidak masalah?” ucap Ha Nul, Suk Ho kaget mendengarnya.
Seorang mantan narapidana? Kau ini seorang pelajar.” Ucap Suk Ho tak percaya, Ha Nul merasa seorang pelajarjuga bisa bermasalah.

Tentu, pria sejati mendapat masalah ketika mereka masih muda. Selama itu bukan pembunuhan, perampokan bersenjata atau kekerasan seksual.” Kata Suk Ho
Aku narapidana karena kekerasan seksual.” Kata Ha Nul blak-blakan. Suk Ho langsung memuncratkan minumanya saking kagetnya.
Suk Ho masih tak percaya karena dari luar tak mungkin melakukanya, menurutnya Ha Nul hanya bercanda. Ha Nul menyuruh Suk Ho untuk memeriksa berkas di pengadilan saja. Suk Ho sambil mengelap mulutnya dengan tissue bisa mempercayai Ha Nul mantan narapidana lalu berpikir karena alasan itu tak ingin bermusik lagi.
Ha Nul hanya diam saja, Suk Ho sedikit memberitahu Orang yang lebih tua didepan Ha Nul itu sedang bertanya. Ha Nul memilih untuk menaruh uang diatas meja atas burger yang sudah dimakannya lalu keluar dari restoran. Suk Ho mengeluh melihat Ha Nul yang tidak punya sopan santun tapi pernah berbuat asusila dan membuatnya sangat terkejut. 

Suk Ho berlari dengan cepat menyebrang jalan dan menarik tangan Ha Nul yang sedang berjalan. Ia dengan sangat yakin bisa mengerti dengan keadan Ha Nul dan mengajaknya untuk menyanyi denganya. Ha Nul terlihat memalingkan wajah tak tertarik.
Aku tidak begitu yakin saat hanya mendengar suaramu...,tapi sekarang setelah aku  melihatmu secara langsung, aku jadi yakin sekali. Aku mempertaruhkan hidupku untuk membuatmu berhasil. Aku ingin membuatmu penyanyi terbaik. Bagaimana menurutmu?” kata Suk Ho dengan wajah bangga dan sangat yakin.
Aku tidak tertarik.” Kata Ha Nul acuh dan memilih pergi
“Hei.... Aku sedang berbicara, dasar kau ini.” ucap Suk Ho kembali menarik Ha Nul lalu memberikan kartu namanya.
Ini kejahatan...bagimu karena membusuk disini  di Busan dengan suaramu itu. Jadi Pertimbangkanlah, ya?” ucap Suk Ho sambil menghela nafas lalu pergi.

Ha Nul memasukan kartu nama ke saku celana lalu naik ke bus yang berhenti di halte, Suk Ho melihat Ha Nul naik bus dan sempat melihat bus itu berlalu disampingnya, sambil menjerit tak percaya karena selama ini  tidak pernah memohon seorang wanita sebelumnya, tapi ia sekarang bisa memohon pada Ha Nul.
Sementara Ha Nul yang ada di dalam bus melihat kartu nama didalam saku celananya, wajahnya terlihat kaget melihat nama yang tertulis adalah Shin Suk Ho dan jabatanya adalah Direktur di Ktop Entertaiment. 


Ha Nul sampai dikamarnya membuka sebuah kotak merah yang berisi foto dua pria satu anak  yang masih kecil, serta seorang paman dengan laki-laki disampingnya. Ha Nul kembali menyebut nama Shin Suk Ho seperti sudah mengenal sebelumnya.  Wajahnya sedikit tersenyum dan melihat ada album Nirvana yang berjudul “nevermind”
Geu Rin masuk kerumah, Ha Nul buru-buru memasukan kotaknya ke dalam laci. Geu Rin melihat adiknya pulang memberitahu ingin membawakan pakaian nanti dan bertanya kenapa adiknya sudah pulang, apakah sudah memberitahu kepala Balai Tahanan. Ha Nul memberitahu sudah menelepon harus mengambil beberapa buku dirumah. Geu Rin bertanya buku apa yang dingin dicarinya.

Ha Nul menatap kakaknya lalu memberikan sebuah kartu nama kalau orang itu ingin menjadikan seorang penyanyi, Geu Rin mengambil kartu nama bertanya siapa orangnya. Ha Nul memberitahu orang itu dari sebuah agensi. Geu Rin menyadari kalau sebelumnya itu bukan panggilan penipuan.  Ha Nul kaget Suk Ho sebelumnya sudah menelp kakaknya. Geu Rin menceritakan sebelumnya berpikir ada orang iseng yang menelpnya, lalu bertanya apakah orang itu datang mencarinya. Ha Nul membenarkan.
Geu Rin bertanya apakah Ha Nul ingin bernyanyi lagi. Ha Nul tak menjawab memilih pamit pergi karena sudah terlambat. Geu Rin menyuruh adiknya jangan lupa membawa pakaianya. Ha Nul pikir tak perlu. Geu Rin menasehati kalau Anak-anak lain akan meremehkannya jika tidak berpakaian yang bagus. Ha Nul menyuruh sang kakak untuk memperbaiki gaya pakaianya, karena Orang akan mengira Geu Rin itu seorang gelandangan lalu keluar dari rumah. Geun Rin pikir tak ada yang salah karena menurutnya lebih suka pakaian yang santai. 


Ha Nul tak bisa tertidur di kamarnya, hanya berbaring dengan tangan diatas kepalanya. Akhirnya ia duduk di atas tempat tidur dengan wajah gelisah. Beberapa saat kemudian, dengan kepala tahanan ia sudah berada di tempat abu ayah dan ibunya. Kepala Tahanan pun memberitahu akan menunggu diluar dan membiarkan Ha Nul sendirian.
Ayah.... Ibu.... Aku memikirkannya berulang kali...tentang apa yang harus  kulakukan di masa depan. Haruskah aku belajar, kuliah dan  dapat pekerjaan? Atau... haruskah aku bekerja di perahu nelayan dan menghasilkan uang, supaya Noona bisa kembali kuliah? Atau mungkin... Aku harus mendaftar sebagai tentara  segera setelah aku lulus.” Ucap Ha Nul berbicara pada ayah dan ibunya dengan mata berkaca-kaca.

Aku banyak berpikir...,...tapi... tidak ada... ...yang ingin kulakukan. Menyanyi adalah...satu-satunya hal yang ingin kulakukan. Aku bertemu Suk Ho tapi Dia tidak mengenaliku. Aku tahu aku tidak boleh bernyanyi...,...tapi Ayah..., aku ingin bernyanyi dengan Suk Ho. Bisakah aku...bekerja keras... dan bermusik......seperti Hyung? Lalu aku akan...jadi anak yang tidak patuh, 'kan?” ucap Ha Nul menahan tangisnya sambil menatap foto ayahnya.
Tapi aku masih ingin bernyanyi. Aku ingin bernyanyi, Ayah.” Kata Ha Nul 


Suk Ho sudah menunggu Ha Nul dibawah tangga, Ha Nul baru keluar dari sekolah melihat sosok Suk Ho sudah menunggunya. Suk Ho sadar Ha Nul sudah berdiri dibelakanganya, Ha Nul berpura-pura acuh sambil memakai earphonenya lalu pergi. Suk Ho sengaja mengikutinya lalu menarik earphone sambil mengejek ditelinga Ha Nul “Akademi Youngdo” Ha Nul sempat memberikan pukulan di leher Suk Ho dengan tatapan sinis. Tapi Suk Ho walaupun merasa sakit tetap tersenyum.
Kau bilang akan mempertaruhkan hidupmu. Mari kita lakukan.... Mari kita membuat musik.” Ucap Ha Nul dengan senyuman bahagia.
Kalau begitu kau tidak salah memilihnya!” kata Suk Ho terlihat berkaca-kaca mendengarnya.
Tapi... Aku ingin berada di sebuah band.” Ucap Ha Nul, semangat Suk Ho langsung drop mendengar Ha Nul ingin bernyanyi dengan band.
Penawaranku untuk membuatmu...penyanyi terbaik artinya  kau harus bernyanyi balada. Kau tidak bisa menjadikannya sebagai sebuah band Dan kau tidak memenuhi syarat untuk berada di sebuah band.” Jelas Suk Ho
“Pokoknya Harus band, kalau tidak aku keluar.” Tegas Ha Nul tak mau menerima alasan apapun lalu berjalan pergi.

Suk Ho berusaha menahan amarahnya sambil memukul kesana kemari lalu berteriak setuju dengan permintaanya. Ha Nul menghentikan langkahnya dan membalikan badanya. Suk Ho setuju mereka akan membuat sebuah band. Ha Nul kembali berjalan pergi, Suk Ho berteriak memanggilnya lalu mengejarnya dengan wajah kesal.
Ha Nul pikir Suk Ho harus meminta izin pada walinya, Suk Ho membenarkan lalu mengeluh Suk Ho yang mengunakan bahasa informal padanya. Ha Nul merasa Suk Ho yang memulainya dan sekarang tak mengingatnya lalu berjalan pergi. Suk Ho berteriak menyuruh Ha Nul memperhatikan cara berbicara dengan orang dewasa. Ha Nul hanya tersenyum mendengarnya, Suk Ho mengejar Ha Nul untuk berjalan bersama-sama. 


Di depan minimarket
Suk Ho dengan kacamata hitamnya bertanya kapan Wali Ha Nul akan datang dan apakah memang benar-benar akan datang. Ha Nul melirik kearah dalam minimarket memberitahu orang itu adalah walinya. Suk Ho melihat ke bagian kasir, Geu Rin yang sedang memandang sinis ke arahnya.
Ha Nul memberi tahu kembali kalau orang yang dikasir adalah walinya, Suk Ho mengomel sambil membuka kacamatanya karena Ha Nul tak memberitahunya dari awal, lalu membungkuk memberikan hormat pada Geu Rin sebagai wali dari Ha Nul. Geu Rin tetap melirik sinis, Suk Ho pikir Sifat kasar Ha Nul itu pasti jadi sifat keluarganya dan melihat wali Ha Nul masih sangat muda. Geu Rin kembali menatap sinis, Suk Ho mencoba ramah dengan memberikan senyuman lebar. 

Di depan halte bus
Suk Ho dengan ramah menunjuk cafe yang ada didekat mereka, Geu Rin memberitahu harus pergi ke bekerja lagi. Suk Ho mengartikan Geu Rin memiliki dua pekerjaan. Geu Rin menatap Suk Ho memberitahu ia memiliki empat pekerjaan. Suk Ho sedikit terkejut mendengarnya.
Kau pasti sibuk jika kau seorang direktur di agensi sebesar itu. Apakah kau selalu mencari orang yang bakat sendirian?”ucap Geu Rin tak percaya melihat Suk Ho
Yah, aku disini karena bisnis Dan kebetulan mendengar  jinglenya Ha Nul ini. Setelah aku mendengarnya..., aku merasa, "Wow, ini keren sekali." Itu sebabnya aku menelepon.” Cerita Suk Ho
Aku akan membicarakannya dengan Ha Nul.  ” Kata Geu Rin melirik adiknya yang hanya diam saja.
Kami sudah mendiskusikannya. Jika kau memberikan persetujuanmu...” ucap Suk Ho langsung disela oleh Geu Rin
“Kau bilang  "Kami"? Siapa dan siapa  "kami" itu?” tanya Ha Nul, Suk Ho memberitahu kalau ia dan juga Ha Nul.
Kami akan membahasnya juga.Ha Nul dan aku, sebagai walinya.” Ucap Geu Rin lalu pamit pergi karena sudah terlambat bekerja

Suk Ho binggung ingin mengajak bicara, Geu Rin menasehati adiknya agar tidak diikuti orang asing dan  segara pulang, serta akan menelpnya nanti lalu masuk ke dalam bus yang baru saja datang. Setelah bus pergi, Suk Ho tak menyangka dianggap "Orang asing" lalu bertanya apakah kakaknya itu selalu mencurigai orang lain bahkan menutup teleponnya mengira dirinya itu seorang penipu.
Jika kau membawaku...,apa aku menghasilkan banyak uang?” tanya Ha Nul
Aku rasa...,lebih cepat kau hasilkan uang  jika kau jadi penyanyi balada. Kau akan menghasilkan banyak uang juga.” Ucap Suk Ho kembali menyakinkan tapi Ha Nul memilih untuk pergi. Suk Ho berteriak kalau ia masih berbicara.
Sudah kubilang dari awal. Jika bukan band, aku tidak akan melakukannya sama sekali.” Tegas Ha Nul
Jika kita membentuk sebuah band, apa kau akan sungguh-sungguh melakukannya?” tanya Suk Ho menyakinkan
Aku tidak pernah berbohong selama hidupku. Apa itu sudah menjawab pertanyaanmu?” ucap Ha Nul lalu kembali berjalan pergi. Suk Ho mengeluh melihat sikap Ha Nul yang benar-benar kasar, tapi tersenyum meminta Ha Nul mengangkat telp apabila menelpnya nanti. Ponselnya berdering dan Min Jo menelp Suk Ho. 


Suk Ho datang ke cafe melihat Min Joo suda menunggunya sambil bertanya alasanya ada di Busan. Min Joo memberitahu sedang ada showcase di Busan Suk Ho pikir seharusnya Min Joo bilang dari kemarin karena bisa meminta tumpangan. Min Joo bertanya apakah Suk Ho ingin berada di mobil  dengan Tn. Jung. Suk Ho pikir itu tak mungkin lalu bertanya apa komentar Tuan Jung dengan usulnya.
Min Jo mengaku belum mengatakannya, Suk Ho merengek mengapa Min Joo belum juga mengatakanya, menurutnya Min Joo perlu berhati-hati supaya bisa mencari anak-anak asuhnya, Min Joo tak kalah mengatakan ia juga perlu menemui anak-anak supaya bisa merencanakan apa yang harus dilakukan.
Seberapa besarnya bakat itu sehingga kau pergi ke Busan jauh sekali?” tanya Min Joo penasaran
Apa kau mau mendengarkan sebagai teman atau sebagai investor?” tanya Suk Ho, Min Joo menjawabakan mendengarkan sebagai teman.
Bukan karena besarnya bakat itu. Aku membabi buta mencari dan entah kenapa aku bisa berakhir disini. Tidak ada yang akan datang kepadaku di Seoul karena rumor itu.” Cerita Suk Ho dengan melipat tangan didada.

Kau perlu merilis album untuk  membungkam agensi kita...,tapi kau tidak punya penyanyinya. Jadi kau akan menemukan penyanyi yang cukup baik untuk membuat album dengan bicara baik-baik dengannya, apakah begitu caramu?” ucap Min Joo dengan nada tinggi
“Sudahlah....  Pura-pura saja kau tidak tahu. Aku harus mengurus  masalah mendesak ini pertama-tama.” Balas Suk Ho
Siapa pun itu, kenapa korban kemarin melakukannya?” keluh Min Jo mengejek
Suk Ho pikir itu salahnya sendiri,karena sangat percaya lagunya akan menjadi hit dengan albumnya diputar setiap hari. Tiba-tiba jendela disamping Suk Ho disiram dengan air yang membuatnya kaget, ketika jendela mulai dibersihkan, Suk Ho melihat sosok wanita yang dikenalnya sebelumnya. Geu Rin juga tersadar melihat Suk Ho yang sebelumnya sempat bertemu denganya. Suk Ho pun berdiri dengan menatap ke arah jendela. Min Joo melihat tatapan keduanya lalu bertanya apakah Suk Ho mengenal wanita itu. Suk Ho dengan senyuman bahagia memberitahu wanita itu adalah wali yang harus ditemuinya. 


Geu Rin menyiram seluruh jendela dengan selang, Suk Ho pun keluar dari cafe menemuinya, sambil mengejek kalau pekerjaan Geu Rin itu ternyata   mencuci jendela. Geu Rin membalas dengan Suk Ho yang belum kembali ke Seoul. Suk Ho beralasan ingin bertemu lagi  sebelum pergi dan ternyata melihatnya di cafe itu, menurutnya itu takdir yang sangat beruntung.
Kau tidak menggunakan kata "takdir" dalam situasi seperti ini.” keluh Geu Rin lalu menyuruh Suk Ho minggi karena harus menyemprot bagian jendela lainya. Suk Ho sempat melangkah mundur
Mengapa kau bekerja keras  di usiamu semuda ini? Aku tidak akan bisa tidur malam ini karena hatiku akan sakit. Jadi buatlah adikmu  menjadi seorang penyanyi. Aku akan memastikan kau  tidak perlu bekerja ini lagi. Orang biasanya datang memohon padaku untuk membuat mereka jadi penyanyi. Aku menyadari bakat adikmu dan aku bilang padanya akan membuat dia menjadi bintang.” Ucap Suk Ho berusaha menyakinkan
Sudah kubilang aku akan membicarakannya  dengan Ha Nul...,tapi dia perlu beristirahat  untuk saat ini. Aku tidak yakin jika bermusik akan  menenangkannya atau mengacaukannya. Ujian Masuk Perguruan Tinggi sebentar lagi, jadi kami akan mempertimbangkannya.” Jelas Geu Rin
Tiba-tiba Suk Ho menariknya karena melihat seorang pelajar yang mengendarai sepeda mengunakan earphone tak melihat ke arah depan. Selang air langsung mengarah pada Min Joo yang baru keluar dari cafe. Geu Rin terdiam dengan posisi tubuhnya yang hampir jatuh dan ditahan oleh Suk Ho. Keduanya saling menatap, jari Suk Ho sempat bergerak dibagian punggung Geu Rin yang menahanya. 

Min Jo nampak basah kuyup berusaha mengelap baju dan rambutnya yang basah dan terlihat kesal melihat Geu Rin dan Suk Ho saling menatap.  dengan anak pelajar yang menghentikan sepedanya. Geu Rin berdiri tegak, mendorong Suk Ho untuk menjauh. Suk Ho terlihat gugup menanyakan keadaanya. Geu Rin yang nampak shock hanya bisa diam.
Kenapa kau menatap ponselmu  saat bersepeda, brengsek? Kau hampir melukainya!” teriak Suk Ho memarahi si anak pelajar, Si anak pun meminta maaf dan kembali melanjukan sepedanya.
Apakah kau baik-baik saja? Apa kau terluka? Bagaimana punggungmu?” tanya Suk Ho khawatir melihat keadaan Geu Rin.
Min Jo yang kesal memanggil Suk Ho memberitahu kalau tubuhnya basah kuyup. Geu Rin melonggo kaget dan membungkuk meminta maaf. Suk Ho bertanya kapan Min Jo keluar dari cafe dan menarik Geu Rin untuk melihat apakah ada yang terluka karena mungkin keseleo bagian punggugnya. Geu Rin menegaskan dirinya baik-baik saja dan Suk Ho tak perlu mengkhawatirkan dirinya.
Ia berbicara pada Min Jo meminta maaf kembali karena tak memiliki handuk, Min Jo memberitahu Suk Ho untuk menganti pakaianya. Suk Ho mengerti lalu berpesan pada Geu Rin untuk tidak terlalu banyak bekerja sendiri dan menurutnya pertemuan mereka itu bukan hanya kebetulan tapi takdir. Geu Rin hanya bisa menghela nafas dan menatap kepergian Suk Ho dengan sinis. 
bersambung ke part 2 

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 


1 komentar:

  1. Gomawo eonni Udh recap drama ini.
    Menurutku akting hyeri bagus ko, cuma emang porsinya terlalu sedikit utk peran utama

    BalasHapus