Kamis, 07 April 2016

Sinopsis Come Back Mister Episode 13 Part 1

Hae Joon mengendarai mobilnya dengan kecepatan penuh, wajahnya panik bertanya-tanya dimana keberadaan anaknya itu, dan berucapa akan segera datang menemuinya.
Sementara Seung Jae terlihat tegang ketika Hong Nan berbaring diatas pahanya, ponsel Hong Nan bergetar dengan suara lemah Hong Nan mengangkatnya. Hae Joon memberitahu Han Na menghilang. Hong Nan langsung duduk dengan mata melotot karena terkejut, Hae Joon memberitahu Da Hye pasti sedang cemas sekarang jadi memintanya untuk cepat datang. Hong Nan mengerti dan akan segara pergi. 

Da Hye gelisah mondar mandir diruang tengah, Hae Joon datang kerumah menemuinya. Da Hye dengan menahan tangisnya menceritakan Han Na yang tak mengangkat telp serta Teman-temannya mengatakan tidak tahu di mana Han Na sekarang.
Apakah kau sudah menghubungi sekolahnya dan polisi?” tanya Hae Joon, Da Hye mengangguk.
“Bagus kalau begitu.... Kau harus menenangkan diri dulu. Jangan khawatir. Han Na akan baik-baik saja.” Kata Hae Joon berusaha menenangkan Da Hye. Hong Nan datang dan langsung menemui Da Hye
“Da Hye... Aku sudah menghubungi semua teman-temanku, jadi kita akan menemukannya dalam waktu singkat.” Ucap Hong Nan menyakinkan
Da Hye mengangguk mengerti, Hong Nan berpikir apabila Hong Nan menuliskan ingin menemui ayahnya, mungkin saja pergi ke columbarium. Hae Joon mengatakan  akan menghubungi kepolisian disana. Hong Nan dengan wajah tersenyum memberitahu kalau sekarang yang harus dilakukan Da Hye sekarang adalah Tersenyumlah. Da Hye bisa tersenyum dan mengucapkan terimakasih. 

Da Hye mencoba mencari disekeliling rumah dengan membawa foto Han Na mencari tahu apakah ada orang yang melihatnya. Hae Joon mencari di taman dengan bertanya pada orang-orang yang sedang berolahraga. Hong Nan memanggil beberapa petugas pengantar makanan, meminta agar segara menghubungi jika melihat anak tersebut.
Kalian berdua pergi dengan ke arah sini dan kalian bertiga pergi ke arah sana.” Perintah Hong Nan dengan membagi tim pada dua blok berbeda.
Hae Joon dan Da Hye mencari tahu ke seluruh tempat, didekat sekolah Han Nan yang mungkin saja ada orang melihatnya. Sementara Ha Nan duduk sendirian didalam bus, matanya melihta sekeliling bus yang terlihat asing baginya.
Aku rindu ayah,... jadi aku akan menemuinya.” Gumam Han Na didalam mobil yang membawanya pergi. 

Hae Joon membaca kembali pesan yang dituliskan Han Na sebelum pergi meninggalkan rumah  (Aku rindu ayah, jadi aku akan menemuinya.) dengan wajah binggung bertanya-tanya dimana keberadaan anaknya itu.
Tuan Kim masuk ke dalam kamar cucunya bertanya ada keributan apa di pagi hari, Hae Joon meminta Tuan Kim tak memikirkanya, mencoba untuk menenangkan kalau cucunya itu  mungkin sedang bermain dengan temannya.
Jika dia ingin menemui ayahnya, pasti dia pergi ke sana.” Ucap Tuan Kim, Hae Joon langsung bertanya dimana tempat yang dimaksud ayahnya.
Tuan Kim malah keluar dari kamar cucunya daripada menjawab pertanyaan Hae Joon. Hae Joon kebinggungan kemana harus mencari Han Na, matanya melihat miniatur bianglala yang terus berputar diatas meja dan akhirnya langsung mengambil jaketnya. 

Diruang tengah
Hae Joon memberitahu sudah tahu keberadaan Han Na sekarang, Da Hye ingin ikut bersama mencarinya. Hae Joon berjanji akan segera membawa Han Na pulang, lalu memberikan kode pada Hong Nan agar membantu menjaga Da Hye dirumah. Hong Nan mengangguk mengerti lalu memegang lengan Da Hye agar tetap tenang menunggu dirumah.
Han Na, Aku Mohon tolong berada disana.” Gumam Hae Joon sambil menyetir mobilnya. 

Spanduk dengan bergambarkan wajah Yi Yeon sudah terpasang didepan Mall Sunjin. Sekertaris Ko memberitahu Hae Joon yang  memberi instruksi untuk mengubah spanduk di depan Mall menjadi Song Yi Yeon, Presdir Cha pikir saudara tirinya itu pasti senang jadi memilih untuk membiarkan saja.
Bahkan jika dia mengusahakan yang terbaik, dia tetap saja anak haram. Bagaimana dengan Ayah? Bukankah ada perjamuan penting saat ini?.” Ucap Presdir Cha sambil berjalan dilorong Mall dengan semua pegawai membungkukan badan untuknya.
Dia berkata kalau kau tidak perlu dating, karena Dia lebih suka melihatmu sepenuh hati untuk department store.” Ucap Sek Ko
Bahkan sekarang dia menolak untuk aku temani?” kata Presdir Cha marah 

Beberapa pegawai yang mendengarnya langsung saling bergosip kalau Hae Joon mengalahkan si  presiden  angkuh itu dan berhasil menandatangani kontrak dengan Song Yi Yeon dengan mengangkat satu jempolnya. Pegawai lain mengangkat dua jempolnya dengan bangga karena sekarang orang yang bertanggung jawab adalah Lee Hae Joon.
Pegawai satu lainya mengartikan sekrarang sudah selesai dengan presiden angkuh yang menekan kita untuk membuat penjualan, semua terlihat gembira dengan mengangkat dua jempol dan juga memberikan tanda cinta dengan dua jari telunjuk dan jempolnya. Presdir Cha yang mendengarnya langsung tersenyum dengki.
Lee Hae Joon.... Dia sangat cerdas dan tahu bagaimana membuatku marah.” Ucap Presdir Cha berjalan ke tempat kerjanya. 

Presdir Cha masuk ke dalam ruanganya merasa Hae Joon itu bisa mencegahnya menjual department store dengan memasang spanduk Yi Yeon. Ji Hoon sudah menunggu Presdir Cha diruanganya.
Lanjutkan dengan penjualan dengan Mengumpulkan setiap bagian terakhir dari saham kita. Ayah sedang menungguku menunjukkan apa yang aku bias jadi aku harus melakukan sesuai keinginannya.” Perintah Presdir Cha pada Ji Hoon. Ji Hoon mengangguk mengerti dengan wajah gelisah melihat layar Ponselnya yang bergetar.
Dan tentang manager Yi Yeon... Wanita yang bernama Hong Nan. Apa kau pernahkah melihat sesuatu yang aneh dengan dia?” tanya Presdir Cha curiga. Ji Hoon bertanya balik apa sebenarnya yang ingin dikatakan Presdir Cha.
Menurutmu kenapa dia terus bersama Yi Yeon? Itu terus mengganggu pikiranku.” Kata Presdir Cha
Ji Hoon menduga itu sesuatu yang pribadi, Presdir Cha mengelak dan menyuruh Ji Hoon boleh pergi dari ruanganya. Ji Hoon berjalan pergi dan mendengar Presdi Cha yang menyuruh Sek Ko agar membawa Na Suk Chul karena Ada sesuatu yang ingin didengar tentang Han Gi Tak.

Hong Nan masuk ke dalam kamar kerja, melihat Da Hye mondar mandir dengan wajah gelisah, tanganya ingin memegang pundak adiknya tapi Da Hye kembali mondar mandir memikirkan anaknya.
Pada saat-saat seperti ini, aku bukan dalam posisi untuk menghiburmu.” Gumam Hong Nan Sedih, akhirnya ia sengaja berdiri menghalangi jalan Da Hye yang sedang mondar mandir.
Hei, saat kau merasa tidak aman, cara ini akan sedikit menenangkanmu. Kerutkan bibirmu... lalu buat suara panjang” ucap Hong Nan seperti sedang mengajarinya bersiul tapi mengeluarkan suara gemuruh. Da Hye yang mengikutinya bisa tertawa sebentar. Hong Nan menatap adiknya dengan mata berkaca-kaca yang akhirnya bisa tersenyum. 

Hae Joon berlari ke taman hiburan mencari-cari Han Na disegela tempat bermain, setelah dipastikan tak menemukanya berlari menaiki tangga ke permainan bianglala. Han Na sedang duduk sendirian diruang tunggu. Hae Joon bisa bernafas lega melihat Han Na yang sudah ditemukan, akhirnya ia mendekati anak dari Da Hye. Han Na mengangkat wajahnya dan Hae Joon memberikan senyumannya.
Apa kau marah kepadaku?” tanya Hae Joon, Han Na dengan wajah tertunduk mengatakan tak marah pada Hae Joon.
Apakah kau datang ke sini karena kau merindukan ayahmu?” tanya Hae Joon
Dia berjanji... akan datang ke sini bersamaku.” Cerita Han Na, Hae Joon sempat terdiam lalu memperlihatkan senyumannya kalau pemainan biang lala itu sangat keren sekali dan bertanya apakah Han Na benar-benar ingin naik permainan itu.
 “Ahjussi....  Kalau aku mendekati langit, apa aku akan bisa melihat ayah? Aku benar-benar senang kau tinggal bersama kami. Ibu dan Kakek... mereka berdua sepertinya menyukaimu Tapi ayah tidak ada di sini.” Cerita Han Na menahan tangisnya. Hae Joon terdiam mendengar pengakuan anaknya.
Kalau aku juga menyukaimu, maka aku akan merasa sangat kasihan kepada ayah. Aku lupa tentang dia untuk sementara waktu. Aku lupa merasa sedih untuk dia... jadi itu sebabnya dia tidak mengunjungiku dalam mimpi. Masih ada yang ingin kukatakan kepadanya.” Ucap Han Na tak bisa menahan tangisnya lagi.
Kalau begitu, apa kita harus... menemuinya sekarang?” ajak Hae Joon, Han Nan menatap Hae Joon, dan Hae Joon memberikan senyuman manisnya. 

Bianglala berputar naik keatas, Han Na sudah ada dialam melihat kebawah yang semakin tinggi saja, Hae Joon bertanya apakah Han Na tak takut melihat kebawah. Han Na mengatakan tak takut. Hae Joon melihat tangan Han Na yang memegang erat tanganya untuk mengurangi rasa takutnya.
Akhirnya Han Na tak mau melihat lagi keluar dan duduk dengan wajah menahan ketakutan. Hae Joon mengaku kalau ia sangat takut berada diketinggian, sambil mengelus tangan anaknya. Han Na menatap Hae Joon lalu mengukur tangan Hae Joon yang sangat besar dibanding miliknya tapi Entah kenapa bau badannya mirip seperti ayahnya.
Benarkah? Mungkin kami menggunakan lotion yang sama.” Ucap Hae Joon berdalih
“Ahjussi.... Ayah mengirimmu, kan?” kata Han Na dengan air mata mengalir dipipinya, Hae Joon mengangguk. Han Na merasa Ini tidak mengherankan.

Han Na... Bisakah kau beritahu padaku... apa yang ingin kau katakan kepada ayahmu?” ucap Hae Joon
Aku menyukaimu... tapi tetap saja kau bukan ayahku.”akui Han Na sambil menangis
Hae Joon akhirnya memeluk Han Na yang menangis dengan menahan air matanya, bianglala terus berputar sampai ke tempat paling atas. Han Na terlihat memejamkan matanya setelah menangis. Hae Joon melirik melihat Ma Ya didepanya sedang duduk dengan wajah sedih melihat mereka berdua.
Ma Ya meniupkan sesuatu ke arah wajah Han Na, terlihat Han Na yang tertidur sambil tersenyum. Ketika membuka matanya melihat ayahnya sedang ada didepanya, sambil menjerit dan menangis memeluk ayahnya. Young Soo memeluk anaknya sambil mengusap-ngusap punggungnya.

Ayah!!! Apa kau tahu betapa aku merindukanmu?” jerit Han Na sambil menangis dipelukan ayahnya. Young Soo meminta maaf pada anaknya beberapa kali.
Kenapa kau meninggalkanku? Kenapa kau melakukannya?” jerit Han Na, Young Soo hanya bisa benar-benar meminta maaf sambil menangis.
Keduanya lalu saling menatap, Han Na meminta maaf pada ayahnya sebagai seorang anak. Young Soo rasa anaknya itu tak perlu meminta maaf karena dirinya sanga bahagia menjadi ayahnya dan mengucapkan terimakasih telah menjadi putrinya. Han Na kembali memeluk ayahnya sambil terus menangis, Young Soo ikut menangis dipelukan anaknya, bianglala pun berputar semakin turun. 

Hae Joon menyetir mobil melihat Han Na yang tertidur pulas lalu menarik jaketnya agar tak kedinginan. Matanya terus tertuju pada Han Na lau menatap lurus ke arah jalan.
Flash Back
Young Soo tiba-tiba langsung menghadang Da Hye yang sedang berjalan, lalu bertanya kenapa dirinya, tapi Da Hye langsung menjawab kalau mereka itu tidak bisa saling memiliki.
Apakah aku melakukan sesuatu yang salah?” tanya Young Soo 
Tidak.... Aku hanya tidak menyukaimu lagi.” Ucap Da Hye ketus
Baiklah.... Kalau seperti itu perasaanmu, aku tidak akan berdebat. Tapi... jangan menyuruhku untuk merelakanmu. Jika kau menemukan orang lain, aku akan berdoa agar kau putus. Aku akan baik-baik saja, jadi jangan khawatir dengan aku, dan fokus saja untuk menjadi bahagia.” Tegas Young Soo menahan tangisnya, Da Hye mengerti tanpa mau menatap Young Soo mengucapkan selamat tinggal. Young Soo menahan tangisnya menatap kepergian Da Hye. 

Da Hye duduk dengan wajah gelisah menunggu kedatangan anaknya, Hae Joon pulang bersama dengan Han Na. Da Hye berteriak memanggil anaknya dan memarahi karena sudah membuatnya khawatir. Hae Joon setuju dengan Da Hye kalau Han Na perlu dimarahi karena sudah membuatnya khawatir.
Apa kau akan melakukan itu lagi? Ucap Da Hye sambil memukul anaknya perlahan, Hae Joon menyuruh Da Hye agar mengatakan kalau ia menyesal.” Han Na menangis sambil meminta maaf.
Apa kau akan mengulanginya? Apa kau tahu bagaimana marahnya aku?” ucap Da Hye terus memarahi anaknya
“Sudah Berhenti. Dia sudah mengatakan kalau dia menyesal.” Kata Hae Joon menarik Han Na
Da Hye akhirnya memeluk Han Na sambil mengelus rambutnya, Han Na menangis sambil meminta maaf pada ibunya. Tuan Kim keluar melihat Han Na yang pulang, berkomentar sudah tahu pasti cucunya pergi seperti yang dipikirkanya. Hong Nan bisa sedikit tersenyum karena keponakanya akhirnya pulang kerumah. 

Yi Yeon melihat roti yang berantakan diatas meja, lalu berteriak marah karena sudah mengatakan sebelumnya untuk tidak makan dengan berjalan tapi tersadar kalau tak ada orang dirumah selain dirinya. Akhirnya ia duduk lemas dan melihat ada koas kaki diatas kursi.
Astaga.... Gadis yang keras kepala. Kenapa dia tidak menelepon sama sekali?” keluh Yi Yeon pada Hong Nan lalu melirik pada foto Gi Tak
Mirip siapa sebenarnya adikmu? Apa dia mirip kau?” ucap Yi Yeon seperti mengajak bicara Gi Tak.
Tiba-tiba terdengar suara kalau Hong Nan tak mirip dengan Gi Tak, Yi Yeon melihat Seung Jae sudah datang teringat dengan pesan Hong Nan “Bahkan jika aku tidak ada, Seung Jae akan melindungimu.” Lalu menyuruh Seung Jae agar memberitahu Hong Nan untuk tidak perlu kembali karena tidak akan membawanya kembali. Seung Jae mengerti. Yi Yeon melirik seperti takut Seung Jae berpikiran yang lain tentang dirinya.
Bukan berarti aku mendengar suaranya atau sesuatu seperti itu, jadi jangan biarkan dia datang mendekatiku, mengerti?” ucap Yi Yeon, Seung Jae mengerti 

Da Hye mengusap rambut anaknya bertanya bagaimana bisa Hae Joon menemukanya, Han Na juga tak tahu tiba-tiba Hae Joon datang menemukan. Da Hye bisa mengerti lalu dengan wajah tersenyum bertanya apakah sang anak sangat merindukan ayahnya. Han Na mengangguk.
Apa kau tahu berapa besar ayah mencintaimu? Sejak kau berada di perutku, dia berbicara denganmu dan bernyanyi untukmu. Dia menari untukku untuk membuatku tertawa. Kau biasanya akan menendang-nendang karena senang mendengarnya.” Cerita Da Hye yang membuat Han Na tertawa.
Apakah kau tahu kalau kau sangat mirip dia saat kau tidur? Kalian berdua menaruh lengan kalian” ucap Da Hye sambil mengangkat dua lenganya.
Ibu, Aku melihat ayah. Aku melihat dia di mimpiku ketika aku berada di roda Ferris bersama Ahjussi Lee. Dia mengucapkan terima kasih. Dia mengaku senang karena dia menjadi ayahku.” Cerita Han Na dengan senyuman bahagia, Da Hye terlihat sedikit kaget kalau Ayah Han Na mengatakan itu.
Jadi aku mengatakan kepadanya bahwa aku senang menjadi putrinya. Aku melakukan dengan baik, kan?” ucap Han Na, Da Hye merasa anaknya itu  sangat beruntung karena bisa melihat ayah lalu mengucapk selamat malam pada anaknya. Han Na pun memejamkan matanya.
Aku berharap... Aku juga bisa melihatnya.” Kata Da Hye dengan mata berkaca-kaca

Flash Back
Da Hye terbangun dan sudah ada dirumah sakit, sambil memegang kepalanya berusaha berjalan lalu sempat hampir jatuh dengan bertahan memegang tempat tidur. Perawat yang melihatnya memberitahu Da Hye yang belum boleh bergerak karena anemianya. Da Hye bertanya kenapa ia bisa berada di rumah sakit.
Kau pingsan di jalan. Kemana walimu pergi?” ucap Perawat, Da Hye binggung siapa yang dimaksud walinya.
Ayah dari si bayi.” Kata perawat, Young Soo datang dengan membawakan makanan berteriak kalau ia sudah datang sambil mengangkat tanganya kalau ia adalah ayah dari bayi Da Hye. 



Da Hye berkaca-kaca mengingat Young Soo yang mengakui kalau ia adalah ayah dari bayi yang dikandungnya. Lalu ponselnya berbunyi, seseorang mengirimkan pesan kalau ia sudah ada didepan rumah. Sementara Hae Joon dan Hong Nan berjalan bersama menyusuri jalan rumah Da Hye.
Aku tidak tahu bagaimana mengekspresikan perasaanku. Aku bahkan semakin kesepian setelah menemukan adikku. Kami keluarga, tapi aku tidak tahu apa-apa tentang dia. Tidak ada yang bisa aku lakukan untuk dia. Aku tidak bisa mengatakan kepadanya bahwa aku adalah kakaknya.” Cerita Hong Nan sedih
Aku tahu apa yang kau rasakan. Aku juga merasakan hal yang sama.” Kata Hae Joon
Penampilan ini berhasil untukmu.Menyenangkan sekali jika bisa terus seperti ini?” ungkap Hong Nan
Han Na mengatakan... dia benar-benar menyukaiku, tapi aku bukan ayahnya.”cerita Hae Joon
Sekarang aku mengerti apa yang dia maksud dengan semua akan lebih sulit, jika kita semakin lama di sini.” Kata Hong Nan, Hae Joon mengangguk mengerti 

Da Hye menemui Ji Hoon yang menunggu didekat rumah, Ji Hoon dengan wajah khawatir menanyakan keadaan Han Na, apakah ada yang terluka. Da Hye menjawab tak ada  dan anaknya sudah baik-baik saja, lalu menceritakan keadaan tadi sangat gila, jadi aku berpikir untuk meneleponnya lalu meminta maaf. Ji Hoon ingin berbicara tapi Da Hye lebih dulu menyela.
jangan datang ke sini lagi.” Ucap Da Hye
Apa Han Na... anak perempuanku? Aku sudah menduga itu sejak dulu, tapi kau sudah menikah, jadi aku melupakannya dan tidak memikirkan tentang hal itu lagi. Tapi sekarang, aku harus mendengarnya darimu. Apakah dia benar-benar bukan putriku?” ucap Ji Hoon, Da Hye melotot kaget mendengar ucapan Ji Hoon yang menurutnya tak masuk akal
Aku tahu... bahwa dia dan aku mirip.” Ucap Ji Hoon yakin, Da Hye hanya bisa diam. 

Hong Nan dan Hae Joon melihat Ji Hoon sedang berbicara dengan Da Hye. Hong Nan tak bisa menahan amarahnya ingin mendatangi Ji Hoon, tapi Hae Joon menahanya untu tak mendekati keduanya dan membiarkan mereka bicara berdua.
Aku tahu aku tidak punya hak untuk mengatakan ini. Tapi bukankah seharusnya kau mengatakan yang sebenarnya?” ucap Ji Hoon dengan nada tinggi.
Tuan Jung, kau bersikap kasar.” Kata Da Hye, Ji Hoon berteriak marah kalau seharusnya Da Hye  mengatakan kepadanya.
Tidak.... Dia bukan putrimu. Ayah Han Na adalah... Kim Young Soo. Ayah yang dirindukan Han Na... adalah Kim Young Soo. Semuanya Sudah seperti itu dan tidak akan pernah berubah. Apa itu menjawab pertanyaanmu?” kata Da Hye lalu pamit pergi.
Ji Hoon hanya bisa menatap Da Hye yang pergi meninggalkanya, Hong Nan menatap Hae Joon tapi Hae Joon menatap Da Hye yang berjalan semakin menjauh. Sesampai dirumah, Da Hye langsung lemas dan berjongkok dibelakang pintu. 

Hong Nan dengan nada tinggi menanyakan apa sebenarnya yang dibicarakan tadi, Hae Joon pikir Hong Nan sudah mendengarnya kalau Han Na adalah putrinya. Hong Nan meminta agar Hae Joon mengatakan yang sebenarnya dan yang tidak diketahuinya.
Ayolah, kenapa kau melakukan ini?” ucap Hae Joon dengan tersenyum sumringah.
Apa kau... tahu itu sejak awal... bahwa Han Na adalah anak Ji Hoon?” tanya Hong Nan
Tidak....  Aku tidak tahu itu, tapi Aku tahu setelah aku kembali. Setelah aku tahu tentang hubungan mereka.”akui Hae Joon
Bagaimana bisa kau tidak tahu? Ji Hoon ada tepat di sampingmu. Bagaimana dengan Da Hye? Bukankah dia mengatakan sesuatu... bahkan saat dia ada di dekatmu?” jerit Hong Nan marah
Aku berjanji pada Da Hye ketika aku menikahinya, Han Na adalah putriku. Jadi aku tidak akan bertanya tentang masa lalu dan kami tidak akan membicara tentang hal itu. Kurasa itu... cara terbaik untuk menjaga keluargaku tetap utuh pada saat itu. Tapi itu adalah Ji Hoon, Aku marah. Kurasa aku adalah orang yang berpikiran sempit. Aku salah paham dengan mereka dan berpikir kalau mereka kembali bersama-sama di belakangku.” Cerita Hae Joon

“Dasar Kau orang bodoh. Kenapa kau mengatakan ini sekarang? Apa kau mencoba untuk menyimpannya sendiri...sampai kau masuk surga?” keluh Hong Nan dengan mata berkaca-kaca, Hae Joon dengan wajah tersenyum berpikir kalau seperti itu.
Aku mengalami waktu yang sulit. Bisa jadi lebih buruk untuk Da Hye. Aku adalah satu-satunya yang bisa diajak bicara.” Kata Hae Joon
Itu pasti menyakitkan baginya... untuk melihatmu bergaul dengan dia. Bukankah begitu?” kata Hong Nan,
Hae Joon menceritakan Da Hye yang  tidak bisa mengatakan apapun dan ia hanya memikirkan dirinya sendiri jadi tidak pernah berpikir tentang hal itu dan mengakui kalau dirinya memang bodoh. Ia mengakui sangat menyukai Ji Hoon dan sangat iri padanya, serta tanpa sadar sudah menyakiti Da Hye bahkan setelah ia kembali ke dunia. 


Ji Hoon berjalan pulang dengan tatapan kosong mengingat ucapan Da Hye “Ayah Han Na adalah...Kim Young Soo, semuanya sudah seperti itu dan tidak akan pernah berubah.” Hong Nan tiba-tiba berteriak memanggil Ji Hoon lalu mendekatinya dan langsung memberikan tinjuanya.  
Kau brengsek! Kau tidak pantas disebut manusia.” Teriak Hong Nan kembali memukulnya kembali, Ji Hoon binggung kenapa Hong Nan tiba-tiba langsung memukulnya.
Apa kau tidak tahu alasannya?” ucap Hong Nan ingin kembali memukulnya tapi Ji Hoon sudah menahanya.
Apa karena sarung tangan? Aku tidak mengatakan apapun.” Kata Ji Hoon membela diri
Hong Nan tak mengerti ucapanya, dengan menyindir sudah mengoceh dengan mulut besarnya lalu mengumpat kalau seharusnya pria itu dipukul denganya sekaran dan kembali memukul beberapa kali. Ji Hoon akhirnya terjatuh, Hong Nan ingin memukulnya tapi wajah Ji Hoon sudah babak belur akhirnya Hong Nan melepaskan pukulanya dan membiarkannya 

Da Hye sedang mencuci piring didapur, sementara Hae Joon sedang melihat jejeran foto dan melihat saat Han Na ulang tahun dan foto saat Han Na masih ada dirahim.  
“Bayiku.... kau nyaman di sana? Jika ada sesuatu yang ingin kau makan, beritahu ibumu. Aku menghitung hari untuk bertemu denganmu, aku ayahmu. Hae Joon membaca tulisanya dengan mata berkaca-kaca
Flash Back
Hari natal
Da Hye tak sengaja tersandung batu didepannya, Young Soo tiba-tiba menahan tanganya dan meminta agar Da Hye berhati-hati. Da Hye langsung melepaskan tanganya, lalu bertanya dengan ketus sampai kapan akan terus seperti itu. Young Soo mengatakan akan pergi setelah memberikan sesuatu.
Kau tidak boleh sampai masuk angin. Sekarang cuaca sangat Dingin. Kau harus tetap hangat.” Kata Young Soo sambil memakaikan syal, selain itu juga ia memberikan topi bentuk wol untuk bayi diperut Da Hye yang menurutnya itu lucu. Da Hye hanya diam saja melihatnya.
Ya, ini Natal... Jadi ambillah ini” ucap Young Soo memberikan tas belajanya setelah itu pamit pergi.
Young Soo melangkah pergi sambil berjalan mundur dan hampir saja tersandung, Da Hye tiba-tiba memanggil Young Soo ingin meminta tolong, Young Soo melotot binggung. Da Hye menunjuk toko kue didepanya meminta agar dibelikan kue. Young Soo berkaca-kaca mendengarnya lalu berjalan dengan senyuman sumringah, Da Hye juga ikut tersenyum mendengarnya.

“Baiklah.... aku bisa membelikanmu kue. Itu bukan cincin berlian atau apapun itu.” Ucap Young Soo
Apa kau akan membelikanku cincin berlian... Jika aku memintanya?” kata Da Hye, Young Soo sangat yakin akan membelikanya dan mengajaknya pergi bersama.
“Oh Yah..  Aku sudah memiliki julukan untuk bayinya. Bagaimana dengan Lucky Charm?” kata Young Soo, Da Hye mengatakan kalau itu konyol. Young Soo pun mengucapkan terimakasih sudah menjadikanya sebagai seorang ayah dan mengucapkan selamat natal.
Da Hye menangis mengingat semua kenanagan dengan Young Soo, air di tempat cuci piring dibiarkan begitu saja sampai luber, ucapan selamat natal Young Soo terus bergema ditelinganya. Tangan seseorang menyetuh tangan Da Hye, yang berada di counter. Da Hye melihat ada Young Soo didepanya.
Young Soo menatap Da Hye yang menangis, akhirnya keduanya saling berpelukan sambil menangis. Da Hye semakin menangis dipelukan suaminya, Hae Joon melepasakan pelukanya menatap Da Hye lalu memberikan kecupan dikeningnya. Da Hye membuka matanya, melihat Hae Joon yang berdiri didepanya sambil menangis. Akhirnya ia buru-buru melepaskan tanganya dan pergi dari dapur. 

bersambung ke part 2 

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 

1 komentar:

  1. ya ampun eps ini bikn baper ternyt han na anaknya ji hoon baper krn young soo baek bgt

    BalasHapus