Senin, 18 April 2016

Sinopsis Ms Temper And Nam Jung Gi Episode 10 Part 2

Bong Gi masuk ke sebuah tempat dan terus mengikuti mobil yang bertemu dengan Direktur Jo, sangat yakin tidak akan ketahuan. Tiba-tiba di pintu salah satu apartement mobilnya dihentikan oleh palang pintu. Ji Sang melirik ke belakang, seperti sudah menyadari ada orang yang sengaja mengikutinya.
Chul Gu dan Bong Gi kebingungan karena tak bisa mengikuti mobil Ji Sang, di palang pintu meminta mobil yang masuk agar memberikan passwordnya. Bong Gi kesal tak bisa berbuat apa-apa lagi dan menyuruh agar mundur. Chul Gu melihat kebelakang sudah banyak mobil mengantri dan tak mungkin bisa mundur. Bong Gi akhirnya turun dari mobil dan meminta agar dua mobil dibelakangnya untuk mundur. 

Jung Gi melamun dibalkon rumah sambil mengingat ucapan Hyun Woo yang membuatnya sempat merenung Apa bagusnya bagiku tetap setia pada perusahaan? Aku akan berakhir seperti dirimu sepuluh tahun mendatang. Aku tidak mau berakhir seperti dirimu, dan itu sebabnya... Lalu ia masuk ke dalam rumah, bertanya pada adiknya yang sedang main ponselnya, apakah melihat kakaknya itu menyedihkan. Bong Gi heran kakaknya bertanya hal yang aneh.
“Yang aku maksud diriku, Apa hidupku terlihat menyedihkan?” tanya Jung Gi memperjelas pertanyaanya.
Yah, kau memang bukan pahlawan nasional Tapi, kau bukannya pembuat masalah besar juga  memang benar kalau hidupmu sedikit membosankan. Bagaimana aku harus mengatakannya... seperti hidup yang kaku.” Ucap Bong Gi terus terang
Rasanya memang benar seperti itu, setelah mendengar perkataanmu” kata Jung Gi menyadarinya. Bong Gi mengerutkan dahinya melihat sang kakak yang terlihat berbeda. 

Ia masuk ke dalam kamar anaknya menarik selimut anaknya yang tertidur pulas.
Aku adalah kepala keluarga, dan hanya sebuah pion di kantor. Aku berusaha yang terbaik menjalani hidupku Tapi sepertinya hidupku kaku sekali. Dan aku adalah orang yang tidak ingin dijadikan contoh oleh bawahanku.
Pagi Hari Jung Gi sudah menunggu bus di halte dengan beberapa karyawan lain yang akan pergi ke tempat kerjanya.
Meski aku tidak bisa merubah dunia dengan apa yang telah kulakukan. Aku mematuhi prinsip dan moral Dan berusaha yang terbaik dengan yang bisa dilakukan.
Jung Gi sampai didepan kantor, menatap lebih dulu kantor selama 15 tahun berkerja sambil bergumam Tapi dia bilang bahwa aku hidup tanpa pengakuan dari siapapun.

Di dalam kantor
Manager Jung sedang membagikan koran pada semua karyawan, memberitahu kalau Direktur Jo sekarang sudah terkenal. Jung Gi menanyakan apa yang dibawa Manager Jung. Manager Jung dengan bangga memberitahu kakak iparnya ada di rubik bagian keuangan, yaitu artikel tentang profilenya pada halaman pertama pula.
Jung Gi melihat foto Direktur Jo dengan senyumannya memenuhi hampir setengah kolom. Manager Jung mengartikan dengan artikel itu maka Dunia akhirnya mulai mengakui Jo Dong Gyu, semua karyawan membaca artikel tentang bos mereka. Jung Gi terlihat melonggo kebinggungan.  Sementara Diruanganya, Direktur Jo membaca sendiri artikelnya tertawa bahagia. 

Jung Gi masuk ruangan panik menunjukan artikel Direktur Jung pada Da Jung, yang mengatakan mereka akan meluncurkan produk baru, yang akhirnya nanti dipermalukan kalau kebenaran tentang rencana bisa terungkap. Da Jung bertanya apakah rencana B berjalan baik. Jung Gi membenarkan.
Tapi kita benar-benar tidak punya banyak waktu!” kata Jung Gi panik
Apapun yang terjadi, kita harus memastikan semuanya selesai tepat waktu.Tanpa membuat produk kita menjadi hit, akan sulit merubah keadaan” tegas Da Jung
Ya, aku akan melakukannya, apapun yang terjadi” ucap Jung Gi mencoba untuk tenang.

Ponsel Da Jung berdering, Yoon Ho memberitahu pihak Gold sedang menyiapkan produk baru sekarang. Da Jung bertanya apa bentuk produknya. Yoon Ho memberitahu produknya Pemulas bibir. Da Jung berdiri dengan wajah kaget kalau pihak Gold akan membuat produk pemulas bibir.
Jung Gi yang mendengarnya mengartikan, Kedua mata mereka  langsung tertuju pada Mi Ri yang sedan menelp sebagai pelaku yang membocorkan produk baru mereka pada pihak Gold. Young Mi baru keluar dari pantry melihat dengan jelas arah pandangan Jung Gi dan Da Jung pada Mi Ri. 


Beberapa saat kemudian, Jung Gi melamun di pantry terlihat masih tak percaya ternyata Mi Ri yang berkhianat dengan memberitahu pihak Gold tentang rencana peluncuran produk. Young Mi masuk ke panty, ingin tahu apa sebenarnya yan sedang dibicarakan Jung Gi dengan Da Jung didalam ruangan.
Jung Gi berusaha menutupi kalau mereka berdua hanya membicarakan tentang produk baru. Youn Mi mendekati Jung Gi mengatakan kalau ia orang yang baik, jadi  meminta agar mengatakan sejujurnya, dan berpikir Jung Gi berencana memecat salah seorang di antara mereka dan salah satunya itu dirinya. Jung Gi merasa lelucon tidak lucu sama sekali
Young Mi pikir mungkin Jang Mi Ri. Wajah Jung Gi berubah jadi tegang, Young Mi menyimpulkan yang diucapkan itu memang benar. Jung Gi berusaha menyangkalnya. Young Mi pindah ke sisi sebelah kiri, menceritakan sudah berbicara dengan pabrik dan  baru mengertahui mereka  tidak pernah memesan lapisan atas bibir.
Kenapa kau berbohong padaku? Ada apa sebenarnya? Apa Kau tidak akan mengatakan padaku apa yang sebenarnya terjadi? Apa yang kalian berempat rencanakan tanpa aku?” ucap Young Mi benar-benar penasaran.
Jung Gi akhirnya menutup semua pintu agar tak ada orang yang mendengarnya, ingin menceritakan sejujurnya. 

Didalam mobil
Mi Ri sudah duduk disamping Da Jung bertanya mau pergi kemana mereka sekarang. Da Jung dengan wajah dingin dan nada ketus merasa Mi Ri akan tahu ketika sampai tujuan. Mi Ri pun tak banyak komentar hanya bisa mengangguk mengerti.
Di pantry
Young Mi kaget mengetahui Jang Mi Ri yang membocorkan infomasi produk baru pada Gold, lalu mengartikan dengan rencana sebelumnya kalau Jung Gi juga meragukan dirinya jadi  itu sebabnya melemparkan umpan kepadanya. Jung Gi tak bisa berkata apa-apa. Young Mi tak terima karena merasa dirinya terhina dengan itu.
Maaf, tapi aku harus melakukannya. Tidak bisakah dianggap impas saat Ketua Ok mengirimkan pengasuh untuk anakmu? Kau dulu sangat berterima kasih padanya tentang itu!” ucap Jung Gi berusaha menenangkan Young Mi
“Yah... memang benar , mari kita lakukan itu” ucap Young Mi, Jung Gi pun dengan senyuman bahagia mendengarnya.
Young Mi terlihat kesal karena tak mungkin bisa seperti itu, dengan sikap keduanya merasa dirinya tak dianggap dan akan akan melakukan protes pada Da Jung segera dan juga Jung Gi sambil memukulnya. Jung Gi menahan Young Mi sambil meminta maaf kembali, menjelaskan kalau keadaan mereka saat itu benar-benar terjepit jadi meminta agar rahasia ini disimpan mereka berdua saja.
Young Mi menghela nafas panjang lalu bertanya apa yang akan terjadi pada Mi Ri sekarang. Jung Gi memberitahu Da Jung membawanya dan menyuruh mereka berpura-pura seperti tidak terjadi apa-apa. Young Mi benar-benar tak habis pikir Mi Ri bisa melakukan hal yang hina seperti itu pada mereka. 

Da Jung sengaja meminggirkan mobilnya ditepi jalan yang cukup sepi, dengan lirikan sinisnya bertanya, kenapa Mi Ri melakukannya. Mi Ri terlihat binggung. Da Jung menjelaskan  Dunia kosmetik adalah tempat yang kecil dan Mi Ri pasti benar-benar berpikir mereka tidak akan mengetahuinya.
Aku kira kau tidak akan bisa melakukan apapun meski kau mengetahuinya, Aku yakin akan ketahuan cepat atau lambat Tapi aku tidak perduli, selama aku bisa melepaskan diri dari tempat ini. Bekerja di tempat yang sama dengan Manajer Jung membuatku merasa muak Dan aku juga tidak tahan lagi dengan omongan pegawai lain tentang aku” cerita Mi Ri membuat pembelaan dirinya.
Berhentilah merengek, tidak ada alasan yang bisa membenarkan perbuatanmu” tegas Da Jung
“Kau bilang aku  Merengek? Apa aku kelihatan sedang merengek padamu sekarang ini? Kau tahu, aku ini masih pegawai kontrak yang tidak tahu kapan akan diberhentikan!” ucap Mi Ri

Jadi kau benar-benar berpikir bahwa Gold akan mengambilmu sebagai pegawai tetap? Tidak ada yang mengakui hal yang kau diterima jadi pegawai dari perbuatan yang tidak benar. Apa kau mau memperkerjakan seseorang yang mengkhianati perusahaannya sendiri? Dan meski mereka menerimamu, kau akan diperlakukan seperti sampah!” Tegas Da Jung
Aku tahu  dan menyadari itu! Itu sebabnya aku akhirnya melakukannya, tapi aku segera menyesalinya! Maafkan aku ketua! Aku benar-benar minta maaf!” ucap Mi Ri sambil menangis.
Kau tidak bisa menyelesaikan semuanya dengan uang. Kalau kau tidak menyukai sesuatu, kau seharusnya berjuang untuk merubahnya! Dasar bodoh” kata Da Jung
Mi Ri berpikir dirinya akan dipecat karena sudah melakukan kesalahan yang fatal, Da Jung dengan sinis malah bertanya apakah Mi Ri masih mau bekerja di Lovely, Mi Ri yakin Da Jung tidak akan memaafkannya. Da Jung menegaskan dirinya sudah pasti tidak bisa memaafkannya dan akan membuat Mi Ri tetap berada di sisinya dan menyiksanya. Mi Ri kembali menangis sambil meminta maaf. 


Direktur Jo menjerit kaget di ponselnya tentang produk baru yang akan mereka keluarkan dengan Merek Restart. Salah satu pegawai pabrik memberitahu Presdir Myung mendapatkan pesanan OEM dari Gold untuk produk zat pewarna dan namanya "Restart!"
Aku sangat terkejut sekarang, makanya aku menelponmu untuk memastikan!” jerit si pegawai pabrik yang benar-benar binggung.
Omong kosong macam apa itu? Huh?” teriak Direktur Jo di telpnya. 

Direktur Jo berlari menuruni tangga mencari-cari keberadaan Da Jung,  memberitahu Produk yang diluncurkan Gold namanya juga "Restart!" dengan wajah panik. Hanya ada Hyun Woo dan Jung Gi yang terlihat datar. Direktur Jo heran melihat reaksi pegawainya yang tidak ada yang terkejut.
Aku katakan padamu bahwa Gold memiliki produk yang sama dengan kita!” jerit Direktur Jo panik,  Da Jung akhirnya keluar dari ruanganya.
“Direktur Jo, mari kita bicara sebentar” kata Da Jung dengan wajah serius. 

Di ruanganya
Direktur Jo kaget mengetahui Pihak Gold mencuri rencana mereka. Da Jung  merasa tidak mungkin itu sebuah ketidak sengajaan karena Manager pembelian di Gold memiliki rencana mereka. Direktur Jo mengartikan ada seseorang yang menyerahkan rencananya kepada Pihak Gold dengan sangat marah bertanya siapa orang yang membocorkanya.
Terlalu cepat untuk dikatakan, bisa saja dia sendiri yang mencurinya. Yang terpenting adalah bahwa Direktur Kim juga mengetahui tentang semua ini” kata Da Jung, Direktur Jo tak percaya mendengarnya.
Apa kau yakin tentang ini?” tanya Direktur Jo masih tak yakin
Kalau tidak,  maka tidak mungkin semuanya diproses begitu cepat” ucap Da Jung sangat yakin. Direktur Jo benar-benar tak percaya dengan yang dikatakan lalu keluar dari ruanganya dengan penuh amarah. 

Direktur Kim melihat Direktur Jo yang tiba-tiba datang menemuinya, lalu dengan santai menawarkan sepotong jeli kacang merah. Direktur Jo tak terima dengan Taktik kotor yang dilakukan temanya dan tak terima dengan ungkapan “Gyu Line” tapi bermuka dua.
Meski begitu, kenapa kau membawa-bawa CEO Lee dalam situasi ini”ucap Direktur Kim terlihat panik
Aku menyuruhnya untuk datang, karena dia sedang berinvetasi pada kami sekarang. Jadi dia pasti tahu apa yang kau lakukan! Bisa-bisanya kau melakukan itu? Sungguh taktik yang kotor” ucap Direktur Jo geram
“Bukan aku yang melakukanya, aku benar-benar tidak tahu. Yang kulakukan hanyalah menandatangani dokumen yang diberikan kepadaku” kata Direktur Kim membela diri
Manager Yang masuk ke ruangan, Direktur Kim mengumpat marah sambil bertanya Apakah anak buahnya itu mencuri lipstik dari Lovely. Manager Yang terlihat binggung karena atasanya itu sudah tahu yang sebenarnya. 

Di Lovely
Manager Jung dengan sangat kasar menoyor kepala Hyun Woo merasa yakin si bajingan Hyun Woo yang memberikan rencana mereka kepada Gold. Jung Gi yang melihat menyuruh Manager Jung untuk menghentikanya. Manager Jung malah semakin marah,  karena menurutnya si Bajingan Hyun Woo diserahkan kepada polisi sekarang dan an ditahan atas perbuatannya dengan terus menoyor kepalanya. Mi Ri yang melihatnya terlihat kasihan karena perbuatanya membuat Hyun Woo mendapatkan perlakukan kasar.
Apa kau punya bukti? Aku tanya apa kau punya bukti, bajingan” ucap Hyun Woo berdiri dari tempat duduknya dengan mata melotot.
“Kau mau Bukti? Akulah buktinya, bajingan! Ada darah pengkhianat di dalam darahmu” kata Manager Jung, Da Jung keluar dari ruangan mendengar keributan diluar. Hyun Woo merasa dirinya bisa gila dengan tingkah Manager Jung yang asal menunduh.
Lihatlah ekpresi wajah bajingan ini, kau melihatku seperti akan memukulku” ejek Manager Jung lalu menantang Hyun Woo untuk memukulnya saja.
Berapa banyak yang kau terima dari menjualnya huh? Apakah cukup untuk membayar hutang-hutangmu dan tempat tinggalmu Atau kau mendapatkan apartemen baru?” ejek Manager Jung, Young Mi hanya bisa bertolak pinggang menahan mulutnya agar tak bicara.
Tutup mulutmu!” teriak Hyun Woo tak bisa menahan amarah lagi dengan mencengkram baju Manager Jung. Jung Gi turun tangan meminta Hyun Woo agar bisa tenang. 


Di Gold
Direktur Jo beraksi dengan membuka jasnya lalu memukul Manager Yang karena berani mencuri rencana produk baru Lovely padahal sudah menyuruhnya membuat produk baru bukan mencurinya. Ji Sang yang melihatnya hanya menghembuskan nafasnya. Direktur Jo terlihat kasihan melihat Manager Yang kena pukulan Direktur Jo bertubi-tubi.
Di Lovely
Manager Jung menyuruh Hyun Woo menyuruh memukulnya segera karena setelah itu akan melaporkannya atas kekerasan dan pencurian. Hyun Woo sudah siap dengan kepalan tangan dan akan memukul. Da Jung berteriak agar Hyun Woo tak melakukanya. Jung Gi ikut berteriak menyuruh Hyun Woo untuk tetap tenang dan akhirnya kepalan tanganya mengenai wajah Hyun Woo.

Semua pegawai wanita menjerit kaget, Mi Ri bahkan sampai menutup wajahnya karena tak tahan melihatnya. Manager Jung dan Hyun Woo kaget karena Jung Gi yang terlihat penurut bisa memberikan tinjuan. Jung Gi memegang kepalan tanganya, seperti merasa tak percaya dengan yang dilakukanya.
Hentikan Wakil Park, dan kau juga, Manager Jung! Kalau ada masalah dengan tim kami, itu adalah kesalahanku! Aku akan bertanggung jawab, jadi jangan berani-berani menyentuh bawahanku!” tegas Jung Gi membela semua anak buahnya. Manager Jung benar-benar kaget Jung Gi berani berbicara seperti itu. Mi Ri tak bisa lagi menahan rasa harunya. 


Direktur Kim sudah selesai memukul Manager Yang lalu menyuruh untuk meminta maaf dan berlutut pada Direktur Jo sekarang juga. Manager Yang dengan hidung tersumpal kapas, berlutu meminta maaf pada Direktur Jo dan memohon agar melepaskanya. Direktur Jo terlihat kesal  tak bisa lagi memukul karena keadaan Manager Jung sudah babak belur.
Ini tidak akan terselesaikan hanya dengan memohon seperti ini! Batalkan produk barumu sekarang” ucap Direktur Jo
“Apa? aku tidak bisa melakukan itu, kami sudah meluncurkan produknya. Kami sudah merilisnya, dengan menggunakan nama "Restart!" jadi Aku tidak bisa membatalkannya” kata Direktur Kim
“Jadi Apa yang harus kulakukan kalau begitu?” jerit Direktur Jo sambil berdiri dari tempat duduknya.
Maafkan aku, itu sebabnya aku memukuli orang ini!, Jangan marah yah” ucap Direktur Kim merayu .
Direktur Jo binggung meminta pendapat Ji Sang dengan keadaan ini. Ji Sang berkomentar seperti yang sudah dikatakan sebelumnya, pihak Direktur Jo yang harus menangani masalahnya. Direktur Jo ingin marah, Direktur Kim berjanji Sebagai gantinya,  akan memberikan rencana  produk untuk musim berikutnya kepadanya dan bisa menyelesaikan masalahnya dengan menyakinkan mereka berdua masih Gyu Line, dan bersaudara selamanya, Direktur Jo berteriak tak bisa bicara lagi karena sangat marah. Ji Sang hanya mengaruk-garuk kepalanya melihat dua orang yang bertengkar didepanya. 

Di sebuah bar
Ji Sang dengan sikap santai melihat sekarang ada masalah dengan perilisannya sekarang. Direktur Jo terlihat tak enak hati meminta maaf. Ji Sang sangat malu karena hal seperti itu terjadi setelah mulai berinvestasi, Direktur Jo pun tak bisa mengatakan apapun untuk membela diri.
Kau harus mendisiplinkan pegawaimu dan harus memotong tangkai yang mati”ungkap Ji Sang, Direktur Jo binggung maksudnya.
Pecat siapapun yang benar-benar tidak penting di perusahaan” tegas Ji Sang
“Jadi Maksudmu kau akan melakukan restrukturisasi?” tanya Direktur Jo binggung. Ji Sang membenarkan dengan memecat seseorang yang seharusnya bertanggung jawab

Da Jung duduk diruangan Direktur Jo menegaskan dirinya yang akan bertanggung jawab. Direktur Jo tak bisa terima begitu saja karena Sudah banyak uang yang diinvestasikan dan produknya sudah dibuat lalu Da Jung  akan mengundurkan diri.
Kalau itu yang kau inginkan, itulah yang harus kita lakukan” ucap Da Jung menantang
Apa kau sedang mencoba memulai sesuatu denganku sekarang?” keluh Direktur Jo
Tidak, aku bilang akan bertanggung jawab” tegas Da Jung bukan mengundurkan diri
Terserahlah, batalkan saja perilisan produk baru kita” perintah Direktur Jo
Tidak, kita akan memprosesnya sesuai rencana” ucap Da Jung
Direktur Jo merasa Da Jung sudah gila karena ketika memikirkan seperti mengingat bagaimana dulu orang-orang mengatakan mereka meniru Gold bahkan masih stress apabila mengingatnya, lalu sekarang  mereka akan lakukan dengan merilisnya produk yang sama. Ia menegaskan dirinya sangat menolaknya dan tidak mau lagi mendengar kalau Lovely adalah peniru.
Da Jung mengatakan akan mengurusnya supaya tidak disebut sebagai peniru. Direktur Jo binggung karena konsep yang sama bahkan namanya jadi tak ada yang bisa dilakukanya. Da Jung menegaskan meminta Direktur Jo mempercayainya dan menungunya. Direktur Jo pikir Da Jung melakukan semua itu karena benar-benar ingin mengundurkan diri. Da Jung dengan wajah keyakinan meminta maaf dengan prinsipnya bukan tipe orang yang mundur begitu saja lalu pamit pergi. 

Didepan ruangan
Jung Gi sudah menunggu, melaporkan akan memastikan rencana B terlaksana tepat waktu dan meminta Da Jung tidak perlu bertanggung jawab atas semuanya sendirian. Da Jung dengan sedikit tersenyum sudah tahu lalu menuruni tangga. Jung Gi binggung melihat sikap Da Jung tak terlihat gelisah. 

Hyun Woo pulang kerumah, kaget melihat Mi Ri sudah ada didepan apartementnya lalu bertanya kenapa Mi Ri bisa sampai ke rumahnya.  Mi Ri menatap Hyun Woo dengan air mata yang terus mengalir. Hyun Woo binggung berpikir terjadi sesuatu pada Mi Ri.
Sebenarnya, akulah pelakunya. Aku yang mengirimkan rencana kita kepada Gold.”akui Mi Ri, Hyun Woo melonggo mendengar pengakuan Mi Ri
Aku minta maaf, kau sudah mendapat banyak penghinaan dari Manager Jung karena diriku...Tapi kali ini orang-orang beranggapan itu adalah kau pelakunya karena diriku. Aku benar-benar minta maaf karena terus menyusahkanmu seperti ini!” ucap Mi Ri sambil menangis terisak –isak.
Hyun Woo yang melihat Mi Ri terus menangis hanya berkata kalau itu tak masalah baginya, dan merasa dirinya baik-baik saja. Mi Ri terus saja menangis. Hyun Woo meminta Mi Ri tak menangis lagi. Mi Ri terus meminta maaf merasa tak ada yang bisa melakukan untuk memperbaikinya. 

Da Jung pulang kerumah melihat Woo Joo baru pulang lalu bertanya kenapa pulang terlambat. Woo Joo mengatakan baru kembali dari kursus bahasa inggris di sekolah. Da Jung mengangguk mengerti.
Ketika keluar dari lift, Woo Joo bertanya apakah Da Jung memiliki nasi dirumah. Da Jung mengatakan tak ada. Woo Joo dengan wajah cemberut ingin masuk rumah. Da Jung kembali berkata memiliki roti. Woo Joo langsung tersenyum mendengarnya. 

Da Jung membuatkan sandwich di dapur, sementara Woo Joo duduk diruang tengah menunggu lalu membuka kotak yang diatas meja dan melihat mainan Ini bagus sekali. Da Jung langsung melotot kaget mendengarnya langsung mengambilnya memperingatakan Woo Joo tak boleh menyentuhnya lalu menaruh didalam lemari sepatunya.
Woo Joo hanya bisa terdiam duduk disofa. Da Jung menyuruh Woo Joo menyuruh untuk makan sandwichnya. Woo Joo mengerti turun dari kursi. Da Jung menyuruh untuk mencuci tangan. Woo Joo menurut akan makasn setelah mencuci tangan lalu masuk ke kamar mandi untuk mencuci tangan. 

Tuan Nam memasak sosis dengan telur dan juga sup rumput laut didapur, tak lupa mencoba mencicipi masakanya. Lalu mengeluarkan ponselnya berpikir cucunya itu tersesat karena belum juga pulang dari sekolah. Woo Joo masuk rumah dengan wajah bahagia. Tuan Nam menyambut cucu kesayangan, berpikir pasti sangat lapar baru pulang sekolah.
Woo Joo mengatakan sudah lapar. Tuan Nam binggung bertanya dimana Woo Joo makan malam. Woo Joo mengaku sudah makan dirumah teman dan langsung berlari masuk ke dalam kamar. Tuan Nam bertanya-tanya siapa yang memberikan cucunya makan.
Diruang makan, Da Jung membereskan piring setelah Woo Joo makan dan melihat sisi sandiwch yang masih banyak. Akhirnya ia membungkusnya dalam kotak makan dimasukan ke dalam tas. 

Tangan Jung Gi terlihat belepotan dengan warna lipstik dan berkas yang ada diatas meja. Hyun Woo datang sudah tahu pasti atasanya itu ada dikantor lalu bertanya apakah sudah makan malam. Jung Gi mengatakan baru saja makan mie. Hyun Woo meminta Jung Gi makanan Sushi yang dibawanya. Jung Gi tak enak hati karena seharusnya Hyun Woo membelikan kimbap saja daripada membuat uangnya membeli sushi lalu menarik bangku agar Hyun Woo bisa makan bersama.
Maafkan aku... Sejujurnya, aku sangat menyukaimu dan belajar banyak darimu” ungkap Hyun Woo
“Sejujurnya aku merasa lebih menyesal, Kalau aku melakukan yang lebih baik, kau  pasti tidak akan merasa seperti itu. Aku akan berusaha keras mulai dari sekarang, sebagai seniormu dan juga sebagai orang dewasa” kata Jung Gi

Apa kau tidak marah?” tanya Hyun Woo heran, Jung Gi bertanya mengenai apa.
Kau yang melakukan semua kerja keras sendirian Tapi orang lain yang mengambil keuntungannya. Kau satu-satunya yang bekerja lembur hari ini juga Padahal Direktur Jo sedang menikmati waktu di kamar pribadi” kata Hyun Woo
Tidak masalah apakah orang-orang mengakui usahaku atau tidak Yang terpenting adalah kau mengakui dirimu sendiri. Bukankah kau pikir begitu?”ucap Jung Gi, Hyun Woo setuju.
Jung Gi tersenyum meminta maaf karena tadi memukulnya, Hyun Woo juga ikut tersenyum berpikir tak masalah karena berkat Jung Gi akhirnya bisa sadar kembali, Jung Gi pun mengajak Hyun Woo untuk makan bersama juga.

Young Mi tiba-tiba datang mengejek keduanya seperti sedang membakar minyak tengah malam. Jung Gi binggung melihat Young Mi datang ke kantor karena seharusnya mengurus keluarganya.  Young Mi menceritakan Suaminya pulang cepat tanpa terdugaDan Ji Ho juga sudah tidur,  jadi ia bisa membuat makan malam dan bisa menjadi cemilan tengah malam.
Mi Ri masuk ke dalam kantor tak percaya semua sedang berkumpul, Jung Gi heran melihat Mi Ri datang dimalam hari. Mi Ri mendengar mereka semua akan lembur jadi sengaja membawakan kue. Young Mi memuji sikap Mi Ri yang sangat baik. Mi Ri bertanya apakah ada Sesuatu yang bisa dibantu. Jung Gi mengatakan tentu saja ada banyak yang perlu dibantu. Young Mi menjerit karena Mi Ri membuat mereka kembali berkerja lalu mengajak ke sisi meja lain untuk mengumpulkan semua makanan.
Jung Gi mencoba makanan yang dibawa Young Mi memuji masakan itu enak. Young Mi menyuapi Mi Ri telur gulung dan juga Hyun Woo dengan ukuran besar. Jung Gi menarik tangan Young Mi agar ikut makan juga. Young Mi menjerit karena bisa gemuk kalau makan tengah malam, semuanya terlihat tertawa bahagia.
Kalau kau mengakui dirimu sendiri meski orang lain tidak mengakuinya Akan ada saat dimana orang-orang akan melihatnya juga” gumam Jung Gi melihat semua anak buahnya yang peduli.
Da Jung masuk ke dalam kantor dengan kotak makannya, melihat Jung Gi dkk sedang makan dengan hati bahagia dimalam hari. Akhirnya Da Jung memilih keluar kantor membiarkan Jung Gi dkk menikmati makan malam bersama-sama. 

Dibalkon
Bong Gi membuka kotak makan dan langsung memakan sandwich buatan Da Jung sangat enak, sebelum makan mengucapkan terimakasih pada Da Jung yang memberika makananya. Da Jung melihat hasil foto tampak Direktur Jo yang sedang  berjabat tangan dengan seseorang didepan mobil.
Aku hanya bisa mendapatkan satu foto, tapi aku tahu dimana dia tinggal, Tempat pria itu memiliki keamanan yang ketat sekali” cerita penasaran, Da Jung terus melihat hanya dari belakang.
“Lalu, bagaimana dengan perilisan produk baru? Aku dengar bahwa informasimu telah diserahkan ke Gold”tanya Bong Gi penasaran
Kami sedang mengerjakan rencana B sekarang” jawab Da Jung
Bong Gi yang mendengarnya merasa Menarik sekali dan ingin tahu apa rencananya itu. Da Jung melirik sinis mengatakan “99 jenis yang berbeda” Bong Gi kaget mendengarnya. 

Direktur Jo kaget mengetahui rencana Da Jung “99 jenis yang berbeda”  Direktur Kim dan Manager Yang benar-benar kaget melihat layar monitor komputernya tentang “99 jenis yang berbeda”. Direktur Jo  tak yakin Da Jung ingin membuat 99 warna lipstik yang berbeda.
Ya, ini konsep untuk produk baru kita adalah "warna pribadi." Itu bisa membuat orang untuk menemukan warna yang sesuai dengan warna kulit mereka” jelas Da Jung,
Tapi meski begitu, kau tidak perlu 99 bayangan. Apakah mungkin bisa menjual semua itu setelah membuat begitu banyak jenis yang berbeda? Darimana aku mendapatkan uang untuk membuatnya?” kata Direktur Jo
Kau menyuruh kami membuat 100 warna kalau kami mau” ucap Jung Gi mengingatkan
Direktur Jo seperti tak ingat kalau sudah mengatakanya, Jung Gi mengingatkan sebelumnya dengan wajah sumringah  mengatakan “ kau bilang akan membuat Lipstik 10 warna? Buat 100 kalau kau mau! Aku akan mendapatkan dana yang besar untuk kita!”. Direktur Jo pikir tetap saja mereka tidak perlu 99 warna. Jung Gi menyakinkan untuk tak perlu khawatir karena nanti akan berhasil dengan baik di pasaran. Direktur Jo terlihat masih tak yakin, dengan senyumanya Jung Gi yakin bisa berhasil.
Aku sudah bilang padamu kan? Aku bukan tipe orang yang mudah dijatuhkan” tegas Da Jung, Jung Gi melotot kaget mendengarnya dan terlihat sedikit ketakutan.
Di Gold, Yoon Ho yang melihat Lovely mengeluarkan 99 warna, tersenyum melihat mantan istrinya itu memang  benar-benar tahu caranya berkompetisi


Sek Ji Sung melihat tabnya tak percaya dengan Lovely yang mengeluarkan lipstik 99 warna. Ji Sang menanyakan respon dari pembeli. Sek Ji Sang mengatakan Sekarang itu berada di pencarian paling atas Dan terjual seperti kue bahkan  produk "Restart" yang diluncurkan Gold kemarin tidak mendapat perhatian sama sekali menurutnya Ok Da Jung benar-benar bukan wanita biasa. Ji Sang yang mendengar nama Da Jung memperlihatkan mata dinginnya. 

Direktur Jo berlari keluar dari ruangan menjerit bahagia karena bisa percaya pada Da Jung, Young Mi memberitahu Lipstik 99 warna menjadi hit dan Da Jung bisa menghancurkan Gold. Jung Gi berteriak meminta Direktur Jo untuk mentraktir mereka. Direktur Jo pun dengan bahagia aka mentraktir semua karyawan.
Hyun Woo memutuskan akan membuat reservasi di restoran tulang iga. Direktur Jo menolaknya karena mereka akan makan daging sapi hari ini. Semua melonggo kaget mendengarnya. Direktur Jo memutuskan akan membeli Hanwoo hari ini jadi mengajak semuanya agar pergi ke Majangdong. Semua berteriak gembira.
Direktur Jo melihat ruangan Da Jung kosong dan bertanya kemana perginya Da Jung. Mi Ri memberitahu Da Jung ada sesuatu yang harus diurusnya hari ini jadi pulang lebih dulu. Direktur Jo bertanya pada Jung Gi apakah tak mengetahui sesuatu tentang Da Jung. Jung Gi mengatakan Da Jung tak memberitahukan apapun. Direktur Jo pun mengajak semuanya untuk segara pergi  Majangdong

Disebuah parkiran gedung
Da Jung bertemu dengan seorang detektif meminta maaf sebelumnya  karena pasti sedang sibuk tapi meminta untuk bertemu. Detektif itu merasa tak masalah lalu bertanya kabar Da Jung lebih dulu. Da Jung mengatakan keadaan baik-baik saja.
Aku ingin bertanya padamu, apakah pria itu datang ke Korea?” tanya Da Jung menuju pada seseorang
Aku yakin sudah sekitar dua bulan dia kembali,  Kau tidak kelihatan terkejut. Apa kau sudah mengetahuinya?” tanya Detektif
Dia mengirimkan sesuatu padaku sebagai peringatan” cerita Da Jung mengingat mainan salju yang disimpanya dalam lemari sepatu. 

Ji Sang keluar dari apartementnya dengan sepatu kets dan baju training, seperti ingin berolaraga. Bong Gi sendirian dengan mudah bisa mengambl gambar wajahnya, dengan bangga bisa mendapatkan melihat hasil fotonya. Ketika akan mengangkat kembali wajahnya tak melihat Ji Sang ada didepanya.
Tiba-tiba jendela mobilnya diketuk, Bong Gi benar-benar kaget melihat Ji Sang sudah ada didekat mobilnya. Ji Sang menyuruh Bong Gi untuk menurunkan jendelanya. Bong Gi berpura-pura bertanya ada apa. Ji Sang sengaja membungkuk meminta untuk mengirimkan salam padanya. Bong Gi binggung bertanya siapa yang dimaksudnya. Ji Sang sudah tahu Bong Gi itu datang karena perintah Da Jung, Bong Gi hanya bisa tertawa mendengarnya. 

Disebuah kedai coffee.
Bong Gi memberikan kartu memberitahu Ji Sang itu super karismatik, dan ingin bertemu dengan Da Jung. Da Jung mendelika matanya sambil melihat kartu yang ada ditanganya. Beberapa saat kemudian, Da Jung sudah ada didepan apartement Ji Sang. Sementara Ji Sang dari jendela apartementnya seperti sudah melihat Da Jung datang lalu pergi dari jendelanya.
Woo Joo menekan bel rumah Da Jung dengan berteriak memanggilnya, tapi tak ada yang keluar. Jung Gi baru pulang kerja melihat anaknya yang ada didepan rumah Da Jung, menanyakan kenapa anaknya ada didepan rumah Atasannya. Woo Joo terlihat kaget, mengelengkan kepala dan menyembunyikan sesuatu dipunggungnya. Jung Gi bertanya apa yang disembunyikan anaknya.

Da Jung masuk ke dalam lift dengan mengunakan akses kartu yang diberikan Bong Gi. Di dalam apartementnya, Ji Sang sudah menganti pakaian dengan kemeja dan berdiri didepan cermin.
Jung Gi berjongkok didepan anaknya meminta agar Woo Joo memperlihatkanya. Woo Joo pun akhirnya memperlihatkan gambarnya, Jung Gi terdiam melihat gambar Woo Joo  dua pria yaitu ayah dan pamannya lalu disampingnya ada ayah dan seorang wanita dengan tulisan diatasnya “keren bodoh”. Ia melihat gambar dirinya yang sedang bergandengan tangan dengan Da Jung.

Da Jung berjalan dilorong, terlihat tanpa ada rasa ragu. Ketika di depan pintu sempat beberapa kali menarik nafas. Ketika akan menekan bel, Ji Sang sudah membuka pintu seperti mengetahui Da Jung akan datang. Da Jung menatap pria yang ada didepanya. Jung Gi berdiri melihat gambar Woo Joo seperti sebuah pengharapan, lalu menatap pintu rumah Da Jung. 
bersambung ke episode  11 


FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 



3 komentar:

  1. Ditunggu episode selanjutnyaaaa....

    BalasHapus
  2. Ditunggu episode selanjutnyaaaa....

    BalasHapus
  3. Penasaran..jisang itu siapa sebenarnya?? Ditunggu kelanjutannya😥

    BalasHapus