Minggu, 24 April 2016

Sinopsis Ms Temper and Nam Jung Gi Episode 11 Part 2

Woo Joo sudah tertidur disofa, Jung Gi melirik tak enak hati. Da Jung melihat Woo Joo yang tidur begitu nyenyak sampai tidak tega membangunkannya. Jung Gi meminta maaf karena Seharusnya tidak menggangunya dan akan membawa pulang, sambil berjalan ingin mengendong Woo Joo. Da Jung mengatakan Woo Joo  tidak mengganggu dan tak keberatan membuatkannya sandwich. Jung Gi sempat terdiam mendengar komentar Da Jung. 

Tuan Nam memukul Bong Gi agar turun dari tempat tidur, Jung Gi mengendong anaknya dan membaringkan diatas tempat tidur. Tuan Nam menduga teman yang selalu member Woo Joo  makan adalah Da Jung. Jung Gi pikir seperti itu, Tuan Nam hanya bisa menghela nafas dan keluar dari kamar.
Jung Gi keluar dari kamar menemui ayahnya yang sudah duduk diruang tengah bertanya apakah teman Woo Joo terluka parah. Tuan Nam menceritakan Hidungnya mimisan dan gigi depannya goyang dan ibu korban menuntut untuk membayar perawatan giginya, menurutnya setidaknya mereka harus beri 1 juta agar masalah itu selesia. Jung Gi melonggo mendengarnya.
Dia penakut, sama sepertimu, jadi aku tidak tahu kenapa dia sampai memukul temannya.” Ucap Tuan Nam tak percaya
Benar.... Dia bukan anak yang suka berkelahi. Tapi Jangan khawatir, Ayah. Aku akan menasihatinya.” Kata Jung Gi

“Yah memang begitu seharusnya, tapi jangan kirim dia ke tetangga sebelah lagi. Jujur saja, itu membuatku tidak nyaman. Jika dia adalah seorang wanita yang kau cintai dan bisa membuatmu bahagia, maka aku tidak mengharapkan yang lain. Jika wanita seperti itu ada, Bong Gi dan aku akan membiarkannya dalam sekejap.” Ucap Tuan Nam, Jung Gi binggung ayahnya tiba-tiba membicarakan hal itu.
Aku tak masalah bila kau ingin menikah lagi tapi dia harus jadi ibu yang baik untuk Woo Joo. Jadi jangan wanita yang tinggal di sebelah!” tegas Tuan Nam tak setuju
Jung Gi heran dengan yang bicara ayahnya, menurutnya Tidak pernah ada hubungan semacam itu. Tuan Nam hanya mengingatkan karena mengkhawatirkanya, dan meminta Jung Gi tetap melihat Da Jung sebagai atasanya dan memastikan Woo Joo untuk tak datang lagi ke rumah Da Jung lalu keluar rumah untuk kembali berkerja. Jung Gi menatap kepergiaan ayahnya dengan tatapan kebinggungan. 


Da Jung melihat gambar Woo Joo dimeja kerjanya yang bertuliskan [Paman, Kakek, Aku, Ayah, Idiot Keren] dengan tangan yang bergandengan dengan Jung Gi. Ponselnya bergetar, melihat nama Ji Sang yang terlihat dilayar. Ia pun memberikan tanpa mau mengangkatnya. Ji Sang sengaja menelp didepan jendela kamarnya, ponsel Da Jung kembali bergetar.
Hyun Ah tiba-tiba mengomel merasa sedang memanfaatkan mereka dan sangat kecewa. Da Jung tak mengerti dengan ucapan Hyun Ah. Hyun Ah mendengar bahwa kesepakatan dengan Samhwa sudah hampir final, bahkan pihak Samhwa udah menawarkan sesuatu pada Young Mi dan sudah  mendapat jawaban. Da Jung terlihat sinis mengetahui Samhwa menawarkan sesuatu

Sebuah petir besar menyambar dan terlihat dari puncak Namsan Tower, Young Mi terbangun dari tidur terlihat sangat kaget, pelahan ia mengambil ponselnya menelp Mi Ri mengaku sudah tak kuat lagi dan mengajak mereka untuk mengaku saja.
Mi Ri yang ada dirumahnya merasa mereka akan mati ditangan Da Jung apabila melakukanya. Young Mi merasa bahkan buruk karena semua ini pertama kalinya bagi mereka, dengan menerima suap yang bukan haknya itu merasa tidurnya tak menyenyak.
Hyun Woo yang menerima telp dari Young Mi, kebinggungan memikirkan caranya mereka nanti mengakuinya sekarang. Young Mi pikir mereka harus melakuannya karena sebelumnya Jung Gi mengatakan akan mengembalikan semuanya. Semua menghela nafas setelah menutup telpnya menurutnya keadaan seperti ini membuatnya  gila. 

Jung Gi menatap kartu pemberiaan MD Seo ditanganya, Woo Joo keluar kamar memanggil ayahnya. Jung Gi melihat anaknya sudah bangun menawarkan makan apabila merasa lapar. Woo Joo memberitahu sudah makan di rumah Da Jung sebelumnya,
“Lalu Kenapa kau memukul temanmu?” tanya Jung Gi, Woo Joo menjawab karena ia sangat marah.
Tak peduli betapa marahnya dirimu, kau tidak seharusnya memukul temanmu. Apa aku mengajarimu seperti itu?” ucap Jung Gi menasehati
Ji Hoon yang menggangguku duluan, katanya aku tidak punya ibu!” teriak Woo Joo membela diri,
Tetap saja. Memukulnya itu salah, Ayo minta maaf.” Pinta Jung Gi, Woo Joo menolak sebelum Ji Hoon yang meminta maaf lebih dulu. Jung Gi nampak mulai kesal.
Ahjumma tetangga bilang tak perlu mengalah, apapun yang terjadi! Aku tidak boleh hidup sebagai pengalah! Aku tak akan hidup sebagai penakut sepertimu, Ayah!” teriak Woo Joo lalu kembali masuk ke kamarnya. 

Young Mi menelp Manager Mall berusaha bicara kalau itu bukan keinginannya tapi Manager Mall itu yang mengirimkan ke rumahnya atas kemauannya sendiri. Jung Gi baru datang melihat anak buahnya yang mengekor Young Mi sedang menelp.
“Akusudah berusaha yang terbaik untuk meyakinkan Ketua Ok, tapi bagaimana lagi kalau dia bilang tidak? Kau bilang tidak apa bagiku untuk menerimanya tanpa beban! Makanya Aku bilang akan mengembalikannya!” ucap Young Mi, Da Jung datang mendengar pembicaran Anak buahnya.
Wakil Han Young Mi....Tutup teleponnya dan temui aku... Sekarang.” Tegas Da Jung lalu masuk ke dalam ruangan.
Young Mi merasa itu perasaan tadi malam yang sangat tidak enak, Hyun Woo merasa mereka akan mati sekarang juga. 

Da Jung menatap dingin,  bertanya apakah Young Mi menerima sesuatu yang Samhwa tawarkan, Young Mi nampak binggung ingin sebenarnya menolaknya. Da Jung kembali bertanya apakah YoungMi menerimanya atau tidak. Young Mi menceritkan saat pulang kerumah semuanya sudah ada dirumah. Da Jung kembali bertanya jadi Young Mi itu menerimanya atau tidak.
Keluargaku sudah memakannya. Aku tidak bisa menyuruh mereka memuntahkannya dan mengirimkannya kembali. Aku benar-benar minta maaf.” Ucap Young Mi mengakuinya.
Siapa lagi yang menerima suap?” tanya Da Jung, Young Mi terdiam, Da Jung kembali bertanya dengan nada tinggi siapa lagi yang  menerima suap, Jung Gi tiba-tiba masuk ke dalam ruangan.
Ada yang ingin saya beritahu, Ketua” ucap Jung Gi, Young Mi menyuruh Jung Gi pergi saja karena tidak ada hubungannya dengannya.
tapi semua ini ada hubungannya. Aku menerima sesuatu dari MD Seo.” Akui Jung Gi, Da Jung kaget mendengar Jung Gi yang ikut menerima suap.
Lalu Aku yakin kau langsung mengembalikan padanya, kan?” kata Da Jung,
Maaf... Aku tidak bias Kami semua ceroboh dan tidak bisa menolak suap dan ingin mengembalikannya, tapi tidak bisa karena keadaan kami.” Jelas Jung Gi. Hyun Woo dan Mi Ri tertunduk diluar ruangan.

Da Jung tak menerima alasan seperti itu, Jung Gi berjanji akan membayarnya kembali setelah menerima gaji. Da Jung bertanya apa yang akan dilakukan semuanya tentang kehilangan waktu yang tepat karena mereka semua menerima suap. Jung Gi hanya tertunduk meminta maaf. Da Jung kembali bertanya apa yang akan mereka lakukan ketika kemalangan yang menimpa perusahaan. Keduanya kembali tertunduk meminta maaf.
“Selain itu  juga tentang kepercayaanku yang telah hancur pada kalian?” teriak Da Jung berdiri dari tempat duduknya. Young Mi dan Jung Gi kaget ternyata Da Jung sangat mempercayai mereka.
Tidakkah kalian tahu kalau menerima suap akan membuat kalian sama saja seperti mereka? Apa kalian pikir beberapa orang terlahir dengan sifat angkuh? Tidak... Mereka semua memulai semuanya seperti kalian. "Apa ini benar? Ah hanya ini kok, jadi tidak apa-apa." Sekali jadi dua kali, dan uang yang kalian dapatkan jadi jutaan Lalu kalian jadi serakah dan makin serakah. Lalu kalian jadi tidak tahu malu, dan mulai mengharapkan suap. Aku benar-benar kecewa pada kalian semua.” Ucap Da Jung .
Tidak ada ampunan atas apa yang kita perbuat. Gumam Jung Gi 


Flash Back
Ibu Ji Hoon melirik sinis pada Jung Gi yang datang kerumahnya, Jung Gi memberikan sebuah amplop mengatakan tak banyak sambil meminta maaf dan menanyakan keadaan Ji Hoo sekarang. Ibu Ji Hoon menerima amplop, dengan wajah marah merasa anaknya sudah pasti tak akan baik-baik saja, menyuruh Jung Gi untuk mengajari anaknya dengan benar. Jung Gi membungkuk meminta maaf saat ibu Ji Hoon menutup pintu.
Bahkan untuk situasi darurat, aku tak seharusnya menggunakan uang itu.

Direktur Jo kaget karena Ji Sang ingin dirinya melakukan  restrukturisasi. Ji Sang berkata Berdasarkan analisanya, sudah tidak bisa dihindari lagi. Yaitu mereka bisa mengubah pegawai tetap yang tidak diperlukan menjadi pekerja sementara dan produksi barang bisa diselesaikan oleh perusahaan OEM dengan begitu mereka bisa menghemat pengeluaran, dan juga menyingkirkan setiap beban mati. Direktur Jo binggung apa maksud “beban mati”
Ingat apa yang terjadi ketika kau meluncurkan produk baru terakhir kali? Dan sekarang, kita bahkan memiliki pegawai tak bermoral yang menerima suap. Aku sangat menyukai Lovely, tapi pengelolaan stafmu sangatlah buruk.” Ucap Ji Sang lalu memperlihatkan foto Hyun Woo dan Ji Sang saat menerima kartu dari MD Seo.
“Aku yakin ini hanyalah kesalahpahaman dan sangat mengenal mereka dengan baik, Mereka bukan tipe yang seperti itu Dan juga tak akan berani melakukan itu.” Jelas Direktur Jo
Tidak, menerima suap tak masalah Tapi seharusnya tidak perlu ketahuan.” Kata Ji Sang
Direktur Jo berjanji pasti akan mengurus hal itu dan ingin membahas tentang restrukturisasi. Ji Sang menasehati Direktur Jo apabila terus menangguhkannya seperti itu dan efisiensi manajemen bisnisnya tidak meningkat Maka ia akan menangguhkan juga investasi 2 miliar won yang selanjutnya. Direktur Jo terlihat kebinggungan lalu mengumpat dua anak buahnya yang bodoh. 

Mi Ri sedang mengelap meja dengan wajah sedih, Hyun Woo hanya diam sambil menatap lembaran berkasnya. Jung Gi dan Young Mi juga diam di dekat mejanya. Dua pria terlihat saling beradu untuk lebih dulu masuk lovely dan seorang wanita. Jung Gi dkk kaget melihat MD Seo, Manager Mall dan Hyun Ah datang ke kantor bersamaan. Da Jung melihat ketiganya sudah datang dan langsung mengajaknya untuk masuk ke ruang rapat. Semua binggung melihat ketiganya yang diajak masuk ke ruang rapat.
Da Jung memberikan sebuah amlop diatas meja pada MD Seo dan Manager Mall, memberitahu Mulai sekarang, perusahaan Lovely tidak akan bekerja dengan orang-orang yang menawarkan suap. Keduanya langsung mengambil amplop dengan wajah tertunduk malu. Hyun Ah tersenyum mengartikan Da Jung akan tanda tangan kontrak eksklusif dengan JJ Home shopping.
“ Apa Kau sudah lupa tentang "back margin" yang kau tawarkan?” ucap Da Jung, dua pria langsung tertawa mengejek.
Jujur saja, kami ingin bekerja dengan kalian bertiga.” Kata Da Jung, Hyun Ah menyela karena sudah memberitahu sebelumnya tak mau, begitu juga dua pria lainnya.
Jadi apa yang harus kami lakukan? Haruskah kami tidak bekerja dengan kalian Atau mencari perusahaan lain?” ucap Da Jung memberikan tawaran MD Seo pikir tak perlu karena Da Jung harus pilih satu tempat, supaya adil.
Kau pikir itu mungkin? Lagipula, kalian semua menawarkan suap dan ingin eksklusivitas. Daripada bersaing sia-sia, mari kita temukan solusi win-win bagi kita semua.” Ucap Da Jung dan langsung memanggil Jung Gi untuk masuk.
Jung Gi terlihat gugup masuk ke dalam ruang rapat,  Da Jung meminta Jung Gi menjelaskan kelebihan  kalau mereka melakukan perilisan dengan ketiganya. Jung Gi terlihat sedikit binggung, lalu mulai menjelaskan jika mereka ingin meluncurkan bersama maka mereka bisa promosikan produknya lebih baik lalu sebagai gantinya, mereka akan membantu saluran home shopping memenuhi kuota penjualan dan menawarkan diskon untuk e-commerce.
Bukankah itu terlalu merugikan untuk toko bebas pajak?” protes Manager Mall
Sebagai gantinya, kami akan memberi bonus dalam pembelian, dan mengadakan makeup event.” Jelas Jung Gi
Jika tidak puas dengan itu, tidak apa kalau kau mau keluar. Kita masih punya banyak tempat yang bisa dihubungi.” Ucap Da Jung memberi tawaran
Ketiganya terlihat langsung berpikir tentang tawaran Da Jung, didepan pintu semua melonggo tak percaya. Young Mi benar-benar tak percaya dengan sudah diduga oleh Da Jung sebelumnya dan metode sangat jelas dan bersih. Mi Ri mengangguk setuju.


Produksi Lipstik di pabrik terlihat ditingkatnya, Hyun Ah mulai menjual pada JJ Shopping 99 warna lipstik dari Lovely lalu memberitahu Sudah sold out kurang dari 20 menit siaran. Jung Gi dkk yang menonton dari kantor menjerit bahagia karena barang mereka bisa laku keras.
Young Mi dan Jung Gi terdiam sejenak melihat Da Jung dikantornya hanya diam saja tanpa suka cita dan bergembira dengan mereka, padahal yang membuat semuanya kembali baik adalah Da Jung. 

Direktur Kim sedang memberikan tanda tangan pada berkasnya, lalu membahas project Lovely berjalan lancer dengan melakukannya di saluran home shopping dan bahkan situs e-commerce Dan produk nya ada di toko bebas pajak, dengan nada menyindir Yoon Ho pasti senang mendengarnya.
Bagaimana bisa aku senang dengan kabar perusahaan lawan berjalan baik?” ucap Yoon Ho
Kau kan yang memberitahu Ok Da Jung bahwa kita mencuri Restart?” ucap Direktur Kim
“Aku tidak mengerti apa yang sedang kau bicarakan.” Balas Yoon Ho berpura-pura
Kau bisa saja sukses, tapi kau malah menghancurkan hidupmu berkat Ok Da Jung. Sadarilah itu, brengsek.” Kata Direktur Kim sinis
Kita tunggu dan lihat saja apa yang akan terjadi.” Ucap Yoon Ho sebagai tanda peringatan. Direktur Kim setuju mereka akan menunggu dan melihatnya lalu menyuruh Yoon Ho segera pergi. 

Direktur Jo memakan coklat sambil mengingat kembali peringatan Ji Sang Jika kau terus menangguhkan restrukturisas dan efisiensi manajemen bisnis  kau tidak membaik, Akujuga akan menangguhkan investasi 2 milyar won yang selanjutnya.
Manager Jung yang duduk disofa mengeluh Direktu Jo yang membuang-buang waktu untuk berpikir karena Jika investasi ketiganya terlambat maka merekalah yang paling menderita dan memanggilnya berteriak memanggil Direktur Jo, tapi Direktur Jo masih melamun akhirnya Ia berteriak memanggilnya kakap ipar.
Diantara semua orang, kenapa harus Nam Jung Gi yang ketahuan? Bagaimana bisa aku memecat dia? Tidak bisa. Aku tidak bisa.” Ucap Direktur Jo
Pecat saja yang lain! Kau harus memecat seseorang supaya kau bisa bilang padanya kalau kau sedang melakukan restrukturisasi!” perintah Manager Jung dengan nada tinggi
Hey. Bagaimana jika Kepala Ok benar dan kita dijebak?” balas Direktur Jo ketakutan
Astaga, kau membuatku kesal saja. Sekarang bukan waktunya untuk itu! Jika tidak bisa, mau aku saja yang melakukannya?” kata Manager Jung merasa semuanya membuatnya frustasi saja.

Jung Gi memberikan amplop sebagai ganti dari uang yang telah dipergunakan untuk mereka semua dan meminta maaf karena berkat Da Jun mereka bisa mengatasi hal ini, setra berjanji tidak akan pernah membuat Da Jung  kecewa lagi.
Aku akan mempercayai ucapanmu..” ucap Da Jung yang membuat Jung Gi tersenyum
“... itu yang ingin aku katakan,tapi sejujurnya... Aku tidak tahu berapa banyak waktu dan usaha yang kalian butuhkan untuk membangun kembali kepercayaan dariku.” Ucap Da Jung, tiga anak buah Da Jung melihat dari luar ruangan, Jung Gi bisa mengerti perasaan Da Jung sekarang.
Oh iya. Bagaimana jalannya voting untuk model pemotretan?” tanya Da Jung

Jung Gi memanggil Mi Ri untuk membawakan foto, Mi Ri membawakan dua buah foto dada pria dan memberitahu Orang-orang kebanyakan memilih orang nomor dua dengan melihat banyak stiker bulat di tempelkan, bahkan Young Mi dan Mi Ri memilih nomor dua.  Da Jung setuju mereka akan mengunakan model dengan dada dada nomor dua. Mi Ri mengerti dan tersenyum bahagia menatap Jung Gi. 


Deretan lipstik disusun rapi diatas meja, seorang fotographer mengambil gambar dengan suara mengerang setelah mengambil foto dari berbagai angel, Jung Gi sampai kebinggungan melihat cara fotographer yang aneh. Fotographer merasa sebuah maha karya yang sedang dibuatnya, lalu meminta pendapat Da Jung dengan foto produk yang diambilnya.
Da Jung menyukainya, lau bertanya dengan model yang akan digunakan untuk produk lipstik mereka. Fotographer menanyakan pada Sekertarisnya keberadaan modelnya sekarang. Sekertarisnya memanggil model untuk masuk ke dalam ruang pemotretan.
Bong Gi masuk ruangan dengan gaya memutar lalu memberikan gaya tembakan layaknya model. Semua melonggo melihat kedatangan Bong Gi ternyata sebagai model, Jung Gi tak kalah kaget melihat adiknya yang menjadi model. 

Bong Gi menyapa semuanya, Jung Gi mengumpat adiknya menjadi model lovely. Fotographer memberitahu Bong Gi memiliki fisik bagus, kulitnya tidak mengendur, dan memiliki kulit yang bagus, menurutnya semua itu  sungguh perwujudan dari gambaran yang mereka cari, Da Jung berkomentar menyukainya. Jung Gi melotot kaget mendengarnya.
Fotographer memberitahu yang paling penting adalah area dada cukup berkarisma dengan menepuk dada Bong Gi dan memintaa agar melakukan gaya sexy. Bong Gi mengerti dan langsung membuka kemejanya, semua wanita menjerit bahagia melihat badan Bong Gi yang sangat sexy, Da Jung bahkan sampai melotot terpesona melihat badan Bong Gi yang bagus. 
Jung Gi terlihat sangat kesal melihat tingkah adiknya. Fotographer pun menanyakan pendapat Da Jung sekarang, Da Jung menyukainya dan akan memutuskan untuk memakainya. Fotographer memberitahu Bong Gi akan melakukannya dengan singkat dan keren. Bong Gi mengerti.
“Aku butuh seseorang untuk meninggalkan bekas lipstik di dada kirinya.” Ucap Fotographer, Young Mi dan Mi Ri langsung mengangkat tanganya, kru lain juga ikut mengangkat tanganya.
Fotographer memperingatakan anak buahnya untuk menurunkan tanganya, Jung Gi meminta Young Mi mempertahankan batasannya. Young Mi bertanya apakah ia tak boleh hanya bermimpi saja menyuruh Jung Gi melepaskan tanganya. Jung Gi pun melepaskan tak bisa menurunkan tangan Young Mi. Mi Ri dengan mata terbuka lembar mengatakan akan melakukanya jadi meminta fotographer untuk menyerahakn semua tugasnya. Fotographer menyukai bibir Mi Ri dan menyuruhnya untuk memoleskan lipstik tanpa belepotan dan tempatkan tanda yang bagus.
Mi Ri mengucapkan terimakasih karena sudah dipilih, Young Mi tetap saja mengangkat tanganya seperti masih berharap. Hyun Woo terlihat sedih. Mi Ri mulai memilih salah satu lipstik dan langsung memoles dibibirnya. Bong Gi yang melihat Mi Ri didepanya tak percaya Mi Ri yang  jadi sukarelawannya membuatnya gugup saja. Mi Ri meminta untuk memisahkan urusan kesenangan dengan bisnis, dan semua ini hanya pekerjaan.
Bong Gi tersenyum bahagia sambil mengangguk setuju, Mi Ri memberikan cap bibirnya pada dada kiri Bong Gi, semua terlihat menahan nafas sejenak. Bong Gi dan Mi Ri saling mengedipkan mata. Fotographer menanyakan pendapat Da Jung kembali, Da Jung mengajak mereka untuk memulainya.

Fotographer meminta untuk lighting, Bong Gi langsung memberikan wajah sexynya didepan kamera. Dengan gaya seperti model mengangkat tangan dan menyilangkan kakinya memperlihatkan tubuhnya dengan cap bibir dibagian dada. Fotographer terlihat menjerit bahagia melihat pose yang diberikan Bong Gi.
Young Mi dan Mi Ri terlihat sangat bahagia selama pemotretan. Hyun Woo melirik sinis, Jung Gi juga tak mau melihatnya seperti malu. Hyun Woo akhirnya memilih keluar dari studio pemotretan. Dua wanita Lovely menjerit bahagia melihat tubuh Bong Gi yang benar-benar sexy menjadi impiaan wanita

Seorang kru memberikan segelas air pada Bong Gi yang baru menyelesaikan sesi pemotretan. Jung Gi melihat adiknya langsung menghampirinya sambil mencengkram bajunya bertanya apa sebenarnya yang sedang dilakukan adiknya itu. Bong Gi binggung dengan pertanyaan kakaknya, karena sebelumnya sudah memberitahu yaitu kerja paruh waktu sebagai model.
Jung Gi heran kenapa harus produk Lovely menduga adiknya itu meminta secara pribadi pada Da Jung. Bong Gi memanggil kakaknya dengan jabatanya “Wakil Kepala Nam Jung Gi” dengan nada kesal merasa dianggap seperti orang rendahan karena dirinya bukan orang yang akan membuat permintaan macam itu pada Da Jung. 

Flash Back
Bong Gi menemui Da Jung memohon sesuatu,  Da Jung dengan sinis bertanya apa yang bis dibantunya. Bong Gi menceritakan ikut audisi untuk jadi model promo 99 lipstik dan berhasil masuk ke final.Tapi, salah satu finalis memiliki koneksi makanya bisa masuk final dan Manager Jung yang melakukanya.
Da Jung bertanya balik apa yang dinginkanya, Bong Gi mengatakan ingin berhasil menggunakan kemampuan tapi Manager Jung dan finalis lain  menggunakan taktik kotor. Da Jung berkomentar Bong Gi juga harus pakai taktik kotor. Bong Gi menyangkal karena hanya  ingin agar penilaiannya adil.
Aku tahu kau yang akan membuat keputusan akhirnya. Tidak bisakah aku meminta penilaian adilmu?” ucap Bong Gi
Pemotretan akan difokuskan ke bagian dada. Apa Kau percaya diri?” kata Da Jung
Bong Gi mengangkat bajunya untuk memperlihatkan bagian dadanya, Da Jung langsung memutuskan “Penilaian adil” dan dengan memalikan wajahnya tak ingin melihat bagian dadanya. Bong Gi hanya meminta Da Jun melihat dari luar dengan mengoyangkan dadanya. Da Jung terlihat mulai terpana. 

Jung Gi terlihat masih tak percaya adiknya  tidak meminta bantuan. Bong Gi menyakikan karena mereka semua melakukan pemilihan dengan melakukan Voting bahkan kakaknya itu pasti lebih tahu dengan hal itu. Jung Gi juga tak tahu karena tidak ada wajah di foto modelnya!
“Noonim bukan tipe orang yang bermain kotor.” Ucap Bong Gi, Jung Gi memperingatkan Bong Gi untuk memanggil “ketua Ok” dan berhenti memanggilnya “Noonim”. Hyun Woo mengintip dari belakang dinding mendengar pembicaraan Bong Gi dan Jung Gi.
Aku pikir kau sedang mendekati Jang Mi Ri lalu memberitahunya kau kenal dengan orang di Lovely...” tuduh Jung Gi
Hey! Hyungnim! Bagaimana bisa kau mengatakannya seperti itu? Kenapa tidak langsung bilang "kencan" saja?” kata Bong Gi
Tidak boleh. Jika kau bermain-main dengannya, aku akan membunuhmu.” Ancam Jung Gi
Bong Gi merasa kakaknya itu terlalu berlebihan, tak percaya bisa memperlakukan adik satu-satunya. Jung Gi pikir karena Bong Gi adalah adik satu-satunya jadi harus  repot-repot memarahinya. Bong Gi bisa mengerti lalu seeorang memanggilnya, Bong Gi berteriak akan segera datang dan pamit pada kakanya akan bertemu di rumah. Hyun Woo buru-buru bersembunyi, Jung Gi sempat mengeluh adiknya yang terlihat semberono lalu ikut keluar dari studio. Hyun Woo tak percaya Bong Gi yang memanggil Jung Gi dengan panggilan “Hyung” 

Direktur Jo melihat seluruh anak buahnya dari ruanganya, terdengar Jung Gi yang sedang berbicara di telp membahas Respon dari HSN serta e-commerce keduanya bagus, dan mulai dapat pesanan dari China, selain itu mereka juga masih harus lihat toko bebas pajaknya bulan depan. Hyun Woo terlihat sedang mengopy berkas.
Ruang rapat
Manager Jung mengumumkan akan mulai proses restrukturisasinya. Semuanya melotot kaget termasuk Da Jung, Jung Gi menyakinkan kembali kalau tadi yang dikatakan “Restrukturisasi” Manager Jung membenarkan kalau mereka akan menyelesaikannya. akhir bulan ini.
Bagaimanapun, bagi pegawai yang sadar akan gravitasi dari situasi ini dan mengundurkan diri atas kemauan mereka sendiri sebagai usaha untuk membantu perusahaan, maka kami akan menawarkan gaji tahunan sekaligus.” Ucap Manager Jung kembali duduk, Da Jung melirik sinis pada Direktur Jo. Jung Gi binggung dengan Situasi darurat bertanya sejak kapan.

“Aku pikir lipstik 99 warna milik kita sudah jadi hit, Produk pigmentasi kita juga bagus. Lalu Tap Tap sebelumnya juga terjual dengan baik, seharusnya Anda menawarkan bonus pada kami! Tapi, kau malah mau melakukan restrukturasi? Apakah ini masuk akal?” protes Young Mi
Siapa yang peduli produk kita terjual baik? Kita masih memiliki hutang karena kegagalan sebelumnya. Juga biaya pengembangan, Biaya bahan dan biaya produksi. Keadaan Ini juga sudah kehabisan akal dan ini adalah keputusan paling menyakitkan hati yang pernah aku buat jadi kalian cukup mengerti saja.” Ucap Direktur Jo tanpa mau melihat anak buahnya lalu berdiri akan keluar ruangan.
Tolong perlihatkan rincian kontrak investasi yang Anda buat. Pemecatan tanpa alasan yang benar adalah tindak ilegal.” Tegas Da Jung
Seseorang harus bertanggung jawab atas bocornya produk kita, kan? Lagipula bukan kau kan yang membocorkannya jadi bukankah seseorang yang benar-benar melakukannya harus bertanggung jawab?Apakah ini masih sesuatu yang ilegal sekarang? Kau tidak menemukan mereka atau kau menyembunyikan mereka dariku?” sindir Direktur Jo, Mi Ri tertunduk ketakutan

Apa masalahnya sekarang? Kita bahkan melakukan penjualan lebih baik karena 99 lipstik!” teriak Jung Gi membela diri
Terlebih lagi, aku dengar kalian semua menerima suap. Semua orang membusuk dari atas sampai bawa, termasuk Kepala Marketing! Restrukturisasi akan terjadi. Kalian cukup tahu saja!” tegas Direktur Jo keluar ruangan, Manager Jung terlihat bahagia memperingatkan mereka semua.
Da Jung menghela nafas dengan tatapan sinis, Young Mi merasa  Harus ada batasan bagi seseorang untuk menusuk seseorang lain dari belakang dan tak percaya Direktur Jo merubah sikapnya dalam waktu semalam. Hyun Woo merasa semua terlihat berlebihan. Mi Ri benar-benar binggung dengan nasibnya, Jung Gi terlihat tak bisa berbuat apa-apa. Da Jung terlihat sangat marah keluar dari ruangan. Semua terlihat sangat gelisah seperti berada diruang operasi dan menunggu tanda kematian.

Da Jung kembali ke ruangan menelp Ji Sang, sementara Ji Sang berjalan didalam rumahnya membiarkan telp Da Jung tanpa mengangkatnya, sambil melipat tangan didada duduk di sofa sambil memandang ke luar jendela. Da Jung terlihat sangat murka memilih keluar dari ruangan.
Jung Gi mengejar Direktur Jo sampai masuk ruangan, protes dengan yang dilakukanya padahal mereka semua membuat Tap Tap bersama-sama dan juga melalui banyak hal dalam melakukannya bahkan Direktur Jo juga tahu mereka sudah bekerja siang malam supaya produknya terjual!
Kita baru saja membangun sebuah tempat bagi kita di industri ini dan kau sudah mau memecat kami?” jerit Jung Gi tak terima
Kapan aku bilang kalau akan memecat kalian semua? Aku bilang aku akan memecat pegawai yang tidak benar-benar bekerja!” teriak Direktur Jo
“Lalu siapa itu? Siapa yang ingin Anda pecat?” ucap Jung Gi dengan nada tinggi
Karena itu, kalau ada yang mau keluar dengan kemauan sendiri, itu akan bagus bagi kita semua! Apa kau pikir ini keputusan yang aku buat dengan mudah?” ucap Direktur Jo meminta pengertian. Jung Gi ingin tahu alasan Direktur Jo  membuat keputusan seperti ini.
“Kau bilang kita harus bermimpi untuk menjadi Gold selanjutnya meskipun kita semua hancur! Lalu kenapa kau tiba-tiba menggantungkan semuanya pada uang?” teriak Jung Gi 
Direktur Jo mengakui memang uang yang menjadi alasanya dan sudah waktunya sekarang, mereka harus mengambil kesempatan ini, saat banyak uang mengalir masuk dan lolos dari hidup yang terantai di tempat membosankan ini lalu membuat perusahaan Lovely  besar dan hebat, Jung Gi tak percaya Direktur Jo bisa berkata seperti itu. Direktur Jo sudah tidak ingin mendengar apa-apa lagi jadi menyuruh Jung Gi keluar saja, karena tidak akan mengubah keputusannya dan mengancam jika  Jung Gi mengatakan satu kalimat lagi, maka ia adalah orang yang pertama akan pergi.

Da Jung langsung masuk ke dalam kamar Ji Sang dengan mata mendelik marah, Ji Sang sedang asik bermain bola. Da Jung mengulang ucapanya kalau Ji sang meninggalkan orang-orang itu sendiri. Ji Sang bertanya yang dimaksud orang-orang itu dan bertanya siapa sebenenyar yang coba dilindunginya.
“kau bilang Orang-orang itu? Atau fantasimu kalau ada yang lebih penting dari uang?” sindir Ji Sang terus memainkan PS. Da Jung langsung mematikan Tvnya agar Ji Sang berhenti bermain.
Tapi kau kan sudah membuktikannya, 1 juta won cukup untuk orang-orang seperti itu.” Ucap Ji Sang
Ya, orang-orang lemah yang korupsi dengan jumlah uang sekecil itu. Mereka bahkan bukan tandinganmu Jadi kembalilah bermain dengan bocah-bocah besar yang cocok menjadi lawanmu. Berhenti bermain-main dengan orang-orang dengan mimpi kecil!” tegas Da Jung
“Apa Kau tahu apa impianku? Hidup di dunia yang aku buat dengan bahagia, bersamamu. Kau menghancurkan mimpiku itu. Tapi... kau ingin melindungi impian mereka? Ini benar-benar melukai martabatku.” Ungkap Ji Sang berdiri dari sofa.
seperti biasa, Kau selalu memikirkan ketamakanmu sendiri,. Bukankah seharusnya kau bertobat setelah seseorang mati karenamu?” kata Da Jung
Ji Sang bertanya siapa orang meninggal karenanya, menurutnya itu tak benar karena Da Jung yang membuat orang itu meninggal jadi berpesan agar Da Jung berhati-hati mulai sekarang, karena mungkin akan ada yang meninggal karenanya lagi. Tangan Da Jung meremas bajunya seperti menahan semua rasa takutnya. 

Ruang Direktur Jo
Pecat saja aku! Kalau kau benar-benar ingin memecat seseorang, pecatlah aku terlebih dahulu!” teriak Jung Gi menepuk dadanya
Nam Jung Gi, kau ini!!! Benarkah itu yang kau inginkan?” jerit Direktur Jo tak kalah
Bunuh saja aku!!” jerit Jung Gi terdengar frustasi

bersambung ke episode 12 

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar