Sabtu, 16 April 2016

Sinopsis Come Back Mister Episode 15 Part 2

Manager Ma dengan nafas terengah-engah berlari masuk ke dalam ruangan Hae Joon lalu memberikan ponselnya. Hae Joon kaget melihat sesuatu yang ada dalam ponsel. Presdir Cha sedang melihat ke arah jendela ketika Ji Hoon datang, lalu bertanya  Apa pertemuan pemegang saham sementara sudah dipersiapkan? Dan meminta Ji Hoon berbciara para eksekutif agar masalah penjualan bisa diselesaikan.
File audio rencana pembunuhan yang ada di internet. Apa itu suaramu?” tanya Ji Hoon, Presdir Cha terlihat  binggung
Rumor ini menyebar dengan cepat bahwa kau adalah orang... yang merencanakan pembunuhan Han Gi Tak.” Jelas Ji Hoon
Beritahu mereka bahwa itu omong kosong. Siapa yang mencoba untuk merusak penjualannya?” kata Presdir Cha marah
Jaksa sepertinya sudah mulai memprosesnya.” Ucap Ji Hoon
Sek Ko masuk dengan nafas terengah-engah ingin memberitahu sesuatu yang mendesak. Presdir Cha melirik Sek Ko. Ji Hoon pikir apabil memang benar maka ia memutuskan tidak bisa membantunya lebih jauh lalu berjalan kelua dari ruangan. Presdir Cha langsung melempar barang yang ada di atas meja. 

Yi Yeon dan Da Hye berjalan kembali ke area Mall melihat tatapan semua orang yang aneh kearah mereka. Yi Yeon melihat dua pegawai yang berdiri didepannya bertanya apa sebenarnya yang terjadi, Manager tempat Da Hye berkerja terlihat gugup menanyakan keadaan Yi Yeon sekarang. Yi Yeon makin binggung.
Seung Jae mengeluarkan ponsel dari saku jasnya ada sebuah pesan yang bertuliskan “Kurasa ini tentang Gi Tak.” Lalu terdengar rekaman suara Suk Chul yang bertanya apa yang harus dilakukanya. Suara presdir Cha pun terdengar penuh amarahan mengumpat.
Haruskah aku mengatasi Han Gi Tak sesuai rencana?” ucap Suk Chul
Bunuh semua bajingan kotor itu!” teriak Presdir Cha
Aku akan melakukan seperti yang direncanakan.” Ucap Suk Chul
Beberapa pelanggan berbisik ketakutan yang sudah mendengarnya dan masih bertanya-tanya apakah benar suara itu milik Predir Cha, Presdir dari department store Sunjin. Beberapa orang ada yang tak percaya tapi beberapa yang lain juga sangat yakin itu suara Presdir Cha.
Yi Yeon nampak kebinggungan dengan mata berkaca-kaca, suara mantan suaminya kembali terulang dipikiran yang menyuruh untuk membunuh. Da Hye kembali terdiam ketika menyebut nama Han Gi Tak seperti tak asing ditelinganya. Yi Yeon dengan menahan air matanya pamit untuk pergi pada Da Hye, ketika membalikan badan melihat Hong Nan sudah berdiri tak jauh darinya. 

Hae Joon mendatangi ruangan Presdir Cha untuk memastikan kalau kakak tirinya itu yang membunuh Gi Tak. Presdir Cha mengatakan kalau semua itu hanya omong kosong dan ingin tahu siapa yang mengatakan itu.
Apa kau merencanakan pembunuhannya?” tanya Hae Joon
Aku adalah Cha Jae Gook. Kenapa aku harus membunuh gangster rendahan seperti dia? Aku akan membunuh orang yang mengoceh tentang omong kosong itu.” Teriak Presdir Cha membela diri
Benar. Memang tidak mungkin dirimu, tapi kalau itu kau, aku akan menghancurkanmu.” Ucap Hae Joon benar-benar terlihat penuh amarah.
“Yah... semua ini sangat bagus. Akhirnya kau menunjukkan siapa dirimu sebenarnya, Lee Hae Joon.” Sindir Presdir Cha
Rasa sakit yang dirasakan oleh orang yang kau injak-injak, Aku akan membuatmu segera merasakan sakitnya.” Tegas Hae Joon ingin membalas dendam lalu keluar ruangan. 
Yi Yeon menatap Hong Nan merasa itu pasti tak mungkin, karena tahu mantan suaminya memang sangat jahat, tapi sangat yakin tidak akan melakukan ini. Hong Nan yang terlihat shock tak bisa berbuat apa-apa, hanya bisa menghela nafas beberapa kali.
Hong Nan, aku minta maaf. Ada pekerjaan yang harus aku lakukan jadi Aku harus pergi.” Ucap Yi Yeon yang terlihat kebinggungan lalu meninggalkan mall lebih dulu.

Seung Jae mendekati Hong Nan sambil bertanya apakah sudah mendengar rekamanya. Hong Nan mengangguk dengan wajah sedih. Seung Jae dengan penuh dendam tak percaya Cha Jae Gook and Na Suk Chul adalah orang membunuh Gi Tak. Hong Nan menyuruh Seung Jae untuk mengejar Yi Yeon. Seung Jae pikir Yi Yeon tidak penting karena kakaknya itu sudah dibunuh.
Hong Nan memohon agar Seung Jae mau mengikuti perintahnya. Seung Jae tak terima begitu saja. Hong Nan meminta Seung Jae memikirkan yang dinginkan Gi Tak, Seung Jae akhirnya berjalan mengejar Yi Yeon yang berjalan lebih dulu keluar dari mall.
Da Hye mendekati Hong Nan dengan wajah khawatir, menanyakan keadaanya. Hong Nan pikir seharusnya yang menanyakan hal itu. Da Hye terlihat binggung dengan menatap Hong Nan. 


Di ruangan Hae Joon
Hong Nan duduk dengan lemas dikursi, Hae Joon membawakan secangkir teh sambil menanyakan keadaanya. Hong Nan mengakui kedaan sekarang tak baik-baik saja, menyadari memang tidak pernah menjadi orang yang menyenangkan tapi a belum terlalu mengerikan sampai seseorang ingin membunuhnya. Hae Joon tak suka Hong Nan berkata seperti itu.
Aku mengabaikan satu-satunya keluargaku...dan menyakiti orang yang aku cintai. Mungkin aku pantas mendapatkan hukuman atas yang perbuatanku.” Kata Hong Nan
Jangan berkata seperti itu. Aku akan mencari tahu siapa yang melakukan ini kepadamu.” Ucap Hae Joon
“Sudahlah...Hentikan. Gunakan waktu yang tersisa... untuk kau habiskan bersama adikku. Dia bertanya, apakah aku baik-baik saja. Seharusnya aku yang menyesal karena meninggalkan dia.” Ucap Hong Nan dengan wajah penyesalan.
Aku tidak bisa berdiri di sisinya... jadi kau harus... mendampinginya demi aku. Terlepas dari sedikitnya jumlah waktu yang tersisa.” Pinta Hong Nan, Hae Joon mengangguk.
Aku berjanji.... Aku akan mengabdikan sisa waktu yang aku punya untuk mendampinginya.” Kata Hae Joon dengan senyumanya

Da Hye tertidur disofa dalam pikirannya kembali mengingat ucapan Yi Yeon yang mengatakan namanya itu Han Gi Tak, lalu seperti ingatan tentang kakaknya kembali muncul saat mengalungkan sarung tinju yang mengejeknya cengeng kalau terus menangis.
Hae Joon baru pulang menepuk lengan Da Hye yang terlihat sedang bermimpi buruk, Da Hye akhirnya terbangun dan duduk disofa. Hae Joon bertanya apakah Da Hye mimpi buruk. Da Hyer merasa sedang tidak focus merasa ada yang aneh dan membuatnya cemas, bahkan memiliki firasat buruk, lalu meminta bantuan dari Hae Joon.
Hae Joon mengatakan Da Hye boleh meminta apapun kepadanya. Da Hye meminta saat Hae Joon pergi nanti, jangan pergi tanpa memberitahunya,  dan memastikan untuk mengucapkan selamat tinggal sebelum pergi. Hae Joon mengangguk mengerti. Da Hye pun kembali ke dalam kamarnya untuk kembali tidur. 

Presdir Cha terus melihat ke arah jendela meja kerjanya, Yi Yeon tiba-tiba masuk tanpa mengetuk pintu lebih dulu. Presdir Cha melihat mantan istrinya yang akhirnya datang kerumahnya. Yi Yeon menanyakan untuk menyakinkan apakah benar Presdir Cha yang memerintahkan orang-orang untuk membunuh Gi Tak.
Kau kemari setelah beberapa tahun... dan itu hal terbaik yang bisa kau katakan?” keluh Presdir Cha, Yi Yeon terus meyakinkan bukan mantan suaminya yang melakukanya.
Itu mungkin tidak benar... Itu tidak benar? Katakan kepadaku. Itu tidak benar, kan? Katakan kalau kau tidak melakukannya!  Tidak mungkin yang melakukannya!” jerit Yi Yeon tak percaya sambil mencengkram baju Presdir Cha.
Ya, aku membunuhnya.... Aku memerintahkan untuk membunuhnya. Aku mengatakan untuk memotong-motong dia dan menghancurkan tulang-tulangnya. Apa kau senang?” teriak Presdir Cha dengan wajah penuh dendam
Tolong... Aku mohon Katakan kalau kau tidak melakukannya.” Ucap Yi Yeon masih berharap
Tidak! Tidak, aku tidak akan melakukannya. Aku memang membunuhnya. Itu Kenapa... Kenapa aku membunuhnya? Semua Karena kau, Song Yi Yeon! Itu karena kau.” Tegas Presdir Cha

Yi Yeon tak bisa menahan tangisnya dan langsung jatuh lemas didepan suaminya karena dirinya Gi Tak jadi terbunuh oleh mantan suaminya. Presdir Cha terlihat menahan semua amarahnya yang selama ini terpendam. 
Hong Nan terlihat gelisah karena ponsel Yi Yeon tak diangkat, dan bertanya kemana perginya Yi Yeon sekarang karena dirinya sudah tak punya banyak waktu lagi sekarang lalu mencoba kembali menelp. Yi Yeon masih saja menangis di ruangan kerja mantan suaminya tanpa mendengar bunyi ponsel milikinya. 


Presdir Cha sedang merapihkan dasinya didepan cermin, Sek Ko bertanya apakah atassanya itu akan menuju ke Kantor Kejaksaan. Presdir Cha membenarkan. Sek Ko berkomentar Presdir Cha yang tidak perlu berpakaian berlebihan seperti itu. Presdir Cha melirik sinis, menurutnya tak ada yang salah dengan pakaian karena merasa tak melakukan sesuatu yang salah. Sek Ko pun hanya bisa tertunduk diam membiarkan Presdir Cha yang mengunakan jas untuk datang ke kantor kejakasaan.

Hong Nan mendatangi ruangan Hae Joon dan melihat beberapa foto diatas meja, lalu bertanya apa semau itu. Hae Joon menjelaskan Cha Jae Gook menyangkal keterlibatannya dalam pembunuhan itu Tapi Jung Ji Hoon dan Choi Seung Jae mengatakan hal yang sama, menurutnya ada banyak pertanyaan tentang kematian Gi Tak jadi sengaja untuk  memeriksanya.
“Jadi kau ingin tahu Kebenaran di balik kematian Han Gi Tak?”kata Hong Nan lalu duduk disofa ingin mendengarnya.

Pertama adalah foto ini. Kotak hitam dari mobil di tempat kejadian hilang Dan kedua adalah paparazi dan supir truk. Keduanya tidak bisa ditemukan Dan ketiga adalah bahwa jalan-jalan ini dikelilingi oleh kamera pengintai. Sayangnya, hal itu terjadi di daerah di mana tidak ada kamera.” Jelas Hae Joon, Hong Nan pun bertanya apa kelanjutanya.
Jadi! Apa yang kita butuhkan Sekarang? Yaitu “Brain”. Kita akan memeriksa ingatanmu dan melakukan reka ulang adegan.


Flash Back
Gi Tak mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi mengejar paparazi yang mengambil fotonya, Seung Jae menelp menanyakan apa sebenarnya yang terjadi karena ada banyak polisi yang mendatangi restoran mereka dan sedang mencarinya karena tuduhan kekerasan. Gi Tak melempar hands freenya, karena Presdir Cha bisa melakukan semua ini seperti sengaja menjebaknya.
Gi Tak mengikuti paparazi itu untuk membuktikan bahwa Yi Yeon tidak bersalah. Setelah mengetahui bahwa Yoo Hyuk dipukuli, dia menyadari bahwa jatuh ke dalam perangkap.Cerita Hong Nan
Gi Tak terus mengejar mobil yang membawa foto dirinya berusaha untuk menyalipnya. Ketika berbelok mobil didepan malah berhenti, Gi Tak membanting stir ke kanan dan menerobos tanda peringatan sedang ada perbaikan jalan akhirnya mobilnya terbaik
Saat dia mengikuti paparazzi, dia mengalami kecelakaan dan mobilnya terbalik. Kata Hae Joon menyimpulkan ceritanya.
Tangan Gi Tak masih bergerak walaupun mobilnya dalam keadaan terbalik dan juga kepalanya yang penuh darah, tiba-tiba datang truk yang melaju kencang dan sengaja menabrak mobilnya. Mobilnya pun mulai berputar-putar dan tetap dengan posisi terbalik.
Tabrakan kedua... adalah saat truk menabrak mobilnya. Aku benar-benar habis saat itu. Cerita Hong Nan 
Hae Joon bertanya apakah Hong Nan teringat sesuatu dengan kecelakaan itu, seperti ada sesuatu yang menonjol. Hong Nan juga tak tahu lalu mengingat-ingat kejadian sebelumnya.
Saat mereka berdua sampai stasiun Bardo,  dunia atau akhirnya disaku bajunya ada sebatang rokok.
Aku punya rokok di saku milikku, padahal Aku sudah lama berhenti merokok.” Cerita Hong Nan


Flash Back
Gi Tak masih membuka matanya saat kecelakan kedua, seseoran berjaln mendekatinya dengan memaikan tutup korek api yang menanyakan keadaanya. Pria itu mengoyangkan tubuh Gi Tak ingin tahu apakah ia sudah mati atau masih hidup.
Wajah Suk Chul terlihat dan memastikan kalau Gi Tak sudah meninggal, Seorang datang memberikan sesuatu lalu memberitahu baru saja mengirimkan fotonya. Suk Chul pun menyuruh anak buahnya segera pergi lalu melihat foto Gi Tak yang sedang memeluk Yi Yeon dengan senyuman licik. 

Ia menelp Presdir Cha menanyakan Apa yang harus dilakukan, Sek Ko sengaja men-speaker ponselnya. Presdir Cha seperti baru mengambuk dengan tangan yang berdarah terkena pecahan gelas, salah satu tanganya melihat tab dengan foto Gi Tak yang sedang memeluk Yi Yeon, Amarahnya memuncak. Suk Cul bertanya apakah ia harus mengurusnya.
Bunuh semua bajingan kotor itu!” teriak Presdir Cha
Lakukan seperti yang direncanakan. Jangan membuat kesalahan.” Kata Sek Ko,
Dia mengatakan kepada jaksa bahwa itu adalah kecelakaan yang disengaja. Rencana awalnya adalah untuk menjebak Yi Yeon dengan skandal.Jelas Hae Joon.
Suk Chul pun mengerti akan mengurus Han Gi Tak tanpa membuat kesalahan dan sengaja merekam suara percakapanya. Senyum liciknya terlihat sambil berjongkok melihat Gi Tak yang sudah tak bernyawa didepanya, lalu mengambil black box yang terlepas.
Ia sempat mengeluarkan rokoknya memuji Gi Tak yang sudah melakukannya dengan baik jadi sekarang boleh beristirahat dalam damai sengaja mengisap sedikit rokoknya lalu menaruh ditangan Gi Tak. 


Hong Nan mengumpat Suk Chul memang bajingan, Hae Joon menyimpulkan Suk Chul sengaja memanfaatkan Presdir Cha untuk membunuh Gi Tak. Hong Nan benar-benar sangat yakin Suk Chul itu yang memang sengaja membunuhnya.
Mobil yang menabrakmu juga Na Suk Chul.” Ucap Hong Nan sudah menyelidkinya.
Apa sebenarnya yang... dilakukan oleh Na Suk Chul?” kata Hae Joon tak percaya
Dia membunuh bosnya dan temannya, dan yang Dia hanya menginginkan uang. Sekarang, dia sudah tidak akan kehilangan apapun.” Jelas Hong Nan
Cha Jae Gook tidak memiliki kekuatan lagi. Satu-satunya harapan yang dia punya adalah... Apakah rekening bank rahasia?” kata Hae Joon
Aku harus menjadi adik dari Gi Tak... sampai Na Suk Chul meninggal” tegas Hong Nan
Hae Joon terdiam, Hong Nan masih tak yakin dua orang yang meraka sayangi akan baik-baik saja, menurutnya setelah mereka kembali akankah Da Hye dan Yi Yeon baik-baik saja. Jadi ia harus mendapatkan Na Suk Chul saat aku masih ada didunia lalu melihat jam ditanganya. Hae Joon melihat ada yang berbeda dengan angkanya.
Hong Nan langsun menyembunyika jam tanganya, Hae Joon binggung hitungan waktu Hong Nan hanya tinggal sedikit, Hong Nan pura-pura tak mengerti. Hae Joon bertanya apa sebenarnya yang dilakukan Hong Nan lau teringat ucapan Mi Ra “Waktumu tidak berkurang tapi Waktumu sudah diperpanjang.
Apakah kau... memberiku waktumu?” tanya Hae Joon tak percaya
Mereka mengatakan kalau kau tidak akan bisa bertahan dalam dua hari. Ini untuk adikku.” Jelas Hong Nan, Hae Joon pun memeluk Hong Nan dengan air mata yang mengalir.
Hei.... Kau tidak punya waktu untuk melakukan ini. Bersikaplah baik kepada istrimu, bukan aku.” Ucap Hong Nan dengan menahan air matanya, Hae Joon terus memeluknya, Hong Nan pun menepuk punggung adik iparnya dengan wajah bangga. 

Yi Yeon kembali ke apartementnya, sambil meminum bir mengingat saat dirumah Gi Tak mengejek Hong Nan dan Hae Joon itu payah. Keduanya terlihat sangat marah dan tak terima dengan ejekanya.
Aku ingin melupakannya, tapi tidak bisa. Apa yang kau ingin untuk aku lakukan? Aku ingin mengirisnya keluar dari hatiku, tapi aku tidak bisa. Aku ingin mengeluarkan mataku karena selalu ada di depan mataku. Apa kau menganggap ini payah?” jerit Hong Nan saat itu
Yi Yeon merasa menjadi makhluk payah paling buruk, lalu berpikir akan lebih baik jika Gi Tak juga ada didekatnya dan bisa melihat melihat adiknya yang manis dan cantiknya sekarang. Lalu ia mengambil majalah yang sengaja dibawanya, menyadari ada foto Gi Tak yang sedang melihatnya dari belakang saat sedang diwawancara.

Aku tidak percaya, Mimpiku menjadi kenyataan. Aku ingin... memiliki foto kita berdua.” Kata Yi Yeon, Hong Nan ingin masuk tapi mendengar suara Yi Yeon seperti sedang berbicara denganya, akhirnya ia memilih untuk mendengarkanya.
Maafkan aku Han Gi Tak. Aku berpaling darimu tanpa perasaan, tapi aku tidak bisa berhenti merindukanmu. Aku egois karena datang dan menemukanmu. Maafkan aku....Aku sangat tahu... bahwa kau tidak bisa melupakanku. Tapi sudah kukatakan kepadamu untuk melupakanku dan meninggalkanku. Maafkan aku... Aku mencintaimu.” Ucap Yi Yeon, air mata Hong Nan langsung keluar mendengarnya. 


Hong Nan memanggil Yi Yeon sambil meminta maaf, Yi Yeon buru-buru menghapus air matanya merasa Hong Nan tak perlu meminta maaf. Hong Nan menjelaskan Cha Jae Gook tidak membunuh Gi Tak jadi Yi Yeon  tidak perlu merasa bersalah.
Cha Jae Gook... pasti...sangat hancur. Jadi... Kau harus mengatasi Young Chan. Aku datang ke sini untuk mengatakan itu dan Aku akan... pergi sekarang.” Kata Hong Nan lalu berjalan pergi, Yi Yeon tetap tertunduk tak ingin menatapnya. Hong Nan kembali membalikan badanya.
Kenapa kau tidak menunjukkan wajahmu? Aku harus... segera pergi. Aku sudah menyelesaikan... semua yang menjadi tujuanku saat datang ke sini.” Kata Hong Nan, Yi Yeon tetap saja tertunduk. Hong Nan berjalan pergi Yi Yeon pun akhirnya melihat Hong Nan yang meninggalkan rumahnya. 

 (Rapat Pemegang Saham Sementara Sunjin Department Store)
Presdir Cha  masuk ke dalam ruangan dengan wajah sangat marah, lalu dengan senyuman menyindir merasa cukup lama  tidak melihat semua petinggi di Mallnya dan mendengar sesuatu yang aneh. Ji Hoon dan Manager Ma berdiri didepan podium, Presdir Cha bertanya Apa ada agenda tambahan, lalu mengambil berkas yang ada ditangan salah satu Direktur.
"Nomor satu, Mosi untuk memecat presiden."Nomor dua, menjual department store." Jadi Nomor satu...Apa kau pikir ini akan lolos? Ide siapa ini?” kata Presdir Cha mencari tahu siapa yang berani melakukan hal ini padanya.

“Aku... Itu ideku...” ucap Hae Joon masuk ke dalam ruang rapat, Presdir Cha kaget mendengar Hae Joon yang memiliki ide untuk memecatnya dan menanyakan hak apa untuk memecatnya.
Aku adalah... pemegang saham utama dari perusahaan ini. Aku sudah membeli sedikit demi sedikit. Terima kasih sudah membuat harga saham menjadi sangat rendah.” Ucap Hae Joon dengan senyuman
Sebelumnya, Sek Wang melihat jumlah saham yang dibeli Hae Joon 4,9 persen sudah cukup.
Dia menutupi kematian yang disebabkan terlalu banyak beban sebagai bunuh diri, selain itu Dia menyembunyikan korupsi internal dan mencoba untuk menghindari beroperasi secara defisit dengan cara renovasi berlebihan. Penggelapan dan malpraktik dana perusahaan, Menodai citra perusahaan dengan menyebabkan skandal.” Ucap Hae Joon didepan semua petinggi, Presdir Cha sudah duduk melihat semua petinggi.
Karena perilaku yang buruk, citra Sunjin Department Store sangat jatuh. Pemilik dan perusahaan harus tetap terpisah dalam hal apapun. Sunjin Department Store harus berdiri kuat terhadap segala jenis angin yang berhembus. Karena itu, aku ingin mengusulkan... pemberhentian presiden perusahaan.” Kata Hae Joon dengan sangat yakin
Ayah.... Kau membesarkan anakmu dengan baik jadi Kau seharusnya bahagia. Kau punya setidaknya satu kebaikan.” Ucap Presdir Cha memohon pada ayahnya.
Pemimpin rapat memberitahu Proposal sudah diterima jadi Keputusan akan dibuat dengan mengacungkan tangan dan meminta untuk mengangkat tangan apabila menyetujuinya. Semua petinggi langsung melirik binggung, Ketua Cha yang pertama kali mengangkat tangan, akhirnya semua ikut mengangkat tangan termasuk  Hae Joon.
“Pemberhentian Presiden Cha...telah disetujui melalui keputusan bulat.” Ucap Pemimpin rapat dengan mengetuk palunya.
Untuk saat ini, posisinya akan diisi oleh... Lee Hae Joon.” Kata Ketua Cha, Manager Ma berkomentarItu keputusan yang sangat baik lalu memberikan tepuk tanganya. 

Presdir Cha masih duduk didalam ruang rapat dengan tangan mengepal menahan amarah. Hae Joon mendekatinya menjelaskan yang dilakukan itu  untuk perusahaan. Presdir Cha dengan sinis merasa tak perlu dihibur.
Aku tahu kau tidak bermaksud untuk membunuh Han Gi Tak.” Kata Hae Joon, Presdir Cha menyuruh Hae Joon pergi saja. 

Di Cafe
Hong Nan terlihat senang Hae Joon bisa mengambil alih department store lalu bertanya kenapa Hae Joon ingin bertemu dengannya di cafe yang menurutnya sedikit aneh. Hae  Joon memberitahu Da Hye akan datang, Hong Nan kaget berdiri dari tempat duduknya. Hae Joon menyuruh Hong Nan untuk duduk kembali.
Aku tahu kau merindukannya dan Dia meminta untuk menemuimu terlebih dulu.”jelas Hae Joon, Hong Nan tak percaya adiknya itu bisa merindukanya Da Hye pun muncul dari depan pintu. 
Da Hye mengeluarkan fotonya bersama Gi Tak yang tak dikenalnya, Hae Joon dan Hong Nan saling berpandangan dengan wajah binggung. Da Hye menceritakan menemukannya saat membersihkan kamar Hae Joon, merasa yakin anak yang berbaju hijau itu dirinya tapi tidak bisa mengerti sepenuhnya.
Katakan kepadaku. Bagaimana kau bisa mendapatkan ini?”tanya Da Hye yang memiliki satu foto sendirian. 

Sejujurnya, Aku menemukan kakakmu. Tapi aku tidak bisa mengatakan apapun kepadamu... tentang namanya, usianya atau alamatnya. Dia tidak ingin aku memberitahumu karena dia tidak akan muncul di hadapanmu. Tapi satu hal yang pasti... Dia sangat menyayangimu dan mengirimmu pergi untuk melindungimu.” Cerita Hae Joon, Hong Nan menatap Da Hye dengan berkaca-kaca
Apa kakakku adalah... Han Gi Tak?” tanya Da Hye penasaran
Dibalik cafe terlihat Suk Chul yang sengaja mengikutinya untuk mengetahui adik Gi Tak, terlihat wajah liciknya yang ingin mengambil semua uang yang direkening rahasia. 

Hae Joon dan pilot saling bergandengan tangan, beberapa saat kemudian, Hae Joon menemukan kerang dan si pilot menemukan cumi-cumi. Keduanya melihat ada kapal dengan suara yang terdengar nyaring, si pilot melihat jarak kapal cukup jauh dari pulau.
Keduanya akhirnya seperti seorang pasangan saling menyuapi cumi dan ikan mentah diatas sebuah daun. Terdengar kembali suara kapal, Pilot yakin terlalu jauh jadi Tidak ada gunanya memberikan pandangan lain. Hae Joon memukul lembut si pilot dan akhirnya si pilot pun berbaring diatas paha Hae Joon.
Tiba-tiba terdengar bunyi suara mesin boot, Hae Joon melihat perahu yang semakin mendekat, keduanya pun sengaja memberi tanda dengan melambaikan baju dan Hae Joon berteriak mereka bisa selamat.
 bersambung ke episode 16 
 FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar