Kamis, 21 April 2016

Sinopsis Entertainers Episode 1 Part 1

Seorang pria bernama Shin Suk Ho, mengendarai mobilnya dengan memutar lagu Dancing Queen by ABBA, ditelinganya terpasang Hands free. Sambil berbicara dengan kalau dua orang yang sedang mereka dibicarakan hanya mengenal sebagai Entertainer bukan berkencan. Tapi pria yang ujung telp sudah mendengar banyak rumor yang beredar bahkan Ada sebuah foto Jinu dan Song Yi bersama-sama.
Mereka berdua berada di agen yang sama, sehingga sangat mungkin. Jika Aku memiliki berita seperti itu, Aku akan membiarkanmu  mengetahuinya terlebih dahulu.” Ucap Suk Ho menyakinkan, orang itu seperti belum bisa percaya dengan ucapan Suk Ho.
Dan jujur, Song Yi bukan tipe dari Jinu ini. Kau tahu itu, kan?” kata Suk Ho kembali meyakinkan, si pria pun mengaku akan merasa terluka kalau rumor itu adalah benar.
Apa yang harus aku bertaruh? Jika itu benar, aku akan membelikanmu mobil baru. Itu tidak akan terjadi, jadi harap menulis hal-hal hanya baik tentang grup Jackson. Aku akan mengunjungimu segera. Aku cintamu!” kata Suk Ho menutup telp dengan wajah tersenyum.
Setelah berteriak “Aku mencintamu” dan menutup telpnya langsung mengumpat dan membanting Hands freenya. Tangannya memukul stir beberapa kali dan akhirnya menginjang rem dalam-dalam dan mengemudi dengan kecepatan tinggi. 

Ktop Entertaiment
Suk Ho langsung memarkir mobil didepan gedung, seorang pejaga menghalangi Suk Ho masuk karena tak boleh memarkir mobil didepan gedung. Suk Ho berhasil melewati penjaga melempar kunci mobil dan dan memberikan tanda hati dengan tanganya agar memarkirkan mobilnya.
Seorang pria sudah menyapanya, Suk Ho langsung mencengkram leher si pria memarahi karena rumor sudah menyebar dan anak buahnya itu tak melakukan perkerjaan dengan benar. Si pria hanya bisa meminta maaf. Suk Ho kembali menuruni tangga, didepan lobby terlihat gambar Girlband wanita dengan wajah marah menyuruh anak buahnya untuk menurunkanya. 

Suk Ho mengetahui seseorang ada diruanganya bertanya sejak kapan orang itu datang. Anak buahnya memberitahu sudah menunggu sejak tadi. Suk Ho mulai mengumpat, saat sang anak buah ingin menjelaskan Suk Ho sudah berlari masuk dilorong dan meminta anak buahnya tak ikut kedalam ruangan.
Di ruangan, sudah terlihat pria berkepala botak yang disapa Suk Ho, sebagai Tuan Ma. Beberapa saat kemudian, Suk Ho melihat dari kamera foto Jinu yang sedang berjalan dengan Song Yi, menurutnya reporter itu tidak dapat membuat kesimpulan berdasarkan foto-foto itu karena keduanya berada di dalam agensi yang sama.
“Cobal lihat lagi, Mereka berdua sedang jalan bersama atau di depan studio rekaman.” Kata Suk Ho dengan wajah menyakinkan
“Aku tidak akan datang sejauh ini hanya dengan semua foto ini” ucap Reporter Ma lalu memperlihatkan dari tabnya yaitu “Real Deal”.

Suk Ho melihat Jinu sedang merangkul pinggang seorang wanita dengan mengunakan masker diwajahnya dan juga topi, sambil mengumpat Keduanya sangat menjengkelkan bahkan diakhirnya keduanya juga sempat berpelukan di lobby apartement. Reporter itu memberitahu telah menulis sebuah artikel sambil mengambil tabnya kembali. Suk Ho meminum langsung espresso sampai habis dan bertanya berapa banyak yang diinginkan reporter itu.
Reporter Ma mengangkat satu jari tanganya. Suk Ho langsung setuju. Tapi Reporter Ma teringat sesuatu, kalau ia tidak harus datang ke Ktop lagi untuk memberitahu cerita Jackson, karena Agensi baru yang akan sedang dibentuk oleh Suk Ho karena yang didengar Suk Ho sudah memenangkan kasus untuk mengakhiri kontrak Boyband Jackson dan semua yang tersisa akan dibawa bersamanya. Suk Ho pikir harus menyelesaikan semuanya dan cepat pergi jadi memohon untuk menulis cerita hanya menyenangkan tentang Jackson dari sekarang karena hanya para reporter yang dimilikinya.
Keduanya pun menjabat tangan, Reporter Ma teringat kembali kalau jabatan Suk Ho sekarang adalah CEO sekarang jadi harus bersikap baik terhadapnya. Suk Ho pun memberikan seluruh kepercayaan pada reporter Ma. 

Di sebuah Studio
PD Musik memukul anak buah Suk Ho, memarahinya karena ingin memutar rekaman selama siaran langsung. Anak buah Suk Ho memberitahu  Song Yi sedang tidak enak badan sambil meminta maaf. PD Musik terlihat sangat marah tak ingin berbicara lagi denganya dan menyuruh pergi.
Anak buah Suk Ho memohon bahkan akan memberitakan suntikan infus kalau memang dibutuhkan dan membuat pertunjukkan langsungnya dengan merayu memberikan botol minuman dan hanya untuk sekali saja. PD merasa Manager Suk Ho itu sedang bercanda karena kejadian seperti ini bukan yang pertama kali dan memberitahu Shin Suk Ho melakukan tugasnya dengan benar 

Suk Ho sudah berlari belakang panggung, masuk ke dalam ruang tunggu. Dengan senyuman menyindir salah satu anggota girl Band, Song Yi yang mengaku sakit begitu lincah, menurutnya jika sakit maka berbaring dan mengeluarkan termometer ingin memeriksa suhu tubuhnya.
Ketika akan keluar, Suk Ho melihat PD lain datang dan menyuruh Song Yi untuk segera berbaring. PD memberitahu kalau mereka semua harus bersiap-siap, Suk Ho berpura-pura sedang menyadarkan Song Yi. PD dengan nada sinis memberitahu masih belum bisa menjalankan rekaman dan Produser tetap akan menyiarkan langsung tidak peduli apapun. Suk Ho bertanya dengan siapa harus mendiskusikan masalah ini. Si PD terlihat kesal tapi Suk Ho malah mengejek mendengar suara dengungan sambil berteriak memanggil Direktur. 

Dalam mobil Van
Suk Ho memberitahu mereka menyiarkan rekaman untuk syuting iklan dan medapatkan sebuah reputasi lalu mengeluh sangat lelah. Song Yi yang duduk disampingnya juga merasa sangat lelah. Suk Ho juga tahu menurutnya Apa gunanya bekerja keras untuk menghasilkan uang Bahkan mereka menutupi semuanya untuk membeli foto sampah. Sang Yi menatap Suk Ho dengan tatapan kaget.
Aku membayar banyak untuk foto-fotomu dan Jinu jadi Menjauhlah darinya. Kau akan berakhir segera di akhir 20-an dan kau bekerja sangat keras untuk sampai ke sini.” Tegas Suk Ho,
Kami benar-benar saling jatuh cinta.” Kata Song Yi membela diri dengan wajah kaget.
“Kau bilang  Cinta? Aku tidak mendengar apapun barusan, Kita adalah penghibur dan Seorang Penghibur harus menyanyi dan menari. Jangan mencoba untuk bertindak seperti orang biasa dan Kau membuatku sakit. Agensi akan berbeda sekarang jadi akhirilah” tegas Suk Ho lalu menerima telp dari seorang pengacara.
Sambil turun dari mobil berbicara kalau harus selesai dipenghujung hari nanti lalu mengucapakan banyak terimakasih. Song Yi menatap sinis Suk Ho yang bisa memberikan ancaman padanya. 

Lee Joon Suk bertemu dengan Suk Ho membahas tentang masalah Jinu dan Song Yi. Suk Ho yang sudah mengurusnya merasa tak akan terjadi masalah lagi karena sudah membayar dalam jumlah besar untuk menghentikannya.
Haruskah aku mengucapkan selamat atas kemenangan kasus ini? Bagaimana persiapan agensi barumu?” tanya Joon Suk
Aku akan mulai dari yang kecil.” ucap Suk Ho rendah hati
“Kau bilang dari yang kecil? Lalu Kapan kau membawa Jackson? Kau ini terlalu sederhana Padahal Kau seperti anggota pendiri di sini. Aku pikir akan merawatmu, tapi pasti tidak setuju.” Sindir Joon Suk, Suk Ho sedikit berdiri sambil membungkuk bukan itu maksudnya.
Bagaimanapun, aku akan menyelesaikan masalah dengan baik sebelum aku pergi.” Jelas Suk Ho kembali duduk
Lagu baru Jackson akan dirilis di bawah KTOP” kata Joon Suk, Suk Ho pikir mereka harus memajukan tanggal perilisan.
“Jadi memajukannya dua minggu tak masalah untukmu.” Ucap Joon Suk, Suk Ho memanggak  karena harus memberikan hadiah setelah semuanya.
Joon Suk mengucapkan terimakasih, Suk Ho pikir bukan masalah baginya sambil memberitahu hanya itu yang ingin dibicarakanya sambil mengucapkan terimakasih. Joon Suk dengan wajah ingin mengatakan seharusnya  Suk Ho mengatakan "Maaf". Suk Ho terdiam mendengarnya. Joon Suk mengatakan kalau yang diucapkan hanya bercanda dan melihat Suk Ho harus segera pergi. 


Suk Ho memanggil Kim Joo Han, karena punya sesuatu untuk diurus. Joo Han bertanya apa yang harus dilakukanya. Lee Joon Suk ingin single baru Jackson dirilis bersamaan dengan Ktop jadi meminta agar mereka segeral merilisnya dua minggu dari sekarang.
Joo Han kaget mendengarnya, Suk Ho pikir akan menjadi masalah. Joo Han tahu tanggal yang mereka punya itu empat minggu dari sekarang bahkan yang lain sedang merilis lagu jadi agak susah menyingkirkannya. Suk Ho pikir ini bukan pertama kalinya, karena pasti banyak yang akan mencari tahu. Joo Han rasa jika mereka mengakhirinya seperti itu dan tidak dipuncak tangga lagu maka semua akan mati.
Single Kim Gun Mo sedang dirilis dalam dua minggu. Ini akan sulit. Ayo kita...” saran Joo Han ketakutan
Kita hanya akan memuncaki tangga lagu jadi kau mulailah kemas barang-barangmu. Kita akan pergi tepat setelah perilisan. Aku mengatakan kepada Joon Suk... kalau aku membawamu bersamaku.” Tegas Suk Ho, Joo Han pun mengucapkan terimakasih.
Apa ada dengan raut wajahmu itu? Kau terlihat aneh, padahal Kau merencanakan ini denganku.” Ucap Suk Ho, Joo Han mengaku hanya sedikit gugup. Suk Ho tersenyum mengejek temanya itu pasti takut. 

Suk Ho bertemu dengan seseorang disebuah private room restoran,  karena sudah memberikan waktu yang besar jadi tidak akan pernah melupakannya. Si pria berdasi merasa khawatir dan tak yakin Suk Ho benar-benar  ingin memulai agensinya sendiri. Suk Ho menjelaskan semua rencananya seperti itu jadi merasa pria itu tak perlu khawatir.
“Semua Petinggi panik.... Mereka bertanya mengapa perpanjangan kontrak Jackson ditunda.” Cerita si pria
Mereka punya jawabannya "Ini pasti karena Jackson pindah ke agensi baru." Segera setelah kita memulai bisnis, kita akan menandatangani kontrak dengan Produser Jigi terlebih dahulu.” Ucap Suk Ho yakin
Aku percaya padamu. Tapi... apa Lee Joon Suk tidak akan panik?”kata si pria
Apa yang bisa ia lakukan? Ini benar-benar legal. Kau tahu Seberapa cantiknya hokum ‘kan? Coba lihat aku "Kontrak Jackson adalah perbudakan." Akhir dari cerita jadi Kontrak dihentikan. Sebuah perahu baru berlayar, jadi tunggu sampai nanti dan ayo kita nikmati bersama-sama.” Kata Suk Ho, Si pria pun yakin dengan mengandalkan masalahnya lalu keduanya minum arak bersama untuk loyalitas yaitu Manggo. 

Suk Ho berada di dalam mobil menerima telp dari Seorang Sutradara untuk merayakan pesat ucapan selamat menurutnya terlalu cepat, karena mereka memenangkan gugatan, semuanya berjalan baik bersama Joon Suk
Jika kau ingin membelikanku minuman ucapan selamatku, aku dengan senang hati akan membantu. Terima kasih.” Kata Suk Ho lalu menutup telpnya dan menatap langit sambil bernyanyi lagu ABBA yang diputarnya “I don't want to talk, About the things we've gone through. Though it's hurting me. Now it's history”

Joo Han menemui Joon Suk diruanganya, Joon Suk menyuruh Joo Han duduk sambil bertanya Berapa lama menjadi asisten manager. Joo Han pikiri sudah lama bahkan orang menyebutnya "asisten manajer seumur hidup".
Aku telah kehilangan waktu tidur dan tidak berpikir itu berakhir ketika Jackson meninggalkan kami. Bahkn Kami tidak akan goyah karena kehilangan Jackson. Didalam pikiranku, aku harus melihat Suk Ho yang aka mengurus Jackson jadi Itulah yang membuat ku bangun di malam hari. Apa aku menjadi kekanak-kanakan?” ucap Joon Suk, Joo Han mengatakan tidak dan bisa mengerti perasaanya.
Kau harus menjadi seorang Direktur,  Ayo kita syuting film dengan aktris ini.” kata Joon Suk memberikan sebuah foto gadis remaja. 

(Pengadilan Negeri Busan)
Seorang wanita bernama Jo Geu Rin terlihat duduk gugup diruang tunggu, Seorang wanita keluar dari ruangan memanggil Wali Jo Ha Nul untuk masuk. Geu Rin berdiri mengepalkan tangan dengan sangat keras dan berjalan perlahan dengan menahan air matanya.
Pria dengan pakaian seragam duduk ditengah ruang sidang, Jo Ha Nul berada di kursi terdakwa. Geu Rin mendekati dan memegang bahu Ha Nul seperti ingin memberikan kekuatan. Di sisi kanan, duduk seorang wanita sebagai saksi sekaligus korban.
Jo Ha Nul... mempertahankan nilai yang sangat baik di sekolah. Dia seorang murid yang baik. Bahkan setelah kehilangan kedua orang tuanya, Ia fokus pada pendidikannya. Tapi... karena ketidakamanan tersebut ia sejenak terpengaruh oleh godaan. Itulah yang membuatnya melakukan pelanggaran ini. Harap bermurah hati mengenai situasi Ha Nul ini. Pertimbangkan ini sebagai kesalahan sekali, dan maafkan dia.” Kata Jaksa lalu kembali ke tempat duduk

Hakim menanyakan alasan Ha Nul melakukannya dan apakah ia berteman dekat dengan korban, Lee Ji Young, Ha Nul  membenarkan. Hakim menanyakan alasan Ha Nul melakukan itu pada temanya.   Ha Nul menjawab hanya membantunya saja. Hakim bertanya pada Ji Young, Apakah benar... bahwa Jo Ha Nul mencoba menyerangnya secara seksual karena sebelumnya Ha Nul mengatakan hanya membantunya. Ha Nul melirik pada Ji Young.
Ji Young mengatakan memang benarkan kalau Ha Nul mencoba menyerangnya secara seksual. Hakim dengan nada menyindir, meminta Ha Nul mendengarkan ucapan Ji Young dengan berarti bukan membantunya.  Ha Nul hanya bisa menjawab “ya”. Geu Rin tak terima sambil berteriak meminta hakim melihat rapor yang dimiliki oleh Ha Nul satu menit saja
"Dia seorang siswa teladan yang selalu memimpin dalam melakukan pekerjaan tambahan untuk kepentingan teman-temannya. Dia siswa yang baik yang berfokus pada buku-bukunya bahkan ketika dia lelah. Dia membantu teman yang terluka kakinya dengan menjemputnya... setiap pagi sebelum pergi ke sekolah selama dua bulan.Dia seorang siswa yang luar biasa."” Jerit Geu Ri membela adiknya.
Aku mengerti apa yang kau rasakan sebagai walinya. Namun, putusan dibuat semata-mata berdasarkan saksi dan bukti-bukti.” Ucap Hakim
Yang Mulia, Ha Nul tak akan pernah... Dia tidak akan pernah melakukan hal yang seperti itu. Hei.... Ji Young, kenapa kau melakukan ini padanya? Itu bukan Ha Nul! Itu bukan dia!” jerit Geu Rin histeris

Hakim meminta Geu Rin untuk tenang karena berada didalam ruang sidang. Geu Rin kembali duduk dibelakang Jo Nul sebagai wali. Hakim  memutuskan akan ditempatkan di bawah masa percobaan remaja sesuai ayat 1 dan 2 untuk kekerasan seksual. Geu Rin memohon pada Hakim tak melakukan itu.
Jo Nul meminta hakim untuk mendendanya di bawah pasal 10. Hakim bertanya apakah Jo Nul tahu isi dari pasal tersebut. Jo Nul tahu dan meminta agar dikirikm ke pusat tahanan remaja. Hakim mengaku sudah di pengadilan selama bertahun-tahun, tapi tidak pernah ada satupun yang seperti Jo Nul, jadi sekarang ingin mendengar alasan ingin pergi ke tempat itu. Jo Nul mengatakan semua sama saja dan melirik ke arah Ji Young yang duduk dengan wajah tegap di kursi saksi.
Aku tidak tahu mengapa bantuan ku... berubah menjadi kekerasan seksual, tapi aku tidak peduli apakah aku dikenakan denda di bawah pasal 1 atau 10. Aku telah dicap sebagai pelaku seksual, dan kakak ku akan menderita seumur hidupnya untuk melihatku. Ini akan membuatnya merasa nyaman jika aku menghabiskan waktu ku di pusat tahanan remaja. Biarkan aku pergi ke pusat tahanan remaja.” Kata Ha Nul, Geu Rin menangis mendengarnya.
Oke, untuk Jo Ha Nul... dia akan dijerat satu pasal. Karena ia tidak memiliki wali, dia akan dipantau selama dua bulan. dan untuk denda di bawah pasal 2, maka dia akan didaftarkan 30 jam pendidikan seksualitas dan konseling.” Ucap Hakim memberikan keputusanya dengan mengetuk palu.

Geu Rin yang tak terima berlari menuju meja saksi berteriak alasan Ji Young melakukan hal ini pada adiknya, beberapa petugas pengadilan berusaha menahan Geu Rin agar tak melukai saksi. Geu Rin berteriak kalau Ji Young sudah berbohong. Ha Nul akhirnya dibawa petugas untuk masuk ke dalam tahanan remaja. Geu Rin memberikan sekotak permen meminta adiknya untuk memakanya agar keadaanya lebih baik dan juga berjanji akan membawakan lagi nanti.
Berhenti bekerja di tempat karaoke. Aku tidak akan bisa menjemputmu mulai sekarang.” Pesan Jo Nul
Jangan khawatirkan aku. Makan dengan baik, mengerti?” ucap Geu Rin
Pastikan kau berhenti, Jangan berjalan sendirian larut malam. Kau mengerti?” ucap Jo Nul, Geu Rin mengangguk mengerti. 

Suk Ho menemui anak asuhanya Jackson yang sedang berlatih, semua anggota mengeluh karen lebih cepat dari jadwal. Suk Ho berkata tidak pernah tahu apa yang akan terjadi jadi mereka harus berterima kasih pada agensi sebelum meninggalkannya. Semua anggota berteriak meminta mereka mendapatkan mobil baru. Suk Ho mengatakan kalau ia sudah menyiapkan sebuah perahu untuk mereka semua.
JiNu terlihat lesu duduk di pinggir ruang latihan, Suk Ho bertanya apakah ada sesuatu yang mengganggu anak asuhnya, menurutnya JiNu tidak perlu mengkhawatirkan apa pun dan meminta agar menjadi Leader yang baik saja, lalu membahas tentang Song Yi meminta agar tak menemuinya lagi karena tidak mudah untuk membersihkan masalah. Ji Nu menatap Suk Ho dengan tatapan kaget.
Para wartawan... akan memperhatikanmu sementara waktu. Kau  sudah di siapkan untuk awal yang baru. Marilah kita tidak mengacaukannya.” Kata Suk Ho, Ji Nu mengerti.
Ini akan membuatmu merasa lebih baik.” Kata Suk Ho memberikan sebuah permen, Ji Nu tersenyum sambil mengejek selera Suk Ho itu seperti orang jaman dulu. 

Suk Ho berada dalam sauna dengan seseorang yang terlihat kaget dengan rencananya dalam waktu dua minggu, menurutnya itu terlalu cepat karena merasa harus mendirikan pabrik setelah semuanya. Suk Ho pikir temanya itu sudah ahli dalam hal seperti ini karena tentang pabrik yang diatur dalam waktu dekat.
Aku tidak pernah bisa berlari lebih cepat darimu.” Ejek Si pria, Suk Ho tertawa mengajak mereka untuk melakukan sekali ini saja.
Kita membutuhkan lebih dari pabrik itu sendiri. Jadi berapa banyak komputer yang kita butuhkan ’yah? Kita membutuhkan sekitar 100 komputer. Untuk setiap komputer, kita perlu tiga sistem operasi... dan dalam masing-masing computer, kita akan menjalankan 10 program.” Jelas Si pria membayangkannya
Suk Ho mencoba mengatur nafasnya karena sudah lama didalam ruang sauna, Si Pria  mulai memikirkan yaitu akan membutuhkan 50 pekerja serta harus membayarnya dengan cukup. Suk Ho meminta agar Tuan Kim tak berlebihan.  Tuan Kim bertanya orang seperti apa yang mereka hadapi. Suk Ho menyebut lawanya itu “Pangeran Ballad.” Tun Kim pikir lawan mereka cukup berat juga.
Kau harus memiliki sistem lain yang berjalan di dalam negeri.” Kata Tuan Kim, keduanya sama-sama menyebut “Kau menakutiku.” Suk Hoo merasa penindasan kali ini luar biasa.
Kita mendirikan sistem streaming lokal baru yang berbasis di sini. Ini baru menuju pasar, jadi belum ada orang lain yang menyalinnya.” Jelas Tuan Kim, Suk Hoo bertanya maksudnya seperti apa. 

Tuan Kim mulai menjelaskan dengan mengambarkan seorang wanita yang ada didalam bus menerima pesan yaitu dengan mulai mendistribusikan teks sampah dan semua beralasa dari social media yang beredar sekarang dan mengisi Kontennya sesuatu yang menggoda yaitu salah satu cara memancing mereka.
Seorang pria menerima pesan “Apa kau ingin makan siang bersama?” dan akhirnya bertanya balik “siapa ini” karena tak mengenal pesan tersebut. Tuan Kim mulai berkerja, ketika semua orang yang memeriksa teks, maka perangkat ponsel mereka akan kena Hack dan saatnya Tuan Kim menyapu semua informasi pribadi yang ada di dalam telepon gengam.
Apa yang akan kau lakukan dengan informasi itu?” tanya Suk Ho binggung
“Kita mendaftarkan mereka di situs musik online. Itulah cara kerja program itu” kata Tuan Kim, Suk Ho pikir mengerti sampai di titik itu saja.
Tapi bagaimana kau akan membuat mereka streaming lagu-lagu?” tanya Suk Ho
“Waktu mereka memasuki zona Wi-Fi, masalahnya selesai. Di zona Wi-Fi, mereka akan terhubung langsung ke situs web. Karena kita akan menambahkan lagu ke akun mereka, maka mereka akan memainkan berulang-ulang.” Jelas Tuan Kim
Dalam pikiran Tuan Kim mengambarkan pria yang naik bus bertemu dengan temanya di cafe dan mengunakan wifi. Tapi pria itu tak bisa melihat video  karena buffering dan terlihat ngehang. Tuan Kim yakin  ponselnya akan melambat dan saat itu Lagu-lagu akan bermain sepanjang waktu. Suk Ho pikir cara itu tidak akan menambah poin terlalu banyak karena pengulangan tidak akan dihitung dalam peringkat.

Keduanya sudah duduk diruang duduk sauna sambil menikmati minuman, Tuan Kim pikir ini cara kerja yang dibuatnya sama dengan sauna, ketika mereka keluar selama satu menit untuk mendinginkan dan kemudian setelah itu masuk kembali, dan berkeringat lagi, ketika sudah terlalu panas maka mendinginkan kembali lalu masuk lagi. Suk Ho benar-benar tak mengerti penjelasanya.
Setelah mereka keluar dari zona Wi-Fi, lagunya berhenti streaming. Maka Mereka tidak akan memainkannya. Tapi kemudian... mereka akan kembali di zona Wi-Fi lagi. Mengapa? Karena Korea pembangkit tenaga IT. Kemana pun kau pergi, ada Wi-Fi di mana-mana.” Jelas Tuan Kim dengan mencontoh si pria yang pindah-pindah tempat tapi masih terhubung dengan Wifi.
Kemudian, lagu-lagu kita...akan dimainkan berulang lagi. Seolah-olah mereka mendengarkannya lagi.” Kata Tuan Kim bangga, Suk Ho merasa itu ide yang sangat bagus.
Tidak peduli siapa lawannya, penyanyimu akan memuncaki tangga lagu.” Ucap Tuan Kim
Tuan Kim.... Kita berada di sini bersama-sama untuk waktu yang lama. Jangan biarkan orang lain masuk.” Kata Suk Ho mengajak Tuan Kim untuk berjanji dengan kelingkingnya.
Tuan Kim memastikan lebih dulu Suk Ho akan pindah dengan Jackson, Suk Ho menyakinkan tapi Tuan Kim memutuskan akan mempertaruhkannya nanti. Suk Ho pun merasa senang menggunakan kartu kredit korporasi jadi tak punya apapun untuk kehilangan dan mengajak mereka melakukan bersama-sama. Tuan Kim pun menyambut jari kelingking Suk Ho dengan wajah bahagia. 

Geu Rin menemui ibu Ji Young yang sangat mengenal adiknya, karena sudah berteman dengan Ji Young sejak SD jadi tidak akan melakukan hal tersebut secara tiba-tiba, bahkan sebelumnya banyak memujinya. Ia juga tak tahu alasan Ji Young menunjuk jarinya pada Ha Nul, tapi sangat yakin ada alasan yang pasti. Seorang pria yang mendengarnya hanya duduk diam sambil menikmati cemilan di pinggir sungai.
“Aku Mohon, Tolong yakinkan Ji Young.” Ucap Geu Rin pada ibu Ji Young sedang mengangkat jemuran.
“Sudahlah.... Hentikan saja! Apa kau datang ke sini untuk merengek? Darahku sudah mendidih.” Teriak Ibu Ji Young, Geu Rin tetap memohon.

“Apa yang kau katakan tadi? Dia tidak akan melakukan sesuatu seperti ini? Astaga… Mari kita terus terang. Orang tua mu meninggal karenanya jadi kau tidak pernah tahu.” Ucap ibu Ji Young ketus, Geu Rin mulai marah
“Hei....  Begitu dia dibebaskan dari pusat tahanan, kau harus pindah. Aku akan terlalu takut untuk tinggal di area yang sama dengan dirinya.” Kata Ibu Ji Young mengusir.
Kau sendiri punya anak. Kau tidak bisa melakukan ini!” teriak Geu Rin kesal
Apa aku juga harus melaporkanmu ke polisi? Enyahlah.... Aku tidak ingin melihat wajahmu.”ucap Ibu Ji Young mengusir Geu Rin 


(Balai Tahanan Remaja Doongji)
Ha Nul keluar dari rumah, berdiri di pintu pagar melihat di halaman depan seorang pria sedang membagi-bagikan makanan, tapi ia memilih untuk tetap dia mengarahkan pandangan lurus kedepan. Pria tua itu melihat Ha Nul hanya diam saja dengan tatapan kosong
Geu Rin membawakan sebuah tas besar dan menunggu didepan rumah, Pria tua keluar memberitahu Ha Nul sudah tidur. Geu Rin memberikan tasnya memberitahu sudah mengemas beberapa pakaian untuk adiknya, jadi meminta agar menitipkanya. Pria tua itu pikir akan lebih baik jika bertemu langsung dengan adiknya. Geu Rin berjanji akan kembali jadi memohon untuk menjaga dan merawatnya. Pria tua itu pikir tak perlu khawatir  karena Ha Nul tidak banyak bicara, tapi  tampak seperti anak yang baik. Geu Rin membenarkan adiknya memang pendiam. 

Beberapa anak remaja lain berebut untuk tidur di kasur atas dan bawah, Ha Nul hanya duduk diam dikasur bawah, Pria tua masuk ke dalam kamar memberikan sebuah surat dari Geu Rin yang dititipkan padanya. Ha Nul mengucapkan terimakasih lalu keluar dari kamar setelah pria tua itu pergi.
Ha Nul menaiki tangga dan melihat amplop surat yang ditulis kakaknya, ia mengeluarkan dan langsung melipatnya sampai membentuk sebuah kapal terbang yang cukup besar, akhirnya dengan sengaja menerbangkanya tanpa pernah membacanya. Pesawat terbang itu melayang melewati sungai dan terlihat menghilang di  langit yang gelap. 

Semua wartawan tak henti-hentinya mengambil gambar karena Jackson kembali dengan album kelima, Suk Ho memberikan tepuk tangan paling keras ketika anak asuhnya masuk ke ruangan konferesi pers. Anak buah Tuan Kim mulai melakukan aksinya, beberapa orang mulai membicarakan tentang video Jakcson dengan Wifi.
Suk Hoo menemui PD musik di ruang Kontrol, berkomentar wajah PD itu tampak jauh lebih bahagia melakukan siaran langsung ini. PD Musik itu bersumpah  akan mati sebelum waktunya karena tingkah Suk Hoo semaunya. Suk Hoo dengan baik hati memberikan minuman vitamin untuk PD Musik.
Apa kau akan menimbulkan masalah setelah sekalinya kembali?” sindir PD Musik
Apa maksudmu berkata seperti itu? Aku akan bekerja keras sendiri seperti pendatang baru. Terima kasih.” Kata Suk Ho sambil membungkuk. 

Gedung KTOP entertaiment
Joo Han dengan wajah panik melihat Suk Ho yang baru datang memberitahu Komposernya sudah datang dan tak bisa menerima yang sudah mereka ucapanya. Suk Ho terlihat kesal dengan mengumpat dan langsung masuk ke dalam ruangannya.
Kami tahu dengan baik Tapi kali ini, tolong akhiri untukku. Untuk album berikutnya, aku akan membuat lagumu sebagai track utama.” Ucap Suk Ho menyakinkan
Tidak, bukan itu maksudku judul lagu "Don't touch" adalah laguku. Jinu tak membuatnya tapi Aku melakukannya!” jerit si pencipta lagu tak terima
Aku memperlakukanmu dengan baik, jadi aku tidak tahu bagaimana caranya bereaksi terhadap ini.” kata Suk Ho
“Apa Kau ingin uang? Ini Silahkan Bawa kembali. Aku sudah dibayar untuk menulis lagu. Mengapa kau mengirim tambahan?” ucap si pria mengembalikan uang dalam amplop
Kau sudah sulit melaluinya. Bukankah kau bilang kau harus membayar sewa Untuk rumah tingkat? Dengan uang ini, kau bisa membayar kembali sewa dan pindah ke tempat yang bagus bahkan mendapatkan beberapa pakaian baru. Bagaimana kau bisa memakai baju yang sama sepanjang tahun?” kata Suk Ho mengejek pria yang terlihat lusuh dengan pakaiannya.

Aku menuangkan segalanya di dalamnya, Ini lagu ku. Aku menuangkan segalanya di dalam lagu yang ku buat!!!” jerit Si pria, Suk Ho hanya tertunduk diam
Keluarga pacarku tahu kalau lagu ini milikku. Dia begitu bangga memberitahu keluarganya Dan sekarang kau mengatakan kalau komposernya Jinu? Hidup ku bergantung pada lagu ini. Jinu bisa merilis lagu lainnya nanti.” Ucap Si pria tak terima dengan mata memerah menahan tangisnya.
Aku membawamu di saat kau menderita kekurangan gizi. Lalu Aku memberimu ruang kerja, membayarmu dengan baik dan membuat mu menjadi seorang pria lagi. Ku kira kau sudah makan terlalu baik. Mengapa kau meributkan namanya? Kau mengajarkanku hal-hal baru mengenai kehidupan.” Kata Suk Ho dengan mata melotot
Si pria berlutut didepan Suk Ho memohon agar membantunya, karenaharus menjaga janji yang dibuat pada pacarnya dan mereka seharusnya menikah ketika lagu ini dirilis jadi meminta agar Suk Ho bisa  merilis berita benar. Suk Ho merasa pria itu bodoh dan tak tahu manfaat yang didapat setelah melakukan itu.
Uang ini jauh lebih banyak dari royalti yang kau dapatkan dari lagu. Dengan uang ini, kau bisa membeli pakaian yang bagus untuk pacarmu. Aku akan memastikan kau mendapatkan lebih banyak uang. Kau harus berpikir tentang album berikutnya juga.” Jelas Suk Ho dengan nada tinggi, Pria itu mulai mengeluarkan air matanya.

Aku tidak punya kesempatan lain dan akan menuntutmu.” Ucap si pria akhirnya berdiri
Silakan. Tuntut aku! Nanti Dipengadilan akan membicarakan tentang penjiplakan dan orang akan segera melupakannya. Selama itu, kami akan mempromosikan album kami lalu Kami akan beralih agensi jadi siapa yang akan bertanggung jawab? Akankah KTOP melakukannya?” kata Suk Ho dengan nada tingi
Mereka sudah tertekan. Kau pikir mereka akan takut padamu? Jika kau bertindak dalam situasi seperti ini, mereka tidak akan memiliki simpati yang tersisa untukmu. Kau bodoh! Mar mengurusnya di bawah meja saja, itu selali menjadi solusi yang terbaik.” Ucap Suk Ho menyakinkan, Si pria akhirnya mengambil amplop diatas meja,
Suk Ho menepuk pundak si pria tanda memberikan pujian. Tapi si pria langsung mengembalikan ke dada Suk Ho lalu pergi meninggalkan ruangan. Suk Ho tak percaya orang miskin selalu bangga tanpa apapun menurutnya itu  sebabnya orang miskin akan selalu menjadi miskin padahal seharusnya mengambilnya saja.
bersambung ke part 2


FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 




1 komentar:

  1. kok katanya banyak yang kecewa ya?
    hmmm, masih mau nonton
    semoga hanya anggapan mereka

    BalasHapus