Sabtu, 09 April 2016

Sinopsis Ms Temper and Nam Jung Gi Episode 7 Part 1

Direktur Kim bertemu dengan Presdir yang duduk diruanganya, menanyakan alasan dari hasil penjualan tiga bulanan ini. Direktur Kim hanya bisa membungkuk sambil meminta maaf.
Kalau kau mengembangkan produk "tiruan" Kau seharusnya berhati-hati supaya tidak muncul masalah. Kau bahkan tidak bisa melakukan hal yang benar Dan sekarang orang-orang mengatakan kalau Perusahaan Gold adalah tukang tiru!” teriak Presdir Gold marah, Direktur Kim kembali meminta maaf dengan terbata-bata karena ketakutan.
Kalau kau tidak bisa melakukannya dengan benar, tinggalkan jabatanmu sekarang! Masih ada banyak orang yang lebih berkualitas dibandingkan dirimu!” tegas Presdir memberikan ancaman
Ti-ti-ti-tidak, Presdir! Aku akan memastikan hal seperti ini tidak akan terjadi lagi!” ucap Direktir Kim gugup sambil membungkukan badanya. 

Tiga keluarga Nam berdiri didepan lorong rumah sambil menatap Woo Joo yang memakai handu dikepala sambil memeluk boneka panda. Jung Gi bertanya apakah ini salah satu tempat yang bisa mereka tuju, menurutnya semua ini ta benar. Tuan Nam mengerti karena juga merasa  kalau ini benar-benar sudah keterlaluan
Apa kau punya ide yang lebih baik kalau begitu?  Dia bilang dia percaya diri. Berikan saja dia kesempatan” kata Bong Gi lalu menyuruh anak buahnya menekan bel.
Woo Joo menekan bel rumah Da Jung dan tiga orang lainnya sengaja menyingkir agar tak terlihat di Kamera. Terdengar suara dari dalam rumah bertanya siapa yang datang. Jung Gi hanya mendengar suaranya saja sudah terlihat tegang. Woo Joo memperlihatkan akting sedihnya memanggil Da Jung.

Ketika pintu dibuka, keluarga Nam yang lain langsung berlari ke depan pintu. Da Jung kaget melihat ternyata Woo Joo dengan Tuan Nam, Bong Gi dan salah seorang yang membalikan badannya ke belakang dengan handuk coklatnya.
Kepala Bagian Nam Jung Gi. Apa yang terjadi?” ucap Da Jung dengan nada ketus
Pipa di tempat kami bocor, jadi air menggenang dimana-mana sekarang Tidak ada tempat yang layak bagi ayahku yang sudah tua dan Woo Joo untuk tidur. Jadi, aku melanggar batasan-batasan dan ingin minta bantuanmu” ucap Jung Gi sambil mengigil. Da Jung dengan ketus bertanya bantuan apa yang dimaksud
Bolehkah kami tidur di tempatmu, hanya satu malam saja?” kata Woo Joo, Da Jung melihat semua keluarga Nam satu persatu lalu langsung menutup pintunya. 


Jung Gi berteriak kesal karena sebelumnya sudah bilang sebaiknya mereka tidak melakukan hal seperti ini. Tuan Nam juga sudah tahu kalau pasti akan terjadi seperti sekarang dan sangat mengerikan, semua langsung menyingir dari pintu selain Woo Joo.
Woo Joo dengan senyumannya menghitung dari satu sampai tiga, pintu rumah langsung terbuka. Tiga orang keluarga Nam langsung berlari ke depan pintu. Tuan Nam berakting terbatuk-batuk, Bong Gi dan Jung Gi mengigil kedinginan. Da Jung menghela nafas melihat semua tingkah keluarga Nam. 

Akhirnya semua bisa masuk ke dalam rumah Da Jung bersama-sama. Da Jung dengan melipat tangan didada memberitahu mereka tidak boleh menggunakan kamar, jadi tidur saja di ruang belajarnya dan jangan sampai membuka pintu sembarangan, mereka hanya boleh tidur di rumahnya. Jung Gi mengerti.
Bagaimana kalau kami kehausan?” tanya Woo Joo
Untuk air minum... kau boleh minum kalau kau mau dan Ambilah dari lemari es” kata Da Jung
Bagaimana dengan kamar mandi?” tanya Jung Gi, Da Jung menolak karena pemakaian air terbatas
Bagaimana kalau aku mau buang air kecil?” rengek Bong Gi, Da Jung tak peduli menurutnya itu masalah Bong Gi sendiri.
Tapi aku katakan padamu, pipa di tempat kami bocor!” keluh Bong Gi, Jung Gi langsung mendorong adiknya agar tak bicara lagi.
Jangan khawatir, ketua, kami akan mengurus diri kami sendiri”ucap Bong Gi
Aigoo, aku tidak tahu bagaimana cara membalas kebaikanmu. Dari dasar hati kami yang paling dalam, kami minta maaf dan berterima kasih!” kata Tuan Nam lalu membungkuk bersama-sama
Cepatlah tidur, anak-anak harus cepat tidur dan cepat bangun” tegas Da Jung dengan nada ketus lalu masuk ke dalam kamarnya.

Bong Gi mengeluh sikap Da Jung yang berlebihan sekali. Tuan Nam memarahi Bong Gi seharusnya berterima kasih karena Da Jung masih tetap mau membantu lalu mengajak semua masuk ke ruang belajar karena pasti semua lelah dan harus cepat tidur. 
Woo Joo melihat sekeliling rumah dengan perabotan mewah merasa Da Jung itu orang kaya. Bong Gi juga merasa memang rumah yang bagus dengan memegang lampu berdiri diruang TV. Jung Gi langsung menarik adiknya agar tak menyentuhnya.
Da Jung keluar dari kamar dengan mata melotot dan tangan terlipat didada, Bong Gi berpura-pura sedang mengaruk-garuk rambutnya. Da Jung menyuruh mematikan lampu ketika mereka tidur. Jung Gi mengerti lalu Da Jung kembali ke kamarnya. Tuan Nam menyuruh Bong Gi tak membuat masalah dan segera pergi ke ruang belajar. 

Keluarga Nam sudah tidur dilantai dengan nyenyak, Tuan Nam bahkan bisa mendengkur keras, Jung Gi terlihat tak bisa tidur dan takut kalau Da Jung terganggu dengan dengkuran suara ayahnya yang keras. Da Jung sedang ada dikamar tak bisa tidur karena mendengar suara dengkuran yang keras.
Jung Gi perlahan berjalan ke tempat ayahnya tidur lalu menutup dua mulutnya agar tak berusaha, lalu memiringkan kepalanya agar berhenti mendengkur. Terdengar suara gigi bergeretak, Jung Gi langsung memasukan ujung handuk ke dalam mulut Bong Gi agar tak berbunyi. Terdengar kembali suara mendengkur, Jung Gi langsung memiringkan wajah anaknya agar tak mendengkur.
Tapi terdengar kembali suara dengkuran dari ayahnya yang keras. Da Jung sudah beberapa kali merubah posisinya tapi tetap saja tak bisa tertidur karena mendengar dengkuran yang keras. Jung Gi berusaha menghentikan suara dengkuran tapi Bong Gi tanpa rasa bersalah mengeluarkan suara kentut. Jung Gi akhirnya duduk lemas tak bisa lagi menghentikan kegaduhan keluarganya. Da Jung pun terlihat sangat kesal duduk diatas tempat tidurnya. 

Pagi hari
Da Jung keluar dari kamar tidurnya sudah berpakaian rapih, Jung Gi tidur sambil duduk bersandar di dinding, lalu terbangun melihat Da Jung yang akan pergi ke kantor. Da Jung menyindir hari ini bangun cepat. Jung Gi sadar Da Jung tak bisa tidur karena keluarganya.
Pastikan kau membersihkannya setelah semuanya bangun Dan kau harus pergi pada pukul 12, karena aku sedang menunggu tamu” perintah Da Jung, Jung Gi mengangguk mengerti.
Kembalikan bantalnya ke tempatnya semula, buka sarungnya dan jemur” ucap Da Jung melihat Jung Gi yang tidur dengan bantal sofa. Jung Gi berjanji akan melakukannya
Dan kau tidak boleh masuk ke kamar kecil, apapun yang terjadi” tegas Da Jung, Jung Gi mengangguk mengerti dan Da Jung tak perlu mengkhawatirkan hal itu.
Da Jung pun keluar rumah lebih dulu, Jung Gi kembali tertidur sambil mengeluh kakinya terasa kram. Bong Gi melihat Da Jung sudah keluar rumah, sambil menahan pipis masuk ke dalam kamar mandi diikuti Tuan Nam dan juga Woo Joo. Jung Gi berteriak memanggilnya karena mereka tak boleh mengunakan kamar mandi tapi pintu kamar mandi sudah dikunci dari dalam. 

Direktur Kim menatap keluar jendela ruanganya dengan rokok dibibirnya, Yoon Ho datang karena Direktur Kim sebelumnya memanggil. Direktur Kim membuang rokok yang belum dibakar, sambil memarahi Yoon Ho yang tidak lebih cepat mengurus masalah demo Lovely  bahkan Sekarang fotonya ada di mana-mana!
Bagaimana aku bisa menghentikannya, itu adalah demo yang sah?” ucap Yoon Ho
“Kalau perlu Kau harus menggunakan kekerasan!” teriak Direktur Kim yang menghalalkan segala cara.
Kau yang menyebabkan ini semua karena kau mau meniru produk mereka! Kalau kau akan seperti itu, jangan ganti strategi sesukamu kalau begitu! Dan juga, kenapa kau melakukan wawancara dan mengakui semuanya?”tegas Yoon Ho merasa semua salah Direktur Kim
Apa kau bertanya karena benar-benar tidak tahu?” sindir Direktur Kim
Kalau bukan karena perintahmu, aku tidak akan membuat tiruannya!” tegas Yoon Ho dengan nada tinggi
Pada saat ini, sepertinya salah satu dari kita mengacau Dan aku tidak bisa membiarkan diriku yang terluka” ucap Direktur Kim tak mau bertanggung jawab.
Yoon Ho mengartikan kalau ia yang harus menerima semua kesalahan ini. Direktur Kim berjalan mendekati Yoon Ho, ingin tahu berapa lama akan terus menempel pada Ok Da Jung lalu menyuruhnya untuk segera pergi. Yoon Ho keluar ruangan dengan mata memerah karena menahan amarahnya. 

Rapat Lovely
Da Jung melaporkan Penjualan produk Tep Tep dari Perusahaan Gold menurun. Jung Gi juga melaporkan Penjualan untuk Tap-Tap meningkat Tapi penjualan dari e-commerce tidak sesuai dengan yang mereka harapkan. Young Mi pikir itu karena tidak di iklan pada halaman depan jadi sulit  bagi orang-orang untuk melihatnya.
Jadi apa yang harus kita lakukan supaya produk kita terlihat?” tanya Direktur Jo
Kita harus mendapatkan iklan banner, tapi untuk mendapatkannya...Aku rasa kita harus menyenangkan mereka” kata Jung Gi
Tidak, tidak akan ada yang seperti itu” tegas Da Jung menolak
Bahkan kalau penjualan kita bisa meningkat dari 10 menjadi 100 kali lipat?” kata Jung Gi yakin, Semua menjerit karena penjuaan bisa naik 100 kali lipat.

Da Jung tetap menolak dengan cara itu, karena sudah tahu para bajingan itu yang menyatakan diri aan menjual produk mereka dengan cara curang bahkan meminta hiburan adalah MD, menurutnya  Daripada menghibur orang yang menjalankan usaha itu Lebih baik merea menarik produk dari sana. Direktu r Jo setuju menurutnya tak ada gunanya  mereka harus menghibur bajingan itu.
Manager Jung ingin protes tapi Jung Gi lebih dulu memegang pahanya agar tak bicara dan langsung setuju dengan Direktur Jo menurutnya apabila mulai menghibur pasti perlu lebih dari satu kali jadi tidak sepadan dengan hasilnya nanti. Young Mi juga mengakui menentang untuk memberikan hiburan kepada mereka
Kalau begitu bagaimana kita bisa mendapatkan baner di website mereka?” tanya Mi Ri binggung
Apa yang harus kita lakukan? Ini bukannya kita punya uang ataupun pinjaman Yang kita miliki hanyalah tubuh yang sehat! Jadi, mari kita cari cara lain untuk mendapatkannya selain menghibur mereka, mengerti?” kata Direktur Jo memberikan kode kedipan mata pada Jung Gi
Jung Gi pun akan berusaha yang terbaik, Direktur Jo pun memutuskan untuk mengakhiri rapat hari ini. Da Jung sebelum keluar ruangan meminta Young Mi melihat perusahaan e-commerce lain yang bisa mereka masuki. Young Mi mengerti. 


Da Jung keluar lebih dulu, Direktur Jo ingin keluar tapi kembali berbicara dengan semua karyawannya kalau cara menghibur mungkin tidak bisa dihindari, Jung Gi pikir seperti itu. Young Mi bertanya apa yang mereka lakukan jika Da Jung mengetahui rencana itu. Direktur Jo meminta agar mereka merahasiakannya.
Sementara Da Jung akan pergi keruanganya teringat sesuatu, ketika membalikan badan tak melihat semua anak buahnya termasuk Direktur Jo, tatapan sinisnya terlihat mengarah ke ruang rapat. Direktur Jo mulai dengan memilih tanggalnya, Jung Gi memberikan tugas pada Hyun Woo untuk mencari tahu informasi tentang perusahaan, seperti , minuman apa yang disukai dan juga hobi. Hyun Woo mengerti  dan pasti akan mencari tahu.

Young Mi menegaskan dirinya tak mau ikut-ikutan dan membiarkan mereka untuk menyelesaikan semua rencananya sendiri, ketika akan keluar ruangan, Da Jung kembali datang. Semuanya langsung duduk dengan wajah gugup. Direktur Jo berpura-pura membahas tentang metode tangga yang menurutnya sangat bagus.
Manager Jung menyela mereka bukan anak kecil, jadi kenapa pakai metode tangga, Direktur Jo merasa tak masalah dan memutuskan mereka akan menentukan menu makan siang. Da Jung melirik sinis pada semua orang yang terlihat gugup ketika masuk. Jung Gi mulai berusaha menyakinkan tak setuju dengan metode tangga karena menurutnya Semua bisa pergi dan mendapatkan sesuai keinginan masing-masing.
Direktur Jo memilih untuk makan jjajjangmyun, Mi Ri berteriak  ingin makan toppoki, semua buru-buru keluar dari ruangan. Da Jung memanggil Jung Gi untuk mengajaknya bicara sebentar. Jung Gi dengan gugup bertanya apa yang akan dibicarakannya. 


Direktur Jo khawatir dengan membiarkan Jung Gi berada didalam ruangan dengan Da Jung. Young Mi memukul Direktur Jo yang sebelumnya sudah memberitahu agar mereka tak melakukan hal itu, karena Da Jung itu memiliki ketajaman di atas rata-rata. Hyun Woo yakin Jung Gi akan baik-baik saja sekarang, Direktur Jo kebinggungan dan tak tahu lagi apa yang harus dilakukanya.
Manager Jung ingin menaiki tangga lalu melihat pakaian Mi Ri yang terlihat sangat minim menegurnya kalau rok yang digunaan terlalu pendek. Mi Ri pikir tak ada masalah dengan rok yang dipakainya. Manager Jung menyarankan seharus Mi Ri memakai pakaian yang sesuai di tempat kerja.
Siapa yang berusaha kau rayu dengan berpakaian seperti itu di kantor?” sindir Manager Jung, Mi Ri pun mengangguk mengerti dan akan berhati-hati. Manager Jung meminta agar Mi Ri melakukan hal yang benar didalam kantor lalu menaiki tangga untuk kembali ke ruangan.
Itu bukannya dia tahu semua tentang fashion, lalu Beraninya dia berteriak padaku?” keluh Mi Ri kesal dan kembali ke tempat duduknya, Hyun Woo diam-diam melihat Manager Jung yang menegur Mi Ri. 

Da Jung menatap sinis dan Jung Gi tertunduk dengan sedikit mengangkat wajahnya langsung bertanya apa yang ingin dikatakan atasanya itu. Da Jung meminta Jung Gi memberikan daftar blog kecantikan yang populer dan kecantikan di youtube lalu mereka harus mencari cara supaya bisa menghubungi semuanya.
Jung Gi binggung karena Da Jung ingin mengunakan Blog kecantikan, tapi akhirnya menyetujui perintahnya dan kembali bertanya apakah ada yang ingin dibicarakan lagi. Da Jung bertanya apakah Jung Gi sudah bersih-bersih setelah pergi dari rumahnya. Jung Gi memastian sudah membersihkan semuanya sebelum pergi serta tidak menggunakan kamar kecil, tidak menyentuh apapun dan hanya minum air sedikit saja. Da Jung mengerti lalu keluar ruangan. Jung Gi pun langsung duduk lemas bisa menutupi semuanya. 

Bong Gi membuka pintu kulkas langsung melonggo melihat isinya organic, lalu mengambil sebotol vodka, sambil berjalan ke dapur terkesima melihat mixer yang tak ada dirumahnya. Sementara Tuan Nam sibuk memindahkan meja makan yang ada didekat dapur. Petugas Pipa memberitahu dengan kerusakan itu mereka harus membongkar  lantainya juga. 
Tuan Nam memastikan apakah banyak perbaikan untuk pipanya, Petugas Pipa mengatakan Tuan Nam  harus mengganti semua pipanya. Tuan Nam bertanya berapa lama waktu untuk mengerjakanya. Petugas pipa pikir sekitar satu minggu karena harus membongkar lantai dan memasangnya kembali. Tuan Nam binggung karena mereka harus tinggal dimana selama 1 minggu.
Jung Gi menelp dari kantor menanyakan apakah ayahnya sudah membersihkan rumah Da Jung sebelum pergi karena mereka tak boleh ketahuan memakai kamar mandinya. Tuan Nam pikir anaknya itu tak perlu khawatir karena Bong Gi sekarang sedang membersihkan semuanya. Sementara Bong Gi malah sedang asik dikamar mandi dengan mencium botol sabun yang sangat harum milik Da Jung.
Tuan Nam memberitahu waktu yang dibutuhkan untuk memperbaiki pipa air selama satu minggu. Jung Gi kaget karena waktunya sangat lama. Tuan Nam menjelaskan karena harus membongkar lantai dan memasangnya kembali. Jung Gi pikir sudah tak ada cara lagi jadi ia akan mencari tempat tinggal sementara. 
Tuan Nam pikir kalau memang tak mendapatkan ia bisa tinggal di pos jaga jadi anaknya tak perlu khawatir, dan fokus saja pada pekerjaannya. Jung Gi teringat Da Jung sedang menunggu tamu jadi sebelum jam 12 Bong Gi harus sudah keluar dari rumah itu, Tuan Nam bertanya-tanya tamu siapa yang akan datang kerumah Da Jung. 

Bong Gi sedang asik mandi dengan memutar lagi 2PM, di depan tempat parkir keluar seorang ibu yang sudah ubanan turun dari taksi melihat lingkungan dan pilihan transportasinya bagus lalu dengan gaya sombong meminta supir taksi membawakan tas sampai ke depan lift dengan mengeluarkan uang 50rb Won.
Tuan Nam yang sedang menyapu melihat ada  orang yang baru dikenalnya bertanya mau bertemu dengan siapa wanita tua itu. Wanita itu dengan kacamata hitamnya mengatakan akan menemui puterinya. Tuan Nam pun dengan senyuman mempersilahkan masuk lalu berpikir siapa anak dari wanita itu. 

Si wanita tua sampai ke lantai 9 dan mendengar suara bising sambil mengeluh Nilai dari tempat ini sudah pasti tidak akan meningkat, dan melihat ponselnya karena anaknya mengirimkan password untuk kamarnya 902. Bong Gi sambil mengoyangkan pinggungnya hanya mengunakan handuk keluar dari kamar mandi. Si wanita yang baru masuk langsung menjerit melihat Bong Gi bertelanjang dada.
Bong Gi pun ikut menjerit sambil membawa bajunya ke dalam ruang pakaian Da Jung, Tuan Nam sudah masuk ke dalam rumah. Si wanita  berteriak histeris sambil menutup wajahnya berpikir sudah salah tempat. Tuan Nam memastikan kalau wanita itu masuk ke dalam rumah anak perempuanya. Si wanita yakin rumah itu milik Da Jung.
Tuan Nam langsung memberikan hormat pada Ibu dari Da Jung, sebagai atasan anaknya. Ibu Da Jung pun akhirnya sadar kalau ia tak salah rumah sambil mengumpat marah berjalan ke dress room milik anaknya. 

Ibu Da Jun melihat Bong Gi yang sudah memakai celana tapi masih bertelanjang dada, menyuruhnya agar segera keluar. Bong Gi bertanya siapa Ahjumma yang datang. Ibu Da Jung menanyakan hubungan Bong Gi dengan anaknya. Bong Gi kaget dengan pertanyaan ibu Da Jung yang berpikir memiliki hubungan layaknya sepasang kekasih.
Siapa kau, berjingkrak-jingkrak sambil telanjang di rumahnya Da Jung? Apa kalian tinggal bersama? ” teriak Ibu Da Jung marah
Tidak bukan begitu! Tolong jangan salah paham!” kata Bong Gi pani
Nyonya, mereka tidak tinggal bersama, Sesuatu terjadi dan akhirnya dia bermalam di sini.” Ucap Tuan Nam
“Kau bilang Bermalam di sini? Menarik sekali kehidupannya!” jerit Ibu Da Jung, Bong Gi mengeluh ayahnya malah berbicara seperti itu membuat Ibu Da Jun semakin salah paham. Tuan Nam sadar kalau ia salah berucap.
“Kau tadi memanggilnya Ayah? Ada apa sebenarnya dengan kalian?” jerit Ibu Da Jung melihat keduanya ternyata ayah dan anak
Woo Joo pulang dari sekolah dan langsung masuk rumah Da Jung dengan wajah polosnya. Ibu Da Jung makin melonggo melihat anak kecil yang masuk rumah berpikir itu anak dari Da Jung. 

Jung Gi menjerit melihat harga hotel 150,000 won per malam. Young Mi memberitahu Itu harga normal, lalu berpikir Jung Gi mau pergi liburan. Jung Gi mengelengkan kepala dan tak ingin menceritakan masalahnya, lalu bertanya punya berapa kamar di rumah Young Mi sekarang.
Young Mi menceritakan rumahnya kecil dengan dua kamar, dan merasa sesak setiap kali berjalan masuk menurutnya Kalau saja punya satu kamar lagi, maka tidak menginginkan apapun lagi sambil mengeluh Harga rumah di Seoul sangat mengila. Jung Gi hanya bisa tersenyum mengangguk mengerti.
Lalu ia bertanya pada Hyun Woo ada berapa kamar, Hyun Woo mengataan tinggal di tipe studio. Jung Gi pun bisa mengerti dan ingin menanyakan pada Mi Ri tapi melihat anak buahnya itu seperti tak pantas untuk tinggal dirumah wanita muda. Dalam pikiran Jung Gi, mereka semua harus tinggal sementara di pemandian umum

Jung Gi masuk ke rumah melihat bagian dapur sudah di beri plastik menutupi semua barang karena pipa dan lantai akan diperbaiki, lalu menelp ayahnya menanyakan keadaan Woo Joo tapi terdengar suara tawa ayahnya sedang terbahak-bahak, dengan wajah binggung bertanya keberadaan ayahnya.
Da Jung masuk rumah betapa kagetnya melihat ibu dan keluarga Nam sudah duduk bersama diruang tengah dengan makan daging panggang. Semua pun menyapa Da Jung sambil membungkukan badan. Da Jung dengan ketus bertanya apa yang sedang terjadi rumahnya. Ibu Da Jung meminta anaknya tak bersikap sinis pada tetangga.
“Apartemen mereka rusak, jadi aku menyuruh mereka untuk tinggal di sini.” Kata ibu Da Jung lalu menyuruh semua untuk kembali duduk dan makan
Apa maksud ibu, "meminta mereka tinggal di sini?" siapa yang memberi ijin?” ucap Da Jung, Keluarga Nam pun setengah berjongkok tak jadi duduk. Ibu Da Jung mengatakan kalau ia yang mengizinkanya.
Memangnya ini rumah ibu? Kenapa ibu mengambil keputusan sendiri?” ucap Da Jung marah, Ibu Da Jung menegur anaknya yang bersikap dingin didepan tamu.
Dan apa yang barusan ibu lakukan di rumahku?” teriak Da Jung, Ibu Da Jung kaget dengan teriakan anaknya. 

Jung Gi masuk rumah kaget melihat keluarganya ada diruang tengah dengan sosok wanita beruban, lalu bertanya pada ayahnya. Tuan Nam memberitahu wanita itu adalah ibu dari Da Jung meminta mereka untuk tinggal di rumah Da Jung sampai perbaikannya selesai. Woo Joo dengan senyuman bahagia mengulang ucapan Ibu Da Jung "kalian semua bisa tinggal di sini!" Bong Gi langsun menutup mulut keponakannya.
Itu yang dikatakannya, tapi aku merasa terlalu menyusahkan Jadi kami akan pergi, benarkan ayah?” kata Bong Gi
Ya, tentu saja! Kita tidak boleh terus menyusahkannya” ucap Tuan Nam lalu mengajak semua keluarga untuk pergi.
Aku minta maaf karena sudah menyusahkanmu” kata Jung Gi, Da Jung dengan ketus merasa itu sikap yang bagus kalau Jung Gi bisa menyadarinya dan langsung berjalan masuk ke dalam kamarnya.
Berhenti di sana!” teriak Ibu Da Jung yang membuat Jung Gi dan keluarga berhenti.
“Dasar Kau gadis yang kasar, kau seharusnya tidak berbuat seperti itu! Bawahanmu dan keluarganya tidak punya tempat tujuan. Apakah sesulit itu membiarkan mereka menggunakan satu kamar?” tegur ibu Da Jung

Da Jung membela diri kalau rumahnya itu adalah ada seorang wanita tinggal sendirian, Jung Gi menyetujuinya dan malah sangat berterima kasih karena Da Jung sudah memperbolehkan mereka tinggal satu malam. Da Jung menegaskan Jung Gi harus pergi  sesuai dengan yang dijanjikanya. Jung Gi pun akan bersiap-siap pergi dengan keluarganya.
Tidak boleh! Jangan coba-coba bergerak satu langkahpun” teriak Ibu Da Jung yang membuat Jung Gi binggung
Da Jung berteriak kalau Jung Gi harus pergi tapi ibunya tetap tak memperbolehkan pergi dari rumah. Jung Gi dan keluarga kembali berjalan, tapi teriakan Ibu Da Jung menyuruh agar tetap di sana. Da Jung menjerit memanggil ibunya dan Ibunya juga ikut menjerit tak mau kalah. Bong Gi hampir terjatuh menubruk ayahnya dan terlihat ketakutan.
Jung Gi tak enak hati meminta keduanya tak bertengkar, dan mereka akan pergi sekarang. Tuan Nam pun memohon tak  bertengkar karena mereka akan segera pergi. Dua wanita masih saling menatap sinis satu samalain, sementara keluarga Nam sudah masuk ke ruang belajar yang dipasang tirai. 


Jung Gi sengaja mengintip dari balik tirai apa yang sedang terjadi diluar. Ibu Da Jung merasa anaknya sudah meludahi wajahnya padahal mereka sudah lama tak bertemu, menurutnya anaknyaitu tidak mau melihat wajah ibunya, jadi lebih  baik segera pulang saja.
Ibu, jangan bertindak gegabah! Kumohon, tetaplah di sini!” jerit Jung Gi menahan ibu Da Jung agar tak pergi
Tidak, aku akan keluar dengan kalian semua.” Kata Ibu Da Jung
Tolong jangan lakukan itu! Kau bilang sudah lama tidak bertemu dengannya! Kau akan pergi kemana tengah malam begini?” ucap Tuan Nam ikut menahan ibu Da Jung agar tak pergi.
Aku juga tidak mau melihat anak seperti dia, Jangan menahanku.” Kata ibu Da Jung, Jung Gi memohon agar ibu Da Jung tak melakukannya.
Baiklah! Kalau kau benar-benar menginginkannya, kami tidak bisa berbuat apa-apa. Kami akan tinggal di sini!” kata Bong Gi, Jung Gi berteriak pada adiknya malah membuat suasana makin kacau.

Itu lebih baik daripada membiarkannya pergi tengah malam begini! Bukankah begitu ayah?” ucap Bong Gi agar bisa menahan ibu Da Jung pergi dan membuat mereka juga tinggal dirumah Da Jung
Yah, sekarang kau mengatakan sesuatu kedengarannya masuk akal.” Komentar Tuan Nam, Jung Gi menyenggol ayahnya malah setuju dengan Bong Gi.
Aku sudah melihat sebelumnya dia memiliki tubuh yang bagus Tapi sepertinya kepribadiannya juga bagus!” puji Ibu Da Jung pada Bong Gi, Da Jung menegaskan kalau rumah ini miliknya.
Tapi aku membantumu membayarnya, jadi ibu punya hak atas satu kamar Apa ibu salah?” kata ibu Da Jung
Da Jung tak bisa berbuat apa-apa, setelah melirik sinis pada Jung Gi memilih untuk masuk ke dalam rumahnya. Jung Gi merasa ibu Da Jung tidak perlu melakukan pada mereka. Ibu Da Jung tahu anaknya itu  terlihat kasar di luar, tapi tidak di dalam hatinya, karena merasa malu mengakuinya dan kembali mengajak semuanya makan kembali. Tuan Nam meminta maaf atas semua yang terjadi sebelumnya. Semua keluarga langsung duduk, Jung Gi tak bisa menahan semua keluarga yang sudah duduk untuk makan daging panggang. 


Keluarga Nam melihat foto Da Jung sedang mengunakan pakaian Judo dan Sertifikat penghargaan Judo dalam ruang belajar. Jun Gi melihat dengan Ibu Da Jung itu seperti senjata yang bisa mengalahkan Nona pemarah. Tuan Nam melihat anak dan ibu sama saja. Jung Gi melihat keluar dari tirai, Bong Gi merasa keduanya benar-benar kuat
Bagaimana aku bisa tidur? Aku merasa sangat gelisah!” keluh Jung Gi ketakutan
Ayah juga begitu, tapi ibunya bersikeras! Jadi Ayah tidak bisa berbuat apa-apa!” kata Tuan Nam
Bagaimana kalau sekarang kita pergi ke pemandian umum, ayah?” saran Jung Gi cepat
Kenapa kita harus pergi kesana? Apa kau sudah melihat isi lemar esnya? Itu penuh dengan barang-barang bagus!” kata Bong Gi enggan meninggalkan rumah Da Jung
Jung Gi memarahi adiknya karena sebelumnya sudah bilang jangan menyentuh apapun, lalu mengatakan pada ayahnya kalau ia tak bisa tinggal dirumah Da Jung karena adiknya yang bajingan itu membuatnya merasa cemas, Bong Gi menolak  tidak akan pergi. Jung Gi memutuskan untuk ambil suara terbanyak dan ia memilih untuk pergi ke pemandian umum. Bong Gi dan Woo Joo akan tetap tinggal dirumah. Tuan Nam binggung mana yang harus dipilihnya. 

Di drees room
Ibu Da Jung mengantung bajunya dalam lemari, Da Jung masuk ruangan dengan wajah marah. Ibu Da Jung memuji anaknya  yang membiarkan keluarga Nam tinggal karena itu akan menyenangkan semua orang. Da Jung menanyakan alasan Ibunya melakukan seperti itu.
Ibu sibuk sekali memperhatikan orang lain Sampai ibu tidak melihat bagaimana tidak nyamannya puteri ibu sendiri? Tapi memang, kebiasaan ibu yang ingin sekali diakui sebagai orang baik Sampai-sampai  menghabiskan semua uang kita, tidak akan hilang dengan mudah” tegas Da Jung marah
Apa kau harus marah-marah pada ibu,Padahal ini pertama kalinya kita bertemu setelah sekian lama?” keluh ibu Da Jung
Aku sudah bilang aku tidak mau, tapi ibu bersikeras sekali ingin menang?” tegas Da Jung kesal 

Diruang belajar
Jung Gi meminta ayahnya cepat memutuskan pilihan, Tuan Nam memilih untuk tetap tingal dirumah Da Jung. Bong Gi, Woo Joo berteriak gembira karena mereka akan tetap tinggal dirumah Da Jung. Bong Gi dengan bangga kalau ibu Da Jung memang lebih kuat dibanding anaknya. Jung Gi hanya bisa menghela nafas.
Ruang Dress Room
Da Jung kembali bertanya alasan ibunya datang kerumahnya, Ibu Da Jng mengeluh tidak bisa mengunjungi anaknya sendiri tanpa adanya alasan. Da Jung terus menanyakan tujuan ibunya datang ke rumahnya. Ibu Da Jung berteriak kalau mendengar Mi Sook sakit yang bisa membuat anaknya puas. Da Jung bertanya kapan ibunya akan pergi. Ibu Da Jung marah anaknya menanyakan  hal itu pada ibunya, padahal ibunya juga baru sampai, mengartikantidak bisa tinggal di rumah anaknya sebentar. Da Jung tahu ibunya itu tak suka denganya.

Dasar kau! Kau gadis yang kasar! Dasar kau gadis jahat! Kau masih belum memperbaiki sifat pemarahmu itu? Aku sudah bilang kau harus melakukan sesuatu dengan sifatmu itu!” jerit ibu Da Jung
Jung Gi keluar dari ruang belajar mendengar teriakan ibu Da Jung mengumpat pada anaknya. Da Jung keluar ruangan, Jung Gi memanggilnya untuk meminta maaf dan memutuskan akan pergi besok apapun yang terjadi. Da Jung melirik sinis memilih masuk ke dalam kamarnya. 


Bong Gi masuk ke dalam pos keamanan, Tuan Nam heran anaknya malah datang ke kantornya bukan tidur dirumah. Bong Gi pikir mungkin karena bukan dirumahnya sendiri jadi sulit untuk tidur, lalu melihat ayahnya sedang memasak ramyon. Tuan Nam memberitahu itu hanya cukup untuk dirinya saja. Bong Gi bertanya telur untuk ramyun.
Tuan Nam malah bertanya darimana ia bisa mendapatkan telur, Bong Gi merasa mereka punya. Seorang wanita lewat menyapa Tuan Nam dari jendela. Tuan Nam memanggil Nona unit 702 karena Ada paket untuknya. Bong Gi menemukan sebutir telur didalam lemari lalu menarik bangku didepan kompor.
Sementara Tuan Nam memberikan paket dan juga tester serum Tap-Tap yang dibuat anaknya jadi meminta agar mencoba mengoles diwajahnya. Nona 702 terlihat baru mendengarnya lalu mengucapkan terimakasih, Tuan Nam meyakinkan kalau miliknya itu tidak palsu tapi yang dibuat perusahaan Gold yang palsu.
Bong Gi sambil makan mie melihat wanita seperti baru dikenalnya, si Nona 702 juga sempat melirik ke dalam kantor lalu pergi masuk ke apartement. Bong Gi bertanya pada ayahnya apakah mengenal wanita itu. Tuan Nam menceritakan Nona 702 hanya duduk-duduk saja di rumah seharian dan mendapatkan banyak paket menurutnya orang tuanya juga tidak senang, lalu tersadar ramyon miliknya sudah habis dan mengumpat Bong Gi  anak bandel, lalu menyuruh anaknya membuatkan lagi untuknya. 

Pagi hari
Da Jung, Jung Gi dan Woo Joo masuk bersama ke dalam lift. Da Jung dengan pandangan lurus kedepan bertanya kapan pebaikan pipanya selesai. Jung Gi mengatakan sekitar satu minggu. Da Jung mengejek Jung Gi menyedihkan sekali hanya satu minggu saja tapi tidak punya tempat tujuan,
Maafkan aku, kami akan pindah ke pemandian umum hari ini” kata Jung Gi
Keluarlah dari rumahku dalam waktu lima hari” ucap Da Jung, Jung Gi kaget mendengarnya.
Apa? Tidak, tidak perlu! Sungguh! Kau tidak perlu memberi kami tumpangan selama lima hari” kata Jung Gi menolak
“Ini Bukan untukmu, tapi untuk Woo Joo. Kau tidak boleh membuat anak kecil tidur di pemandian umum selama lima hari!” tegas Da Jung lalu keluar dari lift setelah pintu terbuka. Woo Joo tersenyum bahagia merasa ahjuma itu benar-benar menyukainya 

Direktur Kim main golf bersama dengan Presdir, merasa harus mentraktirnya kapan-kapan atas semua yang dipinjamkan padanya, lalu memanggil bawahanya. Manager Yang memberikan tas sebagai hadiah yang disiapkan direktur Kim untuknya.
Presdir Bank, kami akan mentraktirmu makan malam kalau kau punya waktu” kata Direktur Kim
Sepertinya ada yang ingin kau bicarakan denganku” ucap Presdir Bank
Aigoo, kau punya mata yang tajam, Presdir!” puji Direktur Kim
Yah, kalau itu adalah sesuatu yang akan dikatakan oleh Direktur Kim dari Gold. Aku tidak punya alasan untuk tidak mendengarnya” ucap Presdir Bank, Direktur Kim pun mengucapkan terimakasih. 

Direktur Jo kaget karena Pihak Bank menaikkan bunga pinjamannya lalu menanyakan alasanya. Manager Jung menceritakan baru  mendapat telpon dari bank, kalau mereka akan menaikkan bunganya sekitar 1,8% mulai bulan depanDan kalau mereka tidak mau, maka harus membayar 50% dari pinjaman sekarang
Itu berbeda dari yang mereka janjikan! Buatkan janji temu dengan Manajer cabang Ji sekarang” kata Direktur Jo tak terima
Tidak ada gunanya, mereka bilang itu perintah dari atasan” kata Manager Jung, Direktur Jo bertanya atasan siapa maksudnya. Manager Jung kesal karena sudah pasti Presdir Bank.
Presdir Bank? Tapi kenapa dia melakukan itu?” teriak Direktur Jo, Manager Jung ikut berteriak tak akan tahu dengan hal itu
Hei, pembayaran utang perusahaan Gold pada kita jatuh pada bulan ini kan? Dan pembayaran terakhir piutang kita jatuh pada bulan ini, benarkan?” kata Direktur Jo

Manager Yang datang menemui Direktur Kim memberikan berkas pembayaran hak yang perlu di perhatikan. Direktur Kim bertanya siapa yang membuat surat itu. Manager Yang mengatakan yang membuat Lovely. Direktur Kim melihat jam  tanganya sudah waktunya rapat, jadi meminta agar membawa nanti saja. 

Direktur Jo berisik dari bawah tangga memanggil Jung Gi, Da Jung keluar ruangan menemui Jung Gi bertana apakah ia sudah mengirim produk ke blog kecantikan. Jung Gi mengatakan sudah mengurusnya tadi pagi. Jung Gi pun kembali masuk ke dalam ruanganya. Direktur Jo langsung memberikan kode agar Jung Gi segera naik ke atas.
Jung Gi mengangguk mengerti lalu menyolek Hyun Woo untuk ikut denganya juga. Young Mi memperingatkan ketiganya yang memainkan permainan berbahaya tapi ia tak peduli  karena tidak ikut kali ini. Da Jung bisa melihat dari kaca diruanganya, Jung Gi dan Hyun Woo berjalan perlahan menaiki tangga.
Direktur Jo langsung menanyakan apa yang sudah terjadi, Jung Gi memberitahu sudah berusaha 8 kali sampai sekarang agar MD Seo bertemu dengan mereka untuk dihibur. Direktur Jo tahu MD Seo  tahu bekerja sepanjang minggu, tapi kenapa tidak mengangkat telponnya

Ketiga masuk ke dalam ruangan Direktur, Jung Gi bisa berteriak dengan keras kalau sudah tahu sulit untuk membuat janji dengannya. Hyun Woo mendapatkan informasi tentang MD Seo yaitu Maraton. Jung Gi dan Direktur Jo terlihat binggung.
MD Seo tergila-gila dengan lari marathon. Setiap minggu, dia ikut berpartisipasi dalam lomba lari yang bisa dia temukan!” ucap Hyun Woo duduk disofa
Kalau begitu kita juga harus ikut” kata Direktur Jo,  Jung Gi terbatuk-batuk mengaku punya masalah pernafasan, Direktur Jo pun menyuruh Hyun Woo yang ikut lari karena Umurnya masih 20-an tahun
Tahun ini umurku 30 tahun” ucap Hyun Woo, Direktur Jo tetap melihat umur Hyun Woo masih 20-an dan meminta tak boleh menolak jadi ikut berlari saja.
Kau juga, Kepala Bagian Nam, Kalau kau tidak bisa berlari, setidaknya bawa orang yang bisa berlari” perintah Direktur Jo, Jung Gi tak bisa menolak dan mengajak Hyun Woo agar mereka berlari sampai mati nanti. Hyun Woo setuju akan berlari meski itu membunuhnya.
Baiklah, jadi kapan waktunya?” tanya Direktur Jo, Jung Gi menjawab Hari sabtu

Da Jung tiba-tiba masuk ruangan, semuanya langsung berdiri dan terlihat panik. Direktur Jo dengan terbata-bata bertanya kenapa Da Jung datang ke ruanganya yang membuatnya sangat terkejut. Da Jung memberikan berkas ditanganya kalau ia butuh tandatangan Direktur Jo.
Oh, menandatangani sesuatu? Apa yang belum aku tanda tangani? Mungkin karena Aku berada di semua tempat belakangan ini!” kata Direktur Jo mengambil berkas, Da Jung melirik sinis pada Jung Gi
Apa kalian sedang memikirkan untuk memberikan hiburan?” tanya Da Jung blak-blakan,
Apa maksudmu hiburan? Ini menggelikan sekali! Kami berpikir tentang hari atletik untuk meningkatkan kesehatan pegawai kita Jadi kami sedang membicarakan masalah itu dengan Presdir!” ucap Jung Gi menutupi kebohonganya.
“Benar sekali, dan Kenapa anak muda sepertimu lemah sekali? Apa Kau suka olahraga?” tanya Direktur Jo, Da Jung dengan ketus menjawab kalau ia sangat benci olahraga dan meminta untuk memberikan tanda tangan sebelum pergi lalu keluar ruangan.
Ketiga langsung duduk dengan menghembuskan nafas lega, Direktur Jo pun memberikan semangata agar melakukan yang terbaik hari sabtu ini. Semua mengangkat tangan untuk mereka berjuang bersama. 

Lomba Marathon di Seoul
Seorang Pria sedang melakukan pemanasan, Jung Gi dan Hyun Woo sudah memakai pakaian dengan nomor dibagian dadanya, melihat sosok orang yang dikenalnya. Jung Gi sengaja mengangkat kakinya ikut melakukan pemanasan, menyapa MD Seo. Pria dengan rambut klimis bertanya siapa yang menyapanya.
Jung Gi memperkenalkan diri  sebagai kepala bagian Nam dari Lovely yang berhasil lewat minggu ini, tapi  MD Seo pasti tidak ingat padanya. MD Seo pikir seperti itu. Jung Gi pun memperkenalkan Hyun Woo. MD Seo melihat keduanya menyukai maraton sebagai hobi, Jung Gi mengaku bukan hanya sekedar hobi, mereka adalah anggota klub maraton di Lovely dan ia presdirnya sementara Hyun Woo adalah wakilnya.
Setelah itu  dan menunjuk ke arah bangku penonton, terlihat Mi Ri yang membawa tulisan sebagai bentuk dukungan. MD Seo bisa mengerti dan menceritakan sudah menantikan perlombaan hari ini, Jung Gi dengan berjabat tangan mengajak mereka berusaha yang terbaik. Matanya mencari-cari seseorang sambil menjerit dalam hati “Kenapa anak nakal itu belum datang?” dengan wajah panik 

Lomba Marathon dimulai dengan bunyi tembakan dan juga melepaskan balon ke udara, ratusan orang mulai berlari dari stadion bola menyusuri jalan di Seoul, lalu jembatan. Jung Gi dan Hyun Woo masih bisa mengikuti langkah MD Seo untuk berlari beringinkan.
Di pos pertama, Jung Gi dengan sengaja melayani MD Seo dengan memberikan segelas minuman, lalu menyuruh Hyun Woo berlari sendiri saja karena sudah tak kuat. Hyun Woo tak mau melakukanya dengan menarik Jung Gi untuk  kembali berlari.
Pergilah tanpa aku, sudah terlalu terlambat untukku sekarang.” Ucap Jung Gi yang berbicara dalam hati dengan Hyun Woo
Apa-apaan? Kau tidak bisa melakukan ini sekarang!” kata Hyun Woo dalam hati
Aku serahkan semuanya padamu, Wakil Park!” jerit Jung Gi dalam hati terlihat sudah mau pingsan. Bong Gi datang dari arah belakang, Jung Gi langsung menjabat tangan adiknya dengan wajah bahagia.
Hyung! Serahkan sisanya padaku!” jerit Bong Gi dalam hati pada sang kakak
Aku serahkan semuanya padamu, adikku!” ucap Jung Gi akhirnya jatuh lemas dengan nafas terengah-engah. 

Woo Joo makan nasi dengan sup rumput laut, lalu memuji masakan Da Jung sangat nikmat. Da Jung bertanya apakah ayah Woo Joo pergi ke suatu tempat padahal hari ini adalah libur berkerja. Woo Joo juga tak tahu karena ayahnya bilang sedang sibuk mengerjakan sesuatu
Apa nenek sedang pergi?” tanya Woo Joo
Dia pergi menemui temannya, bagaimana dengan kakekmu?” ucap Da Jung
Dia di kantor keamanan” ucap Woo Joo, Da Jung bertanya dengan keberadaan paman Woo Joo
Aku tidak tahu, paman selalu keluar setiap hari. Paman bilang kalau dia menggali berlian, dia akan membelikan aku 100 robot!” cerita Woo Joo
Da Jung bertanya apakah Woo Joo sering makan sendirian. Woo Joo mengangguk dengan bangga menceritakan sudah pandai makan sendiri dan bertanya kenapa Da Jung tidak ikut makan juga. Da Jung mengambil nasi dalam mangkuk lalu duduk kembali. Woo Joo tersenyum dengan mulut penuh nasi,  Da Jung memperingatakan Woo Joo untuk tidak tersenyum waktu ada makanan di dalam mulutnya. Woo Joo mengerti tapi kembali tersenyum walaupun ada nasi didalam mulutnya. Da Jung pun memberikan lauk di mangkuk milik Woo Joo
bersambung ke part 2
 FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 



2 komentar:

  1. tdk sabar menunggu kLjtn ceritany nh

    BalasHapus
  2. Ciiee. .calon ibu woo joo,, perhatian bngt sama woo joo. .hahay

    BalasHapus