Senin, 25 April 2016

Sinopsis Ms Temper and Nam Jung Gi Episode 12 Part 2

Di pantry
Hyun Woo mengumpat perusahaannya sendiri, tak bisa berpikir apa yang harus dilakukan sekarang. Mi Ri menceritakan sudah meminta Bong Gi untuk mengatakan pada Kakaknya hal yang baik-baik mengenainya, jadi menyarankan Hyun Woo untuk meminta tolong padanya juga, karena  mereka mencoba memanfaatkan apapun yang mereka miliki.
Si brengsek Nam Bong Gi itu belum menghubungimu?” ucap Hyun Woo kesal, Mi Ri kaget Hyun Woo menyebut nama Nam Bong Gi. Hyun Woo tak menjawab milih untuk keluar dari pantry. 

Jung Gi sedang ada diruang rapat melihat semua resume pegawai dengan wajah kebinggungan. Hyun Woo masuk ke dalam ruangan mengatakan ada yang ingin di bicarakan. Jung Gi menjawab sedang tak ingin mengobrol pada saat seperti sekarang, menurutanya kalau tidak terlalu penting, lebih baik membicarakan nanti saja.
Sebelum kau membingungkan masalah pemecatan, bagaimana kalau kau mengurus adikmu dulu?” ucap Hyun Woo, Jung Gi kaget menatap Hyun Woo  dengan wajah bingung.
“Kau tidak tahu kalau dia mengaku sebagai adik dari Kepala Ok dan mempermainkan Nona Mi Ri? Dia bahkan berbohong bahwa akan memastikan Mi Ri tidak akan dipecat.” Kata Hyun Woo, Jung Gi benar-benar kaget berdiri dari tempat duduknya.
Situasi macam apa ini? Maksudku, semua orang sangat ketakutan karena tidak ada yang tahu siapa yang akan dipecat, Biarpun kita bisa menganggapnya sebagai ketidakdewasaan tapi dia seharusnya tidak berbohong mengenai hal itu!” ucap Hyun Woo benar-benar marah
Jung Gi masih tak percaya adiknya bisa melakukan itu. Hyun Woo menyuruh Jung Gi menanyakan langsung pada adiknya, ketika akan keluar ruangan terlihat Mi Ri sudah berdiri didepan pintu. Mi Ri menanyakan apakah benar namanya itu Nam Bong Gi, Hyun Woo memilih untuk keluar ruangan. 

Jung Gi terlihat kebinggungan, Mi Ri tak menyangka ternyata Bong Gi sebenarnya adalah adik kandung Jung Gi bukan Da Jung. Jung Gi meminta maaf merasa semua salahnhya dan semua gara-gara dirinya. Mi Ri benar-benar tak percaya ternyata Jung Gi seperti itu dan tak mengerti tidak tau kalau Jung Gi adalah orang macam ini.
Dia mempermainkan bawahanmu, berpura-pura sebagai orang lain, Kau tahu  itu dan tidak melakukan apapun?” ucap Mi Ri tak percaya, Jung Gi membela diri bukan itu maksunya.
“Aku sangat, sangat, sangat kecewa padamu!” jerit Mi Ri sambil menangis lalu meninggalkan ruangan. Jung Gi hanya bisa mengumpat mendengar tentang adiknya yang membuat kekacauan. 

Woo Joo sedang mengambar di ruang tengah melihat ayahnya yang sudah pulang kantor. Bong Gi keluar kamar melihat kakaknya yang pulang telat, Jung Gi menyuruh anaknya masuk kamar dan dengarkanlah musik. Woo Joo berpikir pamanya itu pasti membuat masalah lagi. Bong Gi pikir tidak melakukan kesalahan apapun. Jung Gi menyuruh Woo Joo segera ke kamarnya, Woo Joo tak membantah berjalan masuk kamar dan menyalakan radio.
Kenapa kau menjalani hidupmu seperti itu?” tanya Jung Gi sinis, Bong Gi binggung menurutnya tak ada yang salah dengan gaya hidupnya
Bagaimana bisa kau berpura-pura sebagai adik Kepala Ok?” ucap Jung Gi marah
Dengarkan aku dulu, Hyung. Aku bukannya sengaja melakukannya. Merekalah yang salah paham dan menganggapku sebagai adiknya terlebih dahulu! Yang aku katakan hanyalah aku dekat dengan seseorang di Lovely Cosmetics... “jelas Bong Gi dengan membuka kacamatanya, Jung Gi mengumpat adiknya benar-benar kurang ajar, Bong Gi heran melihat kakakanya seperti tak percaya

Kau ini selalu pergi minum-minum meski menganggur, Kau tidak punya penghasilan tapi menghabiskan semua uang yang kau mau. Kau selalu meremehkan masalah besar dan menganggap hidup ini mudah. Sekarang kau bahkan berbohong mengenai identitasmu? Dan sampah macam ini adalah adikku?”ucap Jung Gi mengeluarkan amarahnya, Bong Gi bertanya apakah kakaknya sudah seleasi bicaa.
Kau pikir hidup ini gurauan ya? Sangat menyenangkan ? Sementara itu, apa kau tahu  yang dilakukan anak seusiamu untuk mencoba bertahan?” tanya Jung gi
Aku tahu! Aku ada disamping mereka, melihatnya. Mana ada orang yang lebih mencoba bertahan daripadamu? Kau bangun lebih awal dan pulang lebih larut dari orang lain. Kau juga harus kembali bekerja pada malam hari bahkan pada akhir pekan, kapanpun mereka membutuhkanmu.” Ucap Bong Gi yang membuat Jung Gi terdiam,
Kau bahkan tidak bisa benar-benar memandang wajah anakmu dengan benar dan kau melakukan semuanya di tempat kerja, selain tidur dan makan. Dan disinilah aku, cemas kau akan dipecat di umurmu yang 40 tahunan karena restrukturisasi internal. Benarkah itu cara yang benar untuk menjalani hidupmu?” ucap Bong Gi, Jung Gi sangat kesal mencengkram baju adiknya.

Aku juga bekerja keras!!” teriak Bong Gi mendorong kakaknya agar melepaskan tanganya.
Aku pun memiliki kesulitan! Hanya saja aku menjalani hidupku dengan cara yang berbeda dari kebanyakan orang. Jadi, hyung... jangan mencemaskanku lagi.” Tegas Bong Gi lalu keluar dari rumah, Jung Gi pun terlihat sedih. Woo Joo ada dikamar mendengarkan adu mulut antara ayah dan pamanya.
Ya. Siapa aku, sampai-sampai mau menilai hidup orang lain? gumam Jung Gi sambil masuk ke dalam kamarnya.
Aku memberikan masa mudaku kepada perusahaan ini tapi masih saja takut dipecat Dan sekarang aku disini memikirkan harus memecat siapa agar bisa bertahan. Apa hakku menilai manusia?gumam Jung Gi menatap ke luar jendela. 



Mi Ri duduk dibar sambil meminum segelas bir, Bong Gi datang melihatnya dengan sedikit ketakutan mendekati Mi Ri dan memanggilnya, Mi Ri hanya diam kembali menuangkan soju ke dalam gelas birnya dan meminumnya, setelah itu berdiri dari tempat duduknya. Bong Gi menahan tangan Mi Ri untuk tak pergi, Mi Ri langsung memberikan tamparan dan mengumpatnya. Bong Gi terlihat menahan air matanya melihat Mi Ri yang pergi meninggalkannya. 

Tuan Nam datang ke rumah yang diminta oleh ibu, ternyata rumah itu milik ibu Ji Hoon teman Woo Joo. Sang ibu melihat kedatangan Tuan Nam yang dikenalanya adalah kakek Woo Joo, Tuan Nam memberitahu membunyikan belnya beberapa kali tapi tidak ada yang menjawab dan ternyata baru malam hari ada dirumah. Ibu Ji Hoon bertanya ada apa Tuan Nam ke rumahnya.
Ibumu meninggalkan makanan untukmu” ucap Tuan Nam memberikan bungkusan yang berisi kotak makan.
Sial, sudah kubilang dia tidak perlu membawa hal-hal seperti ini lagi. Silahkan kau terima saja.” Ucap Ibu Ji Hoon ketus
Kenapa aku harus melakukannya? Mertuamu membuatkan ini untuk kau dan suamimu dengan penuh cinta dan perhatian!” ucap Tuan Nam binggung
Ya, kau tahu kan kalau kami selalu pulang larut malam, lagipula kami makan roti  untuk sarapan, jadi kami tidak butuh makanan pendamping. Lagipula, tak akan ada yang makan nanti, lalu membusuk dan akhirnya kami harus membuangnya.” Ucap Ibu Ji Hoon sinis
Tuan Nam pikir Ibu Ji Hoon tidak bisa membuang makanan begitu saja. Ibu Ji Hoo menyuruh Tuan Nam memakan saja atau membuangnya lalu menutup pintu rumahnya. Tuan Nam kebinggungan, sambil berbicara sendiri tidak bisa membuang makanan berharga begitu saja dan ibu itu pasti akan kecewa kalau tahu anaknya bersikap seperti tadi. 

Pagi hari
Jung Gi menelp Mi Ri karena merasa mencemaskannya dan bertanya apakah ia sedang sakit. Mi Ri yang ada ditempat tidur dan terlihat mata membengkak karena menangis selama, mengaku  hanya malas masuk kerja dan merasa malu karena jatuh cinta pada sikapnya seperti orang bodoh jadi tidak ingin bekerja.
Tapi kau tidak boleh bolos di waktu seperti ini.” kata Jung Gi
Bukankah itu malah bagus untuk mu? Kau bisa menulis ini di laporan kinerja pegawai. Adiknya membohongiku, kakaknya mau memecatku... sungguh menarik.” Sindir Mi Ri lalu menutup telpnya. Jung Gi hanya bisa diam karena semua memang kesalahanya. 

Young Mi datang ke meja Jung Gi memberikan laporan penjualan 99 lipstik. Jung Gi memuji kerja yang bagus, Young Mi meminta agar Jung Gi  menulis tentang online event. Jung Gi nampak binggung. Young Mi meminta Jung Gi menulsikan namanya sebagai orang  yang bertanggung jawab atas meningkatnya penjualan dan ia  ikut andil dalam separuh penghasilan.
Jung Gi pikir sudah pasti karena ia akan menghargai usahanya. Young Mi juga memohon agar diberi sedikit keringanan. Jung Gi bisa mengerti dengan sikap Young Mi.

Hyun Woo menatap ke arah Jung Gi lalu mengetik di komputernya, Jung Gi membaca chat yang dikirimkan Hyun Woo
“Kau tahu kan kalau kejadian yang kemarin itu hanya karena adikmu dan Aku sebenarnya sangat menyukai dan menghormatimu, kan?
Jung Gi terlihat binggung dan Hyun Woo memberikan tanda cinta pada Jung Gi dengan jari telunjuk dan jempolnya.
Semua orang menjadi putus asa. Dan aku tidak berhak menilai mereka berdasarkan keputusasaan mereka. Tidak, di dunia ini tidak ada yang bisa menilai betapa berharganya orang lain.Gumam Jung Gi menatap dua pegawainya lalu membuka lembaran Penilaian Pegawai
Aku bertanya-tanya, berapakah poinku sebagai seorang manusia? Aku ingin memiliki keberanian, meskipun aku merasa ketakutan agar aku tidak menjadi manusia rendahan terendah.” 


Jung Gi memberikan berkas laporan pada Da Jung sebagai laporan kinerga pegawai yang sudah diselesaikanya jadi meminta agar segera ditandatangi. Da Jung melihatnya lalu bertanya apakah memang benar ini orang yang dipilihnya. Jung Gi mebenarkan.
“Apa Kau tidak akan menyesali ini?” tanya Da Jung. Jung Gi menjawab tidak akan menyesalinya.
Jujur saja, mungkin nanti aku akan menyesalinya. Gumam Jung Gi lalu membungkuk dan berjalan ke luar ruangan.

Jung Gi melihat semua anak buahnya kembali bergumam Tapi biarpun begitu, aku tidak merasa malu terhadap kehidupanku. Aku cukup puas dengan hal itu. Lalu ia berjalan ke mejanya membawa tasnya dan pergi. Semua melihat kepergian Jung Gi yang meninggalkan kantor.
Da Jung berjalan ke balon sambil meminum secangkir teh dan melihat berkas laporan kalau yang harus disetujui yaitu pegawai yang akan dipencat tertulis nama “Nam Jung Gi” 


Jung Gi minum sendirian di meja makan, Bong Gi melihat kakaknya yang minum sendirian. Jung Gi akhirnya menyadari kedatangan adiknya lalu mengajaknya untuk minum bersama. Bong Gi pun duduk bersama dimeja makan. Jung Gi menuangkan soju untuk adiknya.
Mulai sekarang kau harus memberiku uang saku. Aku memberikan surat pengunduran diriku hari ini.” ucap Jung Gi, Bong Gi kaget sampai tak jadi minum, akhirnya Jung Gi yang meminum soju di gelasnya.

Pagi hari
Semua pegawai lovely berkumpul di papan pengumaman dan melihat pengumuman “Orang yang dipecat: Han Young Mi. Jung Gi yang melihat nampak binggung menurutnya ini tak benar karena menuliskan namanya sendiri. Young Mi datang binggung melihat semua pegawai berkumpul dan melihat namanya tertulis di papan pengumuman.
“Ini Tidak mungkin terjadi. Aku tidak menulis namamu di dokumen itu!” ucap Jung Gi terlihat binggung
Aku benar-benar mempercayaimu, Ini sungguh keterlaluan. Jadi Kau ingin aku pergi? Kenapa? Kenapa aku? Kesalahan apa yang telah aku lakukan? Yang aku lakukan hanyalah bekerja keras!” jerit Young Mi histeris
Pikirkanlah dengan baik mengenai hal itu selagi kami masih menawarkan gaji selama setahun.” Komentar Manager Jung dengan tawa mengejek. 

Jung Gi akhirnya datang ke ruangan Direktur Jo menanyakan alasan kenapa Young Mi yang dipecat karena sangat yakin telah menulis namanya sendiri. Direktur Jo tak percaya karena dokumen yang diberikan Da Jung tertulis nama “Han Young Min”. Jung Gi binggung dengan semua yang terjadi.  Direktur Jo menyuruh Jung Gi untuk  bicara saja dengan Kepala Ok mengenai hal itu, dan menyuruhnya pergi.
“Tapi kau  tidak bisa memecat Wakil Han seperti itu, Wakil Han... bukan, Young Mi sudah bersama kita sejak membuka pabrik pertama! Kita juga ada bersamanya saat dia melahirkan Ji Ho dan juga datang ke pesta ulang tahun pertamanya! Direktur!! Kau benar-benar tidak bisa melakuakn hal ini!” ucap Jung Gi tak terima
“Lalu sampai kapan aku akan mempertahankannya hanya karena alasan itu? Kita sedang terdesak, jadi harus melakukan apapun yang bisa kita lakukan. Aku tidak sedang mengadakan acara amal disini.” Kata Direktur Jo terkesan tak peduli.
“Kau bilang ini acara Amal? Lalu bagaimana dengan para pegawai itu? Kami tidak pernah meminta uang lembur padamu! Apa kau pikir kami ini sukarelawan?” teriak Jung Gi tak terima dengan menahan air matanya. Direktur Jo pura-pura tak mengerti.
Saat Ibumu meninggal beberapa tahun yang lalu,Wakil Han mengurus para tamu pemakaman selama 3 hari penuh tanpa memperoleh uang sepeser pun!” teriak Jung Gi mengingatkannya.
Ya ini.. dan itu... ! Berhentilah menghubung-hubungkan hal-hal begitu!” teriak Direktur Jo membela diri tak ingin disalahkan.
“Direktur.. Kau tidak bisa melakukan ini! Ini terlalu tidak menusiawi! Kita sudah menjadi rekan kerja sejak dari awal!” ucap Jung Gi berteriak marah dengan menahan rasa sedih yang mendalam. 
Sudah cukup! Beraninya kau membalas omonganku? Kau itu hanya Wakil Kepala! Mulai sekarang, katakanlah apa yang ingin kau katakan padaku lewat Kepala Ok. Perusahaan membutuhkan susunan dan hirarki, kau tahu itu Atau semuanya akan jadi berantakan.!!!” Teriak Direktur Jo sambil berdiri lalu kembali duduk sambil mengumpat. Jung Gi berusaha menahan air matanya agar tak tumpah. 


Da Jung mengakui kalau ia yang memilih Young Mi, Jung Gi menanyakan alasan Da Jung melakukan hal ini padahal sebelumnya dirinya yang akan pergi dan akan bertanggung jawab.Da Jung menanyakan alasan Jung Gi melakukan hal itu. Jung Gi memberikan alasan kalau ia adalah atasan dari pegawainya.
Aku juga mengambil suap dari perusahaan lain.” Ucap Jung Gi, Da Jung membalas bukan hanya Jung Gi yang mengambilnya.
Bagaimanapun, sudah aku katakan bahwa aku yang akan bertanggung jawab lalu kenapa kau mengubahnya sesukamu?” ucap Jung Gi kesal
Wakil Kepala Nam! Kau adalah seorang Wakil Kepala. Bagaimana kau akan membesarkan Woo Joo kalau kau sampai keluar dari kantor ? Bagaimana dengan Ayahmu dan juga adikmu? Bagaimana denga keluarga yang bergantung kepadamu? Apakah tidak masalah kalau kau keluar?” ucap Da Jung mencoba menyadarkan
Tentu saja tidak, tidak ada orang yang baik-baik saja saat harus meninggalkan  pekerjaan mereka! Memang Benar aku tidak akan baik-baik saja kalau dipecat, tapi yang lain pun pasti juga merasa begitu! Tidak ada yang senang karena dipecat!” ucap Jung Gi dengan nada bergetar menahan tangisnya. 

Young Mi didepan mejanya membereskan semua barang-baranganya Hyun Woo dan Mi Ri terlihat sedih karena Young Mi akan meninggalkan kantor. Jung Gi keluar dari ruangan dengan mata menahan tangis mendekati meja Young Mi. Young Mi menghela nafas mengungkapkan masih bertanya-tanya mengenai alasan kenapa sampai ditargetkan dan dipecat dan merasa seperti telah melakukan kesalahan.
Tidak pernah melawan ataupun, bahkan mengajukan keluhan dan melakukan apapun yang disuruh. Paling mencintai perusahaan ini dan tidak pernah ambil cuti Dan bahkan menolak mengambil hadiah cuti untuk pernikahanku yang ke 10 tahun untuk bekerja disini. Dari Semua itu, akhirnya malah membuatku dipecat. Sementara itu disini, seorang pelaku pelecehan seksual malah masih bertahan.” Sindir Young Mi menahan rasa kesalnya.
Dengar, Wakil Han. Aku adalah bagian dari royal family perusahaan. Kau harusnya sadar itu. Kenapa kau mencoba menyeretku untuk turun bersamamu?” balas Manager Jung yang duduk ditangga dengan tatapan mengejek lalu masu ke dalam ruangan Direktur Jo.
Wakil Han. Maafkan aku karena tidak memiliki kekuatan apapun. Aku sangat, sangat minta maaf.” Ucap Jung Gi memegang tangan Young Mi sambil menangis, Hyun Woo dan Mi Ri juga tak bisa menahan rasa sedihnya
Aku harus bekerja tanpa mengatakan apapun Dan masih juga tidak bisa mengatakan apapun saat aku pergi. Ini Sungguh kejam.” Kata Young Mi lalu memberikan ID cardnya pada Jung Gi sebagai hadiah darinya dan membawa semua barang-barangnya keluar kantor.

Da Jung menatap kepergiaan Young Mi dari dalam ruanganya, Mi Ri pun menangis keras melihat Young Mi yang pergi. Young Mi melihat dari depan pintu ke arah ruangan Direktur Jo, Manager Jung yang ada diruangan melambaikan tangan sambil tertawa mengejek. Direktur Jo tak bisa menatap Young Mi seperti merasa bersalah. Young Mi terlihat benar-benar marah dengan sikap Direktur Jo.
Perusahaan yang baru saja menyingkirkan seorang pekerja kemarin Dan aku yang hanya bisa melihatnya saat rekan kerjaku dirampas hanya karena kekuatan uang. Benarkah dengan menjalani hidup semacam ini? Gumam Jung Gi menangis sambil mengenggam ID card milik Young Mi. Da Jung melihat semua timnya menangisi kepergiaan Young Mi. 


Dirumah
Suami Young Mi sambil makan buah menanyakan alasan Young Mi keluar dari kantor tanpa bilang-bilang dulu. Young Mi beralasan  hanya ingin mengurus Ji Ho dengan lebih baik. Ibu Mertuanya merasa masih ada dirumahnya jadi tak perlu cemas, merasa Young Mi keluar dari kantor karena sebelumnya beberapa kali mengeluh tentang mengurus cucunya.
Young Mi pikir bukan seperti itu, Suami Young Mi tak peduli dengan alasan istrinya dan menyuruh Young Mi untuk kembali ke kantor dan  mengambil kembali surat pengunduran dirinya. Young Mi pikir tak mungkin bisa melakukan hal itu.
Sekarang ini kita banyak sekali pengeluaran. Apa menurutmu akan baik-baik saja kalau hanya aku yang mencari uang?” ucap Suami Young Mi
Ya, benar menantuku. Mana bisa dia mencari uang sendirian? Jangan mencemaskan Ji Ho, dan ambillah kembali surat pengunduran dirimu.” Ucap Ibu mertuanya.
“Ibu mertua... tidak bisakah aku berlibur sebentar? Akusudah bekerja mulai lulus kuliah dan  merasa sangat lelah. Aku juga sudah harus bekerja setelah 100 hari melahirkan Ji Ho, aku merasa sangat terbebani dengan urusan di tempat kerja dan rumah. Untuk sekarang. Aku akan berlibur dulu.. bolehkan?” ucap Young Mi
Sayang, apa kau pikir hanya kau saja yang ingin bersantai? Aku juga ingin!” teriak suaminya dengan nada tinggi

Kau bisa bersantai saat pulang kerja! Dan akhir pekan serta tanggal merah kau juga libur. Tapi ini adalah pekerjaan keduaku, setelah menjadi Ibu ! Kau tau itu kan?” kata Young Mi membela diri
Wow, orang akan berpikir bahwa yang aku lakukan hanyalah menyuruh-nyuruhmu! Hei... mumpung kau masih muda, maka kau harus menghasilkan sebanyak-banyaknya! Aigoo, benar-benar. Dia tidak memiliki kesadaran. Apa kau ingin membuat suamimu lebih kesulitan lagi?” sindir ibu mertuanya kesal
Oh, Aku sungguh minta maaf karena hanya menjadi menantu jahat yang membuat anakmu menderita. Tapi aku benar-benar tidak bisa mengambil kembali surat pengunduran diri. Aku dipecat.” Ucap Young Mi memberitahu semuanya.
Suami dan ibu Mertuanya benar-benar terkejut mendengarnya, Young Mi dengan menahan air mata memberitahu suaminya dirinya dipecat karena  restrukturisasi. Ibu mertuanya seperti bersalah mengatakan hal yang menyakitkan hati. Young Mi menceritakan  sudah mencoba bertahan selama mungkin jadi memohon pada suami dan ibu mertuanya membiarkanya agar  bisa bernapas sedikit saja.
Terdengar bunyi bel rumah Young Mi beberapa kali, Suami dan ibu Mertuanya terlihat masih shock. Akhirnya Young Mi yang berteriak menanyakan siapa yang datang sambil membuka pintu, betapa kagetnya Young Mi melihat Da Jung sudah ada didepan rumahnya. 


Manager Yang berjalan ke lobby dengan senyuman sumringah, Yoon Ho berjalan tak jauh memanggil juniornya. Manager Yang menghampirinya nampak binggung yang harus dilakukan ketika pergi tanpa bertemu dengan Yoon Ho
Kenapa tiba-tiba kau memberikan surat pengunduran dirimu?” tanya Yoon Ho
Aku menderita karena tidak mempercayaimu dan  aku tidak boleh mempercayai Direktur Kim jadi akhirnya aku malah ditusuk dari belakang olehnya. Aku tidak memiliki perasaan yang tersisa dari tempat ini lagi.” Cerita Manager Yang dengan senyuman sumringah
Oh, benarkah? Lalu, kemana kau akan sekarang?” tanya Yoon Ho terlihat heran
Aku masih belum bisa memberitahumu Tapi nanti aku akan menghubungimu begitu aku sudah ada disana.” Kata Manager Yang lalu pamit pergi.
Tapi dia tidak terlihat seperti orang yang habis ditusuk dari belakang.” Komentar Yoon Ho heran 

Direktur Jo mengucapkan terimakasih saat memberikan capnya, melihat berkas ditanganya seperti tak menyangka Ji Sang bisa berkerja secepat itu dan melihat bukti transferan dana 2 milyar won setelah memecat salah satu karyawanya.
Ji Sang pun diberikan surat oleh Direktur Jo untuk ditanda tanganinya, terlihat dibagian atas  [Kontrak Dewan Eksekutif] dengan empat poin di dalamnya, Ji Sang pun membubuhkan tanda tanganya. Direktur Jo mengungkapkan akhirnya merasa bahwa perusahaannya akan membuat tanda emasnya dan berpikir suatu kehormatan bisa melayani Ji Sang selama ini lalu membungkuk sambil berjabat tangan. Ji Sang berpesan agar Direktur Jo mengurus semuanya dengan sebaik-baiknya. 

Jung Gi masuk ruangan melihat meja Young Mi sudah kosong dan ada sandal yang biasa di gunakan Young Mi masih tertinggal. Young Mi dan Hyun Woo datang menyapa Jung Gi, Jung Gi berpura-pura tak terjadi sesuatu dengan berkomentar Cuacanya bagus dan udara akan semakin hangat.
Mi Ri mencairkan suasana dengan menawarkan untuk membuatkan es kopi agar bisa menyegarkan. Jung Gi setuju,  Mi Ri menanyakan pada Hyun Woo,  Hyun Woo juga ingin meminumnya. Mi Ri bertanya juga pada Young Mi seperti biasa, lalu teringat Young Mi sudah dipecat, semua terdiam sambil menatap meja Young Mi sudah kosong.
Tempat yang kami pangkas agar bisa bertahan meninggalkan luka yang cukup dalam dan lama lebih dari yang kami sangkakan. Tapi kami harus mengubur luka yang kami miliki dan terus melanjutkan hidup. Gumam Jung Gi, Da Jung juga baru datang melihat meja Young Mi yang kosong
Siang harinya, semua mulai sibuk. Jung Gi menerima telp memberitahu sudah mengirimkan perkiraan waktunya lewat email jadi bisa mengeceknya, lalu mengusulkan untuk melakukan pertemua di 3 hari ke depan, setelah menutup telpnya seperti sebuah kebiasan memanggil Young Mi untuk memberitahu sesuatu. Tapi yang dilihat Jung Gi hanya sebuah meja kosong dan sepasang sandal yang tertinggal dilantai.
Kita ini semakin kuat ataukah semakin lemah?” 

Bong Gi berdiri di depan tembok sambil berlatih meminta maaf pada Mi Ri dan mengaku sudah melaukan hal yang jahat selama ini dan benar-benar memohon agar meminta maaf. Mi Ri keluar bersama Hyun Woo dan melihat Bong Gi sudah menunggu didepan kantor.
Mi Ri, Mi Ri, Jang Mi Ri.... Halo...” sapa Bong Gi, Mi Ri yang masih kesal memilih untuk meninggalkanya. Bong Gi hanya bisa diam saja, Hyun Woo pun memanggil Mi Ri untuk berjalan bersama.
Bong Gi, Bong Gi, Nam Bong Gi. Sampai Jumpa” ejek Hyun Woo sengaja memberikan penekanan pada nama asilnya. Bong Gi hanya bisa menatap sedih kepergian Mi Ri. 

Di sebuah cafe
Young Mi menyindir Jung Gi yang menendangku keluar, tapi kenapa sekarang ingin menemuinya. Jung Gi sadar  mengatakan hal seperti ini memang sia-sia tapi orang yang memberikan nama kepada Direktur bukan dirinya, tapi ia meminta maaf karena  tidak bisa melindunginya. Young Mi sudah tahu kalau ia akan jadi sasaran sejak awal.
Aku juga tahu kalau bukan kau yang melakukannya, jadi tidak perlu minta maaf.... Aish, menggodamu memang sangatlah menyenangkan” ejek Young Mi, Jung Gi terlihat bisa sedikit tersenyum,
Lagipula menganggur juga tidak seburuk yang aku kira. Aku merenungkan kenapa aku hidup penuh tekanan sebelumnya, dan juga bisa bermain dengan anakku semauku bahkan bisa membuatkan sarapan untuk suamiku. Jadi janganlah hidup seperti itu karena Bukan begitu caranya menjalani hidup.” Cerita Young Mi
Jadi sekarang ini kau mau menganggur dulu?” tanya Jung Gi terlihat khawatir
Tapi buka seburuk itu . Aku sudah dapat penawaran lain.” Ungkap Young Mi
Itu hebat. Kau sangat terampil jadi tidak masalah kemanapun kau pergi.. Tapi, tepatnya dimana itu?” tanya Jung Gi penasaran

Young Mi pikir Jung Gi Tidak perlu cemas karena bukan perusahan besar dan memang masih skala kecil. Jung Gi bertanya kapan Young Mi akan mulai berkerja lagi. Young Mi pikir setelah bermain seminggu lagi. Jung Gi bisa merasa lega dan memberikan selamat lalu teringat sesuatu tujuanya datang untuk memberikan sesuatu. Young Mi tertawa melihat sandal yan dibawakan Jung Gi
Aigoo, kapan kau ada waktu untuk menyisihkan ini?  kau ini memang pintar mengambil hati orang lain.” Ejek Young Mi, Jung Gi merasa tak enak hati karena hanya itu yang bis dilakukanya.
Jangan merendah begitu. Apakah kau tidak tahu hal apa yang paling sulit untuk dilakukan? Orang waras macam apa yang akan menulis nama mereka sendiri untuk dipecat? Apa kau ini bodoh!!!” ejek Young Mi, Jung Gi pun tertawa keduanya tertawa bersama di dalam cafe sudah tak ada lagi rasa dendam.
Berbahagilah kemanapun kau pergi, Wakil Han Young Mi, Mungkin yang kita lakukan ini hanyalah untuk melegakan perasaan kita sendiri berusaha mengatasi semuanya dengan baik, dengan bersikap layaknya orang dewasa. Dan itulah yang kita lakukan, tapi...


Pagi hari, diruan rapat
Jung Gi memberikan  informasi tambahan dari HSN. Da Jung melihatnya merasa sudah bagus lalu bertanya Bagaimana tentang persiapan lovely memasukkan produk ke toko bebas pajak. Hyun Woo memberitahu Interiornya sudah selesai, hanya tinggal menata displaynya. Da Jung menanyakan tentang  e-commerce?
Mi Ri melaporkan mereka menerima banyak keluhan mengenai jasa pengiriman yang sekarang jadi berpikir untuk menggantinya dengan yang lain. Da Jung meminta Mi Ri segera mengurusnya, Mi Ri mengerti.


Direktur Jo terlihat merapihkan dasi dan juga kemejanya, Sek Wang terlihat memegang kaca dengan memalingkan muka. Direktur Jo bertanya apakah ia sudah terlihat rapih dan tampan, sambil menyuruh Sek Wang memang kaca dengan benar. Sek Wang hanya bisa mengangguk.
Ji Sang duduk dibelakang sopir terlihat mengunakan pakaian yang sangat rapi. Direktur Jo sudah ada didepan kantor dan terihat gelisah, sebuah mobil datang, Direktur Jo langsung turun menyambutnya dengan membuka pintu mobil. Ji Sang turun dari mobil, Direktur Jo langsung menyambut selamat datang pada Ji Sang di Lovely sambil membungkuk. Ji Sang tersenyum dan menatap kantor lovely yang terlihat kecil. 


Da Jung mulai merencanakan event yang akan diadakan pada hari pembukaan toko bebas pajak. Semua mengerti dan menyudahi rapat, Direktur Jo tiba-tiba datang menyuruh semua pegawai keluar ruangan rapat karena ada yang ingin diperkenalkan padanya. Da Jung terdiam melihat sosok orang yan ada didepanya, matanya melotot kaget. Ji Sang melihat tatapan mata Da Jung yang sangat kaget.
Baiklah, ucapkan salam. Dia adalah investor perusahaan kita dan juga Kepala Direktur dari perusahaan kita mulai hari ini: CEO Lee Ji Sang.” Ucap Direktur Jo.
Jung Gi nampak binggung orang itu sebagai Kepala Direktur, tapi akhirnya bersamaan membungkuk memberikan hormat kecuali Da Jung. Ji Sang menyapa semua pegawainya dengan memperkenalkan namanya. Da Jung menatap sinis, Ji Sang dengan senyumanya menyapa Da Jung. Jung Gi melihat tatapan Da Jung yang tak biasa lalu tiba-tiba seperti bisa mengetahui sesuatu.
bersambung ke episode 13

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 



2 komentar: