Minggu, 31 Januari 2016

Sinopsis Madame Antoine Episode 3 Part 2

Hye Rim menemui TuanKim dalam rumahnya, Tuan Kim menanyakan apakah Hye Rim suda mengetahui tentang penelitian yang dibahas sebelumnya. Hye Rimmenceritakan sudah tahu apa yang sedang dilakukan Soo Hyun padanya.
Dia bilang itu berhubungan dengan tipe ideal seseorang dan sebagainya...” kata Hye Rim yakin
Aku rasa bukan itu. Tidak mungkin seorang psikolog kewanitaan terkenal di dunia akan melakukan penelitian seperti itu. Tapi dia bilang, saat ini sedang melakukan tes awal. Dia tidak mengatakan banyak padaku, jadi aku tidak tahu apa-apa tentangnya. .” Kata Tuan Kim
Kenapa Anda tidak menanyakannya langsung? Dia bahkan menerima uang Anda.” Saran Hye Rim
Apa kau tidak tahu sifatnya? Jika aku mengganggunya sedikit, dia akan menjual lisensinya pada orang lain.” Ucap Tuan Kim
Benar juga... Lalu, apa yang harus aku lakukan?” tanya Hye Rim. 

Hye Rim berjalan perlahan ke lantai dua, melihat belum ada yang datang, lalu mencoba masuk keruang konseling ternyata dikunci lalu pindah ke ruang Soo Hyun pintunya pun terkunci.
Teringat kembali dengan permintaan Tuan Kim Cobalah cari tahu lebih banyak tentang penelitiannya saat ini. Jika kau melakukannya, aku akan memberikan uangnya padamu sekaligus.
Hye Rim pergi ke meja Seung Chan melihat folder dilayar [Burung Bubut] ketika akan mengkliknya, Seung Chan datang dengan wajah panik dan langsung memegang mousenya. Hye Rim dengan gugup mengatakan kalau menemukan nama folder aneh dalam komputer Seung Chan.
Seung Chan tersenyum mengaku folder itu berisi video porno, Hye Rim mengaku suka menontonya dan mengajaknya untuk menonton bersama dan mengambil kembali mousenya. Seung Chan menghalanginya dengan mengaku kualitas videonya tidak bagus jadi nanti akan memberikan dengan gambar video yang lebih bagus. Hye Rim mengerti dan keluar dari ruang receptionist.
Tapi, sepertinya kau berusaha mati-matian untuk mencegahku melihat folder itu.” Ungkap Hye Rim curiga, Seung Chan hanya bisa tersenyum. Hye Rim pun kembali ke lantai satu.
Seung Chan menghembuskan nafasnya, melihat isi folder berjudul  [Proyek Madame Antoine Rancangan Studi Pendahuluan] dan sifatnya sangat rahasia. 

Soo Hyun memutar bangkunya, berteriak heran. Seung Chan bertanya apakah mereka perlu melanjutkan penelitian seperti ini karena merasa tidak enak. Soo Hyun mengingatkan Seung Chan sangat menginginkan sebuah motor.
Kita menipu Hye Rim Noona! Apa aku benar-benar tidak bisa berhenti?” ungkap Seung Chan
Kalau begitu, gantikan semua uang yang ku pakai untuk penelitian ini. Kontrak Pasal 7: Ketika seorang subjek berhenti di tengah penelitian, maka mereka akan mengganti 50 persen dari uang yang dipakai untuk penelitian. Dan Itu lebih dari 20 juta won.” Jelas Soo Hyun, Seung Chan hanya bisa menghembuskan nafasnya.
Oh iya Kemarin aku bersenang-senang dengan Hye Rim Noona.” Cerita Seung Chan. Soo Hyun bertanya apa yang dilakukanya, Seung Chan menjawab dengan menjulurkan lidahnya. Soo Hyun mendengus kesal melihatnya. 

Hye Rim melihat Soo Hyun datang ke cafenya berpikir menginginkan secangkir kopi, Soo Hyun dengan mata serius bertanya apa yang dilakukanya dengan Seung Chan. Hye Rim terlihat binggung ingin menjelaskan. Seorang pria tiba-tiba masuk ke dalam cafe, Hye Rim kaget melihat pria yang datang ketika akan menyapanya. Keduanya saling menatap.
Kapan kau kembali ke Korea? Ah...Tidak... maksudku bagaimana kau tahu tentang tempat ini?” ucap Hye Rim
Aku mendengarnya dari Do Kyung.” Ucap si pria, mantan suami Hye Rim
“Jadi Kau bertemu dengan Do Kyung? Kenapa?” kata Hye Rim dengan nada tinggi
Ada yang ingin kubicarakan denganmu mengenai Do Kyung.” Kata si pria, Soo Hyun pun hanya bisa diam, Hye Rim langsung menyuruh pria itu keluar. Mantan Suaminya seperti ingin berbicara di cafe saja, Hye Rim menegaskan mereka akan berbicara diluar dan akan berganti baju lebih dulu. Soo Hyun menatap dengan wajah binggung, melihat sikap Hye Rim berubah bertemu dengan pria yang akhirnya keluar dari cafe. 

Hye Rim menunggu dengan gelisah di depan cafe, Yoo Rim datang terburu-buru bertanya kenapa mantan suaminya yang brengsek itu datang menemuinya. Hye Rim menceritakan mantan suaminya datang karena Do Kyung, tapi merasa khawatir ketika akan berbicara dengannya, berpikir Do Kyung itu sedang sakit. Yoo Rim pikir pasti nanti diberitahu jadi lebih baik mereka sekarang masuk saja.
Keduanya langsung duduk didepan ayah Do Kyung, Mantan suami Hye Rim menyapa Hye Rim dan adik iparnya karena sudah lama tak bertemu. Yoo Rim dengan ketus tidak ingin dipanggil adik ipar lagi jadi meminta cepat katakan tujuanya datang
Kenapa kau datang? Apa yang terjadi dengan Do Kyung?” kata Yoo Rim
Do Kyung... ingin belajar dengan kami.” Ucap Ayah Do Kyung
“Kau bilang "Kami?" Maksudmu, kau dan wanita itu?” kata Hye Rim sinis
Benar. Mereka menjadi dekat sejak makan bersama...” cerita Ayah Do Kyung langsung di sela oleh Hye Rim.
Aku sudah bilang jangan pernah muncul di depan Do Kyung! Beraninya kau, dasar tukang selingkuh! Aku bilang jangan menemuinya!” teriak Hye Rim
Walaupun begitu... bagaimana bisa aku melakukannya saat aku tahu kalau dia sekolah di Amerika?” ucap Ayah Do Kyung
Hye Rim menyindir Mantan suaminya merasa peduli tapi malah meninggalkanya ketika Do Kyung masih kecil, menurutnya tidak ada gunanya dan akan memastikannya pada Do Kyung dengan menelp anaknya. Ayah Do Kyung memberikan surat yang diminta Do Kyung memberikan pada ibunya. Hye Rim pun membaca surat dari anaknya.

Ibu. Aku yakin Ayah sudah mengatakan semuanya saat kau membaca ini. Aku tahu kau pasti sangat kaget tapi aku ingin tinggal dengan Ayah sampai aku lulus SMA. Ayah dan bibi itu sangat baik padaku dan aku benar-benar sangat menyukaimu tapi aku rasa kita tidak jujur satu sama lain.
Yoo Rim yang membaca kalimat "Tidak jujur satu sama lain?" menurutnya Ayah Do Kyung yang menyuruh untuk menuliskanya, Ayah Do Kyung menegaskan anaknya sendiri yang menuliskan surat itu, menceritakan Yang mereka lakukan hanyalah mendukungnya dan tidak pernah memaksakan pendapat mereka. Yoo Rim ingin berbicara, tapi Hye Rim mengangkat tangannya meminta adiknya untuk diam dan melanjutkan membaca surat dari anaknya.
Dan juga, aku menyukai bibi yang ada di rumah Ayah. Aku tahu Ibu tidak menyukainya, tapi dia tidak jahat padaku. Dia sangat baik padaku. Ini Cukup baik hingga membuatku ingin tinggal dengannya.
Hye Rim langsung berdiri dari tempat duduknya, mengaku harus berpikir sendiri sebentar lalu keluar dari cafe. Yoo Rim dan ayah Do Kyung pun membiarkan Hye Rim pergi sendirian. Hye Rim pergi ke sisi samping cafe, mengingat kembali tulisan Do Kyung.
Aku mengerti apa yang Ibu rasakan. Aku tahu kenapa kau menyuruhku untuk tidak menemuinya.Tapi, Ibu... kadang kau membuatku merasa terbebani dengan mengatakan hal seperti itu.
Hye Rim akhirnya jatuh berjongkok dan menangis sesunggukan mengetahui anaknya akan tinggal dengan mantan suami dan selingkuhanya yang selama ini dibencinya. 


Soo Hyun menikmati secangkir kopi dimeja kasir, Yoo Rim datang mencari kakaknya lalu bertanya apakah kakaknya datang ke cafe. Soo Hyun bertanya apa sebenarya yang terjadi pada Hye Rim. Yoo Rim memalingkan wajahnya seperti tak bisa membertahunya.
Aku tahu seseorang dari luar negeri datang menemuinya. Dan ketika melihat pria itu, wajahnya menjadi pucat dan dia pergi. Jadi, apa yang terjadi setelah itu?” kata Soo Hyun
Bagaimana ini... Aku tidak yakin apa boleh member tahu tentang kehidupan pribadi kakakku.” Ucap Yoo Rim binggung
Yoo Rim, aku seorang psikolog Dan juga seorang konsultan. Jika bukan aku, siapa lagi yang bias Kau beri tahu untuk mengatasinya?” kata Soo Hyun meyakinkan.


Hye Rim menatap sedih saat melihat foto anaknya di ponsel dan kembali menangis, setelah itu mencoba menenangkan diri lalu menelp anaknya.  Do Kyung mengangkatnya, Hye Rim mencoba tersenyum menanyakan apa yang sedang dilakukan anaknya.
Do Kyung tahu Ibunya  sudah membaca suratmu. Hye Rim pikir anaknya tak perlu khawatir sampai harus menuliskan surat padanya, karena bisa mengatakan langsung, menduga anaknya akan menerima penolakan darinya. Do Kyung langsung meminta maaf pada ibunya.
Tidak perlu minta maaf! Ini bukan berarti kita tidak akan bertemu lagi. Ibu yang harusnya minta maaf. Aku mengatakan hal buruk tentang wanita baik seperti itu dan membuatmu merasa canggung, serta membuatmu sulit. Aku ini Ibu yang jahatkan?” kata Hye Rim dengan menahan tangisnya.
Ibu. Kau tahu aku sangat mencintaimu, kan?” ucap Do Kyung
Tentu saja. Karena itu aku melepaskanmu seperti ini.” ucap Hye Rim, Do Kyung berbicara pada ibunya harus pergi sekolah sekarang. Hye Rim sadar di Amerika  pagi dan meminta maaf karena sudah menahanya. Do Kyung berjanji akan menelpnya kembali. Hye Rim menutupnya dan kembali menangis lalu menghapus airmatanya mensugesti kalau itu memang hal yang harus dilakukannya. 

Do Kyung dengan bibir memerah mengakui  memang ingin dicintai oleh orang lain dan selalu khawatir dengan popularitasnya akan jatuh, Soo Hyun mendengarnya sambil menopang dagunya. Do Kyung merasa tak ada yang salah dengan sikapnya, karena semua orang ingin dicintai. Soo Hyun terdiam mengingat cerita Yoo Rim.
“Semua orang ingin dicintai. Tapi, kakakku kehilangan dua orang yang sangat dia cintai... pertama, mantan suaminya, dan sekarang putrinya dikarenakan orang yang sangat dia benci. Aku yakin dia merasa sangat kacau sekarang.

Soo Hyun mengetuk pintu rumah Hye Rim dilantai tiga, Hye Rim masih saja menangis di ruang TV. Soo Hyun berteriak kalau sudah mengetahui semuanya dari Yoo Rim.
Aku akan membelikanmu makanan Italia kali ini. Jadi, ayo pergi! Pilih antara calzones, bistec a la fiorentina, ossobuco.” Kata Soo Hyun, Hye Rim tetap saja menangis tak ingin keluar.
Soo Hyun ingin pergi, Hye Rim pun keluar dari rumah. Soo Hyun sedikit kaget melihat Hye Rim keluar dengan mata bengkak dan basah. Hye Rim bertanya apakah Soo Hyun bisa pergi bersamanya besok kesuatu tempat. Soo Hyun bertanya kemana mereka akan pergi.
Besok mantan suamiku pulang. Aku tidak ingin berbasa-basi ataupun mengantarnya tapi dia orang yang akan tinggal dengan Do Kyung mulai saat ini, jadi... Tapi dia akan datang dengan istrinya Dan akan terlihat sangat menyedihkan jika aku datang sendirian.” Cerita Hye Rim dengan menahan tangisnya.
Aku akan pergi denganmu dan akan memakai pakaian bagus, jadi aku akan terlihat keren di sampingmu.” Kata Soo Hyun
Aku terlihat sangat buruk, kan? Yang bisa kupikirkan hanyalah bagaimana penampilanku, bahkan di saat seperti ini...” ucap Hye Rim, Soo Hyun mengelengkan kepala dan bergumam dalam hati Ini bukan karena aku mau. Tapi Ini demi penelitian. Karena aku harus membuatnya jatuh cinta padaku.

Keduanya masuk ke dalam bandara bersama-sama, Hye Rim meminta maaf memutuskan untuk menemui mantan suaminya sendiri saja. Soo Hyun terlihat kaget mendengarnya,karena mereka sudah sampai dibandara.
Aku merasa menjadi sangat pengecut bahkan tidak dapat mengatasi masalah seperti ini sendiri. Aku minta maaf karena sudah membuatmu jauh-jauh datang ke sini.” Kata Hye Rim
Kalau begitu, aku akan menjaga jarak.” Ucap Soo Hyun
Hye Rim menolaknya tapi Soo Hyun tetap akan menemaninya karena melihat keadaan tak baik-baik saja, karena bisa melihat rasa Dendam, cemburu, marah, terlihat di wajahnya, menurutnya Hye Rim akan menjadi sangat kacau jika semuanya lepas, jadi setidaknya harus tetap memperhatikan dari jauh. Hye Rim pun tak bisa menolaknya dengan Soo Hyun berjalan dibelakangnya. 

Hye Rim berjalan kesebuah cafe, melihat mantan suaminya sudah menunggu sendirian. Soo Hyun hanya berdiri didepan cafe, saat Hye Rim mendekati suaminya. Ayah Do Kyung mengucapkan terimakasih karena Hye Rim sudah mengizinkan untuk tinggal denganya. Hye Rim menegaskan alasan datang bukan karena masih menyukainya.
Tapi, karena kau yang akan merawat Do Kyung mulai sekarang jadi kupikir ada baiknya aku bicara denganmu terakhir kali ini.” tegas Hye Rim, Ayah Do Kyung mengerti lalu melihat kearah wanita yang duduk dibelakangnya.
“ Apa itu istrimu?” ucap Hye Rim melirik wanita yang duduk sendirian, Mantan suaminya membenarkan. Si wanita pun membungkuk memberikan hormat.
Hye Rim ingin mendekat, Ayah Do Kyung menahanya tak ingin Hye Rim melakukan hal yang tak diingikanya. Hye Rim dengan sinis mengatakn tak perlu khawatir karena tidak akan memukulnya. Soo Hyun melihat dari jauh seperti bersiap-siap takut Hye Rim melakukan sesuatu yang tak dinginkan. Hye Rim  menatap cukup lama, istri baru mantan suaminya.
Do Kyungku alergi pada udang. Tolong hati-hati ketika kau memasak untuknya. Dia belajar dengan keras, tapi dia juga senang bermain. Kau harus tegas padanya jika diperlukan.” Ucap Hye Rim dengan menahan tangisnya memikirkan lagi kebiasan anaknya, tapi akhirnya air matanya pun mengalir.
Oh, iya. Bibirnya sering sekali pecah-pecah Tapi, dia benci memakai lip balm. Tolong pastikan dia memakainya setiap hari dan Aku sudah menulis yang lainnya di sini jadi, mungkin akan membantu jika kau membacanya.” Kata Hye Rim memberikan surat dari dalam saku jaketnya.
“Selain itu  tolong jaga Do Kyung dengan baik dan Tolong cintai dia sebesar-besarnya. Aku mohon padamu.” Kata Hye Rim dengan memegang tangan istri baru ayah Do Kyung. Mantan suami dan juga Soo Hyun seperti ikut merasa sedih dengan ucapan Hye Rim.

Hye Rim menuruni eskalator dan Soo Hyun mengikutinya dari belakang, lalu berjalan ke area cafe. Hye Rim duduk sendirian menikmati sandwich dengan gigitan yang lebar dan membuatnya pipinya penuh dengan makanan. Soo Hyun hanya menatapnya dan membiarkan Hye Rim menikmati makanannya.
Setelah itu Hye Rim pergi ke restoran dengan memakan habis semangkuk kwetiau rebus. Soo Hyun duduk dengan jarak cukup jauh, melihat Hye Rim kembali mata seperti tak merasakan kenyang dengan makan dua sandwich. Hye Rim kembali makan semangkuk bibimbap dengan lahap, akhirnya Soo Hyun duduk didepanya. 

Soo Hyun mengatakan setuju akan mengabulkan permintaannya, Hye Rim terlihat binggung. Soo Hyu menegaskan Jika itu bukan hal gila seperti  memintanya 100 miliar won, maka ia akan mengabulkannya. Hye Rim hanya menatapnya dengan wajah heran
Ini bukan kesempatan yang datang setiap hari, jadi...” kata Soo Hyun dan langsung dipotong oleh Hye Rim.
Menarilah denganku. Seperti Maria dan Kapten Von Trapp berdansa di Sound of Music, jadi Menarilah denganku. Atau... tunjukkan aku Roma, seperti Audrey Hepburn di Roman Holiday, atau melamarku di depan banyak orang seperti di Love Actually.” Ucap Hye Rim
Kenapa tidak kau suruh saja aku untuk bermain sirkus denganmu?” keluh Soo Hyun mengejek
Hye Rim mengaku hanya bercanda karena Film-film yang ditontonya  adalah sumber hiburan terbesarnya, lalu mengucapkan terimakasih karena sudah bersamanya jadi membuatnya  tidak terlalu kesepian hari ini, lalu mengulurkan tanganya tapi Soo Hyun tak menyambutnya. Hye Rim mengatakan akan makan, minum dan bermain sebentar lagi di tempat itu dan kembali mengucapkan terimakasih, lalu pergi meninggalkan restoran. Soo Hyun terdiam seperti merasakan kesedihan dari Hye Rim. 

Hye Rim menonton film dengan adegan lamaran seorang pria pada pacarnya, dan wanita dengan bahagianya menerima lamaran itu didepan orang-orang. Mulut Hye Rim sampai melonggo, membayangkan dirinya bisa dilamar seperti itu, lalu keduanya saling berciuman. Hye Rim menutup mulutnya membayangkan kalau bisa merasakan seperti wanita dalam film.
Akhirnya ia menghentikan filmnya dan memilih untuk pergi ke lantai bawah membuat secangkir kopi. Ketika akan kembali melihat ada buku diary Soo Hyun yang diberikan note, memintanya agar keluar sebentar. 

Hye Rim keluar melihat Soo Hyun sudah menunggu ditaman lalu bertanya ada apa.  Soo Hyun bertanya balik apakah kita benar-benar harus melakukan seperti yang ada di film. Hye Rim sadar dengan ucapanya tadi siang menurutnya Soo Hyun tak perlu memikirkanya.
Soo Hyun langsung mengajak Hye Rim ke taman lainya, Hye Rim melihat Soo Hyun sudah menaruh proyektor dan juga kursi untuk mereka duduk serta lampu sedikit redup yang membuat suasana jadi terkesan romantis. Hye Rim tersenyum sumringah melihatnya, Soo Hyun mengajak Hye Rim untuk duduk.
Keduanya duduk bersama menonton film Prancis, Hye Rim benar-benar terlihat bahagia, sementara Soo Hyun seperti tak suka tapi demi penelitianya akan melakukan segala cara untuk membuat Hye Rim jatuh cinta.
Do Kyung.... Apa kau sudah bertemu dengan Ayah dan bibi itu? Ibu sekarang juga sudah merasa sedikit lebih baik. Dan, Ibu juga belum terlalu yakin, tapi... sepertinya aku bertemu dengan orang yang baik.Gumam Hye Rim menatap Soo Hyun yang tersenyum menonton film bersamanya. 

Dan lebih dari itu, akhir-akhir ini aku merasa bahagia. Karena, para pria di sekitarku memperlakukanku dengan sangat baik! Sepertinya mereka semua menyukaiku! Bagaimana, ya... dulu aku memang gadis yang populer. Banyak pria yang mengejarku.
Hye Rim pergi main ice skating dengan Ji Ho dan Seung Chan dengan berpegangan tangan melewati lorong dan ketika Hye Rim terjatuh keduanya berusaha untuk membantunya. Setelah itu Hye Rim menaiki kursi yang bisa membuatnya berkeliling tempat ice skating, tawa bahagianya sangat terasa.
Selesai bermain, mereka menikmati toppoki. Hye Ri menyuapi Ji Ho untuk makan toppoki, Seung Chan tak mau kalah dan ingin makan juga, Hye Rim menyuapi Seung Chan juga, Ji Ho melirik sinis pada Seung Chan. Hye Rim tersenyum walaupun rasa toppokinya sangat pedas. 

Soo Hyun keluar dari ruanganya melihat Seung Chan dan Ji Ho baru datang, dengan senyuman dipaksa bertanya apakah mereka bersenang-senang. Seung Chan meminta maaf karena datang terlambat dan melihat orang yang memiliki jadi belum datang, lalu kembali ke meja reptionist dan Ji Ho masuk ke dalam ruangan. Soo Hyun memanggil Hye Rim sebelum turun kelantai bawah.
Tolong bersihkan lantai di sini.” Perintah Soo Hyun, Seung Chan tak terima dan memilih untuk melakukanya saja.
“Seung Chan, Kau bantu Profesor Bae merapikan dokumen-dokumennya. Aku pikir kau adalah seorang konselor. Tapi ini yang sebenarnya kau lakukan?” ucap Soo Hyun Sinis
Benar. Aku adalah konselor, bukan pembantu.” Tegas Hye Rim membela diri
Tapi kau tidak mengerjakan apa-apa, setidaknya pekerjaan ini yang bisa kau lakukan.” Kata Soo Hyun melotot lalu pergi ke dapur. Seung Chan datang membawa kain pel dan ember, Hye Rim heran dengan kakak Seung Chan itu suka berubah sikap dengan seketika, Seung Chan meminta agar mengerti dengan sifat kakaknya. Hye Rim dengan penuh amarah akan mengepel lantai sampai pecah. 

Seung Chan mendatangi kakaknya yang sedang membuat kopi, merasa kakaknya itu terlihat santai dan menduga memiliki rencana yang lain. Soo Hyun bertanya apa maksudnya. Seung Chan yakin Soo Hyun tahu mereka baru saja main ice skating dengan Hye Rim dan sangat menyenangkan, lalu bertanya apa yang dilakukan Soo Hyun.
Soo Hyun mengeluarkan dua buah piring dan meminta menganggapnya sebagai dua buah titik pemancingan. Dengan menuangkan air menganggap mangku yang pertama benar-benar alami dan belum pernah disentuh,  dan mangkuk kedua adalah yang dipastikan akan bisa menangkap satu ekor ikan dari tiga kali percobaan.
Mana yang menurutmu lebih menarik banyak orang?”tanya Soo Hyun, Seung Chan heran dengan tingkah kakaknya lalu memilih mangkuk pertama, Soo Hyun menanyakan alasanya.
Tidak menyenangkan kalau kau mendapatkannya dengan sekali saja. Yang ini lebih menegangkan.” Jelas Seung Chan
“Nah itulah,   Ini dia namanya Thrill Atau dengan istilah yang lebih sulit, "sporadis". Orang-orang tidak suka diberikan sesuatu yang sudah dapat diprediksi. Mereka akan lebih menyukai jika hal itu terlihat tidak mungkin, atau ada unsur ketidakpastian.” Jelas Soo Hyun, Seung Chan masih tak mengerti lalu terdiam sejenak seperti sudah menangkap maksud kakaknya.

Itulah alasannya kenapa laki-laki yang tidak baik sangat populer. Sulit untuk memprediksi sikap mereka.” Tegas Soo Hyun
Seung Chan tertawa karena Soo Hyun sedang berakting sebagai pria yang tidak baik. Soo Hyun memberikan satu tips lagi, jika setiap hari memberikan seorang wanita permen maka ia akan menjadi orang yang seharusnya melakukan itu setiap hari.
Dengan kata lain, seperti mesin penjual permen. Tapi jika kau memberikan ketika wanita itu saat keadaan sulit setiap hari, lalu memberi mereka permen, maka wanita itu akan sangat tersentuh. Dalam pikiran pasti berkata "Ah, orang ini akhirnya memberiku permen!" Lonceng akan berdentang di kepala mereka, dan mereka akan berenang di antara kelopak bunga Dunia akan terlihat lebih berbunga, dan kemudian... Permainan selesai.” Jelas Soo Hyun panjang lebar.
Seung Chan tak percaya kakaknya bisa berpikiran seperti itu, Soo Hyun menyuruh adiknya untuk membuat janji dirumah sakit senin dpan karena  akan melakukan tes pada Go Hye Rim lalu berjalan pergi, Seung Chan bertanya apakah Soo Hyun sudah akan mengecek hasilnya. Soo Hyun mengatakan hasil itu akan menjadi diagnosis pertengahan pertama. Seung Chan melihat kakakny seperti sangat percaya diri padahal belum memberinya permen. Soo Hyun hanya tersenyum licik dan kembali masuk ke dalam ruanganya. 

Hye Rim terlihat memasang earphone di telingannya, Soo Hyun menjelaskan Hye Rim akan melakukan FMRi yang digunakan untuk merekam aktivitas di dalam otak.
Ketika kau berbaring, kau akan melihat beberapa gambar orang. Yang harus kau lakukan hanyalah melihatnya dengan nyaman.” Jelas Soo Hyun
Kau bilang, ini penelitian tentang apa?” tanya Hye Rim
Aku mempelajari hubungan antara tipe ideal seseorang dengan sistem kekebalannya.” Jelas Soo Hyun
Apa ini satu-satunya penelitian yang sedang kau lakukan sekarang?” tanya Hye Rim mencari tahu
Ada lagi... Kami juga melakukan penelitian yang hamper sama dengan katak dan kecoa.” Ucap Soo Hyun ngawur.
Hye Rim kesal karena dianggap sama seperti  katak dan kecoa. Soo Hyu menjelaskan Hye Rim selain melakuan fMRi akan melakukan GSR, untuk mengamati detak jantung serta dilatasi pupilnya, dan menyakinkan Tidak akan ada sesuatu yang aneh jadi meminta untuk menganggapnya seperti melakukan pemeriksaan kesehatan. Hye Rim ingin berbaring, tiba-tiba Soo Hyun menahanya.

Soo  Hyun mendekat seperti memeluknya mengaku kalau tali baju Hye Rim terlepas, Hye Rim melotot kaget dan nampak panik, Seung Chan yang melihatnya hanya bisa menghela nafas kesal, Soo Hyun dengan sengaja menaruh dagunya dibahu Hye Rim, lalu melepaskan tali baju dan mengikatnya kembali.
Ji Ho heran melihat reaksi Seung Chan sangat kesal, Seung Chan mengatakan Soo Hyun sedang memberikan permen pada Hye Rim, Ji Ho menatap dengan binggung. Soo Hyun selesai mengikutinya dan sedikit menyentuh bagian pinggang. Hye Rim benar-benar tak bisa mengatakan apapun, Soo Hyun menatapnya sambil mengatakan semoga berhasil. 



Diruang kontrol
Ji Ho mulai melihat bagian otak Hye Rim. Seung Chan mengejek kakaknya itu bukan manusia, karena bisa mengoda Hye Rim saat memulai pemeriksaan, Soo Hyun berteriak menyuruh adiknya diam. Seung Chan bertanya apa yang akan dilihat dari tes yang dilakukanya pada Hye Rim.  
Apakah otaknya akan berbentuk hati jika melihat orang yang disukainya?” tanya Seung Chan mengejek, Soo Hyun membenarkan, Seung Chan tak percaya
Tidak akan benar-benar menjadi bentuk hati, tapi itu akan berwarna merah. Jika dia melihat foto seseorang yang dia sukai maka otaknya akan segera merespons dan menjadi merah.” Jelas Soo Hyun, Seung Chan bertanya dimana tepatnya, apakah semua otaknya akan berwarna merah.

“Tidak... Ada bagian otak yang disebut dengan hipotalamus, Karena berfungsi mengendalikan perilaku instingtif maka disebut juga sebagai bagian otak untuk rasa cinta dan kejujuran. Itu juga menghasilkan hormon dopamine di saat orang sedang jatuh cinta.” Jelas Soo Hyun, Seung Chan bisa mengerti mereka akan menunjukkan foto mereka bertiga pada Hye Rim  
Aktivitas di bagian otak tersebut akan meningkat, dan menjadi merah. Orang yang membuat otaknya menjadi paling merah, adalah orang yang paling dia sukai..” Jelas Soo Hyun penuh keyakinan
Ji Ho menunjuk satu gambar otak yang dimaksud hipotalamus, Seung Chan tersenyum seperti baru pertama kali melihatnya. Soo Hyun pun meminta Ji Ho untuk memperlihatkan foto-foto pada Hye Rim, Seung Chan melihat foto yang pertama Benedict Cumberbatch, menurutnya Soo Hyun tak bisa melakukanya karena mereka tak akan mungkin  bisa menang.
Soo Hyun menjelaskan sengaja meletakkan untuk perbandingan, karen pria itu adalah aktor yang disukai Hye Rim. Didalam ruangan Hye Rim tersenyum melihat foto idolanya, Seung Chan terperangah melihat warna merah yang timbul, Soo Hyun yakin Seung Cha bisa melihat perubahan warna didalam otak Hye Rim, lalu meminta Ji Ho memulai dengan memperlihatkan foto mereka bertiga. Ketiga terlihat sangat penasaran dengan hasilnya.
Tunjukkan hatimu, Go Hye Rim. Siapakah yang paling kau sukai?” gumam Soo Hyun dengan wajah yakin akan menang. 
bersambung ke episode 4 

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 
INSTRAGRAM dyahdeedee09  FANPAGE Korean drama addicted 

3 komentar:

  1. Min, penasaran masa pas liat mantan suaminya hyerim.. itu siapa ya min namanya? sama yang main drama apa? mukanya kok ga asing soalnyaa.. hihi

    BalasHapus
  2. Gimana ya. .kalau warna otak hye rim "merah" meliat foto mereka "bertiga". . Hahaha (mungkin gak ya)

    BalasHapus