Minggu, 10 Januari 2016

Sinopsis Mrs Cop Episode 6 Part 2

Sinopsis Mrs Cop Episode 6 Part 2
Young Jin menyempatkan diri pulang ke rumah dengan membawa cake dan mencoba membereskan buku miliki anaknya, tapi Eun Ha memberitahu ibunya bukan begitu caranya menyusun buku. Nam Jin pun menyurun kakaknya untuk tak perlu repot-repot karena anaknya itu selalu menaruh buku setelah membacanya.
Setelah itu diruang CCTV, Young Jin melihat Se Won yang mengamati rekaman CCTV sambil terkantuk-kantuk. Di rekaman terlihat rekaman CCTV saat prof Jung keluar, tiba-tiba Young Jin meminta Se Won mengulang kembali karena melihat suatu kejanggalan. 

Pagi harinya
“Ini adalah hasil akhir yang kita punya pagi ini dari forensik. Seperti yang bisa kau lihat dari tempat luka, ini dilakukan oleh orang kidal. Tepatnya, itu adalah karotid di leher. Pelakunya kidal dan seseorang yang tau bagaimana menggunakan pisau dan Kang Ji Yun tidak kidal” jelas Young Jin
“Selain jika kau melihat sudut yang dipotong, hal itu dilakukan oleh seseorang yang lebih tinggi. Korban, Lee Eun Jung, 170 cm tingginya dan Kang Ji Yun paling tingginya 158 cm” ungkap Young Jin
Kepala Yum pikir bisa saja korban sedang duduk, Young Jin pikir juga begitu tapi melihat dari Metode yang digunakan dalam penikaman dan menarik keluar pisau yang berbeda menurutnya itu dua waktu berbeda juga. Dugaanya adalah Pisau ditarik keluar setelah tubuhnya kaku. Itulah sebabnya bagian yang rusak dari pisau itu masih tertinggal dalam tulang korban.
“Lalu apa yang kau lakukan? Karena kau tidak tahu siapa yang melakukannya, akankah kasus ini terpecahkan Atau karena kau tidak bisa menemukan saksi, akankah kau mempertimbangkan tersangka dan menyelidiki ulang?” tanya seorang polisi
“Kita bisa menghilangkan seluruhnya dari daftar tersangka dan melihat ke siapa pun yang tinggal di apartemen 301 dan 302. Yang harus memberi kita jawaban.” jelas Young Jin
“Apa maksudmu? Jelaskan sehingga kita dapat memahaminya.” ungkap Kepala Yum binggung
“Jika tidak ada orang lain di luar,bukankah berarti bahwa pelakunya berada di suatu tempat dalam gedung? Coba perhatikan dengan seksama. Kau akan melihat lampu menyala di tangga lantai tiga.” jelas Young Jin memperlihatkan hasil rekaman CCTV
“Beberapa saat kemudian, lampu menyala di tangga lantai dua Dan terakhir, lampu pintu depan. Rumah korban punya sensor otomatis yang akan menyalakan lampu pintu. Jadi, lampu menyala. 35 menit kemudian, lampu menyala dalam urutan terbalik. Tidak ada tanda-tanda masuk paksa ke dalam rumah korban.” cerita Young Jin, Semua melihat rekamann CCTV dibagian tangga yang otomatis menyala
“Selain Profesor Jung dan Kang Ji Yeon, yang tertangkap di CCTV pada waktu itu, hanya warga bangunan ini yang berada di CCTV. Setelah menganalisis lampu otomatis dan waktu kematian, sangat mungkin bahwa pelakunya tinggal di lantai tiga.” kata Young Jin 

Jae Duk pun menegur keduanya karena telah memeriksa CCTV tapi tak menemukan kejanggalan, lalu menilai Do Young tidak memiliki pengalaman atau keterampilan Tapi Young membuat pengecualian dan membiarkannya karena kau menangkap Bae Dal Hwan, jadi lebih baik sekarang ia lebih berkerja keras lagi.
Young Jin memberikan sebuah buku pada Jae Duk, karena itu sebenarnya yang ingin dicari oleh si pembunuh. Jae Duk dkk binggung karena Young Jin bisa menemukan sebuah buku yang dinginkan oleh si pembunuh. 

Young Jin, Jin Woo dan Do Young mengintai seorang pria yang keluar dari apartement, Ia mengingat saat itu si pria terlihat tenang keluar dengan membawa seorang anak yang digendongnya.
Setelah itu Jin Woo dan Do Young mengikuti si pria yang bermain golf terlihat berbicara dengan Sek Yong dan seorang pria paruh baya. Malam harinya Si pria yang diduga pembunuh pergi ke club dan Jin Woo serta Do Young berpura-pura meminum bir sambil mengamatinya. 

Sementara Young Jin datang ke tempat Ji Yun dengan memperlihatkan permen yang ia temukan di laci meja riasnya, Ji Yun terlihat melotot kaget dan ketakutan.
“Kang Ji Yun. Kita harus menemukan siapa yang membunuh Eun Jung. Ah Tidak... kita harus menangkap mereka. Apa yang kau rasakan?” ucap Young Jin, Jin Yun menatap Young Jin dengan ketakutan.
Beberapa saat kemudian, semua tim pergi ke tempat penanaman bunga, Young Jin menemukan dibalik rumah kaca dengan menganguminya kalau itu benar-benar indah.
“Jika setiap rumah kaca punya sebanyak ini, yang akan menjadi banyak barang ilegal.” komentar Jin Woo. 

Di kantor
“Aku menyelidiki semua karyawan yang bekerja di Good Flowers seperti yang kau katakan. Dari dealer orang-orang dengan catatan kepemilikan ganja” ucap Young Jin
“Jadi bisnis pengiriman bunga adalah kebohongan Mereka menyamar sebagai pengiriman bunga dan memberikan opium ini sebagai gantinya.” kata Se Won dengan permen ditanganya.
“Mereka tumbuh bunga poppy di rumah kaca di daerah pedesaan. Perintah yang diterima di klub dijalankan oleh Oh Young Nam. Pengiriman dilakukan di toko Lee Eun Jung setelah mereka menyamar sebagai pengiriman bunga. Ketiganya bekerja sama dengan baik.” komentar Jae Duk
‘Kita memiliki lebih dari cukup bukti untuk penjualan dan distribusi obat-obatan. tapi tidak memiliki bukti untuk pembunuhan.” kata Jin Woo Young Jin mengatakan mereka perlu menemukan awal sekarang lalu keluar dari ruangan.. 

Ji Yun duduk dengan ketakutan di stasiun bawah tanah, seorang pria menekan pundaknya, Young Nam duduk disampingnya dengan membawa sebuah tas. Young Jin di ruang CCTV memberitahu target mereka sudah datang.
“Itu 100 juta won. Dimana buku rekeningmu?” kata Young Nam menunjuk tasnya.
“Kau tidak harus membunuh Eun Jung.”kata Ji Yun menaruh dendam
‘Ya, sehingga kau sekarang hanya harus menyerahkan buku rekening.” ucap Young Nam
“Beri aku lebih banyak uang. Kau perlu membayar untuk hidupnya.” kata Ji Yun.
Young Nam tertawa mengejek dengan memegang wajahnya, merasa Jin Yun sudah salah minum obat, lalu bertanya dimana buku rekeningnya. Ji Yun dengan cepat melepaskan tangan Young Nam memberitahu buku tabungan ada dirumah. Young Nam memperlihatan pisau yang ada disaku jaketnya.
“Kau tahu, Eun Jung ...Aku membunuhnya karena dia berusaha mengatakan omong kosong ini padaku juga. Jangan serakah dan bicara masuk akal sebelum aku membunuhmu.”ucap Young Jin mengakuinya. 

Young Jin pun mengatakan sudah mendapatkan bukti jadi mereka sudah siap untuk mengangkap target. Jae Duk pun memberikan kode agar Ji Yun pergi, tapi Young Nam terlihat mengetahui kalau polisi sudah mengepungnya, dengan cepat ia menyandera Ji Yun dan masuk ke dalam kereta.
Do Young dan Jin Woo melihat masuk dari gerbong lain, sementara Jae Duk dkk kehilangan karena kereta pergi meninggalkan stasiun. Young Jin pergi ke stasiun dengan mobil dan meminta tak mendekat, tapi Jin Woo yang melihat kepanikan di gerbong depan tak bisa tinggal diam.
Gerbong pun sengaja di kosongkan meminta penumpang untu pindah, Do Young sudah mengeluarkan pistol, Jin Woo meminta supaya Young Nam untuk menjatuhkan pistolnya tapi Young Nam malah makin berteriak mengancam untuk tak mendekat.
Ji Yun tiba-tiba mengeluarkan cutter dari saku celananya, Jin Woo yang melihatnya langsung melemparkan gantungan kunci kenangannya kearah mata Young Nam, saat itulah Ji Yun terlepas dan Jin Woo berkelahi dengan Young Nam. 

Do Young melihat Ji Yun yang terkena sayatan pisau dibagian leher, Young Nam akhirnya keluar gerbong kereta yang sudah berhenti distasiun, Do Young pun menerima telp dari Young Jin memberitahu Ji Yun terluka dan Jin Woo sedang mengejar Young Nam.
“Aku Di Stasiun berikutnya. Kapten, datanglah cepat dan panggil ambulans. Kang Ji Yun sudah terluka parah dan  mengeluarkan banyak darah.” pinta Do Young.
Jin Woo terus berlari mengejar Young Nam dengan menaiki tangga, dengan satu tendangan bisa membuatnya jatuh tapi Young Nam bisa bangun kembali memberikan ancaman dengan sabetan pisau, Jin Woo menendang kaki lalu memelintir dan berguling.
Akhirnya dengan dua tangan melumpuhkan Young Nam sedikit mencekiknya, sampai akhirnya Young Nam pun lemas dan Jin Woo berbaring dilantai dengan kelelahan. Se Won dkk datang langsung memborgol Young Nam, Jae Duk pun membangunkan Young Nam yang pingsan. 

“Sementara pasar ini narkotika baru lumpuh karena tindakan keras skala besar. Oh Young Nam membudidayakan bunga poppy sendiri untuk menghasilkan opium dan menggelapkan bagian dari pendapatan penjualan obat.” jelas Young Jin dengan gambaran bunga yang ditemukan pada rumah kaca
“Dan Lee Eun Jung mengetahui ini. Saat ia mengancamnya, Lee Eun jung akan memberitahu bos mereka lalu Oh Young Nam merencanakan untuk membunuh Lee Eun Jung. Pembunuhan Lee Eun Jung terjadi sebagai berikut.” jelas Young Jin dengan pengintaian saat di tempat golf. 

Flash Back
Eun Jung terlihat ketakutan saat Young Nam datang kerumah dan  menolak menyerahkan buku rekening llau Oh Young Nam menggunakan pisau milik Kang Ji Yun Kemudian, menikamnya di leher dan membunuhnya.
“Setelah itu, ia menggunakan telepon Lee Eun Jung mengirim pesan teks pada Kang Ji Yun. Setelah itu Oh Young Nam lalu mencari ke rumah buku rekeningnya. Dia mencari hati-hati sehingga ia tidak akan meninggalkan jejak. Sementara ia mencari rak buku, ia meninggalkan tanda-tanda.” kata Young Jin
“Korban, Lee Eun Jung memiliki sesuatu yang mirip dengan gangguan obsesif kompulsif. Meskipun rak buku nya mungkin tampak membingungkan tapi buku-bukunya yang disusun dalam urutan abjad.” cerita Young Jin
“Oh Young Nam meletakkan buku saat mengembaikan ke tempat yang salah. Dia mencari selama 30 menit, tapi tidak bisa menemukan apa yang ia inginkan. Dia membersihkan semua jejak diri dan kembali ke rumahnya.” ungkap Young Jin menyudahi laporannya.
Kepala polisi memuji Young Jin sudah berkerja sangat bagus dan memberikan tepuk tangannya begitu juga polisi lainya, hanya Kepala Yum yang terlihat tak begitu menyukainya. 

Do Young melihat Ji Yun yang dirawat intensif, ditangannya memegang gantungan kunci yang dijatuhkan Jin Woo saat di kereta api. Jin Woo datang menanyakan keadaan Ji Yun.
“Mereka mengatakan dia tidak akan mati.” kata Do Young dengan nada kesal, Jin Woo merasa lega mendengarnya.
“Dia menjadi seperti ini karenamu Dan hanya ini yang kau dapat katakan? Kau mendengar Kapten mengatakan bahwa kita tidak harus mencoba menangkapnya dan hanya melaporkan kembali.” ucap Do Young kesal
“Apakah kau melihat sebuah chip kasino didekat Kang Ji Yun ?” tanya Jin Woo santai
“Apa? Kau bermain-main dengan kehidupan seseorang di telepon. Dan kau bertanya padaku apa?” keluh Do Young
“itu sangat penting bagiku..” jelas Jin Woo, Do Young hanya bisa mengumpat lalu keluar dari ruangan. 

Pagi hari
Yong il melihat dari depan gedung, Tae Yoo yang masuk dengan Pengacara Kim dan Sek Yoon.
“Ada masalah dengan bisnis Presiden Kim. Direktur Oh Young Nam ditangkap karena pembunuhan. Pabrik budidaya dan bagian dari penjualan telah terbongkar” jelas sek Yoon
“Tidak akan ada masalah hukum untukmu, Ketua. Tapi, akan lebih baik bagi anda untuk menutup bisnis itu.” ucap pengacara Kim
Sek Yoon menyarankan melakukanya karena kalau polisi terus mengali maka Tae Young bisa terjerumus ke dalamnya. Tae Yoo malah menyuruh untuk mengawasinya saja karena  menurutnya ini bisnis yang berguna yang mencetak uang tanpa henti dan Banyak orang di segala macam posisi yang terhubung seperti sarang laba-laba.
“Polisi? Mereka tidak akan mampu bertindak begitu ceroboh. Aku akan membuatnya seperti itu.” ungkap Tae Yoo yakin. 

Young Jin menerima telp kalau ternyata Dong il sudah keluar dari perjara lebih cepat dan mencoba mencarinya di tempat Dal Hwan karena tempat itu sengaja dibuat untuk para napi. Dal Hwan terlihat masih marah karena kejadian sebelumnya.
“Maksudku, apa yang harus tepat aku lakukan?” tanya Dal Hwan dengan cuek sambil mengunting kukunya.
“Semuanya. Jangan lewatkan apapun. Jika ada sesuatu yang aneh, Kau laporkan kepadaku” perintah Young Jin
“Kenapa harus Aku?” ucap Dal Hwan, Young Jin mengancamnya karena Dal Hwan itu sudah berani untuk menentangnya.
“Tidak ... Aku tidak menentangmu. Aku hanya bertanya apa yang seharusnya aku lakukan.” kata Dal Hwan. Tiba-tiba Dong il sudah berdiri didepan pintu. 

Young Jin tahu Dong il yang sedang mencari pekerjaan, bertanya pekerjaan apa yang bisa dilakukan dengan tangan yang sudah menewaskan seseorang. Dong il mengatakan kalau ia tak tahu.
“Dunia telah banyak berubah, Sulit untuk pergi kemanapun.” ungkap Dong il
“Ya, dunia tidak berubah banyak.Tapi, antara bagaimana nanti dan sekarang, Tidak banyak yang berubah.” kata Young Jin
“Yah aku mengerti, Sebenarnya, Aku tidak berubah baik.” ungkap Dong Il
“Aku yakin itu yang terjadi. Nanti atau sekarang, Kau tak tahu malu sama sekali.” komentar Young Jin
Dong il merasa Young Jin sibuk jadi lebih baik pergi saja. Young Jin menegaskan walaupun ia sibuk akan tetap memastikan untuk mengawasinya jadi menurutnya lebih biak bertindiak untuk hidup dengen benar.
“Jika kau pergi dengan kacau bahkan itu sedikit, Aku akan menghancurkanmu tanpa menunjukkan rasa setitik kebaikan.” ucap Young Jin tanpa ampun keluar ruangan. 

Do Young minum sendirian di kedai Nyonya Hong, istri Jae Duk berpikir kalau si junior itu telah dibuang oleh pacarnya karena duduk sendirian.  Do Young mengatakan tidak punya pacar.
‘Lalu carilah satu dengan cepat. Kau perlu menikmati nya saat masih muda. Berhenti bekerja di Divisi Kejahatan Kekerasan.” kata Nyonya Hong, Jin Woo datang, ia pun dengan santai kalau suaminya sudah datang.
‘Hei, Kau harus menghibur istrimu, Dia hidup penuh dengan kepahitan. Jika ada sesuatu yang salah hari ini, dia akan mengunyahmu.” komentar Nyonya Hong lalu masuk ke dalam.
“Apakah kau tidak mengatakan kita harus minum bersama? Mengapa kau minum sendiri?” komentar Jin Woo
“Oh, Aku tidak punya niat untuk minum dengan bajingan sepertimu” ungkap Do Young
Jin Woo menuangkan soju, tapi Do Young langsung mengambilnya dan berteriak kalau ia tak ingin minum dengannya, Jin Woo meminta untuk tak berdebat, Do Young bertanya apakah Jin Woo itu manusia.
“Hei, jika Kau mabuk, harusnya pergi ke tempat tidur.”komentar Jin Woo
“Bagaimana Kau bisa melakukan itu ketika menyebut dirimu seorang polisi?”ucap Young Jin dengan nada tinggi
“Jika kau sebut kehormatan sekali lagi, Aku tidak akan memperlakukan kau sebagai seorang wanita” ungkap Jin Woo
“Aku juga tidak akan memperlakukan Kau sebagai sunbae lagi.” teriak Do Young

Jin Woo berdiri dengan mata melotot, Do Young juga berdiri dengan menyiramnya dengan soju lalu berteriak kalau bajingan seperti Jin Woo harus berhenti menjadi polisi
“Pikirlah tentang semua kasus, Kau selesaikan dengan cara yang sama dan orang-orang yang dirugikan sepanjang jalan membuat aku merasa mengerikan!” teriak Do Young, Jin Woo menatap Do Young seperti mengingatkan sesuatu. 

bersambung ke episode 7
Dyah Deedeehttps://plus.google.com/1109438229411006923101 2015-08-24T17:20:43.492+07:00

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar