Kamis, 07 Januari 2016

Sinopsis Remember Episode 7 Part 1

Setelah bertemu dengan Jin Woo pertama kalinya, Gyu Man mengumpat kesal dan berjanji akan membunuh Jin Woo. Dong Ho menanyakan apa yang akan dilakukan Gyu Man untuk menghadapi masalah ini. Gyu Man mengumpat si Brengsek Jin Woo telah menghancurkan sidang Wakil Presedir yang dinantikannya padahal seharusnya ia bisa mendapatkan kesempatan ini.
Kesempatan itu, menurutmu siapa yang memberikannya padamu?” kata Dong Ho, Gyu Man terdiam. Dong Ho memberitahu kalau itu adalah Tuan Nam, Gyu Man binggung.
Sejak awal ini adalah rencana Ketua.” Jelas Dong Ho, Gyu Man tak percaya karena selama ini melihat ayahnya sangat menyukai Wakil Presdir.
Tapi, Wakil Presdir adalah seorang pekerja keras, 'kan? Orang yang seperti itu akan mengganggu proses pewarisanmu di Il Ho Grup, Jadi Ketua tak akan membiarkannya. Sekarang kau harus tahu itu dan mengendalikan dirimu.” Jelas Dong Ho lalu ponselnya berdering, Joo Il meminta agar menemeninya minum. 

Jin Woo kembali ke kantor, duduk dengan lemah didepan mejanya memberita Manager Yoon baru saja bertemu dengan Gyu Man. Manager Yoon kaget, menanyakan bagaimana bisa Jin Woo bertemu denganya. Jin Woo menceritakan hanya kebetulan bertemu dengannya saja.
Awalnya sudah di mulai...Dan aku sudah lama menunggu hari ini... Tapi, ayahku... Dia tak bisa mengingatku. Jika aku mencoba untuk memaksanya mengingatku, mungkin dia akan terluka.” Ungkap Jin Woo sambil menangis, Manager Yoon  berkaca-kaca mendekat sambil mengusap punggung
Ini yang namanya sebuah kenangan, kenangan akan tersimpan di hati dan bukannya di kepalamu. Bahkan jika ayahmu bilang dia tak ingat, kau akan selalu tetap di dalam hatinya. Percayalah itu.” Kata Manager Yoon menasehati. 

Dong Ho makan ramen dengan soju, teringat dengan Yong Pil sebagai penyanyi dengan lirik ~Dunia ini bagaikan hutan, Di mana ada rawa Dan tak ada seorang pun~ Joo Il yang melihat anaknya berpikir Dong Ho bersikap seperti itu karena Jin Woo. Dong Ho menceritakan Jin Woo membuat Gyu Man sangat emosi. Joo il kaget mendengarnya.
Jika Nam Gyu Man ingin membunuh anak itu, aku yang akan turun tangan.” Tegas Dong Ho
Apa maksudmu? Kenapa kau melindunginya? Harusnya lawanmu adalah anak itu!” kata Joo il
Karena anak itu ingin melindungi ayahnya, apa mungkin aku menghentikannya?” balas Dong Ho
Dong Ho, jangan lupa satu hal ini. Apapun yang terjadi, musuh keluarga Nam akan menjadi musuh untuk kita berdua juga.” Tegas Joo Il memperingatinya. Dong Ho hanya bisa diam. 

Pagi hari
Gyu Man menatap ayahnya, mengingat ucapan Dong Ho dimobil Orang yang seperti itu akan mengganggu proses pewarisanmu di Il Ho Grup,Ketua tak akan membiarkannya.
Tuan Nam seperti berusaha seperti tak terjadi apapun, Gyu Man memberanikan diri berbicara tentang ayahnya sendiri yang membuat kasus Wakil Presdir, Tuan Nam langsung menyela, menyuruh anaknya tak perlu memikirkan hal yang lain, dan fokus saja pada posis Presdirnya. Gyu Nam mengerti.
Seseorang harus dijadikan sebagai, "alat". Jika alat itu sudah sering digunakan dan aus, kita harus menggantinya.” Ungkap Tuan Nam mengumpakan, Gyu Nam mengerti.

Setelah sarapan, Gyu Nam mengantar ayahnya sampai ke mobil bahkan sampai menutup pintu mobilnya. Yeo Kyung ikut berdiri mengantar ayahnya, setelah ayahnya pergi Gyu Nam menatap adiknya memperingatkan agar tak dekat-dekat dengan Ji Woo.
Yeo Kyung heran melihat kakaknya yang tertarik dengan urusanya, Gyu Nam menegaskan tak ada alasan untuk melakukan itu. Yeo Kyung menegaskan bahwa diriny itu bisa tahu bakat Jin Woo dan mengingiat kata-kata ayahnya,  "Jangan pernah goyah dengan apapun." Gyu Man pun hanya bisa diam. 

Di dalam mobil, Tuan Kang memberikan sebuah USB pada Jin Woo sebagai bayaran yang dijanjikan. Jin Woo menerimanya, Tuan Kang menjelaskan Data lengkap mengenai rincian keuangan Asuransi Il Ho.
Jadi, apa yang akan kau lakukan sekarang?” tanya Jin Woo khawatir
Aku mungkin akan ke luar negeri. Jika kerja kerasku dibayar dengan pengkhianatan seperti ini, maka aku tak punya urusan dengan Il Ho lagi Tapi, ada hikmahnya juga, karena sekarang waktuku bersama keluarga lebih banyak. Mulai sekarang, aku sungguh ingin menjadi ayah dan suami yang baik.” Jelas Tuan Kang mencoba rendah hati.
Disebuah tempat, Pria melihat spanduk dengan wajah Tuan Seo, lalu menelp Jin Woo kalau ia melihat spanduknya. 

Di minimarket, Jin Woo menyakinkan apakah Tuan itu pernah melihat ayahnya. Tuan itu sebelumnya sudah memberitahu, di hari itu karena cepat tidur jadi terbangun pada jam 2 subuh lalu keluar untuk mengambil peralatan sepedaku, jadi sangat yakin melihat Tuan Seo di pagi hari.
Bagaimana anda bisa masih mengingatnya sampai sekarang?” tanya Jin Woo masih belum yakin
Oh, itu karena dia menjatuhkan sesuatu. Dia membawa paper bag dan terus bolak-balik di sana, Ayahmu seperti sedang kebingungan.” Cerita Tuan saksi.
Lalu, kenapa anda baru meneleponku sekarang?” ucap Jin Woo
Aku baru pulang dari rumah anakku, dan tak tahu jika sidangnya belum berakhir. Jadi, berapa kompensasi yang akan kudapat?” kata Tuan Saksi, Jin Woo terdiam seperti tuan itu sengaja menelpnya untuk mendapatkan uang. 

Gyu Man dan seorang pria bule berjabat tangan membuat perjanjian kembali didepan media. Setelah keluar ruangan, Sek Ahn sudah menunggu dan menerima hasil berkas penjanjian Il Ho.
Menurutmu kenapa aku sangat menginginkan kontrak ini? Bahkan aku mengumpulkan semua awak pers di sini.” Kata Gyu Man
Untuk terlihat lebih berkesan.” Jawab Sek Ahn
Apa tubuhmu ini hanya kiasan saja Atau Apa otakmu itu juga hanya untuk bergaya saja? Aku melakukannya untuk menunjukkan pada ayahku bahwa aku bisa mengurusnya tanpa adanya Wakil Pres dir. Dan akulah Seorang anak si Nam Gyu Man.” Jelas Gyu Man Sombong
Ya, ayahmu pasti akan merasa "appeal".” Puji Sek Ahn, Gyu Man mengejek Sek Ahn itu bodoh karena salah mengucapkan bahasa inggris. 

Pengacara Song duduk bersama dengan Manager Yoon makan fast food, lalu menanyakan sejak kapan manager Yoon bertemu dengan Jin Woo. Manager Yoon menceritakan bertemu dengan Jin Woo saat tes pendaftaran  dan dulu anaknya sangat tidak sopan. Pengacara Song merasa Jin Woo masih seperti itu. Wajah Manager Yoon langsung cemberut, Pengacara Song mengerti Manager Yoon itu selalu marah jika menjelekan Jin Woo.
In Ah datang membawakan bungauntuk bertemu dengan Jin Woo. Pengacara Song kaget karena yang datang adalah Jaksa In Ah, ketika sidang Wakil Presdir, Manager Yoon menyenggol Pengacara Song agar tak membahasnya kalau In Ah kalah dari Jin Woo. Pengacara Song pun membantu agar bunga itu dititipkan padanya.

In Ah menunggu sambil meminum teh, Pengacara Song mengintip dari jendela tak percaya  Jin Woo punya bakat karena dalam pikiran anak muda seperti Jin Woo tak punya waktu untuk percintaan. Manager Yoon menegaskan kalau Jin Woo itu butuh bernafas bebas. Pengacara Song kesal karena dirinya juga butuh bernafas, lalu keduanya melihat Jin Woo datang dan berpura-pura mencari kesibukan.
Jin Woo kaget melihat In Ah ada didalam kantornya, In Ah dengan senyuman memuji kantor Jin Woo yang bagus dan membawa hadia sebagai penghias kantornya. Jin Woo melirik bunga yang dibawakan In Ah untuknya, lalu menanyakan tujuannya datang ke kantornya.
Wajahmu kenapa? Kenapa pengacara bisa mendapatkan luka itu?” tanya In Ah melihat wajah Jin Woo ada bekas luka
Kau masih tetap cerewet seperti 4 tahun yang lalu.” Keluh Jin Woo, In Ah terdiam lalu menanyakan kesehatan ayahnya.
Aku telah mengajukan permintaan pengadilan ulang dan sudah menemukan saksi untuk membuktikan alibi ayahku. Kali ini aku akan membuktikan ayahku tidak bersalah. Jadi, kita bisa membuktikan kematian...Noona....” ucap Jin Woo lalu terdiam
In Ah menebak Noona yang dimaksud itu Jung Ah. Jin Woo tak ingin banyak cerita, dengan alasan sibuk akan melanjutkan perbincangan lain waktu lalu menaiki tangga kantornya. 

Jin Woo memasukan USB pemberian dari Tuan Kang didalam buku, sangat mengingat isi dari USB itu adlah Data lengkap mengenai rincian keuangan Asuransi Il Ho.
Manager Yoon masuk melihat In Ah itu sangat khawatir pada Jin Woo jadi tak ada alasan untuk memberitahunya. Jin Woo mengatakan tak ingin In Ah terluka karena hanya In Ah yang percaya padanya dan juga ayahnya, selain itu menurutnya ini adlaah pertarungannya sendiri. 

Pagi hari
Jin Woo pergi ke pengadilan untuk memberikan berkas  Pengajuan Permintaan Persidangan Ulang. Pegawai memberitahu berkasnya telah dimasukan, Jin Woo menganguk dengan senyuman keluar dari pengadilan. Ketika dilobby tak sengaja bertemu dengan Jaksa Hong.
Aigoo, lihatlah siapa ini? Ataukah aku harus memanggilmu pengacara Seo sekarang.” Ejek Jaksa Hong
Sepertinya anda sehat-sehat saja, Jaksa Hong.” Balas Jin Woo sinis, Jaksa Hong sengaja menanyakan keadaan Ayah Jin Woo
Aku sudah mengajukan persidangan ulang.” Kata Jin Woo
Ayahmu mungkin akan tenang karena anaknya yang akan membelanya. Tapi, kita masih belum tahu bagaimana hasilnya nanti.” Ucap Jaksa Hong sombong
Kali ini akan berbeda. Aku akan menangkap pelaku yang sebenarnya.” Tegas Jin Woo, Jaksa Hong menyindir Pengacara baru memang sangat menggebu-gebu, lalu mengejek Jin Woo yang sibuk jadi lebih baik lanjutkan pekerjaanya dan pergi begitu saja. 

In Ah masuk ke dalam lift, tiba-tiba Yeo Kyung menahan pintu lift untuk masuk. Dengan suasana tegang, In Ah menanyakan Bagimana bisa  Yeo Kyung mengenal Pengacara Seo Jin Woo. Yeo Kyung dengan ketus merasa itu bukan urusan In Ah dan berpikir teman kuliahnya itu tertarik  pada Jin Woo yang tampan. In Ah heran Yeo Kyung sudah memanggil nama. Yeo Kyung pikir In Ah itu memiliki hubunganyang tak baik dengan Jin Woo. 

Gyu Man minum wine dirumahnya, Dong Ho datang duduk didepanya menenyakan apa yang dikatakanya. Gyu Man menceritakan terus memikirkannya dan seseorang sangat menganggunya, lalu membahas tentang Jin Woo.
Jadi, apa kau mau aku yang mengurus anak itu?” kata Dong Ho sinis
Bukan kali ini saja kan kau melakukannya untukku?” komentar Gyu Man sombong
Dia hanyalah pengacara baru Dan insiden itu telah berakhir 4 tahun yang lalu.” Ucap Dong Ho
Ya, memang seperti itu. Kau memintaku untuk berhati-hati. Dan aku ingin hidupku tenang. Jadi, apa kau tak mau membuat Seo Jin Woo itu diam?” ungkap Gyu Man. 

Hakim Kang melihat berkas yang masuk ke dalam ruanganya, sebuah pengajuan persidangan ulang dengan nama Seo Jin Woo. Teringat sebelumnya, melihat Jin Woo didepan pengadilan.
Bicaralah pada pengacaramu. Dialah yang tak becus membelamu Ataukah kau bisa salahkan hokum yang membuat ayahmu seperti ini.
Setelah itu ponselnya berdering, wajahnya terlihat sangat tegang. 

Gyu Man melihat Dong Ho datang dan langsung memperkenalkan pada Hakim Kang dan pasti keduanya sudah pernah bertemu. Dong Ho dan Hakim Kang saling berjabat tangan lalu duduk bersama-sama.
Hari ini aku mendapatkan berkas permintaan untuk persidangan ulang,dan sepertinya itu adalah kasusmu dulu.” Kata Hakim Kang,
Memangnya kasus apa? Kau tahu, Pengacara Park telah menangani ribuan kasus.” Kata Gyu Man berpura-pura tak mengerti.
Kasus pembunuhan mahasiswi Seo Cheon 4 tahun yang lalu, kau masih ingat? Dan sepertinya Pengacara Park masih mengingat kasus ini.” jelas Hakim Kang. Dong Ho, Sek Ahn dan Gyu Man langsung tegang.
Aku bukanlah pengacara yang mau mengurusi kasus yang sudah selesai.” Tegas Dong Ho
Tapi, ada yang mengajukan persidangan ulang. Kudengar Seo Jin Woo menjadi pengacara agar dia bisa membebaskan ayahnya.” Cerita Hakim Kang. Mata pembunuh berdarah dingin Gyu Man terlihat. 

Di dalam mobil
Gyu Man mengungkapkan berusaha untuk bersikap lebih tenang dan baik, tapisi brengsek Seo Jin Woo sangat mengganggunya, lalu menyuruh Sek Ahn agar menelp orang-orang itu. Sek Ahn menanyakan siapa yang dimaksud Orang-orang itu. Gyu Man mengumpat Sek Ahn itu tuli, kalau yang dimaksud adalah Semua yang berkaitan dengan kasus itu, Sek Ah mengerti. Gyu Man pun memerintahkan agar terus mengawasi Jin Woo. 

In Ah melihat Tuan Seo duduk didepanya, meminta maaf karena harusnya lebih awalnya mengunjunginya. Tuan Seo terlihat binggung menanyakan apakah In ha mengenalinya. In Ah pikir Tuan Seo pasti tak akan mengenalnya karena memang belum pernah bertemu dan memperkenalkan dirinya, sebagai teman Jin Woo.
Jin Woo? Siapa dia?”tanya tuan Seo, In Ah kaget mendengarnya lalu memberitahu Jin Woo adalah anaknya.
Maaf... tapi aku tak punya anak. Aku belum pernah mendengar nama itu. Apa... anda tak salah orang?” kata Tuan Seo, In Ah berkaca-kaca karena sekarang Tuan Seo tak mengingat Jin Woo sebagai anaknya. 

In Ah masuk ke kantor kepala penjara, berteriak karena mereka tak merawat tahanan yang sakit di sini. Pria beruban marah karena In Ah datang langsung marah-marah. In Ah mengeluarkan ID Cardnya sebagai Jaksa Lee dari Pengadilan Seoul.
Oh... jaksa dari Pengadilan Seoul? Jadi, ada urusan apa kau ke sini?” ucap si pria beruban memandang remeh
“ Tahanan nomor 3729, Seo Jae Hyuk. Apa anda tahu, dia menderita Alzheimer?! Dan kenapa anda tak memberinya perawatan yang layak? Tahanan juga manusia. Kalian sungguh tak bertanggung jawab. Aku tak akan tinggal diam.” Tegas In Ah lalu keluar ruangan

Jin Woo baru datang melihat In Ah yang datang lalu menanyakan alasanya datang. In Ah berbohong mengatakan ada yang harus selidiki di penjara. Jin Woo bertanya apakah In Ah datang untuk menemui ayahnya, In Ah menyangkal menurutnya rasanya agak canggung jika aku menemui ayahnya.
Oh ya, apa kau sudah mengajukan permintaan persidangan ulang?” tanya In Ah, Jin Woo mengangguk
Aku yakin ayahmu akan tenang jika kau yang jadi pengacaranya.” Ungkap In Ah tersenyum bahagia lalu pergi. 

Jin Woo membaca pesan dari Manager Yoon “Aku sudah menemukan rumahnya di Jeon Joo.” Lalu ia sudah mengendarai mobilnya sambil menelp Manager Yoon, kalau sulit menemukanya karena sedang di Cina, Manager Yoon memberitahu karena Jeon Joo harus operasi jadi harus kembali dan tinggal di rumah anaknya sekarang.
Seorang ibu berjalan dengan anaknya keluar dari apartement, Jin Woo menatap dari dalam mobil teringat kejadian 4 tahun yang lalu.
Flash Back
Jun Joo memberikan kesaksian di pengadilan kalau melihat Tuan Seo menyembunyikan sesuatu di kamar pegawai. Jaksa Hon menanyakan alasan baru  melaporkannya sekarang. Jun Joo mengaku ragu karena Tuan Seo itu rekan kerjanya, tapi sekarang seorang mahasiswi dan ayahnya sudah meninggal jadi berharap Tuan Seo akan menerima hukuman yang setimpal.

Jun Joo baru keluar dari supermarket, anaknya melupakan sesuatu yang ingin dibelinya lalu meminta ibunya untuk pergi ke mobil lebih dulu. Jin Woo menahan pintu mobil ketika Jun Joo ingin masuk mobil, Jun Joo kaget melihat Jin Woo tiba-tiba ada didepannya.
Sepertinya kau tambah sehat saja.” Sindir Jin Woo, Jun Joo menanyakan urusan apa yang membuat mendatanginya.
Sepertinya hidup di Cina sangat menyenangkan Dan ayahku sekarang menderita di penjara karena kesaksian palsumu itu.” Kata Jin Woo sinis
Saksi palsu? Apa kau punya bukti?” ucap Jun Joo menantang
Mata yang gemetaran itulah saksinya. Kenapa kau tak jujur saja sekarang?” kata Jin Woo
Tak ada yang bisa kukatakan lagi. Jika kau terus seperti ini, aku akan melaporkanmu.” Ancam Jun Joo
Jin Woo melihat anak Jun Joo baru datang lalu berjalan menghampiri dengan memberikan kartu namanya, mengatakan apabila ibunya berubah pikiran maka anaknya bisa menelpnya Kapan saja. Sang anak terlihat binggung menerimanya, lalu menanyakan pada ibunya, apakah mengenal pria itu. Jun Joo berpura-pura tak mengenalnya. 

Hakim Hong mengenalkan Detektif Gwan Han Soo sebagai detektif yang menangani kasus pembunuhan mahasiswa. Detektif Gwan pun mengungkapkan rasa senang bertemu dengan Gyu Man.
Apa kau sudah dengar tentang permintaan pengadilan ulang itu?” kata Gyu Man
Aku sudah mengira, anda pasti akan membicarkan tentang ini.” ucap Jaksa Hong. Dong Ho masuk ke dalam ruangan melirik sinis melihat Detektif Gwan dan juga Hakim Hong ada didalam.
Tak masalah jika dia sudah menjadi pengacara Karena di mataku dia tetaplah anak pembunuh. Lagi pula, siapa yang akan percaya padanya?” ucap Han Soo sangat merendahkan Jin Woo
Masalahnya adalah dia terlalu banyak tahu dan membuatku kesal.” Ungkap Gyu Man, Han Soo pikir Gyu Man sudah banyak perkerjaan jadi tak perlu  mengkhawatirkannya. Hakim Hong melirik Han Soo terlihat percaya diri, lalu mengatakan Gyu Man bisa mengubunginya jadi membutuhkan bantuanya.
Satu kesalahan saja, dan kupastikan Jin Woo akan masuk penjara.” Tegas Han Soo 

Dong Ho berjalan keluar restoran meminta Gyu Man tak perlu khawatir karena belum tentu juga permintaannya diterima dan  Hakim tak bisa begitu saja mengambil keputusan. Gyu Man merasa Hakim Kang itu sungguh tak peduli dengan kasus ini sama sekali, karena menurutnya kasus seperti ini hanya bahan lelucon untuknya, setelah itu berjalan masuk ke dalam mobil. 

Dong Ho dan Hakim Hong bertemu di tengah jembatan, memberitahu dulu berada dalam naungan Joo Il tapi sekarang dibawa Presdir Nam,  Hakim Hong membalas ucapan Dong Ho itu agak kasar.
Rasa sakit terikat sama halnya dengan takdir. Kehidupan manusia memang aneh, 'kan?” kata Dong Ho
Ya, kau mungkin benar. Tapi, sekarang kita adalah tim dan Kita hidup untuk Il Ho Grup.” Tegas Hakim Hong
Dong Ho memilih untuk pergi tanpa pamit, Sang Ho menanyakan kemana mereka akan pergi sekarang. Dong Ho berteriak akan menemui Jin Woo. Sang Ho kaget mendengarnya. 

Didalam mobil, Sang Ho melirik dari kaca spion menanyakan alasan datang ke tempat Jin Woo karena lawan mereka itu hanya Jin Woo.  Dong Ho itu merasa itu Karena melawan adalah caranya untuk bertahan.
Apa dia berada dalam bahaya?” tanya Sang Ho
Bagi Nam Gyu Man, Jin Woo adalah musuh yang tersembunyi. Apa kau pikir dia akan diam saja jika dia diserang? Nam Gyu Man tak akan diam. Dan juga Jin Woo sangat ingin menghancurkan Nam Gyu Man, mereka bahkan sudah pernah bertemu.” Jelas Dong Ho lalu meminta Sang Ho lebih cepat menyetirnya.
bersambung ke part 2 

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar