Minggu, 10 Januari 2016

Sinopsis Mrs Cop Episode 7

“Orang-orang sepertimu harus berhenti menjadi polisi!” teriak Do Young dengan menyiram soju di muka Jin Woo
“Berpikirlah dengan baik semua kasus, Kau hanya menyelesaikan dengan cara yang sama dan orang-orang yang dirugikan setiap waktu membuat aku merasa mengerikan!”ucap Do Young dengan nada tinggi,
“Dan menurutmu tipe pria macam apa aku ini?”tanya Jin Woo
“Kau tidak peduli tentang apa yang terjadi padanya, Ketika Kau marah, Kau hanya menuruti emosimu dan Dokter menyebutnya sebagai gangguan eksplosif intermiten. Itu sebabnya orang sepertimu tidak harus jadi polisi.” teriak Do Young dengan menunjuk-nunjuk dada Jin Woo
Jin Woo membalasnya kalau Do Young adalah yang gila apabila si penjahat ta tertangkap. Do Young terdiam, Nyonya Hong datang menyuruh keduanya untuk berperang dengan mengunakan pistol saja, lalu menyuruh keluar apabila hanya berteriak dan meminta supaya bertindak dengan benar. Jin Woo meminta maaf lalu keluar restoran. 

Tae Yoo memiliki rencana mengeluarkan anaknya tidak sampai lima tahun dipenjara, maka dari itu ia kembali menemui Kepala Yum di restoran yang sama, Sek Yoon pun duduk menunggu keduanya berbicara.
Kepala Yum langsung bertanya apa yang ingin dikatakan temanya itu.  Tae Yoo menceritakan polisi sudah membersihkan industri narkoba yang menjadi masalah saat itu. Kepala Yum tak percaya Tae Yoo juga bergabung dalam bisnis narkoba juga.
“Uang hanyalah uang,  kan? Aku tidak seperti dirimu yang bisa hidup dengan Gaji sendiri” ucap Tae Yoo dengan nada menyindir
“Aku bisa hidup dari gajiku yang kecil” tegas Kepala Yum,
“Bagaimana seseorang bisa hidup dari hanya makan nasi saja? Kau kadang-kadang harus menyicipi kimchi.” balas Tae Yoo lalu mengajaknya minum bersama.
“hari ini. Sangat panas Anakmu telah melakukannya dengan baik?” ucap Kepala Yum seperti memberikan suatu rencana. 

Pagi hari
Kepala Yum memeriksa laporan yang dibuat tim Young Jin, terlihat salah satu foto ada Sek Yoon dengan Young Nam yang sedang bermain golf. Young Jin merasa karena kasus ini masuk ke mereka maka anak menindak lanjutinya, tapi Kepala Yum merasa , tim narkotika akan segera bertindak
“Maka kita meyakinkan mereka untuk melakukan upaya bersama melakukan investigasi ini.”kata Young Jin
“Apa Kau pernah melihat ada orang yang memberikan mangkuk nasi pada mereka? Atur semua berkas yang  Kau miliki dan memberikan pada mereka.” perintah Kepala Yum
“Jujur, ini bisa menjadi kasus besar. Apa itu tidak membuatmu sedikit serakah mengenai itu?” komentar Young Jin
“Tentu, Aku serakah dan menginginkannya. Walaupun, mereka kelelahan karena harus berurusan dengan pengedar obat setiap hari. Tapi Ayo kita tidak mengambil beras dan padi mangkuk dari mereka” ungkap Kepala Yum
Young Jin tetap meminta supaya bisa melakukan investigasi, Kepala Yum akhirnya berteriak menyuruh tim Young Jin tak melakukannya jadi serahkan pada tim Narkotika, Young Jin ikut kesal meminta tak perlu terik padanya. 

Young Jin kembali memberikan tugas pada tim Jin Woo mencari anak yang bernama Jang Eun Young. Young Jin memberitahu anak itu adalah satu-satunya orang yang kembali dari perdagangan anak.
Di depan sekolah, Jin Woo sempat melirik pada Do Young yang sebelumnya marah padanya. Do Young mengingatkan kalau ia bisa menulis laporan tentang tindakan rekannya selama kasus dan menyerahkannya pada kapten. Jin Woo pun menyuruh Do Young untuk menuliskan secara rinci.
“Hai... Apakah Kau adalah ... Da Kyung?”tanya Do Young melihat salah satu anak pelajar yang baru keluar dari sekola
“Iya. Tapi, mengapa detektif mencariku?” tany Da Kyung binggung
“Kau teman Eun Young,kan? Di mana kita bisa pergi untuk bertemu dengannya?”tanya Do Young dengan senyumannya.
Keduanya sampai disebuah tempat yang terlihat tanpa penghuni seperti gudang yang berantakan dan kotor, Do Young tak yakin Eun Young tinggal disana. Jin Woo melihat struk belanja dan tertera tanggal kemarin, jadi Eun Young memang benar tinggal ditempat itu, lalu Do Young menemukan sebuah bingkai yang retak denga foto Eun Young dengan ibunya. 

Saat makan siang, Young Jin datang menanyakan tentang Eun Young, Jin Woo memberitahu Ibu Eun Young melarikan diri dan rumahnya sangat berantakan, Selain itu Eun Young tidak punya telepon, jadi mereka tidak bisa menghubunginya.
“Jadi Kau baru saja kembali tanpa membawa apapun?” ucap Young Jin
“Tidak... Kami berbicara dengan beberapa temannya sekolahnya dan ternyata ia sering ke saunda Mereka mengatakan kita mungkin bisa bertemu dengannya jika pergi ke sana besok.” jelas Jin Woo
“Bagaimana dengan telepon Presiden Wang?” tanya Young Jin pada Jae Duk dan Se Won
“Itu adalah telepon yang tidak terdaftar, dan tentu saja ia membuangnya setelah pengintaian kami.” ucap Jae Duk
“Kami memeriksa lokasi GPS, ternyata Dia ada di sana ketika kami menyelidiki, lalu tertangkap sedang bergerak di bawah tanah.” jelas Se Won.
Do Young yang sedari tadi sibuk menulis laporan memberikan pada Young Jin lalu Young Jin menerima telp dari rumah sakit kalau Ji Yun sudah sadar. 

Jin Yun yang masih terlihat lemah mengatakan si bajingan Young Nam sudah Eun Jung jadi ia ingin membunuhnya dengan tangannya sendiri. Young Jin mengerti tapi menurutnya jika Jin Woo tak ada disana mungkin sekarang Ji Yun akan mati, Do Young terlihat kaget mendengarnya.
“Aku pikir Kau mungkin telah terluka karena aku, Detektif.. Aku sangat khawatir.” ucap Jin Woo
“Kau baik-baik saja, kan, Jin Woo?” tanya Young Jin, Jin Woo membenarkan.
“Terima kasih berkatmu, kami bisa menangkap Oh Young Nam dan Cepatlah sembuh.” kata Young Jin, Do Young hanya bisa melonggo ternyata selama ini salah, yang ia pikir Jin Woo hanya mementingkan diri sendiri ternyata malah menyelamatkan nyawa Ji Yun.
Akhirnya di kedai Nyonya Hong, Do Young dengan tertunduk malu mengaku salah, Jin Woo pun mengajaknya minum bersama karena itu bukan kesalahanya tapi karena situasi Do Young yang tak melihat Ji Yun yang mengeluarkan pisau cutter. 

Di sebuah pinggiran danau, terlihat seorang pria yang dengan sengaja mengingat pelajar wanita terikat ditiang dengan air yang meremdam sampai pinggang.
“Apabila sudah berdering sepuluh kali, maka dia bisa datang menyelamatkanmu, Jika dia tidak mengangkatnya, maka permainan berakhir di sini.” ucap Si pria
Terlihat nama “Ibu” dalam ponsel itu dan terdengar deringan beberapa kali, Pelajar itu pun seperti berharap ibunya mengangkat telp dan menyelamatkannya dan hanya bisa menangis dengan mulut tertutup plester. 

Eun Young terlihat ada disauna dan sengaja mencuri ponsel yang ada disana, sebuah pesan masuk “Aku orang yang kehilangan ponsel ini dan punya foto dari almarhum ibuku di telepon. Jika Kau kembali padaku, maka Aku akan memberikankan hadiah.”
Akhirnya di sebuah jalan, Eun Young bertemu dengan seorang pria yang mengaku sebagai pemiliki ponselnya. Si pria meminta Eun Young masuk karena ingin mentraktirnya, tapi Eun Young menolak karena hanya ingin uang, tapi karena si pria yang pandai berbicara Eun Young pun masuk ke dalam mobil.
Eun Young terlihat sedikit ketakutan memberikan ponsel dan akan segera pergi, Si pria bertanya bagiaman Eun Young mendapatkan ponselnya, dan tahu kalau Eun Young yang mencurinya lalu mengunci mobilnya dan memegang tangan Eun Young.
Dan Eun Young  makin panik melepaskan tanganya meminta supaya mengeluarkannya, Si Pria pun mengancam akan melaporkan pada polisi apabila keluar dari mobil, tapi jika ia ingin bermain-main dengannnya maka akan melupakanya, Eun Young langsung menyiramnya dengan kopi lalu membuka kunci dari stir. 

Eun Young berlari dengan cepat ke arah stasiun bawah tanah, Ji Woo dkk yang sedang mencari Eung Young melihat ada orang yang berlari dengan cepat, seperti mengartikan ada sesuatu yang terjadi.
Tiba-tiba si pria sudah ada dibelaang Eung Young dan berusaha untuk menariknya, Eun Young berteriak ingin melepaskanya sampai akhirnya Jin Woo datang dan langsung menyergap si pria dengan keras. Young Jin yang ikut dibelakang tersadar kalau yang di depannya itu adalah Eun Young yang mereka cari dari tadi. 

Semua pun akhirnya berada dikantor polisi, si pria yang bernama Seo Seung Ho sudah diborgol tapi ia mengaku kalau sengaja mengunci mobil dan mengejarnya karena Eun Young sudah mencuri ponselnya jadi ia akan membawanya ke kantor polisi
Eun Young tak terima karena sebenarnya Seung Ho lah yang ingin berbuat macam-macam padanya jadi ia sengaja keluar dari mobil berlari. Akhirnya salah satu petugas pun memberikan rekaman CCTV ditempat sauna. Terlihat dengan jelas Eun Young yang mengambil ponsel di sauna.
Jin Woo pun berbisik pada Young Jin dan akhirnya melepaskan Seung Ho lalu meminta Do Young membawa Eun Young. Terlihat Seung Ho tersenyum licik dan Eun Young berteriak tak terima. 

Di ruang interogasi
Eun Young dihadapkan dengan makanan yang lezat, Young Jin datang menyuruhna makan karena tadi Eun Young mengaku kalau ia sengaja mencuri untuk mendapatkan makanan. Eun Young malah melirik sinis pada Young Jin.
“Setiap kali orang datang ke tempat ini, pasti memiliki ekspresi yang sama dan berpikir bagaimana tidak adil keadaan ini. Tidak peduli kau berpikir jika ini tidak adil, ini tidak akan membantumu keluar dari sini. Tapi ... Aku dapat membantumu” ucap Young Jin
“Kau tahu para bajingam ini yang mencoba untuk menjualmu ke Jepang? Di mana tempat persembunyian mereka?” tanya Young Jin
“Mengapa Kau meminta padau? Aku hanya pembohong besar dan Kau tidak percaya padaku, kan? jadi Aku tidak percaya padamu juga” ucap Eung Young
“Kau mencuri ponsel sebelumnya, kan? Jika Tertangkap seperti ini lagi berarti masa mudamu akan selesai.” ancam Young Ji
Eun Young malah merasa senang karena dengan begitu bisa memiliki tempat tinggal, makan bahkan bisa memiliki tempat untuk tidur. jadi menurutnya mungkin penjara akan lebih baik baginya.  Young Jin hanya bisa diam mendengar ungkapan Eun Young. 

Young Jin akhirnya kembali membiarkan Eun Young pergi, Do Young kembali tak terima dengan perintah Young Jin. Sampai akhirnya Jin Woo pun mengajak rekannya itu berbicara diluar saja.
“Kapten membiarkan Eun Young lolos supaya mendapatkan informasi tentang perdagangan seks. Aku tidak berpikir ini benar.” ucap Do Young
“Dia mencuri karena merasa lapar dan Telepon dikembalikan kepada pemilik.” kata Jin Woo yang terlihat tenang.
“Kita ini  polisi dan ini tidak adil. Jika kita mengikuti perintah yang tidak adil, maka kita akan dihukum juga.” kata Do Young
“Jadi, kita harus menempatkan anak dibawah umur yang lapar ke dalam penjara seperti yang kau inginkan? Kemudian kita sudah melakukan pekerjaan kita dan tidak ada masalah?”komentar Jin Woo
“Jika kita membiarkan dia pergi, apakah itu memecahkan masalah? Tapi kita polisi, jadi Kita harus meskipun kita tidak ingin.”kata Do Young
“Jika kau melakukannya meskipun kau tidak ingin, kemudian mengikuti perintah Kapten. Bahkan jika kau pikir itu tidak adil dalam beberapa keadaan, tidak apa-apa untuk melakukan itu. Seperti itulah yang terjadi pada Tim tindak kekerasan” jelas Jin Woo, Do Young kembali diam karena ucapan Jin Woo. 

Do Young dan Jin Woo mengantar pulang ke rumahnya, Jin Woo memerintahkan Do Young supaya Eun Young membuka mulutnya dan tak boleh kembali sampai bisa mendapatkan informasi. Do Young mengelu h karena gabung pada Divisi Kejahatan dan Kekerasan  bukan untuk mengurus anak-anak seperti itu. Jin Woo menyuruh Do Young cepat turun karena harus pergi mengkonfirmasi identitas kematian tidak wajar.
Eun Young sudah ada didalam rumahnya dengan berbaring diatas kasur sambil membaca buku, Do Young terlihat melonggo binggung terlihat Eun Young yang santai tinggal ditempat seperti itu
“Disini Listrik mati sehingga tidak ada lampu dan Ada banyak debu Oh, kadang-kadang ada tikus. tentu saja... Tidak ada air”ucap Eun Young, Do Young masih tak habis pikir Eun Young bisa tinggal ditempat itu.
Setelah itu Eun Young mencoba membeli minum dari mesin tapi dengan gampangnya hanya menendangnya, minuman bisa keluar dan uangnya utuh. Do Young hanya bisa melonggo.
Di sebuah makanan cepat saji, Do Young mengerutkan dahinya karena melihat Eun Young yang mengambil makanan sisa dari pengunjung yang belum habis dan makan dengan lahapnya. Ketika sore hari, Eun Young berpura-pura kehilangan dompetnya lalu meminta uang pada orang yang menunggu bus dan menghabiskannya dengan bermain games online di warnet. 

Sementara Young Jin menemui ibu Eun Young, terlihat ibunya tak peduli dengan anaknya yang selalu membuat masalah.  Young Jin menegaskan datang karena Eun Young yang punya tempat itu tinggal. Ibu Eun Young membuka bir lebih dulu sebelum duduk didepan Young Jin.
“Tidak peduli seberapa banyak aku melihat, dia tidak memiliki tempat yang bisa di tinggalinya. Mulai dari Kantor polisi, sekolah, rumah, Mereka semua membuang Eun Young.” cerita Young Jin
“Jadi Apa yang kau harapkan bisa aku lakukan?” ucap Ibu Eun Young acuh
“Jika ibunya meninggalkannya juga maka itu berarti Eun Young adalah sampah. Jika kau akan membuangnya seperti sampah lebih baik serahkan hak asuh mu, Itulah satu-satunya hal yang dapat kau lakukan, seperti ibunya. Dengan cara itu dia tidak harus hidup seperti sampah.secara hukum, Aku bisa menempatkannya di fasilitas yang lebih baik.” ucap Young Jin yang membuat si ibu berkaca-kaca
Si ibu tak percaya lalu menanyakan apakah anaknya itu memang tak punya tempat tinggal. Young Jin mengambil gelas bir milik Ibu Eun Young lalu memberikan kartu namanya mengatakan untuk menelpnya apabila berubah pikiran. 

Pagi harinya, Do Young dibuat kesal dengan Eun Young yang sengaja membuat ulah sengaja makan di restoran tapi menyuruh polisi yang membayarnya. Eun Young merasa anak-anak yang melarikan diri menggunakan tubuhnya untuk mendapatkan uang dari laki-laki  dan polisi menutup mata pada bisnis yang menjual alkohol padanya, jad menurutnya itu sama saja.
“Bukankah dunia ini seperti itu? Dibuang ketika tidak berguna dan disimpan apabila masih berguna. Aku bertanya dengan tulus. Dapatkah Kau tidak melihatku seperti itu? Menatapku seperti aku gelandangan, karena aku tinggal di tempat seperti itu dan itu  benar-benar menyinggungku” ungkap Eun Young
“Aku tidak tahu bagaimana semua ini bisa terjadi  Tapi jika kau tahu, maka hidupmu tidak berpikir seperti itu. Jangan melihat orang lain seolah-olah mereka adalah sampah. Ini benar-benar membuatku ingin membunuhmu.” tegas Eun Young lalu pergi meninggalkannya.
Malam harinya, Eun Young duduk di pinggir pelataran jalan melihat ternyata ada banyak wanita dan pria yang sama seperti Eun Young, mengoda pria demi mendapatkan uang. 

Esoknya, Do Young membeli minum di mesin tapi ketika uangnya sudah masuk, minuman kalengnya tidak keluar. Lalu mencoba melakukan hal yang sama dengan Eun Young, tapi ternyata minumannya tetap tak keluar. Eun Young tiba-tiba sudah ada dibelakang melihat dengan tawa mengejek.
Akhirnya keduanya minum bersama ditaman, Do Young menceritakn ia hanya baik dalam hal perkelahian. Eun Young pikir Do Young itu ketua Geng sekolah yang mendapat nilai A
“Aku ini Lebih dari seorang mahasiswa teladan yang memukuli pemimpin geng. Itu Menakjubkan, kan?” ucap Young Jin bangga,
“Ya... Kau menyebalkan Tapi aku iri padamu. Aku tidak pandai belajar atau bertarung dan tak ada yang baik dalam diriku”kata Eun Young
 “Maafkan Aku. Karena melihat mu seperti seorang gelandangan. Jika Kau akan dapat rasa emosional padaku, keluarkan saja. Apakah Kau ingin kita makan ayam dan bir bersama nanti?” ajak Young Jin mengodanya
“Apa kau sedang melucu? Aku masih dibawah umur. Polisi macam apa mengajak minum bir untuk anak di bawah umur?” komentar Eun Young, Young Jin mengodanya padahal Eun Young pasti mau, Eun Young mengatakan ia tak ingin. 

Jae Duk memperlihatkan foto pria tambun bernaman Shin Myung Ho yang mengelola sebuah klub malam dan pergi berkeliaran bertemu anak di bawah umur untuk mempekerjakan mereka.
“Aku menyelidikinya dan dia seorang bajingan dari keseluruhan Dia punya gelang kaki listirk untuk melakukan penyerangan seksual di bawah umur.” jelas Se Won
“Bagaimana dengan Eun Young?”tanya Young Jin, Do Young mengatakan mereka belum mendapatkan informasi
“Sudah Beberapa hari, Mengapa masih belum mendapatkanya? Dia satu-satunya yang lolos dalam perdagangan seks. Kau harus meyakinkan Eun Young dan buat dia berbicara.” jelas Young Jin
“Jin Woo dan Do Young, kalian harus bertemu dengan Eun Young dan  Terus membujuk serta  meyakinkannya sampai dia berubah pikiran. Jae Duk, Kau akan pergi menyelidiki Shin Myung Ho denganku jadi bersiap-siaplah.” ucap Young Jin kembali membagi tugas. 

Do Young terlihat kesal karena Eun Young malah melakukan kekerasan pada anak lain untuk mengambil uang, lalu menyuruhnya ke tempat penampungan atau penjara. Eun Young tak ingin menurutnya bukan karena mereka sudah saling berbicara bisa menyuruh-nyuruhnya.
“Apa yang kau katakan?” ucap Do Young mencoba sabar
“Aku bilang jangan mengatakan omong kosong” ucap Eun Young yang ingin kembali tidur, Do Young menarik Eun Young meminta untuk jangan mempermainkannya lagi.
“Apa Kau akan memukul atau apapun itu? Pukul aku... Pukul saJa aku! Aku orang yang mencuri Jadi Tidak ada alasan jika polisi memukulku!!” teriak Eun Young
“Jika Kau tidak ingin memberitahuku di mana mereka bersembunyi, tidak apa-apa!! Jika Kau tidak mau mendengarkan, Lakukan apapun yang kau sukai Jika Kau membutuhkan uang, Kau bisa mencuri, bahkan menjual tubuhmu ... apa pun itu lakukan sesukamu!” teriak Do Young
“Aku akan melakukan apapun yang Aku inginkan. jadi pergilah!” teriak Eun Young tak mau kalah. Do Young pun akhirnya memilih keluar rumah.
Jin Woo yang melihat Do Young khawatir menunggu didepan rumah menyuruhnya membelikanya makan. Do Young mengatakan kalau Eun Young sudah mengusirnya, Jin Woo memberikan wajah melasnya. 

Akhirnya Do Young membawakan makanan terlihat dengan Eun Young yang menangis, akhirnya ia memilih untuk menaruh makanan didepan pintu serta uang, dengan wajah sedih.
“Sekarang dia membuatku merasa kasihan padanya lagi  Bahkan orang tuanya meninggalkan dia, jadi apa yang harus aku lakukan? Sementara Aku tidak bisa melakukan apa-apa lagi.” ungkap Do Young sedih didalam mobil
“Kau tidak perlu melakukannya lagi, karena kau sudah melakukan yang terbaik” kata Jin Woo memuji yang terlihat mengerti keadaan Eun Young. 

Dimalam harinya, Do Young duduk sendirian dikantor, ponselnya berdering ternyata Eun Young mengirimkan pesan padanya.
“Tempat Persembunyian bajingan itu di Youngjong-do, jadi kau tidak perlu muncul di depanku lagi. Dan Aku hanya mengambil kembali apa yang telah diambil dari wanita itu, dasar Kau kutu buku yang bodoh”
Pagi harinya, Se Won sudah datang disebuah hotel memeriksa Hanyaada satu pintu dibagian depan dan pintu masuk melalui tempat parkir, jadi tidak ada pintu keluar yang terhubung ke bar, serta tangga darurat di samping.
“Jae Duk, kau pergi menutup gedung. Sementara Jin Woo, Do Young, dan Se Won ... Bersamaku membuka pintu kamar. Semua orang berhati-hati dan siapkan senjata kalian.” perintah Young Jin membagi tugas. 

Jin Woo dan Do Young berpura-pura sebagai pasangan yang ingin menginap dihotel, saat itulah mereka melumpuhkan bagian lobby dan mengancam si pria yang tadi tak mau memberitahu tempat Presdir Wang. Young Jin akhirnya mendapatkan informasi ada di lantai lima di ujung lorong.
Presdir Wang yang terlihat genit melihat tiga orang remaja, untuk memilih siapa harus melakukan syuting pertama kali, akhirnya menunjuk remaja paling kiri untuk melakukan lebih dulu.
“Ikuti aku. Aku akan melakukan sisanya dan Kau hanya melakukan apa yang aku katakan” ucap Presdir Wang
“Apa yang akan kita film kan?” tanya si wanita
“Lucunya.... Ada seorang gadis yang penasaran sepertimu. Di mana kau pikir dia sekarang?” ejek Presdir Wang.
Saat itu Young Jin dkk sudah ada didepan pintu dan membukanya dengan kunci, Presdir Wang sempat sembunyi dikamar mandi dan berusaha kabur tapi bisa dilumpuhkan oleh Young Jin dengan tembakan listirk. 

Presdir Wang pun dibawa ke ruang interogasi, Young Jin melihat semua catatan milik Presdir Wang kalau hanya remaja itu yang sudah dibawanya.  Young Jin mengancam supaya Presdir Wang berada didalam penjara sampai tulangnya membusuk apabila berbohong.  Presdri Wang merasa kalau sudah seperti ini mana mungkin ia berbohong.
Sementara diruangan lain sambil makan toppoki, Jae Duk bertanya-tanya kemana Gadis yang berada di lingkaran perdagangan seks. Se Won rasa gadis itu  tidak ingin pulang, jadi mereka bersembunyi di suatu tempat.
“Kami bahkan telah membuat sebuah artikel dan tim kita memiliki kemenangan besar.” ungkap Do Young bangga menunjuk koran yang menjadi tatakan makanan.
“Bukankah penyelidikan kita dengan gadis-gadis ini berlebihan? Kau belum mengerti juga yah” komentar Jae Duk
“Kapten kita tidak tertarik pada hal ini, menurutnya menemukan gadis-gadis itulah yang sangat berarti segalanya” jelas Se Won
“Kita bukan tim orang hilang, tapi Kita Tim Kejahatan & tindak kekerasan.” kata Do Young binggung
“Apakah Kau berpikir mungkin ... mereka bisa mati? Haruskah kita pergi memeriksa mayat yang meninggal dengan kematian tidak wajar?” saran Jin Woo. 

Di malam harinya
Polisi menemukan mayat seorang remaja yang mengunakan seragam ditepi danau yang sudah meninggaldengan tangan terikat. Lalu pagi harinya, Joon Ho membangunkan Young Jin yang tertidur diatas meja memberitahu sudah menemukan satu anak.
Setelah itu keduanya, pergi kerumah sakit dengan masuk ke kamar mayat. Dokter memberitahu, Korban diikat pada tubuhnya dan dibuang ke dalam air. Young Jin tak tega melihat dengan memalingkan wajahnya ketika kain dibuka.
“Karena ini kasus aneh, ia dibawa ke kantor pusat dan Korban ini adalah gadis yang selama ini kau cari.” jelas Joon Ho. 

Seung Ho terlihat kembali mengunakan jurusnya dengan mengunakan ponselnya supaya bisa menemukan seorang wanita untuk mengodanya, lalu mengajaknya masuk ke dalam mobilnya.
Young Jin masih ada dikantor, melihat semua berkas, foto anak-anak yang masuk ke dalam penjualan. Sementara Seung Ho dengan alat pekakasnya memasang sebuah selang pada knalpot dan wajahnya terlihat sangat bahagia.


Pagi harinya, Young Jin melakukan presentasi dengan Korban adalah Song Ha Yoo berusia 17 tahun dan dilaporkan hilang dua bulan yang lalu.
“Dia hilang setelah pergi keluar untuk membeli es krim lalu tidak bisa ditemukan setelah itu. Dua hari yang lalu, tubuhnya ditemukan di Sungai Han di sekitar Kanghwa. Waktunya kematian masih ditentukan oleh forensik. Dengan semua hal  ini....  Aku akan menyelidiki kasus ini sebagai bagian dari kasus pembunuhan berantai anak perempuan yang hilang.” ucap Young Jin
Terlihat para petinggi saling melirik satu sama lain dan Kepala Yum dan Joon Ho terlihat tegang dengan kasus yang akan diselidiki tim Young Jin.

bersambung ke episode 8

Dyah Deedeehttps://plus.google.com/1109438229411006923100

Tidak ada komentar:

Posting Komentar